KUNCI KEBERHASILAN PERUSAHAAN

Kurt Nagel dalam bukunya “6 Kunci keberhasilan perusahaan”, (elexmedia

komputindo, 2007) telah memberikan terobosan-terobosan yang menarik untuk meraih kesuksesan bagi sebuah perusahaan. Kurt Nagel menjelaskan keenam kunci tersebut secara mendalam yang bisa dilihat melalui bagan-bagan dan matriks-matriks yang dibuat Kurt Nagel untuk menggambarkan hal-hal tersebut secara lebih detail. Namun disisi lain, hal ini justru membuat isi buku ini tampak sangat rumit. Tetapi buku ini juga memiliki kelebihan lain yaitu Kurt Nagel juga mengutip banyak pendapat ahli seperti Hendri Fayol, Fredrick Taylor, Max Weber dsb. sebagai pembanding dan pendukung teori-teori yang dipaparkan oleh Kurt Nagel sehingga dapat dipastikan bahwa 6 kunci tersebut merupakan faktor-faktor yang benar-benar berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan. Didalam buku ini, Kurt Nagel memaparkan 6 kunci keberhasilan perusahaan yaitu; strategi, organisasi, sumber daya manusia, gaya kepemimpinan, sistem informasi, orientasi pelanggan. Namun, hal-hal tersebut juga memiliki beberapa dasar-dasar yang penting yaitu: 1. Prinsip-prinsip bisnis dasardan sistem-sistem target/kontrol. 2. Organisasi yang berorientasikan strategi. 3. Pemakaian potensi pegawai dengan lebih baik. 4. Sebuah gaya kepemimpinan yang efisien. 5. Sistem-sistem informasi dan komunikasi yang market intelligent 6. Mempraktikkan orientasi pelanggan Benang yang menghubungkan kunci-kunci keberhasilan disuplai melalui orientasi pelanggan dan sistem-sistem informasi. Orientasi pelanggan sebenarnya telah dipromosikan secara luas selama paling tidak dua dekade namun dalam prakteknya manajemen bisnis sering sekali tampak asing. Sekarang ini semakin dianjurkan bahwa adalah jauh lebih sensible untuk menempatkan pelanggan ditengah-tengah pemikiran seseorang dan untuk menempatkan biaya-biaya terkait sebagai operating overheads (biaya overhead pengoperasian) yang diperlukan daripada memperlakukan kepentingan pelanggan sebagai cost center (pusat biaya) yang tersendiri.

pengaruh teknologi informasi dan komunikasi modern pada faktor-faktor keberhasilan dapat dilihat inter aksi dalam hal-hal berikut: 1. sistem-sistem informasi yang efisien mempunyai efek positif pada faktor-faktor keberhasilan lainnya. Faktor-faktor ini bukan hanya dilihat sebagai kesempatan untuk rasionalisasi yang efektif namun lebih sebagai sebuah faktor dalam menangkap peluang-peluang pasar secara lebih kompetitif.lebih jauh lagi.Dukungan penting untuk semua faktor keberhasilan disediakan oleh sistem informasi yang tersedia yang berasumsikan tempat yang lebih tinggi dalam aktifitas perusahaan. Penggunaan potensi pegawai dengan lebih baik    Pemisahan antara kerja rutin dan kreatif Dorongan dan dukungan dari tugas-tugas kreatif Kerja tim oleh para spesialis . Sebagai contoh. Prinsip-prinsip bisnis dasar dan sistem-sistem target/kontrol        Keterbukaan yang lebih luas bagi semua yang terlibat Transmisi lebih cepat ke pasar Reaksi cepat dari pasar Sebuah representasi dari realitas yang selengkap mungkin Pemasukan dan pencatatan data pada waktu yang tepat (secepat terjadinya) Penyimpanan informasi yang lebih up-to-date Derajat pengontrolan yang lebih efisien 2. Struktur organisasi yang berorientasikan strategi  Kesesuaian yang lebih baik antara struktur dengan kebutuhan-kebutuhan pasar dan produk  Fleksibilitas lebih besar melalui hubungan yang dipikirkan dengan lebih matang antara faktor-faktor organisasi yang standar dengan yang tersendiri    Perbaikan kemampuan organisasi untuk bereaksi Tingkat pelayanan yang lebih tinggi Sebuah alur komunikasi yang dirancang dengan lebih baik diseluruh organisasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kompetitif 3.

Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu . Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi. Pemrosesan informasi semakin menjadi bagian utama dari perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan berhasil.  Berani mengambil risiko. 27 – 28)  Memiliki visi dan tujuan yang jelas. tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan. baik dalam bentuk uang maupun waktu. Mutu produk. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. pelayanan yang diberikan.  Motivasi yang lebih tinggi untuk mencoba hal-hal baru Tersedianya data untuk analisis sendiri 4. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut  Inisiatif dan selalu proaktif. Orientasi Pelanggan     Informasi yang lebih baik tentang pelanggan Layanan advis yang lebih menyeluruh Dukungan dalam memecahkan masalah-masalah individual Prosedur-prosedur penjualan yang lebih efisien Pentingnya pengaruh teknologi informasi dan komunikasi pada faktor-faktor keberhasilan lainnya tidak dapat diabaikan. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir. di mana ada peluang di situ dia datang.  Kerja keras.  Berorientasi pada prestasi. Gaya kepemimpinan    Dalam hubungan-hubungan pelanggan internal dan eksternal Komunikasi timbal balik yang bebas Prosedur-prosedur administrasi yang rasional 5. serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama.

kerjanya. dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh.  Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. tetapi Tuhan-lah yang menentukan !” dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.  Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati.  Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak.  Selalu taat berdoa yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. serta masyarakat luas. dapat dikemukakan bahwa ”manusia yang berusaha. tetapi juga moral kepada berbagai pihak. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. pemerintah. Dari analisis pengalaman di lapangan. Dalam bahasa lain. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material. ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap. baik sekarang maupun yang akan datang. antara lain kepada : para pelanggan. . Hubungan baik yang perlu dlijalankan. pemasok. yaitu :  Jujur dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan  Mempunyai tujuan jangka panjang dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan.

cara. yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan. managing finances effectively. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki. 5. termasuk dapat memperhitungkan. cukup uang. harus cukup waktu. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Dia harus bersikap seperti pedagang. managing time efficiently. yaitu memiliki modal yang cukup. 7. eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. yaitu : 1. memprediksi. mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan. pengusaha. Dengan kata lain. mengadministrasikan. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. knowing your business. industriawan. knowing Hozu to Compete. bermanfaat dan memuaskan. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. cukup tenaga. dan mengendalikannya secara akurat. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. 8. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. misalnya cara merancang usaha. statisfying customer by providing high quality product. seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. 2. menghitung. 9. knowing the basic business management. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength). yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. having the proper attitude. Mengatur. mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat. kelemahan (weaks). managing people. kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. 3. tempat dan mental. yaitu kemampuan merencanakan. yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien. peluang . 4. mengarahkan / memotivasi. Oleh karena itu. 6. mengatur. having adequate capital.Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan. secara efektif dan efisien. dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha.

106 – 109). dirinya dan pesaing. copying with regulation and paper work. 2007 :137 – 139) Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma.(opportunity). (Triton. tidak tersirat. 10. dan ancaman (threat). yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat. pandai berkomunikasi (ability to communicate) . Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing. ambisi untuk maju (ambition drive) 8. penampilan yang baik (good appearance) 4. mau menambah ilmu pengetahuan (college education) 7. mau kerja keras (capacity for hard work) 2. terdiri atas : 1. bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people) 3. pandai membuat keputusan (making sound decision) 6. yakin (self confidence) 5.

Sikap kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. 6. Adanya kegagalan dalam perencanaan. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. kemampuan mengkoordinasikan.FAKTOR KEGAGALAN DALAM BERWIRAUSAHA m Suryana (2001) menyatakan bahwa kegagalan wirausahawan dalam mengelola bisnisnya dapat disebabkan hal-hal sebagai berikut. apabila salah dalam memilih lokasi maka berakibat terhadap terhambatnya operasi perusahaan. 7. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan wirausahawan. Keberhasilan usaha hanya dapat diperoleh apabila wirausahawan memiliki keberanian mengadakan perubahan dan adaptif terhadap peralihan waktu. kemampuan memvisualisasikan usaha. misalnya menjaga likuiditas perusahaan melalui pengendalian arus kas. keterampilan mengelola sumber daya manusia. cepat atau lambat akan tergusur oleh zaman dan mengalami kemunduran bahkan kebangkrutan usaha. 8. Tidak kompeten dalam manajerial. 4. Zimmerer (1996) dalam Suryana . 1. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. 5. 2. Wirausahawan yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. Lokasi kurang memadai. Kurangnya pengawasan peralatan. yaitu dicirikan dengan rendahnya kemampuan serta kinerja di dalam pengelolaan usahanya. Kurang memiliki pengalaman dalam berbagai segi. maupun kemampuan mensinergikan operasionalisasi perusahaan. Mengendalikan setiap pengeluaran biaya dan penerimaan baik dari pinjaman maupun dari hasil penjualan produk. apabila suatu rencana gagal maka akan berdampak terhadap terhambatnya operasi perusahaan. Sikap yang setengahsetengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dijalankan menjadi labil dan dapat mengakibatkan kegagalan fatal. Kurang dapat mengendalikan keuangan. misalnya dalam kemampuan teknik. Lokasi usaha merupakan faktor yang strategis. 3. Agar perusahaan dapat berjalan dengan baik maka aspek keuangan harus betul-betul diperhatikan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas.

Dalam kewirausahaan. kegagalan sebaiknya dijadikan pelajaran berharga. 1. 4. Bagi wirausahawan yang berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. Kualitas Kehidupan yang Tetap Rendah meskipun Usahanya Mantap Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. Apabila tidak dibarengi dengan kesabaran dan ketabahan dalam menggeluti berbagai masalah dan tantangan dapat berpeluang mundurnya seseorang dari kewirausahaan. Tingkat kegagalan/mortalitas usaha kecil di Indonesia mencapai 78% (Wirasasmita. Berwirausaha Memerlukan Kerja Keras dan Waktu yang Lama Wirausahawan biasanya bekerja sendiri dari mulai pembelian. 2001). dan pembukuan. penjualan.shvoong. 1998 dalam Suryana. akan mengakibatkan seseorang menjadi putus asa dan mungkin mundur dari kewirausahaan.com/social-sciences/economics/2184064-faktor-penyebab-kegagalanwirausaha/#ixzz1dmSkdFQM . yang disebabkan berikut ini. Kegagalan investasi dapat mengakibatkan seseorang mundur dari dunia kewirausahaan. 3. Pendapatan yang Tidak Menentu Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. Tingkat ketidakpastian dalam bisnis berpotensi mundurnya seseorang dari kewirausahaan. Kerugian Akibat Hilangnya Modal Investasi Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. 2. bagi wirausahawan.(2001) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. dalam bisnis tidak ada jaminan untuk terus memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. sewaktu-waktu dapat mengalami kerugian dan keuntungan. justru keadaan yang dihadapi mendorongnya untuk terus mengadakan perbaikan-perbaikan dan memacu untuk maju terus pantang mundur. Wirausahawan sejati tentunya tidak akan mudah pasrah. Padahal. Sumber: http://id. pengolahan.

KEWIRAUSAHAAN Anggota : Teja Mukti A Sandy Santiago C1B009124 C1B009131 Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful