P. 1
Kristalisasi

Kristalisasi

|Views: 1,931|Likes:
Published by Wahyu Isna Desilia

More info:

Published by: Wahyu Isna Desilia on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2013

pdf

text

original

Kristalisasi Rekristalisasi adalah suatu metode untuk pemurnian senyawaan padatan yang dihasilkan dari reaksi-reaksi organik

. Metode rekristalisasi melibatkan 5 tahapan: 1. Pemilihan pelarut Pelarut yang terbaik adalah pelarut dimana senyawa yang dimurnikan hanya larut sedikit pada suhu kamar tetapi sangat larut pada suhu yang lebih tinggi, misalnya pada titik didih pelarut itu. Pelarut itu harus melarutkan secara mudah pengotor-pengotor dan harus mudah menguap,sehingga dapat dipisahkan secara mudah dari materi yang dimurnikan. Titik didih pelarut harus lebih rendah dari titik leleh padatan untuk mencegah pembentukan minyak. Pelarut tidak boleh bereaksi dengan zat yang akan dimurnikan dan harus murah harganya. 2. Kelarutan senyawa padat dalam pelarut panas Padatan yang akan dimurnikan dilarutkan dalam sejumlah minimum pelarut panas dalam labu erlenmeyer. Pada titik didihnya, sedikit pelarut ditambahkan sampai terlihat bahwa tidak ada tambahan materi yang larut lagi. Hindari penambahan yang berlebih. 3. Penyaringan larutan Larutan jenuh yang masih panas kemudian disaring melalui kertas saring yang ditempatkan dalam suatu corong saring. 4. Kristalisasi Filtrat panas kemudian dibiarkan dingin dalam gelas kimia. Zat padat murni memisahkan sebagai kristal. Kristalisasi sempurna jika kristal yang terbentuk banyak. Jika kristalisasi tidak terbentuk selama pendinginan filtrat dalam waktu cukup lama maka larutan harus dibuat lewat jenuh. 5. Pemisahan dan pengeringan Kristal Kristal dipisahkan dari larutan induk dengan penyaringan. Penyaringan umumnya dilakukan di bawah tekanan menggunakan corong buchner. Bila larutan induk sudah keluar, kristal dicuci dengan pelarut dingin murni untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Kristal kemudian dikeringkan dengan menekan kertas saring atau di dalam oven, desikator vakum atau piston pengeringan. Percobaan rekristalisasi asam benzoat Asam benzoat kasar (5 g) dimasukkan ke dalam gelas piala (50 ml) ditambahkan air panas sedikit demi sedikit sehingga semua asam benzoat larut (tepat larut), saring larutan asam benzoat dengan corong saring dalam keadaan panas. Biarkan filtrat pada temperatur kamar. Saring kristal yang terbentuk dengan menggunakan corong buchner. Keringkan kristal yang diperoleh dalam oven. Timbang kristal yang diperoleh, dan tentukan titik leleh asam benzoat (bandingkan hasil yang saudara peroleh dengan literature). Sublimasi Jika jumlah kristal sedikit stabil terhadap panas maka proses pemurnian dapat dilakukan dengan cara sublimasi. Sublimasi adalah suatu proses dimana zatzat

prinsipnya proses ini mengacu pada perbedaa kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencampurnya. Selama proses kristalisasi ini hanya partikel murni yang akan mengkristal sedangkan zat-zat yang tidak kita inginkan akan tetap berwujud cair. sebelum itu kertas timbang harus timbang dahulu. penuntun praktikum kimia organik. Dengan sublimasi dapat dipisahkan padatan volatil. Asam benzoate yang sudah ditimbang dimasukan kedalam beaker glass. jamaludin al anshori. dapat larut dalam pelarut namun mungkin hanya sebagian dan juga pada waktu penguapan akan lebih cepat. contohnya: kamfer. Sesudah itu. larutkan yang dipisahkan satu sma lain itu kemudian larutan zat yang dinginkan dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali dengan cara menjenuhkannya. Untuk pelarutnya yang cocok dapat dipilih pelarut yang titik didihnya rendah untuk dapat mempermudah proses pengeringan kristal yang terbentuk kemudian titik didih pelarut hendaknya lebih rendah daripada titik leleh zat padat yang dilarutkan supaya zat yang akan diuraikan tidak terdisosiasi dan yang paling penting pelarut tidak bereaksi dengam zat yang akan dilarutkan (biner). dari nonvolatil.tertentu bila dipanaskan secara langsung berubah dari bentuk padat menjadi uap tanpa meleleh. Dalam rekristalisasi pasti sebelumnya terjadi proses kristalisasi dimana dilakukannya pemisahan zat padat dari larutannya dengan jalan menguapkan pelarutnya. Dalam percobaan ini dilakukan proses rekristalisasi dengan tujuan memurnikan asam benzoate dari pengotor-pengotornya dan dengan prinsip berdasarkan gradient temperature dimana zat murni akan relative larut dalam temperature tinggi dan mengkristal pada temperature rendah. Asam benzoate yang masih berbentuk padatan dan mungkin ada kandungan zat padat lainnya di gerus dengan mortar hingga halus. Uap tersebut bila didinginkan kembali menjadi zat padat. untuk lebih umumnya pelarut harus ekonomis dan mudah didapat. Digunakan methanol karena methanol turunan alcohol yang mudah menguap jika suhu diperbesar sehingga hanya sekitar 78% dan banyak digunakan untuk pembentukan senyawa organic dan pembentukan kristal. Sublimasi dapat dilakukan dengan menggunakan alat Mallory sublimator atau dengan alat sederhana seperti di bawah ini. syarat terbentuknya kristal dari suatu larutan adalah larutan induk harus dibuat kondisi lewat jenuh sehingga akan mempercepat proses kristalisasi. Beaker glass yang berisi larutan itu dipanaskan di atas pembakar Bunsen. asam benzoate dan lain-lain. asam benzoate halus di timbang dengan Neraca elektrik hingga seberat 5 gram. Bandung . kemudian ditambahkan aquades sebanyak 50 mL dan methanol 30 mL untuk melarutkan dan menjenuhkan asam benzoate. zat padat tersebut dalam keadaan lewat jenuh akan berbentuk kristal. 2007. maksudnya agar luas permukaan lebih besar. laboratorium kimia organik program d3 jurusan kimia universitas padjadjaran Rekristalisasi adalah salah satu pemurnian zat padat dimana zat padat hasil reaksi organic tercampur dengan zat padat lain. untuk antisipasi akan menambah massa tetapi kebanyakn kertas timbang tak mempengaruhi massa. Larutan yang sudah mendidih diangkat . Larutan dipanaskan agar mengalami proses penguapan dimana air dalam kandungan larutan itu akan berkurang hal itu menyebabkan larutan mengalami kondisi lewat jenuh (supersaturated) seperti yang diketahui.

endapan yang menempel di kertas saring dan filtrat yang masuk ke dalam beaker glass. naftalena dibuat halus untuk memperluas permukaan zat agar mempermudah dan mempercepat penguapan. Endapan yang akan dikeringkan disimpan di atas beberapa kertas saring kering agar air terserap. Hasilnya. Seterusnya akan memproses filtrat tersebut sebelum itu di diamkan dulu dalam suhu kamar agar kembali ke suhu normalnya. Bubuk naftalena di timbang dengan Neraca eletrik seberat 5 gram dengan kertas timbang. Naftalena yang masih berbentuk kamper digerus dengan mortar. Setelah kembali ke suhu normal. Bila partikel penyusun suatu zat diberikan kenaikan suhu maka partikel tersebut akan menyublim menjadi gas. corong saring di letakan dengan posisi terbalik sehingga .misalnya kamper bekas. Sublimasi Sublimasi adalah salah satu pemisahan zat-zat yang mudah menyublim perubahan wujud zat padat ke gas atau dari gas ke padat. filtar disaring lagi dengan menggunakan corong buchner. Larutan disaring dan terjadi pemisahan dua sampel. Lempeng ini ditutup dengan pas oleh kertas saring rangkap dan dipasang pada sebuah labu saring (bentuknya seperti Erlenmeyer) dengan suatu sumbat. Siapkan beaker glass yang berisi air untuk media pemanasannya dan celupkan juga beberapa kecil batu didih (berupa porselen). Corong buchner terdiri dari corong porselen yang dipasangi lempeng berlubang-lubang. Larutan disaring dalam keadaan panas-panas karena jika dingin akan langsung mengalami pengkristalan yang belum murni. Begitupun syarat sampel untuk sublimasi adalah dengan sifat kimia mudah menguap agar gampang proses sublimasinya dan sampel tidak mengalami proses pendahuluan terlebih dahulu. Digunakan dalam proses ini karena terdapat tekanan dari selang sehingga pelarutnya mudah turun kebawah. Proses sublimasi ini dibedakan atas perlakuannya.kemudian disaring dengan corong saring yang sudah dilapisi dengan kertas saring. endapan akan tersaring lebih murni. Dibutuhkan batu didih bertujuan untuk menahan gelembung-gelembung yang akan terjadi pada pemanasan sehingga panasnya teratur. Kaca arloji yang diatasnya ada bubuk naftalena ditutup dengan corong saring yang ujungnya di sumbat dengan kapas agar pada saat penguapan tidak ada uap atau gas yang keluar/bebas. sebaliknya jika suhu gas tersebut diturunkan maka gas akan segera berubah wujudnya menjadi panas. kertas saring endapan putih tersebuht diletakan di atas kaca arloji dan dikeringkan ke dalam oven dengan suhu 105 ’C selama kurang lebih 25 menit. jika tidak kemungkinan alat-alat gelas kimia akan pecah karena tak bisa menahan ketidakaturan panas yang terjadi. Bubuk naftalen di letakan di atas kaca arloji. didapatkan kristal-kristal putih asam benzoat yang lebih murni bebas pengotor-pengotornya. Gas yang dihasilkan ditampung lalu didinginkan kembali. Dalam percobaan ini dilakukan proses sublimasi dengan tujuan memurnikan naftalena dari pengotor-pengotor dengan metode sublimasi serta dengan prinsipnya yaitu berdasarkan perubahan fasa padat ke fasa gas tanpa melalui proses pencairan begitupun sebaliknya. Syarat pemisahan campuran pada sublimasi adalah partikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar sehingga kita dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Sublimasi dengan penangas air. pertama yaitu sublimasi dengan penangas air dan kedua yaitu sublimasi tanpa penangas air. ambil sebagian untuk proses pengeringan. Setelah itu endapan yang tersaring dari corong buchner. sebelum itu timbang terlebih dahulu corong saring untuk hasil akhirnya.

http://borasracunn. Tidak meninggalkan zat pengotor di dalam kristal zat yang dimurnikan. Ter dan kaca merupakan zat padat semacam itu. Pemurnian demikian ini banyak dilakukan pada industri-industri (kimia) maupun laboratorium untuk meningkatkan kualitas zat yang bersangkutan. Metode pemurnian suatu padatan yang umum yaitu rekristalisasi (pembentukan kristal berulang). zat amorf tidak mempunyai titik-titik leleh tertentu yang tepat. contohnya NaF dengan MgO. K2SO4 dengan K2SeO4. Metode ini pada dasarnya mempertimbangkan perbedaan daya larut padatan yang akan dimurnikan dengan pengotornya dalam pelarut tertentu maupun jika mungkin dalam pelarut tambahan yang lain yang hanya melarutkan zat-zat pengotor saja. Sebaliknya zat amorf melunak secara bertahap bila dipanasi dan meleleh dalam suatu jangka temperatur . Oleh sebab itu. rekristalisasi dan sublimasi.blogspot.com/2010/04/laporan-praktikum-pemurnian-garamdapur. Zat padat umumnya mempunyai titik lebur yang tajam (rentangan suhunya kecil).semua bubuk naftalena akan tertutup dengan corong kemudian diletakan di atas beaker glass di atas pembakar bunsen dan mulai panaskan.Kristal adalah benda padat yang mempunyai permukaan-permukaan datar. 1991). Dua zat yang mempunyai struktur kristal yang sama disebut isomorfik (sama bentuk). umumnya menurun dengan menurunnya temperature. Kristalisasi Memperoleh suatu senyawa kimia dengan kemurnian yang sangat tinggi merupakan hal yang sangat esensi bagi kepentingan kimiawi. Partikel zat padat amorf sulit dipelajari karena tidak teratur. Bersifat inert terhadap zat yang dimurnikan. tetapi tidak mempunyai struktur kristal yang berkembangbiak disebut amorf (tanpa bentuk). dan Cr2O3 dengan Fe2O3. PEMURNIAN SECARA KRISTALISASI.com/2009/05/pembahasan-organikrekristalisasi. antara lain yaitu : 1.html 1.2009. HERLINAWATI ARITONANG. http://watichemistry. 3. telah lama para ilmuwan menduga bahwa atom. sedangkan zat padat amorf akan melunak dan kemudian melebur dalam rentangan suhu yang beasr. Kelarutan suatu zat dalam pelarut merupakan suatu fungsi temperature. 5. ion ataupun molekul zat padat ini juga tersusun secara simetris (Keenan. 4. Suatu zat mempunyai bentuk kristal tertentu.html II. Memberikan perbedaan kelarutan yang cukup signifikan antara zat yang akan dimurnikan dengan pengotprnya. TINJAUAN PUSTAKA Suatu zat yang tampil sebagai zat padat. Zat isomorfik tidak selalu dapat mengkristal bersama secara . kuarsa. Boras. Mudah dipisahkan dari kristalnya.blogspot. pembahasan zat padat hanya membicarakan kristal. Tak seperti zat pada kristal. Karena banyak zat padat seperti garam. dan salju ada dalam bentuk-bentuk yang jelas simetris. 2009. 2. 2. Syarat Pelarut Persyaratan suatu pelarut yang baik untuk dipakai dalam proses rekristalisasi.

M. Bentuk kristal juga penting. maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap (Arsyad. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. Jakarta. Laju pertumbuhan kristal merupakan faktor lain yang mempengaruhi ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan berlangsung. Makin tinggi derajat lewat jenuh. 1992. Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar pada struktur morfologi endapan. tergantung pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. Artinya satu partikel tidak dapat menggantikan kedudukan partikel lain. Gramedia. Arsyad. Charles W. Buku Ajar Vogel: Analisis Anorganik Kuantitatif Makro dan Semimikro. Jakarta. Natsir. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu di kala suhu diperbesar. Kristal dengan struktur yang lebih kompleks. 1979). belerang dapat berstruktur rombohedarl dan monoklin (Syukri. yang lagi-lagi akan membantu penyaringan. 1999). jadi terbentuk endapan yang terdiri dari partikelpartikel kecil. ITB Press. dimana zat-zat tersebut atau zat-zat padat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. sangat menguntungkan. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. contohnya karbon dan belerang. walaupun bentuk kristal NaCl sama dengan KCl. karena mudah dicuci setelah disaring. yaitu bentuk dan ukuran-ukuran kristalnya. Karbon mempunyai struktur grafit dan intan. banyak sekali kristal akan terbentuk. 2001. atau jarumjarum. Contohnya. Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan. Semakin besar kristal-kristal yang terbentuk selama berlangsungnya pengendapan. makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali (meski tak harus) makin cepat kristal-kristal itu akan turun keluar dari larutan. Suatu zat yang mempunyai dua kristal atau lebih disebut polimorfik (banyak bentuk). Syukri. jadi makin besarlah laju pembentukan inti. bila dingin.Metode ini didasarkan pada perbedaan kelarutan zat-zat padat dalam pelarut (baik pelarut murni . Dengan endapan yang terdiri dari kristal-kristal demikian. Kimia Dasar 3. tetapi tak satupun dari ini akan tumbuh menjadi terlalu besar. Jika laju pembentukan inti tinggi. Bandung. PT Kalman Media Pusaka. dkk. Na+ tidak dapat menggantikan K+ dalam KCl. Svehla. yang mengandung lekuk-lekuk dan lubang-lubang. makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru. Struktur yang sederhana seperti kubus. Prinsip Percobaan R ekristalisasi merupakan salah satu metode pemurnian zat padat dari pengotornya. Jika laju ini tinggi. 1979. Erlangga. kristal-kristal yang besar akan terbentuk yang dipengaruhi oleh derajat lewat jenuh (Svehla. 2001). Jakarta. pemisahan kuantitatif lebih kecil kemungkinannya bisa tercapai (Svehla. Kimia Untuk Universitas Jilid 2. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan. Keenan. Ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan.. 1999.homogen. 1979). akan menahan cairan induk (mother liquid). oktahedron. bahkan setelah dicuci dengan seksama.

3. misalnya pada titik didih pelarut itu. Pada titik didihnya.maupunpelarut campuran) dan kemudahan zat-zat padat pada umumnya untuk melarut dalam pelarutpanas daripada pelarut dingin. 2. sedikit pelarut ditambahkan sampai terlihat bahwa tidak ada tambahan materi yang larut lagi. Beberapa kriteria pelarut yang baik adalah sebagai berikut : 1pelarut murah dan mudah didapatkan 2pelarut tidak bereaksi dengan zat padat yang akan direkristalisasi 3dalam keadaan panas. Pelarut tidak boleh bereaksi denagn zat yang akan dimurnikan dan harus murah harganya. Proses ini adalah salah satu teknik pemisahan padat cair yang sangat penting dalam industry. Metode rekristalisasi melibatkan 5 tahapan : 1. pertama-tama kita harus memilih pelarut yang tepat . Jika kristalisasi tidak terbentuk selama pendinginan filtrate dalam waktu cukup lama maka larutan harus dibuat lewat jenuh. karena dapat menghasilkan kemurnian produk mencapai 100 %. Zat padat murni memisahkan sebagai Kristal. Kristalisasi Rekristalisasi adalah suatu metode untuk pemurnian senyawaan padatan yang dihasilkan dari reaksi-reaksi organic. Hindari penambahan berlebih. Kelarutan senyawa padat dalam pelarut panas Padatan yang akan dimurnikan dilarutkan dalam sejumlah minimum pelarut panas dalam labu Erlenmeyer. Pemisahan dengan teknik Kristalisasi didasari atas pelepasan pelarut dari zat terlarutnya. Pelarut itu harus melarutkan secara mudah pengotor-pengotor dan harus mudah menguap. pelarut memiliki kemampuan melarutkan pengotor dan tidak melarutkan zat padat yang akan direkristalisasi 5pelarut memiliki titik didih yang tidak melebihi titik leleh zat padat yang akandirekristalisasi 6pelarut cukup volatil (mudah menguap) sehingga mudah dihilangkan setelahrekristalisasi Dasar Teori A. Titik didih pelarut harus lebih rendah dari titik leleh padatab untuk mencegah pembentukan minyak. 4. Kristalisasi Filtrate panas kemudian dibiarkan dingin dalam gelas kimia. 5. Pemilihan pelarut Pelarut yang terbaik adalah pelarut dimana senyawa yang dimurnikan hanya larut sedikit pada suhu kamar tetapi sangat larut pada suhu yang lenih tinggi. Kristalisasi sempurna jika Kristal yang terbentuk banyak. Penyaringan larutan Larutan jenuh masih panas kemudian disaring melalui kertas saring yang ditempatkan dalam suatu corong saring. Pemisahan dan pengeringan Kristal . pelarut memiliki kemampuan melarutkan zat padat yang akandirekristalisasi dan tidak melarutkan pengotor 4dalam suhu kamar. Untuk melakukan rekristalisasi. sehingga dapat dipisahkan secara mudah dari materi yang dimurnikan. Contoh proses kristalisasi yaitu pada proses pengkristalan garam dan gula. Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan yang bertujuan untuk memurnikan suatu zat.

asam benzoate dan lain-lain. Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan. Sublimasi adalah suatu proses dimana zat-zat tertentu bila dipanaskan secara langsung berubah dari bentuk padat menjadi uap tanpa meleleh. Suatu zat mempunyai bentuk kristal tertentu. dan Cr2O3 dengan Fe2O3. Zat isomorfik tidak selalu dapat mengkristal bersama secara homogen. Dengan asam asetat sebagai pelarut dan dengan katalisis oleh asam kuat. Zat padat umumnya mempunyai titik lebur yang tajam (rentangan suhunya kecil). Bila larutan induk sudah keluar. contohnya NaF dengan MgO. Kapur barus dapat diproduksi dari alfa-pinene . bila dingin. Dengan sublimasi dapat dipisahkan padatan volatile dari non volatile. Kristal kemudian dikeringkan dengan menekan kertas saring atau di salam oven. Penyaringan umumnya dilakukan di bawah tekanan menggunakan corong Buchner. 2001). Oleh sebab itu. B. dimana zat-zat tersebut atau zat-zat padat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Kristal dicuci dengan pelarut dongin murni untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Sublimasi dapat dilakukan dengan menggunakan alat Mallory Sublimator atau juga bisa menggunakan alat sederhana. alfa-pinene mudah menata kembali ke camphene . . Sublimasi Jika jumlah Kristal sedikit stabil terhadap panas maka proses pemurnian dapat dilakukan dengan cara sublimasi. K2SO4 dengan K2SeO4. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu di kala suhu diperbesar. Suatu zat yang mempunyai dua kristal atau lebih disebut polimorfik (banyak bentuk) (Syukri. maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap (Arsyad. yang ditangkap oleh asetat untuk memberikan asetat isobornyl .Kristal dipisahkan dari larutan induk dengan penyaringan. 1999). Partikel zat padat amorf sulit dipelajari karena tidak teratur. sedangkan zat padat amorf akan melunak dan kemudian melebur dalam rentangan suhu yang besar. yang berlimpah dalam minyak pohon konifer dan dapat disuling dari terpentin diproduksi sebagai produk samping dari pulping kimia . pembahasan zat padat hanya membicarakan kristal. desikator vakum atau piston pengeringan. Hidrolisis ke isoborneol diikuti oleh oksidasi memberikan kamper. yang pada gilirannya mengalami Wagner-Meerwein penataan ke dalam kation isobornyl. Dua zat yang mempunyai struktur kristal yang sama disebut isomorfik (sama bentuk). contohnya kamfer. Uap tersebut bila didinginkan akan kembali menjadi zat padat. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan. Artinya satu partikel tidak dapat menggantikan kedudukan partikel lain.

memindahkan zat padat. Penghindaran penggunaan pelarut organik untuk rekristalisasi membuat eksperimen ini aman. menghilangkan warna larutan.. mengeringkan produknya (hasil) (Williamson. dan campuran etanol dan air (Khardian. nematik. Pembekuan secara perlahan-lahan lebih baik . Ada tujuh metode dalam rekristalisasi yaitu: memilih pelarut. Nama asam ini berasal dari gum benzoin (getah kemenyan). yang dahulu merupakan satu-satunya sumber asam benzoat. melarutkan zat terlarut. Hubungan struktural antara kristal padat-smektik. dan kholesterik. adalah padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. 1999). 2009). dan di nematik satu dimensi. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia lainnya. Asam benzoat. C7H6O2 (atau C6H5COOH). Sublimasi merupakan prinsip pengering-bekuan (freeze drying) adalah menghilangkan air dan pelarut lain dari produk beku tanpa melewati fase cair. mengkristalkan larutan. (Fachturrizki et al. Keteraturan dalam kristal adalah tiga dimensi. Keteraturan dalam kristal cair. Terdapat tiga jenis kristal cair: smektik. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan. nematik dan kholesterik secara skematik ditunjukkan pada gambar. Untuk semua metode sintesis. asam benzoat dapat dimurnikan dengan rekristalisasi dari air. benzena. karena asam benzoat larut dengan baik dalam air panas namun buruk dalam air dingin. T adalah temperatur transisi. 2009). Kristal cair digunakan secara luas untuk tujuan praktis semacam layar TV atau jam tangan. mengumpul dan mencuci kristal. Pelarut lainnya yang memungkinkan diantaranya meliputi asam asetat. Tingkat kebekuan produk yang dapat dicapai. Dalam kristal cair smektik dapat dikatakan keteraturannya di dua dimensi.Rekristalisasi merupakan metode yang sangat penting untuk pemurnian komponen larutan organic. lama pengeringan dan jenis produk yang dikering-bekukan serta faktor personil yang mengoperasikan alat dalam proses sublimasi tersebut. eter petrolium.

wikipedia. Naftalena adalah hidrokarbon kristalin aromatik berbentuk padatan berwarna putih dengan rumus molekul C10H8 dan berbentuk dua cincin benzena yang bersatu. 2006). Tahap pengeringan pertama dimulai pada saat produk sudah berada dalam kondisi beku sempurna dan keadaan beku ini harus tetap dipertahankan selama proses pengeringan (Misyetti. Senyawa ini bersifat volatil. http://en. Uap yang dihasilkan bersifat mudah terbakar.org/wiki/Naphthalene . mudah menguap walau dalam bentuk padatan. Naftalena paling banyak dihasilkan dari destilasi tar batu bara.dibandingkan dengan pembekuan secara cepat sebab dengan pembekuan secara perlahan-lahan akan terbentuk kristal es yang besar sehingga kondisi ini akan memperlancar proses sublimasi dari setiap lapisan es dalam produk. dan sedikit dari sisa fraksionasi minyak bumi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->