LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 37 TAHUN 2010 TANGGAL 22 DESEMBER 2010 PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA

BOS TAHUN ANGGARAN 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP) serta satuan pendidikan lain yang sederajat. Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun dapat diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD dan SMP. Pada tahun 2005 APK SD telah mencapai 115%, sedangkan SMP pada tahun 2009 telah mencapai 98,11%, sehingga program wajar 9 tahun telah tuntas 7 tahun lebih awal dari target deklarasi Education For All (EFA) di Dakar. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun. Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi program BOS, dari perluasan akses menuju peningkatan kualitas. Mulai tahun 2011 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan mekanisme penyaluran dana, yang semula dari skema APBN menjadi dana perimbangan yang dilakukan melalui mekanisme transfer ke daerah dalam

1

bentuk Dana Penyesuaian untuk Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011. B. Pengertian BOS Menurut Peraturan Mendiknas nomor 69 Tahun 2009, standar biaya operasi nonpersonalia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi nonpersonalia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satuan pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan. BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. Secara detail jenis kegiatan yang boleh dibiayai dari dana BOS dibahas pada bab berikutnya. C. Tujuan Bantuan Operasional Sekolah Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Secara khusus program BOS bertujuan untuk: 1. membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI); 2. membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta; 3. meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta. D. Sasaran Program dan Besar Bantuan Sasaran program BOS adalah semua sekolah SD dan SMP, termasuk Sekolah Menengah Terbuka (SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang diselenggarakan oleh masyarakat, baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia. Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran dari program BOS ini.

2

Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah termasuk untuk BOS Buku, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan: 1. SD/SDLB di kota : Rp 400.000,-/siswa/tahun 2. SD/SDLB di kabupaten : Rp 397.000,-/siswa/tahun 3. SMP/SMPLB/SMPT di kota : Rp 575.000,-/siswa/tahun 4. SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten : Rp 570.000,-/siswa/tahun E. Waktu Penyaluran Dana Tahun anggaran 2011, dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2011, yaitu semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 dan semester 1 tahun pelajaran 2011/2012. Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan, yaitu periode Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan OktoberDesember.

3

BAB II IMPLEMENTASI BOS Untuk menyamakan persepsi tentang pendanaan pendidikan, tanggung jawab dan wewenang pemerintah, pemerintah daerah, instansi dan masyarakat serta program BOS itu sendiri, dalam Bab II ini akan diuraikan menjadi beberapa sub-bab sebagai berikut. A. Jenis Biaya Pendidikan Sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam bagian ini akan diuraikan jenis-jenis biaya pendidikan sesuai dengan PP Nomor 48 Tahun 2008 tersebut. Dalam peraturan tersebut biaya pendidikan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Biaya Satuan Pendidikan, Biaya Penyelenggaraan dan/atau Pengelolaan Pendidikan, serta Biaya Pribadi Peserta Didik. 1. Biaya Satuan Pendidikan adalah biaya penyelenggaraan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan yang meliputi: a. biaya investasi adalah biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap; b. biaya operasi, terdiri dari biaya personalia dan biaya nonpersonalia. Biaya personalia terdiri dari gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta tunjangantunjangan yang melekat pada gaji. Biaya nonpersonalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll; c. bantuan biaya pendidikan yaitu dana pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikannya; d. beasiswa adalah bantuan dana pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi. 2. Biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan adalah biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah,

4

pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau penyelenggara/ satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 3. Biaya pribadi peserta didik adalah biaya personal yang meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. B. Sekolah Penerima BOS 1. Semua sekolah SD/SDLB/SMP/SMPLB/SMPT negeri wajib menerima dana BOS. Bila sekolah tersebut menolak BOS, maka sekolah dilarang memungut biaya dari peserta didik, orang tua atau wali peserta didik. 2. Semua sekolah swasta yang telah memiliki ijin operasi dan tidak dikembangkan menjadi bertaraf internasional wajib menerima dana BOS. 3. Bagi sekolah yang menolak BOS harus melalui persetujuan orang tua siswa melalui komite sekolah dan tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah tersebut. 4. Seluruh sekolah yang menerima BOS harus mengikuti pedoman BOS yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. 5. Sekolah negeri kategori RSBI dan SBI diperbolehkan memungut dana dari orang tua siswa yang mampu dengan persetujuan Komite Sekolah. Pemda harus ikut mengendalikan dan mengawasi pungutan yang dilakukan oleh sekolah tersebut agar tercipta prinsip pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. 6. Sekolah negeri yang sebagian kelasnya sudah menerapkan sistem sekolah bertaraf RSBI atau SBI tetap diperbolehkan memungut dana dari orang tua siswa yang mampu dengan persetujuan Komite Sekolah, kecuali terhadap siswa miskin. C. Program BOS dan Wajib Belajar 9 Tahun yang Bermutu Dalam peningkatan mutu pendidikan dasar 9 tahun, banyak program yang telah, sedang dan akan dilakukan. Program-program tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu program dalam rangka pemerataan dan perluasan akses, program peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta program tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik. Meskipun tujuan utama program BOS adalah untuk pemerataan dan perluasan akses, program BOS juga merupakan program untuk peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta untuk tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik. 5

setiap pengelola program pendidikan harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. 3. Dengan demikian program BOS sangat mendukung implementasi penerapan MBS. Kepala sekolah mencari dan mengajak siswa SD/setara yang akan lulus dan berpotensi tidak melanjutkan sekolah untuk ditampung di SMP/setara. Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dalam program BOS. 3. BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu. orang tua yang mampu. 5. tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. BOS harus menjadi sarana penting peningkatan pemberdayaan sekolah dalam rangka peningkatan akses. Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. dana diterima oleh sekolah secara utuh. BOS tidak menghalangi peserta didik. Melalui program BOS. Sekolah mengelola dana secara profesional. Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel. Tidak boleh ada tamatan SD/setara tidak dapat melanjutkan ke SMP/setara. D. dan dikelola secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah. 6. serta tidak ada intimidasi bagi yang tidak menyumbang. Demikian juga bila teridentifikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah.Melalui program BOS yang terkait pendidikan dasar 9 tahun. harus diupayakan kelangsungan pendidikannya ke sekolah setingkat SMP. atau walinya memberikan sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah. 2. 4. 6 . pemberian fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah. warga sekolah diharapkan dapat lebih mengembangkan sekolah dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1. Anak lulusan sekolah setingkat SD. yang secara umum bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi). 2. transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. mutu dan manajemen sekolah. Sumbangan sukarela dari orang tua siswa harus bersifat ikhlas. dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Melalui BOS tidak boleh ada siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah.

dan/atau sumber lain yang sah. misalnya uang saku/uang jajan. Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pendanaan biaya investasi dan biaya operasi satuan pendidikan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah/pemerintah daerah sampai terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. selain dari Pemerintah dan pemerintah daerah. Pemerintah dan pemerintah daerah dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat. 2. pendanaan tambahan dapat juga bersumber dari masyarakat. 2. dan/atau wali peserta didik bertanggung jawab atas: 1. E. tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah terkait biaya satuan pendidikan telah diatur dalam PP No 48 Tahun 2008 yang intinya adalah sebagai berikut: 1. Sekolah yang diselenggarakan Pemerintah/pemerintah daerah menjadi bertaraf internasional. Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus disetujui dalam rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta). dan/atau Wali Peserta Didik Peserta didik. 7 . buku tulis dan alatalat tulis.4. Biaya pribadi peserta didik. F. Orang Tua. 5. dimana dana BOS merupakan bagian integral didalam RKAS tersebut. Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). dan lain sebagainya. Tanggung Jawab Peserta Didik. Secara rinci diatur dalam Peraturan Mendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. orang tua. Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah menjadi bertaraf internasional. 3. Tanggung Jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dasar 9 tahun. bantuan pihak asing yang tidak mengikat.

c. Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas. instansi yang terlibat adalah Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Ketua Bappeda Kabupaten/Kota. Tim Pengarah 1. b. Kemdagri (Anggota). Direktur Jenderal Pendidikan Dasar. c. 8 . e. Kemenkeu (Anggota). Penanggung Jawab Umum a. b. Kemdiknas (Ketua). A. Organisasi pelaksana BOS meliputi Tim Pengarah. d. Bupati/Walikota. b. Tingkat Provinsi a.BAB III ORGANISASI PELAKSANA Dalam rangka pelaksanaan program BOS tingkat nasional. Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama. d. Tingkat Nasional a. Ketua Bappeda. Tim Manajemen dan Tim Pelaksana. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Tim Manajemen Program BOS Pusat 1. b. Kementerian Pendidikan Nasional. Menteri Pendidikan Nasional. Bappenas (Anggota). Direktur Jenderal Keuangan Daerah. Gubernur. Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. 3. 2. Kementerian Keuangan. Deputi Sumberdaya Manusia dan Kebudayaan. Kemenko Kesra (Anggota). e. B. Menteri Keuangan. Menteri Dalam Negeri. Tingkat Kabupaten/Kota a.

d. c. f. menyalurkan dana BOS dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah. Direktur Agama dan Pendidikan. e. Penanggung jawab sekretariat. melakukan pendataan jumlah siswa per sekolah. Direktur Pembinaan SD. c. Direktur Fasilitas Dana Perimbangan. Sekretaris. Penanggung Jawab Program BOS a. menyusun dan menyiapkan data jumlah siswa per kabupaten/kota untuk bahan lampiran Peraturan Menteri Keuangan tentang Pedoman Umum Alokasi BOS bagi Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota.2. Bappenas (Anggota). Unit Data. Unit Monitoring. memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Pusat a. Evaluasi dan Pelayanan serta Penanganan Pengaduan Masyarakat . g. l. e. Ketua Tim/Pelaksana. h. Kemdiknas (Sekretaris). mempersiapkan dan melatih Tim Manajemen BOS Propinsi/Kabupaten/Kota. 4. Kemenkeu (Anggota). merencanakan dan melakukan sosialisasi program. d. menetapkan alokasi dana BOS per sekolah untuk sekolah negeri dan per kabupaten/kota untuk sekolah swasta g. Bendahara. Kemdiknas (Ketua). 3. c. Kemdagri (Anggota). j. b. k. Tim Pelaksana Program BOS a. d. b. Direktur Dana Perimbangan. Unit Publikasi/Humas. menyusun laporan pelaksanaan BOS. i. 9 . e. m. f. b. memonitor perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Direktur Pembinaan SMP. menyusun rancangan program. merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. menyusun dan menyiapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS. menyusun dan menyiapkan Surat Edaran Bersama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Pedoman Pengelolaan Dana BOS Dalam APBD 2011.

menetapkan alokasi dana BOS per sekolah untuk sekolah swasta. b. Bendahara Pengeluaran Pembantu di SKPD-Pendidikan c. penyusunan laporan pelaksanaan. melakukan pendataan sekolah dan siswa dengan menggunakan format Lembar Kerja Individu Sekolah/LKIS (Format BOS-01A dan BOS-01B). Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota a. melakukan sosialisasi kepada sekolah. melakukan pencairan dan penyaluran dana BOS ke sekolah. 10 . sosialisasi dan koordinasi pendataan. Tim Manajemen BOS Tingkat Provinsi 1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota b. Tim Pelaksana BOS a. monitoring dan evaluasi. Unit Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat 3. Penanggungjawab Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 2.C. Unit Pendataan SD/SDLB d. e. pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Tim Manajemen BOS Tingkat Kabupaten/Kota 1. d. c. Manajer b. b. D. d. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen Provinsi Membantu Tim Manajemen BOS Pusat dalam hal: a. Pelaksana BOS Kasubdin Pendidikan Dasar 3. mempersiapkan DPA-SKPD/PPKD. Unit Pendataan SMP/SMPLB/SMPT e. c. Pejabat Penanggung jawab Keuangan Daerah (PPKD) 2. Penanggungjawab a. Unit Monitoring dan Evaluasi f.

g. Mengisi dan menyerahkan LKIS ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. mengirimkan laporan pelaksanaan program BOS ke Bupati/Walikota dengan tembusan ke Dinas Pendidikan Provinsi dan Kemdiknas. l. c. Bendahara BOS sekolah b. h. merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi.q. Melaporkan perubahan data jumlah jumlah siswa setiap triwulan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan dan Kementerian Pendidikan Nasional. f. Melakukan pembinaan terhadap sekolah dalam pengelolaan dan pelaporan BOS. i. e. Tugas dan Tanggung Jawab Sekolah a. Pemilihan unsur orang tua dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dengan mempertimbangkan kredibilitasnya. Penanggungjawab Kepala Sekolah (sekaligus sebagai Pembantu Bendahara Pengeluaran Pembantu/PBPP) 2. menyediakan dana untuk kegiatan manajemen dan monitoring BOS di kabupaten/kota dari sumber APBD. mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (RAPBS) di papan pengumuman sekolah 11 . menyampaikan Laporan Realisasi Penyaluran dana BOS kepada Menteri Keuangan c. Satu orang dari unsur orang tua siswa di luar Komite Sekolah. Tingkat Sekolah 1. k. melaporkan realisasi penyaluran dana BOS. d. memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. memverifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. b. m. mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan.f. 3. Anggota a. j. serta menghindari terjadinya konflik kepentingan. bertanggung jawab terhadap kasus penyalahgunaan dana di tingkat kabupaten/kota. mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS di papan pengumuman sekolah (Format BOS-02). E.

membuat laporan triwulanan penggunaan dana BOS dan barang/jasa yang dibeli oleh sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Catatan: Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Sekolah. i. yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.g. bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah. h. j. k. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah (Format BOS-K1). Menyampaikan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah(Format BOS-03). memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan pendidikan bebas pungutan (Format BOS-04). 12 .

Dana BOS bagi Sekolah Swasta dianggarkan dalam Belanja Daerah. Dana BOS bagi Sekolah sekolah negeri dianggarkan melalui Belanja Langsung dalam bentuk program/kegiatan. Kementerian Pendidikan Nasional membuat alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota. 6. sedangkan alokasi per sekolah swasta ditetapkan oleh pemerintah daerah (melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) atas usulan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berdasarkan data jumlah siswa. belanja barang dan jasa. sedangkan periode Juli-Desember 2011 didasarkan pada data tahun pelajaran 2011-2012. Jenis Belanja Hibah. Alokasi dana BOS per sekolah negeri ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. B. 2. Persiapan Penyaluran Dana BOS di Daerah 1. yaitu belanja pegawai. 4. 5. dan belanja modal pada SKPD Pendidikan yang dituangkan dalam Dokumen Rencana Kegiatan Anggaran SKPD. setelah Kementerian Keuangan menerima data rekonsiliasi mengenai jumlah sekolah dan jumlah siswa tahun ajaran baru (2011-2012) dari Kementerian Pendidikan Nasional. Kelompok Belanja Tidak Langsung. Penetapan Alokasi Penetapan alokasi dana BOS dilaksanakan sebagai berikut: 1. yang uraiannya dialokasikan dalam 3 (tiga) jenis belanja. 13 . Atas dasar data jumlah siswa tiap sekolah.BAB IV PROSEDUR PELAKSANAAN DAN PENGGUNAAN DANA BOS A. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran sementara per kabupaten/kota melalui Peraturan Menteri Keuangan. Obyek Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/Organisasi Swasta serta Rincian Obyek Dana BOS kepada sekolah swasta yang dituangkan dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). 3. Alokasi dana BOS per sekolah untuk periode Januari-Juni 2011 didasarkan jumlah siswa tahun pelajaran 2010-2011. 2. untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Keuangan. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dengan koordinasi Tim Manajemen BOS Provinsi menyerahkan data jumlah siswa tiap sekolah kepada Kementerian Pendidikan Nasional. Alokasi prognosa definitif BOS akan ditetapkan.

C. Kedua. yaitu: a. b. (4) Penyaluran Triwulan Keempat sebesar selisih antara penetapan alokasi prognosa definitif BOS dengan jumlah dana yang telah disalurkan dari Triwulan Pertama sampai dengan Triwulan Ketiga. hibah. 5. bantuan sosial. dan d. Penyaluran Dana BOS Ada 2 tahapan penyaluran dana BOS. Pengguna Anggaran pada SKPD Pendidikan menunjuk pejabat yang menangani program/kegiatan Dana BOS sebagai KPA dan menunjuk salah satu pegawai di SKPD Pendidikan sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP).3. (2) BOS disalurkan secara triwulanan (tiga bulanan). c. dan Ketiga adalah masing-masing sebesar ¼ (satu perempat) dari alokasi sementara yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan. Triwulan Kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan April 2011. Triwulan Keempat (bulan Oktober sampai dengan bulan Desember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada bulan Oktober 2011 setelah PMK Alokasi prognosa definitif BOS 2011 ditetapkan. Kepala Sekolah secara otomatis berfungsi sebagai Pembantu Bendahara Pengeluaran Pembantu (PBPP). dan bantuan keuangan yang ditetapkan dalam peraturan kepala daerah (Contoh sebagaimana dalam Format BOS-05). 4. Triwulan Pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2011. Dana BOS yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada Sekolah Swasta dalam bentuk Hibah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sesuai dengan tata cara pemberian dan pertanggungjawaban subsidi. 14 . Triwulan Ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal pada bulan Juli 2011. (3) Penyaluran Triwulan Pertama. yaitu: 1. Tahap I: Penyaluran Dana dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah (1) Penyaluran BOS dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Umum Daerah.

PBPP melaporkan realisasi penggunaan dana yang diterimanya per triwulan dengan melampirkan rekap SPJ dan dokumen bukti pertanggungjawaban yang sah kepada Bendahara Pengeluaran Pembantu di Dinas Pendidikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum berakhirnya setiap triwulan. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 15 . Tahap II: Penyaluran Dana dari Kas Umum Daerah ke Sekolah Penyaluran dana BOS untuk Sekolah Negeri: 1) Bendahara Pengeluaran Pembantu mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada KPA setiap triwulan sesuai alokasi anggaran per sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Pencairan triwulan kedua dan seterusnya diajukan oleh bendahara pengeluaran pembantu sesuai angka 1) sampai dengan angka 4) di atas dengan memperhatikan perubahan alokasi per sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional SKPD Pendidikan melaporkan kekurangan atau kelebihan dana BOS per sekolah berdasarkan jumlah murid di masing-masing sekolah pada angka 5) di atas kepada Kementerian Pendidikan Nasional untuk dilakukan penyesuaian alokasi per sekolah. KPA menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang disampaikan kepada BUD untuk diterbitkan SP2D. Bendahara Pengeluaran Pembantu di Dinas Pendidikan mentransfer Dana BOS yang diterima dari BUD langsung ke PBPP untuk pembayaran kegiatan BOS di masing-masing sekolah. Proses penyelesaian penyaluran Dana BOS sebagaimana dimaksud pada angka 1). 2). Laporan realisasi penggunaan dana dilengkapi dengan penjelasan tentang kelebihan atau kekurangan alokasi dana BOS berdasarkan jumlah murid di sekolah dengan melampirkan data jumlah murid.2. dan 3) paling lama 7 (tujuh) hari kerja. Realisasi penggunaan dana BOS sesuai dengan jumlah dan bukti-bukti yang sah dicatat dalam Buku Kas Umum oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu di KPA-SKPD Pendidikan berikut pengelompokan realisasi anggaran per jenis belanja.

dan bantuan keuangan yang ditetapkan dalam peraturan kepala daerah. Olahraga dan Kesehatan.Penyaluran Dana BOS untuk Sekolah Swasta: 1) BUD mengalokasikan Dana BOS untuk sekolah swasta berdasarkan data jumlah siswa per sekolah dari SKPD Pendidikan. Obyek Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/Organisasi Swasta serta Rincian Obyek Dana BOS kepada sekolah swasta yang dituangkan dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) 2. maka sekolah wajib membeli/menggandakan sebanyak jumlah siswa. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. yaitu Pendidikan Jasmani. Jika jumlah buku telah terpenuhi satu siswa satu buku. Dana BOS harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS.1. bantuan sosial. maka sekolah tidak harus menggunakan dana BOS untuk pembelian/ 16 . sedangkan SMP sebanyak 2 buku yaitu (a) Pendidikan Jasmani. sekolah menggunakan dana tersebut untuk membiayai kegiatan-kegiatan berikut: 1. Dewan Guru dan Komite Sekolah. D. Kelompok Belanja Tidak Langsung. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk SD adalah satu buku. hibah. 4) Kepala sekolah swasta melaporkan kekurangan atau kelebihan alokasi dana per sekolah berdasarkan jumlah murid di masing-masing sekolah kepada SKPD Pendidikan yang selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Nasional untuk dilakukan penyesuaian alokasi per sekolah. 2) Bagi sekolah swasta dianggarkan dalam Belanja Daerah. Dari seluruh dana BOS yang diterima oleh sekolah. Penggunaan Dana BOS Penggunaan dana BOS di sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah. di samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah. 3) Dana BOS yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada sekolah swasta dalam bentuk Hibah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sesuai dengan tata cara pemberian dan pertanggungjawaban subsidi. baik yang telah dibeli dari dana BOS maupun dari Pemerintah Daerah. Olahraga dan Kesehatan dan (b) Seni Budaya dan Ketrampilan. Jenis Belanja Hibah. Jika buku dimaksud belum ada di sekolah/belum mencukupi sebanyak jumlah siswa.

telepon. perbaikan mebeler. dan lainnya yang relevan). kesenian. bahan praktikum. Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan 17 3. Pembiayaan perawatan sekolah. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial. serta pengadaan suku cadang alat kantor. fotocopy. air. serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy. Untuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS. dana BOS juga boleh untuk membeli buku teks pelajaran lainnya yang belum mencukupi sejumlah siswa. yaitu biaya pendaftaran. pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan. perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. Khusus di sekolah yang tidak ada jaringan listrik. Pembiayaan ulangan harian. KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. 8. honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa). . spidol. 7. olahraga. palang merah remaja. yaitu listrik. 5. pembelajaran pengayaan. kertas. buku inventaris. administrasi pendaftaran. biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba. pramuka.penggandaan buku tersebut. Pembiayaan langganan daya dan jasa. penggandaan formulir. perbaikan atap bocor. 2. karya ilmiah remaja. 6. dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru. Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis. pemantapan persiapan ujian. dan pendaftaran ulang. Pengembangan profesi guru seperti pelatihan. kapur tulis. ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal. termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. langganan koran/majalah pendidikan. internet. alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba). Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru. dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah. 9. maka diperkenankan untuk membeli genset. yaitu pengecatan. ulangan umum. buku induk siswa. perbaikan pintu dan jendela. pensil. 4. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. membeli alat olah raga. konsumsi panitia. minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. Selain daripada itu. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran. perbaikan sanitasi sekolah.

dll). maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga. diberikan maksimal sebesar Rp 150. Kegiatan pembimbingan di TKB oleh Guru Pamong.-/bulan.d 12 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana. penggandaan. Khusus untuk SMP Terbuka. diberikan maksimal sebesar Rp 150. diberikan rata-rata maksimal sebesar Rp 150. CD dan flash disk). Biaya transportasi Guru Bina dan Guru Pamong dari SMP Induk ke TKB dan sebaliknya disesuaikan dengan kondisi geografis dan sarana transportasi. 2. f. yaitu kegiatan-kegiatan yang terkait dengan proses belajar mengajar. Kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas Tata Usaha (1 orang). c. mesin ketik. Supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka. meliputi kegiatan: a. yaitu: 18 . Kegiatan tatap muka di Sekolah Induk oleh Guru Bina. diberikan maksimal sebesar Rp 100.000. 10. Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri diberikan maksimal sebesar Rp 150.000. 11. 12. Kegiatan pembelajaran. dana BOS digunakan juga untuk: 1. Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK termasuk tinta printer. insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos. Supervisi oleh Kepala Sekolah. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah. dapat juga untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda. Pembelian komputer (desktop/work station) dan printer untuk kegiatan belajar siswa. peralatan UKS dan mebeler sekolah. Bila seluruh komponen 1 s. media pembelajaran.000. e. b. masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran.-/bulan tetapi secara proporsional disesuaikan dengan beban mengajarnya. perahu penyeberangan.-/bulan. 13.000.-/bulan.KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama. surat-menyurat. masing-masing diberikan maksimal sebesar Rp 150.-/bulan. d./bulan.000. Jika dinilai lebih ekonomis.000.

Transportasi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala SMP Terbuka dalam rangka supervisi ke TKB. faktor geografis dan faktor lainnya. d. Transportasi Pengelola TKB Mandiri ke Sekolah Induk dalam rangka koordinasi. 10 juta. Pembelian barang/jasa per belanja tidak melebihi Rp. c. b. Transportasi Guru Pamong ke Sekolah Induk. Dalam hal penggunaan dana BOS di sekolah. konsultasi. 3. 4. dan pelaporan. 15 Tahun 2010 tentang SPM Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbolehkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar. maka dana BOS siswa tersebut pada triwulan berjalan menjadi hak sekolah lama. Sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS untuk SMPT/TKB Mandiri tetap kepala sekolah SMP induk. Maksimum penggunaan dana untuk belanja pegawai bagi sekolah negeri sebesar 20%. 6. Pemerintah daerah wajib mengeluarkan peraturan tentang penetapan batas kewajaran tersebut di daerah masing-masing dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama. Besaran/satuan biaya untuk transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar jam mengajar tersebut harus mengikuti batas kewajaran. Selanjutnya Dinas Pendidikan mengirim surat secara resmi kepada Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisikan daftar sekolah yang lebih/kurang untuk diperhitungkan pada penyesuaian alokasi pada triwulan berikutnya. Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional sekolah. Bagi sekolah yang telah menerima DAK. Jika dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam triwulan tertentu lebih besar/kurang dari jumlah yang seharusnya. Penggunaan dana untuk honorarium guru honorer di sekolah agar mempertimbangkan rasio jumlah siswa dan guru sesuai dengan ketentuan pemerintah yang ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. 2. 5. 7. misalnya akibat kesalahan data jumlah siswa. maka sekolah harus segera melapor kepada Dinas Pendidikan. Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke sekolah lain setelah pencairan dana di triwulan berjalan.a. Transportasi Guru Bina ke TKB. Revisi jumlah siswa pada sekolah yang 19 .

E. Membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah). Kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah. 9. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat. 10. Sekolah hanya diperbolehkan menanggung biaya untuk siswa/guru yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. Larangan Penggunaan Dana BOS 1. 3. 7. 2. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ Kabupaten/kota/Provinsi/Pusat. misalnya studi banding. misalnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan. walaupun pihak sekolah tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Bunga Bank/Jasa Giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sekolah untuk digunakan bagi sekolah. 12. 8. studi tour (karya wisata) dan sejenisnya. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar. misalnya guru kontrak/guru bantu.ditinggalkan/menerima siswa pindahan tersebut baru diberlakukan untuk pencairan triwulan berikutnya. Membangun gedung/ruangan baru. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota dan Kementerian Pendidikan Nasional. 8. 5. Dipinjamkan kepada pihak lain. 4. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. Menanamkan saham. 20 . atau pihak lainnya. 6. 13. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru. 11.

F. Tim Sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip berikut: i. Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat. Tim harus memperhatikan kualitas barang/jasa. 21 . Tim Sekolah harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentukan barang/jasa dan tempat pembeliannya. Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Sekolah Pembelian barang/jasa dilakukan oleh Tim Sekolah dengan menggunakan prinsipprinsip sebagai berikut: 1. Membuat rencana kerja ii. 4. serta ketersediaan. Tim Sekolah harus selalu membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/jasa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi harga kepada penyedia barang/jasa apabila harga penawaran lebih tinggi dari harga pasar. 3. 2. dan kewajaran harga. Membuat laporan penggunaan dana (pembelian barang dan pembayaran upah) untuk kegiatan perawatan ringan/pemeliharaan sekolah. Terkait dengan biaya untuk perawatan ringan/pemeliharaan bangunan sekolah. iii.

Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap sekolah. manajemen secara transparan dan 4. Tidak diperkenankan melakukan pemaksaan dalam pembelian barang dan jasa dalam pemanfaatan dana BOS dan tidak mendorong sekolah untuk melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS. Tim Manajemen BOS Pusat 1. Tim Manajemen BOS Provinsi 1. 2. 2. 3. 2 Tahun 2008 Pasal 11). B. 3. Tidak diperkenankan melakukan pemaksaan dalam pembelian barang dan jasa dalam pemanfaatan dana BOS dan tidak mendorong sekolah untuk melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS.BAB V TATA TERTIB PENGELOLAAN PROGRAM BOS A. Menetapkan data jumlah siswa tiap sekolah berdasarkan sumber langsung dari sekolah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota 1. 5. 22 . C. Melakukan pendataan jumlah siswa per sekolah berdasarkan pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Mengelola dana operasional dan bertanggung jawab. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap sekolah. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada sekolah yang bersangkutan (Peraturan Mendiknas No. Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang. 2. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota/Sekolah. 4. Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang.

Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikelola oleh sekolah. 2 Tahun 2008 Pasal 11). Sekolah 1. 6. Mengumumkan hasil pembelian barang dan harga yang dilakukan oleh sekolah di papan pengumuman sekolah yang harus ditandatangani oleh Komite Sekolah. 2. Tidak diperkenankan melakukan manipulasi data jumlah siswa. 4. 3. Mengelola dana BOS secara transparan dan bertanggung jawab. 23 . 5. Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua siswa setiap semester bersamaan dengan pertemuan orang tua siswa dan sekolah pada saat penerimaan raport. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di sekolah yang bersangkutan (Peraturan Mendiknas No.D. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain.

Buku teks pelajaran yang dibeli harus buku baru (bukan buku bekas). Bila buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah belum tersedia. 4. Dilarang memungut biaya kepada orang tua siswa dalam rangka pembelian dan perawatan buku teks pelajaran yang sudah dibiayai oleh dana BOS. Ketentuan dalam penggunaan dana harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Ketentuan yang Harus Diikuti Sekolah Sekolah mempunyai kewajiban sebagai berikut: 1. Pemilihan buku Pembelian/penggandaan buku oleh sekolah dapat dilakukan sekaligus atau bertahap. harus dipinjamkan secara cuma-cuma kepada siswa dan boleh dibawa pulang. b. Membeli buku teks pelajaran yang diprioritaskan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dan digunakan sesingkat-singkatnya selama 5 (lima) tahun.BAB VI PEDOMAN PENGADAAN BUKU TEKS PELAJARAN A. Buku teks pelajaran digunakan sebagai acuan wajib oleh pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Di akhir tahun pelajaran/semester. Buku yang dibeli/digandakan oleh sekolah harus mengikuti prioritas berikut: a. 3. maka sekolah harus membeli buku teks yang telah dinilai kelayakannya oleh pemerintah. dengan catatan diusahakan sebelum tahun ajaran baru semua buku yang akan dibeli telah tersedia untuk seluruh siswa. 2. maka buku teks pelajaran yang dibeli/digandakan adalah buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah. siswa harus mengembalikan buku teks pelajaran yang dipinjam agar dapat dipakai oleh adik kelasnya. B. Apabila telah tersedia. Pada mata pelajaran tertentu sekolah harus membeli buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah/K ementerian Pendidikan Nasional. Oleh karena itu sekolah harus membuat jadual pengadaan buku sesuai anggaran yang ada. 5. 6. 24 . Buku teks pelajaran yang sudah dibeli merupakan koleksi perpustakaan dan menjadi barang inventaris sekolah.

7. dan peserta didik dengan harga yang terjangkau. Olahraga dan Kesehatan 6. Bila buku teks yang telah dinilai kelayakannya oleh pemerintah belum tersedia juga. Buku Yang Hak Ciptanya Dimiliki atau Dinilai oleh Pemerintah Buku yang hak ciptanya dimiliki oleh pemerintah adalah buku yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah sesuai dengan Peraturan Mendiknas Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 3 Ayat 4 yang menyebutkan bahwa Departemen. Departemen yang menangani urusan agama. disarankan agar pembelanjaan dilakukan secara bertahap disetiap triwulan. Jika jumlah total buku yang dibeli bernilai melebihi Rp. 8. maka sekolah harus membeli kekurangannya dan dapat membeli buku untuk mengganti yang telah rusak. buku yang dibeli/digandakan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Pemilihan dan penetapan judul buku teks pelajaran harus mengikuti Peraturan Mendiknas No. Pemilihan buku yang dibeli/digandakan didasarkan pada hasil rapat pendidik di tingkat satuan pendidikan dari buku-buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah. tenaga kependidikan. 2 Tahun 2008 Tentang Buku. tetapi hak ciptanya dimiliki oleh pihak lain. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk sekolah setingkat SD adalah Pendidikan Jasmani. Jika sebagian buku telah tersedia di sekolah. 5. 4. 2. Dalam beberapa hal. Olahraga dan Kesehatan dan (b) Seni Budaya dan Ketrampilan.c. terdapat buku yang telah dinilai kelayakannya oleh pemerintah. Khusus untuk sekolah luar biasa (SDLB/SMPLB). dan/atau pemerintah daerah dapat membeli hak cipta buku dari pemiliknya untuk memfasilitasi penyediaan buku bagi pendidik. 10 juta. dengan tetap memperhatikan mutu buku. Buku yang dibeli/digandakan harus mencakup satu siswa satu buku. C. 3. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk sekolah setingkat SMP 2 buku adalah (a) Pendidikan Jasmani. maka buku yang dibeli dipilih oleh sekolah. Buku-buku yang sampai saat ini hak ciptanya telah dibeli atau yang telah dinilai kelayakannya oleh pemerintah adalah: 25 . 9.

IPA. b. Bahasa Indonesia). IPA. c. Buku untuk SD a. Matematika. Buku untuk SMP a. Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris). Hasil penetapan judul buku yang akan dibeli dan mekanisme pembeliannya harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat yang 26 . Seluruh buku yang tertera dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2008 (PKn. Matematika. e.1. Seluruh buku yang tertera dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 dan 50 Tahun 2009 (Seni Rupa. Penjaskes). Seni Tari). b. IPS. Seni Musik. Seni Teater. Bahasa Indonesia). Matematika dan Bahasa Indonesia). Seluruh buku yang tertera dalam lampiran I-III Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 (IPA. IPS. Harga Eceran tertinggi dapat dilihat dalam Keputusan Mendiknas Nomor 095/M/2010. Seluruh buku yang tertera dalam Lampiran IV-V Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 (Matematika. TIK. Seluruh buku yang tertera dalam Lampiran II Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2008 (Bahasa Indonesia). Bahasa Indonesia. Seluruh buku yang tertera dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2008 (IPA. Seluruh buku yang tertera dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2008 (PKn. 2. Matematika. Catatan: sebagian diantara buku yang tertera dalam lampiran Permendiknas tersebut tidak/belum ditetapkan HET D. Mekanisme Pembelian Buku oleh Sekolah Mekanisme pembelian buku teks pelajaran dimaksud harus mengikuti prosedur sebagai berikut: 1. Penjaskes. Harga Eceran tertinggi dapat dilihat dalam Keputusan Mendiknas Nomor 095/M/2010. Seluruh buku yang tertera dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 dan 50 Tahun 2009 (Seni Budaya dan Ketrampilan. IPS. d. c. Bahasa Inggris).

Pasal 8 Ayat 2: Harga eceran tertinggi buku yang diperdagangkan sebagaimana dimaksud pada Pasal 8 ayat (1) ditetapkan oleh Departemen. dan/atau memperdagangkan buku yang hak-ciptanya telah dibeli sebagaimana dalam Pasal 3 Ayat 4. Pasal 8 Ayat 3: Harga eceran tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah setinggi-tingginya sebesar taksiran biaya wajar untuk mencetak dan mendistribusikan buku sampai di tangan konsumen akhir ditambah keuntungan sebelum pajak penghasilan setinggi-tingginya 15 % dari taksiran biaya wajar. Harga buku harus mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Harga Eceran Tertinggi. Pasal 8 ayat 1: Departemen. Buku dapat dibeli oleh sekolah langsung ke distributor buku atau pengecer buku (Peraturan Mendiknas Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 11). departemen yang menangani urusan agama. maka sekolah harus memilih buku dengan harga yang paling ekonomis. Jika terdapat buku dengan judul dan pengarang yang sama. 27 . memfotocopi. Pemilihan toko buku/distributor harus mengacu pada prinsip harga paling ekonomis. Buku harus telah dibeli oleh sekolah sebelum pelajaran dalam suatu semester dimulai. dan/atau pemerintah daerah yang membeli hak cipta buku. 3. dan/atau badan hukum untuk menggandakan. ketersediaan buku dan kecepatan pengiriman buku sampai ke sekolah dengan merujuk kepada mekanisme pengadaan barang dan jasa. kelompok orang. Segala jenis bukti pembelian dan tanda terima pengiriman (jika ada) harus disimpan oleh sekolah sebagai bahan bukti dan bahan laporan. tetapi digandakan oleh lebih dari satu penerbit/percetakan (pihak lain yang menggandakan) dengan kualitas yang telah memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. 2 Tahun 2008 yang terkait dengan pengadaan buku antara lain: 1. 2. E. dan/atau pemerintah daerah dapat mengijinkan orang-perseorangan.dilampirkan tanda tangan seluruh peserta rapat yang hadir (format dan bentuk berita acara disusun oleh sekolah masing-masing). Mekanisme Pengadaan Buku untuk Daerah yang Belum Memiliki Pengecer Beberapa pasal dalam Peraturan Mendiknas No. departemen yang menangani urusan agama. 3. 5. 6. mencetak. mengalih-mediakan. 4. 2.

Surat tersebut harus mencantumkan alasan kenapa pengadaan buku akan dilakukan oleh Pemda. Proses pengadaan harus mengikuti peraturan yang berlaku: Keputusan Presiden No. Pasal 12 Ayat 4: Daerah tertentu yang belum memiliki pengecer. 80 Tahun 2003 dan peraturan lain yang berlaku dan relevan dengan proses pengadaan. maka tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Gubernur/Bupati/Walikota mengirim surat kepada Menteri Pendidikan Nasional yang berisikan permohonan ijin untuk diperbolehkan melakukan pengadan buku dari dana BOS Buku. pengadaan buku untuk perpustakaan satuan pendidikan dasar dan menengah yang dananya bersumber dari hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) Peraturan Mendiknas No 2 Tahun 2008 Pasal 12. Pengadaan buku oleh Pemda dapat berbentuk pembelian buku atau proses pencetakan/penggandaan buku. c. Buku harus diterima oleh sekolah sesuai kebutuhan yang diajukan oleh sekolah dan waktu yang tepat. d. Apabila pemerintah daerah akan melakukan pengadaan buku secara kolektif untuk seluruh sekolah dari dana BOS dengan alasan faktor geografis yang sulit dan/atau tidak adanya pengecer buku. 28 . Mekanisme pengelolaan dana BOS Buku dan proses pengadaan buku untuk sekolah serta bila terjadi temuan penyimpangan menjadi tanggung jawab Pemda. Buku yang diadakan untuk sekolah harus didasarkan kebutuhan setiap sekolah. dapat dilakukan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan sesuai peraturan perundangundangan. 2. wilayah mana saja (kabupaten/ kota/kecamatan) yang akan dicakup pengadaan bukunya oleh provinsi/kabupaten/ kota dan jika perlu dilampirkan data-data pendukung. yang dibuktikan dengan formulir dari sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah b. berdasarkan masukan dari sekolah dan setelah mendapat izin dari Menteri Pendidikan Nasional (Peraturan Mendiknas Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 12 Ayat 4). maka Tim Manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota selanjutnya dapat melakukan pengadaan buku untuk sekolah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Jika Mendiknas menyetujui permohonan tersebut.4.

Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota. sedangkan uraian tentang pengawasan akan disajikan pada Bab VIII. yaitu melakukan monitoring dan ikut menyelesaikan masalah jika ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan program BOS. Monitoring dan Supervisi Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan. Monitoring eksternal ini dapat dilakukan oleh Balitbang atau lembaga independen lainnya yang kompeten. Penjelasan lebih mendalam berkaitan dengan kegiatan monev ini disajikan terpisah pada buku Petunjuk Teknis Monitoring dan Evaluasi. Monitoring internal adalah monitoring yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Tingkat Pusat.BAB VII MONITORING DAN PELAPORAN Agar program ini berjalan lancar dan transparan maka perlu dilakukan monitoring dan pengawasan yang dilakukan secara efektif dan terpadu. kelemahan dan rekomendasi untuk perbaikan program. kegiatan monitoring dapat dibedakan menjadi monitoring internal dan monitoring eksternal. pembinaan dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BOS. dan penggunaan yang tepat. Secara umum tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa dana BOS diterima oleh yang berhak dalam jumlah. A. Dalam Bab VII ini akan diuraikan secara ringkas tentang pelaksanaan monitoring dan supervisi (monitoring internal) yang dilakukan oleh pengelola program. Komponen utama yang dimonitor antara lain: Alokasi dana sekolah penerima bantuan Penyaluran dan penggunaan dana Pelayanan dan penanganan pengaduan Administrasi keuangan Pelaporan 29 . Berdasarkan sifatnya. waktu. Monitoring eksternal lebih bersifat evaluasi terhadap pelaksanaan program dan melakukan analisis terhadap dampak program. Monitoring internal ini bersifat supervisi klinis. cara.

Monitoring Kasus Pengaduan dan Penyelewengan Dana i. Monitoring Pelaksanaan Program i. Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota. Monitoring ditujukan untuk memantau: a) Penyaluran dan penyerapan dana b) Kinerja Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota ii. pada saat penyaluran dana dan pasca penyaluran dana. sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan pengaduan. murid dan/atau orangtua murid penerima bantuan. iii. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana. Kegiatan monitoring kasus pengaduan akan dilaksanakan sesuai dengan masalah dan kebutuhan di lapangan. pada saat penyaluran dana dan paska penyaluran dana. 1. 30 . Merencanakan dan membuat jadwal pemantauan/monitoring b. iii. Monitoring ditujukan untuk memantau: a) Penyaluran dan penyerapan dana b) Penggunaan dana di tingkat sekolah ii.Pelaksanaan kegiatan monitoring dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat. Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota. v. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana. investigasi. Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilakukan sesuai kebutuhan. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Monitoring Pelaksanaan Program i. Monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk melakukan fact finding. iv. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat a. dan menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan. 2. Tim Manajemen BOS Provinsi. ii. serta mendokumentasikannya. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. iii. Responden terdiri dari: Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dan Pengelola Keuangan daerah. iv.

3. monitoring BOS juga dilakukan secara terintegrasi dengan monitoring sekolah yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah. Provinsi. ii. masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (Pusat. Kabupaten/kota. Sekolah) diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihak terkait. B. Monitoring penanganan pengaduan bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul di sekolah. Pelaporan Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Program BOS. Bila terjadi permasalahan biaya monitoring. Catatan: Selain monitoring oleh Tim BOS Kabupaten. Monitoring dilaksanakan pada saat penyaluran dana dan pasca penyaluran dana. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota a. ii. Kerjasama dengan lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilakukan sesuai kebutuhan. selain program BOS v. iii. Monitoring Pelaksanaan Program i. Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. Monitoring ditujukan untuk memantau: a) Penyaluran dan penyerapan dana di sekolah b) Penggunaan dana di tingkat sekolah.iv. iii. Monitoring Penanganan Pengaduan i. Merencanakan dan membuat jadwal pemantauan/monitoring dengan mempertimbangkan pemantauan/monitoring yang telah dilaksanakan oleh Tim Kabupaten/Kota. Responden terdiri dari sekolah dan murid dan/atau orangtua murid. Monitoring dapat juga melibatkan pengawas sekolah b. 31 . serta mendokumentasikannya. disarankan agar monitoring dilakukan secara terpadu dengan program lain. iv.

Laporan Rincian Penyaluran Dana ini pada prinsipnya adalah laporan yang memberikan rincian mengenai progres pencairan dana dari kabupaten/kota ke sekolah pada tiap triwulan berjalan. Laporan Keuangan Triwulanan Laporan yang harus dilampirkan dalam Laporan Triwulan adalah laporan berupa format rincian penyaluran dana. penyaluran dana ke sekolah di tiap kabupaten/kota. rincian pencairan dana. Statistik Penerima Bantuan Statistik Penerima Bantuan berisikan tentang penerima bantuan tiap provinsi dan tiap kabupaten/kota. penyerapan dan pemanfaatan dana. ii. Tim Manajemen BOS Pusat Tim Manajemen BOS Pusat harus melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan Program BOS. Informasi yang tercantum dalam format laporan tersebut antara lain adalah pagu alokasi anggaran. 1. Laporan keuangan triwulanan ini diperoleh dari Laporan keuangan Kabupaten/Kota. serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang. A. B. jenis sekolah. hasil monitoring evaluasi dan pengaduan masalah. sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. hambatan apa saja yang terjadi dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Tim Manajemen BOS Pusat menyusun statistik penerima bantuan berdasarkan data yang diterima dari Tim Manajemen BOS Provinsi. serta upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. apa yang telah dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan. hal-hal yang dilaporkan oleh pelaksana program adalah yang berkaitan dengan statistik penerima bantuan. Laporan Akhir Tahun Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: i. Hasil Penyerapan Dana Bantuan Berisikan tentang besar dana yang disalurkan tiap provinsi dan tiap kabupaten/kota untuk setiap jenjang pendidikan.Secara umum. status 32 . baik program yang sama maupun program lain yang sejenis. Adapun petunjuk penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan disajikan secara terpisah pada Petunjuk Teknis Keuangan BOS. penyaluran.

analisis. saran. dan rekomendasi. Tim Manajemen BOS Pusat menyusun laporan tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari Tim Manajemen BOS Provinsi. serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang. 3. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Manajemen BOS Pusat merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat. Tim Manajemen BOS Provinsi. Hasil Penyerapan Dana Bantuan Berisikan tentang besar dana yang disalurkan untuk setiap jenjang pendidikan. iv. jenis sekolah.sekolah. waktu pelaksanaan. dan kegiatan lainnya. seperti sosialisasi. dan status penyelesaian. Kegiatan Lainnya Tim Manajemen BOS Pusat harus melaporkan kegiatan yang berkait dengan pelaksanaan Program BOS. kesimpulan. pelatihan. status sekolah. serta berapa yang telah diserap. v. Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota membuat laporan ini berdasarkan 33 . Tim Manajemen BOS Provinsi Tim Manajemen BOS Provinsi melaporkan semua kegiatan hasil monitoring yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program BOS. maupun Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota. iii. kemajuan penanganan. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. serta berapa yang telah diserap. baik program yang sama maupun program lain yang sejenis. hasil monitoring. 2. hambatan apa saja yang terjadi dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. pengadaan. skala kasus. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota: i. Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat. apa yang telah dan tidak dikerjakan. serta upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Laporan ini berisi tentang jumlah responden.

pada informasi yang diperoleh dari Bendahara Umum Daerah (BUD) dan/atau dari sekolah (BOS-K7). hasil monitoring. kesimpulan. 2. saran. kemajuan penanganan. (3) Lembar pencatatan pertanyaan/kritik/saran (Format BOS-07). Format BOS-09 dibuat oleh sekolah yang berisikan daftar buku yang dibeli oleh sekolah. (4) Lembar pencatatan pengaduan (Format BOS-08). dan status penyelesaian. Format BOS-10 dibuat oleh Tim Manajemen Kabupaten/Kota yang berisikan rekapitulasi buku yang dibeli oleh sekolah. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. analisis. Khusus untuk laporan pembelian buku BSE. Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota. ii. dan rekomendasi. Laporan ini berisi tentang jumlah responden. waktu pelaksanaan. 34 . ada beberapa format laporan yaitu: 1. Laporan monitoring rutin dikirimkan ke Tim Manajemen BOS Provinsi paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan monitoring. iii. (2) Jumlah dana yang dikelola sekolah dan catatan penggunaan dana (BOSK2). 4. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota maupun Sekolah. Sekolah Hal-hal yang perlu dilaporkan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/kota dan/atau didokumentasi oleh Sekolah meliputi berkas-berkas sebagai berikut: (1) Nama-nama siswa miskin yang dibebaskan dari pungutan di sesuai dengan Format BOS-06 (khusus untuk sekolah swasta dan RSBI/SBI). skala kasus.

pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Instansi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. provinsi. 1. 2. PEMERIKSAAN DAN SANKSI A. kabupaten/kota maupun sekolah. kebocoran dan pemborosan keuangan negara. Instansi tersebut bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemeriksaan terhadap program BOS. Pengawasan prgram BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat). pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya. Pengawasan Kegiatan pengawasan yang dimaksud adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang. Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 3. Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. 4. 35 .BAB VIII PENGAWASAN. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS secara internal adalah Inspektorat Jenderal Depdiknas serta Inpektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

misalnya: a. dan/atau pengecer yang melanggar ketentuan yang diatur dalam peraturan Mendiknas No. Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS. 2 Tahun 2008 dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan. dan/atau koperasi yang beranggotakan pendidik/atau tenaga kependidikan satuan pendidikan yang terbukti melanggar ketentuan Pasal 11 dalam Peraturan Mendiknas No. program ini juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. anggota komite sekolah. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. namun tidak melakukan audit. dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan. B. Provinsi dan Pusat. 36 . agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. Sanksi Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sekolah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. dalam Peraturan Mendiknas No 2 Tahun 2008 disebutkan sanksi sebagai berikut: a. Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS. penurunan pangkat. kelompok. satuan pendidikan. Kabupaten/Kota. distributor. yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan kepada satuan pendidikan atau ke kas negara. dinas pendidikan pemerintah daerah. penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS. Penerbit. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Terkait dengan masalah buku. Pendidik. yaitu mulai proses penyelidikan. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka memotret pelaksanaan program BOS di sekolah. Penerapan proses hukum. d. komite sekolah. mutasi kerja). 2 Tahun 2008 ini. c. b. atau golongan. b. tenaga pendidikan.5. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada Kabupaten/kota.

37 .id.go.mandikdasmen. Sebagai salah satu syarat dari hal tersebut adalah adanya ketentuan untuk berpedoman pada “Pedoman Pencegahan dan Pemberantasan Kecurangan dan Korupsi dalam Proyek-Proyek yang Dibiayai dengan Pinjaman IBRD serta Kredit dan Hibah IDA”.C.depdiknas. atau pada website Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah di alamat www. Secara lengkap. Pencegahan dan Pemberantasan Kecurangan dan Korupsi Sebagian dana pengelolaan Kegiatan BOS tahun 2011 dibiayai dari Bank Dunia. pedoman tersebut dapat dibaca pada Lampiran.

BAB IX PENGADUAN MASYARAKAT 1.id 0-800-140-1299 dan 0-800-140-1276 (bebas pulsa) 021-5725980 dan 021-5725632 021-5731070. 021-5725635 bos@dit-plp. Apabila masyarakat menemukan masalah atau hal-hal yang perlu diklarifikasi dapat menghubungi telephon dengan nomor 177 atau menghubungi: Alamat web Nomor telepon Faksimil Email : : : : www.ditptksd.id dan bos@ditptksd.go. Kabupaten/Kota diharapkan juga menyediakan nomor telepon/email untuk menampung pertanyaan/pengaduan masyarakat di masing-masing wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.go.dit-plp.go.id 2.go. 021-5725645. 38 .id dan www.

FORMAT BOS .

.............. : ( ............. judul... Kecamatan Provinsi : No...... (b) Pengayaan non-fiksi ................. Nama sekolah : ......... 5 ....................... .......................... Apa kategori sekolah ini? (1) A (1) SDSN (2) B (1) Ya (1) Ya (1) Ya (3) C (2) RSBI (4) Belum lulus akreditasi (3) SBI (2) Tidak (2) Tidak (2) Tidak (5) Belum diakreditasi (4) Bukan SDSN/RSBI/SBI 8............... Jumlah murid usia 7-12 .. 3 .......... . 1. ................. Kelas 4 .. Satuan pendidikan : (1) SD (2) SDLB.. NPSN 2................ ................................... ... ........ ....................... (1) Negeri (2) Swasta : .......... ... 20 ......... Apakah sekolah melaksanakan KTSP? Jika “Ya”.......... Apakah sekolah memiliki sarana komputer (Komputer Desktop-PC dan/atau Laptop)? 16.... : .............................................. : ....... .......................... . Apakah sekolah memiliki alat peraga pendidikan........... ....... ... ....................................... Status akreditasi sekolah? 7...................... Isilah keadaan murid di sekolah saudara pada tabel berikut per Juli 2010 setelah penerimaan murid baru! 5... Hp Kepsek : Total 6 ... (2) Tidak (1) Jardiknas Laptop : .. unit (1) Ya 15.. .... . Apakah sekolah menerima dana BOS? 9...... : ....................... ........................... Tlp sekolah Murid 1 Laki-laki Perempuan Total ........ Ruang .......... ... .......... .................................................. ...... Total 6.................... judul 14..... judul.. Isilah Informasi tentang kondisi ruang kelas di sekolah saudara pada tabel berikut! Jumlah ruang kelas kondisi RUSAK RINGAN ................ yang menyusun KTSP: (1) Sekolah sendiri (2) MGMP/KKG (3) Pinjam dari sekolah lain 11................. Status sekolah : 3.. ... ............................................. berapa unit? Desktop-PC : ................ Apakah sekolah memiliki fasilitas internet? 17....... Ruang PANDUAN PENGISIAN LKIS TAHUN PELAJARAN 2010/11 1...... ) .......... menggunakan penyedia jasa (provider) apa? Total rombongan belajar yang ada ................. .. ................. 2 ....... Sudah jelas 40 ..... berikut ini? (a) Peraga IPA (b) Peraga Matematika (c) Peraga IPS (1) Ya (1) Ya (1) Ya (2) Tidak (2) Tidak (2) Tidak (d) Peraga Bhs Indonesia (e) Alat olah raga (f) Alat kesenian (1) Ya (2) Tidak (1) Ya (2) Tidak (1) Ya (1) Ya (1) Ya (2) Tidak (2) Tidak (2) Tidak (c) Buku referensi ... Apakah sekolah memiliki ruang UKS minimal seluas 12 m2? Jika ”Ya”........ ruang...... .................. rombel Jumlah ruang kelas kondisi RUSAK BERAT ....................................... ............... Kepala Sekolah ...... 13........................ 2 ... Apakah sekolah memiliki ruang perpustakaan ukuran minimal seluas 56 m2 ? (1) Ya (2) Tidak 12....... Lembar Kerja Individu Sekolah SD (LKIS SD) LEMBAR KERJA INDIVIDU SEKOLAH (LKIS) TINGKAT SD TAHUN PELAJARAN ................... Ruang .. NPSN adalah Nomor Pokok Sekolah Nasional 2........................... 4............ Jumlah ruang kelas dan rombongan belajar: Total ruang kelas yang dimiliki Jumlah ruang kelas kondisi BAIK . Jumlah murid per kelas 3 4 5 ................... Apakah sekolah melaksanakan MBS? 10.... .... ttd dan cap sekolah) 18............ ........ Isilah data murid putus sekolah selama tahun pelajaran 2009/10 dan murid mengulang kelas pada tahun pelajaran 2010/11 Jumlah murid 1 Putus sekolah Mengulang kelas .......... Nama sekolah diisi lengkap sesuai nama yang tertera pada papan nama sekolah...Format BOS-01A......... Alamat sekolah: Jalan/Desa/Kel Kabupaten/kota No............. (cantumkan nama.. 6 ....................... unit (2) Lainnya Jika ”Ya”.................... Berapa jumlah buku pengayaan dan buku referensi yang dimiliki sekolah? (a) Pengayaan fiksi ..

.................. Kepala Sekolah ................ : .......... 2............... 20 ......................................... sekolah Alamat sekolah.... Kondisi ruang kelas: Baik ....... Fasilitas internet di sekolah 1 Ada 1 Ada 1 Ada 1 Ada 1 Ada 1 Ada.... Status akreditasi sekolah Kategori sekolah Menerima BOS Melaksanakan MBS Melaksanakan KTSP 1 Terakreditasi A 1 Potensial 1 Ya 1 Ya 1 Ya 2 Terakreditasi B 2 SSN 2 Tidak 2 Tidak 2 Tidak 2 MGMP/KKG 1 Ada.................. Prov................................. (a) Peraga IPA (b) Peraga Matematika (c) Peraga IPS (d) Alat olah raga (e) Alat kesenian 14..... ruang Rusak Berat ............................................................. 2 SMPLB 3 SMPT.......................... judul (c) Buku referensi ...... ruang..................................... Jumlah rombongan belajar ........................ 8............ Jumlah buku pengayaan yang dimiliki sekolah (a) Pengayaan fiksi .................. Komputer milik sekolah Jika ”Ada”............... Alat peraga pendidikan yang dimiliki sekolah PC: ............ mapel.......... : ....... NPSN/NSS : ........ ttd dan cap sekolah) 41 ..................................... : ............... 3.......... : . 9.......... Status sekolah : 1 Negeri 2 Swasta Satuan pendidikan : 1 SMP Kecamatan Kab/kota Telp............... ruang .................................................................... judul............... .......... rombel 18.......... Ruang perpustakaan sekolah 11...... HP Kepsek :........................................... yang menyusun: 1 Guru sendiri 10.......................................... m2 3 Terakreditasi C 3 RSBI 4 Belum terakreditasi 4 SBI Jika “Ya”. judul............................. 6.......................... ruang Rusak Ringan ............................. Jumlah siswa: Kelas Jenis Kelamin Laki-laki 7 9 Perempuan Total Laki-laki Perempuan Usia 13-15 Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah 5..................Format BOS-01B.... (cantumkan nama........... Jalan/Desa/Kel : .................................................................................... jumlahnya 16.................................. Jumlah buku teks pelajaran yang dimiliki sekolah 3 Pinjam dari sekolah lain 2 Tidak ada (b) Jumlah judul ..... 12.................... ......... Isi informasi pada bagian yang disediakan. Ruang UKS sekolah 15................................ unit Laptop: ................ ...... Lembar Kerja Individu Sekolah SMP (LKIS SMP) LEMBAR KERJA INDIVIDU SEKOLAH (LKIS) SMP/SEDERAJAT TAHUN PELAJARAN ...................... Nama sekolah : .... 7......... atau beri tanda silang pada pilihan! 1............................... judul (a) Jumlah mata pelajaran ........... m2 1 Ada 1 Jardiknas (b) Pengayaan non-fiksi ........... 8 Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki 4............................. 2 Tidak ada 2 Tidak ada 2 Tidak ada 2 Tidak ada 2 Tidak ada 2 Tidak ada 2 Tidak ada 2 Lainnya 13............................................................ Jumlah ruang kelas dan rombongan belajar: Total ruang kelas .................................... unit 3 Tidak ada 17................

) 42 ........ Pembelian buku teks pelajaran lainnya (selain yang wajib dibeli) untuk dikoleksi di perpustakaan. siswa Jumlah Dana BOS : Rp ... penggandaan formulir... Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar............ misalnya studi banding.. s/d ........ B...... A.. studi tour (karya wisata) dan sejenisnya..... dst..... 3..... 2....... Dipinjamkan kepada pihak lain.... Rencana Penggunaan Dana BOS di Sekolah No Komponen Jumlah Dana (Rp) Total Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara (..) (. C.. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru..... Contoh Pengumuman Rencana Penggunaan Dana CONTOH RENCANA PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE ..... 4..... yaitu biaya pendaftaran... Pembelian buku referensi dan pengayaan untuk dikoleksi di perpustakaan (hanya bagi sekolah yang tidak menerima DAK)..... dan lainnya yang relevan)...... dst .... dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru...... pembuatan spanduk sekolah gratis.... konsumsi panitia..) (..... Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan........ Dana BOS Boleh digunakan untuk (Sesuaikan dengan Panduan BOS) 1... dan pendaftaran ulang. 2.... 5.... 3.. 4...... administrasi pendaftaran.Format BOS-02.. Jumlah Siswa :.... Dana BOS Tidak Boleh digunakan untuk (Sesuaikan dengan Panduan BOS) 1. serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy...

.....) (.... Pembelian Barang/Jasa Barang/Jasa yang dibeli Tanggal/ Bulan Nama Toko/ Penyedia Jasa Jumlah (Rp) No Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara (....................) 43 ......... Pengeluaran No Jenis Pengeluaran Tanggal/Bulan Jumlah (Rp) B..... Contoh Pengumuman Laporan Penggunaan Dana CONTOH LAPORAN PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE ............... A..) (..Format BOS-03................... s/d ....................

Spanduk NAMA SD/SMP NEGERI MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN BEBAS PUNGUTAN BAGI SELURUH SISWA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL LOGO PROV DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA NAMA SD/SMP NEGERI (RSBI/SBI) MEMBEBASKAN PUNGUTAN BAGI SISWA MISKIN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL LOGO PROV DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA NAMA SD/SMP SWASTA MEMBEBASKAN PUNGUTAN BAGI SISWA MISKIN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL LOGO PROV DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA 44 .Format BOS-04.

..................... 45 ..............................................................KTP Jabatan Alamat Kegiatan : : : : : ………………………………………... Contoh Naskah Hibah NASKAH PERJANJIAN HIBAH DAERAH (NPHD) Pada hari ini ..(sekolah) Desa/Kel. ............................(..................... ................................................rupiah).....Kab/Kota........ tahun Yang bertindak untuk dan atas nama Bupati/Walikota Kabupaten/Kota..................... yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA II. Dana sebagaimana ayat (1) dipergunakan untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS)............... tanggal ……………… bulan ...............Format BOS-05.............................. yang bertanda-tangan dibawah ini : I................................ Nama NIP Pangkat Jabatan Instansi Alamat : : : : : : ............. ..... ……………............ Kec.... ……………………………………….. Kepala Sekolah ..... Nama No....................... ....... Bantuan Operasional Sekolah (BOS) PASTIKANSA MA !!  Yang bertindak untuk dan atas nama .......... selanjutnya dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah ini disebut PIHAK KEDUA....... berupa uang sebesar Rp ......... .............. Kabupaten/Kota ................... Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan Perjanjian Hibah Daerah dengan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 JUMLAH DAN TUJUAN HIBAH (1) (2) PIHAK PERTAMA memberikan hibah daerah kepada PIHAK KEDUA...... Kec............

Naskah Perjanjian Hibah Daerah .... Fotokopi Rekening Sekolah yang masih aktif .... (2) (3) Pasal 3 KEWAJIBAN PIHAK KEDUA (1) Melaksanakan dan bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan program dan kegiatan yang didanai dari dana hibah daerah yang telah disetujui PIHAK PERTAMA dengan berpedoman pada ketentuan perundangan yang berlaku.. PIHAK KEDUA mengajukan permohonan kepada PIHAK PERTAMA dengan dilampiri : a.. Pertanggung-jawaban sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dalam bentuk bukti tanda terima uang dan bukti-bukti penggunaan dana sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).... c..Tahun 2011 dilakukan secara triwulanan...(3) Penggunaan dana sebagaimana ayat (2) bertujuan untuk membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun dan meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta dengan mengikuti ketentuan sebagaimana telah diatur dalam Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2011 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari NPHD ini. Untuk pencairan dana hibah daerah. (4) Pasal 2 PENCAIRAN DANA HIBAH DAERAH (1) Pencairan dana hibah daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota . Penggunaan dana sebagaimana ayat (2) dan ayat (3) khusus untuk jenis kegiatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola dengan mekanisme manajemen berbasis sekolah.. Melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku... Apabila dalam batas yang telah ditentukan tidak menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) maka akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. b.. Membuat dan menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah daerah beserta bukti transaksi kepada PIHAK PERTAMA paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sebelum berakhirnya triwulanan dimaksud setelah dana di transfer ke rekening sekolah... (2) (3) (4) (5) 46 . Surat Pernyataan Bertanggungjawab Mutlak/Pakta Integritas PIHAK KEDUA setelah menerima dana hibah dari PIHAK PERTAMA segera melaksanakan kegiatan dengan berpedoman pada Buku Panduan Bantuan Operasional (BOS) dan ketentuan perundangan yang berlaku...

dibuat rangkap 5 (lima). maka menjadi tanggung jawab penuh dari PIHAK KEDUA. Pasal 6 LAIN-LAIN (1) Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ini. PIHAK PERTAMA berhak melaksanakan evaluasi dan monitoring atas penggunaan dana hibah daerah berdasarkan proposal dan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam NPHD ini dapat diatur lebih lanjut dalam Addendum. Pasal 4 HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA (1) (2) PIHAK PERTAMA berhak menunda pencairan dana hibah daerah apabila PIHAK KEDUA tidak/belum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.(6) (7) Menyimpan laporan realisasi penggunaan dana hibah serta bukti-bukti lainnya yang sah sesuai dengan Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). lembar pertama dan kedua masing-masing bermaterai cukup sehingga mempunyai kekuatan hukum sama. PIHAK KEDUA mengajukan perubahan kepada PIHAK PERTAMA dengan tidak menambah jumlah nominal dan tujuan penggunaan hibah. Perubahan RAPBS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Addendum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NPHD ini. (3) (2) (2) 47 . Pasal 5 ADDENDUM (1) Dalam hal terdapat perubahan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). PIHAK PERTAMA berkewajiban segera mencairkan dana hibah daerah apabila seluruh persyaratan dan kelengkapan berkas pengajuan pencairan dana telah dipenuhi oleh PIHAK KEDUA. Apabila dalam penggunaan dana hibah terjadi penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara. dan dinyatakan lengkap dan benar melalui verifikasi Pemerintah Kabupaten/Kota.

............. Catatan untuk NPHD : NPHD dibuat rangkap 5 (lima) dengan tanda tangan asli dan stempel basah.. 48 ................ (Nama Kepsek............... Lembar pertama PIHAK PERTAMA bermaterai cukup (untuk disimpan PIHAK KEDUA)....... Lembar kedua PIHAK KEDUA bermaterai cukup (untuk disimpan PIHAK PERTAMA)..................... .................. (jabatan) NIP. TT & stempel) .... ...... PIHAK PERTAMA....PIHAK KEDUA.........................

.... Apabila di kemudian hari diketahui terjadi penyimpangan dalam penggunaannya sehingga kemudian menimbulkan kerugian negara. (Nama Terang & Stempel) 49 ...... (Nama Terang & Stempel) ....07/2008 perihal Tata Cara Penyaluran Hibah Kepada Pemerintah Daerah........... .... .........Contoh Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak/Pakta Integritas SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK/PAKTA INTEGRITAS Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat : : : Bahwa sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia...... bukan desa/Kel ............... Nama Kab/Kota. akan bertanggung jawab mutlak terhadap penggunaan dana hibah yang kami terima sesuai dengan Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.......Tahun 2011...........................6000 Nama Sekolah.... Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermaterai cukup untuk dipergunakan sebagaimana mestinya................................................ maka kami bersedia mengganti dan menyetorkan kerugian tersebut ke Kas Daerah serta bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. tanggal 8 Nopember 2007 Nomor 900/2677/SJ perihal Hibah dan Bantuan Daerah dan Peraturan Menteri Keuangan tanggal 6 Nopember 2008 Nomor 169/PMK.................................. Dengan ini menyatakan bahwa kami sebagai penerima dana hibah dari program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kabupaten/Kota ....2010 Mengetahui: Manajer BOS Kab/Kota Materai Rp.. Kepala Sekolah.................

......... DESA/KEL.......Contoh Kwitansi  KWITANSI No : ........... Sebelum tanggal ditulis langsung nama Kota....... .......................DALAM RANGKA KEGIATAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) TERBILANG : Rp......................... Matera i Catatan : tanggal dan bulan pada kwitansi tidak perlu diisi.. : ===== . ......................................................... RUPIAH ===== UNTUK PEMBAYARAN : BELANJA HIBAH UNTUK BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) KABUPATEN/KOTA ................. MANAJER BOS KAB/KOTA .... KECAMATAN ............................. 2010 KEPALA SEKOLAH ....... TAHUN 2011 KEPADA SEKOLAH ........................................ TERIMA DARI SEBESAR : BUPATI/WALIKOTA................ DESA / KELURAHAN ....... bukan desa/Kel .............‐  Mengetahui: Nama Kab/Kota........ 50 ........ KABUPATEN/KOTA ...........................

....... Nama Siswa Alamat Orang Tua Total …………...........................……… Kepala Sekolah Format BOS-06................................................................... Nama Sekolah Status Sekolah Alamat Sekolah Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Rata-Rata Iuran Siswa Tiap Bulan Rata-Rata Nilai UN/UAS Jumlah Siswa No.... : .................................................................................. : Negeri/Swasta : ... : Rp ................................... tanggal …………………......... : .......................... (P) dan .... : .......Daftar Siswa Miskin Yang Dibebaskan Dari Segala Jenis Pungutan/Iuran : ....................... : ........................ : ........................................ : ... (L) Kelas Nama Orang Tua Pekerjaan Orang Tua Alokasi BOS Pemanfaatan Dana BOS : Rp ...... Daftar Siswa Miskin yang dibebaskan Komite Sekolah ………………………………… ………………………………… 51 ...................

Alamat : 2. Penerima Pertanyaan/Saran 5. Nama : b. Identitas Penanya/Pemberi Saran a. Kritik dan Saran LEMBAR PENCATATAN PERTANYAAN/KRITIK/SARAN 1. 52 . Uraian Pertanyaan/Saran: 4. Tanggal Penerimaan Pertanyaan/Saran : 3. Tindak Lanjut Saran: : 200_ Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah.Format BOS-07.

Alamat : 2. Uraian Pengaduan: : : : : : 5. Identitas Pengadu a. Pengaduan LEMBAR PENCATATAN PENGADUAN MASYARAKAT 1. Desa/Keluarahan c. Penyelidik : 7. Keputusan/Rekomendasi: 9. Provinsi 4. Kabupaten/Kota d.Format BOS-8. Tanggal Terima Pengaduan 3. Tanggal Penyelidikan Dilakukan : 6. Tanggal pemberitahuan kepada Pengadu tentang keputusan/dan pelaksanaan keputusan : 53 . Lokasi Kejadian a. RT/RW/Dusun b. Nama : b. Pelaksanaan Keputusan 10. Temuan: 8.

Dokumen yang diterima: 200_ Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah. 54 .11.

.……… Kepala Sekolah Format BOS-09 Daftar Buku Teks Yang Dibeli Oleh Sekolah Komite Sekolah ………………………………… ………………………………… NIP 55 .Daftar Buku Teks Yang Dibeli Sekolah Dari Dana BOS Periode __________________ : : : : Sekolah Alamat Alokasi Dana BOS Jumlah Siswa Judul Buku Pengarang Penerbit No Jumlah Buku Jumlah …………. tanggal ………………….

...................……… Dewan Pendidikan Kab/Kota ......................... tanggal ………………….... ………………………………… ………………………………… NIP 56 ........................... Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota .......Format BOS-10 Rekapitulasi Buku Teks Yang Dibeli Oleh Sekolah Rekapitulasi Jumlah dan Judul Buku Yang Dibeli Sekolah Periode __________________ Kabupaten/Kota Provinsi : : No NSS Sekolah Jumlah Siswa Jumlah Dana (Rp) Jumlah Buku (eks) Total Rekapitulasi Judul Buku No Judul Buku Penerbit Jumlah Buku (eks) …………....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful