P. 1
Tugas Bahasa Indonesia Makalah Paragraf

Tugas Bahasa Indonesia Makalah Paragraf

|Views: 532|Likes:
Published by Bremi Asih Pertiwi

More info:

Published by: Bremi Asih Pertiwi on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

TUGAS BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Kelompok 1 : Kohesi-Koherensi Anggota : Bremi Asih Pertiwi 1110412030 1110412031 1110412040 1110412038 1110412001

Choirun Nisa Rahmawati Dewi Amelia Ratna Budi Pertiwi Made Tya Gita.V.

FISIP Hubungan Internasional Kelas H
1

/ AC

Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kami yang telah membantu dan memberikan semangat kepada kami. Dengan dibuatnya makalah ini. Wb Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Kami mohon maaf jika makalah ini belum mencapai sempurna. Dibuatnya makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia. Wassalamualaikum Wr. taufik dan hidayah-Nya. terima kasih. Meskipun demikian kami sadar tentu masih ada kekurangan dalam makalah ini. Wb Jakarta. kami berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi kami yang membuatnya dan juga bagi yang membacanya.KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Sesungguhnya kami telah berupaya menyusun dan membuat makalah ini dengan sebaik-baiknya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membimbing kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. karena berkat limpahan rahmat. 17 desember 2011 Penyusun 2 .

antara lain a. 3 .1 ton tahun 1998.85 persen. maka kohesi atau keterpaduan bentuk berkaitan dengan penggunaan kata-katanya. akan tetapi. sinonim. koran. Bisa saja satu paragraf mengemukakan satu gagasan utama. ini. sementara itu. majalah – media massa Apabila koherensi berhubungan dengan isi. hiponim : angkutan darat – kereta api. tadi. akhirnya. pengulangan kata yang sama : pemuda – pemuda b. kita. kemudian. 2. 3. Ada beberapa cara untuk mencapai aspek leksikal kohesi. 4. diperoleh dengan cara memilih kosakata yang serasi. hiponim. pada tahun 1985. namun belum tentu paragraf tersebut dikatakan kohesif jika kata-katanya tidak padu. demikian. mereka. mobil e. Hubungan pergantian ditunjukkan oleh kata-kata: saya. namun. antonim : putra – putri d. produksi padi turun 3. Adapun fungsi utamanya adalah memadukan hubungan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. sinonim : pahlawan – pejuang c. dan ekuivalen. ditandai oleh kata dan. Contoh (1): Pada tahun 1997. Hubungan penunjukkan yang ditandai oleh kata-kata itu. Hubungan leksikal. kolokasi. bis. Penanda hubungan antarkalimat itu mencakup lima hal. berikut. jadi. Hubungan pelesapan ditandai oleh penggunaan kata sebagian. swasembada pangan tercapai pada tahun 1984. diperkirakan menjadi 3. yakni: 1. antonim. lalu. Kepaduan Bentuk (Kohesi) Suatu paragraf adalah kohesif apabila pada paragraf itu dioptimalkan pemakaian penandapenanda hubungan antarkalimatnya. 5. tersebut.A. anda. kami. kolokasi : buku. Hubungan perangkaian. seluruhnya. ia: bentuk ini--itu dan sejenisnya dapat pula berfungsi sebagai penanda hubungan bergantian. Impor beras meningkat. misalnya pengulangan kata yang sama. engkau. selain itu.

kata-kata itu disebut penanda katon atau pengingat formal. merasa sudah mampu menggunakan bahasa Indonesia. Kohesi ditentukan oleh hubungan yang tampak antarbagiannya. Sejak itu. bahkan 530. Contoh (2) : Perkuliahan Bahasa Indonesia acapkali membosankan sehingga tidak mendapat perhatian sama sekali dari mahasiswa. Untuk menghubungkan informasi antarkalimat Dalam wacana di atas digunakan kata hal itu. Pada tahun 1997. yaitu mengenai masalah naik turunnya produksi beras Indonesia. impor beras meningkat.5 juta ton.1 ton tahun 1998.3 ribu ton beras. Paragraf di atas mengemukakan satu gagasan utama. namun paragraf tersebut dikatakan tidak memiliki kohesivitas yang baik sehingga gagasan tersebut sulit dipahami. Sehubungan dengan hal tersebut. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984. Kata-kata pengingat ide itu dapat dilihat dengan jelas. pada tahun 1985.kita mengekspor sebesar 371. mahasiswa sudah mempelajari Bahasa Indonesia sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar atau sekurang-kurangnya sudah mempelajari Bahasa Indonesia selama dua belas tahun. pada tahun 1994. dan wacana itu terdiri dari kalimat-kalimat. Kohesi mengacu pada aspek bentuk atau aspek formal bahasa. memilih atau menentukan bahan kuliah yang akan diiberikan kepada mahasiswa merupakan kesulitan tersenndiri bagi para pengajar Bahasa Indonesia. misalnya dengan memberikan kata perangkai seperti berikut ini. perlu dilengkapi dengan koherensi.85 persen. bahkan 530. Tarigan (1987: 96) mengatakan bahwa kohesi atau kepaduan wacana merupakan aspek formal bahasa dalam wacana. impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. Akibatnya.7 ribu ton pada tahun 1993. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. di samping itu. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Di samping itu.5 juta ton. Dengan kata lain. produksi padi turun 3. Akibatnya. Dengan demikian koherensi kalimat tersebut sudah terpenuhi. bahwa 4 . Akan tetapi. pada tahun 1994. Oleh sebab itu. diperkirakan menjadi 3. Hubungan yang ditandai dengan menggunakan alat kohesi yang berupa penanda formal belum menjamin tersusunnya wacana yang baik. Agar wacana kohesif itu baik. Hal itu disebabkan bahan kuliah yang disajikan dosen sebenarnya merupakan masalah yang sudah diketahui oleh mahasiswa atau merupakan masalah yang tidak diperlukan mahasiswa. Paragraf tersebut perlu diperbaiki. dan akibatnya. kita mengekspor sebesar 371.7 ribu ton pada tahun 1993.3 ribu ton beras.

5 . padahal. 10. Pertalian lebih ditandai oleh ungkapan malah. Pertalian sebab-akibat ditandai oleh ungkapan oleh karenanya. contohnya Suatu paragfraf dikatakan koheren. baik dalam strata gramatikal maupun dalam strata leksikal tertentu (Gutwinsky dalam Tarigan. kecuali itu. dengan cara begitu. Pertalian waktu ditandai oleh ungkapan setelah itu. 7. namun. 3. sebelum itu. akibatnya. ketika itu. Kalimat-kalimatnya memiliki hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama. apabila demikian. Adapun pertalian makna antarkalimat dalam paragraf sedikitnya mencakup sepuluh macam. 8. malahan. Hal ini berarti pula bahwa kepaduan wacana ialah hubungan antarkalimat di dalam sebuah wacana. keeratan hubungan antara kalimat-kalimat tersebut ditandai oleh penanda pertalian makna antarkalimat. 2. akan tetapi. 4. karena itu. Pertalian pertentangan ditandai dengan ungkapan sebaliknya. Pertalian penjelasan ditandai oleh ungkapan misalnya. oleh sebab itu. yakni: 1. 1987: 96). tetapi. Kepaduan Makna (koherensi) Suatu paragraf adalah koheren apabila informasi yang terdapat pada kalimat yang satu berhubungan erat dengan kalimat lainnya. Tidak dijumpai satu pun kalimat yang menyimpang dari gagasan utama ataupun loncatan-loncatan pikiran yang membingungkan. kemudian.kepaduan wacana merupakan organisasi sintaktik. Pertalian perurutan ditandai oleh penggunaan lalu. 5. Pertalian penjumlahan ditandai oleh penggunaan di samping. B. maka. walaupun demikian. wadah kalimat-kalimat disusun secara padu dan padat untuk menghasilkan tuturan. Pertalian kegunaan ditandai oleh ungkapan untuk itu. dengan begitu. apabila begitu. lagi pula. selain itu. Pertalian cara ditandai oleh ungkapan dengan demikian. lebih-lebih. selain daripada itu. 6. apabila ada kekompakan antara gagasan yang dikemukakan kalimat yang satu dengan yang lainnya. 9. apalagi. bahkan. sejak itu. Pertalian syarat ditandai oleh ungkapan jika demikian.

b. Oleh karena itu. Menciptakan generasi literat membutuhkan proses dan sarana yang kondusif. Namun demikian. c.Contoh: Buku merupakan investasi masa depan. tetapi harus melalui latihan dan pembiasaan.Menentukan Kalimat penjelas. Dibanding media pembelajaran audiovisual. minat dan kemampuan mambaca tidak akan tumbuh secara otomatis. Buku adalah jendela ilmu pengetahuan yang bisa membuka cakrawala seseorang.Menentukan kalimat topik. Menyusun Paragraf yang Kohesif dan Koheren Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang digunakan oleh seorang pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca. Radio adalah media alat elektronik yang banyak didengar di masyarakat. d. a. C. menyusun paragraf yang kohesif dan koherensif berarti harus memenuhi kriteria ciri-ciri paragraf yang efektif seperti yang dijelaskan pada penjelasan sebelumnya. langkah-langkah menyusun paragraf yang baik adalah sebagai berikut. Untuk memenuhi karakteristik tersebut. Paragraf di atas dikatakan tidak koheren karena terdapat satu kalimat yang melenceng dari gagasan utamanya yaitu kalimat yang dicetak tebal.Menentukan kalimat-kalimat pengembang. buku lebih mampu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak karena membuat otak lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna.Menentukan kalimat kesimpulan 6 .

DAFTAR PUSTAKA Sumber Webite : http://aricinta-indonesia.html • http://kemassamawimultiproduction.html • • http://andipraz.blogspot.wordpress.com/2009/05/p aragraf_599.com/2009/08/25/kohesi-dankoherensi-dalam-paragraf/ 7 .blogspot.com/2010/11/kohesi-dan-koherensi-dalamparagraf.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->