P. 1
Strategi Pengajaran Pendidikan Agama Islam

Strategi Pengajaran Pendidikan Agama Islam

|Views: 327|Likes:
Published by Zank Yahya Hiday

More info:

Published by: Zank Yahya Hiday on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2014

pdf

text

original

Strategi Pengajaran Pendidikan Agama Islam

Strategi pengajaran pendidikan agama Islam sebagai salah satukomponen sistem pengajaran merupakan suatu strategi yang menjelaskantentang komponen-komponen umum dari suatu set bahan pengajaranpendidikan agama Islam, dan prosedur-prosedur yang akan digunakan secarabersama dengan bahan-bahan tersebut untuk mencapai tujuan pengajaran yangtelah ditetapkan secara efektif dan efisien.Mengapa kegiatan pengajaran pendidikan agama Islam disebut sistem?Berikut ini akan diuraikan terlebih dahulu mengenai sistem pengajaran.Secara umum istilah sistem berarti kejadian atau cara yang terorganisasi danterdiri atas bagian-bagian yang lebih kecil serta seluruh bagian-bagian tersebutsecara bersama-sama berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu dan disebutsistem bila memenuhi kriteria tertentu.a. Dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil.b. Setiap bagian tersebut mempunyai fungsi tersendiri.c. Seluruh bagian itu melakukan fungsi secara bersama.d. Fungsi bersama yang dilakukannya mempunyai suatu tujuan tertentu.Berdasarkan pada pengertian di atas, maka kegiatan pengajaranpendidikan agama Islam dikatakan suatu sistem. Karena kegiatan pengajarantersebut memiliki komponenkomponen sistem yang secara bersama berfungsiuntuk mencapai tujuan, yakni tujuan pengajaran pendidikan agama Islam. Lebih lanjut lagi, bahwa kegiatan pengajaran pendidikan agama Islamsebagai proses merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponenkomponenlainnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah strategipengajaran.Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa program pendidikan agamaadalah merupakan suatu sistem serta sistem-sistem tersebut memiliki beberapakomponen sistem meliputi di antaranya metode, t e n a g a p e n g a j a r , anak didik,dan lain-lain sebagainya Diterbitkan di: 21 Agustus, 2011 Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2202950-strategi-pengajaranpendidikan-agama-islam/#ixzz1huiH3gUm

Ringkasan MAteri Perencanaan Sistem PAI
PERENCANAAN SISTEM PAI TINJAUAN UMUM TENTANG PERENCANAAN A. Pengertian Perencanaan Banyak pengertian perencanaan yang dikemukakan oleh para ahli. Mereka mendefinisikannya secara berbeda-beda. Di antara pengertian tersebut adalah sebagai berikut. 1. “The process of setting goals, developing strategies, and outlining tasks and schedules to accomplish the goals” (Planning adalah proses menetapkan tujuan, mengembangkan strategi, dan menguraikan tugas dan jadwal untuk mencapai tujuan). 2. Proses menyeleksi dan menghubungkan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasikan dan mempormulasikan hasil yang diinginkan 3. Proses menghubungkan antara apa yang ada sekarang dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas program, dan alokasi sumber 4. Suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. 5. Perencanaan juga dapat dimaknai sebagai proses mempersiapkan kegiatankegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. 6. Perencanaan sebagai perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, dimana, dan bagaiman melakukannya. 7. Perencanaan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang menyangkut hal-hal yang akan dikerjakan di masa datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. 8. Perencanaan adalah suatu proses penyiapan seperangkat keputusan untuk dilaksanakan pada waktu yang akan datang , dalam rangka mencapai sasaran tertentu.

spasial. Masing-masing dimensi tersebut adalah sebagai berikut. meski masih bersifat umum. bagaimana dan mengapa. regional (berskala daerah atau wilayah). bersifat prospektif. 4. 1. Perencanaan dari dimensi tingkatan teknis perencanaan Dalam demensi ini kita mengenal istilah (a) perencanaan makro (b) perencaan mikro (c) perencanaan sektoral (d) perencaan kawasan dan (e) perencaan proyek. dimana. Perencanaan dari dimensi waktu Dari demensi waktu perencanaan mencakup. perencanaan tata ruang dan tata tanah (pemanfaatan fungsi kawasan tertentu). (b) Perencanaan jangka menengah (medium term planning) berjangka 3 sampai 8 tahun. Perencanaan dimensi jenis Perencanaan dari dimensi ini meliputi . merupakan penjabaran dan uraian rencana jangka panjang. (c) Perencanaan jangka pendek (short term planning) berjangka 1 tahunan disebut juga perencanaan jangka pendek tahunan (annual plan) atau perencanaan operasional tahuanan (annual operational planning) 2. dan tingkatan dan teknis perencanaannya. yang satu dengan lainnya saling terkait dan berinteraksi. idealis dan belum ditampilkan sasaran-sarana yang bersifat kualitatif. (a) Perencanaan dari atas ke bawah (top down planning).B. yakni perencanaan operasional kebijakan yang dapat menjawab siapa melakukan apa. (b) perencanaan dari bawah ke atas (bottom up planning). 3. Sudah ditampilkan sasaran-sasaran yang diproyeksikan secara kuantitatif. (a) Perencanaan jangka panjang (long term planning) berjangka 10 tahun keatas. Perencaan dari dimensi spasial Perencanaan ini terkait dengan ruang dan batas wilayah yang dikenal dengan perencanaan nasional (berskala nasional). (c) perencanaan . Jenis Perencananan Berdasar Dimensi Kegiatan perencanaan memiliki ruang lingkup yang sangat luas terkait dimensi waktu.

Pemilihan berbagai alternatif terbaik 3. dibuat oleh pejabat bersama dengan pejabat bawah diluar struktur (d) perencanaan mendatar (horizontal planning). Urutan Langkah Perencanaan Secara umum perencanaan memiliki tata urutan langkah sebagai berikut: 1. 3. Membantu manager menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan 6. atau nilai kepentingannya sebagai berikut: 1. Standar pelaksanaan dan pengawasan 2.menyerong ke samping (diagonal planning). Penyusunan skala prioritas. Tujuan harus jelas dan realistis 2. menengah dan panjang. Urgensi dan Manfaat Perencanaan Perencanaan memiliki urgensi. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi 5. Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan 5. Merumuskan bagaimana masalah-masalah tersebut akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan itu akan diselesaikan 4. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan 4. baik sasaran maupun kegiatan 4.(f) perencanaan gabungan atas ke bawah dan bawah ke atas (top down and button up planning). Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait 7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti Sedangkan manfaat dari perencanaan adalah sebagai berikut: . Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan 3. yaitu perencanaan lintas sektoral oleh pejabat selevel (e) perencanaan menggelinding (rolling planning) berkelanjutan mulai rencana jangka pendek. untuk mengakomodasi kepentingan pusat dengan wilayah/daerah.

Tinjauan Konsep 1. Pengertian Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Islam adalah segala usaha untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumber daya insani yang ada padanya menuju terbentuknya manusia paripurna (insan kamil) sesuai dengan norma Islam . 3.1. 2. 7. Memberikan batas wewenang dan tanggung jawab bagi seluruh pelaksana 6. 4. Organisasi memperoleh standar sumber daya terbaik dan mendayagunakan sesuai tugas pokok fungsi yang telah ditetapkan. Memungkinkan untuk terpeliharanya persesuaian antara kegiatan internal dengan situasi eksternal 8. dan satu dengan lainnya saling pengaruh mempengaruhi dalam mencapai tujuan. Menghindari pemborosan PERENCANAAN SISTEM PAI A. Memberikan pegangan dan menetapkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Menjelaskan dan merinci tujuan yang ingin dicapai 2. Menjadi rujukan anggota organisasi dalam melaksanakan aktivitas yang konsisten prosedural sesuai dengan tujuan 5. Memonitor dan mengukur berbagai keberhasilan secara intensif sehingga bisa menemukan dan memperbaiki penyimpangan secara dini. saling berinteraksi. Pendidikan sebagai sebuah sistem berarti satu kesatuan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pengertian Sistem Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait.

Dalam maknanya yang lebih teknis PAI bermakna pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan formal. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki pengertian yang lebih khusus dan sempit. yaitu pertama. Dengan demikian Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu komponen dari Pendidikan Islam. terinci dan memuat segala uraian. Aqidah. Ruang lingkup PAI di sekolah meliputi. ia juga menjadi nomenklatur dari mata pelajaran. penghayatan dan pengamalan siswa terhadap ajaran agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang bertaqwa kepada Allah serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi. realistis dan praktis. termasuk di dalamnya perencanaan PAI di sekolah. bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Tujuan PAI di sekolah. Perencanaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah 1. bahan.Sedangkan PAI berbeda dengan Pendidikan Islam. dalam perencanaan hendaknya mengutamakan aspek kesederhanaan. Ia berarti usaha yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagamaan subjek didik agar lebih mampu memahami. perlu dikemukakan beberapa persyaratan dalam membuat perencanaan. Sebelum dikemukakan lebih jauh tentang perencanaan Pendidikan Agama Islam. perencanaan PAI hendaknya memperhatikan dan didasarkan kepada tujuan yang jelas. Kedua. klasifikasi kegiatan dan rangkaian kegiatan sehingga memudahkan . 4. Pengertian Perencanaan Sistem Pendidikan Agama Islam (PAI) Dari uraian di atas dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan perencanaan sistem PAI adalah proses merencanakan dan menetapkan tujuan. pemahaman. Ibadah. 3. Al-Qur'an Hadits. Tarikh/Sejarah Islam B. meningkatkan keimanan. Akhlaq. menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Ketiga. langkah-langkah pelaksanaan (termasuk di dalamnya pelaksana dan metode) serta evaluasi pendidikan agama Islam di sekolah.

Perencanaan Pembelajaran (PAI) Untuk melaksanakan pembelajaran di kelas termasuk pembelajaran PAI. 41 Th. kreativitas. Silabus berfungsi sebagai acuan untuk penyusunan dan pengembangan RPP. memperhatikan fleksibilitas sehingga mudah beradaptasi dengan keadaan. Acuan Standar Proses Penyusunan RPP merupakan salah satu persyaratan yang harus ditempuh oleh seorang guru dalam mengajar. kebutuhan dan kondisi dan situasi. Dengan menyusun RPP berarti dia telah memenuhi standar proses pembelajaran yang ditentukan oleh Permendiknas No. guru harus mempersiapkan segala hal yang berkenaan dengan proses pembelajaran di kelas tersebut. agar terarah pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan. pelaksanaan proses pembelajaran. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. C. inspiratif.pelaksanaan serta memedomaninya. penilaian hasil pembelajaran. Keempat. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. minat. menantang. menghindari duplikasi dalam pelaksanaannya. Kelima. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. menyenangkan. Sedangkan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Tanpa perencanaan tentunya guru tidak dapat maksimal dalam melaksanakan pembelajaran dan akan mempengaruhi ekfektifitas pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. RPP disusun untuk dijadikan acuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Perencanaan Proses Pembelajaran terdiri dari dua hal penting: Silabus dan RPP. Yang tercakup dalam standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah adalah perencanaan proses pembelajaran. Persiapan pembelajaran di kelas secara umum dirumuskan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dan pengawasan proses pembelajaran. Komponen RPP adalah : . dan kemandirian sesuai dengan bakat.

Kegiatan pembelajaran a. serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Metode pembelajaran Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. . Materi ajar Materi ajar memuat fakta. 4. Kompetensi dasar Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. program/program keahlian. meliputi: satuan pendidikan. mata pelajaran atau tema pelajaran. dan keterampilan. 9. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur. semester. dan prosedur yang relevan. prinsip. 2. Tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. jumlah pertemuan. 5. 6. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. yang mencakup pengetahuan. sikap. dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. 7. sikap.1. Alokasi waktu Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. Indikator pencapaian kompetensi Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik. Standar kompetensi Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan. konsep. 3. kelas. Identitas mata pelajaran Identitas mata pelajaran. 8. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

emosi. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. potensi. pengayaan. kegiatan pembelajaran. penilaian dan refleksi. kebutuhan khusus. serta materi ajar. motivasi belajar. 2. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP 1. minat. kecepatan belajar. indikator pencapaian kompetensi. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin. c. inspiratif. kemampuan awal. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan. nilai. dan semangat belajar. inisiatif. 4. kegiatan pembelajaran. bakat. inspirasi. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan tindak lanjut. dan konfirmasi. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. kreativitas. 5. menyenangkan. penguatan. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca. 10. dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman . latar belakang budaya. dan indikator pencapaian kompetensi. dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. norma. minat. dan/atau lingkungan peserta didik. Penilaian hasil belajar Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. pemahaman beragam bacaan. elaborasi. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. umpan balik.b. tingkat intelektual. menantang. 11. KD. Mendorong partisipasi aktif peserta didik Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi. kreativitas. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif. penilaian. 3. kemandirian. gaya belajar. kemampuan sosial. Keterkaitan dan keterpaduan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK. dan remedi. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. materi pembelajaran. minat.

Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua). Kata kerja operasional (KKO) Indikator dibuat dengan urutan tingkatan berpikir dari yang mudah ke yang sulit atau sukar. Masters thesis. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi. dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam KD tidak lain adalah tanda-tanda. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik. dan tindakan. Pencapaian kompetensi dasar tersebut ditandai dengan perubahan perilaku yang dapat diukur/diamati yang mencakup sikap. keterpaduan lintas mata pelajaran. Karena penanda maka kata kerja operasional dalam indikator harus dapat diukur. Fatmawati (2010) Strategi Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Materi Pendidikan Agama Islam. IAIN Sunan Ampel. Kontinuitas. Karena penanda maka indikator dirumuskan dengan kata kerja yang menunjukkan perilaku yang dapat diukur. Dalam mengembangkan indikator dapat mempertimbangkan Taxonomi Bloom. lintas aspek belajar. Semakin terinci indikator maka akan semakin menandai ketercapaian komptetensi. dari yang dekat ke jauh. PDF Download (31Kb) | Preview .belajar. Idealnya tingkat kata kerja yang digunakan dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK. Relevansi. Dalam pengembanganya didasarkan pada beberapa prinsip. PENGEMBANGAN INDIKATOR Indikator adalah penanda dari pencapaian kompetensi dasar. Urgensi. Urutan tersebut tidak ideal jika dibalik. 6. perilaku atau tingkah laku dan lainnya untuk pencapaian kompetensi. dan keragaman budaya. yakni kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diamati. sistematis. dari yang sederhana ke yang kompleks. dan keterampilan. dan dari konkrit ke abstrak. Strategi Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Materi Pendidikan Agama Islam Fatmawati. Yakni kemampuan dalam aspek sikap. pengetahuan. dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. pikir. Sebaiknya KKO dalam indikator diurutkan berdasar tingkat kesukaran.

penyampaian materi tidak harus berceramah cukup menjelaskan secara singkat. 3. kesimpulan dan verifikasi data untuk mengambil kesimpulan dari strategi pembelajaran kontekstual. display data untuk membuat pertanyaan. walaupun terdapat sedikit hambatan. Pelaksanaan pembelajaran kontekstual PAI agar tidak monoton atau membosankanselalu dimulai pelajaran dengan memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan untuk merangsang pengetahuan siswa dari pengalaman yang telah diketahui. jelas. padat dan terarah yang selanjutnya siswa yang mengembangkan. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Agar meningkatkan pembelajaran PAI guru harus melibatkan siswa dalam suasana pengajaran PAI. Kualitatif deskriptif fenomenologi adalah metode yang digunakan peneliti untuk meneliti suatu kelompok masyarakat agar memperoleh gambaran secara sistematis. faktual dan akurat yang berhubungan dengan fenomena pada masa sekarang.Preview Abstract Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan strategi pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan materi PAI. 2. Sumber data penelitian primer dan skunder. Dependabilitas untuk menilai kualitatif ini bermutu. Setelah itu konfirmabilitas dengan berbagai pihak. Hasil penelitian bahwa secara umum pelaksanaan pembelajaran kontekstual sudah berjalan dengan baik. siswa yang awal masuk belum bisa membaca al-quran dengan benar sekarang sudah bisa melafalkan alquran dengan tajwidnya dan seterusnya. Dari segi psikomotoriknya sudah tuntas ada peningkatan materi PAI baik dari bidang studi alquran hadits. Untuk strategi pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan materi PAI belum efektif ini bisa dilihat dari ketuntasan belajar PAI dari segi kognitif secara keseluruhan belum tuntas dari cara penyampaian materi yang masih melihat buku teks serta melihat catatan rangkuman. Bidang studi aqidah akhlak siswa yang berangkat sekolah tanpa dengan mengucapkan salam sekarang . Di analisis melalui reduksi data untuk memilih topik. Pengecekan keabsahan data berdasarkan kredibilitas data yang diteliti peneliti apa sesuai dengan kejadian. 1. Triangualasi data sesuai dengan sumbernya.

Dan dari bidang studi SKI.sunan-ampel. Bidang studi fiqh.ac. Item Type: Thesis (Masters) Subjects: L Education > LB Theory and practice of education Divisions: Postgraduate Program > Master Progran in Islamic Education Depositing User: Isna Fistiyanti Date Deposited: 05 Nov 2010 09:28 Last Modified: 05 Nov 2010 09:28 URI: http://eprints. berdo’a untuk dirinya dan orang tuanya dan seterusnya.id/id/eprint/209 .siswa yang awal masuk MAN tidak pernah sholat sekarang ada peningkatan sholat 5 waktu serta sholat sunnah (dhuha) dan seterusnya.lebih baik lagi dengan mencium tangan orang tua.

Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Kesimpulan Picture and Picture Langkah-langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Menyajikan materi sebagai pengantar Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis 5. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4.Model-Model Pembelajaran yang Efektif Ditulis pada 22 November 2009 Examples Non Examples Langkah-langkah : 1. 4. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. 3. 2. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai .

Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Kesimpulan/rangkuman Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Tanggapan dari teman yang lain.7. Sementara pendengar :   Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 1. Kesimpulan COOPERATIVE SCRIPT Skrip kooperatif : Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Siswa dibagi dalam kelompok. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. 2. Bertukar peran. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 3. Serta lakukan seperti diatas. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Penutup KEPALA BERNOMOR STRUKTUR Langkah-langkah : .

Guru menyajikan pelajaran 3. 7. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Jika perlu. 2. Memberi evaluasi 6. 3. .1. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. suku. jenis kelamin. Siswa dibagi dalam kelompok. 1. SIKES. 8. 4. BLANEY. STEPHEN. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. 5. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. dll) 2. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. Kesimpulan JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (ARONSON. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 3. 4. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 2. 1978) Langkah-langkah : 1. Kesimpulan STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) Langkah-langkah : 1. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi Guru memberi evaluasi Penutup 6. AND SNAPP. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok.

2. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. tugas. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Guru menyajikan materi sebagaimana biasa Untuk mengetahui daya serap siswa. kemudian berganti peran. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan ARTIKULASI Langkah-langkah : 1. 2. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. pemecahan masalah. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 4. Kesimpulan/penutup MIND MAPPING Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. dll. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3. bentuklah kelompok berpasangan dua orang Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. jadwal. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. 4.PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) : (PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) Langkah-langkah : 1. Begitu juga kelompok lainnya 5. 3. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru . pengumpulan data. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 5. hipotesis.) 3. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7.

Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra.6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru MAKE – A MATCH : MENCARI PASANGAN (Lorna Curran. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra 2. 1994) Langkah-langkah : 1. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. Berawal dari kegiatan tersebut. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan. 5. Guru memimpin pleno kecil diskusi. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 2. Kesimpulan/penutup THINK PAIR AND SHARE (FRANK LYMAN. Siswa diminta untuk berpikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. Sementara siswa menyampaikan gagasannya. Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa 6. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Setelah selesai membaca materi. Demikian seterusnya 8. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap . Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. 4. Guru memberi kesimpulan 7. Penutup DEBATE Langkah-langkah : 1. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. 1985) Langkah-langkah : 1. Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4.

6. guru mengajak kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. Dari data-data yang diungkapkan tersebut. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang 4. Penutup TALKING STICK Langkah-langkah : 1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan 2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM 3. . 8. Guru memberikan kesimpulan secara umum 10. Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain 4. ROLE PLAYING Langkah-langkah : siswa membuat 1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen 2. Setelah selesai ditampilkan. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan 7. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai 5. Guru menyiapkan sebuah tongkat 2. Evaluasi 11. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan 6. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi. Setelah selesai diskusi. Penutup GROUP INVESTIGATION Langkah-langkah : 1. juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok 6. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan 7. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan 5. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok 3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya 9. masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok. Evaluasi 8.

siswa menutup bukunya. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya 4. 3. Penutup STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya . SNOWBALL THROWING Langkah-langkah : 1. kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian 7. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. Guru memberikan kesimpulan 6. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit 6. 2. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok 5. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya). demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 5. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi 3. Evaluasi 7. Penutup BERTUKAR PASANGAN Langkah-langkah : 1. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Evaluasi 8.3. 5. setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain. 4. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan 2. 4. Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya.

kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salah diisi tanda silang (x) Siswa yang sudah mendapat tanda Ö vertikal atau horisontal. EXPLICIT INTSRUCTION STEVENS. 6. Penutup COURSE REVIEW HORAY Langkah-langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. DEMONSTRATION (Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen) Langkah-langkah : 1. 5. 3. 7. 8. 4. siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan. 4.Langkah-langkah : 1. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. 1986) (PENGAJARAN LANGSUNG) (ROSENSHINA & . 4. 6. 5. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa. Guru membuat kesimpulan. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi Memberikan kesempatan siswa tanya jawab Untuk menguji pemahaman. 2. 3. 2. 7. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep. atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh Penutup 6. 5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 3.

Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar 2. 3. Penutup INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE (LINGKARAN KECIL-LINGKARAN BESAR) OLEH SPENCER KAGAN “Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. 5. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan 4. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. 4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok 5. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran 3.Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah Langkah-langkah : 1. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. menghadap ke dalam 3. 1995) Langkah-langkah : 1. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur” Langkah-langkah : 1. Guru membuat kesimpulan bersama 6. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen 2. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan Membimbing pelatihan Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan : COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS (STEVEN & SLAVIN. 5. 2. Demikian seterusnya TEBAK KATA MEDIA : . Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas 4.

Guru Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan. 2. 2. 3. Langkah-langkah : 1. Sementara siswa membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10×10 cm. Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen. . 4. Guru menyajikan materi secukupnya. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. 2. Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai. 4. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi ± 45 menit. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga. Dan seterusnya CONTOH KARTU Perusahaan ini tanggung-jawabnya tidak terbatas Dimiliki oleh 1 orang Struktur organisasinya tidak resmi Bila untung dimiliki. Guru menyuruh siswa berdiri berpasangan di depan kelas 1.diambil sendiri NAH … SIAPA … AKU ? JAWABNYA : PERUSAHAAN PERSEORANGAN CONSEPT SENTENCE Langkah-langkah : 1. 3.Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak. Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi ataudiselipkan di telinga.

Jika ada cukup ruang mereka bisa berjajar di depan kelas. 3. Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL) 2. Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh Guru. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan.5. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. 7.? 1. Demikian seterusnya giliran bicara bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan TARI BAMBU Agar siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dalam waktu singkat secara teratur strategi ini cocok untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar siswa Caranya? 1. Setiap bebicara satu kupon. . Kemungkinan lain adalah siswa berjajar di sela-sela deretan bangku. Kesimpulan. 5. Dan seterusnya KELILING KELOMPOK Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya Caranya…………. untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali Langkah-langkah : 1. Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya 2. 6. Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. TIME TOKEN (ARENDS 1998) Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. Cara yang kedua ini akan memudahkan pembentukan kelompok karena diperlukan waktu relatif singkat. Separuh kelas atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak berdiri berjajar . Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan. Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan 1. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis. 4.

Jajaran ini kemudian bergeser. Abied. dari sebuah tempat paling indah di dunia. Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi sinformasi. Pergeseran bisa dilakukan terus sesuai dengan kebutuhan DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) SPENCER KAGAN 1992 Memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainnya. dua orang dari masing-masing menjadi tamu kedua kelompok yang lain 3. Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama 3. Siswa bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) orang 2. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka 4. Kemudian satu atau dua siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya. Caranya : 1. Salam … . Setelah selesai. 4.2. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka Saya. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain 5. Dengan cara ini masing-masing siswa mendapat pasangan yang baru untuk berbagi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->