Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran — Document Transcript

1. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN January 6th, 2010 PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi · Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya · Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. 2. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. · Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi

Ada tiga posisi penting di Depdiknas dalam program pengembangan TIK. akan semakin berat untuk mensejajarkan madrasah dengan sekolah lain. berinisiatif. Jika kita tidak memulainya sekarang maka madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain. Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional). 3. sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal. dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran. mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. bekerja. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka. inovatif. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang. usaha kita 4. Program ini bertujuan untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah. 5. dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi. kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan Bahasa Inggris. Di satu sisi. dan terbiasa bekerjasama. kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di madrasah. di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh. dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari. TIK menjadi salah satu jurusan di SMK. Pengembangan TIK secara teknis baik hardware dan software masuk dalam kurikum pendidikan.dan Komunikasi adalah: 1. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan terkoneksi dengan internet. menarik. sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan TV pendidikan interaktif. Pustekkom. saat ini Depdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2. Dibentuknya ICT center di seluruh Indonesia. 3 Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut. Jika ini terjadi. 2. kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di madrasah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. bekerja. sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri. terampil mengorganisasi informasi. dan pemecahan masalah seharihari. kreatif. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk 3. Elearning dan ESMA. Bidang kejuruan. 3. Untuk menghubungkan sekolahsekolah di sekitar ICT center dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota. 4 Pengembangan TIK di Madrasah secara Mandiri Kita belum terlambat untuk mempersiapkan diri dalam penguasaan TIK sebagai media . bertujuan untuk mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang menghubungkan semua sekolah di Indonesia. 4. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain. yaitu: 1. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar.

Pemanfaatan TIK Sebagai Media Pembelajaran TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri. Mengidentifikasi perkembangan software dan kurikulum baru 10. dengan menggunakan 6. Dengan perencanaan yang matang. Mulai saat ini pihak madrasah dan Majlis Madrasah harus membuat sebuah program pengembangan TIK secara menyeluruh. kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia).upscale.Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. 5. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint. c. Adanya Time schedule yang jelas untuk pencapaian program 8. baik hardware. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi. Mengadakan revisi perencanaan disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.utoronto. Penentuan hardware dan software yang akan digunakan atau dikembangkan. software maupun sistem dan jaringan yang sudah dimiliki 4. Perbanyak memasukkan gambar dan animasi d. Program yang dibuat haru dilaksanakan secara berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepala dan majilis madrasah. OHP atau chart. 2. Presentasi Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan. Sebagai contoh untuk menampilkan arah vektor dari perkalian silang kita bisa mengakses internet dengan alamat http://www. misalnya eksperimen.html Seperti tampak pada gambar di bawah ini; 6 Animasi arah vektor 3. Mengidentifikasi infrastruktur lembaga. Mengidentifikasi SDM yang dimiliki 6. Penentuan Investasi yang diperlukan secara berkala tiap tahun 9. diantaranya: 1. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film. Virtual Experiment Maksud dari virtual eksperimen disini . diantaranya: a. 2. Jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan. Pembentukan Komite Teknologi (Organisasi Labkom) yang mandiri 3.ca/GeneralInterest/Harrison/Flash/ClassMec hanics/ 7. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya: 1. sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan.5. guru dan majlis madrasah. kita bisa mengembangkan TIK secara bertahap di madrasah agar tidak tertinggal dari sekolah lain. RightHandRule/RightHandRule. Cara lain adalah memanfaatkan media internet. pembelajaran di madrasah. b. Mempersatukan visi dan misi pengembangan TIK yang ingin dicapai antara Kepala sekolah. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan 5 sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Usahakan bentuk presentasi yang interaktif. Demonstrasi Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas. 7. Kita bisa membuat suatu film caracara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa. tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Ada beberapa poin untuk membuat suatu perencanaan pengembangan TIK. Menentukan bentuk pelatihan penguasaan TIK baik untuk guru dan staf lainnya.

mengelola dan menyediakanya untuk umum. perpustakaan terautomasi. 2010 Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan Oleh : Ikhwan Arif * Makalah Seminar dan Workshop Sehari “ Membangun Jaringan Perpustakaan Digital dan Otomasi Perpustakaan menuju Masyarakat Berbasis Pengetahuan “ UMM 4 Oktober 2003 Pendahuluan Penerapan Teknologi Informasi (TI) saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali di perpustakaan. Anak bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual eksperimen misalnya Crocodile Clips. Bentuk . Saya berikan contoh bentuk kelas maya yang sedang kami kembangkan di MAN 2 Ciamis. Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan January 6th. perpustakaan digital atau cyber library. Tetapi semua itu tergantung kepada kita bagaimana cara memanfaatkannya. pengelolaan anggota. mengumpulkan. Ukuran perkembangan jenis perpustakaan banyak diukur dari penerapan teknologi informasi yang digunakan dan bukan dari skala ukuran lain seperti besar gedung yang digunakan. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan. katalogisasi. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. materi online 8 Bentuk tugas yang diberikan Bentuk test 9 hasil test yang didapat siswa Sebenarnya banyak bentuk pemanfaatan TIK lainnya yang dapat 8. com/s3_1. membuat rangkaian listrik 7 Metode ini bisa digunakan jika kita tidak mempunyai laboratorium IPA yang lengkap atau digunakan sebelum melakukan eksperimen yang sesungguhnya. antara lain: 1. Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan. misalnya menggunakan moodle. Software ini bisa didownload di http://www. Terutama hasil ujian siswa akan dinilai secara otomatis.crocodileclips.adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. dengan menulis. inventarisasi. mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. mendidik dan kebutuhan manusia akan informasi. 4. Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk. Tampilan crocodile clips seperti tampak pada gambar di bawah ini. digunakan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Perpustakaan membagi rata informasi dengan cara mengidentifikasi. diawali dari perpustakaan manual. sirkulasi bahan pustaka. mencetak. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan dengan teknologi informasi. tetapi kita harus register dulu untuk mendapatkan active code yang berlaku untuk satu bulan. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk Automasi Perpustakaan. Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. 2.jsp . tugas dan test secara online. statistik dan lain sebagainya. Kelas virtual Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web. jumlah koleksi yang tersedia maupun jumlah penggunanya. Kebutuhan akan TI sangat berhubungan dengan peran dari perpustakaan sebagai kekuatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang seiring 9. Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi.

• Untuk membuat homepage. dalam bentuk digital tanpa mengadakan hubungan ke jaringan komputer. WAN. evaluasi dan maintenance. • Sarana telekomunikasi dan distribusi informasi. 10. Faktor Penggerak • Kemudahan mendapatkan produk TI • Harga semakin terjangkau untuk memperoleh produk TI • Kemampuan dari teknologi informasi • Tuntutan layanan masyarakat serba “klick” Alasan lain • Mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan • Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan • Meningkatkan citra perpustakaan • Pengembangan infrastruktur nasional. • Media back-up / cadangan data perpustakaan dan sarana koleksi referens bagi perpustakaan lain. Apa yang harus diketahui dan dikerjakan oleh pustakawan dalam mengautomasikan perpustakaannya : • Faham akan maksud dan ruang lingkup dan unsur dari AP • Faham dan bisa mengapresiasi pentingnya melaksanakan analisis sistem yang menyeluruh sebelum merencanakan desain sistem • Faham akan dan bisa mengapresiasi manfaat analisis sistem dan desain. Keperluan Pengguna Pustakawan harus dapat melayani keperluan pengguna seperti permintaan akan akses yang lebih cepat ke informasi yang diperlukan dari dalam maupun luar perpustakaan. inventarisasi • Sirkulasi. Dalam makalah ini selanjutnya akan membahas tentang automasi perpustakaan. penyebarluasan katalog dan informasi. bahan full text. regional dan global. indeks. Sub sistem lain seperti OPAC dan sirkulasi berinteraksi dengannya dalam menyediakan layanan automasi. Layanan informasi referens dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam bentuk digital yang dikemas dalam CD-ROM dan akses informasi ke jaringan luar (LAN. Katalog perpustakaan elektronik adalah jantung dari sebuah sistem perpustakaan yang terautomasi. Dengan begitu diharapkan agar para pustakawan mahir dalam penggunaan teknologi informasi sehingga mereka dapat membantu pengguna perpustakaan dalam menemukan informasi yang diperlukan. inter-library loan • Pengelolaan penerbitan berkala • Penyediaan katalog (OPAC) • Pengelolaan anggota Bagaimana mengenai Layanan Referens ? Layanan referens tidak termasuk dalam bagian yang terintegrasi dari suatu sistem automasi perpustakaan. namun yang lebih penting adalah penyediaan teknologi informasi yang digunakan dalam layanan referens. Peranan Katalog dalam Automasi Perpustakaan Katalog adalah keterangan singkat atau wakil dari suatu dokumen. reserve.penerapan TI dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan Perpustakaan Digital. Peran Internet • Untuk mengakses infrormasi multimedia dalam resource internet. implementasi. • Faham akan proses evaluasi software sejalan dengan proposal sebelum menentukan sebuah sistem • Faham akan dan bisa mengapresiasi pentingnya pelatihan untuk staf dan keterlibatan mereka dalam . sumber daya manusia dan infrastruktur peralatan teknologi informasi yang mendukung keduanya. Cakupan dari Automasi Perpustakaan • Pengadaan koleksi • Katalogisasi. Sebuah sistem katalog yang dirancang dengan baik merupakan faktor kunci keberhasilan penerapan automasi perpustakaan. 11. Kedua fungsi penerapan teknologi informasi ini dapat terpisah maupun terintegrasi dalam suatu sistem informasi tergantung dari kemampuan software yang digunakan. Internet) Peran CD-ROM • Mempercepat akses informasi multi media baik itu berupa abstrak.

Konsultasikan dengan pengguna untuk menentukan kebutuhan.seluruh proses kerja Unsu-unsur Automasi Perpustakaan Dalam sebuah sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa unsur atau syarat yang saling mendukung dan terkait satu dengan lainnya. Pendapat lain mengatakan bahwa komputer hanya sebuah komponen fisik dari sebuah sistem komputer yang memerlukan program untuk menjalankannya. Masukan dari masing-masing staf harus dikumpulkan untuk menjamin kerjasama mereka. Adanya staf yang bertanggung jawab adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain dan menghindari dampak buruk yang mungkin timbul. Kecenderungan dari perangkat lunak sekarang mampu diaplikasikan dalam berbagai sistem operasi. dapat dioperasikan secara bersama-sama (multi. teknisi dan adminsitrator sistem harus diidentifikasikan dan dilatih sesuai bidang yang akan dioperasikan. kemampuan mengelola data yang lebih handal. Tenaga-tenaga inti yang dilatih untuk menjadi operator. Apa misi organisasi tersebut? Apa kebutuhan informasi mereka ? Seberapa melek komputerkah mereka? Bagaimana sikap mereka ? Apakah pelatihan dibutuhkan? Itu adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab dalam mengembangkan sebuah sistem automasi perpustakaan. Untuk mendapatkan software kini sudah banyak tersedia baik dari luar maupun dalam . Perangkat Keras (Hardware) Komputer adalah sebuah mesin yang dapat menerima dan mengolah data menjadi informasi secara cepat dan tepat. Pengguna (users) Pengguna merupakan unsur utama dalam sebuah sistem automasi perpustakan. Namun perlu hati-hati terhadap penilaian keliru yang dilakukan oleh pengguna mengenai kebutuhan dan persepsi tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh suatu sistem komputer . Staf yang bersangkutan harus dilibatkan mulai dari tahap perencanaan dan pelaksanaan sistem. Kebutuhan dapat dirincikan terlalu banyak atau terlalu sedikit dan kadang-kadang persepsi bisa juga keliru. 13. 3. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komputer adalah sebuah alat dimana kemampuanya sangat tergantung pada manusia yang mengoperasikan dan software yang digunakan. Kecenderungan perkembangan komputer : • Ukuran fisik mengecil dengan kemampuan yang lebih besar • Harga terjangkau (murah) • Kemampuan penyimpanan data berkapasitas tinggi • Transfer pengiriman data yang lebih cepat dengan adanya jaringan Dalam memilih perangkat keras yang pertama adalah menentukan staf yang bertanggung jawab atas pemilihan dan evaluasi hardware sebelum transaksi pembelian. Perangkat Lunak (Software) Perangkat lunak diartikan sebagai metode atau prosedur untuk mengoperasikan komputer agar sesuai dengan permintaan pemakai.user). Dalam pembangunan sistem perpustakaan hendaknya selalu dikembangkan melalui konsultasi dengan penggunapenggunanya yang meliputi pustakawan. Automasi Perpustakaan baru bisa dikatakan baik bila memenuhi kebutuhan pengguna baik staf maupun 12.kebutuhan mereka. 2. mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu bersamaan (multi-tasking). anggota perpustakaan. unsur-unsur atau syarat tersebut adalah : 1. Hal lain adalah adanya dukungan teknis serta garansi produk dari vendor penyedia komputer. Tujuan daripada sistem automasi perpustakaan adalah untuk memberikan manfaat kepada pengguna. staf yang nantinya sebagai operator atau teknisi serta para anggota perpustakaan.

jaringan telepon atau radio. dan sejenisnya • Protokol komunikasi yang digunakan • Menentukan staf yang bertanggun jawab . dokumentasi yang relevan serta pemeliharaan. inventarisasi. Sekelompok besar pengguna biasanya menjustifikasikan layanan dukungan pelanggan sebagai hal yang subtansial. Spesifikasi perangkat keras harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan minimum operasi perangkat lunak. sirkulasi. karena diperlukan banyak pelatihan dan pemecahan masalah sebelum sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. panel distribusi. Network Interface Card ( LAN Card terminal kabel (Hub). Sipisis di IPB. 14. Memilih dan membeli perangkat lunak merupakan suatu proses tersedianya dukungan pemakai. • Kapasitas : mampu menyimpan data dengan jumlah besar dengan kemampuan temu kembali yang cepat. 15. Salah satu cara untuk memastikan dukungan pelanggan adalah memilih perangkat lunak yang digunakan oleh sejumlah perpustakaan. Sistem Informasi Perpustakaan ini difungsikan untuk pekerjaan operasional perpustakaan. software harus • Sesuai dengan keperluan • Memiliki ijin pemakaian • Ada dukungan teknis. Hal yang harus diperhatikan dalam membangun jaringan komputer adalah : • Jumlah komputer serta lingkup dari jaringan (LAN. Komponen perangkat keras jaringan antara lain : komputer sebagai server dan klien. Kriteria Penilaian Software Suatu software dikembangkan melalui suatu pengamatan dari suatu sistem kerja yang berjalan. modem. Selain itu.negeri dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan dan harga yang bervariasi. Beberapa criteria untuk menilia software adalah sebagai berikut : • Kegunaan : fasilitas dan laporan yang ada sesuai dengan kebutuhan dan menghasilkan informasi tepat pada waktu (realtime) dan relevan untuk proses pengambilan keputusan. • Keandalan : mampu menangani operasi pekerjaan dengan frekuensi besar dan terus-menerus. • Menentukan staf yang bertanggungjawab atas pemilihan dan evaluasi software. Masih banyak lagi perguruan tinggi dan institusi pengembang software yang mengembangkan SIP dengan kemampuan yang tidak kalah sip. katalogisasi. pengguna dapat saling membantu dalam pemecahan masalah. • Ekonomis : biaya yang dikeluarkan sebanding untuk mengaplikasikan software sesuai dengan hasil yang didapatkan. mulai dari pengadaan. pengelolaan terbitan berkala. keanggotaan. Menentukan Software • Membangun sendiri • Mengontrakan keluar • Membeli software jadi yang ada di pasaran Pilihan apapun yang dijatuhkan. kabel. 4. dan pekerjaan lain dalam lingkup operasi perpustakaan. WAN) • Lokasi dari hardware : komputer. Di perpustakaan software yang dikenal antara lain CDS/ISIS. • Sederhana : menu-menu yang disediakan dapat dijalankan dengan mudah dan interaktif dengan pengguna • Fleksibel : dapat diaplikasikan di beberapa jenis sistem operasi dan institusi serta maupun memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. pelatihan . untuk menilia suatu software tentu saja banyak kriteria yang harus diperhatikan. WINISIS yang mudah didapat dan gratis freeware dari Unesco atau dari beberapa perguruan tinggi sekarang telah banyak membuat dan mengembangakan sistem perpustakaannya sendiri seperti SIPUS 2000 di UGM. Network / Jaringan Jaringan komputer telah menjadi bagian dari automasi perpustakaan karena perkembangan yang terjadi di dalam teknologi informasi sendiri serta adanya kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya bersama melalui teknologi. OPAC.

Data terbentuk dari karakter. dan sebagainya. penerbit. penerbit. angka. karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model sistem informasi; dengan begitu. Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi.dalam pembangunan jaringan. Standar basis data katalog Kerjasama antar perpustakaan secara elektronik telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang telah memungkinkan untuk itu dan didasari adanya kebutuhan untuk menggunakan sumber daya bersama. Model dasar sistem informasi Data Pengolaha n Informasi Gambar 2. pengertian dari beberapa definisi tersebut bahwa metadata adalah sebagai bentuk pengindentifikasian.) atau bahasa Inggris (title. 5. Gambar 1. Sering data katalog dalam perpustakaan tidak menggunakan standar. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya. pengarang. kerjasama dapat dilakukan jika masing-masing perpustakaan itu memiliki kesamaan dalam format penulisan data katalog data. dapat berupa alfabet. Model Pengembangan Sistem Informasi Penyimpanan Masukan Pengolahan Keluaran 16. Pekerjaan konversi data merupakan hal yang membosankan dan memakan banyak waktu. file dan database. $ dan /. Bagaimana dengan bahasa pengantar cantuman katalog itu sendiri? Informasi judul jelas harus diisi sesuai dengan judul koleksi yang bersangkutan. 17. bagaimana kita memberi nama pada kolom-kolom isian. dengan Bahasa Indonesia (judul. mengolah data tersebut sesuai instruksi. penjelasan suatu data. Definisi metadata sangat beragam ada yang mengatakan “data tentang data” atau “informasi tentang informasi”. atau diartikan sebagai struktur dari sebuah data. bytes. subyek dan sebagainya. Perpustakaan sudah lama menciptakan metada dalam bentuk pengkatalokan koleksi . Bentuk tukar-menukar maupun penggabungan data katalog koleksi adalah suatu hal yang sudah biasa terjadi dalam perpustakaan. Data Data merupakan bahan baku informasi. records. fakta. dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas. hal ini banyak terjadi karena kurangnya pemahaman akan manfaat standar penulisan data. Metada . Data disusun mulai dari bits. Pertemuan-pertemuan mungkin perlu sering diadakan diantara anggotaanggota jaringan perpustakaan untuk menentukan standar-standar dan prosedurprosedur yang digunakan bersama.)? Bagaimana dengan koleksi yang berpengantar bahasabahasa lain seperti Arab. maupun simbol khusus seperti *. pengarang. Dicontohkan metadata dari katalog buku terdiri dari : judul. benda. dsb. Kebanyakan perpustakaan mengkoleksi materi yang menggunakan bahasa pengantar berbeda-beda. dan mengeluarkan hasilnya. kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data baru maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya. Persoalan yang sering dihadapi dalam kerjasama tukar-menukar atau penggabungan data adalah banyaknya data yang ditulis dengan suka-suka yaitu tidak memperhatikan standar yang ada. publisher etc. China atau Korea ? Metadata Metada merupakan istilah baru dan bukan merupakan konsep baru di dunia pengelola informasi. author. fields. Persoalan lain dalam standardisasi format penulisan data katalog adalah bahasa. tindakan. Bagaimana dengan kolom subjek dan kata kunci? Haruskah diisi dengan bahasa nasional (Bahasa Indonesia untuk perpustakaan di Indonesia) atau dengan bahasa internasional (Bahasa Inggris)? Lebih jauh lagi.

format. Semantik atau arti kata yang mudah dikenali secara umum. laporan. Contributor : orang atau badan yang ikut menciptakan sumber informasi 7. tesis dan disertasi (baik diterbitkan ataupun tidak).yang biasa digunakan di perpustakaan adalah Marc dan Dublin Core. Date : tanggal penciptaan sumber informasi 8. Manual Manual atau biasa disebut prosedur adalah penjelasan bagaimana memasang. Standar metadata katalog perpustakaan ini dikembangkan pertama kali oleh Library of Congress. sumber informasi 10. Dublin Core terdiri dari 15 unsur yaitu : 1. Keberhasilan ini membuat negara lain turut mengembangkan format MARC sejenis bagi kepentingan nasionalnya masingmasing. data penerbitan dan deskripsi fisik. dan terbitan berseri (SE) termasuk; Buku Pamflet. c. misalnya berupa abstrak. Identifier : nomor atau serangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasian sumber informasi. Relation : hubungan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi lainnya. Metadata Dublin Core memiliki beberapa kekhususan sebagai berikut: a. manuskrip (AM). Dublin Core Dublin Core merupakan salah satu skema metadata yang digunakan untuk web resource description and discovery. Expandable memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Atlas. Indomarc menguraikan format cantuman bibliografi yang sangat lengkap terdiri dari 700 elemen dan dapat mendeskripsikan dengan baik kebanyakan objek fisik sumber pengetahuan. Language : bahasa yang intelektual yang digunakan sumber informasi 13. 14. durasi. daftar isi atau uraian 5. Subject : pokok bahasan sumber informasi. Source : rujukan ke sumber asal suatu sumber informasi 12. peta dan sebagainya 9. biasanya dinyatakan dalam bentuk kata kunci atau nomor klasifikasi 4. Rights : pemilik hak cipta sumber informasi 6. Type : jenis sumber informasi. alamat situs 11. Publisher : orang atau badan yang mempublikasikan sumber informasi 6. dan Jurnal Buku Langka. judul. seperti jenis monograf (BK). menjalankan suatu perangkat keras atau perangkat lunak. Description : keterangan suatu isi dari sumber informasi. Coverage : cakupan isi ditinjau dari segi geografis atau periode waktu 19. catatan. Format : bentuk fisik sumber informasi. Memiliki deskripsi yang sangat sederhana b. sebuah format untuk tukar-menukar informasi bibliografi melalui format digital atau media yang terbacakan mesin (machine-readable) lainnya. Informasi bibliografi biasanya mencakup pengarang. Contoh URL. ukuran. INDOMARC Machine Readable Cataloging (MARC) merupakan salah satu hasil dan juga sekaligus salah satu syarat penulisan katalog koleksi bahan pustaka perpustakaan. informasi dalam web. format LC MARC ternyata sangat besar manfaatnya bagi penyebaran data katalogisasi bahan pustaka ke berbagai perpustakaan di Amerika Serikat. 15. nover. Creator : pencipta sumber informasi 3. Gagasan membuat standar baru agaknya dipengaruhi oleh rasa kurang puas dengan standar MARC yang dianggap terlalu banyak unsurnya dan beberapa istilah yang hanya dimengerti oleh pustakawan serta kurang bisa digunakan untuk sumber 18. Prosedur merupakan aturan-aturan yang harus diikuti bilamana menggunakan perangkat keras dan . Title : judul dari sumber informasi 2. Format INDOMARC merupakan implementasi dari International Standard Organization (ISO) Format ISO 2719 untuk Indonesia. Elemen Dublin Core dan MARC intinya bisa saling dikonversi. menyesuaikan. Skripsi. subyek. Lembar tercetak.

administrator • Sosialisasi Operasional • Sistem siap digunakan. Manual harus dibaca dan dimengerti walau serumit apapun. proses dan output • Spes. Manual / prosedur dapat juga mencakup kebijakan-kebijakan khususnya dalam lingkungan jaringan dimana pemasukan dan pengeluaran data membutuhkan format komunikasi bersama. Untuk memastikan adanya keberhasilan dalam automasi perpustakaan dibutuhkan kerjasama yang optimal dan berkelanjutan 21. sumber daya • Analisa kebutuhan • Analisa sistem berjalan Disain • Menyusun logika kerja sistem • Disain data. perbaikan Training • Training : staf. .perangkat lunak. diantara pengguna sehingga tercipta kepuasan diantara pengguna. jaringan klien server • Dokumentasi Uji coba • Tes sistem keseluruhan • Evaluasi. Perlu tersedianya staf (pustakawan. Tahap Hasil Persiapan • Definisi masalah • Maksud dan tujuan • Kerangka kerja • Perkiraan waktu dan biaya Survei • Analisa kond. • Disain input. relasi. • Bantuan teknis • Pengembangan lebih lanjut Kesimpulan Unsur dan syarat automasi perpustakaan ada banyak. peralatan yang diperlukan Pembangunan • Pembuatan program aplikasi. operator. table. Seluruh anggota staf harus mengerti tentang sistem automasi perpustakaan. database. teknisi/administrator) yang terlatih. suatu penilain mendalam mengenai kebutuhan-kebutuhan pengguna harus dilakukan sebelum rencana detail untuk automasi dilakukan. pustakawan berharap terlalu banyak dari sistem ini dan oleh karenannya merasa kecewa bilamana sistem tersebut tidak bekerja seperti yang diharapkan. Biasanya. • Instalasi software. Materi TOT Technologi Information & Communication oleh Unesco dan Pusnas RI di Yogyakarta 1999 2. Banyak peripheral perangkat keras maupun sistem tidak berjalan dengan optimal karena dokumentasi yang tidak memadai atau pengguna tidak mengerti manual yang disediakan. Konsep. Desain dan Implementasi Perpustakaan Elektronik : Integrasi Perpustakaan Terotomasi dan Perpustakaan Digital Untuk Perpustakaan Nasional di Indonesia Oleh: Ismail Fahmi 3. teknisi.operator. Model Implementasi Protokol OAI dalam IndonesiaDLN dan Hubungannya dengan Digital Library di Luar Negeri oleh Rurie Muharto. Manual adalah kunci bagi kelancaran sistem. Daftar Pustaka 1. Tahapan Membangun Sistem AP 20. Pertemuan-pertemuan mungkin perlu sering diadakan diantara anggotaanggota jaringan untuk menentukan standar-standar dan prosedur-prosedur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful