Bahan Perkuliahan KURIKULUM KTSP dan KBK

BAB I KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal di sekolah. Apa yang akan di capai di sekolah, di tentukan oleh kurikulum sekolah itu. Pengertian kurikulum perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus pada tahun 1856. Artinya pada waktu itu adalah: “1. a race course; a place for running; a chariot. 2. A course in general; applied paerticulary to the course of study in a university”. Jadi dengan “kurikulum” dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau dalam kereta perlombaan, dari awal sampai akhir. “kurikulum juga berarti “chariot,” semacam kereta pacu pada zaman dahulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari “start” sampai “finish”’ Di samping penggunaan “kurikulum” semula dalam bidang olah raga, kemudian di pakai dalam bidang pendidikan, yakni dalam sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi. Dalam kamus Webster tahun 1955 “kurikulum di beri arti” a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of course offered in an educational institunion, or deparemen there of, - the usual sense.” Di sini “kurikulum” khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus di tempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. “kurikulum” juga berarti keseluruhan pelajaran yang di sajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah “kurikulum” baru menjadi popular sejak tahun lima puluhan, yang di populerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu di kenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah “rencana pelajaran”. Pada hakekatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai “a plan of learning”, yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Kurikulum adalah program pendidikan yang di seiakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Berdasarkan program pendidikan tersebut siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga mendorong perkembangan dan petumbuhannya sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, dengan program kurikuler tersebut, sekolah/lembaga pendidikan menyediakan lingkungan pendidikan bagi siawa untuk berkembang. Itu sebabnya, kurikulum disusun sedemikian rupa yang memungkinkan siswa melakukan beraneka ragam kegiatan belajar. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran, namun meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti: bangunan sekolah, alat pelajaran,

perlengkapan sekolah, perpustakaan, karyawan tata usaha, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-lain. Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses activities, and experiences which pupils have under the direction of school, whether in the classroom or not. Berdasarkan rumusan ini, kegiatan-kegiatan kurikuler tidak terbatas dalam ruangan kelas, melainkan mencakup juga kegiatan di luar kelas. Pandangan modern menjelaskan, bahwa antara kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler tidak ada pemisahan yang tegas. Semua kegiatan yang bertujuan memberikan pengalaman pendidikan kepada siswa tercakup dalam kurikulum. Kendatipun pandangan tersebut di terima , namun pada umumnya guru-guru tetap berpandangan, bahwa kegiatan-kegiatan dalam kelas saja yang termasuk kurikulum, sedangkan kegiatan di luar kelas dari segi nilai edukatif yang dinerikan oleh kurikulum itu. Penganut pandangan ini tetap menyadari, bahwa kegiatan-kegiatan ekstrs merypakan bagian khusus dalam program pendidikan sekolah. Pandangan yang dikemukakan oleh Prof. I.P. Simanjuntak juga mendapat perhatiandilihat dari segi piker sistematik yang ilmiah dan rasional, dimana kurikulum dikaji dari berbagai aspek, yakni seagai berikut: 1. Kurikulum berkenaan dengan fungsi. Pada garis besarnya, suatu kurikulum diperuntukkan bagi warga Negara (calon warga Negara), calon anggota/pembentuk keluarga yang baru, calon anggota masyarakat, calon anggota profesi, dan sebagainya. 2. Kurikulum itu disediakan untuk siapa? Pertanyaan itu berkenaan dengan siapa yang akan mendapat dan mengikuti kegiatan-kegiatan kurikulum tersebut. Jadi secara langsung berkenaan dengan siswa atau atau anak didik. Karena itu kurikulum harus mempertimbangkan aspek perkembangan, kemampuan, intelegensi, kebutuhan, minat dan permasalahan yang dihadapi siswa. Implikasinya, isi kurikulum atau bahan pelajaran harus bersumber dan sesuai dengan lingkungan anak tersebut. 3. Kurikulum itu diberikan untuk membantu jadi apa? Pertanyaan ini berkenaan dengan tujuan kurikulum. Secara khusus perlu dipertanyakan apakah kurikulum itu ditujukan untuk mempersiapkan anak melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, atau intuk mempersiapkan anak ke lapangan kerja yang tersedia dalam masyarakat, atau kedua-duanya. Bertalian dengan masalah tersebut, selanjutnya perlu dipertimbangkan apakah kurikulum itu bersifat educable atau trainable, di samping mempertimbangkan juga usaha membentuk kepribadian yang terintegrasi dalam semua aspek (kognitif, afektif dan psikomotorik). Imolikasinya adalah berkenaan dengan penentuan program pendidikan umum, program pendidikan khusus dan program-program lainnya yang diperlukan. 4. Hal-hal apa saja yang harus tercakup dalam kurikulum? Petanyaan ini berkenaan dengan isi kurikulum harus berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Tujuantujuan itu dilihat dari segi: (1). Aspek hakekat manusia, (2). Tuntutan dalam pembangunan, (3). Tuntutan bagi setiap warga Negara dengan nilai-nilai dasar dalam konstitusi, aspirasi pemerintah, aspirasi masyarakat dan kebudayaan nasional. Isi kurikulum senantiasa disusun dalam bentuk program pengajaran

. bahan pelajaran. namun telah tersirat di dalam kurikulum. Murid lebih aktif. seperti: diskusi. yakni kurikulum dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. 6. Bagaimana cara mengetahui hasil kurikulum itu? Pertanyaan ini berkenaan dengan system evaluasi. selain model ceramah yang sampai sekarang masih dipakai oleh sebagian besar guru. 5. 7. 6. Kurikulum merupakan pengaturan. bahan yang serasi dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai serta mudah diperoleh. 2. keluesan. Pendekatan metodologi umumnya telah digariskan dalam kurikulum. Masalah ini erat pertaliannya dengan tujuan yang hendak dicapai. sebagai berikut: 1. disamping menggunakan teknologi pendidikan yang lebih maju sesuai dengan kemungkinan yang ada. Misalnya dalam kurikulum tahun 1975 telah ditegaskan. serasi dengan linkungan. karyawisata.Kurikulum mengandung cara. dinyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi dan lahan pelajearan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dalam system pendidikan nasional. 3. Dewasa ini telah dikembangkan system instruksional berdasarkan tujuan yang spesifik. guru lebih banyak berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Evaluasi yang digunakan secara formatif maupun secara summative. maka kurikulum sebenarnya adalah suatu alat pendidikan. atau metode atau strategi penyampaian pengajaran. anak yang belajar. Disamping evaluasi hasil belajar juga dikembangkan prosedur evaluasi kurikulum dan evaluasi program pendidikan. berarti mempunyai sistematika dan struktur tertentu. Rumusan ini lebih spesifik yang mengandung pokok-pokok pikiran. menunjuk kepada perangkat mata ajaran atau bidang pengajaran tertentu. Bentuk evaluasi yang digunakan secara objektif dan komprehensif. Dalam pedoman pelaksanaan kurikulum umumnya telah ditentukan system dan alat evaluasi yang perlu digunakan guru. Kurikulum merupakan suatu rencana atau perencanaan. guru yang mengajar.Berdasarkan butir 6. Materi kurikulum secara structural memiliki keseimbangan.Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. alat bantu pengajaran. dianjurkan agar guru-guru lebih banyak menggunakan metode-metode. yang disusun dalam urutan topic-topik pelajaran dalam ruang lingkup tertentu.Kurikulum memuat atau berisikan isi dan bahan pelajaran.bidang studi. Untuk itu. 5.Kendatipun tidak tertulis. berkesinambungan. pemecahan masalah. pengajaran berprogama dan system modul. Bagaimana melaksanakan kurikulum ? pertanyaan ini berkenaan dengan aspek metodologi pengajaran. 4. dapat di ukur dan berdasarkan perubahan tingkah laku yang diharapkan. bahwa metode yang digunakan adalah pendekatan ‘Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI)’.

termasuk filsafat bangsa. yakni: pertama. 2. .BAB II PERKEMBANGAN KURIKULUM Kalau kita berbicara mengenai inovasi dan pengembangan kurikulum. dan oleh karenanya pengembangan dan pelaksanaan harus berdasarkan pada asas-asas pembangunan secara makro. mental. pertanyaan pertama ialah mengapa harus memikirkan dan melakukannya? Apa alasannya? Audrey & S. situasi peserta didik. keempat: azas epistemologis.Pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan dilandasi dan diarahkan berdasarkan asaz keseimbangan. almarhum Prof. pemerintah. maka langkah awal dalam rumusan kurikulum adalah penyelidikan mengenai situasi (situation analysis) yang kita hadapi termasuk situasi lingkungan belajar dalam artian menyeluruh. azas filosofi. Para ahli kurikulum umumnya berpendapat bahwa kurikulum hanyalah alat atau instrument untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran yang ditetapkan.Howard Nicholls (1982) mengemukakan bahwa karena masyarakat dan mereka yang belajar mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi dipengaruhi oleh asaz falsafah dan tujuan pendidikan teologi yang kita anut. emosional dan spiritual anak didik. serta perubahan kondisi dan perkembangan peserta didik.Pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan dilandasi dan diarahkan berdasarkan asaz hokum yang berlaku. maka kurikulum juga mengalami perubahan. Mengutip pandang Ralph Tyler (1949). 4.Kurikulum dan teknologi pendidikan berdasarkan dan diarahkan pada asaz demokrasi pancasila.Pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan berdasarkan dan diarahkan pada asaz keadilan dan pemerataan pendidikan. ketiga azas psikologi yang terkait dengan taraf perkembangan fisik. 3. Nasution mengetengahkan empat factor. ekonomi). dapat dikatakan bahwa pengajar dan mereka yang belajar berinteraksi di sekitar kurikulum yang di rumuskan untuk mencapai suatu tujuan Seiring dengan perubahan masyarakat dan nilai-nilai budaya. 6. S. 5. masyarakat. Dalam sebuah pendidikan teologi. menyangkut harapan dan kebutuhan masyarakat (orang tua. System pengembangan kurikulum harus berdasarkan asas-asas sebagai berikut: 1. landasan ataupun asaz utama yang selalu mengambil peran dalam pengembangan kurikulum. berkaitan dengan konsep kita mengenai hakekat ilmu pengetahuan. masyarakat dan sekolah serta guru-guru.Kurikulum dan teknologi pendidikan berdasarkan pada asaz keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kurikulum bukan sebagai tujuan akhir. kedua azas sosiologis. kebudayaan. keserasian dan keterpaduan.Pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan dilandasi dan diarahkan berdasarkan asaz nilai-nilai kejuangan bangsa. dan para calon pengajar yang diharapkan melaksanakan kegiatan. Pengembangan kurikulum merupakan inti dalam penyelenggaraan pendidikan.Pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan dilandasi dan diarahkan berdasarkan asaz kemandirian dan pembentukan manusia mandiri. 7.

ilmu social dan ilmu perilaku yang masing-masing menganut hukumnya sendiri (hokum kausalitas. KURIKULUM BAB BERBASIS III KOMPETENSI (KBK) .Pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan dilandasi dan diarahkan berdasarkan asaz pemanfaatan. maka pengembangan kurikulum dilaksanakan dengan secara terpadu dan berjenjang. pengembangan kurikulum mengacu dan melibatkan semua individu secara interaktif dan komunikatif dalam proses pembelajaran agar tercapai hasil belajar yang dapat diamati secara terukur. 4.Tingkat makro. penciptaan ilmu pengetahuan. dan teknologi. pengembangan kurikulum melibatkan peran serta berbagai pihak secara intersektoral.Tingkat mikro. hokum normative.Tingkat individual. utuh. menyeluruh.8. penembangan kurikulum didukung oleh berbagai disiplin ilmu kealaman. yang dilaksanakan secara terkoordinasi. 3. sebagai berikut: 1. dan antar institusional baik dalam lingkungan pendidikan maupun nono pendidikan. lengkap.Tingkat structural. Mengacu pada pola pikir manajemen. dan serasi dengan factor-faktor yang mendasarinya. konsisten. pengembangan. 2. pengembangan kurikulum dilaksanakan secara sistematik yang memuat semua komponen. dan hokum probabilitas).

0. akademi. Lulusan SMA-A boleh melanjutkan ke universitas atau institut. dan high school lima tahun untuk anak biasa. yaitu SMA-A dan SMA-B. atau politeknik.5. sehingga perlu perhatikan secara berbeda.60. maka perlu diadakan dua bentuk SMA. lulusan SMA-B boleh melanjutkan ke sekolah tinggi kejuruan (fachhochschule). ada high school tujuh tahun untuk anak pintar. dan sebagainya). Di Indonesia. KBK juga lahir sebagai respon atas berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. murid biasa. Di Belanda.12. master in language teaching. Perubahan kebijakan tersebut sudah barang tentu berimplikasi pada penyempurnaan kurikulum. Dengan adanya Undang-Undang tersebut. dan Malaysia. Kurikulum dan bahan yang diajarkan sama. SMA-B menerima lulusan SMP dengan NEM ebtanas minimal 36 atau dengan hasil UAN minimal 6. Maka terjadi perubahan kebijakan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik kepada desentralistik. Melalui kurikulum 2004 . dari orientasi berkelompok kepada individual. Untuk mencapai kompetensi tinggi. Maksudnya pendidikan diarahkan untuk membentuk individu yang mempunyai potensi dan bakat yang berbeda dan bervariasi. pada akhir tahun ajaran 1996/1997 ada 21 SMU unggul di Jakarta. cara mengajarnya lebih intensif dan tuntunan kepada pelajar SMA-A lenih tinggi.Kurikulum berbasis kompetensi adalah konsep kurikulum yang dikembangkan Departemen Pendidikan Nasional RI untuk menggantikan kurikulum 1994.90. SMA-A menerima lulusan SMP dengan (nilai ebtanas murni evaluasi belajar tahap akhir nasional(NEM ebtanas) minimal 45 atau dengan hasil ujian nasional (UAN) minimal 7. berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. diantaranya adalah pergeseran orientasi pendidikan. Hasil ebtanas adalah NEM rata-rata IPA 7. Di Inggris. daerah diberi keleluasaan untuk mengembangkan dunia pendidikan diwilayahnya berdasarkan karakteristik daerah tersebut. Pembagian untuk anak-anak pinar dan anak biasa juga berlaku di luar negeri dan dalam negeri. Berikut contoh-contohnya.0. master in religion teaching. NEM rata-rata IPS 5. Di Jerman. baik untuk SMA-B maupun SMA-B. Singapura. dan murid pintar secara bersama. ada gymnasium untuk anak pintar dan realschule untuk anak biasa. semua pengajar harus magister pengajaran bidang studi (master in science teaching. ada voobereidend wetenschahappelijk onderwijs (VWO) untuk anakanak pintar dan hoter algemeen vormend onderwijs (HAVO) untuk anak-anak biasa. Semua pengajar (sekolah menengah negeri) ini diangkat oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pusat. KBK merupakan sebuah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standart peformansi tertentu. Hasil ebtanas SMU biasa adalah NEM rata-rata IPA 5. Untuk mengetahui kemampuan itntelektual pelajar. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh siswa. Harus diakui. . tidaklah mungkin mencapai kompetensi yang tinggi apabila dalam satu kelas para pengajar harus mengajar murid yang lemah kemampuannya. Sekolah ini menerima pelajar yang memiliki NEM SLTP minimal 45. NEM rata-rata IPS 7. KBK lahir sebagai implikasi dari Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom.

yang membantu baik pengajar maupun pelajar meraih tujuan pembelajaran. buku-buku yang digunakan itu tidak ditentukan oleh kepala sekolah atau komisi sekolah. Pengalaman sehari-hari meyakinkan kita bahwa bergairah saja tidak cukup untuk berhasil dalam studi. Pengajar sendiri yang akan menentukan buku-buku bidang studi mana saja yang akan dipakai. BAB IV KOMPETENSI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP merupakan singkatan dari singkatan dari Kompetensi Tingkat Satuan . Dengan demikian.Kurikulum dan bahan yang diajarkan selama tiga tahun ditentukan oleh Depdoknas pusat. cara membimbing pelajar. Maka. Semua buku-buku bidang studi yang sudah dipilih dan akan dipakai itu dipinjamkan kepada para pelajar. perpustakaan harus memiliki buku selengkap mungkin dan dikelola oleh seorang ahli perpustakaan. Karena itu. cara mengajar itu ikut menentukan. Urutan bahan yang diajarkan diserahkan kepada pengajar mata pelajaran. perlu ada aturan-aturan yang dimaksud untuk menciptakan sebuah kerangka pasti dan jelas.

karena mereka banyak dilibatkan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai. atau madrasah dan komite madrasah. yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. potensi daerah. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar system pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. potensi dan karakteristik daerah.Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. karakteristik sekolah /daerah. social budaya masyarakat setempat. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).Pengembangan kurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional. serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan dibidang agama untuk MI. dan peserta didik. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standart kompetensi lulusan. dan berprestasi. Sekolah dan komite sekolah.Pendidikan. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan . dan 2) sebagai berikut: 1. produktif.Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1. di bawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota. sumber belajar dan . serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. sumber dana. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. SMP. KTSP merupakan paradigm baru pengembangan kurikulum. 2. MTs. A. yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. potensi sekolah/daerah. SMA dan SMK. dan karakteristik peserta didik. KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1). Hal tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 35 dan 36 yang menekankan perlunya peningkatan standart nasional pendidikan sebagai acuan kurikulum secara berencana dan berkala dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. ayat 15)dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. MA dan MAK. di bawah supervise dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab dibidang pendidikan di SD. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-Undang No.

mengalokasikannya sesuai prioritas kebutuhan. Dalam KTSP. dan tujuan satuan pendidikan. Lembaga inilah yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikan yang berlaku. pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. misi. Pemberdayaan sekolah dan satuan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Badan ini merupakan lembaga yang dutetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. tenaga kependidikan. kepala sekolah. komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan lingkungan sekitar. serta mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. sekolah di tuntut untuk mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam indicator kompetensi. Selanjutnya komite sekolah perlu merumuskan dan menetapkan visi. perwakilan orang tua peserta didik. Pada system KTSP. misi. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah. menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait. kepala sekolah. dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. menentukan prioritas. pejabat pendidikan daerah. tuntutan dan kebutuhan masing-masing. mengembangkan strategi. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. dan tokoh masyarakat. misi. di samping menunjukkan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntutan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas. sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi. serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. . yakni sekolah dan satuan pendidikan. efisiensi. dan tujuan tersebut. serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. untuk mewujudkan visi. khususnya kurikulum. dan pemerataan pendidikan. dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan oprasional untuk mencapai tujuan sekolah.

batasan semacam ini tidak ada pada kurikulum 2004. 5. Sebagai contoh dalam kurikulum MTs 2004 hanya terdapat satu/dua standart kompetensi (SK) masing-masing jenjang kelas untuk hamper semua mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Aqidah Akhlak. Kesamaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. 3. ada kesamaan antara keduanya. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsure edukatif.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. 2. Bila kita lihat dari beberapa aspek yang terdapat dalam KBK maupun KTSP.Pendekatan pembelajaran berorientasi pada kompetensi (competence based approach).Penilaian memperhatikan pada proses dan hasil belajar (authenticassessment). KS dan KD yang terdapat dalam SI merupakan penyempurnaan dari SK dan KD yang tedapat pada KBK. Masing-masing SK sudah ditentukan mana yang untuk semester1 dan 2.Sumber belajar bukan hanya guru. Namun dalam kurikulum 2006 terdapat lebih dari dua SK untuk setiap jenjang kelas untuk seluruh mata pelajaran Pendidikan Agama Islam plus rinciannya pada kelas dan pelajaran tertentu. AL-Qur’an Hadits. . 4. Fiqh. Sementara itu. dan SKI).BAB V KETERKAITAN ANTARA KBK DAN KTSP Pada dasarnya KTSP adalah KBK yang dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standart isi (SI) dan standart kompetensi lulusan (SKL).

sedangkan komponen lain ditentukan oleh guru dan sekolah. 3. dan belum didistribusikan di sekolah-sekolah. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat dilihat pada: 1. Selain itu format buku raport yang berubah-ubah. 2. sebagai contoh dalam kurikulum 2004.Beberapa Permasalahan Dalam Peralihan Dari KBK Ke KTSP Seperti diuraikan di atas. Sementera sosialisai dan panduan KTSP belum merata. hal ini tentu membuat semakin bingung pihak sekolah dan guru-guru. sebenarnya mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari anak dalam KTSP. atau di tingkat SMA/MA. Apalagi untuk Standar Isi (SK dan KD) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Madrasah Aliyah sulit didapat. di sisi lain sosialisasi kurikulum baru ini belum merata dan maksimal. baik di tingak SD/MI. Yang perubahan strukturnya dirasakan banyak adalah di tingkat SMA/MA. tetapi juga Materi Pokok dan Indikator Pencapaian. Keadaan seperti ini membingungkan sekolah dan guru-guru. selain itu perangkat untuk menyusun KTSP belum semuanya tersedia. diantaranya adalah dalam hal struktur kurikulum.Struktur kurikulum Ada perbedaan antara struktur kurikulum KBK dengan KTSP. ada beberapa mata pelajaran yang diajarkan tetapi ketika UAS tidak diujika. . hal ini dilakukan sebagai penataan kembali dari SK dan KD dalam kurikulum 2004. Dalam kurikulum 2006 ada pemindahan KD juga ada penambahan baik SK maupun KD. Dalam KBK tidak hanya SK dan KD saja yang ditentukan oleh pusat. Berbeda dengan KTSP. kemudian dalam kurikulum 2004 MA. dan pelajaran Aqidah Akhlak hanya diajarkan dikelas X dan XI. SMP/MTs. tetapi dalam kurikulum 2006 pelajaran SKI hanya diajarkan dikelas XII saja. namun dalam kurikulum 2006 dipisah lagi.Prinsip-prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum Ada perbedaan prinsip-prinsip yang dipakai dalam perkembangan dan pelaksanaan KBK dan KTSP. namun dalam beberapa aspek lain ada perbedaan. pemerintah pusat hanya menentukan SK dan KD saja. bahwa SK dan KD yang terdapat dalam SI merupakan penyempurnaan dari SK dan KD yang terdapat pada KBK. Banyak kasus dibeberapa sekolah. A. mata pelajaran pengetahuan social dan Kewarganegaraan digabung.Walau dalam beberapa aspek diatas antara KBK dan KTSP sama. begitu juga sebaliknya.SK dan KD Sebagaimana diuraikan diatas. bahwa ada beberapa perbedaan antara KTSP dengan KBK. Di satu sisi sekolah dituntut untuk menyusun dan melaksanakan KTSP. pelajaran Pendidikan Agama Islam semuanya diajarkan mulai dari kelas X sampai XII. entah apakah memang DEPAG RI belum mengeluarkan standar isi tersebut atau sosialisasinya yang belum merata. apa yang di inginkan pemerintah dengan KTSP ini.

Bagaimana menerapkan standar? Penerapan standar berarti menerapkan manajemen scientific. Berkenaan dengan efektivitas menurut Osborne dan Gaebler (1999) selalu mendatangkan hasil yang lebih baik. syarat yang harus dicapai dalam proses peningkatan mutu. salah satu anak berteriak: Kamu bohong! Dalam aktivitas anak-anak terdapat standar permainan. observed outputs) dengan hasil yang ditetapkan terlebih dahulu. Berdasarkan itu. misalnya dalam standar batas nilai minimal membantu siswa mencapai target. Perlu menetapkan definisi proses pekerjaan. Douglas menyatakan bahwa standar adalah efektif. Memerlukan pemahaman mengenai tujuan yang hendak dicapai. Batas-batas itu harus terukur sehingga harus jelas indikatornya. memerlukan langkah investigasi mengenai berbagai fenomena melalui kegiatan observasi dan analisis empiris mengenai berbagai peristiwa yang terukur. Menerapkan standar memerlukan pemahaman teori yang mendasari pekerjaan dan keterampilan. Standar itu hasil kesepakatan. Abin Syamsudin (1999:20) mendefinisikan bahwa efektif pada dasarnya menunjukan ukuran tingkat kesesuaian antara hasil yang dicapai (achievements. 20 tahun 2003 diberi makna kriteria minimal. Digambarkan seperti pada saat anak-anak bermain congklak. Perlu mengenali batasbatas pekerjaan dengan jelas. Jadi. Menurut Douglas (2002:7) standar itu aturan permainan yang terbuka. Standar berarti batas. Standar itu pasti. maka standar adalah kriteria minimal yang harus dicapai yang ditetapkan pada saat menyusun perencanaan. Standar itu tantangan. Standar itu prestasi yang patut dicontoh. mengaplikasikan teori dalam pekerjaan sehari- . Ditegaskan pula bahwa dari hasil studi mengenai pendidikan baik dilihat dari prespektif teoritis maupun politis. patokan.BAB VI STANDAR ISI Apakah itu standar? Standar dalam UUSPN No. Standar itu ukuran keahlian atau kompetensi.

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam criteria tentang kompetensi tamatan. org/ wiki/ oprasional). kriteria. Permasalahan itu sebagaimana dirumuskan Fitzgibbons. standar kompetensi lulusan. Standar Isi memuat kerangka dasar. Memilih teori yang mendasari pekerjaan 2. sebagai acuan bagi pelaksanaan pendidikan di Indonesia. pemerintah telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah mencakup standar isi.Menentukan ukuran. Hubungan antara deskriptor kinerja siswa dengan tujuan tergambar dalam diagram standar. Berkaitan dengan aplikasi teori berarti pengelola perlu memahami perilaku yang diukur. SNP merupakan criteria minimal tentang system pendidikan di saluruh wilayah hokum Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar pembiayaan. Kejelasan kompetensi lulusan merupakan syarat mutlak. untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat. kompetensi mata pelajaran. standar pengelolaan. Tujuan adalah menentukan seluruh proses kegiatan.Menentukan indikator atau perilaku yang menjadi ukuran 7.Melaksanakan observasi dan analisis atau menghimpun data ketercapaian tujuan 9. batas. patokan. Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. standar sarana dan prasarana. Penerapan standar berdasarkan definisi dan prosedur di atas meliputi pentahapan 10 langkah berikut: 1. struktur kurikulum.wikipedia. beban . syarat minimal atau batas ketercapaian tujuan 8. yang telah dijabarkan dan disahkan penggunaannya oleh Mendiknas adalah standar isi dan standar kompetensi lulusan. Di antara pergerakan mutu pendidikan. standar proses. mencatat data.Menentukan tujuan pekerjaan dengan jelas 5. dan menafsirkan data yang terkait pada pemenuhan batas yang ditetapkan. dan standar penilaian pendidikan. Dari delapan standar tersebut.Menjabarkan definisi konsep ke dalam definisi operasional 6. Pertama. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Secara operasional pencapaian tujuan harus terdeskripsikan dan terukur dalam perbuatan siswa dalam kelas dan hasil pekerjaan mereka yang dipamerkan. apa yang harus diberikan? Ketiga. bagaimana memberikannya? (Supandi 1988: 16).Mengolah data ketercapaian 10. Penerapan standar memerlukan penguasaan menjabarkan definisi konsep ke dalam definisi oprasional (http://www.hari. mengolah data.Memahami bagaimana menerapkan teori pada pelaksanaan pekerjaan 3. manusia seperti apa yang ingin dikembangkan melalui proses pendidikan? Kedua.Mendefinisikan pekerjaan 4.Menetapkan batas pencapaian terhadap tujuan yang diharapkan Uraian di atas menegaskan pentingnya data. Menerapkan Standar Isi dan Standar Proses Penetapan standar terkait pada tiga masalah utama yang melekat pada sistem pengelolaan pendidikan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. kompetensi bahan kajian.

belajar. DALAM BENTUK TABEL .Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.Struktur Kurikulum SD/MI Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun kelas I sampai kelas VI. muatan local dan pengembangan diri. 4.Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran di alokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per mingggu secara keseluruhan. dan struktur kurikulum SMA/MA. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. BAB VII STRUKTUR KURIKULUM 1. guru. Struktur kurikulum SD/MI adalah sebagai berikut. struktur kurikulum SMP/MTs. Pengembangan diri bertujuan memberikann kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Substansi muatan local ditentukan oleh satuan pendidikan.Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.Pembelajaran pada kelas I s. 2. 3. bakat.d III dilaksanakan melalui pendekatan tematik.Struktur Kurikulum Pendidikan Umum Struktur kurikulum pendidikan umum terdiri dari struktur kurikulum SD/MI. a.Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA terpadu” dan “IPS terpadu”. 5. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajar dengan ketentuan sebagai berikut : 1. sedangkan pada kelas IV s. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh komselor. 6. atau tenaga kependidikan yang yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. dan kalender pendidikan/akademik. termasuk keunggulan daerah. Muatan local merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan cirri khas dan potensi daerah. Pengenbangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus di asuh oleh guru. kurikulum tingkat satuan pendidikan.Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran.d VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.

table. laporan. informasi. mencakup: Isi tersurat dan tersirat berbagai teks bacaan (table/grafik. ketepatan struktur. dan karya ilmiah dengan mempertimbangan kesesuaian isi dengan konteks. laporan. berupa: Penyusunan dan pengembangan kerangka. ejaan. karya ilmiah. tahuk rencana. teks pidati. deskriptif. teks esai. ringkasan. 34. 1. surat dinas. Standar ini dikutip dari lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. informasi dalam bentuk teks naratif. artikel. biografi. tajuk rencana. teks pidato. biografi dan berbagai paragraph Kalimat utama dan kalimat penjelas Rangkuman paragraph Persamaan topic dua teks Perbedaan penyajian dua teks Kalimat berupa alasan dalam paragraph argumentasi 2.pendapat. persuasive. argumentative. dalam berbagai wacana/teks tulis. tanggal 5 November 2007. Penulis sajikan dalam bentuk uraian. dan grafik Isi buku biografi tokoh (yang diteladani) Simpulan isi artikel. eksposisi. Mengungkapkan pikiran. pengalaman. berbagai jenis paragraph (naratif. dan berbagai jenis paragrar) Pertanyaan isi dan masalah berbagai teks bacaan Ide pokok dalam teks bacaan Fakta dan opini dalam teks bacaan Rangkuman teks isi bacaan. teks esai. proposal.BAB VIII STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) BAHASA INDONESIA Berikut ini kutipan Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional 2008. karya ilmiah.MENULIS Mengungkap gagasan. kepauan. deskriptif. surat dagang. eksposisi. laporan. laporan. .MEMBACA Memahami secara kritis berbagai jenis wacana tulus/teks nonsastra dan nonteks (berbentuk grafik. eksposisi dan persuasive). isi paragraph naratif. notulen. perasaan. pilihan kata. table) artikel. teks pidato. tajuk rencana. Menyerap informasi berbagai ragam teks bacaan nonsastra dan sastra dengan berbagai teknik membaca. deskriptif. pidato. untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA (Bahasa). rangkumman. dan menyunting berbagai jenis wacana tulis. artikel. argumentasi.

surat lamaran pekerjaan. frasa klausa. surat teks pidato (melengkapi bagian wacana yang rumpang) Pelengkapan berbagai teks pidato. resensi memo. dan generalisasi) Kalimat sesuai topic. . berimbuhan. artikel. karya ilmiah (termasuk daftar pustaka dan catatan kaki). mencakup: Jenis frasa dan klausa. gramatikal dan leksikal. kata penghubung. kata berimbuhan. 3. buku fiksi/nonfiksi dan karya ilmiah. Penyusunan kata menjadi kalimat. kata ulang kata berimbuhan. notulen rapat. kias dan lugas. Kalimat topic/kalimat penjelas dalam berbagai jenis paragraph. pilihan kata. dan EYD. persuasive. frasa. silogisme.argumentative. kata berimbuhan. frasa. struktur kalimat. dan berbagai surat resmi (surat dagang. jenis kata. Rangkuman diskusi dalam notulen Kelengkapan unsure karya tulis/ilmiah. analogi. istilah. berbagai jenis surat. struktur kalimat. Kelanjutan paragraph (deskriptif. kata majemuk Pola kalimat. Memahami dan menggunakan berbagai komponen kabahasaan. kata. umum dan khusus) Perubahan. dan surat dinas) Simpulan paragraph induktif dan deduktif Penulisan paragraph pola induktif dan deduktif.KEBAHASAAN Menguasai berbagai komponen kebahasaan dalam berbagai bentuk tulisan. proposal. Pelengkapan berbagai wacana rumpang dengan kosakata. argumentative. dan unsure-unsur karya ilmiah. Penyuntingan/perbaikan kesalahan isi dan bahasa dalam teks mencakup penggunaan: kata baku/tidak baku. istilah. persuasive. surat kuasa. pergeseran makna kata. dan kata mejemuk Perubahan makna kata dan relasi makna (makna konotatif dan denotative. teks pidato. kalimat menjadi paragraph/pargraf kompleksitas. kosakata. dan hubungan makna kata Ragam bahasa baku dan tidak baku Melengkapi kalimat rumpang/paragraph dengan kata baku. kalimat deskripsi sesuai gambar. laporan diskusi.

di sekolah menengah.Konsep Dasar Kurikulum muatan local terdiri dari beberapa mata pelajaran yang berfungsi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menumbuhkembangkan pengetahuan dan kompetensinya sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan. dan pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik. Mulyasa. dan terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya. Perubahan dalam kurikulum telah berpengaruh secara langsung terhadap pemerataan pendidikan.Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Akhir-akhir ini. Hal tersebut tentunya perlu dilestarikan dan dikembangkan. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan merupakan bagian dari masyarakat. Dimasukkannya muatan local dalam kurikulum pada dasarnya dilandasi oleh kenyataan bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam adat istiadat. program pendidikan di sekolah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik tentang karakteristik dan kekhususan yang ada di lingkungannya. tetapi tugas terpenting adalah mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik melalui proses berpikir yang efektif dan efisien (Renik and Klopfer. tata karma pergaulan. Kurikulum muatan local adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran yang ditetapkan oleh daerah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (Depdikbid dalam E. pendidikan nasional sedang dihadapkan pada berbagai perubahan.BAB IX MUATAN LOKAL A. social dan budaya kepada peserta didik di sekolah memberikan kemungkinan kepada mereka untuk akrab. Mengingat pentingnya peranan kurikulum dalam pembelajaran. yang menentukan proses dan hasil belajar. maka pembinaan dan pengembangan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penentuan isi dan bahan pelajaran muatan local didasarkan pada keadaan dan kebutuhan . Pengenalan keadaan lingkungan alam. kesenian. 1989:1-3). Dalam kerangka inilah perlunya dikembangkan kurikulum muatan local. serta dalam pembentukannkompetensi dan pribadi peserta didik dan dalam perkembangan kehidupan masyarakat pada umumnya. Dari berbagai factor yang mempengaruhinya tidak ada yang lebih mendasar dibandingkan dengan perubahan yang terjadi dalam kurikulum. bahasa dan pola kehidupan yang diwariskan secara turun temurun deri nenek moyang bangsa Indonesia. tata cara. serta sarana dan prasarana pendidikan. agar bangsa Indonesia tidak kehilangan cirri khas dan jati dirinya. Oleh karena itu. Dengan demikian proses pendidikan tidak hanya menyajikan bidang studi-bidang studi yang biasa ditayangkan dalam jadwal pelajaran. 1. 1999:5). Pengenalan dan pengembangan lingkungan melalui pendidikan diarahkan untuk menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia. sampai perguruan tinggi. tetapi memerlukan landasan yang kuat berdasarkan hasilhasil pemikiran dan penelitian mendalam demikian halnya dengan pengembangan kurikulum muatan local. Upaya menjaga ciri khas bangsa Indonesia harus dimulai sedini mungkin pada usia pra sekolah kemudian diintensifkan secara formal melalui pendidikan di sekolah dasar. dan distribusi sumber belajar. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan memiliki kedudukan yang sangat sentral dalam seluruh kegiatan pembelajaran.

baik secara individu. Pemahaman terhadap konsep dasar dan tujuan muatan lokal diatas.lingkungan. menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum muatan local pada hakekatnya bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara peserta didik dengan lingkungannya (E. Sedangkan kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk: a. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya.1999) 3. yang dituangkan dalam mata pelajaran dengan alokasi waktu yang berdiri sendiri. yang dalam pelaksanaannya merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah. sehingga pengembangan dan implementasi kurikulum muatan local mendukung dan melengkapi KTSP. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang ada dasarnya berkaitan dengan linkungan alam. d. social dan budayanya. Inggris. Mandarin. alokasi waktu untuk mata pelajaran . 2. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat sesuai dengan arah perkembangan serta potensi daerah yang bersangkutan. 2006). Adapun materi dan isinya ditentukan oleh satuan pendidikan. c.Meningkatkan penguasaan bahasa asing (Arab. serta lingkungan budaya. Kurikulum muatan local merupakan upaya agar penyelenggaraan pendidikan di daerah dapat di sesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan.Meningkatkan life skill yang menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan pembelajaran lebih lanjut.Kedudukan Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum muatan local merupakan satu kesatuan utuh yang tak terpisahkan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). dan Jepang) untuk mempersiapkan masyarakat dan individu memasuki era globalisai. serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. c. b. Lebih lanjut dikemukakan. kelompok maupun daerah.Tujuan Kurikulum dan Pembelajaran Muatan Lokal Secara umum muatan local bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan. b.Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya. Mengacu pada struktur kurikulum dalam standar isi. Mulyasa. lingkungan social dan ekonomi.Melestarikan dan mengembangkan budaya daerah yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.Meningktkan kemampuan berwirausaha untuk mendongkrak kemampuan ekonomi masyarakat. e.Meningkatkan kemampuan untuk mendongkrak perekonomian daerah.Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. keterampilan dan sikap hidup kepada peserta didik agar memiliki wawasan yang mantap tentang lingkungan dan masyarakat sesuai dengan nilai yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional (Depdiknas. bahwa secara khusus pengajaran muatan lokal bertujuan agar peserta didik: a.

5. SMA/MA. 4. Inggris.Beberapa kemungkinan lingkup wilayah berlakunya kurikulum muatan local.Jenjang Pendidikan Menengah 1)SMA/MA/SMALB. baik pada pendidikan umum. dan dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kegiatan di satuan pendidikan masing-masing. serta kemampuan dan kondisi sekolah dan daerah masing-masing. adalah sebagai berikut: Pada seluruh kabupaten/kota dalam suatu propinsi.muatan local di setiap jenjang pendidikan hamper sama 2 jam pelajaran. Hal tersebut dapat dipahami sebagai berikut: a. Setiap sekolah dapat memilih dan melaksanakan muatan local sesuai dengan karakteristik peserta didik.Ruang Lingkup Ruang lingkup muatan local dalam KTSP adalah sebagai berikut: a. Adapun mengenai isi dan pengembangannya merupakan kewenangan satuan pendidikan dan daerah masing-masing. masing-masing 2 jam pelajaran per minggu (1 jam pelajaran = 40 menit) b. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. maupun SMK/MAK pada umumnya berkisar 34 sampai 38 minggu. Hal ini bisa dipelajari lebih lanjut dalam kalender pendidikan. Hanya pada satu kabupaten/kota atau beberapa kabupaten/kota tertentu dalam suatu propinsi yang memiliki karakteristik yang sama. dan SMK. khususnya di SMA/MA. keterampilan dan kerajinan daerah. Pada seluruh kecamatan dalam suatu kabupaten/kota yang memiliki karakteristik yang sama. masing-masing 2 jam pelajaran per minggu (1 jam mata pelajaran = 45 menit dan durasi waktu 192 jam) Adapun kegiatan belajar mengajar efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester). adat istiadat (termasuk tata karma dan budi pekerti). dengan prosedur sebagai berikut: a.Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di tingkat propinsi: Langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan kurikulum muatan local tingkat propinsi adalah sebagai berikut: 1)Mengkaji kelengkapan mata pelajaran muatan local yang diusulkan oleh setiap . Mandarin.Muatan local dapat berupa: bahasa daerah. dan Jepang). bahasa asing (Arab. kesenian daerah. Nampak bahwa muatan local pada jenjang pendidikan dasar dan menengah merupakan mata pelajaran yang wajib diberikan kepada peserta didik di setiap tingkat kelas. hanya berbeda waktunya untuk masing-masing jenjang. masing-masing 2 jam pelajaran per minggu (1 jam pelajaran = 45 menit) 2)SMK/MAK. baik untuk SD/MI. dan pengetahuan tentang karakteristik lingkungan sekitar. masing-masing 2 jam pelajaran per minggu (1 jam pelajaran = 35 menit) 2)SMP/MTs/SMPLB.Jenjang Pendidikan Dasar 1)SD/MI/SDLB. kondidi masyarakat.Muatan local wajib diberikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. c. Memahami susunan program diatas. b. pendidikan kejuruan maupun pendidikan khusus. SMP/MTs.Prosedur Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Pengembangan kurikulum muatan local di setiap daerah dan wilayah pada dasarnya dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan tiap propinsi. dan Kepala Dinas Pendidikan tiap kota dan kabupaten.

Dalam hal ini kepala sekolah: 1)Mengusulkan jenis muatan local kepada Kepala Dinas Pendidikan kota/kabupaten melalui kepala dinas pendidikan kecamatan. di samping mata pelajaran muatan local wajib. berdasarkan usulan dari setiap kecamatan.Pengembangan kurikulum muatan lokal di tingkat kecamatan Langkah-langkah pengembangan kurikulum muatan lokal tingkat kecamatan adalah sebagai berikut. 2)Memilih mata pelajaran muatan local yang di tetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kota/kabupaten. setiap sekolah diberikan keluwesan untuk memilih dan mengembangkan mata pelajaran muatan local yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan masing-masing. Hal tersebut terutama berkaitan dengan bahasa daerah. pada propinsi tertentu ada mata pelajaran muatan local yang wajib dilaksanakan oleh setiap sekolah. c.kota/kabupaten dan kecamatan. Di samping itu. 2)Menentukan pelajaran muatan local dengan persetujuan Dinas Pendidikan kecamatan dan kabupaten /kota. sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan masing-masing. Langkah-langkah pengembangan kurikulum muatan local tingkat kota dan kabupaten adalah sebagai berikut: 1)Mengkaji kelayakan usulan mata pelajaran muatan local dari setiap kecamatan. dengan persetujuan Dinas Pendidikan. bisa diwajibkan muatan local Bahasa Inggris). untuk duusulkan ke Dinas Pendidikan Propinsi. 1)Mengusulkan jenis-jenis muatan lokal kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota/ Kabupaten berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Dalam keputusan tersebut diberikan keluwesan kepada masing-masing sekolah untuk memilih mata pelajaran muatan local yang telah ditetapkan. 2)Menentukan mata pelajaran muatan local yang layak untuk dilaksanakan di kota/kabupaten. b. Dalam pelaksanaannya. dan bahasa asing di daerah wisata (misalnya di Bali. .Pengembangan kurikulum muatan local tingkat kota/kabupaten. dengan berbagai pertimbangan dari tim pengembang kurikulum (TPK) muatan local tingkat kota/kabupaten. Sekolah yang tidak dapat memilih mata pelajaran muatan local yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dapat mengembangkan mata pelajaran muatan local sesuai dengan keadaan dan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. berdasarkan usulan dari tiap-tiap kabupaten/kota. 2)Menentukan mata pelajaran muatan local yang layak untuk dilaksanakan di wilayah yang bersangkutan. dengan berbagai pertimbangan dari tim pengembang kurikulum (TPK) muatan local tingkat propinsi. 3)Bersama-sama dengan Dinas Pendidikan kecamatan. menentukan mata pelajaran muatan local dengan persetujuan kabupaten/koota. 3)Memberlakuan kurikulum muatan local sesuai dengan butir b) melalui surat keputusan Kepala Dinass Pendidikan Propinsi. dsn oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten untuk SD dan SMP.Pengembangan kurikulum muatan local tingkat sekolah. 3)Memilih dan mengembangkan mata pelajaran muatan local yang telah ditetapkan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi untuk SMA. dan kepala dinas pendidikan kecamatan untuk dilaksanakan di sekolah masing-masing. d.

kondisi sekolah. bisa membuat group tari atau group seni tertentu. yang dalam garis besarnya adalah sebagai berikut. Informasi tentang sumber belajar tersebut bisa diperoleh di kantor kecamatan. dan kesiapan guru yang akan mengajar. hanya membantu guru. Dana untuk pembelajaran muatan local dapat menggunakan dan BOS (bantuan operasional sekolah). dan kesenian memanfaatkan seniman yang ada di lingkungan sekitar sekolah. dan kantor desa.Sumber dana dan sumber belajar.Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Berdasarkan pengalaman yang lalu. tetapi bisa juga menggunakan narasumber yang lebih tepat dan professional. 6. tetapi bisa juga full time. Guru muatan local sebaiknya guru yang ada di sekolah. tetapi bisa juga mencari sponsor atau kerjasama dengan pihak lain yang relevan. langsung memegang dan bertanggungjawab terhadap mata pelajaran muatan local tertentu. Bagi SMK dan SMA mungkin bisa menjual produk pembelajaran muatan local ke masyarakat. kelurahan. a. yang bisa dipelajari kembali pada bab dan sub bab terdahulu tentang pelaksanaan pembelajaran. industry dan lembaga swadaya masyarakat.Persiapan Beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru. bekerja sama dengan komite sekolah. pertanian menggunakan penyuluh pertanian. Misalnya untuk kesehatan menggunakan tenaga kesehatan. masyarakat dunia usaha. dalam pelaksanaannya terdapat beberapa tahap yang dilalui. yang sewaktu-waktu bisa ditampilkan kepada masyarakat. 2. atau bisa merancang sendiri sesuai dengan keperluan (learning resources by design). Misalnya keterampilan membuat wayang golek dari kayu di daerah Purwakarta Jawa Barat. dan tenaga kependidikan yang lain di sekolah pada tahap persiapan ini adalah sebagai berikut.Menentukan mata pelajaran muatan local untuk setiap tingkat kelas yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kehadiran mereka bisa part time. Demikian halnya dalam kesenian. setiap daerah memiiki berbagai pilihan mata pelajaran muatan local baik untuk cakupan wilayah propinsi. Cara mengembangkan silabus dan RPP muatan local hamper sama dengan mata pelajaran lain.Pengembangan Silabus dan RPP Pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran muatan local dan perangkat kurikulum muatan local lainnya. 3. Adapun sumber belajar muatan local dapat memanfaatkan bahan-bahan yang sudah ada (learning resources by utilitation). kabupaten maupun kecamatan. sehingga karenanyabiaya operasional bisa tertanggulangi. 1)Mengkaji silabus 2)Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . b. Kegiatan ini bisa dikoordinir oleh kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang akademis. dilakukan dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Informasi tersebut bisa juga dinyatakan kepada tokoh masyarakat nonformal.Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaannya pembelajaran muatan local hamper sama dengan mata pelajaran lain.e.Menentukan guru. Sehubungan dengan itu. 1. baik pada tahap persiapan maupun pada pelaksanaannya. yang bisa dilihat kembali pada bab terdahulu yang membahas tentang pengembangan silabus dan RPP.

a. d. 2)Diusahakan yang pernah mengikuti penataran. Semua itu merupakan kewenangan guru dan kepala sekolah. dan kerjasama antar instansi sebagai berikut. naik perkembangan pengetahuan. dan SMK. bisa berupa perbaikan terhadap proses pembelajaran. misalnya dengan membentuk kelompok belajar. 7. kita berharap dapat melahirkan lulusan-lulusan yang kreatif. yaitu member keleluasaan bagi guru dalam memilih metode dan media pembelajaran. Dengan demikian. karena untuk tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah mungkin hasilnya belum layak dipasarkan. Dalam hal pemasaran hasil ini E.Tindak Lanjut Tindak lanjut adalah langkah-lanhkah yang akan dan harus diambil setelah proses pembelajaran muatan local. dan bisa juga bekerja sama dengan komite sekolah.Pengorganisasian bahan Pengorganisasian bahan hendaknya: 1)Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Bentuk tindak lanjut ini. pelatihan atau kursus tentang muatan local c. misalnya untuk memasarkan hasil (produk) pembelajaran muatan local.Pengelolaan guru Pengelolaan guru hendaknya: 1)Memperhatikan relevansi antara latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diajarkannya. antara lain berupa: . 3)Dipilih yang bermakna dan bermanfaat bagi peserta didik dalam kehidu[an sehari-hari. 5)Mengacu pada pembentukan kompetensi dasar tertentu secara jelas. 4)Bersifat fleksibel. meskipun demikian tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya. 2)Dikembangkan dengan memperhatikan kedekatan dengan peserta didik. bangsa dan Negara. baik secara pisik maupun psikis. dan group kesenian.3)Mempersiapkan penilaian c. Mulyasa lebih menekankan kepada SMA/MA. perlu diupayakan kerjasama antar instansi terkait. dan produktif. b.berkaitan dengan pengorganisasian bahan. serta siap untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. pengelolaan sarana pembelajaran.Kerjasama antar instansi Untuk mewujudkan kurikulum muatan local. cara berpikir. Tindak lanjut ini erat kaitannya dengan hasil penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran.Pengelolaan sarana pembelajaran Pengelolaan sarana pembelajaran hendaknya: 1)Memanfaatkan sumber daya yang terdapat dilingkungan sekolah secara optimal 2)Diupayakan dapat dipenuhi oleh intansi terkait. maupun perkembangan social dan emosionalnya. Tindak lanjut ini bisa juga dengan melakukan kerjasama dengan mastarakat. pengelolaan guru. tetapi bisa juga merupakan upaya untuk mengembangkan lebih lanjut hasil pembelajaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran muatan local Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran muatan local. melalui pembelajaran muatan local ini.

atau tenaga kependidikan lain yang memiliki kemampuan dalam membantu pengembangan . guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. dapat ditarik beberapa benang merah berkaitan dengan pengembangan diri. bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. pendidikan kejuruan. termasuk keunggulan daerah. Pengembangan diri bagi peserta didik SMK/MAK terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingn karir. 23 Februari 2005. 3)Penyediaan tempat kegiatan belajar. atau tenaga kependidikan lain yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. di samping itu penjelasan diatas. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Dalam struktur kurikulum pendidikan umum. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Ini berarti bahwa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal Dengan mengacu pada substansi yang ada SMA Negeri 1 Grabag memberikan muatan lokal berdasarkan kebutuhan. 2)Penyediaan narasumber dan tenaga ahli. belajar dan pembentukan karir peserta didik. serta berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 895. sebagai berikut: 1.1)Pendanaan. Meskipun demikian. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. maka muatan lokal yang ditetapkan di SMA Negeri 1 Grabag adalah Bahasa Jawa BAB X PENGEMBANGAN DIRI A. tetapi bisa juga difasilitasi oleh konselor.Kegiatan pengembangan diri dapat difasilitasi dan dibimbing oleh guru. maupun pendidikan khusus.5/01/2005. budaya daerah. konselor. pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus di asuh oleh guru. dan 4)Hal-hal lain yang menunjang keberhasilan pembelajaran muatan lokal MUATAN LOKAL SMA NEGERI 1 GRABAG Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. dikemukakan pula bahwa kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan social . dan MAK). Muatan lokal merupakan mata pelajaran. Dari uraian diatas. Sedangakan dalam bentuk kurikulum pendidikan kejuruan (SMK.Kegiatan Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan salah satu komponen KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah . baik pada pendidikan umum. dan letak geografis yaitu daerah Jawa. dijelaskan bahwa pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan.

Semua itu sangat bergantung kepada kreatifitas guru. dunia usaha. minat. Dalam diskusi ini bisa juga dilibatkan peserta didik.Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dikelas. dengan cara memilih topic unggulan daerah (sebagai muatan local).Cara melaksanakan sholat kusyu’ 9. di luar kelas. atau tenaga kependidikan lain yang kompeten. atau kurang lebih 34 jam pembelajaran setiap semester. guru.Menjadi pengusaha yang amanah Daftar topic tersebut hanyalah sebagai contoh. kepala sekolah. 3. dan komite sekolah untuk memberikan masukan-masukan mengenai program perkembangan diri.Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan dan konseling atau dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.Memahami potensi diri 7. 7. kepala sekolah. konselor. dunia industry dan lembaga swadaya masyarakat.Kegiatan pengembangan diri bagi peserta didik SMK/MAK lwbih ditekankan pada pengembangan kreativitas dan bimbingan karir. 6. Tanya jawab. konselor. selama 2 jam pembelajaran. 5. kegiatan pengembangan diri dapat dipadukan dengan muatan local.Belajar dari orang-orang sukses 8. dan tenaga kependidikan lain dalam mengelola dan mengembangkan program-program sekolahnya.Remaja dan masalahnya 5. dan tenaga kependidikan lain di sekolah yang sesuai dengan keperluan dan kebutuhan peserta didik.Mengisi waktu senggang 2. dapat dilakukan dengan metode diskusi. maka topic-topik yang dapat diangkat antara lain sebagai berikut: 1. bermain peran. Dalam pelaksanaannya. bahkan di luar sekolah. tetapi dapat juga dilakukan di luar kelas dengan kegiatan yang dilakukan equivalen 2 jam pembelajaran perminggu. 2. kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan oleh guru BK. DAFTAR PUSTAKA . tetapi bagi sekolah yang belum memiliki guru BK (terutama di sekolah dasar) dapat dilakukan oleh wali kelas . guru mata pelajaran agama. yang sesuai dengan bakat. dan potensi peserta didik (sebagai pengembangan diri).Menghadapi dan memecahkan masalah dalam kehidupan 3. atau guru lain yang sesuai. dan metode lain yang sesuai. Adapun pelaksanaannya bisa dilakukan di kelas.diri peserta didik. Pengembangan diri.Bagi sekolah yang sudah memiliki guru bimbingan dan konseling (BK).Bahaya pergaulan bebas 6. Materi pengembangan diri dapat didiskusikan oleh kepala sekolah. dan tenaga kependidikan dapat memilh dan mengembangkan topic-topik yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah masing-masing.Kegiatan pengembangan diri bisa bekerjasama dengan masyarakat. 4. pemecahan masalah. Jika kegiatan pengembangan diri dilakukan di dalam kelas.Kegiatan pengembangan diri juga dapat dilakukan oleh kepala sekolah.Mengenal dan memahami diri 4. guru. guru kesenian.

J.blogspot.com/journal Diposkan oleh cair di 11:19 .multiply. SJ. S.bhs. Drost. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Enco. 2007. Asas-asas Kurikulum. Mulyasa.Hamalik. 2006. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.html http://grandmall10. Dari KBK sampai MBS. Oemar.com/2010/03/05/pekembangan-lurikulum http://yapina. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Jakarta: Penerbit Buka Kompas. 2007. http://mjieschool.com/2008/11/skl. Nasution. Manajemen Pengembangan Kurikulum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful