P. 1
Hubungan Agama Dan Filsafat Di Barat

Hubungan Agama Dan Filsafat Di Barat

|Views: 49|Likes:
Published by yamindian9384

More info:

Published by: yamindian9384 on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2011

pdf

text

original

HUBUNGAN AGAMA DAN FILSAFAT DI BARAT (Sebuah Survei Sejarah Lintas Periode) Oleh: Biyanto Pendahuluan Menurut catatan

sejarah, filsafat Barat bermula di Yunani. Bangsa Yunani mulai mempergunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar abad VI SM. Perkembangan pemikiran ini menandai usaha manusia untuk mempergunakan akal dalam memahami segala sesuatu. Pemikiran Yunani sebagai embrio filsafat Barat berkembang menjadi titik tolak pemikiran Barat abad pertengahan, modern dan masa berikutnya. Disamping menempatkan filsafat sebagai sumber pengetahuan, Barat juga menjadikan agama sebagai pedoman hidup, meskipun memang harus diakui bahwa hubungan filsafat dan agama mengalami pasang surut. Pada abad pertengahan misalnya dunia Barat didominasi oleh dogmatisme gereja (agama), tetapi abad modern seakan terjadi pembalasan terhadap agama. Peran agama di masa modern digantikan ilmu-ilmu positif. Akibatnya, Barat mengalami kekeringan spiritualisme. Namun selanjutnya, Barat kembali melirik kepada peranan agama agar kehidupan mereka kembali memiliki makna. Makalah ini akan mendiskripsikan hubungan filsafat dan agama di Barat sebagai sebuah survei sejarah lintas periode. 1. Pengertian Agama Agama memang tidak mudah diberi definisi, karena agama mengambil berbagai bentuk sesuai dengan pengalaman pribadi masing-masing. Meskipun tidak terdapat definisi yang universal, namun dapat disimpulkan bahwa sepanjang sejarah manusia telah menunjukkan rasa "suci", dan agama termasuk dalam kategori "hal yang suci". Kemajuan spiritual manusia dapat diukur dengan tingginya nilai yang tidak terbatas yang diberikan kepada obyek yang disembah. Hubungan manusia dengan "yang suci" menimbulkan kewajiban, baik untuk melaksanakan maupun meninggalkan sesuatu. Di dalam setiap agama, paling tidak ditemukan empat ciri khas. Pertama, adanya sikap percaya kepada Yang Suci. Kedua, adanya ritualitas yang menunjukkan hubungan dengan Yang Suci. Ketiga, adanya doktrin tentang Yang Suci dan tentang hubungan tersebut. Keempat, adanya sikap yang ditimbulkan oleh ketiga hal tersebut. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di muka bumi, sesuai dengan asalnya, dapat dikelompokkan menjadi dua. Pertama, agama samawi (agama langit), yaitu agama yang dibangun berdasarkan wahyu Allah. Kedua, agama ardli (agama bumi), yaitu agama yang dibangun berdasarkan kreasi manusia. 2. Agama Universal di Barat Sebelum dijelaskan tentang agama universal di Barat, perlu diketahui agama bangsa Yunani secara garis besar. Bangsa Yunani sebelum mengenal dewa-dewa, mereka memuja dan menyembah daya-daya alam, roh nenek moyang dan pimpinan tertinggi

Menurut Barthelemy. meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Agama dan Filsafat Barat Klasik 1.dari anggota keturunan. Ia mengklaim manusia sebagai ukuran kebenaran dengan istilah "homo mensura". 2. semua teori pengetahuan diragukan. Jadi. kebebasan berpikir bangsa Yunani disebabkan di Yunani sebelumnya tidak pernah ada agama yang didasarkan pada kitab suci. muncul para filosof yang mengalihkan obyek pemikiran manusia dari alam ke arah pemikiran tentang manusia sendiri. Hal ini terjadi pada tahap permulaan. para filosof pra-Socrates berusaha membebaskan diri dari belenggu mitos dan agama asalnya. agama universal adalah agama yang kepercayaannya disajikan untuk semua umat manusia. . sebagaimana diceritakan Homerus dan Hesiodes dalam syair-syair mereka. Filosof-filosof ini disebut dengan kaum sophis yang dipelopori oleh Protagoras (485420 SM). dan nilai. kebenaran hanya berlaku secara individual. sehingga dapat disimpulkan bahwa mitos bangsa Yunani bukanlah agama yang berkualitas tinggi. segala fenomena menjadi relatif bagi subyektifitas manusia. dapat dikatakan bahwa agama alam bangsa Yunani masih dipengaruhi misteri yang membujuk pengikutnya. Argumen Thales masih dipengaruhi kepercayaan pada mitos Yunani. mereka melakukan pemujaan terhadap para dewa yang dipusatkan di gunung Olympia. Demikian juga Phitagoras (572-500 SM) belum murni rasional. Menurutnya. Kegemaran bangsa Yunani merantau secara tidak langsung menjadi sebab meluasnya tradisi berpikir bebas yang dimiliki bangsa Yunani. Tidak ada kebenaran yang berlaku secara universal. Kristen. Agama universal yang dimaksud di sini adalah agama Yahudi. Keadaan tersebut jelas berbeda dengan Mesir. Periode Athena Hampir bersamaan dengan filsafat atomis. Sementara itu. Pada masa Yunani kuno. Agama ini menganggap dirinya punya kebenaran penuh tentang realitas. dan Islam. pengetahuan. Mereka mampu melebur nilai-nilai agama dan moral tradisional tanpa menggantikannya dengan sesuatu yang substansial. yaitu pada masa Thales (640-545 SM). belum murni bersifat rasional. Kemudian. Secara umum dapat dikatakan. Mereka menggunakan retorika sebagai alat utama untuk mempertahankan kebenaran. yang menyatakan bahwa esensi segala sesuatu adalah air. Ordonya yang mengharamkan makan biji kacang menunjukkan bahwa ia masih dipengaruhi mitos. serta kepercayaan dan doktrin agama diabaikan. dan India. yaitu terciptanya kekacauan tentang kebenaran. Kaum sophis berpendapat bahwa manusia menjadi ukuran kebenaran. Masa Pra-Sokrates Bangsa Yunani merupakan bangsa yang pertama kali berusaha menggunakan akal untuk berpikir. sehingga pemeluknya merasa berkewajiban menyampaikan kepada semua umat manusia. filsafat secara umum sangat dominan. Hal ini terjadi berabad-abad lamanya hingga datangnya agama Yahudi dan Nashara. Tidak adanya ukuran kebenaran yang bersifat umum berdampak negatif. Persia. Sedangkan Livingstone berpendapat bahwa adanya kebebasan berpikir bangsa Yunani dikarenakan kebebasan mereka dari agama dan politik secara bersamaan.

Kaum sophis mendapat imbangannya dalam diri seorang alim yang merupakan guru teladan sepanjang jaman (the greatest teacher of all time) yang bernama Socrates (470-399 SM). dan dijadikan dasar oleh para pemuka agama Kristen untuk mempertahankan ajaran-ajaran mereka. Ia tidak menerima kepercayaan yang diabdikan pada sejumlah berhala. Di antara korban kefanatikan agama Kristen adalah Hypatia (370-415). namanya adalah ide. Akibatnya. orang-orang yang menghidupkan filsafat dimusuhi dan dibunuh. Hubungan ketiga unsur tersebut dikenal dengan Plotinus Trinity. agama dan filsafat sama-sama dominan. Pemikiran tersebut dilanjutkan oleh Plato (429-348 SM). . tetapi dari sesuatu yang disebut "Dzat Primordial" yang berisikan seluruh unsur asli alam. Doktrin pokok Plotinus adalah tiga realitas. Sejak gereja (agama) mendominasi. tetapi untuk dirasakan. Simplicus. muncul Aristoteles (384-322 SM) yang meyakini Tuhan yang monoteistik dan kekekalan jiwa manusia. Yang menarik dari pemikiran Plotinus dan Neo-Platonisme adalah pengalihan arah pemikiran dari alam (kosmo sentris) dan manusia (antroposentris) kepada pemikiran tentang Tuhan (theosentris). dan Yang baik (The Good). Agama dan Filsafat Barat Skolastik Puncak terakhir filsafat Yunani adalah ajaran yang disebut Neo-Platonisme. Rasa inilah satu-satunya yang dituntun kitab suci. dan filsafat dianggap sama dengan paganisme. bahkan salah seorang murid Plotinus. sehingga periode ini disebut dengan masa skolastik. Filsafat Plotinus tumbuh bersamaan dengan munculnya agama Kristen. gereja membakar habis perpustakaan Iskandaria bersama seluruh isinya. Tuhan bukan untuk dipahami. pendidikan diserahkan pada tokoh-tokoh gereja yang dikenal dengan "The Scholastics". gereja telah membelokkan kreatifitas akal dan mengurangi kemampuannya. Kaisar Justianus mengeluarkan undang-undang yang melarang filsafat di Athena. terutama dalam menjawab persoalan agama. Sampai periode ini. menutup sama sekali ruang gerak filsafat rasional. sebab baginya Tuhan adalah tunggal. Tidak lama kemudian. Bagi Plato. sehingga Tuhan dijadikan dasar segala sesuatu. Pada saat itu. perlu dikemukakan pemikiran seorang filosof yang merumuskan kembali pemikiran Plato. yaitu jiwa (soul). Idealisme metafisiknya. Para filosof aliran skolastik menerima doktrin gereja sebagai dasar pandangan filosofisnya. akal (nous). Selanjutnya. yang ajarannya banyak bernuansa nilai-nilai spiritual yang transenden. Sebelum perjalanan survei tentang agama dan filsafat Barat klasik diakhiri. Pemikiran NeoPlatonisme sangat berpengaruh terhadap perkembangan filsafat Kristen pada masa berikutnya. kebenaran umum itu ada. Menurutnya. peranan akal (filsafat) menjadi sangat kecil. Pada saat itu. Aliran ini dikenal dengan NeoPlatonisme yang dirintis oleh Plotinus (205-70 SM). Tuhan adalah realitas yang tertinggi dan paling sempurna. kebenaran umum itu memang ada. Tujuan berfilsafat (tujuan hidup secara umum) adalah bersatu dengan Tuhan. gereja sedang mengadakan konsolidasi diri dan mencoba untuk mengikis habis paganisme. Karena. yaitu kebenaran yang diterima setiap orang. Puncaknya pada tahun 529 M. Filsafat rasional dan sains tidak penting. Tuhan tidak mencipta sesuatu dari yang tidak ada. Menurut Plotinus. Mereka berupaya memberikan pembenaran apa yang telah diterima dari gereja secara rasional.

Problem utama masa renaissance. bukan dengan pembuktian.Diantara filosof skolastik yang terkenal adalah Augustinus (354-430). sebagaimana periode skolastik. dibalik keteraturan dan ketertiban alam semesta ini pasti ada yang mengendalikan. karena kepercayaan teologis tidak dapat didemonstrasikan. Namun. Agama dan Filsafat Barat Modern Di abad pertengahan. Perkembangan penalaran tidak dilarang. yaitu credo ut intelligam (saya percaya agar saya paham). terutama dalam "Summa Theologia" menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gereja. Ia menginginkan kebebasan berpikir dengan membalik diktum Augustinus-Anselmus credo ut intelligam dan merumuskan pandangannya sendiri menjadi intelligo ut credom (saya paham supaya saya percaya). Kebenaran berpangkal pada aksioma bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah dari yang tidak ada (creatio ex nihilo). Puncak kejayaan masa skolastik dicapai melalui pemikiran Thomas Aquinas (12251274). sehingga ia terlibat konflik berkepanjangan dengan gereja dan negara. Tulisan-tulisannya menyerang kekuasaan gereja dan teologi Kristen. Namun. Menurutnya. dan yang terpenting adalah cinta pada Tuhan. Pengetahuan didapat melalui indera dan diolah akal. Menghadapi abad XII. Ini merupakan masalah keagamaan yang harus diselesaikan dengan kepercayaan. yaitu Tuhan. karena banyak pikirannya. sementara otoritas ilmu pengetahuan semakin kuat. Ciri khas filsafat abad pertengahan ini terletak pada rumusan Santo Anselmus (10331109). Dalil-dalil akal atau filsafat harus dikembangkan dalam upaya memperkuat dalil-dali agama dan mengabdi kepada Tuhan. perkembangan alam pikiran di Barat amat terkekang oleh keharusan untuk disesuaikan dengan ajaran agama (doktrin gereja). Menurutnya. Pada tahap akhir masa skolastik terdapat filosof yang berbeda pandangan dengan Thomas Aquinas. William Occam merasa membela agama dengan menceraikan ilmu dari teologi. pengetahuan berbeda dengan kepercayaan. Masa filsafat modern diawali dengan munculnya renaissance sekitar abad XV dan XVI M. terutama kewibawaan gereja semakin memudar. tetapi harus disesuaikan dan diabdikan pada keyakinan agama. Filsafat ini jelas berbeda dengan sifat filsafat rasional yang lebih mendahulukan pengertian dari pada iman. Peter Abelardus memberikan status yang lebih tinggi kepada penalaran dari pada iman. Eropa membuka kembali kebebasan berpikir yang dipelopori oleh Peter Abelardus (1079-1142). Saat itu sulit membedakan mana yang filsafat dan mana yang gereja. Tuhan harus diterima atas dasar keimanan. Kehidupan yang terbaik adalah kehidupan bertapa. Karenanya. akal tidak mampu mencapai realitas tertinggi yang ada pada daerah adikodrati. filsafat mencurahkan perhatian terhadap masalah metafisik. adalah sintesa agama dan . yang bermaksud melahirkan kembali kebudayaan klasik Yunani-Romawi. ia tidak begitu disukai dan kemudian dipenjarakan oleh Paus. ia berhasil meloloskan diri dan meminta suaka politik kepada Kaisar Louis IV. yaitu William Occam (1285-1349). Sedangkan periode sejarah yang umumnya disebut modern memiliki sudut pandang mental yang berbeda dalam banyak hal. Ia mendapat gelar "The Angelic Doctor". Pada abad pertengahan. Kebenaran mutlak ada pada ajaran agama.

baik pengalaman batiniah maupun lahiriah. Agama berkembang melalui proses dari yang asli. yaitu David Hume (1711-1776). yakni kembali menjalin keakraban dengan alam. Ia berpendapat bahwa filsafat harus dipisahkan dari teologi. yang kemudian berkembang ke Perancis dan akhirnya ke Jerman.filsafat dengan arah yang berbeda. Argumentasi yang dimajukan bertujuan untuk melepaskan diri dari kungkungan gereja. Dalam hal ini. Era renaissance ditandai dengan tercurahnya perhatian pada berbagai bidang kemanusiaan. Menurutnya. Ia memposisikan akal dan rasa pada tempatnya. sehingga Voltaire (1694-1778) menyebutnya sebagai the age of reason (zaman penalaran). Tokoh idealisme lainnya adalah George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831). agama lahir dari hopes and fears (harapan dan penderitaan manusia). menyelamatkan sains dan agama dari gangguan skeptisisme. Hal ini tampak dalam semboyannya "cogito ergo sum" (saya berpikir maka saya ada). Filsafatnya dikenal dengan idealisme absolut yang bersifat monistik. Di tengah gegap gempitanya pemikiran rasionalisme dan empirisme. Menurutnya. Aliran Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan dan pengenalan berasal dari pengalaman. yaitu seluruh . tetapi ia menganggap bahwa segala sesuatu yang bercirikan lain dalam teologi hanya dapat diketahui dengan wahyu. di antara pemikir zaman aufklarung ada yang memperhatikan masalah agama. Ia dikenal dengan semboyannya retournous a la nature (kembali ke keadaan asal). Ia berusaha meneliti kemampuan dan batas-batas rasio. Di antara filosof masa renaissance adalah Francis Bacon (1561-1626). Kemudian Jean Jacques Rousseau (1712-1778) berjuang melawan dominasi abad pencerahan yang materialistis dan atheis. karena mengangkat kembali derajat rasio dan pemikiran sebagai indikasi eksistensi setiap individu. filsafat kembali mendapatkan kejayaannya dan mengalahkan peran agama. Kemudian muncul aliran Empirisme. kepada agama yang bersifat monoteis. muncul gagasan baru di Inggris. pengetahuan manusia merupakan sintesa antara apa yang secara apriori sudah ada dalam kesadaran dan pikiran dengan impresi yang diperoleh dari pengalaman (aposteriori). Sebagai salah satu konsekwensinya adalah supremasi rasio berkembang pesat yang pada gilirannya mendorong berkembangnya filsafat dan sains. Meskipun demikian. karena dengan rasio manusia dapat memperoleh kebenaran. sedangkan wahyu sepenuhnya bergantung pada penalaran. Filsafatnya dikenal dengan Idealisme Transendental atau Filsafat Kritisisme. Tokoh lainnya adalah Imanuel Kant (1724-1804). Meskipun ia meyakini bahwa penalaran dapat menunjukkan Tuhan. dengan pelopor utamanya. Puncak masa renaissance muncul pada era Rene Descartes (1596-1650) yang dianggap sebagai Bapak Filsafat Modern dan pelopor aliran Rasionalisme. Pada abad ini dirumuskan adanya keterpisahan rasio dari agama. yang bersifat politeis. Masa ini dikenal dengan Aufklarung atau Enlightenment atau masa pencerahan sekitar abad XVIII M. Hal ini menunjukkan bahwa Bacon termasuk orang yang membenarkan konsep kebenaran ganda (double truth). Pernyataan ini sangat terkenal dalam perkembangan pemikiran modern. Aliran ini juga menekankan pengenalan inderawi sebagai bentuk pengenalan yang sempurna. yaitu kebenaran akal dan wahyu. Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Locke (1632-1704). Ia menentang rasionalisme yang membuat kehidupan menjadi gersang. akal terlepas dari kungkungan gereja. baik sebagai individu maupun sosial.

Pragmatisme awalnya diperkenalkan oleh C. Dengan demikian. Ia menyatakan bahwa kepercayaan manusia kepada Allah sebenarnya berasal dari keinginan manusia yang merasa tidak bahagia. kepercayaan adalah aturan bertindak. Pengetahuan positif merupakan puncak pengetahuan manusia yang disebutnya sebagai pengetahuan ilmiah. Perkembangan selanjutnya dari aliran ini melahirkan aliran yang bertumpu kepada isi dan fakta-fakta yang bersifat materi. Kehidupan manusia ditentukan oleh materi. metafisik. Oleh karena itu. Tokoh aliran Materialisme adalah Feurbach (1804-1872). di Inggris dan Amerika muncul aliran Pragmatisme yang dipelopori oleh William James (1842-1910).S. kependetaan dan anggapan bahwa kitab suci sebagai satu-satunya sumber pengetahuan diporak-porandakan. dan berbagai kepercayaan dapat dibedakan dengan membandingkan kebiasaan yang dihasilkan. Utility dalam bahasa Inggris berarti kegunaan dan manfaat. dapat dikatakan bahwa abad modern merupakan era pembalasan terhadap zaman skolastik yang didominasi gereja. tidak terikat dengan yang transendental. Jeremy Benthem (1748-1832) dengan pemikiran-pemikirannya mengawali tumbuhnya aliran Utilitarianisme. yang dikenal dengan Materialisme. masyarakat. Sebenarnya. Agama dan Filsafat Barat Kontemporer Pada awal abad XX. Menurutnya. Sesuai dengan pandangan tersebut kebenaran metafisik yang diperoleh dalam metafisika ditolak. Makna semacam inilah yang menjadi dasar aliran Utilitarianisme. tetapi juga menjadi tujuan individu. Auguste Comte mencoba mengembangkan Positivisme ke dalam agama atau sebagai pengganti agama. karena kebenarannya sulit dibuktikan dalam kenyataan. Hal ini terbukti dengan didirikannya Positive Societies di berbagai tempat yang memuja kemanusiaan sebagai ganti memuja Tuhan. . manusia mencipta Wujud yang dapat dijadikan tumpuan harapan yaitu Tuhan. Aliran filsafat yang lain adalah Positivisme. Pierce (1839-1914). Ia bersama Friederich Engels (1820-1895) membangun pemikiran komunisme pada tahun 1848 dengan manifesto komunisme. Lalu. Dasar-dasar filsafat ini dibangun oleh Saint Simon dan dikembangkan oleh Auguste Comte (1798-1857).yang ada merupakan bentuk dari akal yang satu. dan negara. Tokoh lain aliran Materialisme adalah Karl Marx (1820-1883) yang menentang segala bentuk spiritualisme. sehingga Feurbach menyatakan teologi harus diganti dengan antropologi. Ia menyatakan bahwa pengetahuan manusia berkembang secara evolusi dalam tiga tahap. Ia memandang agama Kristen yang dipahaminya secara panteistik sebagai bentuk terindah dan tertinggi dari segala agama. bukan berasal dari dunia ghaib. Hal ini bukan saja menjadi ukuran moral dan kebenaran. Karl Marx memandang bahwa manusia itu bebas. kepercayaan menghasilkan kebiasaan. yaitu teologis. Periode filsafat modern di Barat menunjukkan adanya pergeseran. Agama sebagai proyeksi kehendak manusia. dan positif. yakni akal yang absolut (absolut mind). Tokoh lain aliran ini adalah John Stuart Mill (1806-1873) dan Henry Sidgwick (1838-1900). Menurut aliran utilitarianis bahwa pilihan terbaik dari berbagai kemungkinan tindakan perorangan maupun kolektif adalah yang paling banyak memberikan kebahagiaan pada banyak orang. Kebahagiaan diartikan sebagai terwujudnya rasa senang dan selamat atau hilangnya rasa sakit dan was-was. Sementara di Inggris. segala bentuk dominasi gereja.

hubungan filsafat dan agama di Barat telah terjadi sejak periode Yunani Klasik. Kedua. dan lain-lain. Fenomenologi sebenarnya merupakan teori tentang fenomena. Walaupun rasionalisme Eropa memperoleh kemenangan. Eksistensi manusia mendahului esensinya. dan kontemporer. jika teori berfungsi bagi kehidupan manusia. Masyarakat modern yang rasionalistik. atau sekurang-kurangnya manusia bukan ciptaan Tuhan. karena dapat dijadikan kriteria terakhir dalam filsafat. juga berkembang aliran Fenomenologi di Jerman yang dipelopori oleh Edmund Husserl (1859-1938). ternyata hampa spiritual. mempunyai arti sebagai perasaan (feelings). seperti lahirnya anti rasionalisme. manusia bebas menentukan semuanya untuk dirinya dan untuk seluruh manusia. dan materialistik. Karena itu. tindakan (acts) dan pengalaman individu manusia ketika mencoba memahami hubungan dan posisinya di hadapan apa yang mereka anggap suci. Menurutnya. sehingga mulai menengok dunia Timur yang kaya nilai-nilai spiritual. Pada abad tersebut juga lahir aliran Eksistensialisme yang dirintis oleh Soren Kierkegaard (1813-1855).William James berpendapat bahwa teori adalah alat untuk memecahkan masalah dalam pengalaman hidup manusia. humanisme. Kesimpulan Dari uraian terdahulu. maka dapat ditarik dua kesimpulan. Sedangkan agama. pertengahan. keagamaan bersifat unik dan membuat individu menyadari bahwa dunia merupakan bagian dari sistem spiritual yang dengan sendirinya memberi nilai bagi atau kepadanya. Pada saat yang bersamaan. Tuhan tidak ada. tokoh Pragmatisme lainnya. meskipun harus diakui bahwa hubungan keduanya mengalami pasang surut. ia mempelajari apa yang tampak atau yang menampakkan diri. ternyata menyimpan beberapa keretakan yang pada gilirannya menimbulkan reaksi. John Dewey (18591952) menyatakan bahwa tugas filsafat yang terpenting adalah memberikan pengarahan pada perbuatan manusia dalam praktek hidup yang harus berpijak pada pengalaman. Dengan demikian. modern. vitalistik. Filosof di Barat mulai menyadari bahwa era modern telah melahirkan kehidupan yang kering spiritual dan tidak bermakna. Pertama. menurutnya. teori dianggap benar. Menurutnya. dewasa ini di Barat terdapat kecenderungan yang demikian kuat terhadap peranan agama. Agak berbeda dengan William James. Periode kontemporer di Barat juga ditandai dengan adanya keinginan yang demikian kuat untuk kembali kepada ajaran agama. Tokoh terpenting dalam aliran ini adalah Jean Paul Sartre (1905-1980) yang berpandangan atheistik. Baginya. untuk mendapatkan pengetahuan yang benar ialah dengan menggunakan intuisi langsung. @ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->