Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran — Document Transcript

1. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN January 6th, 2010 PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi · Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya · Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. 2. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. · Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi

bekerja. berinisiatif. 3. Pengembangan TIK secara teknis baik hardware dan software masuk dalam kurikum pendidikan. bekerja. inovatif. sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri. usaha kita 4. Elearning dan ESMA. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2. Untuk menghubungkan sekolahsekolah di sekitar ICT center dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota. dan pemecahan masalah seharihari. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar. dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran. Pustekkom.dan Komunikasi adalah: 1. 3. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk 3. Jika kita tidak memulainya sekarang maka madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang. dan terbiasa bekerjasama. 4 Pengembangan TIK di Madrasah secara Mandiri Kita belum terlambat untuk mempersiapkan diri dalam penguasaan TIK sebagai media . sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan TV pendidikan interaktif. kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan Bahasa Inggris. 5. menarik. mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. Jika ini terjadi. dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari. yaitu: 1. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain. kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di madrasah. di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh. akan semakin berat untuk mensejajarkan madrasah dengan sekolah lain. Dibentuknya ICT center di seluruh Indonesia. sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal. 4. TIK menjadi salah satu jurusan di SMK. kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di madrasah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan terkoneksi dengan internet. Ada tiga posisi penting di Depdiknas dalam program pengembangan TIK. Di satu sisi. 3 Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut. Program ini bertujuan untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah. Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional). terampil mengorganisasi informasi. dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri. kreatif. saat ini Depdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran. Bidang kejuruan. 2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. bertujuan untuk mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang menghubungkan semua sekolah di Indonesia.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi.html Seperti tampak pada gambar di bawah ini; 6 Animasi arah vektor 3. 2.5. Mengidentifikasi perkembangan software dan kurikulum baru 10. pembelajaran di madrasah. 7. RightHandRule/RightHandRule. kita bisa mengembangkan TIK secara bertahap di madrasah agar tidak tertinggal dari sekolah lain. Adanya Time schedule yang jelas untuk pencapaian program 8.upscale. kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia). Mengadakan revisi perencanaan disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Pemanfaatan TIK Sebagai Media Pembelajaran TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri. Mulai saat ini pihak madrasah dan Majlis Madrasah harus membuat sebuah program pengembangan TIK secara menyeluruh. Mengidentifikasi SDM yang dimiliki 6. software maupun sistem dan jaringan yang sudah dimiliki 4. Virtual Experiment Maksud dari virtual eksperimen disini . Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa. misalnya eksperimen. Mengidentifikasi infrastruktur lembaga. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Dengan perencanaan yang matang. Pembentukan Komite Teknologi (Organisasi Labkom) yang mandiri 3. Demonstrasi Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas. Usahakan bentuk presentasi yang interaktif. Jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan. Program yang dibuat haru dilaksanakan secara berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepala dan majilis madrasah. Kita bisa membuat suatu film caracara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. diantaranya: a. 5. c. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan 5 sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Presentasi Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan. Sebagai contoh untuk menampilkan arah vektor dari perkalian silang kita bisa mengakses internet dengan alamat http://www. Mempersatukan visi dan misi pengembangan TIK yang ingin dicapai antara Kepala sekolah. b. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film. Cara lain adalah memanfaatkan media internet. dengan menggunakan 6.ca/GeneralInterest/Harrison/Flash/ClassMec hanics/ 7.utoronto. Ada beberapa poin untuk membuat suatu perencanaan pengembangan TIK. Menentukan bentuk pelatihan penguasaan TIK baik untuk guru dan staf lainnya. Perbanyak memasukkan gambar dan animasi d. Penentuan Investasi yang diperlukan secara berkala tiap tahun 9. tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya: 1. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. 2.Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. guru dan majlis madrasah. sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. baik hardware. OHP atau chart. diantaranya: 1. Penentuan hardware dan software yang akan digunakan atau dikembangkan.

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk. 2.adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan January 6th. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan. perpustakaan digital atau cyber library. Perpustakaan membagi rata informasi dengan cara mengidentifikasi.crocodileclips. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk Automasi Perpustakaan. misalnya menggunakan moodle. perpustakaan terautomasi. mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan. antara lain: 1. Saya berikan contoh bentuk kelas maya yang sedang kami kembangkan di MAN 2 Ciamis. Kelas virtual Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web. Kebutuhan akan TI sangat berhubungan dengan peran dari perpustakaan sebagai kekuatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang seiring 9. diawali dari perpustakaan manual. Anak bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual eksperimen misalnya Crocodile Clips. com/s3_1. Bentuk . mencetak. Tetapi semua itu tergantung kepada kita bagaimana cara memanfaatkannya. katalogisasi. pengelolaan anggota. statistik dan lain sebagainya. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan dengan teknologi informasi. Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi. mengumpulkan. mendidik dan kebutuhan manusia akan informasi. Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan. Terutama hasil ujian siswa akan dinilai secara otomatis. Software ini bisa didownload di http://www. membuat rangkaian listrik 7 Metode ini bisa digunakan jika kita tidak mempunyai laboratorium IPA yang lengkap atau digunakan sebelum melakukan eksperimen yang sesungguhnya. inventarisasi. 2010 Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan Oleh : Ikhwan Arif * Makalah Seminar dan Workshop Sehari “ Membangun Jaringan Perpustakaan Digital dan Otomasi Perpustakaan menuju Masyarakat Berbasis Pengetahuan “ UMM 4 Oktober 2003 Pendahuluan Penerapan Teknologi Informasi (TI) saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali di perpustakaan. Ukuran perkembangan jenis perpustakaan banyak diukur dari penerapan teknologi informasi yang digunakan dan bukan dari skala ukuran lain seperti besar gedung yang digunakan. digunakan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. dengan menulis. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat.jsp . jumlah koleksi yang tersedia maupun jumlah penggunanya. materi online 8 Bentuk tugas yang diberikan Bentuk test 9 hasil test yang didapat siswa Sebenarnya banyak bentuk pemanfaatan TIK lainnya yang dapat 8. mengelola dan menyediakanya untuk umum. tugas dan test secara online. Tampilan crocodile clips seperti tampak pada gambar di bawah ini. tetapi kita harus register dulu untuk mendapatkan active code yang berlaku untuk satu bulan. sirkulasi bahan pustaka. 4.

• Untuk membuat homepage. inventarisasi • Sirkulasi. Internet) Peran CD-ROM • Mempercepat akses informasi multi media baik itu berupa abstrak. Faktor Penggerak • Kemudahan mendapatkan produk TI • Harga semakin terjangkau untuk memperoleh produk TI • Kemampuan dari teknologi informasi • Tuntutan layanan masyarakat serba “klick” Alasan lain • Mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan • Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan • Meningkatkan citra perpustakaan • Pengembangan infrastruktur nasional. dalam bentuk digital tanpa mengadakan hubungan ke jaringan komputer. Keperluan Pengguna Pustakawan harus dapat melayani keperluan pengguna seperti permintaan akan akses yang lebih cepat ke informasi yang diperlukan dari dalam maupun luar perpustakaan. Sebuah sistem katalog yang dirancang dengan baik merupakan faktor kunci keberhasilan penerapan automasi perpustakaan. Sub sistem lain seperti OPAC dan sirkulasi berinteraksi dengannya dalam menyediakan layanan automasi. bahan full text. Peran Internet • Untuk mengakses infrormasi multimedia dalam resource internet.penerapan TI dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan Perpustakaan Digital. reserve. • Sarana telekomunikasi dan distribusi informasi. indeks. Apa yang harus diketahui dan dikerjakan oleh pustakawan dalam mengautomasikan perpustakaannya : • Faham akan maksud dan ruang lingkup dan unsur dari AP • Faham dan bisa mengapresiasi pentingnya melaksanakan analisis sistem yang menyeluruh sebelum merencanakan desain sistem • Faham akan dan bisa mengapresiasi manfaat analisis sistem dan desain. • Faham akan proses evaluasi software sejalan dengan proposal sebelum menentukan sebuah sistem • Faham akan dan bisa mengapresiasi pentingnya pelatihan untuk staf dan keterlibatan mereka dalam . Dengan begitu diharapkan agar para pustakawan mahir dalam penggunaan teknologi informasi sehingga mereka dapat membantu pengguna perpustakaan dalam menemukan informasi yang diperlukan. • Media back-up / cadangan data perpustakaan dan sarana koleksi referens bagi perpustakaan lain. Katalog perpustakaan elektronik adalah jantung dari sebuah sistem perpustakaan yang terautomasi. inter-library loan • Pengelolaan penerbitan berkala • Penyediaan katalog (OPAC) • Pengelolaan anggota Bagaimana mengenai Layanan Referens ? Layanan referens tidak termasuk dalam bagian yang terintegrasi dari suatu sistem automasi perpustakaan. 11. Layanan informasi referens dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam bentuk digital yang dikemas dalam CD-ROM dan akses informasi ke jaringan luar (LAN. namun yang lebih penting adalah penyediaan teknologi informasi yang digunakan dalam layanan referens. implementasi. penyebarluasan katalog dan informasi. sumber daya manusia dan infrastruktur peralatan teknologi informasi yang mendukung keduanya. Kedua fungsi penerapan teknologi informasi ini dapat terpisah maupun terintegrasi dalam suatu sistem informasi tergantung dari kemampuan software yang digunakan. WAN. Peranan Katalog dalam Automasi Perpustakaan Katalog adalah keterangan singkat atau wakil dari suatu dokumen. regional dan global. 10. evaluasi dan maintenance. Cakupan dari Automasi Perpustakaan • Pengadaan koleksi • Katalogisasi. Dalam makalah ini selanjutnya akan membahas tentang automasi perpustakaan.

mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu bersamaan (multi-tasking). Adanya staf yang bertanggung jawab adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain dan menghindari dampak buruk yang mungkin timbul. Perangkat Keras (Hardware) Komputer adalah sebuah mesin yang dapat menerima dan mengolah data menjadi informasi secara cepat dan tepat. Kecenderungan dari perangkat lunak sekarang mampu diaplikasikan dalam berbagai sistem operasi. dapat dioperasikan secara bersama-sama (multi. Pendapat lain mengatakan bahwa komputer hanya sebuah komponen fisik dari sebuah sistem komputer yang memerlukan program untuk menjalankannya. Kebutuhan dapat dirincikan terlalu banyak atau terlalu sedikit dan kadang-kadang persepsi bisa juga keliru. 3. Apa misi organisasi tersebut? Apa kebutuhan informasi mereka ? Seberapa melek komputerkah mereka? Bagaimana sikap mereka ? Apakah pelatihan dibutuhkan? Itu adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab dalam mengembangkan sebuah sistem automasi perpustakaan. 13. teknisi dan adminsitrator sistem harus diidentifikasikan dan dilatih sesuai bidang yang akan dioperasikan. Automasi Perpustakaan baru bisa dikatakan baik bila memenuhi kebutuhan pengguna baik staf maupun 12. kemampuan mengelola data yang lebih handal. anggota perpustakaan. Staf yang bersangkutan harus dilibatkan mulai dari tahap perencanaan dan pelaksanaan sistem. Untuk mendapatkan software kini sudah banyak tersedia baik dari luar maupun dalam . staf yang nantinya sebagai operator atau teknisi serta para anggota perpustakaan. Tujuan daripada sistem automasi perpustakaan adalah untuk memberikan manfaat kepada pengguna. Kecenderungan perkembangan komputer : • Ukuran fisik mengecil dengan kemampuan yang lebih besar • Harga terjangkau (murah) • Kemampuan penyimpanan data berkapasitas tinggi • Transfer pengiriman data yang lebih cepat dengan adanya jaringan Dalam memilih perangkat keras yang pertama adalah menentukan staf yang bertanggung jawab atas pemilihan dan evaluasi hardware sebelum transaksi pembelian. Perangkat Lunak (Software) Perangkat lunak diartikan sebagai metode atau prosedur untuk mengoperasikan komputer agar sesuai dengan permintaan pemakai. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komputer adalah sebuah alat dimana kemampuanya sangat tergantung pada manusia yang mengoperasikan dan software yang digunakan. Dalam pembangunan sistem perpustakaan hendaknya selalu dikembangkan melalui konsultasi dengan penggunapenggunanya yang meliputi pustakawan.kebutuhan mereka. Pengguna (users) Pengguna merupakan unsur utama dalam sebuah sistem automasi perpustakan. Konsultasikan dengan pengguna untuk menentukan kebutuhan. Tenaga-tenaga inti yang dilatih untuk menjadi operator. 2. Masukan dari masing-masing staf harus dikumpulkan untuk menjamin kerjasama mereka. unsur-unsur atau syarat tersebut adalah : 1. Hal lain adalah adanya dukungan teknis serta garansi produk dari vendor penyedia komputer.seluruh proses kerja Unsu-unsur Automasi Perpustakaan Dalam sebuah sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa unsur atau syarat yang saling mendukung dan terkait satu dengan lainnya. Namun perlu hati-hati terhadap penilaian keliru yang dilakukan oleh pengguna mengenai kebutuhan dan persepsi tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh suatu sistem komputer .user).

Sekelompok besar pengguna biasanya menjustifikasikan layanan dukungan pelanggan sebagai hal yang subtansial. modem. pelatihan . pengelolaan terbitan berkala. • Ekonomis : biaya yang dikeluarkan sebanding untuk mengaplikasikan software sesuai dengan hasil yang didapatkan. Hal yang harus diperhatikan dalam membangun jaringan komputer adalah : • Jumlah komputer serta lingkup dari jaringan (LAN. 15. katalogisasi. Sipisis di IPB. WINISIS yang mudah didapat dan gratis freeware dari Unesco atau dari beberapa perguruan tinggi sekarang telah banyak membuat dan mengembangakan sistem perpustakaannya sendiri seperti SIPUS 2000 di UGM. Salah satu cara untuk memastikan dukungan pelanggan adalah memilih perangkat lunak yang digunakan oleh sejumlah perpustakaan. inventarisasi. dan sejenisnya • Protokol komunikasi yang digunakan • Menentukan staf yang bertanggun jawab . • Keandalan : mampu menangani operasi pekerjaan dengan frekuensi besar dan terus-menerus. Selain itu. Komponen perangkat keras jaringan antara lain : komputer sebagai server dan klien. panel distribusi. Menentukan Software • Membangun sendiri • Mengontrakan keluar • Membeli software jadi yang ada di pasaran Pilihan apapun yang dijatuhkan. Masih banyak lagi perguruan tinggi dan institusi pengembang software yang mengembangkan SIP dengan kemampuan yang tidak kalah sip. jaringan telepon atau radio. pengguna dapat saling membantu dalam pemecahan masalah. • Menentukan staf yang bertanggungjawab atas pemilihan dan evaluasi software. 4. mulai dari pengadaan. keanggotaan.negeri dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan dan harga yang bervariasi. Di perpustakaan software yang dikenal antara lain CDS/ISIS. software harus • Sesuai dengan keperluan • Memiliki ijin pemakaian • Ada dukungan teknis. Network Interface Card ( LAN Card terminal kabel (Hub). kabel. • Kapasitas : mampu menyimpan data dengan jumlah besar dengan kemampuan temu kembali yang cepat. dokumentasi yang relevan serta pemeliharaan. WAN) • Lokasi dari hardware : komputer. untuk menilia suatu software tentu saja banyak kriteria yang harus diperhatikan. sirkulasi. Beberapa criteria untuk menilia software adalah sebagai berikut : • Kegunaan : fasilitas dan laporan yang ada sesuai dengan kebutuhan dan menghasilkan informasi tepat pada waktu (realtime) dan relevan untuk proses pengambilan keputusan. Sistem Informasi Perpustakaan ini difungsikan untuk pekerjaan operasional perpustakaan. OPAC. Spesifikasi perangkat keras harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan minimum operasi perangkat lunak. Memilih dan membeli perangkat lunak merupakan suatu proses tersedianya dukungan pemakai. 14. Kriteria Penilaian Software Suatu software dikembangkan melalui suatu pengamatan dari suatu sistem kerja yang berjalan. • Sederhana : menu-menu yang disediakan dapat dijalankan dengan mudah dan interaktif dengan pengguna • Fleksibel : dapat diaplikasikan di beberapa jenis sistem operasi dan institusi serta maupun memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. karena diperlukan banyak pelatihan dan pemecahan masalah sebelum sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Network / Jaringan Jaringan komputer telah menjadi bagian dari automasi perpustakaan karena perkembangan yang terjadi di dalam teknologi informasi sendiri serta adanya kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya bersama melalui teknologi. dan pekerjaan lain dalam lingkup operasi perpustakaan.

kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data baru maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya. dan mengeluarkan hasilnya. kerjasama dapat dilakukan jika masing-masing perpustakaan itu memiliki kesamaan dalam format penulisan data katalog data. Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi. Pekerjaan konversi data merupakan hal yang membosankan dan memakan banyak waktu. mengolah data tersebut sesuai instruksi.dalam pembangunan jaringan. penerbit. angka. dan sebagainya. publisher etc. bytes. Data Data merupakan bahan baku informasi. Gambar 1. China atau Korea ? Metadata Metada merupakan istilah baru dan bukan merupakan konsep baru di dunia pengelola informasi. Perpustakaan sudah lama menciptakan metada dalam bentuk pengkatalokan koleksi . bagaimana kita memberi nama pada kolom-kolom isian.)? Bagaimana dengan koleksi yang berpengantar bahasabahasa lain seperti Arab. benda. maupun simbol khusus seperti *. Dicontohkan metadata dari katalog buku terdiri dari : judul. file dan database. Sering data katalog dalam perpustakaan tidak menggunakan standar. Bagaimana dengan bahasa pengantar cantuman katalog itu sendiri? Informasi judul jelas harus diisi sesuai dengan judul koleksi yang bersangkutan. Data terbentuk dari karakter. 17. Kebanyakan perpustakaan mengkoleksi materi yang menggunakan bahasa pengantar berbeda-beda. hal ini banyak terjadi karena kurangnya pemahaman akan manfaat standar penulisan data. fakta. Data disusun mulai dari bits. karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model sistem informasi; dengan begitu. subyek dan sebagainya. fields. pengertian dari beberapa definisi tersebut bahwa metadata adalah sebagai bentuk pengindentifikasian. Persoalan lain dalam standardisasi format penulisan data katalog adalah bahasa. dsb. Metada . author. Bagaimana dengan kolom subjek dan kata kunci? Haruskah diisi dengan bahasa nasional (Bahasa Indonesia untuk perpustakaan di Indonesia) atau dengan bahasa internasional (Bahasa Inggris)? Lebih jauh lagi. Bentuk tukar-menukar maupun penggabungan data katalog koleksi adalah suatu hal yang sudah biasa terjadi dalam perpustakaan. penerbit. Model dasar sistem informasi Data Pengolaha n Informasi Gambar 2. records.) atau bahasa Inggris (title. Definisi metadata sangat beragam ada yang mengatakan “data tentang data” atau “informasi tentang informasi”. pengarang. Model Pengembangan Sistem Informasi Penyimpanan Masukan Pengolahan Keluaran 16. atau diartikan sebagai struktur dari sebuah data. penjelasan suatu data. pengarang. Persoalan yang sering dihadapi dalam kerjasama tukar-menukar atau penggabungan data adalah banyaknya data yang ditulis dengan suka-suka yaitu tidak memperhatikan standar yang ada. dapat berupa alfabet. Pertemuan-pertemuan mungkin perlu sering diadakan diantara anggotaanggota jaringan perpustakaan untuk menentukan standar-standar dan prosedurprosedur yang digunakan bersama. Standar basis data katalog Kerjasama antar perpustakaan secara elektronik telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang telah memungkinkan untuk itu dan didasari adanya kebutuhan untuk menggunakan sumber daya bersama. $ dan /. dengan Bahasa Indonesia (judul. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya. tindakan. dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas. 5.

Rights : pemilik hak cipta sumber informasi 6. Contoh URL. Gagasan membuat standar baru agaknya dipengaruhi oleh rasa kurang puas dengan standar MARC yang dianggap terlalu banyak unsurnya dan beberapa istilah yang hanya dimengerti oleh pustakawan serta kurang bisa digunakan untuk sumber 18. Elemen Dublin Core dan MARC intinya bisa saling dikonversi. Title : judul dari sumber informasi 2. menyesuaikan. c. Metadata Dublin Core memiliki beberapa kekhususan sebagai berikut: a. Format INDOMARC merupakan implementasi dari International Standard Organization (ISO) Format ISO 2719 untuk Indonesia. Lembar tercetak. Manual Manual atau biasa disebut prosedur adalah penjelasan bagaimana memasang. Indomarc menguraikan format cantuman bibliografi yang sangat lengkap terdiri dari 700 elemen dan dapat mendeskripsikan dengan baik kebanyakan objek fisik sumber pengetahuan. judul. manuskrip (AM). Expandable memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. dan terbitan berseri (SE) termasuk; Buku Pamflet.yang biasa digunakan di perpustakaan adalah Marc dan Dublin Core. format. Language : bahasa yang intelektual yang digunakan sumber informasi 13. subyek. 15. Publisher : orang atau badan yang mempublikasikan sumber informasi 6. Informasi bibliografi biasanya mencakup pengarang. sebuah format untuk tukar-menukar informasi bibliografi melalui format digital atau media yang terbacakan mesin (machine-readable) lainnya. Contributor : orang atau badan yang ikut menciptakan sumber informasi 7. catatan. 14. sumber informasi 10. informasi dalam web. tesis dan disertasi (baik diterbitkan ataupun tidak). Identifier : nomor atau serangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasian sumber informasi. menjalankan suatu perangkat keras atau perangkat lunak. format LC MARC ternyata sangat besar manfaatnya bagi penyebaran data katalogisasi bahan pustaka ke berbagai perpustakaan di Amerika Serikat. Standar metadata katalog perpustakaan ini dikembangkan pertama kali oleh Library of Congress. alamat situs 11. Subject : pokok bahasan sumber informasi. peta dan sebagainya 9. Coverage : cakupan isi ditinjau dari segi geografis atau periode waktu 19. Description : keterangan suatu isi dari sumber informasi. Type : jenis sumber informasi. Atlas. data penerbitan dan deskripsi fisik. ukuran. INDOMARC Machine Readable Cataloging (MARC) merupakan salah satu hasil dan juga sekaligus salah satu syarat penulisan katalog koleksi bahan pustaka perpustakaan. Format : bentuk fisik sumber informasi. Dublin Core terdiri dari 15 unsur yaitu : 1. Keberhasilan ini membuat negara lain turut mengembangkan format MARC sejenis bagi kepentingan nasionalnya masingmasing. Date : tanggal penciptaan sumber informasi 8. dan Jurnal Buku Langka. Dublin Core Dublin Core merupakan salah satu skema metadata yang digunakan untuk web resource description and discovery. Semantik atau arti kata yang mudah dikenali secara umum. laporan. Memiliki deskripsi yang sangat sederhana b. biasanya dinyatakan dalam bentuk kata kunci atau nomor klasifikasi 4. nover. Prosedur merupakan aturan-aturan yang harus diikuti bilamana menggunakan perangkat keras dan . Creator : pencipta sumber informasi 3. durasi. Skripsi. Source : rujukan ke sumber asal suatu sumber informasi 12. misalnya berupa abstrak. seperti jenis monograf (BK). daftar isi atau uraian 5. Relation : hubungan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi lainnya.

Untuk memastikan adanya keberhasilan dalam automasi perpustakaan dibutuhkan kerjasama yang optimal dan berkelanjutan 21. Konsep. • Disain input. Model Implementasi Protokol OAI dalam IndonesiaDLN dan Hubungannya dengan Digital Library di Luar Negeri oleh Rurie Muharto. • Bantuan teknis • Pengembangan lebih lanjut Kesimpulan Unsur dan syarat automasi perpustakaan ada banyak. sumber daya • Analisa kebutuhan • Analisa sistem berjalan Disain • Menyusun logika kerja sistem • Disain data. database. Tahap Hasil Persiapan • Definisi masalah • Maksud dan tujuan • Kerangka kerja • Perkiraan waktu dan biaya Survei • Analisa kond. administrator • Sosialisasi Operasional • Sistem siap digunakan. jaringan klien server • Dokumentasi Uji coba • Tes sistem keseluruhan • Evaluasi. Biasanya. table. Seluruh anggota staf harus mengerti tentang sistem automasi perpustakaan. Daftar Pustaka 1. . perbaikan Training • Training : staf.operator. Pertemuan-pertemuan mungkin perlu sering diadakan diantara anggotaanggota jaringan untuk menentukan standar-standar dan prosedur-prosedur. Manual / prosedur dapat juga mencakup kebijakan-kebijakan khususnya dalam lingkungan jaringan dimana pemasukan dan pengeluaran data membutuhkan format komunikasi bersama. Materi TOT Technologi Information & Communication oleh Unesco dan Pusnas RI di Yogyakarta 1999 2. pustakawan berharap terlalu banyak dari sistem ini dan oleh karenannya merasa kecewa bilamana sistem tersebut tidak bekerja seperti yang diharapkan. relasi. teknisi. proses dan output • Spes. diantara pengguna sehingga tercipta kepuasan diantara pengguna. Manual adalah kunci bagi kelancaran sistem. Tahapan Membangun Sistem AP 20. Banyak peripheral perangkat keras maupun sistem tidak berjalan dengan optimal karena dokumentasi yang tidak memadai atau pengguna tidak mengerti manual yang disediakan. Perlu tersedianya staf (pustakawan. suatu penilain mendalam mengenai kebutuhan-kebutuhan pengguna harus dilakukan sebelum rencana detail untuk automasi dilakukan. • Instalasi software. peralatan yang diperlukan Pembangunan • Pembuatan program aplikasi.perangkat lunak. Desain dan Implementasi Perpustakaan Elektronik : Integrasi Perpustakaan Terotomasi dan Perpustakaan Digital Untuk Perpustakaan Nasional di Indonesia Oleh: Ismail Fahmi 3. teknisi/administrator) yang terlatih. operator. Manual harus dibaca dan dimengerti walau serumit apapun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful