P. 1
Indikator desa sehat

Indikator desa sehat

|Views: 686|Likes:
Published by Mikocok Paketelor

More info:

Published by: Mikocok Paketelor on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2014

pdf

text

original

Indikator PHBS rumah tangga : 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi ASI ekslusif 3.

Menimbang bayi dan balita 4. Menggunakan air bersih 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik di rumah 8. Makan buah dan sayur setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Tidak merokok di dalam rumah INDIKATOR DESA SEHAT 1. Peningkatan kapasitas kader PKK dan Posyandu Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dituntut untuk meningkatkan peran pemberdayaan guna mendukung terwujudnya kesejahteraan keluarga. Meliputi : kebersihan lingkungan, PHBS), gizi keluarga, pendidikan keluarga, home industri (peningkatan pendapatan keluarga). Bentuk usaha peningkatan kapasitas (kemampuan) kader PKK adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam a. menciptakan keluarga sehat (melalui PHBS, gizi seimbang, kebersihan lingkungan keluarga, dan lain-lain) b. menciptakan keluarga yang pusat pendidikan anak c. meningkatkan pendapatan keluarga Tugas Kader Posyandu Tugas kegiatan kader akan ditentukan, mengingat bahwa pada umumnya kader bukanlah tenaga profesional melainkan hanya membantu dalam pelayanan kesehatan. Dalam hal ini perlu adanya pembatasan tugas yang diemban, baik menyangkut jumlah maupun jenis pelayanan. Adapun kegiatan pokok kader baik yang menyangkut didalam maupun diluar Posyandu antara lain: a. Kegiatan yang dapat dilakukan kader di Posyandu adalah: - Melaksanan pendaftaran. - Melaksanakan penimbangan bayi dan balita. - Melaksanakan pencatatan hassil penimbangan. - Memberikan penyuluhan. - Memberi dan membantu pelayanan. - Merujuk. b. Kegiatan yang dapat dilakukan kader diluar Posyandu KB-kesehatan adalah: 1. Bersifat yang menunjang pelayanan KB, KIA, Imunisasi, Gizi dan penanggulan diare. 2. Mengajak ibi-ibu untuk datang para hari kegiatan Posyandu. 3. Kegiatan yang menunjang upanya kesehatan lainnya yang sesuai dengan permasalahan yang ada: - pemberantasan penyakit menular. - Penyehatan rumah.

Kegiatan pengembangan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan. alat peraga dan percontohan. 7) Keluarga pembinaan yang untuk masing-masing untuk berjumlah 10-20KK atau diserahkan dengan kader setempat hal ini dilakukan dengan memberikan informasi tentang upanya kesehatan dilaksanakan. antara lain: menyiapkan dan melaksanakan survey mawas diri. . informasi dan motivasi wawan muka (kunjungan). 2. . balita yang ditimbang dan yang naik timbangan e) Diare: jumlah oralit yang dibagikan. menyajikan dalam MMd. . mempunyai KMS. vitamin A yang dibagikan dan sebagainya c) Imunisasi : jumlah imunisasi TT bagi ibu hamil dan jumlah bayi dan balita yang diimunisasikan d) Gizi: jumlah bayi yang ada. yaitu: a) KB atau jumlah Pus.Dana sehat.Menyediakan sarana jamban keluarga. Peranan Kader diluar Posyandu KB-kesehatan: 1) Merencanakan kegiatan. 8) Melakukan kunjungan rumah kepada masyarakat terutama keluarga binaan. menentukan kegiatan penanggulangan masalah kesehatan bersama masyarakat. c. 4) Memberikan pelayanan yaitu. 3) Menggerakkan masyarakat: mendorong masyarakat untuk gotong royong. penderita yang ditemukan dan dirujuk 6) Melakukan pembinaan mengenai laima program keterpaduan KB-kesehatan dan upanya kesehatan lainnya.Pembuatan sarana pembuangan air limbah. membahas hasil survei. jumlah peserta aktif dsb b) KIA : jumlah ibu hamil.Pembuangan sampah.. membahas pembagian tugas menurut jadwal kerja. . . menentukan masalah dan kebutuhan kesehatan masyarakat desa.Gerakan Sadar Gizi Indikator KADARZI (keluarga sadar gizi) berdasarkan SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/MENKES/SK/VI/2007 TANGGAL 21 Juni 2007 tentang Pedoman Operasional Keluarga Sadar Gizi di Desa Siaga: . . 9) Melakukan pertemuan kelompok.P3K .Penyediaan sarana air bersih. : a) Membagi obat b) Membantu mengumpulkan bahan pemeriksaan c) Mengawasi pendatang didesanya dan melapor d) Memberikan pertolongan pemantauan penyakit e) Memberikan pertolongan pada kecelakaan dan lainnya 5) Melakukan pencatatan. memberikan informasi dan mengadakan kesepakatan kegiatan apa yang akan dilaksanakan dan lain-lain.Pemberian pertolongan pertama pada penyakit. 2) Melakukan komunikasi.Pembersihan sarang nyamuk. .

Gerakan Pengelolaan Sampah Pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dengan memisahkan sampah organik dan anorganik kemudian diolah menjadi produk bermanfaat. Tidak buang besar di sembarang tempat. pekarangan. empang. kapsul Vitamin A dosis tinggi) sesuai anjuran. c. 2. danau. Ruangan dalam jamban harus terang. Jika keadaan terpaksa. Saat menggali tanah untuk lubang kotoran. sebaiknya dikuras setiap minggu. Menimbang berat badan secara teratur Memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan (ASI Eklusif). Tidak mencemari tanah permukaan 1. Jika menggunakan bak air atau penampungan air. Berikut syarat-syarat tersebut: a. sedangkan sampah anorganik diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual. Gerakan PHBS (CTPS dan SGPM) Membudayakan kebiasaan cuci tangan pakai sabun serta sikat gigi pagi malam dengan benar dan tepat baik cara dan waktu pelaksanaannya. Sampah organik terutama daun-daunan (bukan sisa rumah tangga) bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan. e. Jarang lubang kotoran ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter 3. Hal ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah 2. Gerakan Jamban Sehat Kementerian Kesehatan telah menetapkan syarat dalam membuat jamban sehat. dan laut b. dekat sungai. Tidak membuang air kotor dan buangan air besar ke dalam selokan. 4. sungai. atau dikuras. d. Makan beraneka ragam Menggunakan garam beryodium Minum suplemen gizi (Tablet tambah darah. c. Jamban yang sudah penuh agar segera disedot untuk dikuras kotorannya. Ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan. Bebas dari serangga 1. 5. Letak lubang kotoran lebih rendah daripada letak sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak merembes dan mencemari sumur. Tidak mencemari air 1. 4. seperti kebun. Bangunan yang gelap dapat menjadi sarang nyamuk. usahakan agar dasar lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah maksimum. b. Sampah organik dilakukan pengkomposan untuk memperoleh pupuk organik menggunakan metode TAKAKURA. . dinding dan dasar lubang kotoran harus dipadatkan dengan tanah liat atau diplester. atau pinggir jalan. kemudian kotoran ditimbun di lubang galian. 2.a. 3. dekat mata air.

Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya 1. Lantan jamban harus kedap air dan permukaan bowl licin. harus tertutup d. Membentuk arisan jamban sehat bagi warga dan gotong royong pembangunannya. permukaan leher angsa harus tertutup rapat oleh air 3. Jika menggunakan jamban leher angsa. Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan 1. Letakkan pipa dengan kemiringan minimal 2:100 g. Jangan membuang plastic. Jamban harus berdinding dan berpintu 2. Lantai jamban rata dan miring kea rah saluran lubang kotoran 2. khususnya jamban cemplung. Jangan mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran karena jamban akan cepat penuh 4. Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar dari kehujanan dan kepanasan. puntung rokok. Pada tanah yang mudah longsor. Lantai jamban harus selalu bersih dan kering 5. lubang jamban harus ditutup setiap selesai digunakan 2. Aman digunakan oleh pemakainya 1. . Lubang jamban.3. atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat menyumbat saluran 3. Lubang buangan kotoran sebaiknya dilengkapi dengan pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang kotoran 4. Jika menggunakan jamban cemplung. Pembersihan harus dilakukan secara periodic e. Hindarkan cara penyambungan aliran dengan sudut mati. Lantai jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang bisa menjadi sarang kecoa atau serangga lainnya 4. Gunakan pipa berdiameter minimal 4 inci. Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan 1. perlu ada penguat pada dinding lubang kotoran dengan pasangan batau atau selongsong anyaman bambu atau bahan penguat lai yang terdapat di daerah setempat f.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->