Take Home Test Metodologi Penelitian Ilmiah

HIPOTESA

Disusun Oleh :

Eva Puspitasari

P2CC10049

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN PURWOKERTO 2011

Dalam pengumpulan fakta-fakta. Mengingat pentingnya teori untuk melandasi kegiatan penelitian. peneliti diharapkan mampu menemukan dan merumuskan landasan teori secara tepat. Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Selain itu peneliti pun harus memahami secara jelas bagaimana hipotesis dirumuskan. dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu (Rianto Adi. Pentingnya kedudukan hipotesisis dalam penelitian mengharuskan peneliti memahami betul konsep hipotesis. Untuk itu. setiap penelitian harus memiliki landasan teori yang kuat. diperlukan kemampuan para peneliti untuk memahami dan memaparkan teori yang digunakannya sebagai landasan.acehforum. yakni dalam bab tersendiri tentang landasan teori. Sebagai jawaban sementara atas hasil penelitian.php/9952Pengertian-Penelitian).(http://www. melainkan dirumuskan dengan bersandarkan pada teori-teori yang telah ada.or. Latar Belakang Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti. para peneliti secara fundamental harus memiliki pemahaman yang tepat tentang teori karena hanya dengan berbekal pemahaman tentang arti atau konsep teori dan bagaimana teori itu diciptakan dan dikembangkan. 2004:2). Menurut Penny. hipotesis harus dirumuskan dengan benar. Hipotesis penelitian yang dirumuskan berdasarkan teori-teori yang relevan dinamakan hipotesis penelitian atau hipotesis alternatif. Menurut Naga (2008:54). Ingkaran atau negasi dari hipotesis alternatif disebut hipotesis nol atau hipotesis statistik. Secara eksplisit teori-teori yang melandasi suatu penelitan harus dijelaskan dalam laporan.id/showthread. Salah satu contoh konkret pentingnya teori dalam kegiatan penelitian adalah untuk perumusan hipotesis. Dengan kata lain hipotesis hanya akan dapat dirumuskan dengan tepat jika peneliti telah mengkaji teori secara benar. apa fungsi atau kegunaan hipotesis dalam suatu penelitian. Melalui pengkajian terhadap berbagai teori yang ada. peneliti tidak akan mendapat kesulitan berarti dalam menyusun landasan teori untuk penelitiannya. Jawaban-jawaban sementara tersebut tentunya tidak dirumuskan secara asal. Hipotesis nol perlu .PENDAHULUAN 1.

sehingga secara teoretik telah mempunyai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan pemikiran tersebut jelas bahwa hipotesis penelitian tidak ditentukan secara asal-asalan. . hipotesis juga dianggap sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian dan masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empirik. Jadi hipotesis adalah hasil dari tinjauan pustaka atau proses rasional dari penelitian yang telah mempunyai kebenaran secara teoritik. juga merupakan penemuan yang dapat bermanfaat bagi pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Seorang peneliti harus waspada jangan sampai mempunyai “vested interest” untuk membenarkan kebenaran hipotesisnya. sehingga berusaha bagaimanapun juga menyesuaikan datanya dengan hipotesisnya. tetapi berdasarkan atas teori. Pembentukan hipotesis tidak berarti bahwa hubungan tertentu yang diharapkan merupakan suatu fakta yang pasti. Kesimpulan mengenai hipotesis penelitian adalah implikasi logis dari hasil pengujian terhadap hipotesis nol. Oleh karena itu. Artinya. Namun demikian kebenaran hipotesis masih harus diuji secara empirik. sedangkan sebenarnya hipotesis itu sendiri masih harus diuji kebenarannya. jika hipotesis nol ditolak maka hipotesis penelitian diterima atau dianggap benar dengan taraf kepercayaan 1 . kerangka pikir. Gejala ini menunjukkan bahwa ada kalanya seorang peneliti tidak sadar bahwa kalau hipotesisnya tidak teruji.dirumuskan secara statistik karena dalam pengujian statistik yang diuji adalah hipotesis nol.α. dan fakta komparasi yang cukup kuat.

2005: 151) menyatakan bahwa . Hipotesis memang baru merupakan suatu kemungkinan jawaban dari masalah yang diajukan. Ketepatan ramalan itu tentu tergantung pada penguasaan peneliti itu atas ketepatan landasan teoritis dan generalisasi yang telah dibacakan pada sumber-sumber acuan ketika melakukan telaah pustaka. Sedangkan Good dan Scates (Nazir. Menurutnya. sedang tesis berarti pendapat. 2005: 151) memberikan definisi hipotesis sebagai “suatu keterangan sementara sebagai suatu fakta yang dapat diamati”. Nazir (2005: 151) menyatakan bahwa hipotesis tidak lain dari jawaban sementara terhadap permasalahn penelitian. 2004: 80). belum benar-benar berstatus sebagai suatu tesis. yang kebenarannya harus diuji secara empiris. hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau yang ingin kita pelajari. Secara statistik. Pada bagian lain. dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah penelitian selanjutnya. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Hipotesis adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagaimana adanya. Ia menyatakan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya. 2005: 151) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati. Kerlinger (Nazir. Mengenai pengertian hipotesis ini. Trelease (Nazir. Secara teknik. (Margono.PEMBAHASAN 1. hipotesis merupakan pernyataan keadaan parameter yang akan diuji melalui statistik sampel. Di dalam hipotesis itu terkandung suatu ramalan. Margono (2004: 67) pun mengungkapkan pengertian lainnya tentang hipotesis. hipotesis adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya melalui data yang diperoleh dari sampel penelitian. Hipo berarti kurang dari. Definisi Hipotesis berasal dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). pada saat fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam verifikasi. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara.

dan secara teoritik dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya. . Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat tetapi jelas. Kriteria Hipotesis Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang penting kedudukannya dalam penelitian. 2. 2. Jawaban sementara yang masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empirik yang diperoleh dari sampel. Oleh karena itulah maka peneliti dituntut kemampuannya untuk dapat merumuskan hipotesis ini dengan jelas. 3. Hipotesis harus dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua atau dua Hipotesis harus didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau 2. d. Hipotesis dinyatakan sebagai hubungan antara ubahan-ubahan. yaitu: 1. Hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Penelitian yang merumuskan dan menguji hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel. Hipotesis dapat diuji kebenarannya. menguji kebenarannya. Hipotesis dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Hipotesis harus menyatakan hubungan atau perbedaan. b. hasil penelitian yang relevan. Margono (2004: 68) memberikan pedoman yang dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. atau peneliti dapat mengumpulkan data untuk Hipotesis dirumuskan dengan jelas. lebih variabel. 3. Merupakan pernyataan tentang karakteristik populasi. Hasil dari proses teoritik dan komparasi fakta yang andal. Penelitian kualitatif pada tahap tertentu mungkin baru bisa menemukan hipotesis. 2002: 66) mengajukan adanya persyaratan untuk hipotesis. Borg dan Gall (Arikunto. c. yang selanjutnya hipotesis yang telah ditemukan diuji oleh peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif. 4. Pedoman tersebut yaitu: 1.

2. Sehubungan dengan ini. Semakin spesifik atau khas sebuah hipotesis dirumuskan. baik dengan nalar dan kekuatan memberi alasan ataupun dengan menggunakan alat-alat statistika. bukan berarti hipotesis baru diterima jika hubungan yang dinyatakan harus cocok dengan fakta. Hipotesis harus merupakan pernyataan terkaan tentang hubunganhubungan antarvariabel. Hipotesis harus dapat diuji. Artinya. Ini berarti bahwa hipotesis mengandung dua atau lebih variabel-variabel yang dapat diukur ataupun secara potensial dapat diukur. maka hipotesis bukan lagi terkaan. Hipotesis harus dapat dimengerti. Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk yang sederhana dan terbatas untuk mengurangi timbulnya kesalahpahaman pengertian. tetapi merupakan suatu pertanyaan yang tidak berfungsi sama sekali. 5. Kandungan konsep dan variabel harus jelas. hipotesis harus spesifik. sama sekali bukan hipotesis dalam pengertian metode ilmiah. . Hipotesis harus dapat diuji. Hipotesis yang tidak mempunyai ciri di atas. 3. Hipotesis harus spesifik dan sederhana Menurut Nazir (2005: 152) hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Pernyataan hubungan antar variabel yang terlalu umum biasanya akan memperoleh banyak kesulitan dalam pengujian kelak. Hipotesis harus sederhana. Hipotesis harus berhubungan dengan ilmu. Alasan yang diberikan biasanya bersifat deduktif. serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan. Hipotesis harus dapat diuji. hipotesis harus terang. maka supaya dapat diuji. Jika tidak. f. Hipotesis juga harus tumbuh dari dan ada hubunganya dengan ilmu pengetahuan dan berada dalam bidang penelitian yang sedang dilakukan. Hipotesis harus sesuai dengan fakta. semakin kecil pula kemungkinan terdapat salah pengertian dan semakin kecil pula kemungkinan memasukkan hal-hal yang tidak relevan ke dalam hipotesis. dan tidak mengandung hal-hal yang metafisik. Hipotesis menspesifikasikan bagaimana variabel variabel tersebut berhubungan.e. Hipotesis harus cocok dengan fakta. Hipotesis harus menyatakan hubungan. Sesuai dengan fakta. 4.

Beberapa orang sering membedakan adanya hipotesis mayor dan hipotesis minor. Hipotesis Mayor dan Minor Kadang-kadang hipotesis dapat dijabarkan kedalam hipotesis-hipotesis yang lebih spesifik lagi (sub hipotesis). dan tergantung dari pendekatan dalam mebaginya. Judul : “Pola sidik jari pada penderita sindrom down dan anak normal di Purwokerto” motivasi berpengaruh terhadap kinerja guru matematika dalam Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Sekolah Menengah Atas Kota Hipotesa dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pola sidik jari pada penderita sindrom down dengan anak normal 3. Hipotesis harus dapat diuji dengan aplikasi deduktif atau induktif untuk verifikasi. Menurut beliau. harus masuk akal dan tidak bertentangan dengan hukum alam yang telah diciptakan Tuhan.6. Hipotesis harus dirumuskan sesuai dengan kemampuan teknologi serta keterampilan menguji dari si peneliti. Hipotesis mayor masih lebih bersifat umum sedangkan hipotesis minor lebih bersifat khusus (spesifik) dan penjabaran dari hipotesis mayor. Jenis-Jenis Hipotesis Nazir (2005: 153-154) menyatakan bahwa hipotesis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Contoh hipotesis 1. Hipotesis harus bisa menerangkan fakta. menurut Nazir (2005: 153) hipotesis yang baik harus mempertimbangkan semua fakta-fakta yang relevan. Secara umum. hipotesis dapat dibagi sebagai berikut: 1. 2. Judul : “Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru matematika dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK ) pada sekolah menengah atas kota Palembang”. . Palembang. Hipotesa dalam penelitian ini adalah Faktor–faktor kemampuan/pengetahuan keterampilan. Hipotesis juga harus dinyatakan daam bentuk yang dapat menerangkan hubungan fakta-fakta yang ada dan dapat dikaitkan dengan teknik pengujian yang dapat dikuasai.

” Hipotesis biasanya diuji dengan menggunakan statistika. 3. Dengan menolak hipotesis nul. yang mendasari teknik korelasi ataupun regresi. c. Makin baik kualitas sarana air bersih makin baik kualitas air bersih.. . Hipotesis tentang hubungan adalah pernyataan rekaan yang menyatakan tentang saling berhubungan antara dua variabel atau lebih. Perumusannya bisa dalam bentuk: “Tidak ada beda antara …. Hipotesis nul. Hipotesis Kerja dan Hipotesis Nul Dengan melihat cara pandang seorang peneliti menyusun pernyataan dalam hipotesisnya. Dalam hipotesis nul ini. yang mula-mula diperkenalkan oleh bapak statistikan Fisher. diformulasikan untuk ditolak sesudah pengujian. hipotesis yang menjelaskan perbedaan menyatakan adanya ketidaksamaan antarvariabel tertentu disebabkan oleh adanya pengaruh variabel-variabel yang berbeda-beda. Hipotesis tentang hubungan dan perbedaan merupakan hipotesis hubungan analitis. secara analitis menyatakan hubungan atau perbedaan satu sifat dengan sifat yang lain. Makin tinggi tingkat ekonomi makin baik kualitas air bersih. 2. Hipotesis nul biasanya digunakan dalam penelitian eksperimental.. Hipotesis Minor (Sub Hipotesis) : a. Makin tinggi pendidikan makin baik kualitas air bersihnya. d. hipotesis dapat dibedakan antara hipotesis kerja dan nul. Apabila suatu hipotesis sudah spesifik dan tidak perlu dijabarkan lagi maka hipotesis minor (sub hipotesis) tidak perlu disusun lagi. selalu ada implikasi “tidak ada beda”. yang disebut hipotesis alternatif. maka kita menerima hipotesis pasangan. Makin baik perilaku makin baik kualitas air bersih. Hipotesis ini. perilaku. pendidikan. Hipotesis Hubungan dan Perbedaan Hipotesis dapat kita bagi dengan melihat apakah pernyataan sementara yang diberikan adalah hubungan atau perbedaan.Contoh : Hipotesis Mayor : Kualitas air bersih ditentukan oleh kualitas sarana air bersih. b. dengan …. dan sosial ekonomi keluarga. Hipotesis ini mendasari teknik penelitian komparatif. Sebaliknya.

di lain pihak. tentang hubungan jenis tanaman A dengan jenis tanah A dan jenis tanaman B dengan jenis tanah B. orang harus melangkah lebih jauh daripada sekedar mengumpulkan faktafakta yang berserakan. Hipotesis ideal adalah peningkatan dari hipotesis analitis. Contohnya. 4. mempunyai rumusan dengan implikasi alternatif di dalamnya. Jika kita perinci hubungan ideal di atas. seperti penelitian di bidang sosiologi. Misalnya. Hipotesis ini biasanya menyatakan hubungan keseragaman kegiatan terapan. hipotesis merupakan hal yang sangat berguna. Sebaliknya. si peneliti dapat bekerja lebih mudah dan terbimbing dalam memilih fenomena yang relevan dalam rangka memecahkan masalah penelitiannya. hipotesis mengenai hubungan tenaga kerja dengan luas garapan. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang Untuk dapat sampai pada pengetahuan yang dapat dipercaya mengenai masalah pendidikan. misalnya mencari hubungan antara varietas-varietas tanaman A saja. yaitu: 1. maka kita memformulasikan hipotesis analitis. Terkait dengan hal itu. Hipotesis ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan logis antara keseragamankeseragaman pengalaman empiris. hipotesis sederhana tentang produksi dan status pemilikan tanah. untuk mencari generalisasi dan antar hubungan yang ada di antara .Akhir-akhir ini hipotesis nul juga digunakan dalam penelitian sosial. Hipotesis tentang ideal vs common sense Hipotesis acapkali menyatakan terkaan tentang dalil dan pemikiran bersahaja dan common sense (akal sehat). Dengan adanya hipotesis kerja. Kegunaan Hipotesis Dalam penelitian. hipotesis yang menyatakan hubungan yang kompleks dinamakan hipotesis jenis ideal. 4. Hipotesis kerja. Hipotesis kerja biasanya dirumuskan sebagai berikut: “Andaikata…… maka……” Hipotesis kerja biasanya diuji untuk diterima dan dirumuskan oleh peneliti-peneliti ilmu sosial dalam disain yang noneksperimental. Furchan (2004: 115) mengungkapkan kegunaan hipotesis penelitian. pendidikan dan lain-lain.

Hipotesis dapat memberikan dasar bagi pemilihan sampel serta prosedur penelitian yang harus dipakai. Karena hipotesis itu dapat diuji dan divalidasi (diuji keshahihannya) melalui penyelidikan ilmiah. Hipotesis juga dapat menunjukkan analisis statistik yang diperlukan agar ruang lingkup studi tersebut tetap terbatas. 2. Pola semacam itu tidak mungkin menjadi jelas selama pengumpulan data dilakukan tanpa arah. tatapi hanya hubungan antara variabel-variabel sajalah yang dapat diuji. jelas bahwa peneliti harus melakukan eksperimen yang membandingkan hasil belajar di . Hipotesis yang telah terencana dengan baik akan memberikan arah dan mengemukakan penjelasan-penjelasan.fakta-fakta itu. Dengan demikian hipotesis juga menentukan sifatsifat data yang diperlukan guna menguji pernyataan tersebut. yang penting bagi pemahaman persoalan. Hipotesis itu pun bahkan menuntun peneliti kepada tes statistik yang mungkin diperlukan untuk menganalisis data. hipotesis menunjukkan kepada peneliti apa yang harus dilakukan. Sebagai contoh. 3. Fakta-fakta yang harus dipilih dan diamati adalah fakta yang ada hubungannya dengan pertanyaan tertentu. orang tidak akan menguji pertanyaan “Apakah komentar guru terhadap pekerjaan murid menyebabkan peningkatan hasil belajar secara nyata?” Akan tetapi orang dapat menguji hipotesis yang tersirat dalam pertanyaan tersebut: “Komentar guru terhadap hasil pekerjaan murid menyebabkan meningkatnya hasil belajar hasil belajar murid secara nyata”. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang berlangsung dapat diuji dalam penelitian. Misalnya. Secara sangat sederhana. maka hipotesis dapat membantu kita memperluas pengetahuan. yaitu komentar guru dan prestasi siswa. dengan mencegahnya menjadi terlalu sarat. lihatlah kembali hipotesis tentang latihan prasekolah anak-anak kelas satu yang mengalami hambatan kultural. Selanjutnya orang dapat meneliti hubungan antara kedua variabel itu. Antar hubungan dan generalisasi ini akan memberikan gambaran pola. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. Dari pernyataan hipotesis itu. Hipotesislah yang menentukan relevansi fakta-fakta itu. Penelitian memang dimulai dengan suatu pertanyaan. Hipotesis itu menunjukkan metode penelitian yang diperlukan serta sampel yang harus dipakai. Pertanyaan tidak dapat diuji secara langsung. Hipotesis merupakan tujuan khusus.

Nazir (2005: 154) menyatakan bahwa menemukan suatu hipotesis merupakan kemampuan si peneliti dalam mengaitkan masalah-masalah dengan variabel-variabel yang dapat diukur dengan menggunakan suatu kerangka analisis yang dibentuknya. objek- objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki. 5. si peneliti harus: 1. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan Hipotesis akan sangat memudahkan peneliti kalau ia mengambil setiap hipotesis secara terpisah dan menyatakan kesimpulan yang relevan dengan hipotesis itu. 2. tetapi berdasarkan atas teori. Setiap perbedaan hasil belajar rata-rata kedua kelompok tersebut dapat dianalisis dengan tes atau teknik analisis variansi. Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. 4. Menggali dan merumuskan hipotesis mempunyai seni tersendiri. sehingga membuat penyajian itu lebih berarti dan mudah dibaca. Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat. kerangka pikir. Hipotesis adalah hasil tinjauan pustaka atau proses rasional dari penelitian yang telah mempunyai kebenaran secara teoritik.kelas satu dari sampel siswa yang mengalami hambatan kultural dan telah mengalami program prasekolah dengan sekelompok anak serupa yang tidak mengalami program prasekolah. dan fakta komparasi yang cukup kuat. Menurut Nazir (2005: 154) dalam menggali hipotesis. agar dapat diketahui signifikansinya menurut statistik. . peneliti dapat menyusun bagian laporan tertulis ini di seputar jawaban-jawaban terhadap hipotesis semula. Membangun Hipotesis Hipotesis penelitian tidak ditentukan secara asal-asalan. Si peneliti harus sanggup memfokuskan permasalahan sehingga hubungan-hubungan yang terjadi dapat diterka. 3. Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuai dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan. sehingga secara teoretik telah mempunyai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Artinya.

Analogi juga merupakan hipotesis. 3. yaitu: 1. perumusan hipotesis dimulai dengan pembentukan kerangka analisis. sedangkan sebenarnya hipotesis itu sendiri masih harus diuji kebenarannya. 4. Data yang tersedia.hipotesis dikaitkan dengan model matematika tersebut. Kebudayaan di mana ilmu tersebut dibentuk. Reaksi individu dan pengalaman. Pendapat lainnya mengenai sumber hipotesis diungkapkan oleh Good dan Scates (Nazir. 7. Pembentukan hipotesis tidak berarti bahwa hubungan tertentu yang diharapkan merupakan suatu fakta yang pasti. Goode dan Hatt (Nazir. Gejala ini menunjukkan bahwa ada kalanya seorang peneliti tidak sadar bahwa kalau hipotesisnya tidak teruji. Pengetahuan tentang kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki. 2005: 155). 5. Kerangka analisis ini biasanya dinyatakan dalam model matematika. 6. sehingga berusaha bagaimanapun juga menyesuaikan datanya dengan hipotesisnya. Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan. 3. 2. dan teori memberikan arah kepada penelitian. Seorang peneliti harus waspada jangan sampai mempunyai “vested interest” untuk membenarkan kebenaran hipotesisnya.Dalam penelitian ilmu-ilmu sosial yang telah cukup berkembang seperti ilmu ekonomi misalnya. Imajinasi atau angan-angan. yaitu: 1. 4. Ia memberikan beberapa sumber yang dapat digunakan untuk menggali hipotesis. Ilmu itu sendiri yang menghasilkan teori. yang kemudian diuji dengan menggunakan data empiris. Analogi atau kesamaan. Hipotesis. 2005: 155) memberikan empat buah sumber untuk menggali hipotesis. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu. . juga merupakan penemuan yang dapat bermanfaat bagi pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Materi bacaan dan literatur. 2.

untuk menerima atau menolak hipotesis. Gagasan terbaik. Menurut Furchan (2004: 130-131). Kerangka pengujian harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum si peneliti mengumpulkan data. karena bukti tersebut memberikan alasan kepada kita untuk menerima hipotesis. Menerapkan metode ini serta mengumpulkan data yang dapat dianalisis untuk menunjukkan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data atau tidak. Untuk menguji hipotesis diperlukan data atau fakta-fakta. eksperimentasi. Jika hipotesis diuji dengan konsistensi logis. tetapi diuji validitasnya. penguasaan penggunaan teori secara logis. Pengujian hipotesis memerlukan pengetahuan yang luas mengenai teori. Data tersebut kemudian kita nilai untuk mengetahui apakah hipotesis tersebut cocok dengan fakta tersebut atau tidak. dan teknik-teknik pengujian. Secara umum hipotesis dapat diuji dengan dua cara. maka si peneliti memilih suatu desain di mana logika dapat digunakan. Dalam menguji hipotesis dengan mencocokkan fakta. pendapat para ahli. Hipotesis tersebut harus lulus dari tes empiris dan tes logika. 2. maka diperlukan percobaan-percobaan untuk memperoleh data. dan hipotesis adalah konsekuensi logis dari bukti yang diperoleh. Menarik kesimpulan tentang konsekuensi-konsekuensi yang akan dapat diamati apabila hipotesis tersebut benar. untuk menguji hipotesis peneliti harus: 1. Memilih metode-metode penelitian yang akan memungkinkan pengamatan. metode sejarah. dan sebagainya.6. hipotesis tersebut kemudian diuji secara empiris. dan 3. Cara ini sering digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian yang menggunakan metode noneksperimental seperti metode deskriptif. Cara Menguji Hipotesis Setelah hipotesis dirumuskan dan dievaluasi menurut kriteria di atas. Pada akhirnya. Cara ini biasa dikerjakan dengan menggunakan disain percobaan. dan deduksi pun kadang-kadang bisa menyesatkan. statistik. Kecocokan hipotesis dengan fakta bukanlah membuktikan hipotesis. . atau prosedur lain yang diperlukan untuk menunjukkan apakah akibatakibat tersebut terjadi atau tidak. kerangka teori. yaitu mencocokkan dengan fakta. Hipotesis tidak pernah dibuktikan kebenarannya. semuanya itu harus diuji melalui pengumpulan data yang teliti. atau dengan mempelajari konsistensi logis.

Terhadap hipotesis yang sudah dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni (Arikunto) : 1. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian). . 2. Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung).

Hipotesis harus menyatakan hubungan atau perbedaan. Sumber hipotesa dapat berasal dari a. Hipotesis Hubungan dan Perbedaan c. f. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang . Data yang tersedia. b. Analogi atau kesamaan a. e. Hipotesis Kerja dan Hipotesis Nul d. Hipotesis tentang ideal vs common sense 4. dan secara teoritik dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya.KESIMPULAN 1. Jawaban sementara yang masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empirik yang diperoleh dari sampel. Kegunaan hipotesis a. Materi bacaan dan literatur. hipotesis h. c. d. Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan. Hipotesis berasal dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). Hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara. Jenis-jenis hipotesis dibedakan menjadi minor lebih bersifat khusus (spesifik) dan penjabaran dari hipotesis mayor. g. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu. belum benar-benar berstatus sebagai suatu tesis. Hipotesis harus dapat diuji. Pengetahuan tentang kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki. 2. Merupakan pernyataan tentang karakteristik populasi. d. b. e. c. Hipotesis harus spesifik dan sederhana 3. sedang tesis berarti pendapat. Imajinasi atau angan-angan. Hipo berarti kurang dari. b. f. Hipotesis Mayor dan Minor: Hipotesis mayor lebih bersifat umum. Hasil dari proses teoritik dan komparasi fakta yang andal.

3) eksperimentasi. pengamatan. d. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang berlangsung dapat diuji Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. atau dengan mempelajari konsistensi logis menunjukkan apakah akibat-akibat tersebut terjadi atau tidak. diperlukan dalam penelitian 5. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan Secara umum hipotesis dapat diuji dengan dua cara.b. dan Menerapkan metode ini serta mengumpulkan data yang dapat dianalisis untuk menunjukkan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data atau tidak . Cara menguji hipotesis a. c. b. yaitu mencocokkan dengan untuk menguji hipotesis peneliti harus: 1) 2) Menarik kesimpulan tentang konsekuensi-konsekuensi yang akan dapat Memilih metode-metode atau penelitian prosedur yang lain akan yang memungkinkan untuk diamati apabila hipotesis tersebut benar. fakta.

Accessed Penelitian from http://www. Prosedur Penelitian: Suatu Pengantar Praktik. 2008. 64 Rumus Terapan. Rianto.or. Santun Dali... 2004.acehforum. Margono. Jakarta: Granit Anonim. Jakarta: Rineka Cipta. . Jakarta: Ghalia Indonesia. 2004.2004. Metodologi Penelitian Pendidika. Metode Penelitian. Jakarta: Grasindo. A. S. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Furchan.Daftar Pustaka Adi.Metode Penelitian Sosial dan Hukum .php/9952-Pengertian- Arikunto. edisi 1. Naga. 2005. Nazir.id/showthread. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Rineka Cipta. 2006.