Dispersi Padat

Dispersi padat merupakan dispersi dari satu atau lebih bahan aktif dalam pembawa inert atau matriks pada keadaan padat. Dispersi padat diklasifikasikan dalam enam tipe yaitu campuran eutektik sederhana, larutan padat, larutan dan suspensi gelas, pengendapan amorf dalam pembawa kristal, pembentukan senyawa kompleks dan kombinasi dari lima tipe di atas. Pembuatan dispersi padat dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain: 1. metode peleburan (melting method), 2. metode pelarutan (solvent method), 3. metode campuran (melting-solvent method)

Dispersi padat furosemid disiapkan dengan metode kombinasi peleburan dan pelarut menggunakan polietilen glikol (PEG) 6000, talk dan PEG – talk sebagai pembawa dispersi dalam upaya peningkatan disolusi furosemida. Serbuk yang dihasilkan diuji sifat fisis dan peningkatan disolusinya. Hanya perbandingan dispersi padat furosemida dengan kombinasi PEG – talk 1 : 3 yang memiliki sifat fisis serbuk yang baik. Pada uji variasi kadar furosemida terhadap peningkatan disolusi diperoleh bahwa laju disolusi furosemida meningkat dengan berkurangnya konsentrasi furosemida terhadap pembawa. Sedangkan pada uji pengaruh rasio PEG – talk terhadap disolusi furosemida diperoleh bahwa semakin tinggi rasio perbedaan PEG dan talk akan memberikan peningkatan laju disolusi secara signifikan.

#under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; }

Anditi
ada begitu banyak hal yang Q lewati,, ketika Q berjalan sendiri,, berjalan bersama-sama dengan mereka yang pernah ada dalam hidupQ,, bahkan ketika aQ hanya termangu dan memandang sekitarQ,, ada begitu banyak hal yang Q peroleh... banyak rasa,, banyak masalah,, banyak pengalaman,, dan Q ingin berbagi tentang semua itu dengan kalian... ^_^

Blog ini

Di-link Dari Sini Web Kamis. Dispersi padat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel untuk meningkatkan laju disolusi dan absorbsi dari obat yang sukar larut. Suspensi merupakan salah satu sediaan yang berhubungan dengan sistem dispersi padat dimana suspernsi adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih bahan obat dalam bentuk halus dan tidak dapat larut yang disebut fase terdispersi atau internal yang didispersikan dalam fase kontinyu atau eksternal yang biasanya berupa cairan atau semi padat sehingga membentuk sistem . Selain itu. terdapat keuntungan lain dari dispersi padat. 22 Desember 2011 dispersi padat dimenhydrinate Dispersi padat merupakan keadaan dimana suatu bahan aktif terdispersi dalam pembawa atau matriks inert dalam keadaan padat.

Sekiguchi dan Obi pertama kali mengusulkan dispersi padat untuk meningkatkan disolusi dan absorpsi oral dari obat yang sedikit larut dalam air. Mereka mengusulkan bentuk campuran eutentik dari obat yang sedikit larut .heterogen dari dua fase dengan sistem termodinamika tidak stabil. 576) Pada makalah ini akan dibahas lebih banyak lagi mengenai sistem dispersi padat mengenai dimenhydrinat. menutupi rasa tidak enak dari bahan obat. Sediaan suspensi ini dibuat untuk bahan obat yang kelarutannya rendah. Dimenhydrinat merupakan derivate monoetanolamin merupakan antihistamin sedatif dengan efek sedatif dan antimuskarinik. untuk memperoleh sediaan yang lebih stabil dan untuk pasien yang mengalami kesulitan untuk menelan. untuk mendapatkan absorpsi yang lebih cepat dibandingkan dengan bentuk padat. Dimenhydrinat ini umumnya digunakan sebagai antiemetik untuk mencegah dan mengobati mabuk perjalanan (Martindale 36. Pada tahun 1961. Salah satu bahan aktif yang memanfaatkan dispersi padat ini adalah dimenhydrinate yang bersifat hidrofobik dengan rasa “bitter”.

dispersi padat didefinisikan sebagai gabungan dari produk padat yang mengandung sedikitnya dua komponen yang berbeda. kolesterol dan berbagai kolesterol ester. garam empedu dan derivatnya. oleh Dhirendra dan kawan-kawan. Obat dapat didispersikan secara molekuler dalam partikel amorf (cluster) atau dalam partikel kristal. crospovidon. (1) Pada masa sekarang ini. Matriks dapat berupa kristal atau amorf. polivinil pirrolidon.air dengan pembawa yang lebih mudah larut yang inert secara fisiologi. Pada tahun 1971. (1) Leuner dan Dressman (2000) membahas beberapa pembawa yaitu polietilen glikol. Gelita Kolagel. pentaeritritol dan fosfolipid. hidroksi propel metal sellulosa phthalate. chitosan. gula. tween 80. poliol dan polimernya seperti mannitol. poliakrilat dan polimetakrilat. Chiou dan Riegelman mendefenisikan dispersi padat sebagai dispersi dari satu atau lebih bahan aktif dalam matriks pembawa yang inert pada keadaan padat yang disiapkan dengan metode peleburan (fusion). pelarutan dan peleburanpelarutan. surfaktan alkali dodesilsulfat. polivinil pirolidon-polivinil asetat. urea. (1) . sorbitol. hidroksi propel metal sellulosa. Selain itu digunakan emulsifier dalam penyiapan dispersi padat seperti lauril sulfat. copolymer. produk hidrolisis kolagen. asam organik dan derivatnya. umumnya matriks hidrofilik dan bahan obat hidrofobik.

Akibatnya dihasilkan obat dalam bentuk amorf yang kelarutan partikelnya meningkat. Serajuddin mengidentifikasi beberapa masalah pada pengaplikasian dari dispersi padat yang meliputi metode penyiapannya. Akibatnya meningkatkan bioavailabilitas  Kemampuan terbasahi meningkat selama produksi dispersi padat sehingga meningkatkan kelarutan.Keuntungan dari dispersi padat dikemukakan oleh Vasconcelos dan kawankawan (2007) yaitu: (1)  Penyiapan dispersi padat dihasilkan dengan mengurangi ukuran partikel sehingga luas permukaannya meningkat dan meningkatkan laju disolusi. perbandingan proses pengolahannya dan . pembuatannya dalam bentuk sediaan obat. Peningkatan porositas juga tergantung pada sifat pembawa  Pada obat dispersi padat memberikan larutan supersaturasi yang dianggap menjadi bentuk polimorfik metastabil. Peningkatan porositas dari partikel dispersi padat meningkatkan profil pelepasan obat. sifat fisikokimia yang dihasilkan. Disini pembawa memainkan peranan untuk meningkatkan pembasahan dari partikel  Partikel pada dispersi padat ditemukan memiliki derajat porositas yang lebih tinggi.

pembentukan kristal atau konversi dari produk ke struktur lebih stabil dari bentuk kristal metastabil selama proses penyimpanan juga dianggap hambatan utama yang komersialisasi dispersi padat karena mereka menyebabkan kelarutan menurun dan juga laju disolusi.kestabilan fisika kimia dari obat dan pembawa. (1) Menurut Dhirendra dkk (2009). Metode ini memiliki batasan seperti penggunaan suhu tinggi dan kemungkinan degradasi obat selama peleburan. Fase pemisahan. (1) Metode peleburan Metode ini mencakup peleburan obat dalam pembawa diikuti dengan pendinginan dan penyerbukan dari produk yang dihasilkan. Untuk . Dispersi padat tidak digunakan secara luas pada produk komersial karena masalah utama dari pembentukan kristal dari komponen dari bentuk amorf selama proses (tekanan mekanik) atau penyimpanan (suhu dan kelembaban). Kelembaban mungkin meningkatkan mobilitas dan mendorong pembentukan kristal dari obat sehingga menghambat stabilitas penyimpanan dari farmaseutikal amorf. pencampuran yang tidak sempurna antara obat dan pembawa. ada dua metode umum dari penyiapan dispersi padat yaitu metode peleburan (metode fusi) dan metode penguapan pelarut.

(1) Metode penguapan pelarut Metode ini merupakan cara sederhana untuk menghasilkan dispersi padat dimana obat dan pembawa dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap.4 – 7.(1) Dimenhydrinate merupakan salah satu contoh bahan obat yang dibuat dalam dispersi padat karena sifatnya yang sedikit larut dalam air. lebih dipilih antara 15-300C. hot-spin-melting. Untuk alasan ini. selanjutnya masalah ekonomi dihubungkan dengan penggunaan polimer organik membuat metode ini menjadi suatu masalah yang lebih. (3) . Selain itu dipilih pH stabil 6. (2) Kestabilan sediaan dimenhydrinate harus disimpan pada suhu kurang dari 400C. pembekuan dari larutan dan injeksi harus dihindari. injeksi molding. Pelarutnya kemudian diuapkan.2. metode ekstruksi peleburan panas menjadi pilihan pengolahan dispersi padat.mencegah keterbatasan ini disarankan beberapa modifikasi misalnya ekstruksi tahap panas. peleburan agglomerasi. banyak masalah dihubungkan metode dengan yang metode peleburan sistem dipecahkan dasar dan metode Ekologi ini dan merupakan dipilih untuk polimer. sebagian larut dalam eter.dengan penemuan dari metode pelarutan. mudah larut dalam alkohol dan kloroform.

Untuk membuat sediaan dengan pelepasan terkontrol. dibuat dispersi polimer dari dimenhydrinat dengan etilsellulosa. Modifikasi pelepasan pada formulasi tablet dihasilkan dengan menggunakan etilsellulosa sebagai pembentuk matriks. (5) Polyvinil acetat phthalate merupakan polimer yang banyak digunakan sebagai penyalut enterik dimana dilarutkan dengan sistem pelarut dengan bahan lainnya. Pelarut yang biasanya digunakan berupa etanol atau methanol. 562) . (4. (1) Penyalutan etilselulosa digunakan untuk memodifikasi pelepasan obat. Dispersi polimer berair dari etilsellulosa seperti Aquocoat ECD atau Surelease juga digunakan untuk menghasilkan lapisan tipis etilsellulosa tanpa menggunakan pelarut organik. menutupi rasa yang tidak enak dan meningkatkan kestabilan dari formula. Dispersi etilsellulosa berair umumnya digunakan untuk menyalut granul atau pellet. Rasa pahit dari dimenhydrinat dapat ditutupi dengan penyiapan dispersi padat dari obat dengan polyvinyl acetat phthalate.263) Selain itu. (4. gula atau bahan lain yang cocok. Etilsellulosa dilarutkan dalam pelarut organik atau campuran pelarut dan dapat digunakan untuk menghasilkan pelapis larut air. dijelaskan bahwa untuk menutupi rasa dari bahan obat maka digunakan metode dispersi padat dengan bantuan dari polimer.

terserah orang mo blg apa. misalnya etanol atau methanol kemudian pelarutnya diuapkan sehingga diperoleh dispersi padatnya yang lebih mudah larut dan rasa pahitnya tertutupi yang akan digunakan untuk membentuk sediaan farmasi misalnya tablet atau sediaan lainnya... Lihat profil lengkapku . Sulawesi Selatan. Miss cuek julukan dr sbgian yg knl pas jaman batu dlu... T'gantung dr sisi org mlht.. Penyakit kronis yg sampe skrg susah diubh.. Indonesia G jelaz kyk mana. hinaan atau cacian anggap aja sebagai pujian. G peduli pandangn org laen tp ngamuk saat t'skti... Dimana polimer dan dimenhydrinat dilarutkan dalam pelarut.. yg tw ttg aQ cm diri aQ sendiri.Dari bahan yang biasa digunakan untuk membentuk dispersi padat dari dimenhydrinat merupakan polimer dan melihat kestabilan dimenhydrinat yang tidak tahan pemanasan maka metode yang digunakan adalah metode penguapan pelarut.... Posted by Mardianti Tandiarrang at 18:08 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 0 comments: Poskan Komentar Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) It's me Mardianti Tandiarrang Makassar.

. Just 4 u...  5 menit saja  Urinalisis  Penyemangat Jiwaaq......  Teknik Pemisahan & Isolasi Senyawa Organisme Laut o ► Mei (2)  0ops......  Sepenggal catatan harian....  T_T?????????????????? o ► April (5)  Di Pojok Itu  Inbox vs Notes  My Relationship  antioksidan  surat sahabatQ... God .  RasaQ.....  Sepenggal catatan berserakanQ  Pola Makan Seimbang o ► September (2)  Teknik Hyphernated  Fibrosis Sistik o ► Juli (2)  Efek Biofarmasetika dari Penggunaan Excipient pada....  Hari urat sedunia [mudah2an hanya part 1]  Hodgkin dan non-Hodgkin o ► Februari (2)  katanya cinta  kosmetik bedak o ► Januari (5)  Arti warna Mawar  tablet  SABUNPengertian sabun» Sabun adalah garam alkali d..Arsip Blog  ▼ 2011 (37) o ▼ Desember (1)  dispersi padat dimenhydrinate o ► November (1)  bingung juduLx apa.  just say it  dear Mr.... o ► Oktober (4)  Mencari Arti hidup  Bunda.............. o ► Maret (13)  Evaluasi dan Aplikasi Eye Shadow  Eye Shadow  Make up mata  Kosmetik dekoratif  Kosmetik  letter 4 u..

.. Follower Cari Blog Ini Cari diberdayakan oleh Sms gratis not support Make Widget What Time is It? Calender Free Blog Content ..apapun bisa terlewati.

. Diberdayakan oleh Blogger.user Mardianti Tandiarrang Create Your Badge Chat Box LoginLogin to Chat [ad] Online Users  OnlineAwayBusyOfflineConnecting.. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful