Take Home Test Metodologi Penelitian Ilmiah

HIPOTESA

Disusun Oleh :

Eva Puspitasari

P2CC10049

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN PURWOKERTO 2011

Sebagai jawaban sementara atas hasil penelitian.php/9952Pengertian-Penelitian). Menurut Naga (2008:54). para peneliti secara fundamental harus memiliki pemahaman yang tepat tentang teori karena hanya dengan berbekal pemahaman tentang arti atau konsep teori dan bagaimana teori itu diciptakan dan dikembangkan. Menurut Penny. Dalam pengumpulan fakta-fakta. peneliti diharapkan mampu menemukan dan merumuskan landasan teori secara tepat. setiap penelitian harus memiliki landasan teori yang kuat. peneliti tidak akan mendapat kesulitan berarti dalam menyusun landasan teori untuk penelitiannya. apa fungsi atau kegunaan hipotesis dalam suatu penelitian. dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu (Rianto Adi. Ingkaran atau negasi dari hipotesis alternatif disebut hipotesis nol atau hipotesis statistik. diperlukan kemampuan para peneliti untuk memahami dan memaparkan teori yang digunakannya sebagai landasan. hipotesis harus dirumuskan dengan benar.acehforum. Mengingat pentingnya teori untuk melandasi kegiatan penelitian. Pentingnya kedudukan hipotesisis dalam penelitian mengharuskan peneliti memahami betul konsep hipotesis. Secara eksplisit teori-teori yang melandasi suatu penelitan harus dijelaskan dalam laporan. Hipotesis penelitian yang dirumuskan berdasarkan teori-teori yang relevan dinamakan hipotesis penelitian atau hipotesis alternatif.or. Untuk itu. yakni dalam bab tersendiri tentang landasan teori. Latar Belakang Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti. Jawaban-jawaban sementara tersebut tentunya tidak dirumuskan secara asal. Salah satu contoh konkret pentingnya teori dalam kegiatan penelitian adalah untuk perumusan hipotesis. Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Melalui pengkajian terhadap berbagai teori yang ada. melainkan dirumuskan dengan bersandarkan pada teori-teori yang telah ada. Selain itu peneliti pun harus memahami secara jelas bagaimana hipotesis dirumuskan. 2004:2).PENDAHULUAN 1. Dengan kata lain hipotesis hanya akan dapat dirumuskan dengan tepat jika peneliti telah mengkaji teori secara benar. Hipotesis nol perlu .id/showthread.(http://www.

Kesimpulan mengenai hipotesis penelitian adalah implikasi logis dari hasil pengujian terhadap hipotesis nol.dirumuskan secara statistik karena dalam pengujian statistik yang diuji adalah hipotesis nol.α. Artinya. Seorang peneliti harus waspada jangan sampai mempunyai “vested interest” untuk membenarkan kebenaran hipotesisnya. dan fakta komparasi yang cukup kuat. Berdasarkan pemikiran tersebut jelas bahwa hipotesis penelitian tidak ditentukan secara asal-asalan. Jadi hipotesis adalah hasil dari tinjauan pustaka atau proses rasional dari penelitian yang telah mempunyai kebenaran secara teoritik. juga merupakan penemuan yang dapat bermanfaat bagi pengetahuan tentang masalah yang diteliti. sehingga secara teoretik telah mempunyai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Gejala ini menunjukkan bahwa ada kalanya seorang peneliti tidak sadar bahwa kalau hipotesisnya tidak teruji. . jika hipotesis nol ditolak maka hipotesis penelitian diterima atau dianggap benar dengan taraf kepercayaan 1 . Oleh karena itu. Namun demikian kebenaran hipotesis masih harus diuji secara empirik. tetapi berdasarkan atas teori. sehingga berusaha bagaimanapun juga menyesuaikan datanya dengan hipotesisnya. Pembentukan hipotesis tidak berarti bahwa hubungan tertentu yang diharapkan merupakan suatu fakta yang pasti. kerangka pikir. hipotesis juga dianggap sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian dan masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empirik. sedangkan sebenarnya hipotesis itu sendiri masih harus diuji kebenarannya.

2004: 80). hipotesis merupakan pernyataan keadaan parameter yang akan diuji melalui statistik sampel. Trelease (Nazir. Hipo berarti kurang dari. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. yang kebenarannya harus diuji secara empiris. (Margono. 2005: 151) memberikan definisi hipotesis sebagai “suatu keterangan sementara sebagai suatu fakta yang dapat diamati”.PEMBAHASAN 1. Di dalam hipotesis itu terkandung suatu ramalan. dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah penelitian selanjutnya. pada saat fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam verifikasi. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara. hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau yang ingin kita pelajari. Hipotesis memang baru merupakan suatu kemungkinan jawaban dari masalah yang diajukan. Ia menyatakan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya. 2005: 151) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati. Nazir (2005: 151) menyatakan bahwa hipotesis tidak lain dari jawaban sementara terhadap permasalahn penelitian. Margono (2004: 67) pun mengungkapkan pengertian lainnya tentang hipotesis. Pada bagian lain. Secara statistik. Ketepatan ramalan itu tentu tergantung pada penguasaan peneliti itu atas ketepatan landasan teoritis dan generalisasi yang telah dibacakan pada sumber-sumber acuan ketika melakukan telaah pustaka. Hipotesis adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagaimana adanya. sedang tesis berarti pendapat. Definisi Hipotesis berasal dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). Menurutnya. Kerlinger (Nazir. Mengenai pengertian hipotesis ini. Sedangkan Good dan Scates (Nazir. hipotesis adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya melalui data yang diperoleh dari sampel penelitian. Secara teknik. belum benar-benar berstatus sebagai suatu tesis. 2005: 151) menyatakan bahwa .

Hasil dari proses teoritik dan komparasi fakta yang andal. menguji kebenarannya. Hipotesis dinyatakan sebagai hubungan antara ubahan-ubahan. Margono (2004: 68) memberikan pedoman yang dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. yang selanjutnya hipotesis yang telah ditemukan diuji oleh peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif. 3. Penelitian yang merumuskan dan menguji hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. 3.hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel. hasil penelitian yang relevan. Hipotesis harus menyatakan hubungan atau perbedaan. 2002: 66) mengajukan adanya persyaratan untuk hipotesis. Hipotesis dapat diuji kebenarannya. Kriteria Hipotesis Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang penting kedudukannya dalam penelitian. Merupakan pernyataan tentang karakteristik populasi. dan secara teoritik dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya. Hipotesis dinyatakan dalam kalimat pernyataan. lebih variabel. c. yaitu: 1. 4. Borg dan Gall (Arikunto. d. . Oleh karena itulah maka peneliti dituntut kemampuannya untuk dapat merumuskan hipotesis ini dengan jelas. Jawaban sementara yang masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empirik yang diperoleh dari sampel. 2. 2. b. Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat tetapi jelas. Penelitian kualitatif pada tahap tertentu mungkin baru bisa menemukan hipotesis. Hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Hipotesis harus dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua atau dua Hipotesis harus didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau 2. atau peneliti dapat mengumpulkan data untuk Hipotesis dirumuskan dengan jelas. Pedoman tersebut yaitu: 1.

Alasan yang diberikan biasanya bersifat deduktif. Kandungan konsep dan variabel harus jelas. 5. Jika tidak. 2. Hipotesis harus dapat diuji. Ini berarti bahwa hipotesis mengandung dua atau lebih variabel-variabel yang dapat diukur ataupun secara potensial dapat diukur. Pernyataan hubungan antar variabel yang terlalu umum biasanya akan memperoleh banyak kesulitan dalam pengujian kelak. Hipotesis harus dapat dimengerti. tetapi merupakan suatu pertanyaan yang tidak berfungsi sama sekali. hipotesis harus spesifik. Sehubungan dengan ini. Sesuai dengan fakta. serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan. Hipotesis harus sederhana. Hipotesis harus merupakan pernyataan terkaan tentang hubunganhubungan antarvariabel. f. Hipotesis harus sesuai dengan fakta. Hipotesis harus spesifik dan sederhana Menurut Nazir (2005: 152) hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. 3. maka supaya dapat diuji. 4. baik dengan nalar dan kekuatan memberi alasan ataupun dengan menggunakan alat-alat statistika. maka hipotesis bukan lagi terkaan. Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk yang sederhana dan terbatas untuk mengurangi timbulnya kesalahpahaman pengertian. Semakin spesifik atau khas sebuah hipotesis dirumuskan. sama sekali bukan hipotesis dalam pengertian metode ilmiah. Hipotesis harus dapat diuji. semakin kecil pula kemungkinan terdapat salah pengertian dan semakin kecil pula kemungkinan memasukkan hal-hal yang tidak relevan ke dalam hipotesis. Hipotesis harus cocok dengan fakta. Hipotesis juga harus tumbuh dari dan ada hubunganya dengan ilmu pengetahuan dan berada dalam bidang penelitian yang sedang dilakukan. dan tidak mengandung hal-hal yang metafisik. Artinya. hipotesis harus terang.e. . Hipotesis harus berhubungan dengan ilmu. Hipotesis menspesifikasikan bagaimana variabel variabel tersebut berhubungan. Hipotesis harus menyatakan hubungan. bukan berarti hipotesis baru diterima jika hubungan yang dinyatakan harus cocok dengan fakta. Hipotesis yang tidak mempunyai ciri di atas. Hipotesis harus dapat diuji.

Hipotesis harus bisa menerangkan fakta. Menurut beliau. Jenis-Jenis Hipotesis Nazir (2005: 153-154) menyatakan bahwa hipotesis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. harus masuk akal dan tidak bertentangan dengan hukum alam yang telah diciptakan Tuhan. 2. Hipotesis Mayor dan Minor Kadang-kadang hipotesis dapat dijabarkan kedalam hipotesis-hipotesis yang lebih spesifik lagi (sub hipotesis). Secara umum. Palembang. Hipotesis mayor masih lebih bersifat umum sedangkan hipotesis minor lebih bersifat khusus (spesifik) dan penjabaran dari hipotesis mayor.6. hipotesis dapat dibagi sebagai berikut: 1. . menurut Nazir (2005: 153) hipotesis yang baik harus mempertimbangkan semua fakta-fakta yang relevan. Hipotesis harus dirumuskan sesuai dengan kemampuan teknologi serta keterampilan menguji dari si peneliti. Hipotesis harus dapat diuji dengan aplikasi deduktif atau induktif untuk verifikasi. Judul : “Pola sidik jari pada penderita sindrom down dan anak normal di Purwokerto” motivasi berpengaruh terhadap kinerja guru matematika dalam Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Sekolah Menengah Atas Kota Hipotesa dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pola sidik jari pada penderita sindrom down dengan anak normal 3. Contoh hipotesis 1. Judul : “Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru matematika dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK ) pada sekolah menengah atas kota Palembang”. Hipotesis juga harus dinyatakan daam bentuk yang dapat menerangkan hubungan fakta-fakta yang ada dan dapat dikaitkan dengan teknik pengujian yang dapat dikuasai. Beberapa orang sering membedakan adanya hipotesis mayor dan hipotesis minor. dan tergantung dari pendekatan dalam mebaginya. Hipotesa dalam penelitian ini adalah Faktor–faktor kemampuan/pengetahuan keterampilan.

d. Makin tinggi tingkat ekonomi makin baik kualitas air bersih.Contoh : Hipotesis Mayor : Kualitas air bersih ditentukan oleh kualitas sarana air bersih.. Hipotesis Kerja dan Hipotesis Nul Dengan melihat cara pandang seorang peneliti menyusun pernyataan dalam hipotesisnya. hipotesis yang menjelaskan perbedaan menyatakan adanya ketidaksamaan antarvariabel tertentu disebabkan oleh adanya pengaruh variabel-variabel yang berbeda-beda. . Hipotesis Minor (Sub Hipotesis) : a. Hipotesis Hubungan dan Perbedaan Hipotesis dapat kita bagi dengan melihat apakah pernyataan sementara yang diberikan adalah hubungan atau perbedaan.. selalu ada implikasi “tidak ada beda”. hipotesis dapat dibedakan antara hipotesis kerja dan nul. perilaku. maka kita menerima hipotesis pasangan. Apabila suatu hipotesis sudah spesifik dan tidak perlu dijabarkan lagi maka hipotesis minor (sub hipotesis) tidak perlu disusun lagi. Perumusannya bisa dalam bentuk: “Tidak ada beda antara …. Hipotesis nul. Makin baik kualitas sarana air bersih makin baik kualitas air bersih. Dengan menolak hipotesis nul. Makin baik perilaku makin baik kualitas air bersih. 2. secara analitis menyatakan hubungan atau perbedaan satu sifat dengan sifat yang lain. yang mendasari teknik korelasi ataupun regresi. Hipotesis tentang hubungan adalah pernyataan rekaan yang menyatakan tentang saling berhubungan antara dua variabel atau lebih. b. c. Hipotesis ini mendasari teknik penelitian komparatif. Dalam hipotesis nul ini. Hipotesis tentang hubungan dan perbedaan merupakan hipotesis hubungan analitis. dengan …. 3. dan sosial ekonomi keluarga. Makin tinggi pendidikan makin baik kualitas air bersihnya. yang mula-mula diperkenalkan oleh bapak statistikan Fisher. Hipotesis nul biasanya digunakan dalam penelitian eksperimental. diformulasikan untuk ditolak sesudah pengujian.” Hipotesis biasanya diuji dengan menggunakan statistika. yang disebut hipotesis alternatif. Sebaliknya. pendidikan. Hipotesis ini.

4. di lain pihak. si peneliti dapat bekerja lebih mudah dan terbimbing dalam memilih fenomena yang relevan dalam rangka memecahkan masalah penelitiannya. hipotesis sederhana tentang produksi dan status pemilikan tanah. pendidikan dan lain-lain. hipotesis mengenai hubungan tenaga kerja dengan luas garapan. untuk mencari generalisasi dan antar hubungan yang ada di antara . Hipotesis kerja. Hipotesis ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan logis antara keseragamankeseragaman pengalaman empiris. 4. hipotesis merupakan hal yang sangat berguna. Hipotesis tentang ideal vs common sense Hipotesis acapkali menyatakan terkaan tentang dalil dan pemikiran bersahaja dan common sense (akal sehat). tentang hubungan jenis tanaman A dengan jenis tanah A dan jenis tanaman B dengan jenis tanah B.Akhir-akhir ini hipotesis nul juga digunakan dalam penelitian sosial. Jika kita perinci hubungan ideal di atas. Contohnya. misalnya mencari hubungan antara varietas-varietas tanaman A saja. Furchan (2004: 115) mengungkapkan kegunaan hipotesis penelitian. Hipotesis ideal adalah peningkatan dari hipotesis analitis. mempunyai rumusan dengan implikasi alternatif di dalamnya. orang harus melangkah lebih jauh daripada sekedar mengumpulkan faktafakta yang berserakan. Dengan adanya hipotesis kerja. Terkait dengan hal itu. hipotesis yang menyatakan hubungan yang kompleks dinamakan hipotesis jenis ideal. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang Untuk dapat sampai pada pengetahuan yang dapat dipercaya mengenai masalah pendidikan. Kegunaan Hipotesis Dalam penelitian. Hipotesis ini biasanya menyatakan hubungan keseragaman kegiatan terapan. yaitu: 1. seperti penelitian di bidang sosiologi. Misalnya. maka kita memformulasikan hipotesis analitis. Sebaliknya. Hipotesis kerja biasanya dirumuskan sebagai berikut: “Andaikata…… maka……” Hipotesis kerja biasanya diuji untuk diterima dan dirumuskan oleh peneliti-peneliti ilmu sosial dalam disain yang noneksperimental.

Karena hipotesis itu dapat diuji dan divalidasi (diuji keshahihannya) melalui penyelidikan ilmiah. jelas bahwa peneliti harus melakukan eksperimen yang membandingkan hasil belajar di . Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang berlangsung dapat diuji dalam penelitian. Secara sangat sederhana. Sebagai contoh. yang penting bagi pemahaman persoalan. orang tidak akan menguji pertanyaan “Apakah komentar guru terhadap pekerjaan murid menyebabkan peningkatan hasil belajar secara nyata?” Akan tetapi orang dapat menguji hipotesis yang tersirat dalam pertanyaan tersebut: “Komentar guru terhadap hasil pekerjaan murid menyebabkan meningkatnya hasil belajar hasil belajar murid secara nyata”. Pertanyaan tidak dapat diuji secara langsung. Misalnya. Selanjutnya orang dapat meneliti hubungan antara kedua variabel itu. Hipotesis itu menunjukkan metode penelitian yang diperlukan serta sampel yang harus dipakai. Fakta-fakta yang harus dipilih dan diamati adalah fakta yang ada hubungannya dengan pertanyaan tertentu. Dari pernyataan hipotesis itu. dengan mencegahnya menjadi terlalu sarat. Penelitian memang dimulai dengan suatu pertanyaan. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. Hipotesis itu pun bahkan menuntun peneliti kepada tes statistik yang mungkin diperlukan untuk menganalisis data. Hipotesis merupakan tujuan khusus.fakta-fakta itu. yaitu komentar guru dan prestasi siswa. 3. 2. lihatlah kembali hipotesis tentang latihan prasekolah anak-anak kelas satu yang mengalami hambatan kultural. Hipotesis juga dapat menunjukkan analisis statistik yang diperlukan agar ruang lingkup studi tersebut tetap terbatas. Dengan demikian hipotesis juga menentukan sifatsifat data yang diperlukan guna menguji pernyataan tersebut. Pola semacam itu tidak mungkin menjadi jelas selama pengumpulan data dilakukan tanpa arah. hipotesis menunjukkan kepada peneliti apa yang harus dilakukan. Hipotesis yang telah terencana dengan baik akan memberikan arah dan mengemukakan penjelasan-penjelasan. Antar hubungan dan generalisasi ini akan memberikan gambaran pola. Hipotesis dapat memberikan dasar bagi pemilihan sampel serta prosedur penelitian yang harus dipakai. Hipotesislah yang menentukan relevansi fakta-fakta itu. tatapi hanya hubungan antara variabel-variabel sajalah yang dapat diuji. maka hipotesis dapat membantu kita memperluas pengetahuan.

Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan Hipotesis akan sangat memudahkan peneliti kalau ia mengambil setiap hipotesis secara terpisah dan menyatakan kesimpulan yang relevan dengan hipotesis itu. Hipotesis adalah hasil tinjauan pustaka atau proses rasional dari penelitian yang telah mempunyai kebenaran secara teoritik. 5. Menurut Nazir (2005: 154) dalam menggali hipotesis. Membangun Hipotesis Hipotesis penelitian tidak ditentukan secara asal-asalan. sehingga membuat penyajian itu lebih berarti dan mudah dibaca. Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. 2. sehingga secara teoretik telah mempunyai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. peneliti dapat menyusun bagian laporan tertulis ini di seputar jawaban-jawaban terhadap hipotesis semula. tetapi berdasarkan atas teori. Nazir (2005: 154) menyatakan bahwa menemukan suatu hipotesis merupakan kemampuan si peneliti dalam mengaitkan masalah-masalah dengan variabel-variabel yang dapat diukur dengan menggunakan suatu kerangka analisis yang dibentuknya. Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat.kelas satu dari sampel siswa yang mengalami hambatan kultural dan telah mengalami program prasekolah dengan sekelompok anak serupa yang tidak mengalami program prasekolah. si peneliti harus: 1. 4. Si peneliti harus sanggup memfokuskan permasalahan sehingga hubungan-hubungan yang terjadi dapat diterka. dan fakta komparasi yang cukup kuat. kerangka pikir. 3. objek- objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki. agar dapat diketahui signifikansinya menurut statistik. Artinya. Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuai dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan. Menggali dan merumuskan hipotesis mempunyai seni tersendiri. . Setiap perbedaan hasil belajar rata-rata kedua kelompok tersebut dapat dianalisis dengan tes atau teknik analisis variansi.

yaitu: 1. Ilmu itu sendiri yang menghasilkan teori. 4.hipotesis dikaitkan dengan model matematika tersebut. Pengetahuan tentang kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki. sedangkan sebenarnya hipotesis itu sendiri masih harus diuji kebenarannya. yaitu: 1. Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu. 2. 3. perumusan hipotesis dimulai dengan pembentukan kerangka analisis. 6. Kerangka analisis ini biasanya dinyatakan dalam model matematika.Dalam penelitian ilmu-ilmu sosial yang telah cukup berkembang seperti ilmu ekonomi misalnya. 2005: 155) memberikan empat buah sumber untuk menggali hipotesis. 7. yang kemudian diuji dengan menggunakan data empiris. juga merupakan penemuan yang dapat bermanfaat bagi pengetahuan tentang masalah yang diteliti. 5. Imajinasi atau angan-angan. Seorang peneliti harus waspada jangan sampai mempunyai “vested interest” untuk membenarkan kebenaran hipotesisnya. Kebudayaan di mana ilmu tersebut dibentuk. . Analogi atau kesamaan. Hipotesis. 2. dan teori memberikan arah kepada penelitian. sehingga berusaha bagaimanapun juga menyesuaikan datanya dengan hipotesisnya. 2005: 155). Gejala ini menunjukkan bahwa ada kalanya seorang peneliti tidak sadar bahwa kalau hipotesisnya tidak teruji. Goode dan Hatt (Nazir. Ia memberikan beberapa sumber yang dapat digunakan untuk menggali hipotesis. Materi bacaan dan literatur. 4. Pembentukan hipotesis tidak berarti bahwa hubungan tertentu yang diharapkan merupakan suatu fakta yang pasti. Reaksi individu dan pengalaman. Analogi juga merupakan hipotesis. Data yang tersedia. 3. Pendapat lainnya mengenai sumber hipotesis diungkapkan oleh Good dan Scates (Nazir.

Menarik kesimpulan tentang konsekuensi-konsekuensi yang akan dapat diamati apabila hipotesis tersebut benar. dan sebagainya. statistik. kerangka teori. pendapat para ahli. Data tersebut kemudian kita nilai untuk mengetahui apakah hipotesis tersebut cocok dengan fakta tersebut atau tidak. karena bukti tersebut memberikan alasan kepada kita untuk menerima hipotesis. yaitu mencocokkan dengan fakta. atau prosedur lain yang diperlukan untuk menunjukkan apakah akibatakibat tersebut terjadi atau tidak. Pada akhirnya. Jika hipotesis diuji dengan konsistensi logis. maka si peneliti memilih suatu desain di mana logika dapat digunakan. untuk menerima atau menolak hipotesis. Kecocokan hipotesis dengan fakta bukanlah membuktikan hipotesis. eksperimentasi. Kerangka pengujian harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum si peneliti mengumpulkan data. 2. Pengujian hipotesis memerlukan pengetahuan yang luas mengenai teori. dan teknik-teknik pengujian. Hipotesis tersebut harus lulus dari tes empiris dan tes logika.6. untuk menguji hipotesis peneliti harus: 1. dan deduksi pun kadang-kadang bisa menyesatkan. semuanya itu harus diuji melalui pengumpulan data yang teliti. Secara umum hipotesis dapat diuji dengan dua cara. penguasaan penggunaan teori secara logis. Dalam menguji hipotesis dengan mencocokkan fakta. Cara ini biasa dikerjakan dengan menggunakan disain percobaan. . dan hipotesis adalah konsekuensi logis dari bukti yang diperoleh. dan 3. Cara Menguji Hipotesis Setelah hipotesis dirumuskan dan dievaluasi menurut kriteria di atas. metode sejarah. Cara ini sering digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian yang menggunakan metode noneksperimental seperti metode deskriptif. Menerapkan metode ini serta mengumpulkan data yang dapat dianalisis untuk menunjukkan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data atau tidak. Memilih metode-metode penelitian yang akan memungkinkan pengamatan. Hipotesis tidak pernah dibuktikan kebenarannya. Gagasan terbaik. hipotesis tersebut kemudian diuji secara empiris. Untuk menguji hipotesis diperlukan data atau fakta-fakta. atau dengan mempelajari konsistensi logis. tetapi diuji validitasnya. Menurut Furchan (2004: 130-131). maka diperlukan percobaan-percobaan untuk memperoleh data.

Terhadap hipotesis yang sudah dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni (Arikunto) : 1. Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung). 2. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian). .

Analogi atau kesamaan a. Hipotesis berasal dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). 2. c. Materi bacaan dan literatur. e. Kegunaan hipotesis a. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara. dan secara teoritik dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya. hipotesis h. Hasil dari proses teoritik dan komparasi fakta yang andal. Merupakan pernyataan tentang karakteristik populasi. Pengetahuan tentang kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang . Hipotesis harus menyatakan hubungan atau perbedaan. Jenis-jenis hipotesis dibedakan menjadi minor lebih bersifat khusus (spesifik) dan penjabaran dari hipotesis mayor. c. Hipotesis harus spesifik dan sederhana 3. b. d. Hipo berarti kurang dari.KESIMPULAN 1. g. Hipotesis Kerja dan Hipotesis Nul d. Imajinasi atau angan-angan. Hipotesis Hubungan dan Perbedaan c. Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu. Sumber hipotesa dapat berasal dari a. sedang tesis berarti pendapat. b. e. f. Hipotesis Mayor dan Minor: Hipotesis mayor lebih bersifat umum. b. f. Jawaban sementara yang masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empirik yang diperoleh dari sampel. belum benar-benar berstatus sebagai suatu tesis. d. Hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Hipotesis tentang ideal vs common sense 4. Hipotesis harus dapat diuji. Data yang tersedia.

atau dengan mempelajari konsistensi logis menunjukkan apakah akibat-akibat tersebut terjadi atau tidak. Cara menguji hipotesis a. 3) eksperimentasi. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan Secara umum hipotesis dapat diuji dengan dua cara. c. yaitu mencocokkan dengan untuk menguji hipotesis peneliti harus: 1) 2) Menarik kesimpulan tentang konsekuensi-konsekuensi yang akan dapat Memilih metode-metode atau penelitian prosedur yang lain akan yang memungkinkan untuk diamati apabila hipotesis tersebut benar. b. d. pengamatan. dan Menerapkan metode ini serta mengumpulkan data yang dapat dianalisis untuk menunjukkan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data atau tidak . Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang berlangsung dapat diuji Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. fakta. diperlukan dalam penelitian 5.b.

Margono.id/showthread. Naga. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2006. . Accessed Penelitian from http://www. 2005. Prosedur Penelitian: Suatu Pengantar Praktik.. Jakarta: Rineka Cipta. Santun Dali.or. A. 2008.Daftar Pustaka Adi. Nazir. Rianto. edisi 1. 2004. Metodologi Penelitian Pendidika.2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan.. Furchan. 64 Rumus Terapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. S. Jakarta: Grasindo. Jakarta: Rineka Cipta.Metode Penelitian Sosial dan Hukum .php/9952-Pengertian- Arikunto. Metode Penelitian. 2004. Jakarta: Granit Anonim.acehforum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful