P. 1
pemerintah pusat & daerah

pemerintah pusat & daerah

|Views: 890|Likes:
Published by fatwaanwar

More info:

Published by: fatwaanwar on Dec 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2014

pdf

text

original

Tugas dan Wewenang Pemerintah daerah bersama-sama DPRD mengatur (regelling) urusan pemerintahan daerah yang menjadi

kewenangannya. Pemerintah daerah mengurus (bestuur) urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangannya. Pemerintah daerah wajib menyebarluaskan Perda yang telah diundangkan dalam Lembaran Daerah dan Peraturan Kepala Daerah yang telah diundangkan dalam Berita Daerah. Pada saat pemilihan kepala daerah pemerintah daerah memberikan kesempatan yang sama kepada pasangan calon untuk menggunakan fasilitas umum. KPUD berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menetapkan lokasi pemasangan alat peraga untuk keperluan kampanye. Pemerintah daerah dapat melakukan pinjaman yang bersumber dari Pemerintah, pemerintah daerah lain, lembaga keuangan bank, lembaga keuangan bukan bank, dan masyarakat untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemerintah daerah dapat melakukan pinjaman yang berasal dari penerusan pinjaman hutang luar negeri dari Menteri Keuangan atas nama Pemerintah setelah memperoleh pertimbangan Menteri Dalam Negeri. Perjanjian penerusan pinjaman tersebut dilakukan antara Menteri Keuangan dan Kepala Daerah. Pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD dapat menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai investasi yang menghasilkan penerimaan daerah. Pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian daerah dapat memberikan insentif dan/atau kemudahan kepada masyarakat dan/atau investor yang diatur dalam Perda dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah dapat melakukan penyertaan modal pada suatu Badan Usaha Milik Pemerintah dan/atau milik swasta. Penyertaan modal tersebut dapat ditambah, dikurangi, dijual kepada pihak lain, dan/atau dapat dialihkan kepada badan usaha milik daerah. Pemerintah daerah dapat memiliki BUMD yang pembentukan, penggabungan, pelepasan kepemilikan, dan/atau pembubarannya ditetapkan dengan Perda yang berpedoman pada peraturan perundangundangan.

Pemerintah daerah dapat membentuk dana cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran. Pengaturan tentang dana cadangan daerah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Pemerintah daerah wajib melaporkan posisi surplus/defisit APBD kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan setiap semester dalam tahun anggaran berjalan. Pemerintah daerah mengajukan rancangan Perda tentang perubahan APBD, disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD. Pemerintah daerah dapat membentuk badan pengelola pembangunan di kawasan perdesaan yang direncanakan dan dibangun menjadi kawasan perkotaan. Pemerintah daerah mengikutsertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan, dan pengelolaan kawasan perkotaan. Pemerintah daerah bersamasama DPRD mengatur (regelling) urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangannya. Pemerintah daerah mengurus (bestuur) urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangannya. Pemerintah daerah wajib menyebarluaskan Perda yang telah diundangkan dalam Lembaran Daerah dan Peraturan Kepala Daerah yang telah diundangkan dalam Berita Daerah. Pada saat pemilihan kepala daerah pemerintah daerah memberikan kesempatan yang sama kepada pasangan calon untuk menggunakan fasilitas umum. KPUD berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menetapkan lokasi pemasangan alat peraga untuk keperluan kampanye. Pemerintah daerah dapat melakukan pinjaman yang bersumber dari Pemerintah, pemerintah daerah lain, lembaga keuangan bank, lembaga keuangan bukan bank, dan masyarakat untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemerintah daerah dapat melakukan pinjaman yang berasal dari penerusan pinjaman hutang luar negeri dari Menteri Keuangan atas nama Pemerintah setelah memperoleh pertimbangan Menteri Dalam Negeri. Perjanjian penerusan pinjaman tersebut dilakukan antara Menteri Keuangan dan Kepala Daerah. Pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD dapat menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai investasi yang menghasilkan penerimaan daerah. Pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian daerah dapat memberikan insentif dan/atau kemudahan kepada

org/wiki/Pemerintah_daerah_di_Indonesia . dan/atau pembubarannya ditetapkan dengan Perda yang berpedoman pada peraturan perundangundangan. dikurangi. Pemerintah daerah dapat memiliki BUMD yang pembentukan.1 1 http://id. dan/atau dapat dialihkan kepada badan usaha milik daerah. Pemerintah daerah dapat melakukan penyertaan modal pada suatu Badan Usaha Milik Pemerintah dan/atau milik swasta. Pengaturan tentang dana cadangan daerah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.masyarakat dan/atau investor yang diatur dalam Perda dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah dapat membentuk badan pengelola pembangunan di kawasan perdesaan yang direncanakan dan dibangun menjadi kawasan perkotaan. dan pengelolaan kawasan perkotaan. Penyertaan modal tersebut dapat ditambah. penggabungan. pelepasan kepemilikan. disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD. pelaksanaan pembangunan. Pemerintah daerah dapat membentuk dana cadangan guna membiayai kebutuhan tertentu yang dananya tidak dapat disediakan dalam satu tahun anggaran. Pemerintah daerah wajib melaporkan posisi surplus/defisit APBD kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan setiap semester dalam tahun anggaran berjalan. Pemerintah daerah mengikutsertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan.wikipedia. dijual kepada pihak lain. Pemerintah daerah mengajukan rancangan Perda tentang perubahan APBD.

Bupati atau Walikota dan perangkat daerah. adalah sebagai berikut : “Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. maka yang dimaksud pemerintahan daerah disini adalah penyelenggaraan daerah otonom oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas desentralisasi dan unsur penyelenggara pemerintah daerah adalah Gubernur. maka pengertian dari Pemerintahan Daerah pada dasarnya sama yaitu suatu proses kegiatan antara pihak yang berwenang memberikan perintah dalam hal ini pemerintah dengan yang menerima dan melaksanakan perintah tersebut dalam hal ini masyarakat. yang meliputi wewenang mengambil setiap tindakan untuk kepentingan rakyat berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. kecuali yang bersifat nasional untuk menyangkut kepentingan umum yang lebih luas.com/2011/03/pengertian-pemerintahan-daerah. bahwa yang dimaksud dengan Pemerintahan Daerah adalah :“Pemerintahan Daerah adalah daerah otonom diselenggarakan secara bersama-sama oleh seorang kepala wilayah yang sekaligus merupakan kepala daerah otonom.html .blogspot.” (Pamudji. Urusan pemerintahan umum yang dimaksud sebagian berangsur-angsur diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai urusan rumah tangga daerahnya. Pamudji dalam bukunya Kerja Sama Antar Daerah dalam Rangka Membina Wilayah menyebutkan.PENGERTIAN PEMERINTAHAN DAERAH Definisi Pemerintahan Daerah berdasarkan UU No 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah pasal 1 ayat 2. Pemerintah daerah memperoleh pelimpahan wewenang pemerintahan umum dari pusat.1985:15) Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan diatas.” Melihat definisi pemerintahan daerah seperti yang telah dikemukakan diatas. Sedangkan menurut S.2 2 http://makalah-ip.

sebagaimana diatur dalam pasal 18 UUD 1945. A. Misalnya dari pemerintah pusat kepada propinsi atau dari propinsi kepada kabupaten. asas perbantuan. Pemerintah daerah hanya melaksanakan kebijakankebijakan yang telah digariskan oleh pemerintah pusat tanpa diberi kesempatan untuk mengembangkan diri. dan otonomi daerah. 5 tahun 1974. sepenuhnya jadi wewenang dan tanggung jawab dari pemerintah daerah. Asas Desentralisasi Asas desentralisasi merupakan penyerahan urusan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau dari pemerintah daerah tingkat atasnya kepada daerah tingkat dibawahnya. Negara republic Indonesia tidak menganut asas sentralisasi. Asas Sentralisasi Asas sentralisasi mengandung suatu pengertian bahwa penyelengaraan pemerintah sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat. Di dalam penjelasannya. yang kemudian dijabarkan dalam UU No. Penyerahan urusan pemerintah itu dilahirkan daerah otonom. Asas Dekonsentrasisasi Menurut undang-undang No. C. 5 tahun 1974 yang telah diperbaharui dengan UU No.Dalam hubungan antara pemerintah pusat dan daerah pada dsarnya dikenal “asas sentralisasi. misalnya dari menteri kepada gubernur atau dari gubernur kepada bupati/walikotamadya. 22 Tahun 1999 di dalamnya dinyatakan bahwa Indonesia menganut asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintah di daerah. sesuai dengan pasal 18 UUD 1945. atau dari direktur jendral kepada kepala kantor wilayah departemen. asas dekonsentrasi. asas desentralisasi. B. Urusan rumah tangga daerah sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat. asas dekosentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintah atau kepala instansi vertikal tingkat atasnya kepada pejabat-pejabat di daerah. menghendaki pembagian daerah Indonesia dalam bentuk daerah otonom dan administrative. Urusan-urusan pemerintah yang telah diserahkan asas desentralisasi. .

E. Sebagai dasar hukum diberikannya hak otonomi daerah adalah pasal 18 ayat 12 perubahan kedua UUD 1945.3 3 http://www. Hak inilah sebenarnya disebut otonomi daerah.com/2011/06/30/hubungan-pemerintah-pusat-dan-daerah/ . dengan diberikannya hak otonomi ini. 5 tahun 1974 yang telah diganti dengan undang-undang No. Berdasarkan pasal 18 UUD 1945 pemerintah atas persetujuan PDR mengeluarkan undang-undang tentang pokok-pokok pemerintah di daerah No. atau dari pemerintah daerah tingkat atasnya kepada tingakt bawahnya. Jadi. 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah di dalam undang-undang ini. berarti daerah mempunyai hak untuk mengatur and mengurus rumah tangganya sendiri. Otonomi Daerah Otonomi daerah merupakan perwuudan dari asas desentralisasi dengan diterapkannya asas desentralisasi. disebutkan bahwa pelaksanaan otonomi didasarkan kepada prinsip nyata. pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah berdasarkan kemampuan perangkat pemerintah pusat di daerah-daerah. Adanya asas pembantuan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa.D.masbied. Asas Perbantuan (Asas Medebewind) Asas perbantuan mengandung pengertian bahwa adanya pemberian tugas dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Pemberian tugas itu harus dipertanggungjawabkan kepada yang menegaskannya. luas dan bertanggung jawab. daerah mempunyai kebebasan untuk menentukan cara mengurus dan menyelenggarkan kepentingan rumah tangga sendiri.

Sistem Pemerintahan Daerah otonom sebelum UU No 22 tahun 1999 terbagi dalam Sistem Pemerintahan Administratif dan Otonomi. Memberikan wewenang untuk menyelenggarakan rumah tangga sendiri berarti pula membiarkan bagi daerah untuk berinisiatif sendiri dan untuk merealisir itu. daerah memerlukan sumber keuangan sendiri dan pendapatan-pendapatan yang diperoleh dari sumber keuangan sendiri memerlukan pengaturan yang tegas agar di kemudian hari tidak terjadi perselisihan antara pusat dan daerah mengenai hal –hal tersebut diatas. maka kewenangan daerah akan sedemikian kuat dan luas sehingga diperlukan suatu peraturan perundang-undangan yang ketat untuk menghindari ketidakteraturan dalam menyusun kebijakan dalam bidang lingkungan hidup terutama dalam masalah penanganan penegakan hukum lingkungan dalam era otonomi daerah. Pengelolaan lingkungan hidup sangatlah penting untuk dilihat dalam era otonomi daerah sekarang ini karena lingkungan hidup sudah menjadi isu internasional yang mempengaruhi perekonomian suatu negara. Latar Belakang Dalam era otonomi daerah sesuai dengan ketentuan dalam UU No 22 Tentang Pemerintahan Daerah.KEWENANGAN PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BAB I PENDAHULUAN A. Pemerintahan Daerah memerlukan alatalat perlengkapannya sendiri sebagai pegawai/pejabat –pejabat daerah dan bukan pegawai/pejabat pusat. dalam Sistem Pemerintahan Administratif Pemerintah Daerah berperan sebagai pembantu dari penyelenggaraan pemerintah pusat yang dikenal sebagai azas dekosentrasi dalam UU No 54 tahun 1970 tentang Pemerintah Daerah. hal ini diaplikasikan dalam Pemerintahan Daerah Tingkat I dan Pemerintahan Daerah tingkat II. Sedangkan dalam Sistem Pemerintahan Otonomi Pemerintahan Daerah adalah mandiri dalam menjalankan urusan rumah tanganya. . Kewenangan pemerintah Daerah menurut UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sangatlah besar sehingga tuntutan untuk meningkatkan kinerja dan penerapan kebijakan dalam bidang lingkungan hidup sangatlah dibutuhkan. Tetapi dalam UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah maka terjadi perubahan besar dalam kewenangan Pemerintahan Daerah.

B. Bagaimana Kewenangan Pemerintah Daerah dijalankan dalam bidang lingkungan hidup? 2.Pemerintahan Daerah diberikan kekuasaan yang sangat besar dalam mengelola daerahnya terutama sekali Pemerintahan Kota atau Kabupaten. Pokok Permasalahan 1. Apa dampak dari Kewenangan tersebut terhadap lingkungan hidup ? . Dalam makalah ini akan dibahas masalah lingkungan hidup di era otonomi daerah dan bagaimana Kewenangan daerah terhadap lingkungan hidup juga akibat kewenangan yang besar tersebut.

. serta kewenangan bidang lain. Pemerintah Kewenangan Pusat dan daerah dalam UU No 22 tahun 1999. tim kerja Menko Wasbangpan dan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup/Bapedal telah mencoba merumuskan interpretasi kewenangan pengelolaan lingkungan hidup menurut Undangundang Nomor 22 Tahun 1999. sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara. pembinaan dan pemberdayaan sumber daya alam serta teknologi tinggi yang strategis. dan standarisasi nasional. Dalam UU nomor 22 tahun 1999 memperlihatkan kewenangan pemetrintah pusat yang ingin dibagi kepada daerah akan tetapi jika dilihat dari pasal 7 ayat 2 sangat terlihat pembatasan kewenangan pemerintahan daerah. konservasi. Dalam bidang lingkungan hidup kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah sangat menentukan akan tetapi dengan adanya UU No 22 tentang Otonomi daerah maka kewenangan pengelolaan lingkungan hidup menjadi terbagi dua hal ini dapat dicermati dalam pasal 7 UU NO 22 tahun 1999. 2) Kewenangan bidang lain. dana perimbangan keuangan. moneter dan fiskal. 2. sebenarnya pasal 7 ayat 2 harus diperjelas lagi apa yang dimaksud dengan kewenangan bidang lain yang diatur oleh UU No 22 tahun 1999. agama. kewenangan pengelolaan lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi : • • • Kewenangan Pusat Kewenangan Propinsi Kewenangan Kabupaten/Kota. Kalau dilihat dari ayat 2 maka akan terlihat kewenangan pemerintah pusat yang masih besar. Penjelasan Kewenangan dalam Sistem Pemerintahan setelah UU No 22 tahun 1999 Untuk mengantisipasi berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. sebagaimana dimaksud pada ayat(1). Secara umum. peradilan. pertahanan keamanan.BAB II PEMBAHASAN 1. yaitu: 1) Kewenangan daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintah. kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri. meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro.

• Konservasi seperti menetapkan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kawasan konservasi antar propinsi dan antar negara. Kewenangan Propinsi terdiri dari : • • Kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas Kabupaten/Kota. • Sistem administrasi negara seperti menetapkan sistem informasi dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. penentuan baku mutu lingkungan propinsi. seperti perencanaan pengendalian pembangunan regional secara makro.Kewenangan Pusat terdiri dari kebijakan tentang : • • Perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan secara makro. • • Standarisasi nasional. • • Pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Pengendalian pengelolaan lingkungan hidup. Kewenangan dalam bidang tertentu. rekomendasi laboratorium lingkungan dsb. • Kewenangan dekonsentrasi seperti pembinaan AMDAL untuk usaha atau dan kegiatan di luar kewenangan pusat. Pelaksanaan kewenangan tertentu seperti pengelolaan lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam lintas batas propinsi dan negara. yang harus sama atau lebih ketat dari baku mutu lingkungan nasional. Teknologi tinggi strategi seperti menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan teknologi strategi tinggi yang menimbulkan dampak. . • Lembaga perekonomian negara seperti menetapkan kebijakan usaha di bidang lingkungan hidup. menetapkan pedoman teknis untuk menjamin keseimbangan lingkungan yang ditetapkan dalam rencana tata ruang propinsi dan sebagainya. Dana perimbangan keuangan seperti menetapkan dan alokasi khusus untuk mengelola lingkungan hidup. Kewenangan Kabupaten/Kota terdiri dari : • • Perencanaan pengelolaan lingkungan hidup.

dan cara ini akan terus dilakukan oleh Pemerintah daerah dengan baik. Sehingga jika waktu yang lalu pemusatan eksploitasi lingkungan hidup hanya di daerah-daerah tertentu seperti Daerah Istimewa Aceh. • • Penegakan hukum lingkungan hidup Pengembangan SDM pengelolaan lingkungan hidup. Pemerintah Pusat dalam melakukan kewenangannya di bidang pengelolaan lingkungan hidup harus mengikuti kebijakan yang telah diterapkan oleh Menko Wasbangpan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Dengan demikian. Permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah sekarang adalah Pemerintahan daerah harus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah mereka untuk memenuhi target APBD (Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah) sehingga jalan termudah untuk memenuhi itu semua adalah mengeksploitasi kembali lingkungan hidup karena cara tersebut adalah cara yang biasa dilakukan pemerintah pusat untuk memenuhi APBN. rehabilitasi lahan dsb. Riau. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Sonny Keraf. 3. kendati desentralisasi ala Indonesia tersebut pada awalnya merupakan reaksi politik untuk mempertahankan stabilitas dan integritas teritorial. bahwa desentralisasi adalah mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemda dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif. Kalimantan dan sebagian Proponsi di Pulau Jawa maka sekarang semua Pemerintah daerah di Indonesia akan mengekspoitasi lingkungan hidup sebesar-besarnya untuk memenuhi target APBD . Jangan sampai pengurangan kewenangan pemerintah Pusat di bidang lingkungan hidup tidak bisa mencegah kesalahan pengelolaan lingkungan hidup demi mengejar Pemasukan APBD khususnya dalam pos Pendapatan Asli Daerah. namun paradigma otonomi demi kesejahteraan masyarakat lokal tetap bisa diwujudkan tanpa merusak kualitas lingkungan hidup setempat. Dalam penerapan desentralisasi itu. menurut Sonny harus tercakup pula pemeliharaan lingkungan hidup sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga dan lestari. Pelaksanaan Kewenangan Pemerintah Pusat dan daerah dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup. Irian Jaya/ Papua. Konservasi seperti pelaksanaan pengelolaan kawasan lindung dan konservasi.• • Pemantauan dan evaluasi kualitas lingkungan.

• • Standarisasi nasional. Sehingga jika terjadi berbagai permaslahan yang timbul pemerintahan pusat harus menanganinya secara baik karena pemrintah pusat masih mempunyai kewenangan untuk mengadakan berbagi evaluasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga pemerintah daerah dapat .untuk daerah-daerah yang mempunyai sumber kekayaan lingkungan hidup yang besar. Teknologi tinggi strategi seperti menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan teknologi strategi tinggi yang menimbulkan dampak. Karena seperti kita ketahui kewenangan Pemerintah Pusat adalah: • • Perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan secara makro. • Konservasi seperti menetapkan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kawasan konservasi antar propinsi dan antar negara. Permasalahan yang timbul adalah antisipasi dari pemerintah pusat sebagai pemegan kewenangan tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan. • Lembaga perekonomian negara seperti menetapkan kebijakan usaha di bidang lingkungan hidup. sehingga akan dapat terbayang semua daerah kota dan kabupaten di Indonesia akan melakukan eksploitasi lingkungan hidup secara besar-besaran. Karena desentralisasi dalam UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dipunyai oleh daerah kota dan kabupaten. Dana perimbangan keuangan seperti menetapkan dan alokasi khusus untuk mengelola lingkungan hidup. • Sistem administrasi negara seperti menetapkan sistem informasi dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. • • Pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Pelaksanaan kewenangan tertentu seperti pengelolaan lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam lintas batas propinsi dan negara. rekomendasi laboratorium lingkungan dsb. Seperti dijelaskan diatas maka kewenangan pemerintah pusat dalam melaksanakan otonomi daerah sangatlah penting dalam lingkungan hidup.

menjalankan kewenanganya secara proporsional dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup. Dalam melaksanakan hal tersebut telah diatur beberapa batasan yang jelas dalam Keputusan Bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menko Wasbangpan. Yang perlu dicermati adalah kewenangan Pemerintah Daerah yang sangat besar sehingga perlu adanya bentuk pengawasan yang baik yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat sehingga janagn sampai terjadi berbagai kebijakan yang merusak lingkungan yang terjadi di setiap kabupaten atau kota yang ada di Indonesia.html .com/2008/04/kewenangan-pemerintah-pusat-dan.blogspot. Pemerintah Pusat harus aktif dalam melakukan pengawasan sehingga pembangunan yang berwawasan lingkungan dapat dijalankan dengan baik oleh Pemerintah Indonesia baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.4 4 http://theceli. BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengelolaan lingkungan sangatlah besar sehingga perlu adanya pembatasan yang jelas dalam pengelolaan lingkungan tersebut.

daerah kabupaten. Hukum tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pemerintahan daerah karena melalui hukum dapat diperoleh arah tujuan negara dalam membagi kewenangan antar-tingkatan pemerintahan. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintahan daerah provinsi. Bupati. PEMBAHASAN 1. Setiap daerah provinsi. Hukum administrasi negara menjadi dasar pijakan utama dan legitimasi kebijakan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. Pemerintahan daerah provinsi. daerah kabupaten. Kabupaten dan Kota dipilih secara demokratis. daerah kabupaten. Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang. Gubernur. A. sehingga format hukum sangat menentukan nuansa dan dialektika otonomi daerah yang ditetapkan pemerintah pusat. dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. Pengertian Pemerintah Daerah • Definisi Pemerintahan Daerah (Pasal 1 angka 2 UU Nomor 32 Tahun 2004): .KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH Pendahuluan Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. dan Walikota masing-masing sebagai Kepala Pemerintah Daerah Provinsi. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat. Daerah provinsi itu dibagi lagi atas daerah kabupaten dan daerah kota. dan daerah kota mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

atau Walikota. Bupati. Organ Pemerintahan Daerah • Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah: . B. • Pemerintahan Daerah Provinsi terdiri atas Pemerintah Daerah Provinsi dan DPRD Provinsi. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Legaligrafi pemerintahan daerah • • • • • • • • • • UU NOMOR 1 TAHUN 1945 UU NOMOR 22 TAHUN 1948 UU NOMOR 44 TAHUN 1950 UU NOMOR 1 TAHUN 1957 UU NOMOR 6 TAHUN 1959 UU NOMOR 5 TAHUN 1960 UU NOMOR 18 TAHUN 1965 UU NOMOR 5 TAHUN 1974 UU NOMOR 22 TAHUN 1999 UU NOMOR 32 TAHUN 2004 1. Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota terdiri atas Pemerintah Daerah • Kabupaten/Kota dan DPRD Kabupaten/Kota.“Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. C.” Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.” • Definisi Pemerintah Daerah (Pasal 1 angka 3 UU Nomor 32 Tahun 2004): “Gubernur. 1.

2. atau diberhentikan. DPRD mempunyai tugas dan wewenang. alat kelengkapan lain yang diperlukan. panitia musyawarah. • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. angket. makar. DPRD mempunyai hak: (a).1. dan atau tindak pidana terhadap keamanan negara. anggaran. (e). terorisme. (b). DPR. artinya tidak saling membawahi. dan (f). (c). panitia anggaran. Ketentuan tentang DPRD sepanjang tidak diatur dalam UndangUndang mengenai pemerintahan daerah berlaku ketentuan Undang-Undang yang mengatur Susunan dan Kedudukan MPR. dan DPRD. menyatakan pendapat. (b). interpelasi. Hal ini tercermin dalam membuat kebijakan daerah berupa Peraturan Daerah. Alat kelengkapan DPRD terdiri atas: (a). permintaan sendiri. DPD. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dipilih melalui pemilihan kepala daerah langsung. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dapat diberhentikan karena meninggal dunia. DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah. Anggota DPRD mempunyai hak dan kewajiban. DPRD memiliki fungsi legislasi. komisi. dan (c). Posisi Yuridis DPRD: . Kedudukan yang setara bermakna bahwa diantara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan yang sama dan sejajar. 3. Hubungan kemitraan bermakna bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah sama-sama mitra sekerja dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan fungsi masing-masing sehingga antar kedua lembaga itu membangun suatu hubungan kerja yang sifatnya saling mendukung bukan merupakan lawan ataupun pesaing satu sama lain dalam melaksanakan fungsi masingmasing. Badan Kehormatan. Hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara dan bersifat kemitraan. (d). dan pengawasan. Anggota DPRD mempunyai larangan dan dapat diganti antar waktu. Kepala Daerah dan atau Wakil Kepala Daerah dapat diberhentikan Presiden tanpa melalui usulan DPRD apabila dinyatakan melakukan tindakan pidana kejahatan dengan pidana minimal 5 tahun atas tuduhan korupsi. pimpinan.

(b). kebutuhan daerah. (c). Sekretariat Daerah Sekretariat daerah dipimpin oleh Sekretaris Daerah. luas wilayah kerja dan kondisi geografis. menyelenggarakan administrasi kesekretariatan DPRD. kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan daerah. peraturan kepala daerah. sarana dan prasarana penunjang tugas. jumlah dan kepadatan penduduk. . dan pengawasan. anggaran. menyelenggarakan administrasi keuangan DPRD. Pasal 41 UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah: “DPRD memiliki fungsi legislasi. Perangkat daerah provinsi terdiri atas : 1. dan (d). Sekretaris DPRD mempunyai tugas: (a). Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD dipimpin oleh Sekretaris DPRD. yang meliputi : Dasar utama penyusunan perangkat daerah dalam bentuk suatu organisasi adalah adanya urusan pemerintahan yang perlu ditangani. dan kerja sama internasional di daerah. mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD. jenis dan banyaknya tugas. APBD.1. cakupan tugas yang meliputi sasaran tugas yang harus diwujudkan. Namun tidak berarti bahwa setiap penanganan urusan pemerintahan harus dibentuk ke dalam organisasi tersendiri.” 1.” • Perangkat Daerah. potensi daerah yang bertalian dengan urusan yang akan ditangani. Besaran organisasi perangkat daerah sekurang-kurangnya mempertimbangkan faktor kemampuan keuangan. Oleh karena itu kebutuhan akan organisasi perangkat daerah bagi masing-masing daerah tidak senantiasa sama atau seragam. Sekretaris daerah mempunyai tugas dan kewajiban membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. 1. Pasal 42 huruf c UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah: “DPRD mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Kecamatan dibentuk di wilayah kabupaten/kota dengan Perda berpedoman pada Peraturan Pemerintah. . Kelurahan dibentuk di wilayah kecamatan dengan Perda berpedoman pada Peraturan Pemerintah. 1. Urusan Pemerintahan Daerah Penyelenggaraan urusan pemerintahan dibagi berdasarkan kriteria eksternalitas. Kelurahan dipimpin oleh lurah yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan dari Bupati/Walikota. Dinas Daerah Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah. Urusan pemerintahan provinsi yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi. Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi 16 buah urusan. atau rumah sakit umum daerah tersebut bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui Sekretaris Daerah. Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah. yang diselenggarakan berdasarkan kriteria di atas terdiri atas urusan wajib dan urusan pilihan. lembaga teknis Daerah Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik berbentuk badan. Kepala badan. atau rumah sakit umum daerah. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. kantor. Kecamatan dipimpin oleh camat yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan sebagian wewenang bupati atau walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. akuntabilitas.menyediakan dan mengkoordinasi tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. kantor. kekhasan. 1. D. 1. Kepala dinas daerah bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui Sekretaris Daerah.

Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Hubungan wewenang. pelayanan umum. keuangan. Hubungan tersebut meliputi hubungan wewenang. dan sumber daya lainnya dilaksanakan secara adil dan selaras. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya menimbulkan hubungan administrasi dan kewilayahan antarsusunan pemerintahan. Dengan pengaturan tersebut. Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumber-sumber penerimaan yang cukup kepada daerah. Urusan pemerintahan kabupaten atau kota yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi. pelayanan umum. kekhasan. keuangan. hak untuk mengelola kekayaan Daerah dan mendapatkan sumbersumber pendapatan lain yang sah serta sumber-sumber pembiayaan. pemanfaatan sumber daya alam. kewenangan memungut dan mendayagunakan pajak dan retribusi daerah dan hak untuk mendapatkan bagi hasil dari sumber-sumber daya nasional yang berada di daerah dan dana perimbangan lainnya. dan sumber daya lainnya. Daerah diberikan hak untuk mendapatkan sumber keuangan yang antara lain berupa : kepastian tersedianya pendanaan dari Pemerintah sesuai dengan urusan pemerintah yang diserahkan.Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah kabupaten atau daerah kota merupakan urusan yang berskala kabupaten atau kota meliputi 16 buah urusan. . dengan mengacu kepada Undang-Undang yang mengatur Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Semua sumber keuangan yang melekat pada setiap urusan pemerintah yang diserahkan kepada daerah menjadi sumber keuangan daerah. pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Hubungan keuangan. pelayanan umum. dimana besarnya disesuaikan dan diselaraskan dengan pembagian kewenangan antara Pemerintah dan Daerah. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. Pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan memiliki hubungan dengan pemerintah pusat dan dengan pemerintahan daerah lainnya. dalam hal ini pada dasarnya Pemerintah menerapkan prinsip uang mengikuti fungsi. pemanfaatan sumber daya alam.

daerah dapat mengadakan kerja sama dengan daerah lain yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik. kecuali urusan pemerintahan yang oleh Undang-Undang ini ditentukan menjadi urusan Pemerintah. perimbangan keuangan antara Pemerintah dan pemerintahan daerah. E. Kerja sama yang membebani masyarakat dan daerah harus mendapatkan persetujuan DPRD. Menteri Dalam Negeri menyelesaikan perselisihan dimaksud. Keputusan Guberneur atau Menteri Dalam Negeri sebagaimana dimaksud bersifat final. Pembagian Urusan Pemerintah Pemerintahan daerah menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah. Apabila terjadi perselisihan antarprovinsi. Presiden dapat membentuk suatu dewan yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan otonomi daerah. Dewan tersebut bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada Presiden antara lain mengenai rancangan kebijakan: pembentukan. penghapusan dan penggabungan daerah serta pembentukan kawasan khusus. sinergi dan saling menguntungkan. 1. daerah dapat bekerja sama dengan pihak ketiga. Urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah meliputi: • • Politik luar negeri Pertahanan . Gubernur menyelesaikan perselisihan dimaksud. Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Dalam penyediaan pelayanan publik. serta antara provinsi dan kabupaten/kota di luar wilayahnya. Dewan ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri yang susunan organisasi keanggotaan dan tata laksananya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Presiden. Apabila terjadi perselisihan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan antar kabupaten/kota dalam satu provinsi. pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. antara provinsi dan kabupaten/kota di wilayahnya. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk badan kerjasama antar daerah yang diatur dengan keputusan bersama.Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah atau. . 2. memperhatikan keserasian (2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pelaksanaan hubungan kewenangan antara Pemerintah dan pemerintahan daerah provinsi. dan efisiensi dengan hubungan antar susunan pemerintahan. (3) Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah. tergantung. Pemerintah dapat: 1.• • • • Yustisi Moneter Fiscal nasional Agama Dalam urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah di luar urusan pemerintahan. yang diselenggarakan berdasarkan atas kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilaksanakan secara bertahap dan ditetapkan oleh 1) Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi: a. yang berpedoman pada (4) Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib standar pelayanan minimal Pemerintah. (1) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dibagi berdasarkan kriteria eksternalitas. perencanaan dan pengendalian pembangunan. Menugaskan sebagian urusan kepada pemerintahan daerah dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. kabupaten dan kota atau antarpemerintahan daerah yang saling terkait. terdiri urusan wajib dan urusan pilihan. 3. dan sinergis sebagai satu sistem pemerintahan.akuntabilitas. Menyelenggarakan sendiri sebagian urusan pemerintahan.

urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. n. perencanaan. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota. penanganan bidang kesehatan. dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota. c. dan p. dan pengawasan tata ruang. usaha kecil. h. d. m. pelayanan kependudukan. j. penyediaan sarana dan prasarana umum. g. fasilitasi pengembangan koperasi. o. f. pengendalian lingkungan hidup. l. i. e. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Kesimpulan Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. dan catatan sipil. pelayanan administrasi umum pemerintahan. k. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.b. penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. . penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. pemanfaatan.

dan sumber daya lainnya dilaksanakan secara adil dan selaras. keuangan. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pengawasan yang lebih optimal terhadap pembangunan yang dilakukan oleh desa-desa di daerah otonomi tersebut agar tercipta pembangunan yang merata didaerah otonomi tersebut. Pelaksanaan pemerintahan daerah yang seharusnya didalam prakteknya haruslah sesuai dengan asas legalitas. Pemerintah daerah tidak boleh bertindak dengan menyalahgunakan wewenang dan melampaui wewenang. Hubungan keuangan. keuangan. Hubungan tersebut meliputi hubungan wewenang. pelayanan umum. Pemerintahan daerah didalam menjalankan wewenangnya didalam melaksanakan otonomi daerahnya tidak terlepas dari prinsip – prinsip NKRI. Hubungan wewenang.com/2010/05/15/kewenangan-pemerintah-daerah/ . pemanfaatan sumber daya alam.5 5 http://medizton. dan sumber daya lainnya. Pemerintah daerah harus bertindak sesuai kewenangan yang berlaku. 2.Pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan memiliki hubungan dengan pemerintah pusat dan dengan pemerintahan daerah lainnya.wordpress. sehingga dengan demikian dapat mewujudkan Negara Sejahtera (welfare state ) Saran 1. pelayanan umum. pemanfaatan sumber daya alam. pelayanan umum. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya menimbulkan hubungan administrasi dan kewilayahan antarsusunan pemerintahan. atau tanpa wewenang.

4] menetapkan kebijakan perdagangan luar negeri dan lain-lain. 4. Agama. abolisi. 3] menetapkan kebijakan dalam penyelenggaraan kehidupan keagamaan. 3] menindak setiap orang yang melanggar hukum negara. Selain hal-hal tersebut di atas. 4] menindak kelompok atau organisasi yang kegiatannya melanggar keamanan negara. 2] memberikan pengakuan terhadap keberadaan suatu agama. 2] menyatakan damai dan perang.6 http://id. warga negara untuk duduk dalam jabatan lembaga internasonal. Moneter dan Fiskal. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU). melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada Gubernur. 5. diantaranya adalah 1] mendirikan dan membentuk kepolisian negara. Pada dasarnya pemerintah pusat dapat menyelenggarakan sendiri sebagian urusan pemerintahan. 4] menetapkan kebijakan kehakiman dan keimigrasian. diantaranya adalah 1] mengangkat pejabat politik dan menunjuk 2. 3] mendirikan lembaga pemasyarakatan. Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat meliputi: 1. 6. diantaranya adalah 1] mendirikan lembaga peradilan. Keamanan. dan bupati serta menugaskan sebagian urusan pemerintahan kepada pemerintah daerah berdasarkan asas tugas pembantuan.shvoong. membentuk UndangUndang. 2] menetapkan kebijakan moneter. Politik Luar Negeri. 2] menetapkan kebijakan luar negeri. 2] mengangkat hakim dan jaksa. terdapat juga urusan pemerintahan yang bersifat concurrent yaitu urusan pemerintahan yang penanganannya dalam bagian tertentu dapat dilaksanakan bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Peraturan Pemerintah. memberi grasi. 3. 3] menyatakan negara atau sebagian wilayah negara dalam keadaan bahaya. diantaranya adalah 1] mencetak uang dan menentukan nilai mata uang.com/law-and-politics/administrative-law/2203806-urusan-pemerintahanyang-menjadi-kewenangan/#ixzz1hd3Kxb00 6 . 3] melaksanakan perjanjian dengan negara lain. amnesti. dan peraturan lain yang berskala nasonal. 3] mengendalikan peredaran uang. 5] menetapkan kebijakan wajib militer dan bela negara bagi setiap warga negara. Pertahanan. diantaranya adalah 1] menetapkan hari libur keagamaan yang berlaku secara nasional. diantaranya adalah 1] mendirikan dan membentuk angkatan bersenjata. 2] menetapkan kebijakan keamanan nasional. 4] membangun dan mengembangkan sistem pertahanan negara dan persenjataan. Yustisia. Walikota.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->