BAB 1 : PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR ANTROPOLOGI Arti Ilmu Antropologi Antropologi berasal dari bahasa Yunani, yakni

antropos berarti manusia dan logos berarti studi. Maka Antropologi adalah suatu ilmu atau studi yang didasarkan pada rasa ingin tahu akan umat manusia dan karya-karyanya. Dalam kaitannya sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia, antropologi seolah-olah mencakup suatu daftar dengan ilmu-ilmu lain seperti: sosiologi, psikologi, ilmu politik, ekonomi, sejarah, biologi manusia, filsafat, dan sastra. Namun pada hakekatnya, antropologi mempunyai sesuatu yang merupakan ciri khas tersendiri dan memungkinkannya mempertahankan identitasnya semenjak dimunculkannya selama kurang lebih seratus tahun yang lalu. Istilah antropologi sering dicampuradukkan dengan istilah-istilah lain yang dianggap sama, padahal ada perbedaan maksud dan pengertiannya. Istilah-istilah itu antara lain: 1. Ethnography Ethnography berarti pelukisan atau tulisan tentang bangsa-bangsa. Istilah ini umum digunakan di Eropa Barat untuk menyebut bahan keterangan dalam karangan-karangan tentang masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa. Ethnography lazim dipakai untuk menyebut bagian dari ilmu antropologi yang bersifat deskriptif. 2. Ethnology Ethnology berarti ilmu bangsa-bangsa. Istilah ini sudah mulai ditinggalkan, hanya di Amerika dan Inggris masih dipakai untuk menyebut suatu bagian dari antropologi yang khusus mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah perkembangan kebudayaan manusia. 3. Volkerkunde (Volkenkunde) Volkerkunde berarti ilmu bangsa-bangsa, istilah yang digunakan di Eropa Tengah hingga kini. 4. Kulturkunde Kulturkunde berarti ilmu kebudayaan. 5. Anthropology Anthropology berarti ilmu tentang manusia. Dahulu istilah ini dipergunakan dalam arti yang berbeda, antara lain ilmu tentang ciri-ciri tubuh manusia dan ilmu anatomi. 6. Cultural Anthropology Cultural Anthropology merupakan lawan dari physical anthropology, karena ilmu ini tidak mempelajari manusia dari sudut fisiknya. Sekarang istilah ini dipakai secara resmi oleh Universitas Indonesia menjadi antropologi budaya. 7. Social Anthropology Social Anthropology merupakan sub bagian dari ilmu antropologi. Ruang lingkup Antropologi Pada umumnya, masyarakat menganggap bahwa seorang ahli antropologi adalah penjelajah pelosok-pelosok dunia yang belum dikenal, yang mencari sisa-sisa fosil kehidupan manusia pada masa lampau. Namun sesungguhnya ilmu antropologi memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Ilmu antropologi dimaksudkan sebagai ilmu yang khusus dan langsung menyoroti manusia dari segala

zaman. Para ahli antropologi berusaha mendalami manusia melalui pendekatan perbandingan, maupun pendekatan historis terhadap kebudayaan manusia. Segi yang menonjol dari ilmu antropologi ialah pendekatan secara menyeluruh (holistik), bukan pendekatan yang mengkhusus (atomistik). Dengan pendekatan secara menyeluruh, para ahli antropologi tidak hanya mempelajari bermacam jenis manusia saja, tetapi mereka juga mempelajari semua aspek pengalaman-pengalaman manusia. Ruang lingkup penelitian antropologi berubah dari masa ke masa dan berbeda antara negara yang satu dengan negara lainnya. Hal ini mungkin karena disesuaikan dengan tujuan penelitian tersebut. Oleh karena itu, kita perlu memahami sejarah perkembangan antropologi pada setiap fase. Sejarah Perkembangan Ilmu Antropologi a. Ilmu antropologi pada fase ke I (sebelum 1800) Sejarah ilmu antropologi pada tahap awalnya berupa kisah perjalanan, laporan-laporan catatan dari orang-orang Eropa yang mengunjungi daerah Afrika, Asia pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya. Para musafir Eropa itu mengabadikan adat istiadat, bentuk-bentuk masyarakat, dan ciri-ciri tubuh bangsa Asia melalui catatan-catatannya. Kisah laporan tersebut oleh Koentjaraningrat dibagi menjadi 5 golongan pengarang, yaitu: 1) Karangan-karangan buah pena para mudafir 2) Karangan-karangan buah pena para pendeta nasrani 3) Karangan-karangan buah pena para pegawai bahasa 4) Karangan-karangan buah pena para penyelidik alam 5) Karangan-karangan buah pena para pegawai pemerintah jajahan Pada umumnya pelukisan-pelukisan mengenai masyarakat dan kebudayaan bangsa Asia, Afrika itu disebut etnografi. Dari sudut ilmu antropologi budaya modern, lukisan-lukisan kebudayaan asing itu merupakan lukisan-lukisan tanpa keahlian (unprofessional). Biasanya karangan-karangan ini banyak mengandung kelemahan, antara lain : a) Susunan keterangan yang meloncat-loncat dan tidak disusun menurut objeknya b) Hanya mencatat hal-hal yang tampak aneh oleh pengarangnya c) Hanya mencatat unsur-unsur lahir saja, kurang memperhatikan dasar kebudayaannya d) Sering kurang jelas tempatnya di daerah bersangkutan Perhatian kaum terpelajar di Eropa Barat terhadap bangsa-bangsa lain dimulai sejak abad 18. Perhatian mereka didorong oleh keanehan bahan etnografi dari 5 golongan karangan di atas. Bahkan pada awal abad 19 pehatian mereka terhadap antropologi semakin besar. Jadi dapat disimpulkan bahwa periode akhir abad 15 hingga permulaan abad 19 merupakan fase awal perkembangan ilmu antropologi, yang berawal dari penghimpunan karangan-karangan para musafir Eropa yang pergi ke Afrika, Asia, dan AS. b. Ilmu Antrpologi Fase ke II Perhatian kaum terpelajar Eropa pada pertengahan abad ke 19 terpusat pada himpunanhimpunan kisah perjalanan yang diwujudkan ke dalam karangan-karangan. Karangan-karangan tersebut berisi teori besar-besaran tentang evolusi masyarakat dan kebudayaan manusia yang ditulis oleh para ahli hukum atas dasar cara berfikir evolusionisme.

Pada tahun 1860-1890. Wilken telah mengembangkan teori evolusionisme untuk menyelidiki kebudayaan masyarakat Indonesia. Karena dengan penguasaan daerah jajahan ini berarti akan ada komunikasi langsung antara penjajah dengan masyarakat terjajah. tetapi juga masyarakat Eropa sendiri. menjadi bagian penting dari bidang antropologi. Selain itu. berkembang pula evolusi dari religi manusia yang dikembangkan oleh E. Antropologi mempelajari pengaruh Eropa terhadap masyarakat dan kebudayaan di luar Eropa. teori-teori dalam karangannya dapat di golongkan menjadi 5 golongan. Di Inggris misalnya. Ilmu Antropologi pada fase ke IV (setelah tahun 1930) Dalam fase ke IV ini. Proses-proses difusi. Tahun 1870. antropologi menjadi ilmu yang sangat praktis bagi kolonial dalam mempelajari masyarakat dan kebudayaan di luar Eropa. Sedangkan di AS lebih digunakan istilah acculturation. Taylor dengan teorinya : “Teori Taylor tentang Animisme”.A.B.. d. . Ia adalah tokoh yang melahirkan ilmu antropologi di Indonesia. ilmu antropologi berupa suatu ilmiah yang akademis. ilmu antropologi mulai tampak di dunia ilmiah.Di samping teori tentang evolusi manusia. antropologi bermaksud menyelidiki sebanyak mungkin tentang masyarakat manusia. Adanya antipati terhadap kolonialisme (b). Ilmu Antropologi pada fase ke III (sekitar tahun 1900) Pada abad ini ilmu antropologi menjadi penting semenjak bangsa-bangsa Eropa berhasil menguasai daerah-daerah jajahan di Afrika dan Asia. Darwin yang berjudul : The Origin of Species 1859 menyebabkan cara berfikir evolusionisme banyak digunakan dalam gelanggang ilmiah ini. Dengan demikian. sebagai hasil dari pertemuan antara bangsa-bangsa Eropa dan di luar Eropa. Adanya perluasan penyelidikan ilmu antropologi . yang mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif. dengan maksud untuk mendapatkan suatu pengertian tentang tingkat yang kuno dalam sejarah evolusi kebudayaan manusia. Terbitnya karangan C. akulturasi. Dalam fase perkembangan yang ke II ini. penyelidikan proses perpaduan antara berbagai kebudayaan di sebut culture contact. Secara garis besar. yaitu : 1) Evolusi masyarakat manusia 2) Animisme 3) Totemisme 4) Dasar-dasar upacara berkorban 5) Asal dari adat mutilasi c. Mulai terpengaruhnya bangsa-bangsa asli oleh kebudayaankebudayaan Ero-Amerika. Lapangan penyelidikannya pun tidak hanya terbatas pada masyarakat di luar Eropa. dan untuk mengetahui kelakuan manusia pada umumnya. seorang sarjana Belanda kelahiran Manado 1847 bernama G. berarti : 1) Pertambahan bahan pengetahuan yang lebih teliti 2) Kemajuan metode-metode ilmiahnya Perubahan-perubahan lapangan studi antropologi disebabkan oleh dua aspek : (a). anggapan-anggapan tentang evolusi kebudayaan mulai berkuasa di pusat-pusat ilmiah Eropa dan AS.

Engels ilmu antropologi Uni Soviet membahas tingkat-tingkat evolusi masyarakat. b. Dalam fase ke IV ini. c. Negara-negara bekas jajahan Inggris (India) Dikenal sebagai ilmu praktis yang membahas kehidupan masyarakat di India yang memiliki keberagaman budaya di wilayahnya yang luas. Para ahli di uni soviet mengumpulkan bahan tentang aneka warna bentuk masyarakat dan kebudayaan suku-suku asli mereka sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengembangkan saling pengertian antara suku-suku yang beraneka warna itu. g. di India antropologi dan sosiologi bukanlah dua ilmu yang berbeda. f. Indonesia Ilmu antropologi di Indonesia masih bersifat merdeka. manusia sebagai makhluk biologi 2) Sejarah dan persebaran kebudayaan-kebudayaan 3) Dasar-dasar dari kebudayaan dalam masyarakat Aliran-aliran dalam Antropologi Aliran-aliran dalam antropologi dapat digolongkan berdasarkan berbagai universitas di beberapa negara di mana ilmu antropologi berkembang. Marx dan F. karena ilmu antropologi masih bertujuan untuk mencapai pengertian tentang sejarah penyebaran dari kebudayaan-kebudayaan dari seluruh umat manusia di muka bumi ini. tetapi hanya berupa dua metode yang menjadi satu. mencapai perkembangan yang paling penting terutama di Amerika Serikat. sehingga masih bisa mengkombinasikan unsur-unsur dari berbagai aliran dari antropologi yang paling cocok dengan kemasyarakatan Indonesia. namun setelah daerah jajahan tersebut merdeka para sarjana Inggris mulai memperhatikan berbagai masalah yang lebih luas mengenai dasar-dasar masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. antara lain : a. Uni Soviet Perkembangan ilmu antropologi di uni soviet tidak begitu dikenal oleh pusat-pusat penelitian lainnya karena uni soviet seolah-olah mengisolasikan diri dari dunia luar.Tujuan antropologi pada fase ini. antropologi telah mencapai suatu pengertian dalam segi-segi : 1) Sejarah terjadinya . Inggris Mula-mula antropologi digunakan untuk keperluan pemerintah jajahannya. Eropa Utara Eropa Utara juga mempelajari daerah-daerah di benua-benua luar Eropa. Sehingga dicapai pengertian tentang dasar-dasar dari anekawarna bentuk masyarakat dan kebudayaan manusia pada masa sekarang ini. Suatu hal yang menarik adalah. d. Tetapi keistmewaan mereka terletak pada hasil-hasil penelitian mereka terhadap kebudayaankebudayaan suku-suku bangsa Eskimo. Berdasarkan konsep K. . Eropa Tengah Sifat antropologi pada bagian negara ini masih seperti berada pada fase keduanya. Namun kenyataannya perkembangan ilmu antropologi di sana sangat besar. e. Amerika Serikat Universitas-universitas di Amerika Serikat telah berhasil mengembangkan ilmu antropologi seluas-luasnya dengan mengintegrasikan metode antropologi dari berbagai fase.

penyebaran. Masalah perkembangan. Kuncoroningrat. dan penyebaran anekawarna bahasa manusia di dunia 4. ilmu antropologi terbagi dalam 5 bidang. Masalah peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat. Masalah kepribadian bangsa. Spesialisasi Antropologi . Masalah nilai universal dari konsep-konsep psikologi. Studi klasifikasi dari pada varietas manusia 3. pembidangan antropologi dapat terbagi menjadi 3. ternyata konsep psikologikal hanya berlaku untuk masyarakat Ero-Amerika dan tidak mempunyai nilai universal. Azas-azas kebudayaan manusia dalam kehidupan semua suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi Sehubungan dengan pengkhususan tersebut ilmu antropologi juga mengenal ilmu-ilmu bagian. yaitu: a. pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dari suku-suku bangsa di dunia. dipandang dari ciri-ciri tubuh 3. yakni : 1. yaitu: 1. d. perkembangan. Penyelidikan atas kehidupan bangsa-bangsa yang dinamakan primitif Sedangkan menurut ahli antropologi Indonesia Dr. Etnologi adalah ilmu mengenai azas-azas manusia dengan mempelajari kebudayaankebudayaan dari sebanyak mungkin suku yang tersebar di dunia. Konsep psikologi digunakan untuk mendeskripsikan kepribadian bangsa dengan lebih cermat 2. Masalah sejarah asal perkembangan manusia secara biologis 2. Penelitian seperti itu dimulai karena timbulnya perhatian terhadap tiga macam masalah. b.Objek dan Pembagian Antropologi Menurut Ralph Linton. Menurut para ahli antropologi. sehingga konsep psikologi diperlukan untuk memahami seluk-beluk kelakuan dan tindakan tiap individu tersebut. Studi tentang asal mula manusia 2. e. yakni sekitar tahun 20-an telah berkembang suatu ilmu bagian baru. Etnolinguistik atau antropologi linguistik adalah suatu ilmu yang penelitiannya berupa daftar-daftar kata-kata. Baik ciri secara lahir (fenotip) seperti warna kulit ataupun ciri genotip seperti golongan darah. Prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi dalam zaman sebelum manusia mengenal huruf. Paleo antropologi adalah ilmu yang meneliti asal-usul evolusi manusia dengan mempergunakan fosil-fosil manusia dari zaman dahulu. yakni : 1. 3. Masalah sejarah asal. Masalah ini mulai dipelajari ketika banyak tindakan individu yang menyimpang dari adat istiadat umum. ialah ilmu etnopsikologi. Sehingga perlu penelaahan lebih dalam mengenai ilmu ini. c. Etnopsikologi adalah penelitian-penelitian antropologi yang dalam analisanya banyak mempergunakan konsep psikologi. Antropologi fisik adalah ilmu antropologi yang mempelajari sejarah terjadinya beragam jenis manusia dipandang dari ciri-ciri tubuhnya. Sekitar setengah abad yang lalu. dan terjadinya anekawarna kebudayaan manusia di dunia 5. Sejarah terjadinya keberagaman manusia.

D. penghimpunan modal. Penelitian mengenai masalah latar belakang sosial budaya dari penyakit-penyakit jiwa. Mempelajari hal-hal yang bersangkutan dengan pembangunan masyarakat desa. 2. dsb. Meneliti masalah pendidikan di negaranegara berkembang. 5.1. Hubungan antara Antropologi dan Ekonomi Kedua ilmu ini saling mengisi saat dilakukan penelitian yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan sistem nilai budaya dalam sebuah komnitas masyarakat. Hubungan antara antropologi dan sosiologi Antropologi dan sosiologi memiliki metode yang berbeda dalam hal pengumpulan data. Hubungan antara Antropologi dan Anatomi Seorang sarjana antropologi fisik yang mengkhususkan pada ciri-ciri ras dunia sangat membutuhkan ilmu anatomi. 5. sistem produksi dan pemasaran. 3. dll. 4. Hubungan antara Antropologi dan Hukum Adat Ilmu Antropologi banyak membantu memberikan keterangan mengenai hukum adat yang terdapat di suatu daerah. 3. 6. persaingan dan kerjasaman antar partai-partai politik. begitu sebaliknya. Hubungan antara Antropologi dan Psikologi Keduanya memiliki persamaan dalam tujuannya untuk menyelami alam jiwa dan akal manusia. 2. sedangkan sosiologi menggunakan metode kuantitatif. Antropologi Penduduk (Population Anthropology). Antropologi Politik (Political Anthropology). 7. kedua ilmu ini sama-sama menpelajari masyarakat dan kebudayaan. Hubungan Antara Ilmu Antropologi dengan Ilmu-ilmu sosial dan Humanitas 1. Sumber sejarah banyak membantu antropologi. Namun. Menyelami kejadian-kejadian dan gejala politik. karena ilmu antropologi cenderung mengabadikan setiap kebudayaankebudayaan yang ada. Antropologi Pendidikan (Educational Anthropology). Hubungan antara Antropologi dan Sejarah Kedua ilmu ini saling mengisi baik dari segi metode maupun segi penyediaan sumbernya. antropologi cenderung menggunakan metode kualitatif. 7. . Meneliti masalah penduduk dunia. 4. masalah sikap petani terhadap teknologi baru. 6. Antropologi Pembangunan (Development Anthropology). pengerahan tenaga. Antropologi Kesehatan (Medical Anthropology). Membahas gejala-gejala ekonomi pedesaan. Antropologi untuk psikiatri (Anthropology in mental health). Hubungan antara Antropologi dan Geologi Digunakan untuk menentukan bekas peninggalan kebudayaan purba dalam lapisan-lapisan bumi. Meneliti dan memberi data mengenai konsepsi dan sikap penduduk desa terhadap kesehatan. Antropologi Ekonomi (Economic Anthropology).

ketika seorang petani terpaksa beralih profesi menjadi nelayan dikarenakan keadaan tanah yang kurang baik untuk bercocok tanam. Namun untuk melangsungkan kebudayaan. Maka pada hakekatnya kebudayaan itu mempunyai dua segi. pendukungnya harus lebih dari satu orang. maupun rumah untuk berteduh. dan penyempurnaan. Segi Kerohanian. serta kemampuan untuk belajar demi bertahan hidup. Saat manusia merasa terancam. tidak akan ada kebudayaan jika tidak ada pendukungnya. Sedangkan tumbangnya kebudayaan karena kebudayaan lain dikarenakan suatu kebudayaan dipaksakan pada sekelompok masyarakat. yaitu dari lingkungan masyarakat itu. yaitu: a. maka mereka tidak akan menggunakan insting menyerang layaknya hewan. Sebab yang berasal dari dalam. yang meliputi segala benda ciptaan manusia. Sebab dari alam misalnya. Lain halnya dengan sebab dari luar. B. yakni : a. Dengan kata lain. yang sesungguhnya bertujuan mempermudah manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya itulah yang dinamakan kebudayaan. bahkan harus lebih dari satu turunan. Segi Kebendaan. Kebudayaan lama yang mungkin hilang atau ditinggalkan bisa disebabkan oleh alam. maka ada kebudayaan. Manusia tidak bisa disamakan dengan hewan karena manusia di anugerahi Tuhan akal dan fikiran. kebudayaan merupakan suatu hal yang harus diteruskan kepada orang sekitar maupun keturunan. Sebab yang berasal dari luar. Sebab dari luar ini mampu menimbulkan kegoncangan dalam persatuan masyarakat dan kebudayaan. yaitu dari masyarakat pendukungnya sendiri b. Ada manusia. Hal ini disebabkan karena kebudayaan itu selalu sesuai dan seimbang dengan masyarakatnya. Begitu pula saat manusia merasa lapar. Hubungan antara Masyarakat dengan Kebudayaan Manusia dan kebudayaan merupakan suatu kesatuan yang amat erat. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN Manusia dengan segala unsahanya untuk memperbaiki kedudukan di alam sekitar sesuai dengan kebutuhan menyebabkan kebudayaan selalu mengalami perubahan. Perubahan kebudayaan itu diakibatkan oleh dua macam sebab. Segala ciptaan manusia ini.BAB 2 : HUBUNGAN ANTARA KEBUDAYAAN DENGAN MANUSIA A. C. Dengan demikian kebudayaan masyarakat setempat sebagai petani harus ditinggalkan demi bertahan hidup. Tetapi manusia dengan segala kelebihannya akan membuat alat-alat tertentu untuk mempertahankan hidupnya. Kelebihan yang dilimpahkan kepada manusia untuk dapat mengajar. diajar dan belajar memungkinkan kebudayaan itu dapat berlangsung turun-temurun. Hubungan antara Manusia dengan Kebudayaan Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Sebab yang berasal dari dalam tidak mengakibatkan perubahan yang begitu besar terhadap kebudayaan. maupun dari kebudayaan lain. sehingga masyarakat harus lekas menyesuaikan diri dengan menerima kebudayaan yang baru guna memenuhi keperluan hidup. tambahan. jala untuk mencari ikan. Mereka akan membuat tombak untuk berburu. dan b. terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan. .

Sehingga Sejarah Kebudayaan semakin condong untuk menjadi Sejarah Kesenian. peninggalan harta kerohanian hanya dapat kita tangkap jika kita berhadapan langsung dengan orang yang hidup pada masa lampau. Sejarah Kebudayaan Indonesia. Peninggalan harta kebendaan dapat kita teliti dan selidiki karena berwujud dan dapat diraba. Sebaliknya. Kemustahilan tersebut menyebabkan satu-satunya jalan agar kita dapat mengenal harta peninggalan kerohanian adalah melalui tulisan-tulisan atau catatan yang sampai kepada kita. Hal ini menyebabkan kita harus pandai memilah mana yang menjadi ciri suatu masa. memilah mana yang baik dan mana yang buruk. pada khususnya. D. dapat dibagi menjadi 4 masa. maka semakin banyak pula bahan-bahan yang ditinggalkan. ialah: 1) Jaman Prasejarah 2) Jaman Purba 3) Jaman Madya 4) Jaman baru (modern) . Sejarah kebudayaan masa lampau dapat di telaah melalui peninggalan-peninggalan yang terdiri atas harta kebendaan dan kerohanian.Namun sesungguhnya kebudayaan asli tidak akan mudah luntur jika kita mampu mengolah kebudayaan asing dengan baik. Semakin dekat kepada jaman kita sekarang ini. SEJARAH KEBUDAYAAN Kebudayaan yang ada sekarang ini adalah hasil dari pertumbuhan dan perkembangan di waktu yang lalu. Adapun yang lain dari biasa itu terutama sekali adalah hasil-hasil kesenian. agar kemudian kebudayaan baru tersebut dapat sesuai dengan sifat kebudayaan kita sendiri.

Warisan sosial inilah yang mendorong manusia dapat menciptakan kebudayaan. Keempat unsur dari isi kebudayaan itu adalah: 1.BAB III : KEBUDAYAAN A. Unsur Kebudayaan Ralph Linton membagi isi kebudayaan menjadi 4 kategori. yang harus didapat melalui proses belajar dan semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Pranarka unsur-unsur kebudayaan universal tersebut meliputi 7 satuan dasar kebudayaan. Koentjaraningrat memberikan penjelasan akan kebudayaan sebagai berikut: Kebudayaan itu keseluruhan dari kelakuan dan hasil kelakuan manusia yang teratur. kebiasaan. dan tanggapan bersyarat. Unsur Universal Unsur-unsur universal meliputi ide. Koentjaraningrat. Unsur Alternative Adalah unsur-unsur yang hanya dinikmati oleh individu tertentu dan malahan asing sama sekali bagi semua anggota masyarakat. Unsur-unsur yang tergolong universal adalah penggunaan bahasa tertentu. yaitu wujud fisik dan wujud yang ada diluar jangkauan fisik. namun pada dasarnya kebudayaan adalah suatu adat kebiasaan atau hasil karya manusia. Arti Kebudayaan Ada banyak ahli yang mendefinisikan arti dari kebudayaan. B. 2. 3. Wujud Kebudayaan Menurut Ralph Linton. 4. pola pakaian. yaitu: a) Sistem religi b) Sistem Kemasyarakatan c) Sistem Pengetahuan d) Sistem Bahasa e) Sistem Kesenian f) Sistem Ekonomi g) Sistem Teknologi C. yaitu warisan umum dan warisan khusus. wujud kebudayaan ada dua macam. Kluckhohn. yaitu: . Unsur-unsur yang bisa didapati dalam semua kebudayaan di dunia ini disebut unsur-unsur kebudayaan universal. Unsur Individual Popularities Adalah unsur-unsur yang hanya dialami oleh individu-individu tertentu. Ia membagi warisan sosial menjadi dua bagian. Menurut C. dan AMW. Sedangkan Koentjaraningrat membagi wujud kebudayaan menjadi 3 kelompok. Sebuah unsur tidak selalu dapat dikatakan universal di semua tempat. Unsur Specialities Adalah unsur-unsur kebudayaan yang hanya dinikmati oleh sebagian anggota masyarakat saja. dan perumahan dalam lingkungan sebuah suku. Sedangkan Ralph Linton pernah menjelaskan kebudayaan sebagai suatu warisan sosial (social heredity).

Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitet kelakuan manusia di dalam masyarakat (sistem sosial). Faktor saling kontak antar bangsa-bangsa dengan berbagai kebudayaan c. D. Kebudayaan selalu berubah Kebudayaan tidaklah bersifat statis. suatu kebudayaan pasti akan berubah dengan berlalunya waktu. 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kebudayaan a. ia selalu berubah. 2. Tanpa adanya gangguan yang disebabkan oleh masuknya unsur budaya asing sekalipun. maupun pada lingkungan sosialnya. Unsur-unsur di dalam kebudayaan itu demikian eratnya sehingga seakan-akan merupakan suatu kesatuan yang harmonis. Proses terbentuknya Kebudayaan Kebudayaan merupakan suatu kesatuan dari berbagai unsur. Alasan kedua bahwa kebudayaan merupakan suatu integrasi ialah karena kebudayaan yang unsur-unsurnya bertentangan satu sama lain akan sulit diterima oleh masyarakat dan mustahil untuk mempertahankan secara bersamaan unsur yang bertentangan tersebut. tidak dapat diraba dan lokasinya ada pada alam pikiran dari warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Begitu juga ketika datang unsur baru dapat menggoncangkan seluruh susunan kebudayaan. karena kebudayaan itu melengkapi manusia dengan cara-cara penyesuaian diri pada kebutuhan-kebutuhan fisiologis dari badan mereka sendiri dan penyesuaian pada lingkungan yang bersifat fisik-geografis. Faktor lingkungan geografis b. Difusi dan Acculturasi Kebudayaan Indonesia . Wujud kebudayaan fisik. Karena kebudayaan mewujudkan suatu integrasi. Kebudayaan itu merupakan struktur yang tersusun rapi di mana suatu komponen tertentu mempunyai hubungan yang sangat erat dengan banyak komponen lain. dapat diobservasi.1. 2. maka perubahan pada satu unsur sering menimbulkan pantulan yang dahsyat dan kadang-kadang pantulan itu terjadi pada bidangbidang yang sama sekali tidak disangka semula. 3. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide. Penyebab perubahan kebudayaan bisa berasal dari beberapa aspek. Faktor ras (induk bangsa) 2. 3. Wujud kebudayaan ini bersifat abstrak. seperti lingkungan yang berubah sehingga memerlukan adaptasi kebudayaan yang baru. Hilangnya satu unsur kebudayaan akan menimbulkan akibat-akibat yang tidak baik bagi unsur yang lain. Kebudayaan dapat disesuaikan Kebudayaan dikatakan bersifat adaptif. Kebudayaan merupakan suatu integrasi Ahli Antropologi menduga bahwa kebudayaan merupakan suatu integrasi karena unsurunsur budaya ditemui dalam kaitan yang berhubungan bila ditempatkan dalam keadaan yang bersamaan. dan didokumentasikan. E. Sistem sosial ini konkret. yakni berupa benda-benda. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan adalah lebih dari sekedar kumpulan acak-acakan dari kebiasaan-kebiasaan atau norma-norma. gagasan. Beberapa Anggapan Dasar Mengenai Kebudayaan 1. dan nilai.

a) Diffusi “Penyebaran suatu unsur kebudayaan yang terbatas”. yakni dasar-dasar kebudayaan dirusak/dihancurkan oleh unsur-unsur kebudayaan asing. atau padang rumput yang luas. Persamaan ini disebabkan karena tingkatan-tingkatan evolusi dari unsur kebudayaan itu sama. yakni masuknya suatu kebudayaan asing tanpa unsur paksaan. 3. 2. . unsur tersebut mungkin mengalami tingkatan evolusi yang sama. Blonk membagi tingkat atau bentuk kebudayaan materi menjadi beberapa golongan. Bangsa Pemelihara Ternak. Dr. Bangsa Petani. b) Acculturasi Jika kebudayaan telah mempengaruhi kebudayaan lain dengan sangat meresap dan ekstensif. maka kejadian tersebut dapat disebut akulturasi. 3. ditandai dengan masyarakatnya yang sudah mulai bercocok tanam dan menetap. hidup pada zaman batu tua (neolitikum). Bangsa Pemburu. Persamaan juga mungkin disebabkan karena difusi unsur-unsur tersebut dari tempat penemuannya ke daerah-daerah lain. Proses Perubahan Kebudayaan dan Tingkatan Kebudayaan Manusia berbudaya karena mempunyai perasaan dan akal sehingga tidak mengherankan adanya kemajuan dalam tingkat budaya manusia di segala bidang. Para sarjana tertarik kepada adanya isi dan bentuk-bentuk unsur kebudayaan yang sama di daerah-daerah yang berbeda di dunia. 2. F. dapat dijumpai di daerah yang tandus. Ditinjau dari cara hidupnya. yakni : 1. A. hidup pada zaman batu tua dan hidupnya masih bergantung langsung pada alam. Jadi walaupun unsur kebudayaan ditemukan di tempat yang berbeda. b) Peperangan c) Disintegrasi. Dalam hal ini ada 2 pendapat: 1. Kebudayaan agak lebih maju. Penetration Pacifique Difusi dan akulturasi dapat terjadi dengan jalan : a) Penetration Pacifique (perembesan secara damai).

Suku (stam) d. tata tertib. Yang tergolong kesatuan genealogis antara lain: a. 3. Masyarakat Desa. Kerabat (famili) c. Adanya kerjasama dalam kelompok-kelompok Adanya kewajiban bertindak untuk kepentingan kesatuan (saling tolong menolong dalam kebaikan). Perasaan bersatu ini tergantung pada sebab-sebab dan dasar-dasar adanya persatuan itu. yakni apabila suatu golongan manusia hanya mementingkan keturunan dari satu pihak (unilateral) b) Kesatuan Territorial (kesatuan tunggal daerah) Anggota-anggotanya bersatu karena bertempat tinggal di suatu daerah yang sama. Struktur sosial masyarakat ini berdiri atas dasar prinsip-prinsip yang tertentu. Adanya kesatuan untuk tiap-tiap individu Kesatuan yang dimaksudkan di sini adalah perlu adanya peraturan tertentu. Proses Terbentuknya Masyarakat Sebuah masyarakat dapat terbentuk karena adanya kumpulan lebih dari satu keluarga yang hidup bersama dalam suatu daerah. Namun ada syarat dasar untuk membentuk suatu masyarakat manusia. antara lain: 1. yaitu kelompok-kelompok atau golongan-golongan manusia yang anggotaanggotanya merasa satu dengan sesamanya. Masyarakat teritorial ini sedikitnya dapat dibedakan menjadi 2 tipe. 2.BAB IV : MASYARAKAT A. dan harta benda sendiri. yaitu suatu daerah dimana hidup menggerombol segolongan manusia yang merupakan satu kesatuan dan mempunyai pemerintahannya sendiri. Bermacam-macam Kesatuan Sosial Di dalam masyarakat kita dapati bermacam-macam kesatuan sosial sebagai berikut: a) Kesatuan Genealogis atau kesatuan tunggal daerah Anggota-anggotanya disatukan oleh persamaan keturunan atau persamaan darah. yang dibatasi oleh batas-batas yang jelas (batas alam). B. Adanya tata tertib dalam pergaulan Bahwa masyarakat harus saling memperhatikan kelakuan anggotanya agar dapat mengadakan perbaikan terhadap anggota-anggota yang melakukan pelanggaran. Somah (batih) atau Keluarga b. yaitu: a. antara lain: Jenis Kelamin (sex) Usia (age) Daerah (lokacity) Kekeluargaan (kinship) a) b) c) d) Dalam semua masyarakat dapat kita temui kesatuan-kesatuan yang disebut kesatuan sosial (kesatuan masyarakat). demi menjaga keselamatan masyarakat. . Clan.

. yaitu orang yang mengakui anggota-anggota keluarga hanya menurut garis keturunan ibu saja. Kesatuan ini diikat oleh hubungan genealogis ataupun ikatan magis dan religius. Sistem Kekeluargaan Bilateral. Orang-orang tua (lansia) C. 2. Unilateral Matrilineal. c) Kesatuan Sacraal (kesatuan religius) Anggota-anggotanya bersatu karena ikatan gaib. orang menjadi anggota itu hanya jika mereka memiliki hubungan ikatan keturunan darah kelahiran dengan pihak ibu atau ayah saja. termasuk anggota keluarga besar ibu atau ayah itu. Penggolongan berdasarkan usia 1. Penggolongan berdasarkan jenis kelamin (sex) 1. tidak atas kemauan para anggotanya. kanak-kanak (anak-anak kecil) 2. yaitu: 1. e) Kesatuan/Penggolongan Lain a. b. adalah sebutan bagi orang yang mengaku anggota keluarga dari pihak ayah. Pemuda yang telah menikah 5. Golongan kaum lelaki 2. Yang termasuk gesellschaft adalah masyarakat modern. d) Kesatuan Campuran Anggota-anggotanya bersatu dengan lebih dari satu macam alasan. Penggolongan atas dasar proses pembentukan dan tujuan 1. b) Kekeluargaan Unilateral Dalam kekeluargaan unilateral. Uniateral. yaitu suatu daerah di mana hidup kelompokkelompok manusia yang masing-masing merupakan suatu kesatuan besar. 2. Patrilineal. Gesellschaft = Petembayan Terbentuk atas dasar kehendak dan perhitungan-perhitungan manusia sendiri karena persamaan kepentingan tujuannya. Anak (yang agak besar) 3. bahkan peperangan pun dikuasai oleh sesuatu yang gaib.b. Seperti perkawinan. Unilateral Patrilineal. Golongan kaum wanita c. Yaitu kesatuan yang timbul secara kodrat alam. Masyarakat lingkungan daerah. Gamenschaft. Contohnya suatu masyarakat memiliki persamaan dalam hal gen dan teritori. Kekeluargaan unilateral ada dua macam. aktivitas ekonomi. Anak dewasa (belum menikah) 4. paguyuban (kesatuan kodrat). kekerabatan. Sifat gaib (religius) dan suci tampak dengan diadakannya upacara-upacara (selamatanselamatan) dalam melakukan aktivitas tertentu. ikatan yang suci. dan Matrilineal a) Kekeluargaan Bilateral atau Parental Dalam kekeluargaan bilateral. siapa saja orangnya yang memiliki hubungan ikatan keturunan darah kelahiran dengan ibu atau ayah.

tujuan kerja lapangan adalah untuk memperkenalkan suatu perubahan tertentu pada cara hidup masyarakat. Para ahli antropologi menganggap mencampuri kehidupan orang lain tidak dapat dibenarkan. seperti saat suatu daerah mengalami bencana alam sehingga terpaksa mengubah kebiasaan hidup mereka. Beberapa sebabnya antara lain : a. Etika dalam Antropologi Terapan Versi terakhir kode etik antropologi terapan disahkan oleh Perkumpulan Antropologi Terapan pada tahun 1948. bagaimana menemukan penjelasan mengenai variasi-variasi yang ada dalam pola budaya manusia di dunia. apalagi berusaha untuk mengubah kebudayaannya. Berjanji untuk menjunjung tinggi martabat serta kesejahteraan umum anggota-anggota kelompok masyarakat yang ditelitinya. serta memberitahukan penelitiannya kepada teman-teman sejawat. Pada antropologi terapan. memberikan laporan yang terlalu teknis. Ahli antropologi terapan harus setuju untuk melaksanakan penyelidikan secara ilmiah. B. seperti: a. Harus memikul tanggung jawab atas akibat-akibat yang ditimbulkan oleh tindakantindakannya. C. Memang sejak waktu yang lama para ahli antropologi dan para adminstrator tidak pernah dapat bekerjasama dengan baik.BAB VI : ANTROPOLOGI TERAPAN A. Pengantar Antropologi Budaya adalah ilmu murni yang bertujuan memahami gejala-gejala budaya. Penerimaan Antropologi yang Diterapkan Dewasa ini hanya sedikit ahli antropologi yang melakukan kegiatan dalam antropologi terapan. Ilmu ini juga hendak diterapkan. d. Misalnya program bantuan teknis dari badan-badan seperti UNESCO. c. Keengganan dari para ahli antropologi untuk terlibat dalam perubahan yang direncanakan. Menekankan bahwa setiap ahli antropologi terapan harus merahasiakan nama para informannya. Kebudayaan selalu mengalami perubahan. Cabang ilmu antropologi yang mengkhususkan diri pada perubahan kebudayaan yang direncanakan disebut antropologi terapan (applied anthropology). Para administrator merasa bahwa para ahli antropologi bekerja lamban. b. Melalui suatu perencanaan. b. Para ahli antropologi pun memandang administrator sebagai birokrat-birokrat yang tak acuh yang hendak menerapkan perubahan dalam waktu singkat. secara tidak sengaja. merangkum kewajiban-kewajiban ahli antropologi. b. dsb yang turut melibatkan para ahli antropologi. . dan terlalu simpati terhadap masyarakat sasaran. yaitu untuk digunakan dalam pemecahan masalah-masalah yang dialami manusia. Perubahan kebudayaan tersebut dapat terjadi: a. Badan-badan internasional dan lembaga-lembaga pemerintah merasa tidak perlu berkonsultasi dengan ahli antropologi dalam melakukan suatu perubahan. Kode etik ini dimaksudkan untuk dijadikan pegangan agar seorang sarjana berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya.

Halangan Sosial. yakni: a. Namun pengetahuan yang mereka miliki terlalu sering digunakan untuk menekan kebutuhan dan keinginan dari penduduk bersangkutan. Contohnya saat dilakukannya suntikan pencegah penyakit. Menentukan Keuntungan-keuntungan Umum dari Perubahan Berencana Persoalan pertama yang dihadapi oleh antropologi terapan adalah bagaimana memutuskan apakah suatu perubahan yang direncanakan akan bermanfaat bagi penduduk. Halangan Budaya. Penolakan tersebut didasarkan pada tiga masalah. sikap dan kepercayaan yang dimiliki bersama dalam masyarakat b. Sekalipun akibatnya akan menguntungkan. G. namun perlu dipikirkan secara mendalam akibat-akibat dalam jangka panjang. namun tidak selalu mudah untuk mengajak mereka menerima suatu unsur baru ataupun mengubah cara-cara mereka yang lama. Biasanya kesulitan ini dialami saat dijalankannya perubahan terencana pada masyarakat berpendidikan rendah. Kesulitan-kesulitan dalam Menyelenggarakan Perubahan Terencana Kesulitan yang banyak dihadapi di banyak daerah adalah penduduk sasaran sering tidak menyadari masalah yang mereka hadapi. F. tetapi pekerjaan mereka menuntut agar mereka memahami dasar-dasar mengenai bangsa-bangsa. Dalam hal ini para petugas sulit untuk menjelaskan tujuan dan maksud dari perubahan tersebut dikarenakan masyarakat sulit menerima atau mengerti penjelasan petugas perencana. Mereka bukanlah ahli antropologi. yaitu bagaimana pandangan individu terhadap hal-hal baru. . E. Halangan Psikologi. D.Namun etika utama yang terpenting adalah apakah suatu proyek perubahan yang direncanakan sungguh-sungguh akan bermanfaat bagi penduduk sasaran. yakni dengan turunnya angka kematian. c. Penolakan terhadap Perubahan Terencana di Kalangan Penduduk Sasaran Meskipun penduduk sasaran sadar akan kemungkinan manfaat yang diakibatkan oleh perubahan yang diusulkan. Perkembangan Antropologi terapan Antropologi terapan mula-mula digunakan pejabat-pejabat dari beberapa negara besar di Eropa dalam pemerintahan kolonial masa itu. Contoh tersebut menunjukkan bahwa program perubahan berencana terkadang membuahkan kebaikan-kebaikan dalam jangka pendek. Tidak adanya kesadaran tersebut merupakan penghalang besar dalam menyelenggarakan perubahan terencana. sehingga antropologi terapan memulai karirnya dalam cara yang meragukan. Peningkatan jumlah jiwa yang selamat jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi bahan makanan tentu akan menyebabkan angka kematian kembali meningkat. Persoalan yang paling sukar dalam antropologi terapan ini adalah tuntutan untuk memperkirakan seluruh akibat yang mungkin timbul sebagai hasil dari program yang diusulkan itu. berkaitan dengan perilaku. timbul bila perubahan terencana tersebut menyangkut atau merubah pola-pola atau pranata-pranata tradisional yang dimiliki suatu masyarakat dimana inovasi hendak diterapkan. mungkin pula terjadi konsekuensi-konsekuensi yang tidak diperhitungkan.

Tentu saja ini berakibat fatal karena program yang dijalankan tidak akan berhasil. yakni teknik untuk proses baru yang seolah-seolah meningkatkan mutu hidup penduduk tetapi dalam kenyataannya tidak membawa perbaikan. yakni rasa kebanggaan yang berlebihan akan daerahnya sendiri. Pemaksaan kebudayaan ini disebabkan oleh perasaan etnosentrisme. mengingat keberhasilan suatu kebudayaan tidak sama di semua tempat. Selain itu jaringan pengaruh sangat berguna dalam menentukan bagaimana cara memperkenalkan program perubahan di daerah tersebut. Menemukan dan Mempergunakan Saluran Pengaruh Setempat Dalam merencanakan proyek yang meliputi kebudayaan baru.Halangan-halangan yang ada tidak hanya berasal dari masyarakat sasaran. tetapi prosedur yang dipilih oleh orang luar atau oleh pelaksana pembaruan juga mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap berhasil tidaknya suatu program. administrator proyek itu harus mengetahui jaringan-jaringan pengaruh yang umumnya terdapat pada rakyat yang akan jadi sasaran proyeknya. Walaupun pada kenyataannya kebiasaan tersebut belum tentu cocok untuk diterapkan pada masyarakat setempat. Salah satu program lanjutan yang dapat dilaksanakan adalah peningkatan keterampilan masyarakat setempat. H. namun belum tentu di negara lain seperti daerah-daerah Afrika menyukai makanan-makanan seperti itu. Misalnya masyarakat Amerika sangat menyukai dan merasa nyaman memakan makanan cepat saji. Yang harus dipahami adalah perlu adanya suatu program lanjutan yang efektif untuk setiap proyek yang dimulainya. . I. Bahaya dari Pembaruan Semu Perangkap lain yang harus diwaspadai dari pelaksana pembaruan kebudayaan adalah memperkenalkan pembaruan palsu. Orang-orang yang dianggap berpengaruh ini sangat penting dalam melancarkan program kerja yang diusulkan. karena masyarakat cenderung lebih percaya pada perkataan jaringan pengaruh ini daripada administrator yang menjadi pelaksana perkenalan unsur-unsur baru tersebut. J. hal tersebut tetap saja dipaksakan. Masalah Etnosentrisme Pelaksana-pelaksana program terencana terkadang memaksakan kebiasaan serta kebudayaan-kebudayaan mereka pada daerah sasaran.

curah hujan. Bahasa Deskripsi bahasa suku bangsa dalamkarangan etnografi tidak sama isinya seperti deskripsi khusus yang dilakukan oleh seorang ahli bahasa. (iii) bahasa. Sumber lain yang bisa menjadi bahan keterangan ialah bahan mengenai dongengdongeng suci suku bangsa yang diteliti. Asal mula sejarah suku bangsa Dalam mendeskripsikan asal mula dan sejarah suku bangsa. seorang ahli antropologi Amerika menyusun suatu prinsip untuk menentukan batas-batas dari deskripsi etnografi mereka. lingkungan alam dan demografi. (iv) sistem teknologi. (ii) asal mula sejarah suku bangsa. Kesatuan Sosial dalam Etnografi Bahan pokok para ahli antropologi dalam melakukan pengolahan dan analisa adalah karangan etnografi. Jumlah anggota yang besar dalam sebuah suku menyebabkan ahli antropologi yang mengarang etnografi sulit untuk mencakup keseluruhan dari suku bangsa yang besar itu dalam deskripsinya. suhu. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografi 6. lingkungan alam dan demografi Yang diuraikan dalam bab ini antara lain ciri-ciri geografi. Lokasi. Mengingat hal-hal tersebut. iii. dipakai daftar-daftar unsur kebudayaan universal yaitu: (i) Lokasi. sintaks. Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri 5. Karangan etnografi adalah suatu deskripsi mengenai kebudayaan suatu suku bangsa. dan (ix) sistem religi. Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam B. Seperti yang kita ketahui di dunia ini terdapat suku-suku bangsa yang kecil dan ada pula suku bangsa yang besar. Keterangan-keterangan tersebut dicari dengan mempergunakan tulisan para ahli prehistori yang pernah melakukan penggalian dan analisa benda-benda yang ditemukan di daerah sekitar lokasi penelitian ahli antropologi. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah politikal administratif 4. Untuk merinci unsur-unsur bagian dari suatu kebudayaan. (vi) organisasi sosial. . Kerangka Etnografi Suatu karangan etnografi yang disusun dalam sebuah buku biasanya dibagi ke dalam babbab. (viii) kesenian. Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk yang mengucapkan satu logat bahasa 3. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih 2. (vii) sistem pengetahuan. seperti iklim. sifat daerah. dan semantik. ciri-ciri flora dan fauna. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi 7. Sedangkan ii. para ahli antropologi memerlukan bantuan para ahli sejarah. yaitu data mengenai jumlah penduduk. daftar tersebut antara lain: 1. (v) sistem ekonomi. Seorang ahli bahasa khusus mendeskripsikan susunan sistem fonetik. Susunan tata urut itu disebut Kerangka Etnografi. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang berinteraksi satu sama lain 9. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mengalami pengalaman sejarah yang sama 8. serta data demografi. i.BAB VII : ETNOGRAFI A. fonologi.

Sistem Pengetahuan a. vi. pengarang etnografi lebih menekankan pada ciri-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa itu. variasi geografi. matrilineal. misalnya pengetahuan tentang musim.iv. Unsur-unsur khusus dalam organisasi sosial. gejala alam. meramu obat-obatan. . yang memiliki cara berfikir yang berbeda tidak seperti masyarakat modern. dan variasi menurut lapisan sosialnya. luas batas penyebarannya. Sistem teknologi Bab tentang teknologi berisi cara-cara memproduksi. Sistem Pengetahuan Isi dari sistem pengetahuan merupakan uraian mengenai cabang-cabang pengetahuan. memakai. Ada pula sistem kekerabatan berdasarkan organisasi dan susunan masyarakat komunitas desa. Sistem kekerabatan yang pertama ialah masyarakat keluarga inti berdasarkan monogami. Perhatian antropologi Terhadap Pengetahuan. v. maka hal itu tidak penting. dan memelihara segala peralatan hidup. merupakan pengetahuan dasar bagi kehidupan manusia. Kesatuan sosial yang paling dekat adalah kesatuan kerabat yaitu keluarga inti yang dekat. Terbatas pada teknologi yang tradisional. yaitu teknologi dari peralatan hidup yang tidak dipengaruhi oleh teknologi yang berasal dari kebudayaan Ero-Amerika atau kebudayaan “Barat” Organisasi Sosial a. Mereka yakin bahwa setiap masyarakat tidak mungkin hidup tanpa penegtahuan tentang alam sekelilingnya. binatangbinatang. Sistem kekerabatan yang terakhir adalah sistem pelapisan sosial yang berdasarkan adat tradisional dimana terdapat penggolongan masyarakat dengan masing-masing golongan dipandang lebih tinggi atau lebih rendah. b. dan kalaupun ada. 2) Alam Flora. Sekarang para ahli antropologi telah sadar bahwa pendirian seperti terurai di atas itu tidak sesuai kenyataan. Namun tampaknya bahan ini seringkali kurag menjadi objek analisa para ahli antropologi. dapat digunakan untuk mencari mata pencaharian. dll. antara lain: 1) Alam Sekitar. dsb. upacara keagamaan. serta kesatuan di luar kaum kerabat yang masih dalam komunitas lingkungannya. b. Mereka menganggap suku-suku di luar Eropa adalah masyarakat rendah (inferieur). Pengetahuan yang dimiliki oleh suatu suku bangsa adalah hal yang menarik untuk ditelaah. Sistem Kekerabatan Di dunia ini terdapat bermacam-macam sistem kekerabatan. Perhatian yang kurang ini mungkin disebabkan karena para ahli antropologi di Eropa pada zaman dahulu memiliki pendirian bahwa tidak ada sistem pengetahuan di luar Eropa. Namun dalam hubungan kekerabatan masyarakat Eropa Barat ada prinsip keturunan patrilineal. Hal ini disebabkan karena masing-masing suku mempunyai ilmu pengetahuan yang berbeda-beda mengenai alam. dan juga prinsip-prinsip kombinasi.

Unsur-unsur khusus dalam Rangka Sistem Religi Membicarakan dua pokok khusus. yaitu kesenian yang dinikmati manusia dengan mata (2) Seni Suara. maka ada dua lapangan besar. teknik pembuatan. mereka selalu menjadikan religi sebagai pokok penting dalam buku-buku karangannya. Perbedaan dasarnya terletak dalam sikap manusia. Perhatian Ilmu Antropologi terhadap Religi Para ahli antropologi telah menaruh perhatian yang besar terhadap religi sejak lama. Sebenarnya ada dua hal yang menyebabkan perhatian yang begitu besar. Semua kesenian ini hanya terbatas pada deskripsi saja. berguna untuk menghitung jumlah-jumlah besar. b. Sistem Religi a. dan motif. yakni : (1) sistem religi dan (2) sistem ilmu gaib. 5) Tubuh manusia. berguna untuk membuat dan menggunakan alatalat hidup. Deskripsi-deskripsi itu meliputi bentuk. Sedangkan pada waktu menjalankan ilmu gaib manusia memperlakukan kekuatan-kekuatan tinggi dan gaib agar menjalankan kehendaknya dan berbuat sesuai apa yang ingin dicapainya. menimbang. Walaupun pada lahirnya religi dan ilmu gaib sering kelihatan sama. tetapi pada dasarnya ada juga suatu perbedaan yang besar sekali antara kedua pokok itu. Merupakan pengetahuan dasar bagi suku-suku bangsa yang hidup dari berburu atau perikanan 4) Benda-benda di sekeliling. Mereka sering memuat deskripsi tentang benda-benda hasil seni. yakni kesenian yang dinikmati manusia dengan telinga . dan seni drama. Lapangan-lapangan khusus dalam Kesenian Dipandang dari sudut cara menikmati keindahan suatu kesenian. pengetahuan ini berguna untuk menyembuhkan penyakit yang dialami suatu masyarakat 6) Pengetahuan tentang tingkah laku dan sifat antar sesama manusia.vii. Bab Tentang Kesenian Dalam Etnografi Perhatian para ahli antropologi terhadap kesenian kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa mula-mula bersifat deskriptif. yaitu: 1) Upacara keagamaan merupakan unsur yang tampak paling lahir 2) Bahan Etnografi mengenai upacara keagamaan diperlukan untuk menyusun asal mula religi b. Pada waktu ia sedang menjalankan agama. yaitu: (1) Seni Rupa. viii. Kesenian a. seni tari. terutama seni rupa. digunakan untuk bergaul dan berkomunikasi 7) Konsepsi ruang dan waktu. untuk mengukur. 3) Alam Fauna. dan mengukur waktu (tanggalan). manusia bersikap menyerahkan diri kepada Tuhan. Demikian halnya dengan seni musik.

kesemuanya tadi merupakan petunjuk penting untuk memasuki dan menyelami alam pikiran bangsa itu. Cara bangsa primitif dalam menguasai alam sangatlah sederhana. Tiap-tiap manusia mempunyai mana.VIII. atau pendeta adalah orang-orang yang dianggap mempunyai kekuatan gaib yang besar. dan upacara keagamaan. 4) Logam Batu Selain dipakai untuk perhiasan. seperti : cincin batu merah. Pekerjaan ini tidaklah mudah. ALAM FIKIRAN PENDUDUK INDONESIA PURBA TENTANG ALAM GAIB Seluruh bangsa. 3) Bumi Bumi adalah yang terpenting karena seluruh unsur berada di atas bumi. dan penganut agama hindu yang mengenal pembakaran mayat adalah orangorang dan benda yang dianggap bermana. Pengertian Kepercayaan Dinamisme Bangsa primitif percaya bahwa setiap benda memiliki ilmu gaib. Sedangkan kekuatan gaib yang tidak dihubungkan dengan adanya roh disebut mana (kesaktian). dan lain-lain. Kepercayaan tersebut selalu diiringi dengan keyakinan adanya roh pada alam. yakni mengadakan perbuatan-perbuatan dengan menggunakan kekuatan alam atau benda-benda yang bermana. hal ini disebabkan oleh : a) Alam pikiran bangsa primitif berbeda dengan alam pikiran bangsa modern atau yang telah maju b) Orang primitif bersikap hati-hati dan tidak suka menceritakan sesuatu kepada orang lain A. Raja-raja. Faham yang menganut kepercayaan akan adanya benda-benda yang mempunyai kekuatan gaib disebut dinamisme. penerangan. 1) Macam Magi (Sihir) Menurut cara melakukannya: . Selain itu ada pula benda-benda yang mengandung banyak mana : 1) Api Mempunyai arti yang penting dalam memasak. tempayan. telapak kaki kuda (Bangsa Belanda) 5) Tumbuh-tumbuhan 6) Binatang B. Alam pikiran bangsa primitif ini merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum orang mencoba memahami kepercayaan ataupun religi bangsa-bangsa primitif. Tetapi bagi ahli antropologi budaya. mencari mata pencaharian. Orang yang tidak mengetahui makna dari kebudayaan-kebudayaan tersebut sering menamakannya sebagai takhayul. Empu. 2) Air Digunakan untuk membuang kotoran batin. Magi (Sihir) Manusia yang berbudaya selalu memiliki kehendak untuk menguasai alam. benda ini juga mengandung mana. Peninggalan seperti itu disebut survival. baik yang bertipe primitif maupun yang sudah maju pasti masih menggunakan beberapa kebudayaan atau bahasa hasil peninggalan dari nenek moyang. Biasanya sebagai media membabtis. dukun. hanya saja banyaknya tidaklah sama. membersihkan diri. dan upacara keagamaan. Tetapi terkadang tidak diketahui lagi apa tujuan dan makna dari hal-hal tersebut.

Amulet Bangsa primitif percaya mana yang ada pada seseorang akan berkurang. Petisy Petisi adalah sejenis amulet. Memegang teguh adat ini merupakan rintangan bagi kemajuan (dunia materi). misalnya melakukan balas pantun pada upacara pernikahan adat Melayu. Persambungan suasana ini akan menimbulkan kekuatan gaib. mengobati penyakit. namun berguna bagi masyarakat besar. Roh itu akan tetap hidup dan ada di sekeliling kita meskipun orang tersebut telah meninggal dunia. c) Magi Bahasa. karena ada anggapan bahwa arwah nenek moyang tidak suka jika keturunannya mengubah adat lama. Benda-benda itu ada yang selalu dibawa orang atau dipakainya. merupakan magi yang tidak baik.a) Magi Imitatif. dsb b) Untuk Melindungi. b) Magi Analogi. diperlukan benda-benda lain yang bermana pula. Animisme dan Dinamisme Dalam penggunaannya kedua faham ini sering dicampuradukkan. digunakan untuk melakukan kejahatan Menurut akibatnya (baik tidaknya) a) White magic (sihir putih). Menurut tujuan dan lingkungannya a) Untuk produktivitas. Namun pada kenyataannya kedua faham ini memiliki pengertian yang berbeda dan pandangan-pandangan yang berkebalikan dalam menafsirkan suatu kejadian. Maka tidaklah mengherankan jika masyarakat primitif itu statis. magi perdagangan. Untuk menambah kekuatannya kembali. Jadi benda ini tidak dibawa-bawa atau dipunyai oleh setiap orang. seperti magi untuk menghindari celaka. seperti magi mendatangkan hujan. Inilah yang disebut amulet (jimat). magi untuk menangkap ikan. yaitu magi yang dilaksanakan dengan membuat suatu tiruan yang menyerupai keadaan aslinya. D. untuk membawa akibat buruk C. Faham yang mempercayai adanya nyawa dan roh yang hidup inilah yang disebut animisme. . Benda ini di simpan di tempat tertentu dengan mendapat perawatan seksama dan tidak boleh diganggu oleh orang lain. Beberapa Istilah 1. untuk mendatangkan kebaikan b) Black magic (sihir hitam). Menurut kepercayaan nenek moyang kita. dan keselamatan dalam perjalanan. 2. manusia selalu menghormati dan memelihara roh-roh itu agar mereka tidak menganggu kehidupan manusia. yaitu magi yang mempengaruhi alam dengan perbuatan yang dapat menimbulkan suasana yang dibutuhkan pada keadaan sebenarnya. Pengertian Kepercayaan Animisme Nenek moyang percaya akan adanya roh pada setiap manusia. bukan perseorangan. c) Untuk merusak.

Tabu Adalah terlarang. Tempat-tempat suci 3. kuburan raja-raja. 6. Sesuatu yang dapat dianggap tabu. Perbuatan-perbuatan 6. Totemisme Kepercayaan bagi golongan manusia yang mengaku sebagai turunan dari binatang atau tumbuhan. 5. Syamanisme Adalah kepercayaan akan adanya orang yang dapat menghubungkan manusia dengan roh. kiayi. sehingga mereka selalu memuja dan menghormati makhluk-makhluk tersebut. Makanan dan minuman tertentu 4. baik karena suci atau cemar. pendeta. Bahasa . dan dukun-dukun 2. Tabu menimbulkan dua akibat : a) Dapat memberi berkat kepada orang-orang yang mengetahui cara memperlakukannya b) Dapat menimbulkan malapetaka kepada orang yang mengabaikannya. Jenis sex 5. seperti pendeta. dsb 4. antara lain 1.3. jadi sesuatu yang harus disingkiri. Upacara Peralihan Adalah penghormatan terhadap orang-orang tua yang dianggap sebagai pengganti nenek moyang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful