INSAN Vol. 7 No.

3, Desember 2005

Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa
Endah Mastuti Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ABSTRAK
Perkembangan kepribadian big five sangat pesat dalam berbagai riset kepribadian. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa banyak hal yang mampu diprediksi dengan trait-trait dalam kepribadian big five. Sejalan dengan hal tersebut, berbagai alat ukur telah dikembangkan untuk mengukur kepribadian big five. Penelitian ini bertujuan ingin mengadaptasi salah satu alat ukur kepribadian big five yang diambil dari International Personality Item Pool (IPIP) dan menguji validitas konstraknya di suku Jawa sehingga penggunaan taksonomi tentang alat tes ini bisa dikembangkan dan diaplikasikan di Indonesia, khususnya di suku Jawa. Selain itu, ingin membuktikan validitas aitem, reliabilitas alat ukur kepribadian big five yang diadaptasi dari International Personality Item Pools (IPIP) tersebut. Subyek penelitian ini adalah 110 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Metode yang digunakan adalah analisis faktor eksploratori untuk menguji validitas konstraknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas konstrak alat ukur kepribadian big five yang diambil dari International Personality Item Pools (IPIP) dengan sampel mahasiswa Jawa, tidak terbukti. Hal ini karena data yang didapatkan tidak sesuai dengan teori kepribadian big five yang diteorikan. Pada penelitian ini dengan analisis faktor menunjukkan bahwa trait kepribadian terdiri dari 6 faktor yaitu Neuroticism, Extraversion, Opennes to Experience, Agreeableness, Conscientiousness dan Morality. mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan suku yang lain. Kekhasan tersebut salah satunya hal sifat dan karakteristik kepribadian. Sifat-sifat atau karakteristik tertentu dari individu, yang relatif menetap dalam psikologi disebut dengan kepribadian. Kepribadian merupakan aspek psikologi yang penting
INSAN Vol. 7 No. 3, Desember 2005

Keywords: kepribadian big five, validitas konstrak, reliabilitas, suku Jawa. Indonesia sebagai kepulauan nusantara terdiri dari berbagai pulau, daerah dan suku bangsa. Tidak dapat dipungkiri setiap suku
© 2005, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

264

dkk. Openness to Experience. Penelitian tentang alat big five di Indonesia diantaranya dilakukan oleh Suminar. 7 No. diantaranya NEO. Conscientiousness. Apalagi pembahasan keberadaan alat kepribadian big five secara psikometri. Subyek terdiri dari 385 mahasiswa di dua universitas di Jakarta. Agreeableness dan khususnya Opennes ditemukan berbeda antara mahasiswa Amerika dan Indonesia.Endah Mastuti dalam menentukan perilaku individu. trait-trait dalam big five tersebut universal. juga belum banyak dilakukan. untuk itu dengan mempertimbangkan keragaman budaya yang ada di Indonesia.Jr. Selain itu. Extraversion. (2002) yang membandingkan big five faktor antara mahasiswa Indonesia dan Amerika. maka penggunaan alat tes kepribadian yang valid dan reliabel menjadi tolak ukur utama. HPI. maka pengembangan alat tersebut di Indonesia menurut peneliti perlu dilakukan. Sementara 3 faktor lain yaitu Extraversion. Di Indonesia penggunaan alat ukur kepribadian big five maupun pengembangan alatnya masih belum begitu populer. Padahal banyak hal yang mampu diprediksi dengan kepribadian big five. Kelima dimensi dasar tersebut adalah Neuroticism. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 dari 5 faktor dari kepribadian Big Five menunjukkan hasil yang sama yaitu pada faktor Neuroticism dan Conscientiousness. Pendekatan yang menggunakan taksonomi ini dominan dalam berbagai riset kepribadian. telah diketahui bahwa salah satu aspek yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian adalah budaya. PCI. Mengingat banyak sekali aspek yang dapat diprediksi dengan kepribadian big five. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa setelah dilakukan analisis faktor ternyata hanya empat faktor saja yang ada di Indonesia. Untuk memperoleh gambaran yang representatif tentang kepribadian individu. Penelitian lain dilakukan oleh Halim. maka dapat dirumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: 1 Berapa banyak faktor-faktor yang diungkap oleh alat ukur kepribadian big five. AB5C. 2 Apakah alat ukur kepribadian big five yang diadaptasi dari IPIP memiliki validitas konstrak. Menurut Five Factor Model (FFM) ini trait kepribadian digambarkan dalam bentuk lima dimensi dasar (McCrae & Costa. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan diatas. Berbagai alat tes dikembangkan untuk mengukur kepribadian yang berdasar pada teori tersebut. Definisi Kepribadian Kepribadian menurut Allport (Barrick & Ryan.dkk. 1997). Agreeableness. Berbagai alat untuk mengukur kepribadian telah banyak dikembangkan dengan bermacam-macam pendekatan. maka peneliti ingin menguji apakah pada budaya Jawa. (1997) yang menguji validitas konstruk alat Personality Characteristic Inventory (PCI). Saran dari penelitian ini adalah melihat faktor budaya perlu dilihat.PIR. Saat ini banyak ahli psikologi berkeyakinan bahwa gambaran yang paling baik mengenai struktur trait dimiliki oleh Five Factor Model. 2003) didefinisikan sebagai suatu INSAN Vol. Tes yang digunakan adalah NEO-Personality Inventory Revised dan OMNI Berkeley Personality Profile. Desember 2005 265 . 3.

fisik dan lingkungan sosial). 2000. 1998). 2000 dalam Pervin & John. penampilan individu. bertahan.. Masing-masing budaya mempunyai aturan dan pola sangsi sendiri dari perilaku yang dipelajari. 3. Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian ada dua yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan (Pervin & John. keluarga. Faktor lain yaitu faktor kelas sosial membantu menentukan status individu. situasi. 2001). akan mempengaruhi perkembangan kepribadian pada anak. relatif bertahan yang mempengaruhi interaksi dan adaptasi individu didalam lingkungan (meliputi lingkungan intrafisik. walaupun pada umumnya mantap dan INSAN Vol. Menurut Pervin & John (2001). Orang tua yang hangat dan penyayang atau yang kasar dan menolak. trait. disposisi atau karakteristik didalam individu yang memberikan beberapa ukuran yang konsisten tentang perilaku. Hal ini berarti masing-masing anggota dari suatu budaya akan mempunyai karakteristik kepribadian tertentu yang umum (Pervin & John. Kepribadian seseorang. Faktor lingkungan mempunyai pengaruh yang membuat seseorang sama dengan orang lain karena berbagai pengalaman yang dialaminya.Rowe. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian menurut peneliti adalah sebuah karakteristik didalam diri individu yang relatif menetap. Faktor genetik mempunyai peranan penting didalam menentukan kepribadian khususnya yang terkait dengan aspek yang unik dari individu (Caspi.Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa organisasi yang dinamik dalam diri individu yang merupakan sistem psikopysikal dan hal tersebut menentukan penyesuaian diri individu secara unik terhadap lingkungan. mempengaruhi dampak keturunan dan lingkungan terhadap kepribadian. Halvelson & Wampler. 2001). Pendekatan ini berargumen bahwa keturunan memainkan suatu bagian yang penting dalam menentukan kepribadian seseorang (Robbins. 2001). Faktor ini mempengaruhi bagaimana individu melihat dirinya dan bagaimana mereka mempersepsi anggota dari kelas sosial lain (Pervin & John. Salah satu faktor lingkungan yang paling penting adalah pengaruh keluarga (Collins et al. Maccoby. Desember 2005 266 . 7 No. kelas social. ritual dan kepercayaan. Menurut Larsen & Buss (2002) kepribadian merupakan sekumpulan trait psikologis dan mekanisme didalam individu yang diorganisasikan. 1999. teman sebaya. dan reaksi individu terhadap orang lain. yang mempengaruhi penyesuaian diri individu terhadap lingkungan. Feist & Feist (1998) mendefinisikan kepribadian sebagai sebuah pola yang relatif menetap. Definisi ini menekankan pada atribut eksternal seperti peran individu dalam lingkungan sosial. tugas yang diembannya dan hak istimewa yang dimiliki. lingkungan teman mempunyai pengaruh dalam perkembangan kepribadian. Diantara faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepribadian adalah pengalaman individu sebagai hasil dari budaya tertentu. dalam Pervin & John. 2000. Pengalaman pada masa kecil dan remaja dalam suatu kelompok mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kepribadian. Faktor lingkungan terdiri dari faktor budaya. 1997. peran yang mereka mainkan. 2001). 2001). Situasi.

Mengidentifikasi kecenderungan individu apakah mudah mengalami stres. 2002). pengukuran big five yang menggunakan trait kata tunggal sebagai sebuah item. Lewis R. Ino Yuwono. yang hasilnya sama dengan struktur yang ditemukan oleh Norman tahun 1963. Taksonomi Goldberg telah diuji dengan menggunakan analisa faktor. Desember 2005 267 . 1992 dalam Pervin & John. Surgency atau extraversion b. 1998). Selama beberapa tahun debat diantara para tokoh-tokoh teori trait mengenai jumlah serta sifat dimensi trait yang dibutuhkan dalam menggambarkan kepribadian. 2001). diukur dengan dua pendekatan utama. warm. Costa & McCrae. seperti talkactive. dsb. D. Pendekatan Trait dalam Kepribadian Ada beberapa pendekatan yang dikemukakan oleh para ahli untuk memahami kepribadian.1992 dalam Pervin & John. Costa dan Robert R. Sampai pada tahun 1980-an setelah ditemukan metode yang lebih canggih dan berkualitas. McCrae. yang disebut Big Five. 7 No. G. 2001) meliputi : 1) Neuroticism Trait ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi. 2002). 1993). Tuntutan yang berbeda dari situasi yang berlainan memunculkan aspek-aspek yang berlainan dari kepribadian seseorang (Robbins. Saat ini para peneliti khususnya generasi muda menyetujui teori trait yang mengelompokkan trait menjadi lima besar. seperti hidupku seperti langkah yang cepat (Larsen & Buss. Emotional Stability e. khususnya analisa faktor. mempunyai ide-ide yang tidak realistis. M.C. mempunyai coping response yang maladaptif ( Costa & McCrae 1985. dengan dimensi bipolar (John. Pendekatan lain dengan self rating pada item-item kalimat. big five terdiri dari: a. berubah dalam situasi yang berbeda. Menurut Goldberg (1990 dalam Larsen & Buss.1990.1990. 2002). hal tersebut yang membedakan individu dengan individu yang lain (Fieldman. mulailah ada suatu konsensus tentang jumlah trait. 1990. Teori trait merupakan sebuah model untuk mengidentifikasi trait-trait dasar yang diperlukan untuk menggambarkan suatu kepribadian. Trait didefinisikan sebagai suatu dimensi yang menetap dari karakteristik kepribadian. Dimensi ini menampung kemampuan seseorang untuk menahan stres. dikembangkan oleh Paul T. 3. Goldberg telah melakukan penelitian secara sistematik dengan menggunakan trait kata sifat tunggal. Alat yang digunakan untuk mengukur ini dinamakan NEO-PI-R yaitu The Neuroticism-ExtraversionOpenness (NEO) Personality Inventory (PI) Revised (R) (Costa & McCrae. Orang dengan kemantapan emosional positif INSAN Vol. 2001). Faktor-faktor didalam big five menurut Costa & McCrae ( 1985. Cara pertama dengan berdasar pada self rating pada trait kata sifat tunggal. 1989 dalam Larsen & Buss. Conscientiousness d.1992 dalam Pervin & John. moody. Secara modern bentuk dari taksonomi big five. Agreeableness c. Intellec atau Imagination Sementara itu. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah teori trait. Bagus Ani Putra konsisten.

2001) 3) Openness to Experience Menilai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap pengalaman demi kepentingannya sendiri. 2001). Orang terpesona oleh hal baru dan inovasi. 3. 7 No. 2001) 5) Conscientiousness Menilai kemampuan individu didalam organisasi.1990.1992 dalam Pervin & John. ia akan cenderung menjadi imajinatif. kemampuan untuk berbahagia ( Costa & McCrae 1985. masing-masing dimensi terdiri dari beberapa INSAN Vol. tergantung.1990. Menilai bagaimana ia menggali sesuatu yang baru dan tidak biasa ( Costa & McCrae 1985. dan lebih hedonistik (Robbins.1992 dalam Pervin & John.1992 dalam Pervin & John. Mereka tergolong orang yang kooperatif dan percaya pada orang lain. Agreeableness Menilai kualitas orientasi individu dengan kontinum nulai dari lemah lembut sampai antagonis didalam berpikir. 2001). Sebagai lawannya menilai apakah individu tersebut tergantung. bergairah dan aman. gelisah dan tidak aman (Robbins. Sementara kaum introvert cenderung tidak sepenuhnya terbuka dan memiliki hubungan yang lebih sedikit dan tidak seperti kebanyakan orang lain. kebutuhan untuk didukung. mengejar banyak tujuan. Dimensi ini menunjukkan tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. 2001). Orang yang mempunyai skor tinggi cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dalam satu cara yang terarah dan cenderung bertanggungjawab. Sementara yang skornya rendah ia akan cenderung menjadi lebih kacau pikirannya. 2) Extraversion Menilai kuantitas dan intensitas interaksi interpersonal. 2001). baik mengenai ketekunan dan motivasi dalam mencapai tujuan sebagai perilaku langsungnya. mereka lebih senang dengan kesendirian (Robbins. perasaan dan perilaku ( Costa & McCrae 1985. Dimensi ini merujuk pada jumlah tujuan yang menjadi pusat perhatian seseorang. dan berorientasi pada prestasi.1992 dalam Pervin & John. Sementara mereka yang skornya negatif tinggi cenderung tertekan. level aktivitasnya . Dimensi ini merujuk kepada kecenderungan seseorang untuk tunduk kepada orang lain. Dimensi ini mengamanatkan tentang minat seseorang.1990. 2001). Orang yang sangat mampu bersepakat jauh lebih menghargai harmoni daripada ucapan atau cara mereka. Sementara orang yang disisi lain kategori keterbukaannya ia nampak lebih konvensional dan menemukan kesenangan dalam keakraban (Robbins. Kaum ekstravert (ekstraversinya tinggi) cenderung ramah dan terbuka serta menghabiskan banyak waktu untuk mempertahankan dan menikmati sejumlah besar hubungan. 2001).Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa cenderung berciri tenang.1990. Desember 2005 4) 268 . 2001). malas dan tidak rapi (Costa & McCrae 1985. Dari lima faktor didalam Big Five. Orang yang menilai rendah kemampuan untuk bersepakat memusatkan perhatian lebih pada kebutuhan mereka sendiri ketimbang kebutuhan orang lain (Robbins. benarbenar sensitif dan intelek. kuat bertahan.

diantaranya NEO-PI-R. 7 No. MPQ. D. 16 PF. 2001) adalah: Keinginan untuk berprestasi (Achievement-striving) Disiplin diri (Self-disciplin) Kehati-hatian (Cautiosness) Pengukuran Kepribadian a. juga tidak memungkinkan orang lain untuk mengembangkan maupun merevisinya.88. M. Neuroticism Kecemasan (Anxiety) Kemarahan (Anger) Depresi (Depression) Kesadaran diri (Self-consciousness) Kurangnya kontrol diri (Immoderation) Kerapuhan (Vulnerability) b.C. AB5C. 3. NEO FFI. IPIP website merupakan suatu usaha secara internasional untuk mengembangkan sebuah set inventori kepribadian yang berasal dari aitem-aitem domain publik daan skala tersebut dapat digunakan untuk tujuan ilmiah maupun tujuan komersil (http://ipip. PCI. AB5C. Mengingat hal tersebut Goldberg mempelopori adanya bank aitem mengenai inventori kepribadian yang dipubilkasikan dalam International Personality Item Pool (IPIP) website. Sementara itu dari aitem NEO-PI-R yang asli mempunyai koefisien alpha mulai INSAN Vol.org/). Salah satu yang dibandingkan dengan NEO-PI-R dari 30 faset yang ada aitem-aitem dalam IPIP mempunyai koefisien alpha 0. dll. Facet merupakan trait yang lebih spesifik. Alat Ukur Kepribadian Big Five Ada berbagai alat ukur yang dikembangkan untuk mengukur kepribadian big five. Sebagai konsekuensinya instrumen-instrumen tersebut tidak dapat digunakan secara bebas oleh ilmuwan lain. Extraversion Minat berteman (Friendliness) Minat berkelompok (Gregariousness) Kemampuan asertif (Assertiveness) Tingkat aktivitas (Activity-level) Mencari kesenangan (Excitement-seeking) Kebahagiaan (Cheerfulness) c. Desember 2005 a. G. Berbagai inventori tersebut dalam penggunaannya perlu ijin khusus dari penciptanya. Aitem-aitem dalam IPIP telah di bandingkan dengan target berbagai inventori kepribadian yang sudah baku. Openness to Experience Kemampuan imajinasi (Imagination) Minat terhadap seni (Artistic interest) Emosionalitas (Emotionality) Minat berpetualangan (Adventurousness) Intelektualitas (Intellect) Kebebasan (Liberalism) d. HPI. Ino Yuwono. Selain itu. diantaranya dengan Big Five factor Maker. CPI.ori. Conscientiousness Kecukupan diri (Self efficacy) keteraturan (Orderliness) Rasa tanggungjawab (Dutifulness) 269 . Big Five factor Maker. NEO-PI-R. Komponen dari big five faktor tersebut menurut NEO PI-R yang dikembangkan Costa & McCrae (Pervin & John. CPI. Bagus Ani Putra facet. merupakan komponen dari 5 faktor besar tersebut. dll. Agreeableness Kepercayaan (Trust) Moralitas (Morality) Berperilaku menolong (Altruism) Kemampuan bekerjasama (Cooperation) Kerendahan hati (Modesty) Simpatik (Sympathy) e.64 sampai 0.

Validitas isi menunjuk kepada sejauh mana tes yang merupakan seperangkat soal-soal.77. validitas berdasar kriteria (criterionrelated validity). dan validitas konstruk (construct validity) (Thorndike. Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya.51 sampai 0. 1997. dan sebaliknya bila elemen resikonya tinggi. 3. maka pengukuran tersebut menjadi tidak reliabel (Nunnaly. yaitu (1) validitas penelitian. dilihat dari isinya memang mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur. atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas yang rendah ( Azwar. Sifat reliabel atau tidak reliabel suatu alat ukur akan diperlihatkan oleh tinggi rendahnya INSAN Vol. Ukuran sejauh mana ini ditentukan berdasar sejauhmana derajat representasinya (Suryabrata.61 sampai 0.84. namun perilaku yang sangat beragam itu didasari oleh sejumlah terbatas faktor saja. Salah satu kriteria dalam pengukuran kepribadian adalah memiliki reliabilitas yang tinggi. dalam bidang psikologi kata validitas sekurang-kurangnya digunakan dalam tiga konteks. 2000). Apabila measurement error hanya sedikit. Validitas berdasarkan Kriteria adalah derajad yang menunjukkan sejauhmana suatu alat tes menunjukkan hasil pengukuran yang sama dengan alat tes lain yang dijadikan kriteria. baik yang pengukurannya dilaksanakan pada saat yang relatis berbeda maupun ketika alat tes diberikan dalam waktu yang bersamaan. Secara etimologi. 2000). Terkait dengan penelitian ini maka yang dibahas disini adalah tentang validitas alat ukur. 1972). Menurut Suryabrata (2000). Sementara itu korelasi antara IPIP dan NEO-PI-R mulai 0. Melalui analisis faktor dikonfirmasi apakah data yang diambil memang mengandun faktor-faktor yang diteorikan itu (Suryabrata. Dasar pikiran penerapan analisis faktor untuk validasi ini adalah bahwa walaupun perilaku manusia itu sangat banyak ragamnya. (3) validitas alat ukur. Hal ini menunjukkan bahwa aitem-aitem dalam IPIP mempunyai reliabilitas yang cukup baik. Setiap pengukuran mengandung elemen resiko yang disebut dengan measurement error.2000. maka pengukuran dapat disebut pengukuran yang reliabel. (2) validitas soal. Faktor-faktor ini yang sering disebut dimensi atau komponen itu sudah tercermin dalam spesifikasi instrumen yang disusun pada tahap awal pengembangan instrumen. validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. B. 2003). Secara umum validitas tes terbagi kedalam tiga jenis yaitu validitas isi (content validity). Validitas konstrak mempersoalkan sejauh mana skor-skor hasil pengukuran dengan instrumen yang dipersoalkan itu merefleksikan konstruksi teoritis yang mendasari penyusunan alat ukur tersebut. Desember 2005 270 .Azwar. 7 No.Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa 0. 2000). Suryabrata. Validitas Dan Reliabilitas Persyaratan utama dari alat ukur kepribadian adalah memiliki validitas alat ukur maupun validitas aitem yang memadai.

kestabilan. Jenis kelamin pria atau wanita Populasi penelitian adalah mahasiswa Psikologi Universitas Airlangga. M. Ditinjau dari segi etimologi.. Bagus Ani Putra koefisien hasil ukur suatu alat tes.C. & Ryan. 2000). Suku Jawa 4. Validitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstrak yang dicari melalui tehnik analisa faktor.M. keterandalan. konsistensi. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 11. Validitas konstrak mempersoalkan sejauh mana skor-skor hasil pengukuran dengan instrumen yang dipersoalkan itu merefleksikan konstruksi teoritis yang mendasari penyusunan alat ukur tersebut. Itemitem yang diambil dari IPIP adalah item-item yang mengukur konstrak yang sama dengan alat ukur NEO PIR. G. Semua itemnya bebas diambil dan memiliki skala yang dapat digunakan secara ilmiah maupun untuk tujuan komersial (Goldberg & Saucier dalam Barrick. dan sebagainya. Alat yang digunakan adalah alat ukur yang diambil dari IPIP (INTERNATIONAL PERSONALITY ITEM POOL) milik Goldberg. Uji validitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstrak. IPIP adalah sebuah usaha secara internasional untuk mengembangkan dan menyaring secara kesinambungan sejumlah bank item inventori kepribadian.Subjek penelitian yang menjadi target penelitian. Analisis Faktor Eksploratori. Usia 17 tahun keatas 3. Validitas konstrak adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauhmana tes mengungkap suatu trait atau konstrak teoritik yang hendak diukurnya (Allen & Yen dalam Azwar. 3. Ino Yuwono. agreeableenes. (Suryabrata. Skor didapat dari respon subyek terhadap aitem-aitem yang dibuat berdasarkan subkomponen (facet) pada masing-masing faktor. Alat ukur big five yang digunakan terdiri dari 5 faktor dan 30 facet.2003). conscientiousness dan opennes to experience. Teknik Analisis terdiri dari: 1. Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan untuk menguji validitas konstrak adalah pendekatan analisis faktor. 7 No.00 for Windows. Walaupun reliabilitas mempunyai berbagai nama lain seperti keterpercayaan. 2000). namun ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar. D. Mahasiswa 2. neuroticism. reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability.M. Variabel utama dalam penelitian ini adalah skor kepribadian big five yang terdiri dari lima faktor besar yaitu extraversion. Desember 2005 271 . INSAN Vol. dipilih dengan kriteria berikut : 1. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian mengenai alat ukur kepribadian big five.R. keajegan. Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Masing-masing faktor terdiri dari 6 subfaktor atau facet dan setiap facet terdiri dari 3 aitem positif dan 3 aitem negatif sehingga diperkirakan jumlah aitem keseluruhan kurang lebih 180 aitem. 2001).

108 112.122.114 117.3 7.86.5.143.39.20.119.27 31.8.29.132 136.36 40.116 121.59.111 115. 7 No.42 46.75 79.123 127.12 17.32.81 85.77.105 109.38.95.23.137.62. 3.9 13.113.68.129 133.90 94.41.84 88.47.89. 120 124.33 37.57 61.126 130. Blue print alat ukur kepribadian big five Aitem Nomor Aitem + Neuroticism Kecemasan (Anxiety) Kemarahan (Anger) Depresi (Depression) Kesadaran diri (Self-consciousness) Kurangnya kontrol diri (Immoderation) Kerapuhan (Vulnerability) Extraversion Minat berteman (Friendliness) Minat berkelompok (Gregariousness) Kemampuan asertif (Assertiveness) Tingkat aktivitas (Activity-level) Mencari kesenangan (Excitement-seeking) Kebahagiaan (Cheerfulness) Openness to Experience Kemampuan imajinasi (Imagination) Minat terhadap seni (Artistic interest) Emosionalitas (Emotionality) Minat berpetualang (Adventurousness) Intelektualitas (Intellect) Kebebasan (Liberalism) Agreeableness Kepercayaan (Trust) Moralitas (Morality) Berperilaku menolong (Altruism) Kemampuan bekerjasama (Coope-ration) Kerendahan hati (Modesty) Simpatik (Sympathy) 1.128.78 82.98.18 22.6 10.110.101.118. 43.69. Desember 2005 272 .102 106.104.50.48 52.80.63.83.14.Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa Tabel 1.45 49.21 25.44.92.140.30 34.141 Aitem – 4. 16 19.53.99 103.135 139.138 142.72 76.96 100.35. 64 67.2.56.125.74.24 28.93 97.11.51 55.60 65.107.144 Faktor Faset/Subfaktor Jumlah Aitem 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 INSAN Vol.54 58.66 71.26.87 91.134.131.15. 70 73.

167.149. Desember 2005 273 .168 172.60. Pola ini juga ditemukan pada sampel INSAN Vol.146. Berbagai penelitian lintas budaya mengenai kepribadian big five ini salah satunya yang dilakukan di Korea.174 178. Hasil ini hampir mirip dengan temuan dalam penelitian ini. Bagus Ani Putra Conscientious.164. Ino Yuwono.158. Faktor 2 menjelaskan varians sebesar 14.159 163. secara rinci dijelaskan dalam Tabel 2. Hal ini sesuai pendapat Cronbach (1955) bahwa validitas tes yang baik dicapai bila varians yang diperoleh >0. subfaktor atau facet-facet menunjukkan trait yang spesifik dari suatu budaya.688 % sehingga varians yang dijelaskan oleh keenam faktor tersebut tergolong tinggi.155. untuk faktor 1 menjelaskan varians sebesar 50.152. Openness to Experience dan Conscientiousness memiliki muatan yang sama dengan yang diteorikan (Piedmont & Chae. 3. Menurut penelitian sebelumnya ada dua kemungkinan yang dapat diinterpretasi dari hasil ini. D.162 166.171 175.176.753 % dengan 3 variabel yang mendukungnya.170. juga memiliki muatan faktor yang berbeda dari data normatif yang ada. Sementara tiga faktor lain yaitu Neuroticism.179. meskipun disini ada tambahan subfaktor simpatik. 1997).Kecukupan diri (Self efficacy) 145. 7 No. Faktor-faktor baru yang dihasilkan setelah dilakukan analisis faktor tersebut.659% dengan 4 variabel yang berada didalamnya. tidak terbukti.150 154. G. yaitu faktor Conscientiousness.C.153 157.334% didukung dengan 8 variabel. Sementara faktor 3 menjelaskan varians sebesar 13. Faktor 4 menjelaskan varians sebesar 6. Hal ini tidak sesuai dengan teori aslinya bahwa kepribadian individu terdiri dari 5 faktor atau 5 trait besar yang disebut big five.161.180 6 6 6 6 6 6 180 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada analisis faktor eksploratori yang dilakukan terhadap kelompok subyek suku Jawa menunjukkan bahwa alat ukur kepribadian big five terdiri dari 6 faktor.305% dan didukung 5 variabel.629% dengan 7 variabel yang mendukungnya. Faktor 5 menjelaskan varians sebesar 5.156 160. M.009 % didukung variabel sebanyak 3 dan faktor 6 menjelaskan varians sebesar3. Hasil ini menunjukkan bahwa validitas konstrak alat ukur kepribadian big five yang diambil dari IPIP ini.147 ness keteraturan (Orderliness) Rasa tanggungjawab (Dutifulness) Keinginan ber-prestasi (Achi-evement-striving) Disiplin diri (Self-disciplin) Kehati-hatian (Cautiosness) TOTAL AITEM 151.177 148. Hasil analisis faktor eksploratori yang memberikan hasil 6 faktor tersebut menjelaskan varians secara bervariasi. ada satu faktor yang didukung oleh subfaktor yang sama dengan data normatif. yaitu pertama. ternyata dari lima faktor yang ada dua diantaranya yaitu faktor Extraversion dan Agreeableness.173. Secara keseluruhan varians yang menjelaskan sebesar 93.165 169.

Terkait dengan penelitian ini dapat dijelaskan bahwa dalam budaya Jawa. hal ini dapat diinterpretasi bahwa adanya struktur yang bervariasi karena dalam proses rotasi didalam data menunjukkan adanya kesalahan. Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di Indonesia oleh Halim dkk (2002) yaitu trait yang memiliki struktur faktor yang sama adalah INSAN Vol. 3. Tetapi adanya tambahan 1 faktor dan menyebarnya subfaktor atau facet yang mendukungnya. Desember 2005 274 . 7 No. Kedua.Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa Tabel 2 Faktor-Faktor Baru Hasil Analisis Faktor Eksploratori No 1 Faktor Faktor 1 (Opennes to experince) Variabel yang mendukungnya Tingkat aktivitas (Activity-level) Mencari kesenangan (Excitement-Seeking) Keceriaan (Cheerfulness) Kemampuan imajinasi (Imagination) Minat terhadap seni (Artistic interest) Emosionalitas (Emotionality) Minat berpetualang (Adventurousness) Intelektualitas (Intellect) Simpatik (Sympathy) Kecukupan diri (Self efficacy) keteraturan (Orderliness) Rasa tanggungjawab (Dutifulness) Keinginan berprestasi (Achievement-striving) Disiplin diri (Self-disciplin) Kehati-hatian (Cautiosness) Kurangnya kontrol diri (Immoderation) Kerapuhan (Vulnerability) Minat berteman (Friendliness) Minat berkelompok (Gregariousness) Kemampuan asertif (Assertiveness) Kecemasan (Anxiety) Kemarahan (Anger) Depresi (Depression) Kesadaran diri (Self-consciousness) Kebebasan (Liberalism) Kepercayaan (Trust) Moralitas (Morality) Berperilaku menolong (Altruism) Kemampuan bekerjasama (Cooperation) Kerendahan hati (Modesty) 2 Faktor 2 (Conscientiousness) 3 Faktor 3 (Extraversion) 4 Faktor 4 (neuroticism) 5 Faktor 5 (morality) Faktor 6 (Agreeableness) 6 di Philipina sehingga bisa diargumentasikan adanya struktur yang spesifik dari budaya asia. memang ada satu trait yang sama dengan trait yang diteorikan dalam kepribadian big five yaitu faktor Conscientiousness. dimungkinkan karena adanya kekhasan sifat-sifat pada budaya ini.

Personality Psychology: Domain Of Knowledge About Human Nature. CrossCultural Generalizability Of The Five- INSAN Vol. Theory and Reasearch. bahwa: 1. maka untuk pemakaian alat ukur kepribadian big five yang diadaptasi dari IPIP sebaiknya hatihati. tidak terbukti. R. Theories of Personality.C. Differences in Big Five Factors of Personality between American and Indonesian students. Vol 52. Hal ini berarti validitas konstrak alat ukur kepribadian big five yang diambil dari International Personality Item Pools (IPIP) dengan sampel mahasiswa Jawa.. Mengingat validitas konstraknya pada subyek Jawa tidak terbukti. A. 1997. Opennes to Experience. yaitu pada faktor Conscientiousness memiliki struktur faktor yang sama. 1993.L. Essential Of Understanding Psychology. Agreeableness. & Boon van Ostade.. 2002. Dasar-dasar Psikometri. 2001. New York: McGraw Hill. Robert S. Yogyakarta: tidak diterbitkan. P. Hal ini karena data yang didapatkan tidak sesuai dengan teori kepribadian big five yang diteorikan. 509-516. Barrick. Buss. dapat disimpulkan : Pada penelitian ini dengan analisis faktor menunjukkan bahwa trait kepribadian terdiri dari 6 faktor yaitu Neuroticism. Agar informasi yang didapatkan lebih komprehensif. David M. New York: McGraw Hill Company. 1997. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. & Ho Chae. No 5. M. XVI Congress of the International Association for CrossCultural Psychology. Edisi ke 2.R. Fieldman. R. New York: Mc Graw Hill. Hal ini hampir sama dengan hasil penelitian ini.J.T. Conscientiousness dan Morality. M.P. Scientific Program and Abstracs. L. Americant Psychologist. D. Pervin. dalam pemakaiannya untuk subyek Jawa sebaiknya dicermati aitem-aitem yang mendukung faktor-faktornya sehingga tidak salah menginterpretasi. 2003.R & Costa Jr. 2001. Piedmont. seperti analisis faktor konfirmatori untuk memperkuat kesimpulan.A & John. New York: John Wiley & Sons. J. Belum maksimalnya sampel yang digunakan dalam penelitian ini. dapat dijadikan masukan untuk penelitian selanjutnya dengan memperbesar sampel penelitian sehingga didapatkan hasil yang lebih akurat. Inc. San Farnsisco: Jossey-Bass. & Fesit. O. Personality. 3. Berdasarkan kesimpulan diatas dapat disarankan. Larsen. Halim. Magdalena S. Bagus Ani Putra faktor Neuroticism dan Conscientiousness. S. Extraversion. maka perlu dilakukan analisis lain. 2. R. G.M. Desember 2005 275 . 8 ed. Fourth edition. Ino Yuwono. J. Feist. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini. Personality and work: Reconsidering the role of personality in organization. meskipun pada faktor Neuroticism pada penelitian ini tidak memiliki struktur yang sama dengan aslinya.J. 1998. G. Personality Trait Structure as a Human Universality. 3. 7 No. & Ryan. DAFTAR PUSTAKA Azwar. McCrae.

Yogyakarta: Andi Offset. N. 2000. S. Laporan Penelitian. Validasi Konstrak Personality Characteristic Inventory.. 1997. Robbins. Jakarta : Prehallindo Suminar. D. Vol 28 no 2. Suryabrata. 3.. 131-155..P. Development and Validation of The NEO PI-R for Koreans. 2001. Desember 2005 276 . aplikasi. tidak diterbitkan. Perilaku Organisasi : konsep. Versi Bahasa Indonesia. & Suryanto. S. kontroversi.. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. 7 No.Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa Factor Model Of Personality. INSAN Vol. Hartini. Handoyo. Journal Of Cross-Cultural Psychology. S. Surabaya: lembaga penelitian Universitas Airlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful