P. 1
Laporan Laboratorium Lingkungan

Laporan Laboratorium Lingkungan

|Views: 5,375|Likes:
Published by Sufiana Solihat
penelitian tentang sampel air sungai cikalimati, n parameter-parameter yang dianalisa beserta pembahasannya...
penelitian tentang sampel air sungai cikalimati, n parameter-parameter yang dianalisa beserta pembahasannya...

More info:

Published by: Sufiana Solihat on Dec 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2013

pdf

text

original

Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel koloid karena penambahan bahan kimia
sehingga partikel-partikel tersebut bersifat netral dan membentuk endapan karena adanya gaya
gravitasi. Secara garis besar, mekanisme koagulasi adalah destabilisasi muatan negatif partikel
oleh muatan positif dari koagulan, tumbukan antar partikel, dan adsorpsi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi koagulasi diantaranya pemilihan bahan kimia, penentuan
dosis optimum koagulan, dan penentuan pH optimum. Apabila muatan koloid dihilangkan, maka
kestabilan koloid akan berkurang dan dapat menyebabkan koagulasi atau penggumpalan.
Penghilangan muatan koloid dapat terjadi pada sel elektroforesis atau jika elektrolit ditambahkan
ke dalam sistem koloid. Apabila arus listrik dialirkan cukup lama ke dalam sel elektrolisis maka
partikel koloid akan digumpalkan ketika mencapai electrode. Jadi, koloid yang bermuatan negatif
akan digumpalkan di anode, sedangkan koloid yang bermuatan positif digumpalkan di katode.
Koagulan yang paling banyak digunakan dalam praktek di lapangan adalah Alumunium
Sulfat [Al2(SO4)3], karena mudah diperoleh dan harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan
jenis koagulan yang lain.

Metode

Metode yang umum digunakan dalam percobaan koagulasi adalah Jar-Test.

Prinsip

Kekeruhan dalam air disebabkan oleh zat-zat tersuspensi dalam bentuk lumpur kasar,
lumpur halus dan koloid. Pada permukaan koloid bermuatan listrik sehingga koloid dalam keadaan
stabil, akibatnya koloid sulit untuk mengendap. Senyawa koagulan (seperti Tawas Alumunium)
berkemampuan mendestabilisasikan koloid (menetralkan muatan listrik pada permukaan koloid)
sehingga koloid dapat bergabung satu sama lainnya membentuk flok dengan ukuran yang lebih
besar sehingga mudah mengendap. Tujuan dari percobaan Jartest adalah untuk menentukan dosis
koagulan yang optimum dalam pengolahan air.

33 Laporan Laboratorium Lingkungan Tahun Ajaran 2011

Reaksi

Reaksi yang terjadi dalam Percobaan Koagulasi yaitu :
Al2 (SO4)3 + 6H2O → 2Al (OH)3 + 3H2SO4

Tidak dilakukan Percobaan Koagulasi terhadap sampel air Sungai Cikalimati. Namun
prosedur kerja yang dapat dilakukan dalam Percobaan Koagulasi adalah sebagai berikut :

Siapkan 6 buah gelas kimia ukuran 500 mL.

Isi masing-masing gelas dengan 500 mL contoh air.

Tambahkan larutan tawas Alumunium (1 mL = 10 mg) secara bertingkat mulai dari 1,0 mL;
1,5 mL; 2,0 mL; … dst. Kemudian simpan dalam alat Jartest.

Kocok dengan kecepatan 100 RPM selama 1 menit dan 60 RPM selama 10 menit.

Setelah selesai, biarkan flok mengendap. Amati bentuk flok, kecepatan mengendap flok,
volume flok yang terbentuk, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengendapkan flok.

Periksa kekeruhan dan pH terhadap supernatannya. Jika hasil percobaan tidak
memuaskan, dapat diulangi dengan penambahan dosis koagulan yang lebih tinggi atau
lebih rendah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->