Hormon Tumbuhan

Hormon adalah molekul-molekul yang kegiatannya mengatur reaksi-reaksi metabolik penting. Molekul-molekul tersebut dibentuk di dalam organisme dengan proses metabolik dan tidak berfungsi didalam nutrisi (Heddy, 1989). Hormon tanaman dapat diartikan luas, baik yang buatan maupun yang asli serta yang mendorong ataupun yang menghambat pertumbuhan. Pada kadar rendah tertentu hormon/zat tumbuh akan mendorong pertumbuhan, sedangkan pada kadar yang lebih tinggi akan menghambat pertumbuhan, meracuni, bahkan memat ikan tanaman (Kusumo,1984). Untuk mempercepat perakaran pada stek diper lukan perlakuan khusus, yaitu dengan pember ian hormon dari luar. Proses pemberian hormon harus memperhatikan jumlah dan konsentrasinya agar didapatkan sistim perakaran yang baik dalam waktu relatif singkat. Konsentrasi dan jumlahnya sangat tergantung pada faktor-faktor seperti umur bahan stek, waktu/lamanya pember ian hormon, cara pemberian, jenis hormon dan sistim stek yang digunakan (Yasman dan Smits, 1988). Secara umum macam hormon atau zat pengatur tumbuh dapat dibagi dalam tiga kelompok pent ing yaitu auksin, sitokinin dan giberalin. Untuk perakaran stek, hormone yang pal ing menentukan adalah dari kelompok auksin. Hormon ini secara alami sudah terdapat dalam tanaman akan tetapi untuk lebih mempercepat proses perakaran stek maka perlu ditambahkan dalam jumlah dan konsentrasi tertentu untuk dapat merangsang perakaran (Yasman dan Smits, 1988).

Hormon tumbuhan : senyawa organik yang disentesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain, dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respon fisiologis. Hormon yang telah dikenal: auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat dan etilen. Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Pemahaman terhadap fitohormon pada masa kini telah membantu peningkatan hasil pertanian dengan ditemukannya berbagai macam zat sintetis yang memiliki pengaruh yang sama dengan fitohormon alami. Aplikasi zat pengatur tumbuh dalam pertanian modern mencakup pengamanan hasil (seperti penggunaan cycocel untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap lingkungan yang kurang mendukung), memperbesar ukuran dan meningkatkan kualitas produk (misalnya dalam teknologi semangka tanpa biji), atau menyeragamkan waktu berbunga (misalnya dalam aplikasi etilena untuk penyeragaman pembungaan tanaman buah musiman), untuk menyebut

sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respon fisiologis.beberapa contohnya.html Depan / BAB I. yaitu * Auksin * Sitokinin * Giberelin atau asam giberelat (GA) * Etilena * Asam absisat (ABA) * Asam jasmonat * Steroid (brasinosteroid) * Salisilat * Poliamina. baik yang buatan maupun yang asli serta yang mendorong ataupun yang menghambat pertumbuhan (Overbeek. Hormon tanaman dapat diartikan luas. Hormon tumbuhan merupakan senyawa organik yang disentesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain. http://www. Sejauh ini dikenal sejumlah golongan zat yang dianggap sebagai fitohormon. 28/07/2011 . hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.1950 dalam Kusumo.1984).silvikultur. Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor.08:08 Pertumbuhan adalah : . meracuni. Molekul-molekul tersebut dibentuk di dalam organisme dengan proses metabolik dan t idak berfungsi didalam nutrisi (Heddy. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN BAB I. 1984). Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. sedangkan pada kadar yang lebih t inggi akan menghambat pertumbuhan.com/hormon_tumbuhan. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN Oleh Erni Yunita pada Kam. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu. Dari sudut pandang evolusi. 1989). * Triakontanol Hormon adalah molekul-molekul yang kegiatannya mengatur reaksi-reaksi metabolik penting. Pada kadar rendah tertentu hormon/zat tumbuh akan mendorong pertumbuhan. bahkan memat ikan tanaman (Kusumo.

Irreversible TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN TAHAP AWAL PERTUMBUHAN 1. Auksanometer adalah Suatu alat untuk mengukur pertumbuhan memanjang suatu tanaman. 3. Kerja enzim ini antara lain. Perkembangan adalah:      Proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna (kompleks). Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal) Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk.    Peristiwa perubahan biologi yang terjadi pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume. mengaktifkan metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung. PERKECAMBAHAN 1. Peristiwa diferensiasi menghasilkan perbedaan yang tampak pada struktur dan fungsi masingmasing organ. dan tinggi) Irreversibel (tidak kembali ke asal) dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif. enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). yaitu: a. 2. Proses ini berlangsung secara kualitatif. Sel-sel berdiferensiasi. Saat air masuk ke dalam biji. 2. Mula-mula biji melakukan imbibisi atau penyerapan air sampai ukuran bijinya bertambah dan menjadi lunak. . yang terdiri atas sistem kontrol yang dilengkapi jarum penunjuk pada busur skala atau jarum yang dapat menggaris pada silinder pemutar. dan suhu. kelembapan. 3. sehingga perubahan yang terjadi pada organisme tersebut semakin kompleks. massa. oksigen. Perkecambahan biji ada dua macam. Faktor yang memengaruhi perkecambahan adalah air.

Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya aktivitas meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio. 4. 3. bervakuola kecil atau tidak bervakuola. 2. Pertumbuhan ini terjadi pada tumbuhan Dikotiledon dan Gymnospermae. Ciri-ciri jaringan meristem ini adalah mempunyai dinding sel yang tipis.Contoh: perkecambahan kacang hijau. Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal) Epikotil memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah. yang meliputi: . PERTUMBUHAN SEKUNDER 1. sitoplasma pekat dan sel-selnya belum berspesialisasi. jaringan ini dapat menumbuhkan pertumbuhan lateral atau menambah diameter dari bagian tumbuhan. 2. Kambium didapatkan pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh yang lain adalah kambium gabus yang terdapat pada batang dan akar tumbuhan berkayu atau pada bagian tumbuhan yang kena luka. Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder. Contoh yang sering kita temukan adalah kambium. yang berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan primer. Contoh: perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum). Jaringan meristem ada dua jenis. b. yaitu: a. Jaringan meristem apikal Jaringan ini terdapat pada ujung akar dan batang. b. Jaringan meristem lateral Jaringan ini dapat membentuk pertumbuhan sekunder. PERTUMBUHAN PRIMER 1.

Kambium gabus (felogen) Pertumbuhan felogen menghasilkan jaringan gabus. tumbuh dengan cara penebalan. Selsel di daerah ini mempunyai inti sel yang relatif besar. Sel-sel hasil pembelahan tersebut akan bertambah besar ukurannya sehingga menjadi bagian dari daerah perpanjangan. Daerah pembelahan (daerah meristematik) Merupakan daerah yang paling ujung dan merupakan tempat terbentuknya sel-sel baru. 1992: 411) PERTUMBUHAN TERMINAL Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Tetapi pada umumnya. selain itu juga menghasilkan sel-sel hidup yang berderet-deret menurut arah jari-jari dari bagian xilem ke bagian floem yang disebut jari-jari empulur. c. sel-sel baru yang kecil yang dihasilkan kambium dan meristem apikal. berdinding tipis. Tumbuhan monokotil yang tidak mempunyai kambium. yaitu menggantikan fungsi epidermis yang mati dan terkelupas. b. Pertumbuhan pada tumbuhan dikotil yang berkayu menyangkut kedua aktivitas tersebut. Kambium interfasis (intervasikuler) Merupakan kambium yang membentuk jari-jari empulur. kemudian sel-sel ini membesar dan berdifferensiasi. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan. pertumbuhan terjadi karena adanya peningkatan banyaknya dan ukuran sel. Jaringan gabus berperan sebagai pelindung. Bagian xilem lebih tebal daripada bagian floem karena kegiatan kambium ke arah dalam lebih besar daripada kegiatan ke arah luar.a. dan aktif membelah diri. Daerah pemanjangan Merupakan daerah hasil pembelahan sel-sel meristem. a. Kambium fasis (vasikuler) Berperan membentuk xilem sekunder ke arah dalam dan membentuk floem sekunder ke arah luar. Ukuran selnya bertambah beberapa puluh kali dibandingkan sel-sel meristematik. b. juga merupakan bagian dari jaringan sekunder yang disebut periderm. (Kimball. c. Daerah diferensiasi .

6. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN 1. Hormon berasal dari bahasa Yunani hormalin yang berarti penggiat. dan empulur. karena bagian yang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya. auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambat pertumbuhan. Hormon tumbuhan ditemukan oleh F. Sel-sel di daerah ini umumnya mempunyai dinding yang menebal dan beberapa di antaranya mengalami diferensiasi menjadi epidermis. 5. Faktor Genetik Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu. dan jaringan pengangkut (xilem dan floem). Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (ujung tumbuhan). 2. Tumbuhan yang mengandung gen yang baik dan didukung lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik pula. jaringan penunjang. Fungsi auksin. Jika terkena sinar matahari. W. seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Fitohormon tersebut.Merupakan daerah yang terletak di bawah daerah pemanjangan. 2. korteks. Merangsang pemanjangan titik tumbuh. Merangsang pembentukan bunga dan buah. Hormon tumbuhan disebut fitohormon. Faktor Internal Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan. Hal inilah yang menyebabkan batang akan membelok ke arah datangnya cahaya. Went pada tahun 1928. B. Merangsang perpanjangan sel. Mempengaruhi pembengkokan batang. yaitu hormon. Pertama kali auksin ditemukan pada ujung koleoptil kecambah gandum (Avena sativa). Sel yang lain berdiferensiasi menjadi jaringan parenkim. Merangsang terjadinya proses diferensiasi. 3. yaitu: 1. Gibberellin . Auksin atau AIA (Asam Indol Asetat)      Auksin merupakan senyawa asam asetat dengan gugusan indol dan derivat-derivatnya. yaitu: 1. Merangsang pembentukan akar lateral. 4.

Fungsi sitokinin yaitu: 1.  Gibberellin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan pada jamur Gibberella fujikuroii yang parasit pada tumbuhan padi. Fungsi gas etilen. Menunda pengguguran daun. Membantu memecahkan dormansi pada tanaman. Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan. (Dwidjoseputro. 3. dan radiasi. Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar. Menstimulasi perkecambahan. dan buah. Mendukung terjadinya abscission (pelapukan) pada daun. misalnya pada ubi dan kentang. Merangsang pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi). Asam Absisat (ABA) . Ditemukan oleh Kuroshawa pada tahun 1926. yaitu: 1. bunga. infeksi virus. Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa. Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens). Merangsang pembelahan sel kambium. 4. 4. Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya. Menghambat pemanjangan akar pada beberapa spesies tanaman dan dapat menstimulasi pemanjangan batang. 2. Sitokinin   Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang fungsinya mirip satu sama lain. Mendukung pematangan buah. 2. 6. yaitu: 1. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar. 5. 5. 4. 3. Merangsang proses pembelahan sel. Fungsi gibberellin. 1992: 197) 3. 2. 7. pembunuh gulma. Mendukung proses pembungaan. Gas Etilen   Gas etilen merupakan hormon tumbuh yang dalam keadaan normal berbentuk gas. 4. 3. 5. seperti suhu rendah.

Rhizokalin. 3. Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian. air. Asam Traumalin    Asam traumalin disebut sebagai hormon luka/kambium karena hormon ini berperan apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan. Kalin   Kalin merupakan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ. Berdasarkan organ yang dipengaruhinya. misalnya vitamin B12. 4. d. Filokalin. mempengaruhi pembentukan bunga. suhu. kalin dibedakan atas: 1. Jika terluka. b. 2. Kemampuan itu disebut restitusi atau regenerasi. Perlu Anda ketahui selain hormon. Kaulokalin. tumbuhan akan merangsang sel-sel di daerah luka menjadi bersifat meristem lagi sehingga mampu mengadakan pembelahan sel untuk menutup luka tersebut. Peristiwa ini dapat terjadi karena adanya asam traumalin (asam traumalat). yaitu: a. vitamin B1. mempengaruhi pembentukan daun. Vitamin-vitamin tersebut berfungsi dalam proses pembentukan hormon dan berfungsi sebagai koenzim. 7.  Asam absisat merupakan hormon tumbuh yang hampir selalu menghambat pertumbuhan. mempengaruhi pembentukan batang. vitamin dapat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan. Fungsi asam absisat. mempengaruhi pembentukan akar. Faktor Lingkungan (Eksternal) Faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor lingkungan. baik dalam bentuk menurunkan kecepatan maupun menghentikan pembelahan dan pemanjangan sel bersama-sama. Menghambat perkecambahan biji. Vitamin B6. vitamin C (asam askorbat). cahaya. Antokalin. Mempengaruhi pembungaan tanaman. . dan kelembapan. c. 1. misalnya nutrisi. 6. Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi.

O. sehingga daun menjadi pucat. Menghilangkan asam absisi. cahaya berpengaruh langsung terhadap ketersediaan makanan. Air   Kekurangan air pada tanah menyebabkan terhambatnya proses osmosis. 3. akan mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi. Fungsi air antara lain: 1. Dalam fotosintesis. Pengaruh cahaya secara langsung dapat diamati dengan membandingkan tanaman yang tumbuh dalam keadaan gelap dan terang. Ca. P. 5. pucat. S. . Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim atau sebagai medium reaksi enzimatis Membantu proses perkecambahan biji. Menjaga (mempertahankan kelembapan). Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (C. 8. Nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation. daun tidak berkembang. Mo. sehingga tanaman kering dan mati. Sebaliknya. Sebagai pelarut. batang kukuh. Fe. dan batang tidak kukuh. Cl). H. Pada keadaan gelap. b. pertumbuhan tanaman mengalami etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang). 7. Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pembelahan sel. 2.a. Nutrisi      Nutrisi terdiri atas unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Cu. Mn. sebagian lagi diambil dari udara. Untuk fotosintesis. Proses osmosis akan terhenti atau berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma sel-sel tumbuhan. Mg). dalam keadaan terang tumbuhan lebih pendek. K. Zn. air juga memengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung memengaruhi laju metabolisme. daun berkembang sempurna dan berwarna hijau. Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (B. 4. Cahaya       Cahaya mutlak diperlukan dalam proses fotosintesis. Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak dapat membentuk klorofil. N. Untuk transpirasi. 6. Jika salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi. c. Cahaya secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap tanaman. Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat.

sedangkan reaksi tumbuhan terhadap fotoperiode yang berbeda panjangnya disebut fotoperiodisme. ubi jalar (Ipomoea batatas). Berbunga tidak tergantung pada panjang hari. c. Panjang hari harus lebih dari 12 hingga 14 jam agar pembungaan terjadi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Fotosintesis pada tumbuhan biasanya terjadi di daun. Suhu minimum (± 10°C) merupakan suhu terendah di mana tumbuhan masih dapat tumbuh. Adapun untuk mengatasi kelebihan air. Berdasarkan persyaratan panjang hari untuk pembungaan. antara lain memengaruhi kerja enzim. Suhu optimum (15°C hingga 30°C) merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan. misalnya tanaman jarak (Rhicinus communis) dan kentang (Solanum tuberosum). misalnya kastuba (Euphorbia pulcherima). batang. Panjang periode cahaya harian disebut fotoperiode.   Panjang penyinaran mempunyai pengaruh yang spesifik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. yaitu: a. Tumbuhan hari netral (day-neutral plant). Kelembapan       Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Oksigen . b. Tumbuhan hari panjang (long day plant) Berbunga jika panjang hari lebih dari periode kritis tertentu. Panjang hari harus kurang dari 11 hingga 15 jam agar pembungaan terjadi. d. dapat menghasilkan bunga kapan saja dalam setahun. Suhu       Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. e. Tumbuhan berhari pendek (short day plant) Berbunga jika panjang hari kurang dari periode kritis tertentu. misalnya jagung (Zea mays). atau bagian lain tanaman. nanas (Ananas commosus). Suhu maksimum (30°C hingga 38°C) merupakan suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh. dan padi (Oryza sativa). Bila kondisi lembap dapat dipertahankan maka banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. faktor kehilangan air sangat kecil karena transpirasi yang kurang. tumbuhan beradaptasi dengan memiliki permukaan helaian daun yang lebar. sebagian besar tumbuhan dibagi menjadi tiga kelompok utama. Pada kondisi ini. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuh bertambah besar.

Dengan demikian. anggur tak berbiji. 1. Proses pengembangan sel Heteroauksin yang dihasilkan di bagian ujung memengaruhi sintesis enzim tertentu yang kelak akan diteruskan menuju dinding sel dan menyebabkan dinding sel menjadi elastis. Geotropisme Adalah pengaruh gravitasi bumi terhadap pertumbuhan yang terdiri atas : geotropisme positif (gerak akar yang mengarah ke pusat bumi) dan geotropism negative (menjauhi pusat bumi). 1. 1. Auksin dan pembentukan akar Pemakaian berbagai macam fitohormon pada stek daun. seperti auksin Indole Butirat. 1. HUBUNGAN AUKSIN DENGAN BEBERAPA PROSES FISIOLOGI Secara fisiologis fitohormon berpengaruh terhadap berbagai proses. jumlah auksin di bagian yang gelap akan lebih banyak daripada di bagian yang terang. Fototropisme Yaitu peristiwa pergerakan tumbuhan kearah datang nya cahaya. Cholodny dan Went menjelaskan bahwa cahaya menyebabkan terjadinya pemindahan auksin secara lateral dari bagian yang terkena cahaya menuju bagian yang tidak terkena cahaya. jeruk tanpa biji. dan asam Naftalena Asetat. batang dan akar dapat merangsang pertumbuhan akar. Seperti yang terjadi pada pisang. Apikal dominan Merupakan suatu gejala bahwa selama pucuk batang (tunas terminal) masih ada. Partenokarpi Adalah pembentukan buah tanpa terjadi pembuahan sehingga menghasilkan buah tanpa biji. dinding sel mudah merenggang dan dapat tumbuh memanjang. semangka tanpa biji. Bunga akan secara alami memproduksi hormon tumbuhan. yang diperlukan untuk mengawali proses pembentukan buah. tunas ketiak . pertumbuhan tunas samping (tunas lateral) akan terhambat. 1. Dengan adanya sifat elastis tersebut. Kalau tunas terminal dihilangkan. di antaranya adalah : 1. Untuk pemecahan senyawa bermolekul besar (saat respirasi) agar menghasilkan energi yang diperlukan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya.

peluruhan dapat dihambat. Lapisan tersebut dinamakan lapisan peluruh pada tangkai daun. dan bunga. Akan tetapi. 1. tangkai daun akan meluruh karena hilangnya persediaan auksin pada daun.daun akan segera tumbuh. jika diberi auksin. Pengaruh tunas pucuk (terminal) yang menekan tunas lateral disebut apikal dominan. buah. bunga dan buah.net/artikel/bab-i-pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan#. seperti pada daun. Peluruhan akan berlangsung karena terbentuknya suatu lapisan melintang yang sel-sel parenkimnya terpisah karena proses penuaan. Peluruhan Peluruhan merupakan suatu proses alami yang terjadi pada bagian tumbuhan. http://karedok. Jika helaian daun dipotong.TrvVkOxzaho .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful