P. 1
prinsip-prinsip

prinsip-prinsip

|Views: 174|Likes:
Published by Fahmi Alhubilah

More info:

Published by: Fahmi Alhubilah on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2015

pdf

text

original

PRINSIP-PRINSIP BELAJAR DAN ASAS PEMBELAJARAN A.

Prinsip-prinsip Belajar Prinsip-prinsip belajar yang relatif berlaku umum berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantanga n, balikan dan penguatan, serta perbedaan individual. 1. Perhatian dan motivasi Perhatian mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Perhatian terhadap p elajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai se suatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dal am kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Motivasi adalah tenaga yang digunakan untuk menggerakkan dan mengarahkan aktivit as seseorang. Menurut H.L. Petri, motivation is the concept we use when we descri be the force action on or within an organism to initiate and direct behavior . Mot ivasi data merupakan tujuan pembelajaran. Sebagai alat, motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan. Motivasi erat kaitannya dengan minat.siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang di anggap penting dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut me ngubah tingkah laku dan motivasinya. Motivasi dapat bersifat internal, artinya datang dari dirinya sendiri, dapat jug a bersifat eksternal yakni datang dari orang lain. Motivasi dibedakan menjadi du a: 1. Motif intrinsik. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilaku kan. Sebagai contoh, seorang siswa dengan sungguh-sungguh mempelajari mata pelaj aran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. 2. Motif ekstrinsik. Motif ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada diluar perbuatan yang dilakuka nnya tetapi menjadi penyerta. Contohnya siswa belajar dengan sungguh-sungguh buk an dikarenakan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya tetapi didorong ole h keinginan naik kelas atau mendapatkan ijazah. Keinginan naik kelas atau mendap atkan ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar. Motif ekstrinsik dapat berubah menjadi motif intrinsik yang disebut transformasi motif . Sebagai contoh, seseorang belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidika n (LPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjad i seorang guru. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik, yaitu untuk menyenangkan h ati orang tuanya,tetapi setelah belajar beberapa lama di LPTK ia menyenangi pela jaran-pelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru. Jadi mot if pada siswa itu semula ekstrinsik menjadi intrinsik. 2. Keaktifan Belajar tidak dapat dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalaminya sendiri. John Dewey mengemukakan bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang sendiri. Gu ru sekedar pembimbing dan pengarah. Menurut teori kognitif, belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformas i. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif, konstruktif dan mampu merencanak an sesuatu. Dalam proses balajar mengajar anak mampu mengidantifikasi, merumuska n masalah, mencari dan menemukan fakta, menganalisis, menafsirkan dan menarik ke simpulan. Dalam setiap proses belajar siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu da pat berupa kegiatan fisik dan kegiatan psikis. Kegiatan fisik bisa berupa membac a, mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya. Sedan gkan kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dal

dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut pengalamannya. dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentuk an keterampilan. Walaupun kita tidak dapat menerima bahwa bela jar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan ketiga teori tersebut. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya law of exercise . Pengulangan Menurut teori psikologi daya. dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Thorndike mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. dalam penghayatan dan internalisasi nilai-nilai dalam pembentuka n sikap dan nilai. baik individual maupun kelompok dengan cara memecahkan masalah (pr oblem solving). Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengat asinya. Skinner. maka pada operant conditioning yang diperkuat adalah responnya. Penguatan positif mau pun negatif juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh gan jaran atau terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan. keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian peroleh an pengetahuan. misalnya siswa berbaris masuk ke kelas. diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebih giat dan sungguh-sungguh. Siswa belajar sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut ak an berkembang. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. anak yan g mendapat nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kela s. Penggunaan metode eksperimen. respons akan timbul bukan karena oleh stimulu s saja tetapi oleh stimulus yang di kondisikan. Inilah yang disebu . terlibat langsung dalam pe rbuatan. Sebaliknya. mengkhayal. Belajar harus dilakukan siswa secara aktif. tetapi selalu terdapat hambatan yai tu mempelajari bahan belajar. namun prinsip pengulan gan masih relevan sebagai dasar pembelajaran.F. Pada teori psikologi Conditioning. membandingkan satu konsep dengan yang lain. Keterlibatan langsung/berpengalaman Menurut Edgar Dale. dan pengu langan terhadap pengamatan-pengamatan itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. tetapi juga keterl ibatan emosional. merasakan. Hal ini juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat. Nil ai yang baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi.am memecahkan masalah yang dihadapi. Kalau pada teori cond itioning yang diberi kondisi adalah stimulusnya. be rpikir. Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar wa laupun dengan tujuan yang berbeda. mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belaja r dari pengalaman langsung. Nilai yang baik d apat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. karena ti dak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar. mengingat. 5. yang banyak mengandung masalah yang perlu dipec ahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut. dan sebagainya. Keterlibatan siswa di dalam belajar tidak hanya keterlibatan fisik semata. mobil berhenti pada saat lampu merah. 4. Kunci dari teori belajar ini adalah law of effe ctnya Thorndike. Balikan dan penguatan Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar Operant Conditioning dari B. Bahan belajar yang baru. menyimpulkan hasil percobaan dan kegiatan psikis yang lain. 3. inkuiri. belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada man usia yang terdiri atas mengamat. menanggap. Dalam situasi siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. Tantangan Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa siswa dalam situas i belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. Belajar secara langsung dalam hal ini tidak sekedar mengamati secara langsung melainkan harus menghayati. 6.

membuat kliping. kebiasaan yang kurang lebih sama. 1987:32 ). demikian pula dengan pengetahuannya. Bentuk-bentuk perilaku y ang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa. Implikasi prinsip keaktif an bagi siswa berwujud perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang d ibutuhkan. membuat karya tulis. maka ia harus mempelajarinya sendiri. siswa di tuntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya. eksperimen. Perbedaan individu Siswa merupakan individual yang unik. diskusi. ingin tahu hasil dari suatu reaksi kimi a. dan perilaku se jenisnya. dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut ber sifat psikis. menanggapai secara positif pujian/dorongan d ari orang lain. a. Tidak ad a seorangpun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya (Davies. umumnya pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai indiv idu dengan kemampuan rata-rata. Siswa diharapkan selalu melatih inderanya u ntuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam proses pembelajaran. Format sajian berupa tanya jawab. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mer eka secara terus-menerus. siswa dapat melakukannya dengan menentukan/mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. Peningkatan /pengembangan minat ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi ( Gage dan Berliner. 1984:373). 1) Perhatian dan motivasi Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua rangsangan yang mengara h ke arah pencapaian tujuan belajar. . misalnya: Penggunaan metode atau strategi belajar-mengajar yang bervariasi Penggunaan metode instruksional Memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa pandai dan mem berikan bimbingan belajar bagi anak-anak yang kurang Dalam memberikan tugas. artinya tidak ada dua orang siswa yang sam a persis. menganalisis hasil percobaan.t penguatan negatif atau escape conditioning. 3) Keterlibatan langsung/berpengalaman Hal apapun yang dipelajari siswa. metode penemuan dan sebag ainya merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan p enguatan. tiap siswa memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. pebelajar dituntu t untuk aktif secara fisik. Implikasi Prinsip-Prinsip Belajar bagi Siswa Siswa sebagai primus motor (motor utama) dalam kegiatan pembelajaran. 2) Keaktifan Sebagai primus motor dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar. Perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pem belajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa. 7. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan mem bangkitkan motivasi belajar. Perbedaan bela jar ini berpengaruh pada cara dan hasil belajar siswa. Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerj akan segala tugas belajar yang diberikan kepada mereka. intelektual dan emosional. dan perilaku sejenis lainnya. dengan alasa n apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip-prinsip belajar. menentukan target/sasaran penyelesaian tugas belajar. Sistem pendidikan klasika l yang dilakukan di sekolah kita kurang memperhatikan masalah perbedaan individu al. hendaknya disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tampak dalam setiap kegiat an perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapat diperbaiki den gan beberapa cara. misalnya siswa berdiskusi untuk membuat laporan. siswa melakukan reaksi kimia. Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran. Implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motiva si belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus-menerus. dan perila ku sejenis lainnya. Untuk dap at memproses dan mengolah perolehan belajarnya secara efektif.

menghafal nama-nama latin tumbuhan. maka ia lebih termotivasi untuk belaja r. Untuk memperoleh balikan penguatan bentuk-bent uk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban. ia akan belajar dan mengingat lebih baik (Davies. 1987:32).4) Pengulangan Penguasaan secara penuh dari setiap langkah memungkinkan belajar secara keseluru han lebih berarti (Davies. b. yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi di rinya sendiri. apakah be nar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang h asil (knowledge of result). Selain itu. atau mencari tahu pemecahan suatu masalah. Dari pernyataan inilah pengulangan masih di perlukan dalam kegiatan pembelajaran. memproses dan mengolah setiap pesan yang ada dalam kegiatan pembelajaran. m engerjakan soal-soal latihan. atau menerima teguran dari guru/orang tua karena hasil belajar yang jelek. setiap siswa belajar menurut tempo (kecepatan)nya sen diri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar (Davies. 5) Tantangan Prinsip belajar ini bersesuaian dengan pernyataan bahwa apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri. Hal ini berarti s iswa selalu menghadapi tantangan untuk memperoleh. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain akan membantu siswa menentukan cara belajar dan sasaran belajar bagi dirinya sendiri. melaksanakan tugas terbimbing ata upun mandiri. memproses dan mengolah pesan. Implikasi adanya prinsip pengulangan bagi siswa adalah kesadaran siswa untuk bersedia mengerjakan latihan-latihan yang ber ulang untuk satu macam permasalahan. Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantanga n ini diantaranya adalah melakukan eksperimen. Guru sebagai penyelenggara dan pengelola kegiatan pembe lajaran terimplikasi oleh adanya prinsip-prinsip belajar ini. Implikasi prinsip tantangan bagi si swa adalah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh. Bentuk-bentuk perilaku pembelajaran yang merupakan implikasi prinsip pengulangan unsur-unsur kimia setiap valensi. 1987:32). Implikasi Prinsip-Prinsip Belajar bagi Guru Guru sebagai orang kedua dalam kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari adanya prinsip-prinsip belajar. Seorang siswa belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan (reinforcement) (Davies. Hal ini timbul karena ke sadaran adanya kebutuhan untuk memperoleh balikan dan sekaligus penguatan bagi s etiap kegiatan yang dilakukannya. 1987:32). diharapkan siswa tida k merasa bosan dalam melakukan pengulangan. 1) Perhatian dan motivasi Implikasi prinsip perhatian bagi guru tampak pada perilaku-perilaku sebagai beri kut: Guru menggunakan metode secara bervariasi Guru menggunakan media sesuai dengan tujuan belajar dan materi yang diajarkan Guru menggunakan gaya bahasa yang tidak monoton Guru mengemukakan pertanyaan-pertanyaan membimbing (direction question) Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi guru tampak pada perilaku-perilaku yan g diantaranya adalah: Memilih bahan ajar sesuai minat siswa Menggunakan metode dan teknik mengajar yang disukai siswa Mengoreksi sesegera mungkin pekerjaan siswa dan sesegera mungkin memberitahukan . siswa juga ha rus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapi nya. Karena hal inilah. 7) Perbedaan individual Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yan g lain. menerima kenyataan terhadap skor/nilai yang dicap ai. atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah. 6) Balikan dan penguatan Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan. 1987:32). Dengan kesadaran ini.

Selain i tu. maka guru memberikan tantangan pada siswa dalam kegiatan pembelajarannya. mencatat hal-hal yang kurang jelas Mengadakan tanya jawab dan diskusi 3) Keterlibatan langsung/berpengalaman Untuk dapat melibatkan siswa secara fisik. Perilaku sebagai implikasi prinsip keterlibatan langsung/berpengalama n diantaranya adalah: Merancang kegiatan pembelajaran yang lebih banyak pada pembelajaran individual d an kelompok kecil Mementingkan eksperimen langsung oleh siswa dibandingkan dengan demonstrasi Menggunakan media yang langsung digunakan oleh siswa Memberikan tugas kepada siswa untuk mempraktekkan gerakan psikomotorik yang dico ntohkan Melibatkan siswa mencari informasi/pesan dari sumber informasi di luar kelas ata u luar sekolah Melibatkan siswa dalam merangkum atau menyimpulkan informasi pesan pembelajaran Implikasi lain dari adanya prinsip keterlibatan langsung/berpengalaman bagi guru adalah kemampuan guru untuk bertindak sebagai manajer/pengelola kegiatan pembel ajaran yang mampu mengarahkan. dan alat pembelajaran yang dipilih untuk kegiatan pembelajaran. Untuk dapat menimbulkan keaktifan belajar pada diri siswa. yaitu menjamin bahwa setiap siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan d i dalam kondisi yang ada (Sten. Perilaku guru yang merupakan implikasi prinsip pengulangan di antara nya: Merancang pelaksanaan pengulangan Mengembangkan/merumuskan soal-soal latihan Mengembangkan petunjuk kegiatan psikomotorik yang harus diulang Mengembangkan alat evaluasi kegiatan pengulangan Membuat kegiatan pengulangan yang bervariasi 5) Tantangan Apabila guru menginginkan siswa selalu berusaha mencapai tujuan. Tantangan kegiatan pembelajaran dapat diwujudkan oleh guru melalui bentuk kegiatan. memperoleh d an mengolah perolehan belajarnya. 4) Pengulangan Implikasi prinsip pengulangan bagi guru adalah mampu memilihkan antara kegiatan pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan dengan yang tidak me mbutuhkan pengulangan. . Perilaku harus dalam bahan guru . Pengulangan terutama dibutuhkan oleh pesan-pesan pembelaj aran yang harus dihafalkan secara tetap tanpa ada kesalahan sedikitpun. maka guru di antaranya dapat melaksanakan perilaku-perilaku berikut : Menggunakan multimetode dan multimedia Memberikan tugas secara individual dan kelompok Memberikan kesempatan pada siswa melaksanakan eksperimen dalam kelompok kecil (b eranggota tidak lebih dari 3 orang) Memberikan tugas untuk membaca bahan belajar.hasilnya kepada siswa Memberikan pujian verbal atau non verbal terhadap siswa yang memberikan respons terhadap pertanyaan yang diberikan Memberitahukan nilai guna dari pelajaran yang sedang dipelajari siswa 2) Keaktifan Peran guru mengorganisasikan kesempatan belajar bagi masing-masing siswa berarti mengubah peran guru dari bersifat didaktis menjadi lebih bersifat mengindividua lis. mental-emosional dan intelektual dala m kegiatan pembelajaran. maka guru hendaknya merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik siswa dan karakteristik isi pelajaran. Hal ini berarti pula bahwa kesempatan yang diberikan oleh guru akan menuntut siswa selalu aktif mencari. pengulangan juga diperlukan terhadap pesan-pesan pembelajaran yang membutuhk an latihan. membimbing dan mendorong siswa ke arah tujuan pen gajaran yang ditetapkan. 1988:224).

berarti menghadapi 30 macam keunikan atau karakteristik. guru hendaknya memperhatikan karakter istik siswa. Agar balikan dan penguatan bermakna bagi siswa. guru harus mampu melayani set iap siswa sesuai karakteristik mereka orang per orang. prinsip. serta kapan balikan dan penguatan diberikan. konsep. Implikasi prinsip perbeda an individual bagi guru berwujud perilaku-perilaku yang diantaranya adalah: Menentukan penggunaan berbagai metode yang diharapkan dapat melayani kebutuhan s iswa sesuai karakteristiknya Merancang pemanfaatan berbagai media dalam menyajikan pesan pembelajaran Mengenali karakteristik setiap siswa sehingga dapat menentukan perlakuan pembela jaran yang tepat bagi siswa yang bersangkutan Memberikan remediasi ataupun pertanyaan kepada siswa yang membutuhkan . sehingga tid ak harus semua pesan pembelajaran disajikan secara detail tanpa memberikan kesem patan siswa mencari dari sumber lain. dan generalisasi sendir i Guru merancang dan mengelola kegiatan diskusi untuk menyelenggarakan masalah-mas alah yang disajikan dalam topik diskusi 6) Balikan dan penguatan Balikan dapat diberikan secara lisan maupun tertulis.yang merupakan implikasi prinsip tantangan diantaranya adalah: Merancang dan mengelola kegiatan eksperimen yang memberikan kesempatan kepada si swa untuk melakukannya secara individual atau dalam kelompok kecil (3-4 orang) Memberikan tugas pada siswa memecahkan masalah yang membutuhkan informasi dari o rang lain di luar sekolah sebagai sumber informasi Menugaskan kepada siswa untuk menyimpulkan isi pelajaran yang selesai disajikan Mengembangkan bahan pembelajaran (teks. Guru sebagai penyelenggara kegiatan pembelajaran harus d apat menentukan bentuk. berwujud perilak u-perilaku yang diantaranya adalah: Memberitahukan jawaban yang benar setiap kali mengajukan pertanyaan yang telah d ijawab siswa secara benar ataupun salah Mengoreksi pembahasan pekerjaan rumah yang diberikan kepada siswa pada waktu yan g telah ditentukan Memberikan catatan-catatan pada hasil kerja siswa (berupa makalah. disertai skor dan catatan-catatan bagi pebelajar Mengumumkan atau mengkonfirmasikan peringkat yang diraih setiap siswa berdasarka n skor yang dicapai dalam tes Memberikan anggukan atau acungan jempol atau isyarat lain kepada siswa yang menj awab dengan benar pertanyaan yang disajikan guru. laporan. Selain karakteristik/k eunikan kelas. baik secara individual ata upun kelompok klasikal. cara. Konsekuensi logis adanya hal ini. modul. Implikasi prinsip balikan dan penguatan bagi guru. guru harus menghadapi 30 siswa yang berbeda karakteristiknya satu dengan lainnya. Memberikan hadiah/ganjaran kepada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas 7) Perbedaan individual Setiap guru tentunya harus menyadari bahwa menghadapi 30 siswa dalam satu kelas. klip ping pekerjaan rumah) berdasarkan hasil koreksi guru terhadap hasil kerja pembel ajaran Membagikan lembar jawaban tes pelajaran yang telah dikoreksi oleh guru. dan yang lain) yang mem perhatikan kebutuhan siswa untuk mendapatkan tantangan di dalamnya. hand out. Membimbing siswa untuk menemukan fakta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->