KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN R.

A
Utsman bin Affan adalah sahabat nabi dan juga khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin. Beliau dikenal sebagai pedagang kaya raya dan ekonom yang handal namun sangat dermawan. Banyak bantuan ekonomi yang diberikannya kepada umat Islam di awal dakwah Islam. Ia mendapat julukan Dzunnurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah Saw yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Beliau masuk Islam atas ajakan Abu Bakar dan termasuk golongan Assabiqunal Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam). Rasulullah Saw sendiri menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang paling jujur dan rendah hati diantara kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Aisyah bertanya kepada Rasulullah Saw, ‘Abu Bakar masuk tapi engkau biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan membetulkan pakaian, mengapa?’ Rasullullah menjawab, “Apakah aku tidak malu terhadap orang yang malaikat saja malu kepadanya?” Pada saat seruan hijrah pertama oleh Rasullullah Saw ke Habbasyiah karena meningkatnya tekanan kaum Quraisy terhadap umat Islam, Utsman bersama istri dan kaum muslimin lainnya memenuhi seruan tersebut dan hijrah ke Habbasyiah hingga tekanan dari kaum Quraisy reda. Tak lama tinggal di Mekah, Utsman mengikuti Nabi Muhammad Saw untuk hijrah ke Madinah. Pada peristiwa Hudaibiyah, Utsman dikirim oleh Rasullah untuk menemui Abu Sofyan di Mekkah. Utsman diperintahkan Nabi untuk menegaskan bahwa rombongan dari Madinah hanya akan beribadah di Ka’bah, lalu segera kembali ke Madinah, bukan untuk memerangi penduduk Mekkah. Pada saat Perang Dzatirriqa dan Perang Ghatfahan berkecamuk, dimana Rasullullah Saw memimpin perang, Utsman dipercaya menjabat walikota Madinah. Saat Perang Tabuk, Utsman mendermakan 1000 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan pribadi untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya perang tersebut. Utsman bin Affan juga menunjukkan kedermawanannya tatkala membeli sumur yang jernih airnya dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham yang kira-kira sama dengan dua setengah kg emas pada waktu itu. Sumur itu beliau wakafkan untuk kepentingan rakyat umum. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Utsman juga pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering. Setelah wafatnya Umar bin Khatab sebagai khalifah kedua, diadakanlah musyawarah untuk memilik khalifah selanjutnya. Ada enam orang kandidat khalifah yang diusulkan yaitu Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah. Selanjutnya Abdurrahman bin Auff, Sa’ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah mengundurkan diri hingga hanya Utsman dan Ali yang tertinggal. Suara masyarakat pada saat itu cenderung memilih Utsman menjadi khalifah ketiga. Maka diangkatlah Utsman yang berumur 70 tahun menjadi khalifah ketiga dan yang tertua, serta yang pertama dipilih dari beberapa calon. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram 24 H. Utsman menjadi khalifah di saat pemerintah Islam telah betul-betul mapan dan terstruktur. Beliau adalah khalifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Beliau mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya; membuat bangunan khusus untuk

Ummu Haram binti Milhan al-Ansharish. Beliau dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah. negeri-negeri lain berhasil ditaklukkan. Persia. Ummu Haram jatuh dari kendaraannya kemudian syahid dan dikuburkan di sana. Meski Utsman mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan pemberontak. Usman bin Affan memperluas masjid Madinah al. tetapi kemudian dibatalkan. berjangkit wabah demam berdarah yang menimpa banyak orang. tahun pertama dari khilafah Usman bin Affan. Pada tahun 26 Hijriah. Pada tahun yang sama. Di tahun ini pula. Panjangnya 160 depa dan luasnya 150 depa.Munawarah dan membangunnya dengan batu-batu berukir. Andalusia berhasil ditaklukkan. Di antara pasukan ini terdapat Ubadah bin Shamit dan istrinya. Usman bin Affan memecat Sa'ad bin Abi Waqqash dari jabatan gubernur Kufah dan sebagai gantinya diangkatlah Walid bin Uqbah bin Abi Mu'ith (seorang shahabi dan saudara seibu dengan Usman bin Affan). . Tahun 29 Hijriah. dan juga membentuk angkatan laut yang kuat. Usman bin Affan menurunkan Amru bin Ash dari jabatan gubernur Mesir dan sebagai gantinya diangkatlah Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarh. Persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah Saw perihal kematian Utsman yang syahid nantinya. Utsman banyak mengganti gubernur wilayah yang tidak cocok atau kurang cakap dan menggantikaannya dengan orang-orang yang lebih kredibel. Di tahun 25 Hijriah. Nabi saw pernah memberi-tahukan kepada Ummu Haram tentang pasukan ini. menaklukan Syiria. Sebelumnya. Jasanya yang paling besar adalah saat mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan Al-Quran dalam satu mushaf. Pada tahun ini. Mu'awiyah melancarkan serangan ke Qubrus (Siprus) dengan membawa pasukannya menyeberangi lautan. Palestina. Ia membuat tiangnya dari batu dan atapnya dari kayu (tatal). Rodhes. Dia kemudian menyerbu Afrika dan berhasil menaklukkannya dengan mudah. negeri Rayyi berhasil ditaklukkan. yaitu tahun 24 Hijriah. Dalam perjalanan. Pada tahun 17 Hijriah. Pada tahun ini. Khalifah Usman bin Affan sendiri terkena sehingga beliau tidak dapat menunaikan ibadah haji. Inilah sebab pertama dituduhnya Usman bin Affan melakukan nepotisme. Namun hal ini banyak membuat sakit hati pejabat yang diturunkan sehingga mereka bersekongkol untuk membunuh khalifah. seraya berdoa agar Ummu Haram menjadi salah seorang dari anggota pasukan ini. Utsman akhirnya wafat sebagai syahid pada hari Jumat tanggal 17 Dzulhijah 35 H ketika para pemberontak berhasil memasuki rumahnya dan membunuh Utsman saat sedang membaca Al-Quran. Selama masa jabatannya. Pada tahun ini. Usman bin Affan mengangkat Sa'ad bin Abi Waqqash menjadi gubernur Kufah menggantikan Mughirah bin Syu'bah. Khalifah Utsman kemudian dikepung oleh pemberontak selama 40 hari dimulai dari bulan Ramadhan hingga Dzulhijah. Usman bin Affan melakukan perluasan Masjidil Haram dengan membeli sejumlah tempat dari para pemiliknya lalu disatukan dengan masjid. membangun pertanian. Khurasan. Siprus. namun ia berprinsip untuk tidak menumpahkan darah umat Islam.mahkamah dan mengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid. negeri ini pernah ditaklukkan. Afrika Utara.

Usman bin Affan memerintahkan agar menjinakkan hati para pemberontak dan pembangkang tersebut dengan memberi harta dan mengirim mereka ke medan peperangan lain dan pos-pos perbatasan. dan Abdullah bin Amir (pemimpin negeri Bashrah). berkumpullah di hadapannya. dan Abu Darda' wafat. Abduliah bin Sa'ad bin Abi Sarh (pemimpin negeri Maghrib). Mu'awiyah bin Abu Sufyan (pemimpin negeri Syam). Ia berhasil menghasut sekitar enam . Abdullah bin Mas'ud bin Abi Sarh menyerbu Habasyah. Seperti diketahui. Abbas bin Abdul Muththalib. Usman bin Affan meminta pandangan mengenai peristiwa yang terjadi dan perpecahan yang muncul. Kebijakan ini mengakibatkan dipecatnya sejumlah sahabat dari berbagai jabatan mereka dan digantikan oleh orang yang diutamakan-nya dari kerabatnya. Pada tahun 32 Hijriah. akhirnya Usman bin Affan memutuskan untuk tidak melakukan penggantian para gubernur dan pembantunya. Kepada mereka. Masing-masing dari mereka kemudian mengemukakan pendapat dan pandangannya. Setelah peristiwa ini. Kebijakan ini mengakibatkan rasa tidak senang banyak orang terhadap Usman bin Affan. Mereka kemudian mengirim utusan kepada Usman bin Affan guna menggugat kebijakannya dan alasan pemecatan sejumlah orang dari bani Umayyah. di Mesir muncul satu kelompok dari anak-anak para sahabat. dan Zaid bin Abdullah. Amr ibnul Ash (pemimpin negeri Mesir). Pada tahun ke-33 Hijriah. pemimpin Kufah.. Abu Dzarr bin Jundab bin Junadah al-Ghiffari. Hal inilah yang dijadikan pemicu dan sandaran oleh orang Yahudi yaitu Abdullah bin Saba' dan teman-temannya untuk membangkitkan fitnah. Usman bin Affan mengangkat para kerabatnya dari bani Umaiyyah menduduki berbagai jabatan. Allah memberikan karunia yang melimpah dari semua negeri kepada kaum Muslimin. Sa'id ibnul Ash (pemimpin negeri Kufah).. utusan tersebut berbicara kepada Usman bin Affan dengan bahasa yang kasar sekali sehingga membuat dadanya sesak. Akhirnya. Orang -orang yang pernah menjabat sebagai hakim negeri Syam sampai saat itu ialah Mu'awiyah. Dalam pertemuan ini. Setelah mendengar berbagai pandangan dan mendiskusikannya. Beliau lalu memanggil semua pimpinan pasukan untuk dimintai pendapatnya. Kepada masing-masing mereka. Kelompok ini melakukan tindakan tersebut tentu setelah Abdullah bin Saba' berhasil menyebarkan kerusakan dan fitnah di Mesir. Abdurrahman bin Auf.. Mereka menggerakkan massa untuk menentang Usman bin Affan dan menggugat sebagian besar tindakannya. Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa penduduk Kufah umumnya melakukan pemberontakan dan konspirasi terhadap Sa'id ibnul Ash.Negeri-negeri Khurasan ditaklukkan pada tahun ke-30 Hijriah sehingga banyak terkumpul kharaj (infaq penghasilan) dan harta dari berbagai penjuru. Abdullah bin Mas'ud.

sementara dia tidak menghendaki kecuali memalingkan engkau dari agama dan pikiranmu! Demi Allah. mereka menyesali diri seraya berkata. Saya tidak akan kembali setelah ini karena teguran-ku kepadamu. Ali bin Abu Thalib segera datang menemui Usman bin Affan dan dengan nada marah. dan Usman bin Affan kemudian berpidato di hadapan orang banyak pada hari Jum'at. Setelah Ali bin Abu Thalib membantah semua penyimpangan pemikiran yang sesat itu. Demi Allah. "Mengapa engkau merelakan Marwan. Ketika menghadap Usman bin Affan. Keluarlah kalian dari sisi kami. jika kalian membangkang kepada kami. Ali bin Abu Thalib kemudian berangkat menemui mereka di Juhfah. aku adalah orang yang pertama bertobat dari apa yang telah aku lakukan. melakukan suatu kesalahan kemudian meminta ampunan dari-Nya adalah lebih baik daripada tobat karena takut kepada-Nya. Usman bin Affan kemudian menegaskan kembali. "Ya Allah. Jika suka. Marwan berkata. Marwan bin Hakam menemui Usman bin Affan. Mereka ini mengagungkan Ali bin Abu Thalib dengan sangat berlebihan." Setelah mengetahui hal ini. Demi Allah. Usman bin Affan mengutus Ali bin Abu Thalib untuk menemui mereka dan berbicara kepada mereka. Ditegaskan-nya bahwa ia akan memecat Marwan dan kerabatnya. engkau dapat melakukan tobat tanpa menyatakan kesalahan kami. Dalam pidato ini. aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu. niscaya aku adalah orang yang pertama menerima dan mendukungnya. Dia menghamburkan kecaman dan protes kemudian berkata. sehingga merusak apa yang selama ini diperbaiki oleh Usman bin Affan. tetapi engkau mengucapkannya ketika banjir bah telah mencapai puncak gunung. bahwa ia akan menghentikan kebijakan yang menyebabkan timbulnya protes tersebut. Usman bin Affan menunjuk Marwan untuk berbicara kepada mereka sesukanya. Dalam pembicaraannya. "Andaikan ucapanmu itu engkau ucapkan pada waktu engkau masih sangat kuat. Setelah penegasan tersebut." Marwan kemudian memberitahukan kepadanya bahwa di balik pintu ada segerombolan orang. Tatkala mereka hampir memasuki Madinah. Marwan adalah orang yang tidak layak dimintai pendapat tentang agama atau dirinya sekalipun. "Kalian datang untuk merebut kerajaan dari tangan kami. Ya Allah. ia berkata. niscaya kalian akan menghadapi kesulitan dan tidak akan menyukai akibatnya. Marwan lalu berbicara kepada mereka dengan suatu pembicaraan yang buruk. karena Abdullah bin Saba' telah berhasil mempermainkan akal pikiran mereka dengan berbagai khurafat dan penyimpangan. Usulan ini diterima olehnya.ratus orang untuk berangkat ke Madinah dengan berkedok melakukan ibadah umrah. di antaranya Usman bin Affan mengatakan." Pernyataan ini diucapkannya sambil menangis sehingga membuat semua orang ikut menangis. Ali bin Abu Thalib melaporkan kepulangan mereka dan mengusulkan agar Usman bin Affan menyampaikan pidato kepada orang banyak. namun sebenarnya mereka bertujuan menyebarkan fitnah dalam masyarakat Madinah. Demi Allah. aku melihat bahwa dia akan menghadirkan kamu kemudian tidak akan mengembalikan kamu lagi. guna meminta maaf atas tindakannya mengutamakan sebagian kerabatnya dan bahwa ia telah bertobat dari tindakan tersebut. "Orang inikah yang kalian jadikan sebagai sebab dan dalih untuk memerangi dan memprotes Khalifah (Usman bin Affan)?" Mereka kemudian kembali dengan membawa kegagalan." .

tatkala ia mengutamakan kerabatnya dalam pemerintahan. "Bicara lah!" Na'ilah berkata. Abu Sarh tidak mau menerima peringatan Usman bin Affan. Selanjutnya. 'Usman dibunuh secara aniaya. Ibnu Asakir meriwayatkan dari az-Zuhri." Na'ilah memberikan pendapatnya. Ikutilah sunnah kedua sahabatmu yang terdahulu (Abu Bakar As Siddiq dan Umar Bin Khattab). Usman bin Affan menulis surat kepadanya yang berisikan nasihat dan peringatan terhadapnya. Usman bin Affan lalu berkata kepada mereka. Beliau bahkan lebih dicintai oleh orang-orang Quraisy umumnya ketimbang Umar bin Khattab. 'Ceritakanlah kepadaku tentang pembunuhan Usman! Bagaimana hal ini sampai terjadi!' Ibnul Musayyab berkata. apalagi rasa takut dan cinta. . kebijakan ini pada akhirnya menjadi sebab pembunuhannya. Thalhah bin Ubaidillah. Kebijakan ini dilakukan Usman bin Affan atas pertimbangan silaturrahim yang merupakan salah satu perintah Allah. Kami sebutkan di sini secara singkat. Akan tetapi." Usman bin Affan kemudian mengutus seseorang kepada Ali bin Abu Thalib. "Aku telah mendengar ucapan Ali bin Abu Thalib bahwa dia tidak akan kembali lagi padamu. Baru tiga hari perjalanan dari Madinah. karena Umar bin Khattab bersikap keras terhadap mereka. para tokoh sahabat." Usman bin Affan berkata. masyarakat mulai berubah sikap terhadapnya. "Aku pernah berkata kepada Sa'id bin Musayyab. Ali bin Abu Thalib berkata. Usman bin Affan menjabat sebagai khalifah selama dua belas tahun. sedangkan Usman bin Affan bersikap lemah lembut dan selalu menjalin hubungan dengan mereka. niscaya dia akan membunuhmu. Pembunuhnya adalah kejam dan pengkhianatnya adalah orang yang memerlukan ampunan. "Aku telah memberitahukan kepadanya bahwa aku tidak akan kembali lagi. Akan tetapi. sebagaimana telah kami sebutkan. Ibnul Musayyab kemudian menceritakan kepada az-Zuhri tentang sebab pembunuhannya dan bagaimana hal itu dilakukan. Akan tetapi. karena dia memiliki kekerabatan denganmu dan dia tidak layak ditentang. Sikap ini merupakan permulaan krisis yang menyulut api fitnah dan memberikan peluang kepada para tukang fitnah."Bertaqwa lah kepada Allah semata. tiada sekutu bagi-Nya. untuk memperbanyak kayu bakarnya dan mencapai tujuan-tujuan busuk yang mereka inginkan. Setelah pengaduan ini. Para penduduk Mesir datang mengadukan Ibnu Abi Sarh. Usman bin Affan kemudian menginstruksikan hal tersebut dan mengangkatnya secara resmi. seperti Ali bin Abu Thalib. bahkan mengambil tindakan keras terhadap orang yang mengadukannya. Marwan adalah orang yang tidak memiliki harga di sisi Allah." Mereka mengusulkan Muhammad bin Abu Bakar. "Aku harus bicara atau diam!" Usman bin Affan menjawab. Tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan celah untuk mendendam-nya.Setelah Ali bin Abu Thalib keluar. tetapi Dia menolak datang. sebab jika engkau menaati Marwan. Na'ilah masuk menemui Usman bin Affan (ia telah mendengarkan apa yang diucapkan Ali bin Abu Thalib kepada Usman bin Affan) kemudian berkata. Utuslah seseorang menemui Ali bin Abu Thalib guna meminta pendapatnya. tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang pemuda hitam berkendaraan unta yang berjalan mundur maju. "Pilihlah orang yang dapat menggantikannya. "Berilah pendapatmu kepadaku. ia berkata. Surat keputusan ini kemudian dibawa oleh sejumlah sahabat ke Mesir. dan Aisyah mengusulkan agar Usman bin Affan memecat Ibnu Abi Sarh dan menggantinya dengan orang lain. karena engkau telah menaati Marwan dalam segala apa yang dikehendakinya.

Aku menahan orang yang akan datang kepadaku mengadukan dirimu. sedangkan engkau tidak mengetahuinya?" Usman bin Affan kemudian bersumpah dengan nama Allah. antara lain Thalhah bin Ubaidillah." dan kadang. Ali bin Abu Thalib dengan membawa surat. tersiarlah berita tersebut di seluruh Kota Madinah. "Utusan siapa kamu ini!" Dengan gagap dan ragu-ragu. "Apakah stempel ini. Bersama mereka. padahal Marwan saat itu berada di dalam rumahnya.kadang pula ia menjawab." Usman bin Affan kemudian bersumpah dengan nama Allah. "Adakah seseorang yang sudi memberi tahu Ali bin Abu Thalib agar memberi air kepada kami ?" Setelah mendengar berita ini. "Jika Muhammad beserta si fulan dan si fulan datang kepadamu. "Aku tidak pernah menulis surat tersebut. ia kadang -kadang menjawab. Ali bin Abu Thalib segera mengirim tiga qirbah air. "Mengapa kamu ini! Kamu terlihat seperti orang yang lari atau mencari sesuatu!" Ia menjawab. Mereka mengetahui bahwa Usman bin Affan tidak berdusta dalam bersumpah. Dan tetaplah engkau melakukan tugasmu sampai engkau menerima keputusanku. Di hadapan dan disaksikan oleh para sahabat dari Anshar dan Muhajirin tersebut. orang-orang keluar dari rumah Usman bin Affan dengan perasaan marah." Mereka kemudian mengeluarkan sebuah surat dari barang bawaannya. Setelah melihat hal ini. Kiriman air ini pun sampai kepada Usman bin Affan melalui cara yang sulit sekali. para sahabat itu kembali ke Madinah dengan membawa surat tersebut." Ali bin Abu Thalib bertanya lagi. ia menemui mereka seraya berkata. Mereka kemudian mengumpulkan para tokoh sahabat dan memberitahukan ihwal surat dan kisah utusan tersebut." Ali bin Abu Thalib bertanya lagi. tetapi mereka marah karena dia tidak bersedia menyerahkan Marwan kepada mereka. . Setelah itu."Tidak." Ketika ditanya. lalu ia berkata "Yang kita inginkan darinya adalah Marwan. Pada saat itu. Akhirnya.Para sahabat Rasulullah itu kemudian menghentikannya seraya berkata. Setelah Usman bin Affan dan keluarganya merasakan kepayahan akibat terputusnya air. tidak pernah memerintahkannya. bunuhlah mereka dan batalkan-lah suratnya. Peristiwa ini membuat seluruh penduduk Madinah gempar dan benci terhadap Usman bin Affan. dan tidak pernah pula mengutus pembantu ini ke Mesir. Zubair bin Awwam." Ali bin Abu Thalib bertanya lagi. tetapi Usman bin Affan tidak bersedia melakukannya. "Saya pembantu Amirul Mukminin. Sa'ad bin Abu Waqqash." Ali bin Abu Thalib bertanya lagi "Bagaimana pembantumu ini bisa keluar dengan menunggang untamu dan membawa surat yang distempel. dengan stempel-mu. "Apakah unta ini untamu?" Usman bin Affan menjawab "Ya. "Ya. dan unta tersebut. pembantu." Mereka kemudian memeriksa tulisan surat tersebut dan mengetahui bahwa surat itu ditulis oleh Marwan. "Apakah pemuda ini pembantumu?" Usman bin Affan menjawab "Ya. Muhammad bin Abu Bakar membuka surat tersebut yang ternyata berisi. tidak pernah memerintahkan penulisan surat. stempel-mu?" Usman bin Affan menjawab. dan Ammar. "Aku tidak pernah menulis surat ini."Saya pembantu Marwan. dan tidak mengetahui ihwal surat tersebut. Ali bin Abu Thalib segera memanggil beberapa tokoh sahabat." Akhirnya. "Apakah kamu pernah menulis surat ini?" Usman bin Affan menjawab. Mereka lalu meminta kepada Usman bin Affan agar menyerahkan Marwan kepada mereka. Ali bin Abu Thalib bertanya kepada Usman bin Affan. sehingga sebagian masyarakat mengepung rumah Usman bin Affan dan tidak memberikan air kepadanya. masuk menemui Usman bin Affan. "Saya adalah pembantu Amirul Mukminin yang diutus untuk menemui Gubernur Mesir. Ali bin Abu Thalib mendengar desas-desus tentang adanya orang yang ingin membunuh Usman bin Affan.

Demikian pula Afrika sampai Andalusia. Segala pembicaraan. pada saat itu. seraya berkata kepada dua orang anaknya. Hasan dan Husain." Ali bin Abu Thalib kemudian berkata kepada kedua anaknya. ia tetap di jalan lurus setelah itu dan termasuk orang yang tetap baik agamanya. Demikianlah. kita harus menyadari bahwa kebijakan tersebut merupakan ijtihad pribadinya. sekalipun ber motivasikan kritik dan menyalahkan.jangan sampai melupakan kita pada kedudukannya yang mulia di sisi Rasulullah saw. Pada periode ini. pembicaraan kita pada hari ini. sewaktu mengkritik. Sejak itu. Jangan biarkan seorang pun masuk kepadanya. keutamaannya sebagai generasi pertama dalam Islam. Barangkali Ibnu Sarh dengan amal-amalnya yang mulia ini telah menghapuskan segala yang pernah dia lakukan sebelumnya. serta mengecam Muhammad bin Thalhah dan Abdullah bin Zubair. Tidaklah merusak kemuliaan Usman bin Affan jika dalam berbagai penaklukannya ia mempergunakan Abdullah bin Sa'id bin Abi Sarh dan orang-orang semisalnya. Bagaimanapun sikap kita terhadap pendapat dan pembelaan tersebut. "Bagaimana Amirul Mukminin bisa dibunuh. Bahkan seperti diketahui. Di samping itu."Tidaklah akan membahayakan Usman apa yang dilakukannya setelah hari ini.bukan pembunuhan Usman bin Affan. Kedua. di antara keutamaan dan keistimewaan yang dapat dicatat pada periode pemerintahan Usman bin Affan ialah banyaknya penaklukan dan perluasan. mereka mengepung rumah Usman bin Affan lebih ketat dan secara sembunyisembunyi berhasil masuk dari atap rumah. Ketika para pengacau menyerbu pintu rumah Usman bin Affan ingin masuk dan membunuhnya. "Pergilah dengan membawa pedang kalian untuk menjaga pintu rumah Usman. Sementara itu. karena Islam menghapuskan semua dosa sebelumnya. Juga kesalahan yang dilakukannya tersebut -jika hal itu kita anggap sebagai suatu kesalahan. Mereka berhasil menebaskan pedang sehingga Khalifah Usman bin Affan terbunuh. Juga seperti prestasinya memperluas Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah. seluruh Khurasan berhasil ditaklukkan. Sanggahan para sahabat terhadapnya. Usman bin Affan bahkan telah mempertahankan pendapat tersebut di hadapan sejumlah besar para sahabat. tercatat pula sejumlah prestasi mulia dan agung yang pernah dilakukan Usman bin Affan. dan sabda Rasulullah saw kepadanya pada Perang Tabuk." Hendaknya kita pun menyadari bahwa pembicaraan dan sanggahan para sahabat. Pertama. seperti menyatukan orang dalam bacaan dan tulisan al-Qur'an yang tepercaya setelah berkembangnya berbagai bacaan yang di khawatirkan dapat membingungkan orang. pembunuhan Usman bin Affan merupakan pintu dari mata rantai fitnah yang terus membentang tanpa akhir." Hal ini juga dilakukan oleh sejumlah sahabat Rasulullah saw demi menjaga Usman bin Affan. kita tidak boleh melanggar adab dalam melontarkan analisis atau pendapat. merupakan tindakan positif dan bermanfaat. tidak sama dengan kritik dan gugatan yang kita lakukan sekarang terhadap masalah yang sama. terhadap kebijakannya saat itu. Ali bin Abu Thalib datang dengan wajah marah. betapapun keras kritik yang dilontarkan kepada Usman bin Affan karena kebijakannya dalam memilih para gubemur dan pembantunya dari kaum kerabatnya (bani Umayyah). Ketika mendengar berita ini. mereka dihentikan oleh Hasan dan Husain serta sebagian sahabat. sedangkan kalian berdiri menjaga pintu?" Ali bin Abu Thalib kemudian menampar Hasan dan memukul dada Husain. di saat itu. setelah masalah tersebut menjadi . merupakan pencegahan bagi suatu permasalahan yang ada dan mungkin dapat diubah atau diperbaiki.

kita harus mendapatkan kejelasan tentang hakikat hubungan yang berlangsung antara Usman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib selama periode khilafah yang ketiga ini. mereka berhasil dihalau oleh Ali bin Abu Thalib. Keempat. Perpecahan ini sepenuhnya merupakan buah tangan Abdullah bin Saba'. untuk menjaga Usman bin Affan dari ulah orang-orang yang mengepungnya? ."Inikah orang yang kalian jadikan sebagai sebab dan dalih untuk memerangi dan memprotes khalifah (Usman bin Affan)?" Kita telah mengetahui bagaimana Ali bin Abu Thalib dengan penuh keikhlasan. Akan tetapi. Muhammad saw lebih berhak kembali kepada manusia daripada Isa as. ia mengatakan kepada orang-orang. cukuplah dengan berpegang teguh kepada penjelasan yang dikemukakan oleh para penulis dan ahli sejarah tepercaya. bersamaan dengan munculnya benih-benih fitnah pada akhir-akhir pemerintahan Usman bin Affan. Beliau melarang kita bersikap tidak sopan kepada mereka. Di antaranya. Kemudian kita ketahui bagaimana Ali bin Abu Thalib mengatakan kepada Usman bin Affan. Belum lagi penyiksaan dan kekejaman yang dialami oleh Ahlul Bait atau Syi'ah di tangan pemerintahan Umawiyah dan lainnya. Akan tetapi. Ali bin Abu Thalib. kecintaan. Yang penting. Ketiga. hanyalah merupakan tindakan kurang ajar terhadap para sahabat yang telah diberikan pujian oleh Rasulullah saw. dimulai pada periode ini. dan kemauan yang jujur memberikan nasihat kepadanya. tetapi kita tidak boleh melupakan realitas lainnya." Dengan khurafat ini. bahkan menurut kebanyakan ahli sejarah. ketika ia mendengar segerombolan orang yang dikerahkan oleh Abdullah bin Saba' ke Madinah untuk menggerakkan orang menentangnya. Abdullah bin Saba' adalah seorang Yahudi berasal dari Yaman. Dari sini.suatu peristiwa sejarah. seperti Thabari. bagaimana ia memobilisasi kedua putranya. sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir. padahal sebelumnya ia gagal mendapatkan pengikut di Yaman. juga hakikat sikap yang diambil Ali bin Abu Thalib terhadap Usman bin Affan. Muhammad saw akan kembali kepada mereka dalam diri anak pamannya. Abdullah bin Saba' berhasil menipu masyarakat Mesir. kita mengetahui bahwa kelahiran perpecahan umat Islam menjadi dua kubu: Sunni dan Syi'i. Hasan dan Husain. dan Ibnul Atsir. Orang-orang yang tertipu oleh perkataannya inilah yang berangkat ke Madinah guna memberontak kepada Usman bin Affan. Peranan Ibnu Saba' sangat menonjol dalam mengobarkan api fitnah ini. Bagi siapa saja yang menginginkan amanah ilmiah dalam mengemukakan peristiwa ini. terutama Khilafah Rasyidah. bagaimanapun kedua peristiwa ini telah masuk ke dalam sejarah. sebagaimana telah Kita ketahui. Ia datang ke Mesir pada masa pemerintahan Usman bin Affan. Ia menghasut orang untuk membangkang pada Usman bin Affan dengan dalih mencintai Ali bin Abu Thalib dan keluarga (ahlul bait) Nabi saw. Ibnu Katsir. sekali lagi. "Aku bereskan kejahatan mereka!" Ali bin Abu Thalib kemudian berangkat dan menemui mereka di Juhfah sampai berhasil menghalau mereka kembali ke Mesir seraya mengatakan. Sebagaimana kita tahu pula Ali bin Abu Thalib membelanya sampai akhir kehidupannya. "Tidakkah Muhammad saw lebih baik dari Isa as di sisi Allah? Jika demikian halnya. Seperti telah kita ketahui bahwa Ali bin Abu Thalib segera membaiat Usman bin Affan sebagai khalifah. yang merupakan orang terdekat kepadanya. muncul pula nama Abdullah bin Saba' di pentas sejarah. bahwa Ali bin Abu Thalib adalah orang yang pertama membaiat Usman bin Affan.

Marilah kita jadikan suri tauladannya sebagai teladan yang terbaik bagi kita dan bukti paling nyata yang mengungkapkan cinta sejati kepada beliau. . Ali bin Abu Thalib merupakan pendukung Usman bin Affan yang terbaik selama khilafahnya. Bukti rasa cinta hanyalah berupa "shidqul ittiba" (mengikuti secara jujur) dan istiqamah (terus menerus) dalam meneladani. Ia bersikap tegas dan keras dalam memberikan nasihat kepadanya di belakang hari. hanyalah karena cinta dan ghirah kepadanya. di samping merupakan pembela terbaiknya tatkala menghadapi cobaan berat. Hendaklah kita memahami hal ini dengan baik agar kita juga mengetahui bahwa orang besar seperti Sayyidina Ali bin Abu Thalib patut diteladani oleh setiap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.Dengan demikian. tidak lain dan tidak bukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful