P. 1
3.5. Analisis Pemilihan Teknik Lot Sizing Yang Terbaik

3.5. Analisis Pemilihan Teknik Lot Sizing Yang Terbaik

|Views: 453|Likes:
Published by Ridho Pang Umardanu

More info:

Published by: Ridho Pang Umardanu on Dec 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2014

pdf

text

original

3.5.

Analisis Pemilihan Teknik Lot Sizing yang Terbaik

Purchase part adalah part yang diperoleh secara outsourcing atau perlu dipesan dari luar perusahaan karena tidak diproduksi sendiri. Dalam ketiga jenis produk dongkrak yang diproduksi, terdapat lima purchase part, yaitu B-01, B02, B-03, B-04, dan B-05. Kuantitas pemesanan kelima part tersebut sangat penting untuk diperhitungkan karena adanya biaya pesan dan biaya simpan. Biaya pesan adalah semua pengeluaran yang dipergunakan untuk menyiapkan pemesanan part seperti penulisan order, penyiapan spesisifikasi, pencatatan order, pengiriman order, invoice, payment, dll. Sedangkan biaya simpan adalah pengeluaran yang digunakan untuk menyimpan barang di tempat penyimpanan seperti biaya penyusutan barang, asuransi, biaya administrasi barang, dll. Besar biaya simpan bergantung pada jumlah barang yang disimpan dan lama barang disimpan. Pemesanan untuk setiap purchase part perlu direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkankan Planned Order Release yang membuat total biaya sekecil mungkin. Untuk mencari biaya terkecil, dilakukan beberapa pendekatan yang biasa dipakai dalam menentukan kuantitas pemesanan, yaitu Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), Least Unit Cost (LUC), dan Minimum Cost per Period (MCP). Berikut ini adalah penjelasan untuk keempat metode pendekatan tersebut. a. Economic Order Quantity (EOQ) EOQ adalah model dasar yang sangat sederhana yang menunjukkan trade-off antara biaya simpan dan biaya pesan. Model EOQ didapat dengan menurunkan fungsi total biaya persediaan per periode terhadap kuantitas pemesanan. Total biaya per periode adalah: π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘Žπ‘› = π‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘π‘’π‘ π‘Žπ‘› + π‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘–π‘šπ‘π‘Žπ‘› + π‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘π‘’π‘šπ‘π‘’π‘™π‘–π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘Žπ‘› 𝑑 𝑄 𝑇𝐢 = ( ) 𝑆 + ( ) β„Ž + 𝑑𝑐 𝑄 2 𝑄 = π‘˜π‘’π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘  π‘π‘’π‘šπ‘’π‘ π‘Žπ‘›π‘Žπ‘› 𝑑 = π‘‘π‘’π‘šπ‘Žπ‘›π‘‘ π‘π‘’π‘Ÿ π‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘œπ‘‘π‘’ 𝑆 = π‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘π‘’π‘ π‘Žπ‘› β„Ž = π‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘–π‘šπ‘π‘Žπ‘› 𝑐 = β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Ž π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿ 𝑒𝑛𝑖𝑑 Dengan menurunkan fungsi biaya di atas terhadap Q dan mencari nilai Q pada nilai biaya 0 maka akan didapatkan biaya persediaan minimum. πœ•π‘‡πΆ(𝑄) =0 πœ•(𝑄) 𝑄 = √ 2𝑑𝑆 β„Ž

Model ini mengasumsikan bahwa pemesanan dilakukan dalam kurun waktu yang tetap dan laju permintaan konstan sehingga tidak akan terjadi kekurangan persediaan sampai pemesanan selanjutnya. Model EOQ sebenarnya juga mengasumsikan bahwa tidak ada lead time, part yang dipesan pada suatu periode akan langsung datang pada periode tersebut. Namun, penyesuaian untuk lead time β‰  0 tidaklah sulit, hanya perlu diperhtiungkan waktu pemesanan kembali (re-order point) dengan cara mengurangi waktu planned order receipts dengan lead time sehingga part bisa datang pada saat yang diinginkan. Berikut ini adalah gambarannya.

7. Dengan membagi total permintaan pada satu periode perencanaan dengan kuantitas pemesanan yang didapat dari perhitungan EOQ. dengan pendekatan LUC dapat disimpulkan pemesanan untuk periode 3.7.4. maka dengan membagi jumlah pemesanan dengan jumlah minggu dalam setahun akan didapatkan waktu antarpemesanan. d. Periode Kombinasi 3 3.6 6 6.2793 148. Misalnya rata-rata permintaan per bulan diketahui dan perencanaan yang ingin dilakukan adalah untuk periode 1 tahun. Dengan kata lain. Biaya per periode didapatkan dengan membagi cumulative cost dengan jumlah periode kombinasi. Karena POQ memakai EOQ sebagai dasar perhitungannya.9 9 9.4 3.5 3. Biaya per unit didapatkan dengan membagi cumulative cost (total biaya yang terdiri dari biaya pesan dan biaya simpan) dengan trial lot size (total lot size dari periode yang dikombinasikan). akan didapatkan jumlah pemesanan dalam satu periode perencanaan yang sesuai dengan EOQ. π‘Šπ‘Žπ‘˜π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘π‘’π‘šπ‘’π‘ π‘Žπ‘›π‘Žπ‘› = π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘šπ‘–π‘›π‘”π‘”π‘’ π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘› π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘’π‘šπ‘’π‘ π‘Žπ‘›π‘Žπ‘› Waktu ini menggambarkan setiap berapa minggu sekali pemesanan perlu dilakukan. c.0961 160. Begitu juga dengan 6.65867 199. POQ bertujuan untuk mencari reorder point untuk pemesanan dengan kuantitas sejumlah EOQ. maka asumsi EOQ juga berlaku pada POQ. Minimum Cost per Period (MCP) Pendekatan MCP memiliki kemiripan dengan LUC.8. dan 5 dilakukan sekaligus karena kombinasi ketiga periode tersebut menghasilkan biaya per unit yang paling rendah.10 Trial Lot Size 8054 20778 33651 46524 12873 20473 28070 35667 7597 15195 Cost per Unit 319.29143 199. .73973 338.8 6. dan 8 serta 9 dan 10 dilakukan sekaligus sehingga pemesanan dilakukan sebanyak 3 kali.7 6.96449 154.4. Berikut ini adalah contoh pendekatan MCP. Least Unit Cost (LUC) Pendekatan LUC dilakukan dengan mencoba-coba kombinasi periode yang menghasilkan biaya per unit paling rendah.13656 Cummulative Cost 2570000 3333440 4878200 7195340 2570000 3026000 3937640 5305100 2570000 3025880 11841720 TOTAL COST Untuk data pada tabel di atas. maka jumlah pemesanan adalah: π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘šπ‘’π‘ π‘Žπ‘›π‘Žπ‘› = π·π‘’π‘šπ‘Žπ‘›π‘‘ π‘π‘’π‘Ÿ π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘› Γ— π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 𝐸𝑂𝑄 dan jika pemesanan hendak dilakukan dalam satuan minggu.7.80443 140.4. hanya saja pada MCP yang menjadi acuan penentuan lot size adalah biaya per periode. Berikut ini adalah contoh pendekatan LUC.5.b.43123 144. Period Order Quantity (POQ) POQ menggunakan hasil dari EOQ sebagai dasar penentuan waktu antarpemesanan.64266 147.

4. Part Metode Economic Order Quantity (EOQ) Period Order Quantity (POQ) Least Unit Cost (LUC) Minimum Cost per Period (MCP) Economic Order Quantity (EOQ) Period Order Quantity (POQ) Least Unit Cost (LUC) Minimum Cost per Period (MCP) Economic Order Quantity (EOQ) Period Order Quantity (POQ) Least Unit Cost (LUC) Minimum Cost per Period (MCP) Economic Order Quantity (EOQ) Period Order Quantity (POQ) Least Unit Cost (LUC) Minimum Cost per Period (MCP) Economic Order Quantity (EOQ) Period Order Quantity (POQ) Least Unit Cost (LUC) Minimum Cost per Period (MCP) Total Cost 37592400 20070080 B-01 19550560 19067280 37592400 20070080 B-02 19550560 19067280 16930860 12500440 11841720 11841720 19305800 18259800 17575000 17575000 19305800 18259800 17575000 17575000 B-03 B-04 B-05 Baris yang ditandai dengan warna kuning adalah teknik yang dipilih untuk masing-masing purchase part karena .8 6.4.7.10 Trial Lot Size 8054 20778 33651 46524 12873 20473 28070 35667 7597 15195 Cummulative Cost 2570000 3333440 4878200 7195340 2570000 3026000 3937640 5305100 2570000 3025880 11841720 Cost per Period 2570000 1666720 1626066.Periode Kombinasi 3 3. dan 8 serta 9 dan 10 dilakukan sekaligus sehingga pemesanan dilakukan sebanyak 3 kali. dan 5 dilakukan sekaligus karena kombinasi ketiga periode tersebut menghasilkan biaya per periode yang paling rendah. untuk data pada tabel di atas. Begitu juga dengan 6.5 3.5.9 9 9.7. Berikut ini adalah tabel yang menampilkan total cost yang dihasilkan dengan menggunakan keempat teknik lot sizing yang telah dijelaskan di atas untuk kelima purchase part.4.4 3.8. dengan pendekatan MCP dapat disimpulkan pemesanan untuk periode 3.7 6.7.6 6 6.7 1326275 2570000 1512940 TOTAL COST Sama seperti pendekatan LUC.7 1798835 2570000 1513000 1312546.

. gambaran inventory level-nya adalah sebagai berikut. terlihat bahwa tidak ada teknik yang superior atau paling baik untuk digunakan. Untuk part B-01 dan B-02. POQ dan EOQ menghasilkan total biaya yang lebih besar dari metode lainnya. lead time. untuk kelima part di atas. Namun. Jika digambarkan. dan B-05. tingkat persediaan atau inventory level yang memenuhi asumsi model EOQ adalah sebagai berikut. Jika model ini digunakan pada data permintaan yang relatif konstan. untuk B-01 misalnya. maka pemesanan bisa dilakukan secara teratur. Part B-01 B-02 B-03 B-04 B-05 1 19464 19464 4866 9732 9732 2 19468 19468 4867 9732 9732 3 32216 32216 8054 10936 10936 4 50896 50896 12724 22610 22610 5 51492 51492 12873 25744 25744 Periode 6 7 51492 30400 51492 30400 12873 7600 25746 25746 25746 25746 8 30388 30388 7597 15200 15200 9 30388 30388 7597 15194 15194 10 11 12 30392 0 0 30392 0 0 7598 0 0 15194 15196 0 15194 15196 0 Dari tabel di atas. B-04. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan permintaan untuk kelima purchase part di atas dari minggu pertama sampai minggu ke-12. Pemesanan dapat dilakukan dalam jangka waktu dan kuantitas yang selalu sama. Sedangkan untuk part B-03. dll. terlihat sangat jelas bahwa permintaan untuk kelima purchase part tersebut selama 12 minggu pertama sangat fluktuatif sehingga model EOQ kurang tepat digunakan pada kelima part tersebut karena data permintaan kelima part tersebut tidak memenuhi asumsi dari model EOQ. Penggunaan teknik lot sizing sangat bergantung pada fluktuasi demand. Sedangkan inventory level kelima part di atas tidak seperti grafik di atas. Karena laju permintaan konstan. Hal yang menyebabkan model EOQ selalu menghasilkan biaya yang jauh lebih besar pada kelima part di atas adalah adanya asumsi model EOQ yang menganggap laju permintaan konstan. EOQ bahkan selalu menghasilkan biaya yang relatif jauh lebih besar dari ketiga metode lainnya. waktu antarpesan. yaitu sebanyak EOQ. MCP dan LUC menghasilkan biaya yang sama dan paling kecil dibandingkan kedua metode lainnya. Dari hasil yang diperoleh di atas. mungkin model ini dapat menghasilkan biaya yang minimum. teknik lot sizing yang dipilih karena menghasilkan total biaya terkecil adalah pendekatan MCP. terlihat bahwa MCP selalu menjadi teknik yang menghasilkan total biaya terkecil diikuti dengan LUC. Sedangkan permintaan untuk kelima part di atas tidak bisa dianggap konstan.menghasilkan total cost yang paling kecil dibandingkan dengan teknik lain yang dicoba pada masing-masing purchase part.

Penyebab lain yang mungkin menyebabkan besarnya total biaya yang dihasilkan oleh teknik POQ adalah data demand yang digunakan untuk perhitungan EOQ hanya demand selama 12 minggu pertama. Selain itu. yaitu 54491 sehingga terjadi penumpukan inventori dari periode ke-10 sebanyak 37341. hasil perhitungan jumlah pemesanan dan waktu antar pemesanan biasanya tidak bulat dan akhirnya dibulatkan ke atas. Teknik kedua yang digunakan yang juga menghasilkan total biaya yang cukup besar adalah POQ. Pemesanan dilakukan saat jumlah part tidak mencukupi untuk memenuhi demand. Contohnya hasil perhitungan pada part B-01 di bawah ini. sedangkan perencanaan yang dilakukan adalah perencanaan selama 52 minggu atau 1 tahun sehingga waktu antar pemesanan yang didapatkan mungkin bukan merupakan waktu antar pemesanan yang terbaik. dan berapapun jumlah part yang kurang.Thousands Inventory Level 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Periode (minggu) Jika menggunakan kuantitas EOQ pada permintaan yang fluktuatif seperti B-01. Periode (minggu) 0 1 19464 54491 2500 37527 0 54491 18059 0 54491 40334 14157 54491 54491 43929 10562 54491 54491 46928 7563 54491 0 49927 4564 54491 54491 0 19527 0 43630 10861 54491 54491 13242 0 37341 17150 54491 37341 37341 2 19468 3 32216 4 50896 5 51492 6 51492 7 30400 8 30388 9 30388 10 30392 11 12 Keterangan GR SR OH NR PO Receipts PO Release Dari baris projected on hand yang ada pada tabel di atas.572176251 Pembulatan ke atas 34 2 . dengan pendekatan ini kuantitas pemesanan haruslah sesuai dengan hasil perhitungan EOQ sehingga sangat memungkinkan terjadinya penumpukan inventori.07517205 1. Teknik ini juga menghasilkan biaya yang cukup besar karena metode ini menggunakan EOQ sebagai dasar perhitungannya sehingga asumsi EOQ juga masih berlaku pada teknik ini. terlihat pada di bahwa terjadi penumpukan inventori yang cukup besar di beberapa periode. maka jangka waktu pemesanan tidak akan teratur. pembulatan ini mungkin juga menyebabkan semakin tidak akuratnya perhitungan yang dilakukan. Variabel Jumlah Pemesanan (kali) Waktu Antar Pemesanan (minggu) Nilai 33. namun jumlah pemesanan tetap sebanyak EOQ. terutama pada periode terakhir karena kebutuhan bersihnya hanya 17150. Contohnya adalah pada part B-01 berikut ini.

LUC baik digunakan jika hendak mendapatkan part dengan harga satuan sekecil mungkin.A. Pembulatan yang dilakukan tidak terlalu jauh sehingga bisa lebih akurat.Jika hasilnya tidak dibulatkan sejauh itu dan horizon waktu perencanaan diubah menjadi hari. Teknik LUC dan MCP relatif lebih fleksibel untuk digunakan pada pola demand yang fluktuatif sekalipun.572176251 minggu jika diubah menjadi hari adalah 4. Namun. maka mungkin total biaya yang dihasilkan bisa menjadi semakin kecil karena pembulatannya tidak terlalu jauh.M. metode yang digunakan tetap merupakan metode heuristic atau coba-coba sehingga hasil yang didapat belum tentu merupakan hasil optimal. Sumber: Slide kuliah Perencanaan dan Pengendalian Produksi T.0052338 β‰ˆ 4 hari. Sedangkan MCP baik digunakan jika hendak mendapatkan total biaya akhir selama kurun waktu tertentu yang sekecil mungkin. Ari Samadhi . 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->