I. A.

LATAR BELAKANG

PENDAHULUAN

Kedelai merupakan sumber protein yang penting bagi manusia, dan apabila ditinjau dari segi harga merupakan sumber protein termurah sehingga sebagian besar kebutuhan protein nabati dapat dipenuhi dari hasil olahan kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering. Kedelai dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain untuk makanan manusia, makanan ternak, dan untuk bahan industry. Di Indonesia penggunaan kedelai masih terbatas sebagai bahan makanan manusia dan ternak. Makanan yang dibuat dari kedelai antara lain kedelai rebus, kedelai goring, kecambah, tempe, soyghurt, tahu, susu kedelai, tauco, dan kecap. Salah satu olahan kedelai yang sangat familiar di masyarakat ialah tahu. Tahu telah menjadi konsumsi masyarakat luas, baik sebagai lauk maupun sebagai makanan ringan. Pada proses pembuatan tahu membutuhkan alat khusus, yaitu untuk menggiling kedelai. Walaupun demikian di dapur rumah tangga, tahu masih dapat dibuat dengan menggunakan blender untuk menggiling kedelai. Selain itu, pada proses pembuatan tahu sendiri, yang mempengaruhi hasil akhir produk tahu ialah bahan penggumpal atau koagulan. Ada berbagai macam koagulan yang sering digunakan dalam pembuatan tahu. Namun, untuk masing-masing koagulan itu sendiri akan menghasilkan perbedaan pada produk akhir.

B. TUJUAN 1. Mempelajari cara pembuatan tahu 2. Pengaruh penggunaan jenis bahan penggumpal (koagulan) terhadap rendemen tahu yang dihasilkan. 3. Pengaruh penggunaan jenis bahan penggumpal (koagulan) terhadap nilai sensoris tahu yang dihasilkan

2009).dan kedelai hitam. Kedelai utuh mengandung 35 – 40% protein.0 34. vitamin. Komposisi rata-rata kedelai dalam bentuk biji kering dapat dilihat pada tabel 1. paling tinggi dari segala jenis kacang – kacangan. Wisnu (2009) Nilai protein kedelai jika difermentasi dan dimasak akan memiliki mutu yang lebih baik dari jenis kacang-kacangan lain. sedang (90-100 hari). Kedelai dibagi menjadi dua golongan. protein merupakan komponen utama dari kedelai kering.II.8 227. kedelai cokelat.Komposisi kimia biji kedelai kering per 100 gram Komponen Kalori (kkal) Protein (gram) Lemak (gram) Karbohidrat (gram) Kalsium (gram) Fosfor (mg) Besi (mg) Vitamin A (SI) Vitamin B1 (mg) Air (gram) Sumber: Cahyadi. dalm arti bahwa untuk memperoleh jumlah protein yang cukup diperlukan kedlai dalam jumlah yang kecil. protein kedelai Jumlah 331.0 1. Menurut Sundarsih (2009).5 .1 7. Tabel 1. protein kedelai adalah yang paling baik mutu gizinya yaitu hampir setara dengan protein daging. dan panjang (110-120 hari) (Cahyadi. yaitu kedelai putih/kuning.0 585. Ditinjau dari segi mutu. kedelai hijau.0 110. pertama berdasarkan jenisnya. mineral dan serat. Disamping itu.9 18. kedelai merupakan sumber protein paling baik karena mempunyai susunan asam amino esensial paling lengkap. Kedua menurut umurnya terbagi atas umur pendek (60-80 hari). Disamping itu kedelai juga dapat digunakan sebagai sumber lemak.0 8.1 34. TINJAUAN PUSTAKA Kedelai Kedelai merupakan sumber protein nabati yang efisien. Diantara jenis kacang-kacangan.

teteapi ternyata kadar lemak jenuhnya rendah dan bebas terhadap kolesterol serta rendah nilai kalorinya. Sebagian besar kandungannya berupa kalsium sulfat. Asam amino tersebut tidak dapat disintesis tubuh. kemudian dilarutkan dalam air dan diendapkan selama semalam. Dosis larutan 5-10 gram sioko per 400800 liter air.2006): 1. Beberapa bahan penggumpal yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut (Sarwono.merupakan satu-satunya leguminosa yang mengandung semua asama mino esensial (umlahnya 8 atau 10 buah apabila dimasukkan sistein dan tirosin). kedelai tremasuk family leguminosae (kacangkacangan) Klasifikasi lengkapnya sebagai berikut Nama Ilmiah : Glycine max (L) Meril Species Genus Sub family Family Ordo : Max : Glycine : Papilionoideae : leguminosae : Polypetales Koagulan Bahan penggumpal digunakan untuk mengendapkan protein dan larutan padat pada sari kedelai. jadi harus dikonsumsi dari luar. Meskipun kadar minyaknya tinggi (sekitar 18%). Kedelai banyak di konsumsi oleh orang sebagai salah satu alternative untuk menggantikan protein hewani yang lebih mahal (Cahyadi. batu tahu atau sioko ini harus dibakar. . Sebelum digunakan. 2009). Bahan penggumpal ini ditambahkan sekaligus pada saat sari kedelai bersuhu 70-90oC dan diaduk arah tetap. Wujudnya berupa padatan putih. Kedelai juga dikenal palig rendah kandungan racun kimia serta resifu pestisidanya dan bias idgunakan sebagi penopang kesehatan badan dan umur panjang. Batu tahu atau sioko Penggunaan batu tahu atau sioko sebagai bahan penggumpal tergolong populer. lalu digerus atau ditumbuk hingga halus. Menurut Suprapti (2005).

lalu dicelupkan ke dalam air bersuhu 85-90oC selam 30-50 menit.4% dari berat kering kedelai. Bahan ini dapat digunakan dalam pembuatan tahu keras dan tahu lunak (tahu sutera). Bahan penggumpal ini harus disimpan dalm wadah tertutup rapat agar masih dapat digunakan sampai 9-12 bulan. Bahan penggumpal ini tergolong istimewa. Tahu yang dihasilkan lunak. 4. 3. teksturnya lembut.2. pada pembuatan tahu sutera digunakan sebanyak 4 gram per 0. alias cuka makan.5 kg kedelai kering untuk pembuatan tahu keras. bisa tumbuh (berkembang) bakteri pemecah protein. . Penambahan asam cuka ini dilakukan saat suhu sari kedelai antara 80-90oC. dan rasanya lembut hingga sedang. Dosis yang dipergunakan untuk setiap 0. Asam cuka Asam cuka juga merupakan koagulan (bahan penggumpal) yang baik dalam pembuatan tahu. GDL dapat dicamprkan ke dalam sari kedelai dingin dengan jumlah sedikit. Bentuknya berupa serbuk putih. Kalsium sulfat murni Bahan penggumpal ini paling populer di dunia. kemudian dimasukkan kedalam wadah dan ditutup rapat. Kendala yang sering muncul yaitu bila penanganannya tidak higienis. cairan ini didiamkan selama 1-2 malam agar bakteri yang ada menghasilkan asam laktat.5 kg kedelai kering. Sementara.5 kg kedelai kering sebanyak 74 ml atau sekitar 16. Di Jepang tahu demikian disebut filled tofu. Glucono-delta-lacton (GDL) Glucono-delta-lacton (GDL) banyak digunakan sebagai penggumpal sari kedelai di Jepang sejak tahun 1969. Biang tahu (whey) Bahan penggumpal ini berupa air sisa penggumpalan sari kedelai. Pemberian kalsium sulfat dilakukan pada saat suhu sari kedelai 70-75oC. Asam cuka yang dipergunakan dalam pembuatan tahu di Indonesia ialah asam cuka yang mengandung 4% asam asetat. Panas tersebut akan mengaktifkan lacton sehingga terbentuk tahu yang bagus dalam wadah tanpa harus memisahkan air tahu dan terlindung dari pencemaran jasad renik. Sebelum digunakan. 5. Dosis pemakaiannya kira-kira 10 gram per 0.

Dasar pembuatan tahu adalah melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahan pengendap sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. 1 2 3 4 5 6 7 Ketentuan Lain Protein Minimal 9% Abu (tanpa garam) Maksimal 1% Serat kasar Maksimal 0.6. Setelah protein tersebut larut. ditetapkan mengenai standar kualitas tahu pada table 2. Zn) Zat warna Pewarna khusus untuk makanan Bau dan rasa Normal untuk tahu Kondisi Normal. 2005). 0270-80. apalagi bila disertai dengan tingkat kekerasan (kepadatan) yang cukup tinggi (Suprapti. Standar Kualitas Tahu Berdasarkan SII No. Pb. Negative Mg. Garam Penambahan garam pada bubur tahu yang akan dicetak kan menyebabkan tahu menjadi makin awet dan mempunyai rasa yang lebih lezat (gurih). Berdasarkan Standar Industri Indonesia (SII) No. Atau menurut Cahyadi (2009). 0270-80 No. ion kalsium. Tabel 2. dengan atau tanpa penambah unsure-unsur lain yang diizinkan (Suprapti.Salah satu cara pembuatan tahu ialah dengan menyaring bubur kedelai sebelum dimasak sehingga cairan tahu terpisah dari ampasnya(Cahyadi. 2005) Tahu Tahu merupakan salah satu jenis makanan yang dibuat dari kedelai dengan jalan memekatkan protein kedelai dan mencetaknya melalui proses pengendapan protein pada titik isoelektriknya. 2009). dan tidak berlendir Karakteristik . Tahu adalah ekstrak protein kedelai yang telah digumpalkan dengan asam.1% Logam berbahaya (As. tidak berjamur. atau bahan penggumpal lainnya.

2005).06 Sumber: Suprapti. 2005 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Unsure gizi Energy (kal) Air (g) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Mineral (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat besi (mg) Vitamin A (mcg) Vitamin B (mg) Kandungan 79 84.3%) 9 Bakteri Coli Sumber : Suprapti.08%) c. Gumpalan protein itulah yang kemudian disebut tahu (Suprapti. Semakin besar tekanan yang diberikan. Pengeluaran air yang terperangkap tersebut dapat dilakukan dengan memberikan tekanan. Natrium benzoate (0. sehingga sebagian besar air yang semula tercampur dalam sari kedelai akan terperangkap didalamnya.1%) b. 2005 Negative Tahu diproduksi dengan memnafaatkan sifat protein yaitu “akan menggumpal bila berekasi dengan asam”. Table 3.6 1.6 1. kandungan unsur Gizi dan kalori Tahu per 100 gram bahan No. Nipagin (0.8 0 0.8 4. Penggumpalan protein oleh asam cuka akan berlangsung secara cepat dan serentak diseluruh bagian cairan sari kedelai.8 Zat Pengawet Jenis dan jumlah diizinkan: a. semakin banyak air yang dapat dikeluarkan dari gumpalan protein.2 124 63 0.8 7. Asam propionate (0.

Pengaruh panas dapat menyababkan kerusakan protein sehingga harus dilakukan dengan hati-hati (Sarwono. Pemanasan juga berpengaruh terhadap kandungan proteinnya. Tujuan pemanasan pada proses pembuatan tahu adalah untuk menghilangkan bau kedelai dan agar proses penyaringannya dapat berjalan lebih baik. penggilingan dengan air dingin dapat menyebabkan bau khas kedelai tidak hilang sehingga tahu kurang disukai. menurut Cahyadi (2009). 2006). semakin banyak protein yang digumpalkan. Secara umum rendemen yang dapat dicapai pada pembuatan tahu berkisar antara 80% 90%. dan semakin sedikit ampas yang dihasilkan. 2005). (Suprapti. semakin lembut sari kedelai. Hasil pemasakan produk tahu sangat dipengaruhi oleh suhu.Rendemen tahu sangat dipengaruhi oleh kondisi alat penggiling (tingkat kelembutan sari kedelai yang dapat dihasilkan) serta kadar protein dalam jenis kedelai yang digunakan. . Selain yang perlu diingat. Umumnya.

III. METODE PRAKTIKUM A. biang tahu (whey yang sudah dibiarkan semalam) Alat:     Panci Kompor Baskom Blender    Kain saring Pengaduk Timbangan B. air:kedelai = 8:1 Bubur kedelai dipanaskan ± 10 menit lalu saring Filtrat dipanaskan hingga mendidih. PROSEDUR KERJA Kedelai ditimbang. kemudian direbus dan direndam selama 8-12 jam Kedelai dikupas dan digiling menggunakan air panas (suhu 70oC) dan air biasa. kemudian direbus . BAHAN DAN ALAT Bahan:   Kedelai Koagulan (bahan penggumpal) : asam cuka. kemudian didinginkan hingga suhu 70-80oC Filtrat digumpalkan dengan koagulan biang tahu dan aam cuka Penambahan koagulan secara bertahap sambil diaduk dan hentikan ketika mulai terbentuk gumpalan Dicatat jumlah koagulan yang di butuhkan untuk masing-masing jenis koagulan Gumpalan tahu disaring dengan kain saring Lalu di press Tahu dipotong segiempat.

air dingin 94. 64. Perlakuan/ pengamatan HASIL DAN PEMBAHASAN Rendemen Sebelum dikukus tekstur warna aroma tekstur Setelah dikukus warna aroma rasa 1 Biang tahu. Hasil No. 82.IV.2 % . air panas 103. A.432% 4 Asam cuka.312% air panas 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 1 2 1 1 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 2 2 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 1 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 2 2 1 2 1 1 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 3 2 2 1 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 2 3 3 2 2 4 3 4 2 3 3 3 3 4 2 2 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 3 2 3 2 2 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 4 4 1 1 2 2 1 1 3 2 3 4 2 3 4 3 4 2 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 3 2 3 1 1 1 1 1 4 4 4 4 1 1 1 1 1 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 Biang tahu.632% air dingin 3 Asam cuka.

yaitu dengan menambahkan biang tahu dan penggunaan air panas untuk menggiling kedelai. Pembahasan Pada praktikum ini mengenai pembuatan tahu dengan menggunakan lima perlakuan pengolahan.3 2 5 Garam. asam cuka dan penggunaan air panas untuk menggiling kedelai. serta larutan garam dan penggunaan air biasa untuk menggiling kedelai. biang tahu dan penggunaan air biasa untuk menggiling kedelai. Pada dasarnya kelima pengolahan tersebut hampir sama namun yang membedakannya yaitu pada saat penggunaan air untuk penggilingan dan proses pemecahan susu kedelai untuk memperoleh endapan dengan menggunakan jenis koagulan yang berbeda-beda. air dingin 19. Proses pembuatan susu kedelai yaitu pertama . asam cuka dan penggunaan air biasa untuk menggiling kedelai.97% 1 1 2 1 1 3 1 2 2 1 3 2 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 1 1 1 1 2 2 1 3 1 1 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 1 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 2 1 1 2 1 2 3 3 3 2 4 4 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 Parameter: Tekstur 1 = tidak kompak 2 = agak kompak 3 = kompak 4 = sangat kompak Aroma 1 = tidakkuat 2 = agak kuat 3 = kuat 4 = sangat kuat Warna 1 = putih 2 = agak putih 3 = putih kekuningan 4 = kuning Rasa 1 = tidak asam 2 = agak asam 3 = asam 4 = sangat asam B.

garam dan biang tahu (whey). akan memberi dampak yang berbeda pula pada proses melarutnya protein yang berupa legumeilin dan komponen lain yang ada dalam kacang kedelai. kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan ampas dan filtrate. proses ini dilakukan untuk membunuh atau mengurangi mikroba pada susu kedelai. Penggilingan ini bertujuan untuk mengambil protein kedelai lebih mudah.432%.kacang kedelai yang sebelumnya telah direbus dan direndam semalam dikupas kulit arinya. sedangkan rendemen tahu yang dihasilkan dengan menggunakan air dingin dan zat penggumpal biang tahu (whey) sebesar 64. Pada saat penghalusan ditambahkan air dengan perbandingan 8:1 (air:bahan).2% dan garam 19. untuk meningkatkan rendemen dari bubur kedelai. Jika dilihat dari pH-nya. Kemudian dilakukan pencetakan tahu dan yang terakhir dilakukan proses blanching untuk membuat tekstur tahu menjadi tegar atau tidak mudah hancur. Hal ini dapat terjadi karena proses melarutnya suatu zat sangat dipengaruhi oleh temperatur (Keenan. Adanya variasi suhu air dalam proses penggilingan ini. Setelah penggilingan. ada yang menggunakan air dingin dan ada yang menggunakan air hangat atau malah ada yang menggunakan air panas pada saat menggiling kedelai. Terdapat variasi suhu dalam penggunaan air sebagai pengekstrak kacang kedelai. Setelah melalui proses pemasakan susu kedelai ditambahkan zat penggumpal untuk menghasilkan rendemen tahu. dan air hangat 70oC yang ditambahkan pada saat penggilingan.312% dan asam cuka yaitu sebesar 103.97%.632%. Selanjutnya dilakukan pengepresan pada endapan tahu untuk mengompakkan tekstur tahu tersebut dan juga untuk mengurangi kadar air. Kemudian dilakukan penyaringan antara endapan dan filtrat yang dihasilkan dari proses penggumpalan dengan menggunakan kain saring. Akan tetapi saat praktikum. air yang dipergunakan pada saat penggilingan adalah air dingin biasa. 1995). Proses selanjutnya yaitu pemasakan susu kedelai hingga mencapai suhu maksimum 80oC. yang mana pada praktikum ini menggunakan 3 macam zat penggumpal yaitu asam cuka. kemudian dilakukan penghalusan kacang kedelai dengan menggunakan blander. Pada proses pembuatan tahu diatas dihasilkan rendemen tahu yang menggunakan air hangat dengan zat penggumpal biang tahu sebesar 82. asam cuka 94. asam .

Protein susu kedelai akan mulai terdenaturasi pada suhu diatas 60oC yang ditandai dengan menggumpalnya susu kedelai. begitu juga dengan suhu yang digunakan tadi. Pengujian dilakukan dua kali sebelum dikukus dan setelah dikukus dengan jumlah panelis 10 orang. warna. aroma dan rasa. Namun untuk tekstur perlakuan lainnya tidak berbeda jauh dengan perlakuan penambahan biang tahu dan air hangat. warna dan aroma. sedangkan uji sensori tahu setelah dikukus meliputi uji tekstur. Pengamatan selanjutnya yaitu uji sensoris terhadap lima produk tahu yang dihasikan. warna tahu cenderung putih.5 . Pengujian pertama yaitu pada tekstur tahu saat tahu sebelum dikukus yang menghasilkan tekstur paling kompak pada perlakuan penambahan biang tahu dan air hangat. Pengujian sensori sebelum dikukus meliputi tekstur. . Sedangkan untuk penggunaan asam cuka. maka rendemen yang diperoleh semakin tinggi. Sedangkan untuk pengujian rasa pada tahu sebelum dikukus memiliki rasa yang tidak asam pada tahu yang menggunakan zat penggumpal biang tahu dan penambahan air hangat.7 pada susu kedelai.4. Semakin titik isoelektrik. warna tahu kuning dengan penambahan zat penggumpal garam dan penggunaan air dingin saat penggilingan. Pengujian sensori kedua yaitu pada warna tahu sebelum dikukus.cuka menghasilkan rendemen tertinggi karena asam cuka memiliki pH yang mendekati titik isoelektrik sekitar 4. Pengujian pada saat tahu setelah dikukus menghasilkan data yang sama dengan pengujian pada saat tahu belum dikukus. tetapi aroma yang dihasilkan sangat kuat sehingga tidak begitu disukai. semakin tinggi suhu air yang digunakan maka protein mudah terdenaturasi.

Tahu yang menggunakan garam dapur sebagai zat penggumpal dan air biasa saat menggiling memiliki aroma paling tidak kuat dan rasa tidak asam. A. 3. dapat disimpulkan: 1. Namun rasanya sangat asam. b. Saran Agar dalam praktikum selanjutnya dilakukan pengolahan lebih lanjut terhadap tahu yang dihasilkan agar dapat diketahui pengaruh perlakuan terhadap hasil olahannya (misalnya: digoreng. Setelah protein tersebut larut.97% pada tahu yang hanya ditambahkan garam dapur dengan menggunakan air biasa saat menggiling. B. Sedangkan untuk rendemen terendah sebanyak 19. kemudian digumpalkan kembali dengan penambahan bahan penggumpal (koagulan) sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. 2. Kesimpulan PENUTUP Dari praktikum pembuatan tahu dengan penggunaan berbagaai jenis bahan penggumpal.432% pada pembutan tahu yang ditambahkan asam cuka dengan menggunakan air panas apada saat menggiling. Prinsip pembuatan tahu ialah melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Diperoleh rendemen tahu tertinggi sebanyak 103. a. Tahu yang dibuat dengan menggunakan zat penggumpal biang tahu (whey) dan ditambahkan air panas. . Tahu yang ditambahkan asam cuka dan menggunakan air panas saat menggiling memilik warna paling putih. diolah menjadi kripik dan lainlain). c. Berdasarkan uji sensoris didapatkan hasil bahwa pada saat sebelum dikukus ataupun setelah dikukus.V. teksturnya lebih kompak daripada tahu yang lainnya. Penggunaan air panas pada proses akan meningkatkan rendemen tahu yang akan dihasilkan.

Sarwono.DAFTAR PUSTAKA Cahyadi. Pengaruh Waktu dan Suhu Perendaman Kedelai pada Tingkat Kesempurnaan Ekstraksi Protein Kedelai dalam Proses Pembuatan Tahu. Keenan. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Yan Pieter Saragih. B. Jakarta: Bumi Aksara. Pembuatan Tahu. Jakarta: Penebar Swadaya. Jakarta: Erlangga. Suprapti. 2009. Kedelai: Khasiat dan Teknologi. 2009. Wisnu. Lies. & Word. Membuat Aneka Tahu. 2005. Edisi ke delapan. Yogyakarta: Kanisius . 1995. 2006. Sundarsih dan Yuliana Kurniaty. Makalah Penelitian. K. Kimia untuk Universitas Jilid 1.

312% .632% = 82. Larutan garam encer 2%. air panas Rendemen tahu = 4.2% = 103.LAMPIRAN A. air dingin Rendemen tahu = 5. air panas Rendemen tahu = 2. Biang tahu.432 = 64. Asam cuka. air dingin Rendemen tahu = = 19. Rendemen tahu Rendemen tahu = 1. Biang tahu.97% = 94. air dingin Rendemen tahu = 3. Asam cuka.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEREALIA. DAN UMBI ACARA 3 Proses Pembuatan Tahu Penanggung Jawab: Neni Putri R.D A1M009063 KEMENTERIAN PENDIDIDKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PURWOKERTO 2011 . KACANG.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEREALIA.D A1M009063 KEMENTERIAN PENDIDIDKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PURWOKERTO 2011 . KACANG. DAN UMBI ACARA 3 Proses Pembuatan Tahu Penanggung Jawab: Neni Putri R.