Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya

Written by Administrator Thursday, 07 August 2008 18:30 - Last Updated Sunday, 12 July 2009 21:59

PENDIDIKAN Indikator & Pemanfataannya

1. Kebijakan Pembangunan Pendidikan

Pengalaman menunjukkan bahwa kebodohan dan kemiskinan merupakan musuh terbesar dalam setiap upaya pembangunan suatu bangsa. Keduanya saling terkait bagaikan dua sisi mata uang. Kebodohan dapat menjadi sumber kemiskinan, dan kemiskinan dapat menjadi sumber kebodohan. Dalam kehidupan dunia yang penuh kompetisi, lebih-lebih menghadapi era pasar bebas, kebodohan dan kemiskinan harus secepatnya diberantas, dan oleh karena itu pula dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan berbangsa dan bernegara adalah ” mencerdaskan kehidupan bangsa”. Tujuan ini hanya akan dapat dicapai melalui pendidikan, oleh karena itu pada UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dinyatakan bahwa: setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan kemudian dalam ayat 2 ditegaskan: setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Untuk mengaktualisasikan amanah UUD 1945 tersebut, maka pemerintah Indonesia mengatur penyelenggaraan pendidikan melalui undang-undang mengenai Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pendidikan di Indonesia diselenggarakan sesuai dengan sistem pendidikan nasional yang ditetapkan dalam UU No. 20 tahun 2003 sebagai pengganti UU No. 2 tahun 1989 yang tidak memadai lagi serta perlu disempurnakan sesuai amanat perubahan UUD ’45. Pendidikan nasional adalah pendidikan berdasarkan UUD dan Pancasila yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Sisdiknas dimaksudkan sebagai arah dan strategi pembangunan nasional bidang pendidikan. Dalam melaksanakan pembangunan pendidikan nasional Repelita VI sesuai GBHN 1993, telah disusun serangkaian kebijakan meliputi pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun; pembinaan pendidikan menengah umum dan kejuruan; pembinaan pendidikan tinggi; pembinaan pendidikan luar sekolah; pembinaan guru dan tenaga kependidikan lainnya; pengembangan kurikulum; pengembangan buku, pembinaan sarana dan prasarana pendidikan; peningkatan peran serta masyarakat termasuk dunia usaha, dan peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas pendidikan. Kebijakan pemerataan pendidikan dimaksud untuk menyediakan kesempatan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan, dan yang dikelola secara efisien. Dengan demikian, program kesempatan belajar akan berhasil jika mutu, relevansi, dan efisiensi ditingkatkan pula pada waktu yang sama. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun pelaksanaannya dimulai pada tahun pertama Repelita VI dan diselesaikan selambat-lambatnya dalam tiga Repelita sesuai dengan

1 / 15

serta memperluas wawasan. Relevansi pendidikan merupakan konsep ‘link and match’. c. kemampuan dan keterampilan. semakin baik kualitas sumber dayanya. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang. Analisis situasi pembangunan manusia mengidentifikasi latar belakang atau faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status pembangunan manusia. Kebutuhan Informasi untuk Kebijakan Pembangunan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang berperan meningkatkan kualitas hidup. pengembangan prasarana pendidikan. Pendidikan dasar 9 tahun merupakan upaya peningkatan kualitas SDM yang dapat memberi lebih tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. tradisi/norma/prilaku). misalnya kemungkinan terjadi karena rendahnya partisipasi sekolah. ketrampilan. Alasan yang melatarbelakangi pencanangan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. b. Sekitar 73. 2. penghapusan syarat masuk dari SD ke SLTP. pengembangan kurikulum dan metode belajar. Mengidentifikasi faktor penyebab suatu keadaan harus mempertimbangkan kemungkinan adanya rangkaian pengaruh antar variabel. d. Pada dasarnya pendidikan yang diupayakan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat dan keluarga. Kualitas pendidikan adalah menghasilkan manusia terdidik yang bermutu dan handal sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam pengertian sehari-hari pendidikan adalah upaya sadar seseorang untuk meningkatkan pengetahuan. level rumah tangga (pendapatan/kekayaan) maupun komunitas. Peningkatan wajib belajar dari 6 tahun menjadi 9 tahun akan memberi kematangan yang lebih tinggi dalam penguasaan pengetahuan.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Partisipasi 2 / 15 . peningkatan mutu dan kesejahteraan guru. a.7 persen angkatan kerja Indonesia pada tahun 1992/1993 hanya berpendidikan Sekolah Dasar atau lebih rendah. e. Sedangkan efisiensi pengelolaan pendidikan dimaksudkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara berdaya guna dan berhasil guna. semakin besar peluangnya untuk lebih mampu berperan serta sebagai pelaku ekonomi dalam sektor-sektor ekonomi industrial. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat. 12 July 2009 21:59 kemampuan pemerintah dan masyarakat. 07 August 2008 18:30 . Pemerataan kesempatan pendidikan diupayakan melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar seperti gedung sekolah baru dan penambahan tenaga pengajar mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. yaitu pendekatan atau strategi meningkatkan relevansi sistem pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Rendahnya taraf pendidikan penduduk di suatu kabupaten. pembebasan SPP secara bertahap. Secara nasional pendidikan yang menekankan pengembangan sumber daya manusia menjadi tanggung jawab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Usia minimal angkatan kerja produktif dapat ditingkatkan dari 12 tahun menjadi 15 tahun. Semua faktor sosial ekonomi dapat beragam dari level individual (produksi individual. Dalam kaitan dengan Wajar Diknas 9 tahun ini dilakukan antara lain.Last Updated Sunday.

Jumlah Penduduk menurut Kelompok Usia Sekolah (Rujukan Indikator) Indikator ini sebenarnya lebih tepat dikategorikan sebagai statistik atau informasi dasar karena belum dipersentasekan atau dibandingkan dengan variabel pendidikan lain. kesenjangan mendapatkan kesempatan pendidikan antar kelompok penduduk dan antar daerah. Seorang anak bersekolah atau tidak bersekolah. 1.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. indikator proses. dan rata-rata lama sekolah. 12 July 2009 21:59 sekolah kemungkinan dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain penilaian orang tua terhadap nilai pendidikan anak. Kelompok umur untuk usia Sekolah Dasar 7-12 tahun.Last Updated Sunday. dan kebutuhan lain. Indikator Input Indikator ini merupakan informasi atau keterangan dasar dan penunjang yang diperlukan dalam perencanaan program pendidikan. pembiayaan dan nilai pendidikan. mayoritas penduduk berusaha sebagai petani di kawasan yang agak terpencil. bangku. 07 August 2008 18:30 . berhasil atau gagal dipengaruhi oleh determinan sosial budaya dan ekonomi antara lain: faktor orang tua. SLTP 13-15 tahun. biasa diukur melalui perubahan dan perkembangan yang berhasil dicapai masyarakat pada waktu tertentu. serta kualitas pendidikan yang belum bisa memenuhi kebutuhan lapangan kerja yang semakin kompetitif. angka partisipasi sekolah. Tetapi data dasar ini bisa digunakan untuk memperkirakan kebutuhan sarana pendidikan seperti gedung sekolah. Tetapi sumber data dari sensus atau survei dengan pendekatan rumahtangga masih bisa menginformasikan keterangan dasar. Tetapi untuk bisa melihat dengan lebih jelas dan terarah dalam mengimplementasikan program pendidikan diperlukan ukuran atau indikator yang handal. rendahnya penilaian itu kemungkinan berkaitan dengan tipologi daerah dimana mayoritas penduduk bertempat tinggal. Dalam rangka mengevaluasi hasil-hasil pembangunan dan mengidentifikasi masalah untuk menetapkan sasaran pembangunan dan kebijakan pembangunan pendidikan dibutuhkan data statistik. Indikator Pendidikan Strategi pokok yang dituangkan dalam Repelita VI dirumuskan karena masih ditemukannya masalah mendasar dalam bidang pendidikan. dan perguruan tinggi di atas 18 tahun. SM 16-18 tahun. pengaruh lingkungan. Tingkat pencapaian program pembangunan pendidikan dalam meningkatkan taraf pendidikan masyarakat secara umum. andaikan saja. dan indikator output/dampak. Angka putus sekolah yang masih cukup tinggi. Kelompok umur yang dipilih bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan analisis. Indikator pendidikan paling sedikit dapat dibagi menjadi tiga kelompok: indikator input. a. merupakan beberapa permasalahan mendasar pendidikan. Hasil pembangunan pendidikan dapat dilihat melalui monitoring pencapaian pendidikan antara lain. 3 / 15 . Di lain pihak. 3. Pada umumnya indikator input lebih banyak diperoleh melalui sumber data pembuat program pendidikan dan instansi teknis terkait. angka buta huruf.

Rasio Murid-Sekolah Rasio murid-sekolah diperoleh dengan perbandingan jumlah murid dengan jumlah sekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu. Misalnya dibuat rasio secara pendidikan per kelompok umur tertentu bila hasilnya kurang dari 1 (satu) maka masih dibutuhkan penambahan sarana pendidikan sejumlah tertentu yang dapat diketahui. Kelemahan indikator ini adalah informasinya tidak bisa mendeteksi kualitas sarana pendidikan. Selain itu data sarana pendidikan harus dikumpulkan dari berbagai informasi seperti Depdiknas dan instansi terkait. Indikator ini juga dapat digunakan untuk melihat mutu pengajaran di kelas karena semakin tinggi nilai rasio ini berarti semakin berkurang tingkat pengawasan atau perhatian guru terhadap murid sehingga mutu pengajaran cenderung semakin rendah. tenaga pengajar. Angka yang diperoleh merupakan indikator kepadatan kelas pada suatu jenjang pendidikan. Angka yang diperoleh merupakan gambaran rata-rata daya tampung per sekolah. Jumlah murid per sekolah merupakan salah satu indikator input yang sangat penting dalam kaitannya untuk menentukan bahwa suatu sekolah baru 4 / 15 . sedangkan terendah di Propindi Sulawesi Utara. karena yang dihitung bersifat kuantitas untuk mengetahui apakah sarana mencukupi atau tidak. dan lain-lain. Sebaliknya. Bila angka ini digabungkan dengan jumlah penduduk menurut kelompok umur. yaitu hanya 19 murid per kelas. di Bali rasio murid dan guru tercatat paling rendah yaitu hanya 16 murid per guru. e. gedung perpustakaan. juga jika dibanding dengan angka nasional yang hanya 23 murid per guru. d. Angka tersebut merupakan angka paling tinggi dibandingkan dengan yang terjadi di propinsi-propinsi lainnya. Contoh: Rasio murid per kelas di SD pada tahun ajaran 1991/1992 menurut propinsi sangat bervariasi.Last Updated Sunday. Secara nasional rasio murid SD per kelas mencapai 27 murid per kelas. Rasio tertinggi terdapat di DKI Jakarta yang mencapai 36 murid per kelas. 12 July 2009 21:59 b. seperti gedung sekolah. Contoh: Rasio murid-guru SD di Jawa Barat pada tahun ajaran 1991/1992 sekitar 29 murid per guru. c. Jumlah Sarana Pendidikan Umum Angka statistik ini bisa menggambarkan sarana pendidikan yang tersedia di masyarakat. kelas.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. maka hasilnya merupakan indikator input yang informatif. Rasio Murid-Kelas Rasio murid-kelas diperoleh dengan perbandingan jumlah murid dengan jumlah kelas pada suatu jenjang pendidikan tertentu. 07 August 2008 18:30 . Rasio Murid-Guru Rasio ini diperoleh dengan menghitung perbandingan antara jumlah murid pada suatu jenjang sekolah dengan jumlah sekolah yang bersangkutan. Indikator ini digunakan untuk menggambarkan beban kerja guru dalam mengajar. misalnya dengan bentuk rasio.

Dengan waktu tempuh sesingkat itu berarti akses ke gedung sekolah dianggap tidak masalah. maka lama waktu belajar setiap mata pelajaran tidak lagi 45 menit tetapi berkurang menjadi 40 menit. Jarak 5 km dianggap batas maksimum (terjauh) suatu jarak yang disebut dekat dan mudah dijangkau. Indikator Proses Indikator jenis ini menunjukkan keadaan proses pendidikan atau bagaimana program pendidikan yang diimplementasikan terjadi di masyarakat.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Angka Shift Angka ini diperoleh dari perbandingan jumlah rombongan belajar dengan jumlah ruangan kelas (lokal) pada suatu jenjang pendidikan tertentu. Dengan cara demikian. 07 August 2008 18:30 . Persentase Pengeluaran Pendidikan terhadap Total Pengeluaran Indikator ini memperlihatkan berapa bagian dari pengeluaran total rumah tangga yang digunakan untuk membiayai pendidikan anggota rumah tangganya. Semakin tinggi nilai persentase semakin mahal biaya pendidikan dibandingkan dengan tingkat pendapatan masyarakat. yaitu lebih dari satu kali. Penafsiran dari indikator ini adalah apabila > 1. g. indikator ini menunjukkan berapa bagian dari pengeluaran rumah tangga digunakan untuk membiayai kursus 2. i. h. 12 July 2009 21:59 dibangun di suatu wilayah. Sumber data yang dipakai bisa dari 5 / 15 . misalnya pukul 07:00 . maka waktu penyelenggaraan proses belajar mengajar tidak dilakukan pada waktu yang bersamaan. Persentase rumahtangga yang waktu tempuh sama dengan atau kurang dari 15 menit ke SD/SLTP/SM Indikator ini merupakan persentase jumlah rumahtangga yang jaraknya ke gedung sekolah (SD/SLTP/SM) ditempuh tidak lebih dari 15 menit. j. f. Angka yang diperoleh memberikan gambaran tentang waktu penyelenggaraan sekolah.12:00. Artinya bahwa sebagian murid melakukan proses belajar mengajar pada waktu pagi. Persentase rumah tangga yang mempunyai jarak sama dengan atau kurang dari 5 km ke SD/SLTP/SM Indikator ini menunjukkan kedekatan jarak antara rumah dengan gedung sekolah (SD/SLTP/SM). Persentase Pengeluaran Biaya Kursus terhadap Total Pengeluaran Hampir sama dengan pengeluaran untuk pendidikan.Last Updated Sunday. sedangkan sejumlah murid yang lain melakukan proses belajar-mengajar pada pukul 13:00-18:00.

Dengan demikian APK SD di Indonesia sebesar 105. b. Dengan demikian APK SLTP di Indonesia sebesar 81.495 orang. 12 July 2009 21:59 sensus atau survey dengan pendekatan rumahtangga atau data administratif instansi terkait.18 tahun. Sedangkan jumlah murid SLTP keseluruhan sebanyak 10. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi sekolah (kotor) penduduk pada jenjang pendidikan SD.Last Updated Sunday.15 tahun. bukan pada penduduk dewasa.12 tahun sebanyak 27. Contoh: Menurut data Susenas 2003 jumlah penduduk Indonesia yang berumur 7 . Angka Partisipasi Kasar Sekolah Menengah (APK SM) Angka partisipasi kasar SM diperoleh dengan membagi jumlah murid SM dengan penduduk usia 16 . APK memberikan gambaran secara umum tentang banyaknya anak yang sedang/telah menerima pendidikan pada jenjang tertentu.563. 07 August 2008 18:30 . APK biasanya diterapkan untuk jenjang pendidikan SD.1 yang berarti jumlah murid SLTP yang ada baru merupakan 81 persen penduduk berumur 13. Tetapi indikator ini lebih banyak bercerita tentang keberhasilan sistem pendidikan dalam mendidik anak dan remaja. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi sekolah (kotor) penduduk pada jenjang pendidikan SM.726. Ini juga dapat menunjukkan kemampuan pendidikan SLTP dalam menyerap penduduk usia 13 – 15 tahun.745 orang. Sedangkan jumlah murid SD keseluruhan sebanyak 29.445 orang. a. Angka Partisipasi Kasar Sekolah Dasar (APK SD) Angka partisipasi kasar SD diperoleh dengan membagi jumlah murid SD dengan penduduk yang berusia 7-12 tahun. Contoh: 6 / 15 . c.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday.168.82 yang berarti 6 persen anak umur kurang dari 7 tahun dan lebih dari 12 tahun duduk di bangku Sekolah Dasar.843 orang. -. SLTP. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi sekolah (kotor) penduduk pada jenjang pendidikan SLTP. dan SLTA. Angka Partisipasi Kasar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (APK SLTP) Angka partisipasi kasar SLTP diperoleh dengan membagi jumlah murid SLTP dengan penduduk usia SLTP yaitu 13 – 15 tahun.Angka Partisipasi Kasar (APK) Indikator ini mengukur proporsi anak sekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok umur yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut.319. Contoh: Menurut data Susenas 2003 penduduk Indonesia yang berumur 13-15 tahun sebanyak 12.

562. Contoh: Menurut data Susenas 2003 jumlah penduduk Indonesia yang berumur 13-15 tahun sebanyak 12. Angka Partisipasi Murni Sekolah Dasar (APM SD) Angka partisipasi murni adalah persentase penduduk berumur 7 – 12 tahun yang bersekolah di SD. e.894. Seperti halnya APK. APM juga bisa diterapkan untuk jenjang pendidikan SD.509. berhenti/keluar dari sekolah untuk sementara waktu. SLTP. 07 August 2008 18:30 . Dengan demikian APK SM di Indonesia sebesar 50.590 orang.5 7 / 15 . Dengan demikian APM SD di Indonesia adalah 92. murid tidak naik kelas. yang berarti sekitar 93 persen anak berumur 7-12 tahun terserap di SD. 12 July 2009 21:59 Menurut data Susenas 2003 jumlah penduduk Indonesia yang berumur 16 – 18 tahun sebanyak 12.9 yang berarti dari jumlah murid SM yang ada baru merupakan 51 persen anak berumur 16 – 18 tahun.726.079. APM membatasi usia murid sesuai dengan jenjang pendidikan sehingga angkanya lebih kecil karena menunda saat mulai bersekolah.6 persen. dan lulus lebih awal. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi (murni) sekolah penduduk usia 7 – 12 tahun.563.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday.252 orang. Menurut definisi. Sedangkan jumlah penduduk yang berumur 13-15 tahun yang bersekolah di SLTP sebanyak 8.893 orang.745 orang. Dengan demikian APM SLTP di Indonesia adalah 63.979 orang. Sedangkan jumlah murid SM keseluruhan sebanyak 6. APM selalu lebih rendah dibanding APK karena pembilangnya lebih kecil (sementara penyebutnya sama).Angka Partisipasi Murni (APM) Indikator ini menunjukkan proporsi anak sekolah pada satu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya.Last Updated Sunday. Catatan: Nilai APK suatu jenjang pendidikan bisa lebih dari 100 persen (terutama pada jenjang pendidikan SD) karena masih terdapatnya murid diluar batasan usia sekolah (baik yang lebih muda atau yang lebih tua) yang bersekolah pada jenjang pendidikan tersebut. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi sekolah (murni) penduduk usia sekolah SLTP. Angka Partisipasi Murni Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (APM SLTP) Angka partisipasi murni SLTP adalah persentase penduduk berumur 13 – 15 tahun yang bersekolah di SLTP. Sedangkan jumlah penduduk berumur 7-12 tahun yang sekolah di SD sebanyak 25. d. -.445 orang. dan SM. Contoh: Menurut data Susenas 2003 jumlah penduduk Indonesia berumur 7-12 tahun sebanyak 27.

yang menunjukkan sekitar 64 persen penduduk berumur 13. Berikut ini disampaikan beberapa indikator output yang bisa didapat dari data Susenas. Indikator ini juga menggambarkan mutu sumber 8 / 15 . Persentase Melek Huruf (PMH) Persentase melek huruf diperoleh dengan membagi banyaknya penduduk usia 10 tahun ke atas yang bisa membaca dan menulis dengan seluruh penduduk berumur 10 tahun ke atas.Last Updated Sunday. 07 August 2008 18:30 . angka ini bisa dikatakan sebagai eksploitasi anak-anak akrena mereka belum mencukupi usia bekerja. batasan umur bisa dirubah sesuai kebutuhan.56 persen yang berarti baru sekitar 41 persen penduduk berumur 16 – 18 tahun terserap di SM.229. Catatan: Nilai APM yang mendekati 100 persen menunjukkan semakin banyaknya penduduk yang sekolah tepat waktu sesuai dengan usiannya.15 tahun telah terserap di SLTP. Semakin tinggi nilai indikator ini semakin tinggi mutu sumber daya manusia suatu masyarakat. misalnya 7 atau 8 tahun. g. f. Persentase Anak Usia 5 – 14 tahun Sekolah sambil Bekerja Indikator ini menunjukkan kondisi banyaknya anak Sekolah Dasar yang terpaksa sekolah sambil bekerja. Dengan demikian APM SM di Indonesia adalah 40. Angka Partisipasi Murni Sekolah Menengah (APM SM) Angka partisipasi murni SM adalah persentase penduduk berumur 16-18 tahun yang bersekolah di SM.979. Indikator ini menggambarkan mutu sumber daya manusia yang diukur dalam aspek pendidikan. a. Sedangkan jumlah penduduk berumur 16 – 18 tahun yang sekolah di SM sebanyak 5.894.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Indikator Output atau Dampak Hasil-hasil yang dapat dicapai oleh masyarakat setelah melalui proses pendidikan dapat dilihat dalam indikator output. Contoh: Menurut data Susenas 2003 jumlah penduduk Indonesia berumur 16 – 18 tahun sebanyak 12. Kemampuan Berbahasa Indonesia (KBI) Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan penduduk berkomunikasi lisan dalam Bahasa Indonesia. Dilihat dari ketenagakerjaan. Indikator ini digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat partisipasi (murni) sekolah penduduk usia sekolah SM. 3. Untuk mempertajam analisis. 12 July 2009 21:59 persen.654 orang. b.

Dengan demikian semakin besar persentase penduduk tamat SD ke atas semakin tinggi kualitas pendidikan penduduk.904 orang. Contoh: Jumlah penduduk berumur 13 tahun ke atas pada tahun 2003 sebanyak 159. Di antaranya sebanyak 47. Angka yang diperoleh digunakan untuk mengetahui tingkat kualitas pendidikan penduduk terutama yang telah menamatkan jenjang SM ke atas.671. Angka yang diperoleh digunakan untuk menge-tahui tingkat kualitas pendidikan penduduk dengan menggunakan pendidikan dasar menengah sebagai batasan minimal. Contoh: Jumlah penduduk berumur 19 tahun ke atas pada tahun 2003 sebanyak 133. Angka yang diperoleh digunakan untuk mengetahui tingkat kualitas pendidikan penduduk dengan menggunakan pendidikan dasar sebagai batasan minimal. Contoh: Jumlah penduduk berumur 16 tahun ke atas pada tahun 2003 sebanyak 146.Last Updated Sunday.180 9 / 15 . d. 12 July 2009 21:59 daya manusia.397. e. c. Dengan demikian persentase penduduk yang berpendidikan SD ke atas sebesar 60 persen.776.994 orang telah menamatkan SLTP ke atas. Di antaranya sebanyak 95. Kemampuan masyarakat berbicara dalam bahasa nasional sangat penting karena dengan kemampuan ini akan meningkatkan penggunaan fasilitas pelayanan yang dibangun pemerintah. Persentase Penduduk Berpendidikan SD ke Atas (TP SD) Indikator ini adalah persentase penduduk berusia 13 tahun ke atas yang minimal tamat SD. Pendidikan yang Ditamatkan Indikator ini menunjukkan keterkaitan sistem pendidikan dalam mendidik sub kelompok penduduk dewasa.273. dan tingkat akses masyarakat terhadap media yang menggunakan bahasa nasional.159 orang.046 orang telah menamatkan SD ke atas. Dengan demikian persentase penduduk yang berpendidikan SLTP ke atas sebesar 33 persen.890.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Persentase Penduduk Berpendidikan SLTP ke Atas (TP SLTP) Indikator ini merupakan persentase penduduk berusia 16 tahun ke atas yang minimal berpendidikan SLTP. keberhasilan pemasyarakatan Bahasa Indonesia. Persentase Penduduk Berpendidikan SM ke Atas (TP SM) Indikator ini diperoleh dengan menghitung persentase penduduk berusia 19 tahun ke atas yang minimal berpendidikan SM. 07 August 2008 18:30 .

f. jumlah penduduk usia 7-12 tahun yang putus SD adalah 8.000 orang. a.000 orang dan yang tidak sekolah lagi di SD 10. sehingga angka putus sekolah SD adalah 3. Angka Putus Sekolah SD (APS SD) Angka putus sekolah SD menunjukkan tingkat putus sekolah di SD. jumlah penduduk usia 7-12 tahun yang masih sekolah SD adalah 230. Ini adalah kunci untuk pembangunan dan perdamaian serta stabilitas yang berkelanjutan di dalam dan antar negara. Angka Putus Sekolah SLTP (APS SLTP) Angka putus sekolah SLTP mengukur tingkat putus sekolah di SLTP. h. Angka Putus Sekolah Indikator ini menunjukkan tingkat kegagalan sistem pendidikan menurut jenjangnya. Pemanfaatan Indikator Pemanfaatan indikator antara lain digunakan untuk kebijakan global selain kebijakan nasional.646. Kelemahannya tidak bisa megetahui secara jelas penyebab putus sekolah tersebut. Kebijakan global baik Deklarasi Dakar maupun MDG menetapkan tahun 2015 semua anak akan mampu menyelesaikan pendidikan dasar. Indikator ini menggambarkan kemampuan murid SLTP dalam menyelesaikan pendidikan SLTP. Indikator ini menggambarkan kemampuan penduduk usia SD untuk menyelesaikan pendidikan jenjang SD. dan oleh karena itu suatu cara yang sangat diperlukan untuk berperan serta dengan efektif di dalam masyarakat dan ekonomi abad 21 yang dipengaruhi 10 / 15 . Contoh: Di daerah A pada tahun 2001.Last Updated Sunday. g.000 orang. Persentase Penduduk yang Ingin Melanjutkan Sekolah Indikator ini memperlihatkan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Kesepakatan Dakar : Pendidikan adalah hak asasi manusia sebagai mana tercantum pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945. 4. Dengan demikian persentase penduduk yang berpendidikan SM ke atas sebesar 19 persen. Angka Putus Sekolah SLTA (APS SM) Angka putus sekolah SM digunakan untuk mengetahui tingkat putus sekolah di SM.722 orang telah menamatkan SM ke atas.33 persen. 12 July 2009 21:59 orang. i. Di antaranya sebanyak 25.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. 07 August 2008 18:30 .

(5) menghapus disparitas jender di pendidikan dasar dan menengah menjelang tahun 2015 terutama bagi kaum perempuan. Peningkatan Kapasitas. dan Pengembangan Sumber Daya. sehingga mempunyai akses dan prestasi yang sama dalam pendidikan dasar dengan kualitas baik. Program pembangunan SDM dalam Repeta 2003 yang terkait dengan pencapaian sasaran MDGs yaitu bidang pendidikan meliputi: Pendidikan Dasar dan Prasekolah. Program Penelitian. (3) menjamin agar kebutuhan belajar generasi muda dan orang dewasa terpenuhi melalui akses yang adil pada program-program belajar dan pendidikan keterampilan hidup yang sesuai. Millenium Development Goals (MDGs) mulai populer pada sidang umum PBB pada September 2000. Kebutuhan belajar dasar dari semua orang dapat dan harus dipenuhi adalah masalah yang mendesak. Angka Putus Sekolah (APTs) 6.Last Updated Sunday. b. (4) menurunkan tingkat buta huruf orang dewasa sebesar 50 persen dari keadaan sekarang menjelang tahun 2015. Terget dari agenda global meliputi: pemberantasan kemiskinan. (6) memperbaiki semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulannya. Program Peningkatan kemandirian dan keunggulan IPTEK. kerusakan lingkungan. terutama di bidang keaksaraan. mempunyai akses untuk menyelesaikan pendidikan dasar yang berkualitas baik.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Berikut adalah indikator-indikator pokok yang umumnya digunakan untuk monitoring maupun evaluasi kebijakan. 12 July 2009 21:59 oleh globalisasi yang pesat. terutama anak-anak yang sangat rawan dan tidak beruntung. terutama kaum perempuan dan akses yang adil pada pendidikan dasar dan pendidikan berkelanjutan bagi semua orang dewasa. Angka Partisipasi Sekolah (APS) 2. Kerangka Aksi Dakar (The Dakar Framework for Action) tersebut berisi kesepakatan untuk: (1) memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini. sehingga hasil-hasil belajar yang diakui dan terukur dapat diraih oleh semua orang. penghapusan buta huruf. anak-anak dalam keadaan yang sulit dan mereka yang termasuk etnis minoritas. perbaikan sanitasi. Program Sinkronisasi dan Koordinasi Pembangunan Pendidikan Nasional. 07 August 2008 18:30 . Persen tamat SD dan SLTP 3. Program Pendidikan Luar Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah 11 / 15 . Atas pertimbangan tersebut maka Forum Pendidikan Dunia di Dakar mengesahkan dan menerimanya sebagai kerangka program aksi untuk diterjemahkan oleh masing-masing negara. Angka Buta Huruf Orang Dewasa (ABH) 5. penanganan kelaparan. Program Pendidikan Menengah. Indikator disertai definisi. Program Pendidikan Tinggi. dan masalah diskriminasi pada tahun 2015. Angka Melek Huruf Orang Dewasa (AMH) 4. (2) menjamin bahwa menjelang tahun 2015 semua anak. Salah satu agenda penting yang terkait dalam MDGs yaitu bidang pendidikan. teknik penyajian maupun contoh-contohnya. kegunaan. Upaya untuk mencapai tujuan Pendidikan Untuk Semua tidak boleh lagi ditunda. khususnya anak perempuan. interpretasi. MDG’s Goals: Beberapa program pembangunan sumber daya manusia berkaitan pula dengan pencapaian sasaran program Millenium Development Goals (MDGs). Indikator yang digunakan 1. angka dan keterampilan (life skills).

Angka partisipasi sekolah juga dipengaruhi oleh sebab mendasar. Angka melek huruf dan buta huruf orang dewasa dapat memberikan gambaran tentang kemajuan pendidikan suatu bangsa. kesehatan anak. berarti semakin banyak penduduk yang mampu dan mengerti baca tulis yang akan berpengaruh terhadap penerimaan informasi dan ilmu pengetahuan yang lebih banyak. pemakaian kontrasepsi. b. pengetahuan mengenai perilaku fertilitas. hal ini menggambarkan semakin banyak keluarga yang sadar dan mampu menyekolahkan anaknya. hal ini dapat terlihat di rumah tangga miskin ternyata memiliki angka partisipasi pendidikan yang rendah. 16-18 tahun. kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya dan pandangan sosial budaya di masyarakat mengenai arti pendidikan (terutama anak perempuan). Angka Melek Huruf Orang Dewasa adalah persentase penduduk berumur 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin. Angka Putus Sekolah : proporsi dari penduduk berusia antara 7 hingga 15 tahun yang tidak terdaftar pada berbagai tingkatan pendidikan dan tidak menyelesaikan Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Tingkat Pertama 2.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Semakin rendah angka partisipasi sekolah dan persen anak yang lulus SD dan SLTP menggambarkan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat. Sebab-sebab langsung yang mempengaruhi angka melek huruf dan buta huruf orang dewasa 12 / 15 . Angka partisipasi sekolah dan persen anak yang tamat SD dan SLTP mencerminkan pemerataan akses bagi pendidikan dasar formal atau yang sederajat untuk anak laki-laki dan perempuan. Rata-rata Lama Sekolah : rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun keatas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. dan praktek kesehatan lainnya. berkaitan dengan tingkat pendidikan anggota rumah tangga. 2. ketersediaan sarana sekolah.Last Updated Sunday. Pendidikan merupakan karakterisitk penting yang mempengaruhi berbagai perilaku demografi dan kesehatan. Interpretasi a. 12 July 2009 21:59 Definisi Indikator a) APS dan Persen tamat SD dan SLTP 1. diantaranya adalah kebijakan pemerintah mengenai wajib belajar. setidaknya sampai lulus SD dan SLTP sesuai dengan wajib belajar 9 tahun. Semakin besar angka melek huruf orang dewasa. Persen tamat SD dan SLTP adalah mereka yang pernah sekolah sampai tamat di Sekolah Dasar atau Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 07 August 2008 18:30 . 2. Semakin tinggi angka partisipasi persen anak yang tamat Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama semakin banyak anak-anak yang mempunyai peluang untuk menikmati pendidikan selanjutnya. 13-15 tahun. Angka Buta Huruf Orang Dewasa adalah persentase penduduk yang berusia 15 tahun keatas yang tidak dapat membaca dan menulis huruf latin atau lainnya dihitung dengan cara 100 dikurang dengan angka melek huruf (dewasa) c) Angka Putus Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah 1. b) Angka Melek Huruf dan Buta Huruf 1. serta adanya pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Angka Partisipasi Sekolah adalah proporsi dari keseluruhan penduduk dari berbagai kelompok usia tertentu (7-12 tahun. dan 19-24 tahun) yang masih duduk dibangku sekolah.

Indikator ini berguna untuk monitoring dan bahan masukan bagi pengambil kebijakan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk pemerataan akses di bidang pendidikan. Untuk melihat perbedaan tingkat partisipasi sekolah antar kelompok umur atau rata-rata lamanya bersekolah antar daerah atau anak yang putus sekolah sebaiknya menggunakan grafik batang. karena pendidikan merupakan usaha sadar manusia untuk mengembangkan kepribadian dan penalaran masyarakat dewasa yang mandiri. Pendidikan dasar berguna memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa dalam mengembangkan kehidupannya dan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. b. Diperoleh angka buta huruf dapat diketahui kelompok/daerah/jenis kelamin yang perlu mendapatkan perhatian dibidang pendidikan d. Angka Putus Sekolah dan rata-rata lama sekolah . sebaiknya digunakan pie diagram. Informasi dan Edukasi) melalui Televisi atau surat kabar. c. Rata-rata lama sekolah menggambarkan tingkat pencapaian setiap penduduk dalam kegiatan bersekolah. koran. SLTP atau SM. angka putus sekolah menggambarkan kemampuan penduduk usia SD. Teknik Penyajian a. SLTP atau SM untuk menyelesaikan pendidikan dijenjang pendidikan SD. Selain itu sebab-sebab mendasar yang mempengaruhi melek huruf orang dewasa adalah kebijakan politis dari pemerintah (misalnya program Paket A). Untuk melihat kecenderungan peningkatan atau penurunan persentase anak yang terdaftar di sekolah atau kecenderungan dari tahun ke tahun jumlah orang dewasa yang melek huruf atau buta huruf sebaiknya menggunakan grafik garis. Perencanaan KIE (Komunikasi. c. Kegunaan a. d. televisi. Semakin tinggi angka lamanya bersekolah semakin tinggi jenjang pendidikan yang telah dicapai penduduk. b.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Sebab-sebab tidak langsung yang mepengaruhi melek huruf orang dewasa adalah status sosial ekonomi yang rendah dan kurangnya kesadaran masyarakat akan arti dan makna melek huruf. c. 12 July 2009 21:59 adalah ketersediaan sarana belajar di masyarakat antara lain tersedianya sekolah. Proporsi orang dewasa yang melek huruf atau buta huruf berdasarkan kelompok umur dapat ditampilkan dalam bentuk tabel atau pie diagram 13 / 15 . 07 August 2008 18:30 . dan media massa lainnya yang dapat dijadikan sebagai sarana belajar bagi masyarakat. Salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat ialah dengan cara melihat penduduk yang telah atau sedang menjalani pendidikan. Untuk melihat proporsi anak yang dapat mendaftar dan bersekolah dasar dibandingkan dengan seluruh anak yang berumur wajib sekolah dasar.Last Updated Sunday.

Diyakini bahwa semakin lama orang-orang muda dididik di dalam suatu sistem pendidikan. 12 July 2009 21:59   Angka Harapan Hidup Sekolah 1. dan Pelatihan. Unit pengukuran: Jumlah tahun. 07 August 2008 18:30 . dan perilaku yang konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan.Last Updated Sunday. Definisi ringkas: Perkiraan rata-rata banyaknya tahun bagi seorang murid untuk tetap terdaftar di lembaga pendidikan. Pendidikan adalah hal yang penting untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas penduduk untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan. c. 2. Indikator ini dapat digunakan untuk mengukur keseluruhan tingkat pengembangan dan kinerja suatu sistem pendidikan. semakin gemar pula ia belajar tentang pembangunan berkelanjutan dan untuk membentuk perilaku yang kondusif untuk mengimplementasikannya di masa datang. dalam hal rata-rata durasi partisipasi pendidikan setiap anak yang terdaftar di sekolah. Kaitan dengan Indikator lain: Pendidikan terkait erat dengan indikator lain yang merefleksikan kebutuhan dasar. Relevansi Terhadap Pembangunan Berkelanjutan/Tak Berkelanjutan: Pendidikan merupakan suatu proses dimana manusia dan masyarakatnya mencapai potensi secara penuh. yang terakhir perlu digabungkan sebagai bagian yang esensial dari pembelajaran. nilai. Indikator a. Kepedulian Publik. b. Pendidikan dasar (SD dan SLTP) memberi tiang pondasi bagi lingkungan dan pembangunan pendidikan. Agenda : Promosi pendidikan. Selama di tingkat sekolah dasar inilah sebaiknya kepedulian akan nilai-nilai dan pengetahuan mengenai pembangunan berkelanjutan diberikan. Nama: Angka harapan hidup sekolah b. Tipe Indikator: Keadaan. Tujuan: Indikator ini menyediakan perkiraan banyaknya tahun pendidikan yang diharapkan bisa dilalui oleh seorang anak untuk tetap terdaftar di sekolah. ketrampilan. informasi dan sains. serta peran 14 / 15 . peningkatan kemampuan.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. c. b. Relevansi Kebijakan a. Ia juga penting untuk mencapai rasa kepedulian. 3. Letak di dalam kerangka kerja a.

d. Indikator ini berkaitan erat dengan angka partisipasi sekolah menurut tingkat pendidikan.Indikator Pendidikan dan Pemanfaatannya Written by Administrator Thursday. Deskripsi Metodologi dan Definisi Pokok a. Ia mewakili suatu ukuran mengenai keadaan pendidikan dalam kerangka kerja TDR. Penilaian terhadap Ketersediaan Data Data yang diperlukan untuk penghitungan indikator ini adalah data jumlah murid dan penduduk menurut umur tunggal yang berkaitan dengan seluruh tingkatan pendidikan. Data murid biasanya dicatat oleh Departemen Pendidikan atau Dinas Pendidikan Daerah. karena ia lebih didasarkan oleh data lintas seksi menurut tingkat pendidikan di suatu titik waktu dari pada data deret waktu dalam jangka panjang. Definisi Alternatif: Indikator alternatif untuk melihat efektivitas pendidikan di suatu daerah bisa digunakan angka putus sekolah (drop-out rates). maka ia tidak mempertimbangkan perbedaan di antara cohort sekolah yang sukses dari waktu ke waktu. sedangkan data penduduk usia tunggal bisa diperoleh dari hasil sensus penduduk yang dilakukan BPS. d. c. yang di beberapa negara telah dikumpulkan dengan basis yang sistematis. kelas demi kelas. Keterbatasan Indikator: Indikator ini membutuhkan data murid dan penduduk menurut umur tunggal. 07 August 2008 18:30 . Namun demikian. Konvensi dan Kesepakatan Internasional: tidak ada. Di samping. Indikator Dalam Kerangkakerja Tekanan-Dampak-Respon/TDR: Indikator ini fokus pada pentingnya pendidikan bagi proses pembangunan berkelanjutan. Perkiraan banyaknya tahun bersekolah tidak selalu merefleksikan jumlah tingkat dari sistem pendidikan lengkap reguler.   15 / 15 . Definisi dan Konsep Pokok: Angka harapan hidup sekolah didefinisikan sebagai jumlah tahun bersekolah yang diharapkan dapat diterima oleh seorang anak yang terdaftar. dengan asumsi peluang ia tetap terdaftar di sekolah pada usia tertentu di masa depan sama dengan angka partisipasi sekolah di usia sekarang. perlu digarisbawahi bahwa indikator ini tidak mengukur banyaknya tingkat/kelas lengkap tetapi banyaknya tahun siswa bersekolah.Last Updated Sunday. Sangatlah dianjurkan bahwa harapan hidup sekolah sebaiknya paling sedikit 10 atau 12 tahun sesuai dengan jumlah lamanya bersekolah di SD dan SLTP. Target: Semakin tinggi angka harapan hidup sekolah secara umum mengakibatkan anak-anak lebih terbuka wawasannya dan semakin banyak pengetahuannya. b. 12 July 2009 21:59 kelompok-kelompok utama. 5. 4. e.