P. 1
Laporan Ilmu Ukur Tanah Teknik Sipil

Laporan Ilmu Ukur Tanah Teknik Sipil

5.0

|Views: 5,686|Likes:
Published by samuel budiarjo
contoh laporan ilmu ukur tanah D3 teknik sipil . semoga bermanfaat bgi calon maba ditahun2 berikutnya
contoh laporan ilmu ukur tanah D3 teknik sipil . semoga bermanfaat bgi calon maba ditahun2 berikutnya

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: samuel budiarjo on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2015

pdf

text

original

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kami panjatkan karena anugerahanugerahnyalah tugas laporan ilmu ukur tanah ini dapat kami selesaikan dengan baik. Praktik ini merupakan suatu kewajiban bagi kami sebagai mahasiswa fakultas teknik sipil dan perencanaan Institut Teknologi Sepuluh November, yang mengambil mata kuliah tersebut. Tugas praktikum ilmu ukur tanah ini kami susun secara praktis, yang merupakan realisasi dari praktik ilmu ukur tanah yang telah dilaksanakan di Jalan Manyar. Dalam proses penyusunan tugas praktikum ilmu ukur tanah tentunya kami tahu banyak terdapat kekurangan untuk itu kritik dan saran yang bersifat membantu dan membangun rekan-rekan pembaca sekalian sangat kami harapkan. Kami berharap ddengan adanya tugas ini dapat menambah dan meningkatkan pengalaman maupun penalaran. Akhir kata kami sebagai penulis laporan ini mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah membantu kami demi untuk tercapai dan selesainya tugas laporan ini.

Surabaya, 16 Desember 2011

Tim Penyusun

1

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ....................................................................................... Kata Pengantar ........................................................................................... Daftar Isi ..................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. Latar Belakang ............................................................................ 3 Permasalahan ............................................................................. 3 Tujuan .......................................................................................... 4 Manfaat ........................................................................................ 4 Lokasi Pengukuran ...................................................................... 5 Alat yang Digunakan ........................................................................ 1 2

6 10 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... BAB III ANALISA DATA .............................................................................. BAB IV PENUTUP ........................................................................................ 5.1. 5.2. 5.3. Kesimpulan ....................................................................................... Daftar Pustaka .................................................................................. Lampiran ...........................................................................................

22 25 26

BAB I

2

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Ilmu ukur tanah adalah bagian dari ilmu geodesi yang mempelajari cara – cara pengukuran dipermukaan bumi dan dibawah tanah untuk keperluan seperti pemetaan dan penentuan posisi relatif sempit sehingga unsur kelengkungan bumi dapat diabaikan. ( Slamet Basuki, hal 1, 2006 ) Ilmu geodesi mempunyai dua maksud : a. Maksud ilmiah : menentukan bentuk permukaan bumi b. Maksud praktis : membuat bayangan yang dinamakan peta dari sebagian besar atau sebagian kecil permukaan bumi. Seperti yang kita ketahui bahwa bumi ini tidaklah rata, melainkan cenderung bergelombang dikarenakan bumi terdiri dari pegunungan, perbukitan dan lembah. Maka untuk dapat menggambarkan bagian permukaan bumi ini diperlukan suatu bidang perantara yang sedemikian rupa dibuat hingga pemindahan keadaan itu dapat dilakukan dengan lebih mudah. Ilmu ukur tanah merupakan salah satu mata kuliah pada semester I di jurusan Teknik sipil FTSP ITS kurikulum 2011/2012. Secara sederhana, mata kuliah ini mempelajari tentang pengertian pemetaan dan bagian cara memetakan. Oleh karena itu, mahasiswa diharuskan melaksanakan praktikum ilmu ukur tanah, yaitu memetakan salah satu area sepanjang jalan Manyar Surabaya.

1.2. Permasalahan
a. b. c. d. Bagaimana cara mengetahui beda tinggi antara satu titik dengan yang lainnya Bagaimana cara mengetahui kemiringan suatu lahan Cara menggunakan alat waterpass Cara menggambarkan lahan

1.3. Tujuan Praktikum

3

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

Adapun maksud dari ilmu ukur tanah yaitu untuk mendapatkan bayangan dari keadaan lapangan dengan menentukan tempat ( unsur, jarak dan sudut ) diatas permukaan bumi terhadap satu sama lain. Adapun tujuan praktikumnya adalah sebagai berikut : a. Menentukan beda tinggi antara titik satu dengan titik yg lainnya dipermukaan bumi b. Menentukan kemiringan lahan c. Menentukan tinggi titik pada suatu titik yang telah ditentukan d. Menggambarkan peta situasi pada pengerjaan pengukuran e. Menggambarkan profil memanjang dari hasil pengukuran f. Menggambarkan profil melintang dari hasil pengukuran g. Menggambarkan lahan

1.4. Manfaat
Materi Ilmu ukur tanah sangat bermanfaat untuk mengetahui letak kedataran dan kemiringan tanah. Karena tanah merupakan dasar tempat untuk terbuatnya jalan raya. Jika kita tidak mengetahui kedataran tanah maka jalan yang akan kita buat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Selain dapat mengetahui letak dasar tanah kita juga dapat mengaetahui cara menggunakan alat – alat ukur tanah seperti : waterpass, tripod, bak ukur dsb. Dari praktikum tersebut kita bisa menentukan letak kedataran dari kemiringan suatu tanah

4

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

1.5. Lokasi pengukuran

5

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

1.6. Alat Yang Digunakan

Gambar 1.1. Pesawat Waterpass Waterpass Waterpass adalah alat untuk mengukur beda tinggi antara titik satu dengan yang lain. Serta menentukan kedataran suatu bidang.

Gambar 1.2. Statif ( kaki tiga ) Statif/tripot (kaki tiga) Berfungsi sebagai penyangga waterpass dengan ketiga kakinya dapat menyangga penempatan alat yang ada pada masing-masing ujung yang runcing, Ketiga kaki statif ini dapat diatur tingginya sesuai dengan tanah tempat alat itu berdiri. Selain itu juga statif dilengkapi dengan sekrup pengunci waterpass, agar waterpass tidak bergeser dan jatuh.

6

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

Gambar 1.3. Unting - unting Unting-unting Unting-unting yang digantung dengan benang dan melekat dibawah penyetel kaki statif, unting-unting ini berfungsi sebagai tolak ukur apakah waterpass sudah berada tepat diatas patok.

Gambar 1.4. Rambu Ukur Rambu Ukur Rambu ukur mempunyai penampang segi empat yang berukuran kurang lebih 3 – 4 cm, lebar 10 cm, panjang 300cm, dan bahkan ada yang panjangnya mencapai 500 cm, ujung atas dan bawahnya diberi sepatu diberi. Bidang lebar dilengkapi dengan ukuran milimeter dan diberi tanda pada bagian – bagiannya dengan cat yang mencolok. Bak ukur diberi cat hitam dan merah dengan dasar putih.

7

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

Gambar 1.7. Payung Payung Payung disini digunakan untuk melindungi pesawat dari sinar matahari langsung dan dari hujan, karena lensa teropong pada pesawat sangat peka terhadap sinar matahari dan juga apabila lensa teropong basah maka akan mengganggu dalam pembacaan rambu ukur.

Gambar 1.8. Paku Paku Berfungsi sebagai patok atau suatu tanda dilapangan untuk titik utama dalam pengukuran.

8

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

Gambar 1.9. Roll Meter Roll Meter Alat ini digunakan untuk mengukur jarak antar titik dan juga untuk mengukur tinggi alat. Roll Meter yang dipergunakan ini mempunyai panjang 50 m.

Gambar 1.10. Alat Penunjang Alat penunjang Alat penunjang lainnya seperti blangko data pengukuran, notes, busur dan alat tulis lainnya, yang dipakai untuk memperlancar jalannya praktikum.

9

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pengukuran waterpass ini dimaksudkan untuk menentukan tinggi suatu titik dengan cara melakukan pengukuran beda dan tinggi antara dua titik, sehingga satu diantara dua titik tersebut harus diketahui tingginya. Untuk mendapatkan beda tinggi antara dua titik A dan B dapat dilakukan dengan cara menempatkan rambu ukur atau bak ukur diatas titik A dan B, sehingga dengan pertolongan garis bidik suatu waterpass akan diperoleh bacaan rambu di titik A dan B yang masing – masing a dan b. Waterpass juga bisa digunakan untuk mengukur jarak dengan cara mengetahui benang atas rambu ukur dikurangi benang bawah rambu ukur yang kemudian dari hasil pengurangan tersebut dikalikan 100. 2.1. Pengukuran waterpass dengan cara memanjang

Dalam pengukuran waterpass memanjang kita dapat mengetahui kebenaran nilai benang tengah dengan cara : Benang tengah = Benang atas + Benang bawah 2

10

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

Mencari jarak dapat menggunakan rumus :

Jarak = ( Benang atas – Benang bawah ) x 100

Beda tinggi bisa didapatkan dengan rumus :

Beda tinggi = Benang tengah belakang – Benang tengah muka

Lalu untuk rata – rata beda tinggi dapat diperoleh dengan :

Rata – Rata Beda tinggi = Beda tinggi pergi + Beda tinggi pulang 2

Dalam menentukan rata – rata beda tinggi tanda minus ( - ) dimutlakkan, lalu pada hasilnya tanda akan mengikuti beda tinggi pergi. Misal pada beda tinggi, menunjukkan ( + ) , maka hasil dari rata – rata beda tinggi akan megikuti ( + ) juga. cara menentukan elevasi, pertama harus mengetahui elevasi awal yang biasanya sudah ditentukan dari awal, lalu elevasi awal tersebut ditambahkan dengan rata – rata beda tingginya jika ( + ) ,dan jika ( - ) akan dikurangi dengan beda tingginya. Lalu hasil dari elevasi awal dengan patok awal tersebut didapat, hasil tersebut ditambahkan atau dikurangi dengan patok selanjutnya. Begitu pula seterusnya.

11

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

2.2. Pengukuran waterpass dengan cara melintang

Dalam mencari benang tengah dan jarak dalam waterpass melintang, cara yang dilakukan sama dengan waterpass memanjang, yaitu : Benang tengah = Benang atas + Benang bawah 2

Jarak = ( Benang atas – Benang Bawah ) x 100

Jika mencari beda tinggi, hal pertama yang perlu diketahui adalah tinggi pesawat, yaitu jarak dari waterpass sampai ke patok. Sehingga dapet diperoleh rumus :

Beda tinggi = Tinggi pesawat – Benang tengah

Untuk masing – masing titik. Dan untuk mencari elevasi, dapat dicari dari elevasi masin – masing titik pada tabel data waterpass memanjang. Lalu ditambahkan atau dikurangi dengan beda tingginya sesuai dengan tanda pada beda tingginya. Jika beda tinggi ( + ) , maka ditambahkan, dan jika beda tinggi ( - ) , maka dikurangkan.

12

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

BAB III ANALISA DATA
HITUNG DAN GAMBAR PENAMPANG MELINTANG JENIS PENGUKURAN
T. ALAT TINGGI DAN YG DI BIDIK TENGAH : WATER PASS MELINTANG / CROSS Nama/No.Mahasiswa :

PEMBACAAN BAAK UKUR SISI KIRI ATAS BAWAH SISI KANAN TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI ELEVASI

PERMUKAAN AIR TINGGI ELEVASI

b1

1,103

1,173 1,033

14

0,40

2.380,40

a1 PATOK-1 1,500

1,675

1,725 1,625

10

(0,18)

2.379,82 2380

1,2775 a2 2,7175 b2 2,780 c2 1,2425 d2

1,295 1,260 2,740 2,695 2,815 2,745 1,285 1,200

3,5

0,22

2.380,22

4,5

(1,22)

2.378,78

7

(1,28)

2.378,72

8,5

0,26

2.380,26

GAMBAR / SKET / CATATAN

13

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

HITUNG DAN GAMBAR PENAMPANG MELINTANG
JENIS PENGUKURAN T. ALAT TINGGI DAN YG DI BIDIK : WATER PASS MELINTANG / CROSS Nama/No.Mahasiswa :

PEMBACAAN BAAK UKUR SISI KIRI TENGAH ATAS BAWAH SISI KANAN TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI ELEVASI

PERMUKAAN AIR TINGGI ELEVASI

b1

1,127

1,198 1,055

14,3

0,37

2.379,62

a1 PATOK2 1,500

1,430

1,479 1,381

9,8

0,07

2.379,32

2379,25

1,151 a2 2,837 b2 2,780 c2 1,095 d2

1,168 1,133 2,858 2,815 2,815 2,745 1,140 1,050

3,5

0,35

2.379,60

4,3

(1,34)

2.377,91

7

(1,28)

2.377,97

9

0,41

2.379,66

GAMBAR / SKET / CATATAN

14

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

HITUNG DAN GAMBAR PENAMPANG MELINTANG
JENIS PENGUKURAN T. ALAT TINGGI DAN YG DI BIDIK : WATER PASS MELINTANG / CROSS Nama/No.Mahasiswa :

PEMBACAAN BAAK UKUR SISI KIRI TENGAH ATAS BAWAH SISI KANAN TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI ELEVASI

PERMUKAAN AIR TINGGI ELEVASI

b1

1,270

1,340 1,200

14

0,23

2.379,98

a1 PATOK3 1,500

1,543

1,593 1,493

10

(0,04)

2.379,71

2379,75

1,260 a2 2,650 b2 2,733 c2 1,645 d2 GAMBAR / SKET / CATATAN

1,275 1,245 2,670 2,630 2,765 2,700 1,690 1,600

3

0,24

2.379,99

4

(1,15)

2.378,60

6,5

(1,23)

2.378,52

9

(0,15)

2.379,61

15

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

HITUNG DAN GAMBAR PENAMPANG MELINTANG
JENIS PENGUKURAN T. ALAT TINGGI DAN YG DI BIDIK : WATER PASS MELINTANG / CROSS Nama/No.Mahasiswa :

PEMBACAAN BAAK UKUR SISI KIRI TENGAH ATAS BAWAH SISI KANAN TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI ELEVASI

PERMUKAAN AIR TINGGI ELEVASI

b1

0,868

0,941 0,795

14,6

0,63

2.379,68

a1 PATOK4 1,500

1,431

1,479 1,383

9,6

0,07

2.379,12

2.379,05

1,115 a2 2,883 b2 2,845 c2 1,101 d2

1,129 1,101 2,908 2,858 2,880 2,809 1,142 1,060

2,8

0,39

2.379,44

5

(1,38)

2.377,67

7,1

(1,34)

2.377,71

8,2

0,40

2.379,45

GAMBAR / SKET / CATATAN

16

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

HITUNG DAN GAMBAR PENAMPANG MELINTANG
JENIS PENGUKURAN T. ALAT TINGGI DAN YG DI BIDIK : WATER PASS MELINTANG / CROSS Nama/No.Mahasiswa :

PEMBACAAN BAAK UKUR SISI KIRI TENGAH ATAS BAWAH SISI KANAN TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI ELEVASI

PERMUKAAN AIR TINGGI ELEVASI

b1

1,020

1,090 0,950

14

0,48

2.379,58

a1 PATOK5 1,500

1,435

1,480 1,390

9

0,06

2.379,17

2379,10

1,164 a2 2,963 b2 2,883 c2 1,139 d2

1,180 1,148 2,985 2,940 2,920 2,845 1,180 1,098

3,2

0,34

2.379,44

4,5

(1,46)

2.377,64

7,5

(1,38)

2.377,72

8,25

0,36

2.379,46

GAMBAR / SKET / CATATAN

17

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

HITUNG DAN GAMBAR PENAMPANG MELINTANG
JENIS PENGUKURAN T. ALAT TINGGI DAN YG DI BIDIK : WATER PASS MELINTANG / CROSS Nama/No.Mahasiswa :

PEMBACAAN BAAK UKUR SISI KIRI TENGAH ATAS BAWAH SISI KANAN TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI ELEVASI

PERMUKAAN AIR TINGGI ELEVASI

b1

0,920

0,990 0,850

14

0,58

2.380,08

a1 PATOK6 1,500

1,385

1,430 1,340

9

0,12

2.379,62

2.379,5

1,185 a2 2,658 b2 2,935 c2 1,193 d2

1,200 1,170 2,678 2,638 2,970 2,900 1,235 1,150

3

0,32

2.379,82

4

(1,16)

2.378,34

7

(1,44)

2.378,07

8,5

0,31

2.379,81

GAMBAR / SKET / CATATAN

18

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

HITUNG DAN GAMBAR PENAMPANG MELINTANG
JENIS PENGUKURAN T. ALAT TINGGI DAN YG DI BIDIK : WATER PASS MELINTANG / CROSS Nama/No.Mahasiswa :

PEMBACAAN BAAK UKUR SISI KIRI TENGAH ATAS BAWAH SISI KANAN TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI ELEVASI

PERMUKAAN AIR TINGGI ELEVASI

b1

1,235

1,300 1,170

13

0,27

2.379,32

a1 PATOK7 1,500

1,511

1,563 1,460

10,25

(0,01)

2.379,04

2.379,05

1,111 a2 2,672 b2 2,690 c2 1,245 d2

1,124 1,098 2,693 2,651 2,730 2,650 1,285 1,205

2,6

0,39

2.379,44

4,2

(1,17)

2.377,88

8

(1,19)

2.377,86

8,00

0,26

2.379,31

GAMBAR / SKET / CATATAN

19

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

JENIS PENGUKURAN Soal

: WATER PASS MEMANJANG : : Hitung Gambar tampang memanjang

Nama Mahasiswa Kelas / No. Mahasiswa Tanda tangan
DI

: : :

PEMBACAAN BAAK UKUR TITIK / NOMER PATOK BELAKANG TENGAH ATAS BAWAH MUKA TENGAH ATAS BAWAH JARAK D BEDA TINGGI +

KOREKSI ELEVASI SETELAH KOREKSI GAMBAR

1

1,4575

1,545 1,37 17,5 13,5 -0,75 0,75

2380

A 2 1,4675 1,53 1,385

1,5325 1,6 1,465

31 2379,25 16,5 13,5 0,5 0,5

B 3 1,43 1,53 1,33

1,4175 1,485 1,35

30 2379,75 20 12 -0,7 0,7

C 4 1,475 1,535 1,415

1,5 1,56 1,44

22 2379,05 12 18 0,05 0,05

D 5 1,49 1,56 1,42 E

1,47 1,65 1,38

30 2379,1 14 17 0,45 0,45

1,455 6 1,385 1,455 1,315 F 1,53 1,36

31 2379,55 14 17 -1,5 1,5

1,535 7 1,535 1,62 1,45 G 1,385 6 1,445 1,53 1,36 H 1,455 1,315 1,62 1,45

31 2378,05 17 14 31 2379,55 17 14,3 -0,465 0,465 1,5 1,5

1,4915

31,3

20

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

5

1,475

1,56 1,38

1,563 1,42 18 12 1,475 30 1,535 1,415 12 20 1,43 32 1,53 1,33 12 16,5 1,4675 28,5 1,55 1,385 13,5 17,5 1,4575 31 1,545 1,37 0,75 0,75 -0,575 0,575 0,7 0,7 -0,05 0,05

2379,085

4

1,5

1,56 1,44

2379,035

3

1,41

1,47 1,35

2379,735

2

1,5325

1,6 1,465

2379,16

1

2378,41

21

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Setiap proses perhitungan dari satu titik ke titik lain ataupun dari perhitungan satu keperhitungan yang lain mempunyai suatu keterkaitan yang erat, jika salah dalam proses perhitungan pertama (langah pertama) maka akan berakibat salah pula pada perhitungan selanjutnya, bahkan semua perhitungan yang kita lakukan bisa salah hanya karena sedikit kesalahan pada langkah pertama. Hasil bacaan memanjang :  Elevasi pergi  Elevasi di titik 0  Elevasi di titik 1  Elevasi di titik 2  Elevasi di titik 3  Elevasi di titik 4  Elevasi di titik 5  Elevasi di titik 6  Elevasi pulang  Elevasi di titik 1  Elevasi di titik 2  Elevasi di titik 3  Elevasi di titik 4  Elevasi di titik 5  Elevasi di titik 6  Elevasi di titik 7 : : : : : : : + 2380 + 2379.25 + 2379.75 + 2379.05 + 2379.10 + 2379.55 + 2378.05

: : : : : : :

+ 2378.41 + 2379.16 + 2379.736 + 2379.035 + 2379.085 + 2379.55 + 2378.05

22

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

Hasil bacaan melintang  Elevasi patok 1  Elevasi di titik a1  Elevasi di titik b1  Elevasi di titik a2  Elevasi di titik b2  Elevasi di titik c2  Elevasi di titik d2

: : : : : : : : 2380 2380,40 2379,82 2380,22 2378,78 2378,72 2380,26

 Elevasi patok 2  Elevasi di titik a1  Elevasi di titik b1  Elevasi di titik a2  Elevasi di titik b2  Elevasi di titik c2  Elevasi di titik d2

: : : : : : :

2379,25 2379,32 2379,62 2379,60 2377,91 2379,66 2379,66

 Elevasi patok 3  Elevasi di titik a1  Elevasi di titik b1  Elevasi di titik a2  Elevasi di titik b2  Elevasi di titik c2  Elevasi di titik d2  Elevasi patok 4  Elevasi di titik a1  Elevasi di titik b1  Elevasi di titik a2  Elevasi di titik b2  Elevasi di titik c2  Elevasi di titik d2

: : : : : : :

2379,75 2379,71 2379,98 2379,99 2378,60 2378,52 2379,61

: : : : : : :

2379,05 2379,12 2379,68 2379,44 2377,67 2377,71 2379,45

23

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

 Elevasi patok 5  Elevasi di titik a1  Elevasi di titik b1  Elevasi di titik a2  Elevasi di titik b2  Elevasi di titik c2  Elevasi di titik d2

: : : : : : :

2379,10 2379,17 2379,58 2379,44 2377,64 2377,72 2379,46

 Elevasi patok 6  Elevasi di titik a1  Elevasi di titik b1  Elevasi di titik a2  Elevasi di titik b2  Elevasi di titik c2  Elevasi di titik d2  Elevasi patok 7  Elevasi di titik a1  Elevasi di titik b1  Elevasi di titik a2  Elevasi di titik b2  Elevasi di titik c2  Elevasi di titik d2

: : : : : : :

2379,50 2379,62 2380,08 2379,82 2378,34 2378,07 2379,81

: : : : : : :

2379,05 2379,04 2379,32 2379,44 2377,88 2377,86 2379,31

24

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

DAFTAR PUSTAKA
Internet “www.scribd.com”

25

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

Lampiran

26

PRAKTEK ILMU UKUR TANAH

27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->