3 Ideologi besar Ideologi Kapitalis Kapitalisme dibangun dengan Sekularisme.

Pemahaman yang mengajarkan pemisahan agama dari kehidupan. Dalam hal ini, Kapitalisme telah mengkotak agama hanya sebagai Ritualisme dan Spiritualisme. Sehingga, untuk menjawab tentang ritual ini, termasuk dari mana asal kehidupan dan bagaimana akhirnya, mereka menyerahkan kepada agama masing-masing. Sedangkan dalam masalah kehidupan, manusialah yang mempunyai otoritas untuk mengaturnya. Mengenai solusi atas seluruh problem kehidupan manusia, Kapitalis telah memiliki banyak hukum, yang semuanya dicetuskan berdasarkan asas manfaat. Agar asas manfaat ini dicapai secara maksimal, harus ada Liberalisme. Demokrasi misalnya, adalah salah satu bentuk solusi dalam masalah pemeritahan. Demokrasi merupakan kebebasan rakyat dalam menyatakan pandangannya, yang lahir akibat praktik eksploitasi Teokrasi. Karena Teokrasi tidak menguntungkan, maka ia dihujat, dihancurkan dan dikubur hidup-hidup. Liberalisasi kepemilikan, misalnya, adalah salah satu bentuk solusi dalam masalah ekonomi, yang melahirkan individualisme. Dengan kebebasan tanpa batas, dan berorientasi pada perolehan kemanfaatan yang sebesar-besarnya, terjadilah eksploitasi orang kaya atas orang miskin. Yang tidak jarang menimbulkan class stuggle. Untuk menutupi kebocoran ini, maka dicetuskannya walfer state, dimana negara yang semula hanya menjadi polisi lalu lintas untuk melindungi kebebasan mutlak individu, akhirnya turun tangan. Dalam masalah tingkah laku, kebebasan merupakan atribut yang essensial bagi mereka. Free sex, free love adalah model yang dikembangkan dalam memecahkan problem sexual instink. Dalam beragama, tampak dengan berkembangnya murtadisasi, dengan toleransi tinggi. Ideologi Sosialis Sosialisme sebagai sebuah Ideologi dalam konteks ini, konteks asas, dibangun dengan materialisme atau Dialektika Materialisme. Pemahaman yang mengajarkan, bahwa seluruh yang maujud, manusia, alam dan kehidupan yang nota bene semuanya merupakan materi adalah berasal dari materi. Yang semuanya berproses secara dialektik, dari satu materi dengan adanya antithesis, akan menghasilkan sintesis baru, yang berupa materi lain. Inilah kerangka Dialektika Materialisme. Tuhan, diklaimnya tidak ada, bahkan Nietze mengatakannya sebagai telah mati. Sosialisme terbukti tidak memberikan tempat bagi agama. Sehingga problem-problem keagamaan dipecahkannya secara material, dimana dalam filsafatnya menolak samasekali aspek metafisik. Dalam menjawab kebutuhan spiritualnya, tentang dari mana muasal hidup mereka, maka sebisa mungkin mereka akan menjelaskan secara materi. Sebagai contoh teori evolusi Darwin, yang secara tidak langsung menafikan bahwa manusia diciptakan oleh Al-Khalik. Dalam konteks futuristik, keakhiratan, kehidupan pasca dunia, mereka menjelaskan sebagai tidak ada. Sebab, jasad manusia telah berevolusi menjadi sintesis yang lain. Akan tetapi, sebagai ganti kekosongan spiritualitasnya mereka akhirnya mengkultuskan individu, pahlawan dan lain sebagainya. Mengenai solusi atas semua problem hidupnya, Sosialisme telah membangun hukum berdasarkan antithesis (tanaqhudhat). The iro law of oligarchi (Hukum Tangan Besi) adalah hukum yang dipraktekkan dalam sistem Sosialis. Maka, Diktatorisme adalah bentuk pemeritahannya. Mengapa harus pemerintahan diktator? Sebab pemeritahan ini merupakan sistem yang dipaksakan untuk mewujudkan antithesis. Sebagai contoh, Sosialisme, memberangus private property agar tidak terjadi monopoli faktor produksi, dan terciptalah pemerataan. Tanpa adanya The Iron Law of Oligarchi, menurut mereka mustahil memberantas monopoli. Bahkan, menurut mereka class stuggle adalah sebuah keharusan untuk menciptakan perubahan. Dengan cara semacam itu, akan terwujudlah keadilan sosial. Sedangkan dalam aspek kehidupan yang lain, karena tidak ada standar baku, hukum mereka amat rentan dan mengikuti selera masyarakat. Ideologi Islam Dalam konteks akidah (asas)-nya, mengajarkan asal muasal seluruh yang maujud, alam, manusia dan kehidupan beasal dari sang Khalik. Dan hidup manusia diciptakan untuk beribadah sebagai wujud keterikatan manusia dengan ALLAH dalam bentuk melaksanakan perintah dan meninggalkan seluruh laranganNya. Juga karena manusia, kelak, setelah hidup di dunia, akan hidup untuk yang kesekian kalinya, untuk mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas duniawinya. Maka, ALLAH menurunkan Rasul untuk membimbing manusia untuk menemukan bentuk kehidupan dunia dan akherat yang ideal. Inilah asas Ideologi Islam. Intinya, terangkum dalam keenam rukun iman. Mengenai solusi atas seluruh problem kehidupan manusia, Islam mendasarkan solusinya pada keterikatan kepada hukum syara’. Dalam konteks pemerintahan, Islam mensyari’atkan sistem khilafah, dengan bentuk, sistem dan mekanisme yang unik. Dalam konteks ekonomi, Islam mensyari’atkan hukum-hukum mengenai masalah kepemilikan, pengelolaan, dan distribusi, serta, hukum-hukum yang menyangkut mekanisme memiliki dan mengembangkan harta. Dalam konteks politik dalam negeri, Islam telah mewajibkan diberlakukannya seluruh hukum Islam kepada rakyat. Sedangkan dalam konteks politik luar negri, Islam telah memberlakukan hukumhukum jihad. Dalam masalah sangsi hukum, Islam memiliki sangsi yang tegas. Dengan demikian seluruh problem kehidupan manusia, semuanya bisa dipecahkan oleh Islam. Macam-macam Ideologi dunia Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. IDEOLOGI LIBERALISME Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua karakteristik berikut. Anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam suatu sistem dominasi kompleks dan kukuh, dan pola hubungan dalam system ini bersifat statis dan sukar berubah. Pemikiran liberal (liberalisme) berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad V-XV). Disebut liberal, yang secara harfiah berarti bebas dari batasan (free from restraint), karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia.

Dalam masyarakat yang baik semua individu harus dapat mengembangkan pikiran dan bakat-bakatnya. Dalam masyarakat modern. Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis. Puerto Rico dan Suriname. Greenland. Patrick Henry. Kolombia. Panama. Bolivia. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh. Masyarakat yang terbaik (rezim terbaik). Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke19 dikenal sebagai sosialis utopia. khususnya dari pemerintah dan agama. Meksiko. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Di Perancis. Nama-nama penting dalam Ideologi Sosialisme Nama-nama penting dalam Ideologi Sosialisme C. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19. hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas.M Charles Fourier (1772-1837). Wilhelm Weiling (1808-1871). Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik 2. Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Ajaran tentang Ideologi Sosialisme 1. pertukaran gagasan yang bebas. Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi. dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. dan tidak menyuruh seseorang melakukan sesuatu untuknya atau seseorang untuk mengatakan apa yang harus dilakukan. Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya. Honduras. Argentina. Nikaragua. dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Sekarang ini. Bandingkan Oxford Manifesto dari Liberal International: "Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati. kurang lebih liberalisme juga danut oleh negara Aruba. sistem ekonomi. Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar individu berbahagia. Brazil. Benjamin Franklin. IDEOLOGI SOSIALISME Sosialisme merupakan merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. dan yang diketahui benar (enlightened) dari kelompok mayoritas.Secara umum. yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh. . ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas. Permasalahan seyogyanya di selesaikan dengan cara demokratis. IDEOLOGI KOMUNISME Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia. menurut paham liberalisme adalah yang memungkinkan individu mengembangkan kemampuan-kemampuan individu sepenuhnya. Negara yang menganut Ideologi Sosialisme Negraa yang menganut Ideologi Sosialisme adalah Negara-negara di Eropa Barat. yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia. Ekuador. 3. Grenada. Ciri-ciri ideologi liberalisme 1. Hak-hak tertantu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun. Hal ini mengharuskan para individu untuk bertanggung jawab atas tindakannya. dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar. Cili. Menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argument. 6. Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi. Peru. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan. EtinneCabet (1788-1856).H. Liberalisme menghendaki adanya. dan suatu sistem pemerintahan yang transparan. Uruguay dan Venezuela. F. istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. 4. bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi. dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Dalam bahasa Inggris. istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite. 5. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok. 2. bebas. Paraguay. dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas. kebebasan beragama dan kebebasan pers. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal perjuangan perbaikan nasib buruh secara bertahap. Republik Dominika. Cuba. Kanada. Kosta Rika. termasuk kebebasan berbicara. Saint Simon (1760-1825). Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan diri sendiri. Ideologi Liberalisme Terbentuk Ajaran liberalisme ortodoks sangat mewarnai pemikiran para The Founding Father Amerika seperti George Wythe. liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas. dan Louis Bland (1811-1882). Bahamas. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle.. ataupun Thomas Jefferson Negara yang menganut Ideologi Liberalisme Beberapa Negara di Benua Amerika yang menganut ideology liberalisme Amerika Serikat. Masih banyak lagi negara-negara yang menganut Ideologi Liberalisme di benua lainnya.

jadilah Tuhan ada. Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi. Jerman. Komunisme juga kurang menghargai individu. gereja. keberadaan Tuhan terserah kepada manusia. Korea Utara. Korea Utara. the status quo ante. Komunisme mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas. Jadi. Vietnam. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Latin. conservāre. Lembaga-lembaga yang sudah mapan seperti keluarga. Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terus-menerus). Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda. Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Bulgaria. 4. melestarikan. Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur. Negara yang menganut Ideologi Komunis Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM. Belanda. Partai Komunis Cina. misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis. komunisme menganut sistem politik satu partai. Dimana ideologi konservatisme ini telah merasuk ke beberapa negara sekular yang ada sekarang. masyarakat komunis tanpa kelas. yaitu partai komunis. Maka. mengadakan pembersihan kaum feodal atau tuan tanah. Nasionalisme dan kebangsaan ini sekarang kalau di Indonesia dijadikan lambang perjuangan Partai Amanat Nasional di bawah Amien Rais dan Partai Kebangkitan Bangsa yang lahirnya dibidani oleh Gus Dur. dan Partai Komunis Vietnam.Paham komunis berkeyakinan perubahan atas system kapitalisme harus dicapai dengan cara-cara revolusi dan pemerintahan oleh diktator proletariat sangat diperlukan pada masa transisi. Dalam masa transisi dengan bantuan Negara dibawah diktator proletariat. PKI. Siapa yang menciptakan? Ideologi konservatisme yang dikumandangkan oleh Edmund Burke. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. 3. Salah satu pekerjaan diktator proletariat adalah membersihkan kelas-kelas lawan komunisme. Swedia. 5 Mei 1818 – London. yang tujuannya adalah mempertahankan. Jadi. "menjaga. rusak. Ciri-Ciri Ajaran Ideologi Konservatisme 1. yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. selama mungkin. Dalam dunia politik. Siapa yang menciptakan? Karl Heinrich Marx (Trier. tidak mengimani Allah. Stalin pada tahun 1927. untuk menuju ke sana.” Roger Scruton menyebutnya sebagai “pelestarian ekologi sosial” dan politik penundaan. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Republik Rakyat Cina (sejak 1949). jadilah ia rongsokan tidak berguna seperti rongsokan mesin. 1729-1797. Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo. Maka. Denmark. Kalau sudah tua. pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Negara yang menganut Ideologi Konservatisme Negara yang pernah menganut Ideologi Konservatisme adalah Inggris. memelihara. Vietnam. mengamalkan". seluruh hak milih pribadi dihapuskan dan diambillah untuk selanjutnya berada dalam control negara. Kuba dan Laos. Samuel Francis mendefinisikan konservatisme yang otentik sebagai “bertahannya dan penguatan orang-orang tertentu dan ungkapan-ungkapan kebudayaannya yang dilembagakan. Konservatisme juga menentang radikalisme dan skeptisisme. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok. keberadaan sebagai kehidupan dan kesehatan dari suatu organisme sosial. Kanada. Ciri pokok kedua adalah sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. IDEOLOGI FASISME . Akan tetapi. Pemerintah komunis di Rusia pada zaman Lenin pernah mengadakan pembersihan kaum kapitalis (1919-1921). ada fase diktator proletariat yang bertentangan dengan demokrasi. kalau ia berpikir Tuhan ada. ada Partai Komunis Uni Soviet. Maka. Namun. Hongaria. Kuba dan Laos IDEOLOGI KONSERVATISME Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. dan Negara semuanya dianggap suci. Agama dipandang sebagai kekuatan utama disamping upaya pelestarian tradisi dan kebiasaan dalam tata kehidupan masyarakat. kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. Ciri-ciri Ideologi Komunisme Adapun ciri pokok pertama ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis. khususnya tuan-tuan tanah dan kapitalis. semua orang sama. komunisme sering disebut go international. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada. sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau. di negara komunis tidak ada partai oposisi. Lebih mementingkan lembaga-lembaga kerajaan dan gereja 2.. 14 Maret 1883) adalah seorang filsuf. Manusia itu seperti mesin.

totaliterisme. Bagi fasisme manusia tidaklah sama. Lebih jauh lagi. merupakan salah satu malapetaka terbesar dalam sejarah umat manusia.Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Untuk mencapai tujuannya. negara adalah satu sehingga tidak dikenal istilah “oposan”. karena wawasannya yang bersifat moderat. pengingkaran derajat kemanusiaan. bangsa yang satu melampaui bangsa yang lain dan yang kuat harus melampaui yang lemah. Fasisme dikenal sebagai ideologi yang lahir dan berkembang subur pada abad ke-20. . pria melampaui wanita. Menurut doktrin fasis. Kelima. sedangkan Mussolini menulis Doktrine of Fascism. yang berarti seikat tangkai-tangkai kayu. mereka hanya dapat gemetar ketakutan. dengan berkuasanya rezim fasis di Jerman dan Italia pada khususnya. Jika ada yang bertentangan dengan kehendak negara. dan Mussolini dengan Doktrine of Fascism. Dalam prinsip fasis. Kedua. kuche (dapur) dan kirche (gereja). unsur-unsur pokok fasisme terdiri dari tujuh unsur: Pertama. Hitler konon pernah mengatakan. nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. kaum fasis menerapkan pola pengawasan yang sangat ketat. Dalam pergaulan antar negara maka mereka melihat bahwa bangsa elit. yang merenggut nyawa 55 juta orang. Berhadapan dengan tekanan dan kekerasan ini. Keempat. Ajaran pokok Ideologi Fasisme Namun demikian. Jadi. yang melumpuhkan rakyat dengan rasa takut. maka totaliterisme dimunculkan dengan aksi kekerasan seperti pembunuhan dan penganiayaan. juga muncul sebuah paham yang masih bisa dihubungkan dengan fasisme. Negara-negara yang menganut Ideologi Fasisme Negara-negara yang pernah menganut Ideologi Fasisme adalah Amerika Serikat. dan dari organisasi politik hingga kehidupan pribadi rakyatnya. ketidak percayaan pada kemampuan nalar. Nazisme berbeda dengan fasisme Italia karena yang ditekankan tidak hanya nasionalisme saja. di mana rakyat sangat menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh kekerasan. Jika ada pertentangan pendapat. Dalam pandangan fasisme. Perancis. Ajaran fasis model Italia-lah yang kemudian menjadi pegangan kaum fasis didunia. Rasialisme dan imperialisme. Kata fasisme diambil dari bahasa Italia. Bagi fasisme. Pada abad ke-20. sendirinya dari bahasa Latin. Dengan demikian fasisme mengangkat perang sebagai derajat tertinggi bagi peradaban manusia. fasisme bersifat total dalam meminggirkan sesuatu yang dianggap “kaum pinggiran”. Saking kuatnya nasionalisme sampai mereka membantai bangsabangsa lain yang dianggap lebih rendah. Sementara itu di Jerman. dan menggantikan dengan ideology yang mengedepankan kekuatan. kode prilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan. pertumpahan darah. Italia dan Jerman. Konsensus internasional adalah menciptakan pola hubungan antar negara yang sejajar dan cinta damai. dimana mereka hanya ditempatkan pada wilayah 3 K yaitu: kinder (anak-anak). yaitu mereka lebih berhak memerintah atas bangsa lainnya. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. bahwa ras mereka lebih unggul dari pada lainnya. fasisime memiliki unsur menentang hukum dan ketertiban internasional. keyakinan yang bersifat fanatik dan dogmatic adalah sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi didiskusikan. Keenam. mereka mengenal adanya indoktrinasi pada kamp-kamp konsentrasi. dari pendidikan hingga budaya. Bagi anggota masyarakat. struktur pemerintah hingga sistem militer. Hitler menulis Mein Kampft. Bagi fasisme. Jadi fasisme menolak konsep persamaan tradisi yahudi-kristen (dan juga Islam) yang berdasarkan aspek kemanusiaan. bukan berarti fasisme tidak memiliki ajaran. yaitu Nazisme pimpinan Adolf Hitler. bahwa “kebenaran terletak pada perkataan yang berulang-ulang”. Hal inilah yang dialami kaum wanita. dalam suatu negara kaum elit lebih unggul dari dukungan massa dan karenanya dapat memaksakan kekerasan kepada rakyatnya. Inggris. Pada akhirnya. Dalam paham ini. tetapi bahkan rasialisme dan rasisme yang sangat sangat kuat. agresi. fascio. Setidaknya para pelopor fasisme meninggalkan jejak ajaran mereka perihal fasisme. Ia menyebar dengan pesat di seluruh dunia pada permulaan Perang Dunia I. maka yang berlaku adalah keinginan si-elit. Setiap orang akan dipaksa dengan jalan apapun untuk mengakui kebenaran doktrin pemerintah. bukan terletak pada nilai obyektif kebenarannya. agama hingga seni. Fascis ini merupakan simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah. Pelopor Ideologi Fasisme Nazisme Hitler dengan bukunya Mein Kampft. dan kekerasan menjadi hukum—mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi rahasia dan milisi fasis mereka. kerajaan atau pemimpin. fasisme muncul di Italia dalam bentuk Benito Mussolini. tetapi juga di negara-negara seperti Yunani. Perang Dunia II. militer melampaui sipil. Diktator fasis dan pemerintahannya yang memimpin sistem semacam itu—di mana kekuatan yang brutal. Terakhir atau ketujuh. pemerintahan fasis diterapkan dalam hampir semua tingkatan kemasyarakatan. Dalam pendidikan mental. Sehingga dengan kata lain bertindak menentang hukum dan ketertiban internasional. Spanyol. dan Jepang. Ketiga. Terutama pemusnahan nalar digunakan dalam rangka “tabu” terhadap masalah ras. Sedangkan fasis dengan jelas menolak adanya persamaan tersebut. yang dimulai oleh kaum fasis. Dengan demikian hal ini memunculkan semangat imperialisme. pemerintahan oleh kelompok elit. fascis. maka mereka adalah musuh yang harus dimusnahkan. sehingga yang lain harus tunduk atau dikuasai. Sedangkan bagi kaum penentang. Menurut Ebenstein. justru pertidaksamaanlah yang mendorong munculnya idealisme mereka. Fasisme juga merambah jalur keabsahan secara rasialis. pemerintahan harus dipimpin oleh segelintir elit yang lebih tahu keinginan seluruh anggota masyarakat. anggota partai melampaui bukan anggota partai.

Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. bermutu. Karena sifatnya abstrak dan normatif. sahabat. namun dalam kenyataannya nilai berhubungan dengan tingkah laku manusia. Nilai Kerakyatan: Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat. dalam bermasyarakat. pengetahuan. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Dengan demikian philosophia secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan.aksi. 1. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. c. esensi. Ini berarti Filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap. Nilai Keadilan: Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan.Nilai-Nilai yang Terkandung Dalam Pancasila A. Sedangkan kebijaksanaan mempunyai arti yang bermacam-macam yang berbeda satu dari yang lainnya. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. ruang dan . Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan. PENGERTIAN NILAINilai adalah sesuatu yang berharga. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. Ada dua pengertian filsafat. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama.. nilai kemanusiaan. ‘saya hanyalah philosophos. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka.  Filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidup  Filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis. Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk. apakah engkau seorang yang bijaksana?     Dengan rendah hati Pythagoras menjawab. e. Makna Nilai dalam Pancasila a. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia. Nilai Persatuan: Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. sebagai pandangan hidup. kearifan. Cinta mempunyai pengertian yang luas. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. dan dalam arti praktis. Nilai Dasar Meskipun nilai bersifat abstrak dan tidak dapat diamati oleh panca indra manusia. yaitu:  Filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk. berbangsa. yakni orang yang mencintai pengetahuan’. Nilai dasar yang berkaitan dengan hakikat manusia maka nilai-nilai itu harus bersumber pada hakikat kemanusiaan yang dijabarkan dalam norma hukum yang diistilahkan dengan hak dasar (hak asasi manusia). sifatnya belum operasional. dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. B. Dan apabila nilai dasar itu berdasarkan kepada hakikat suatu benda (kuatutas. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Contohnya tentang hakikat Tuhan. menghormati kemerdekaan beragama. dan berguna bagi manusia. manusia serta mahkluk hidup lainnya. Nilai Ketuhanan: Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. oleh rakyat. menunjukkan kualitas.  Pengertian Filsafat      Istilah ‘filsafat’ secara etimologis merupakan padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa Yunani α ι φ ο σ ο λ ι φ (philosophia). nilai Persatuan Indonesia. nilai kerakyatan. dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. hikmat. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Setiap meiliki nilai dasar yaitu berupa hakikat. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu. Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan maka nilai dasar itu bersifat mutlak karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama). mencintai dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan. dan nilai keadilan. PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAIDiterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilainilai pancasila dijadikan landasan pokok. isinya belum dapat dioperasionalkan. mencintai hikmat atau mencintai pengetahuan. tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama. Kata philosophia merupakan kata majemuk yang terususun dari kata philos atau philein yang berarti kekasih. Nilai dasar berifat universal karena karena menyangkut kenyataan obyek dari segala sesuatu. b. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit. perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. nilai persatuan. intisari atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Istilah philosophos pertama kali digunakan oleh Pythagoras. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan. d. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Nilai Kemanusiaan: Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.  Ketika Pythagoras ditanya. yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah.

waktu) maka nilai dasar itu juga dapat disebut sebagai norma yang direalisasikan dalam kehidupan yang praksis. Nilai Praksis Nilai praksis merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan yang lebih nyata dengan demikian nilai praksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai-nilai instrumental. Nilai Instrumental Nilai instrumental adalah nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Nilai dasar belum dapat bermakna sepenuhnya apabila belum memiliki formulasi serta parameter atau ukuran yang jelas dan konkrit. nilai-nilai instrumental dapat ditemukan dalam pasal-pasal undang-undang dasar yang merupakan penjabaran Pancasila. 3. Namun apabila nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi atau Negara. maka nilai instrumental itu merupakan suatu arahan. Dalam kehidupan ketatanegaraan Republik Indonesia. . atau strategi yangbersumber pada nilai dasar sehingga dapat juga dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. Nilai Dasr yang menjadi sumber etika bagi bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila 2. Apabila nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari makan itu akan menjadi norma moral. kebijakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful