Manajemen Teater

Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah SEMINAR BEASISWA PEKERJAAN

LOMBA

KULIAH DRAMA

Beranda

Senin, 05 Januari 2009
Lengkapi Perpustakaan Sekolah Anda dengan Buku MANAJEMEN TEATER
Tentang Buku Ini... Dalam praktiknya, perencanaan dan pementasan drama/teater yang diusung mahasiswa di perguruan tinggi dan/atau pelajar di sekolah menengah tentu saja membutuhkan seni dan ilmu manajemen untuk menghasilkan tontonan yang segar dan profesional. Dengan begitu, kontribusi teater kampus dan sekolah diharapkan pula dapat memberikan gambaran tentang perkembangan kesenian Indonesia pada umumnya. Buku Manajemen Teater: Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah yang disusun Muhammad Azhari ini secara prinsip telah mengupas batas antara drama dan teater, terutama dalam hubungannya dengan unsur dan fungsi manajemen sebagai seni dan ilmu. Selain itu, penyusun buku ini akan membagi pengetahuan dan pengalamannya selama menekuni seni pertunjukan, khususnya teater di kalangan akademisi. Buku ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Program Studi Sendratasik. Tidak hanya itu, dosen, guru, pelajar, seniman, dan kelompok seni mana pun dapat menggunakan buku ini sebagai referensi. Berikut nukilan isi buku (tidak berbentuk PDF) yang ditampilkan berdasarkan file (soft copy) naskah asli yang ditulis penyusun.

Label: Cover

Pengantar Buku Manajemen Teater

IBADAH BUDAYA DALAM SEMANGAT BERTEATER
Efvhan Fajrullah (Anggota Komite Teater Dewan Kesenian Palembang)

Teater adalah multi arts atau seni campuran, dimana semua unsur-unsur seni yang
lain seperti sastra, rupa (termasuk arsitektur), musik dan gerak (tari) berbaur dan saling menunjang didalamnya, hingga tercipta sebuah karya seni yang disebut teater. Teater juga merupakan seni yang mengutamakan kerja sama (bukan berarti kerja kolektif)[1] sehingga masalah kedudukan tidak terstruktur seperti satu garis komando dari atas ke bawah, seperti struktur dalam ketentaraan. Perlu juga diketahui bahwa kerja sama di sini berarti kebersamaan, yaitu komitmen setiap pendukungnya melalui komunikasi yang bebas dan terbuka untuk menciptakan sebuah karya seni yang handal. Komitmen melalui komunikasi yang bebas itulah yang biasa disebut dengan manajemen dalam teater, yaitu sebuah cara atau aturan yang disepakati bersama untuk mengorganisir kegiatan (produksi) sebuah karya pementasan. Dengan demikian, karya seni yang dihasilkan oleh orang-orang yang tergabung didalam produksi tersebut bukan hanya atau tidak sepenuhnya dihasilkan oleh satu orang atau satu unsur saja. Manajemen produksi teater. Sebenarnya sudah jadi masalah yang pelik dan akut, bukan saja terjadi di teater-teater amatir (baca; teater kampus dan pelajar), tetapi kelompokkelompok teater yang profesional dan semi profesional di Indonesia pun mengalaminya. Sebut saja Teater Koma, mungkin satu-satunya teater Profesional yang cukup baik dalam mengelola manajemen produksi. Akan tetapi, tetap saja manajemen produksi di teater masih menjadi semacam konsep atau barang aneh dan berat untuk dilaksanakan. Untuk itu, ada baiknya kita pilah dulu istilah manajemen produksi teater atau pengaturan kerja produksi teater dengan manajeman teater (saja). Manajemen teater yang dimaksud disini adalah bagaimana pengaturan dan perencanaan yang berupa konsep atau aturan yang mengelola serta mengorganisir acara atau kegiatan melalui sebuah administrasi (managing or being managed; administration; persons managing a business)[2]. Kita coba menelaah tulisan Tommy F. Awuy dalam buku Teater Indonesia. Di dalam buku tersebut ia mengatakan

tentu saja akan menghambat mengalirnya lava penuh gejolak dan geliat umat jagad teater dalam melakukan ibadahnya. perbedaan program studi akting dan penyutradaraan hanya pada mata kuliah akting itu sendiri. menolak. Semuanya masih saling meraba meyakini fungsi. jika teater masih dilaksanakan secara amatiran. terutama. tetapi malah ―studi teater tentang akting. bidang kerja dan tugasnya masing-masing. baik dari segi manajemen juga dari segi artistik (penyutradaraan. yaitu kurikulum pendidikannya (secara akademik). karena dilandasi oleh niat untuk memuliakan nilai-nilai kemanusiaan. acting. dan BAGUS. menurutnya. BENAR. Akhirnya alumni-alumni yang dihasilkan dari kurikulum yang campur aduk atau amburadul seperti ini. ambiguitas Kurikulum Nasional lebih nyata kelemahannya di program studi penyutradaraan. skenografi). Teater seharusnya mengelak. Sebagai contoh yang paling menonjol dari hasil keamatiran itu adalah program studi akting dan penyutradaraan (STSI. Selain itu. sehingga hanya diajarkan di tingkat S2 dan S3. ISI dan IKJ). baik manajemen atau artistiknya.‖ nah? Lalu. Selanjutnya Tommy F. mahasiswa yang mengambil program studi Penyutradaraan tidak perlu mempelajari akting sama sekali. tetapi kedua masalah di atas adalah hal yang paling esensial sebagai bahan ulasan kita mengenai geliat dunia teater an sich. adalah pakar-pakar debat kusir seni belaka. teater Indonnesia hingga kini masih amatiran. program studi penyutradaraan diajarkan di jenjang S1. Dalam dunia seni dikenal motto 3B. karena . Dalam kurikulum nasional program studi akting. sehingga bukan menjadi sebuah pertunjukan yang iluvitasnya tinggi. Awuy menyatakan bahwa ambiguitas tersebut disebabkan oleh alasan fanatik yang mengatakan bahwa teater tergantung pada ekspresi realitasnya. Keamatiran perteateran di Indonesia besar. Kurikulum pendidikan yang amatir tentu saja menciptakan teater yang amatir pula. sementara mata kuliah lainnya sama.bahwa teater Indonesia adalah teater yang penuh ambiguitas[3]. Di Indonesia besar ini. disebabkan oleh hal yang sangat mendasar. Hal ini disebabkan oleh banyak hal. Sedangkan di Indonesia besar. Segala sesuatunya harus bernilai BENAR. bahkan mentransendensi realita. Hanya di Indonesia besar. Di Negara-negara lain penyutradaraan adalah bidang ilmu yang dianggap sangat tinggi (mungkin karena melihat umur mahasiswa yang masih kurang pengalaman hidupnya). mata kuliah yang diajarkan kebanyakan tidak berhubungan dengan akting. yakni: BAIK. Segala sesuatunya harus bernilai (memiliki nilai) BAIK. tetapi untuk mungkin untuk penyutradaraan lebih banyak porsinya. Banyak lagi contoh problema yang disampaikannya.

ekonomi. Saya mendapat jatah berinteraksi dengan teman-teman dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) dari seluruh . tepatnya pada tahun 1996. pura-puranya menjadi peninjaulah. proses kerja sama atau manajemen dibagi dalam empat bagian besar dimana setiap orang yang terlibat beribadah dan ikut campur di dalamnya mengambil peranan penting dalam menciptakan sebuah produksi yang ―ensemble“ (harmonis). saya mendatangi kota Bandung yang saat itu sedang menjadi tuan rumah Temu Teater Indonesia. Segala sesuatunya harus bernilai BAGUS. karena memiliki kaidah teknis yang mendasar. *** 12 tahun lalu. Pembagian kerja ini dapat dilihat dari proses manifestasi naskah sebuah karya sastra yang murni menuju sebuah karya teater (pertunjukan). Kita ambil contoh dari kehidupan nyata. sosial. Para aktor dan penata artistik akan melakukan penafsiran dan juga eksplorasi untuk menentukan pilihan-pilihan artistik mereka menciptakan sebuah peristiwa atas konsep sutradara yang nantinya akan dinikmati oleh penonton dalam sebuah pertunjukan. maka komentar umum yang muncul adalah bahwa mereka telah mampu dan sampai pada kemampuan menampilkan seni ilmu eksakta. Masing-masing kami berusaha berinteraksi dan bertukar informasi dengan teman-teman yang se-generasi pada tatanan usia (kebetulan kami bertiga terdiri dari generasi yang berbeda).segala kiat kreatif dilandasi metodelogi yang dapat dipertanggungjawabkan. saya. Demikian predikat yang diberikan kepada mereka. karena telah mampu mengemas nilai baik dan benar secara bagus. karena segala nilai baik dan benar tidak akan terwujud dengan indah jika tidak dikemas secara estetis. Naskah yang menjadi petunjuk utama dieksplorasi oleh sutradara yang nantinya menjadi konsep produksi. seorang pekerja di bidang ilmu eksakta. Berbekal semangat beribadah dalam teater. maupun politik yang mampu menghasilkan karya gemilang dan diakui oleh masyarakat luas. mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan dan geliat perteateran di daerah masing-masing. dengan nekad dan biaya sendiri. Darto Marelo dan Anwar Putra Bayu. bergerilya membuka link dengan teman-teman penggiat teater seluruh Indonesia yang hadir saat itu. Dalam jagad teater. dan seni ilmu politik. seni ilmu sosial. Mereka menjadi seniman di bidangnya. seni ilmu ekonomi. Saya (yang saat itu masih berstatus mahasiswa Universitas Sriwijaya) dipercaya oleh temanteman di Lingkar Studi Teater Palembang (LSTP) sebagai Sekretaris Jenderal. jika diperhatikan. Pembagian kerja dalam sebuah karya seni (produksi) tersebut dilakukan sesuai porsi masingmasing dan selalu sejajar tingkat komandonya.

Tak dapat saya ungkapkan. tentu saja menghasilkan suatu karya yang juga amatiran dari tinjauan kualitas suatu karya. tentu saja masalah manajemen seperti yang saya ungkap di atas. tetapi lebih terpacu untuk menampilkan sebuah karya yang memang berkualitas. saya dan Ratna Sarumpaet (saat itu baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta). di sela-sela pementasan teater pada sebuah perhelatan dengan judul acara ―Pekan Performing Art (PPA)― di Universitas Udayana. semangat berteater tersebut harus disalurkan sedemikian rupa dalam proses pembelajaran yang BAIK dan BENAR. supaya menghasilkan penggiatpenggiat teater yang ―BAGUS. Masalah yang utama adalah regenerasi. yang bukan berbasis sekolah seni (yang berteater hanya karena sekedar menyukai dan mencintai dunia teater. dari sekian banyak masukan pengetahuan dan informasi yang saya himpun dalam file batin dan otak. Betapa tidak.. serta beberapa teman mahasiswa penggiat teater dari beberapa Universitas di Indonesia terlibat dalam pembicaraan santai dan ngalor-ngidul. Yang ke-dua. terdapat juga sekian banyak persoalan dan masalah yang cukup membuat saya tersadar untuk kembali bertanya pada diri saya. lalu kerontang dan hilang di musim kemarau. jiwa. Pada tahun 2003. jika kualitas suatu karya teater yang diproduksi oleh kelompokkelompok teater atau penggiat-penggiat teater yang memang berbasis dari perguruan tinggi seni (yang memang khusus belajar secara akademis) saja masih sering amburadul. amatir)? Tidak bisa tidak. lalu bagaimana dengan karya-karya kelompok-kelompok teater kampus lain. pikir dan batin saya seketika menggeliat dan membuncah dalam kebahagiaan yang alang kepalang. Akan tetapi. Sehingga mau belajar dan membuka wawasan. dan bukan hanya kuantitas pentas dan jumlah penonton yang diutamakan.― Bukan yang hanya ―sekedar karena― menyukai. karena semua unsur tadi digarap secara amatiran. . Dalam keasyikan dialog santai tersebut.. melainkan mencintai atas dasar ―memahami―. Bali. mengenai ironi perkembangan dan eksistensi teater-teater kampus dan (apalagi) teater pelajar.. batin saya bergumam. ―Inilah habitat saya.―. Lalu. Baik dari segi manajemen. Semoga. Kelompok-kelompok teater tersebut seperti jamur di musim hujan. Timbultenggelam karena ditinggalkan pentolan penggiatnya. Coba kita bayangkan. maupun dari segi artistik.daerah yang memiliki sekolah tinggi dan teman-teman penggiat teater dari universitas atau kampus-kampus dan pelajar yang ikut dalam temu teater tersebut. betapa bahagia dan sumringah jiwa saya ketika dapat bertukar berita dan cerita dalam komunitas yang menghirup atmosfir keriangan dan kegairahan beribadah budaya dalam semangat berteater saat itu.

sebagai ibadah bagi saya. artistik. kurang atau lebihnya isi buku itu. datanglah kabar dari Muhammad Azhari yang meminta saya untuk menulis prakata untuk bukunya yang berjudul ―Manajemen Teater. dalam atau dangkalnya.― Pucuk dicinta. Baik itu seniwan (meminjam istilah Nurhayat Arief Permana) teater. Sebagaimana umat manusia memilih agama yang dianutnya. semangat saya bangkit. Nah..‖ diusahakan melalui cara yang baik dan benar. guru. Dengan mengucap syukur terlebih dahulu. pengajar. tentu saja harus menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan dan keyakinan yang dianut. maka saya serius juga bekerja lebih keras guna mensosialisasikan dan mengaplikasikan pengetahuan tentang teater kepada generasi muda. jadi gak pernah bisa total berkreasi. ―Fvhan. vcd pementasan.. Karena saya selalu terbiasa menanggapi sesuatu dengan serius dari sudut keindahan. mendidik) dalam jagad teater. saya sudah capek ngurusin teater kampus dan pelajar. setelah sekian tahun berselang.. seiring dengan bertambahnya usia dan pikir. setelah sekian banyak bergelut dan menggeliat dalam proses belajar dan mengajar (baca.. Hanya saja. berdasarkan keyakinan masing-masing. kemasan pentas.. juga agar di kemudian hari akan tidak ada lagi yang berkeluh kesah seperti rekan saya dari teater Orok itu. dosen. Karena. . sampai ikut turun gunung untuk mendidik di ekskul teater di berbagai sekolah. Terlepas dari luas atau tidaknya.― Saya tak mampu menjawab keluh kesah rekan saya itu. Amatiran terus. jika saya analogikan hal tersebut dengan konteks kebudayaan.saya terhenyak oleh pernyataan yang saya tangkap saat itu bersifat seperti keluhan dari salah seorang teman pentolan Teater Orok (Universitas Udayana). ulam pun tiba. Akhirnya saya mendapat jawab atas keluhan rekan saya dari teater Orok tersebut. yang dalam hal ini adalah teater. Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah. hingga dramaturginya gak pernah serius digarap. teater bagi saya adalah sebuah ibadah budaya. Maka sebagai umat yang beragama. saya menyatakan rasa amat-teramatsangat bahagia karena mendapat kehormatan menulis prakata di buku tersebut. *** Ketika saya tengah giat-giatnya menyusun program diklat (Pendidikan dan Latihan) teater untuk pelajar. saya pikir akan tetap berharga dan sangat besar manfaatnya untuk siapapun yang mengaku mencintai teater. maka berteater adalah ibadah yang saya lakukan sebagai upaya menjalankan tuntunan dan keyakinan sebagai mahluk seni yang ―berbudaya.. Manajemen produksi. Baik itu berupa buku-buku tentang teater. khususnya di kampuskampus dan pelajar.

1987.mahasiswa atau pelajar sekalipun. The Art of Acting. Desember 2008 Salam. dan mudah-mudahan tulisan yang lumayan panjang ini layak dijadikan kata pengantar bagi sebuah buku yang berharga. Oxford University Press. Palembang. Dan ibadah saya. bertele-tele dan membosankan. George. ucapan syukur alhamdulillah tetap saya sampaikan. Karena itu. sebelum jadi lebih panjang. karena telah terbit lagi sebuah buku kupasan tentang jagad teater (secara didaktis dan metodelogis) yang memang masih terbilang sedikit di Indonesia besar ini. Efvhan Fajrullah [1] Sitorus. 330335.Awuy. [2] Ostler. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta. Terimakasih. dalam Teater Indonesia.Awuy. Eka D. sebagai referensi belajar dan mengajar yang baik dan benar. hlm. penyunting Tommy F. The Little Oxford Dictionary. . [3] Tommy F. takkan kunjung padam. 2002. ―Teater Indonesia dalam Ambiguitas dan Ironi‖. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: PT. serta penggiat-penggiat teater lainnya (semoga Muhammad Azhari juga merasa beribadah) dalam semangat berteater. 1999.

Paling tidak. lukis (dekorasi). penulisnya hendaknya memikirkan masalah pementasan naskahnya itu. Hal ini menunjukkan pula lagi-lagi bahwa berbagai pihak seperti sutradara dan asistennya. Apresiasi Drama (Asmara. terutama di perguruan tinggi yang menyelenggarakan mata kuliah Pementasan Drama. untuk perguruan tinggi dan Sekolah Menengah. Selain itu. 1970) Tentang Bermain Drama (Rendra. Yang lebih penting lagi adalah bahwa mereka harus bekerja sama dan saling bergantung. Buku Manajemen Teater: Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah yang ditulis oleh Muhammad Azhari ini menjadi penting kehadirannya di tengah-tengah dunia pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengamanatkan apresiasi dan pementasan drama di Sekolah Lanjutan. M. Latifah Ratnawati. Itulah sebabnya drama sering disebut sebagai seni kolektif (collective art) karena pementasan sewbuah drama tidak mungkin dilakukan oleh seorang saja. sebut saja misalnya Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia (Oemaryati. Buku ini menjadi penting karena ditulis oleh penulis yang sejak mahasiswa berkiprah di bidang drama dan terter melalui teater kampus (Teater Gabi UKM Universitas Sriwijaya yang kelahirannya dibidani oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. naskah itu bertindak sebagai penyuplai kata-kata atau kalimat-kalimat yang akan diucapkan oleh para pemainnya dan sebagai pemberi inspirasi bagi sutradara. dan sastra. lebih sedikit bila dibandingkan dengan buku teks genre sastra yang lain. Pada akhirnya penulis buku ini mengabdikan ilmunya di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Palembang ini dan tetap berteater bersama para mahasiswanya. mementaskan sebuah drama bukanlah pekerjaan yang mudah. Dari yang sedikit itu. Dengan demikian. dan para petugas lainnya untuk berkarya.MANAJEMEN TEATER: MENJAWAB TANTANGAN BERTEATER DAN MENGAJAR TEATER Dra. petugas (creuw) harus bekerja sama untuk memproduksi sebuah pementasan drama di panggung. dalam hal ini mewujudkan naskah itu dalam sebuah pementasan yang menarik. melainkan ia harus melibatkan orang-orang lain. pemain. Terutama pada teater modern.Hum. baik ketika mengajar di kelas. drama juga sering disebut sebagai seni campura (synthetic art) karena dalam pementasan drama terdapat unsur-unsur seni yang lain seperti seni musik. tari (gerak). FKIP Universitas Sriwijaya). Enam Pelajaran bagi Calon Aktor . buku ini pun dapat membantu teman-teman guru Bahasa Indonesia. maupun ketika mengasuh kegiatan ekstrakurikuler teater. naskah drama merupakan hal yang amat fungsional. ketika menulis drama. 1979). 1976). Oleh sebab itu. Selain itu. Dengan demikian. pemain. Disadari sekali bahwa buku teks tentang drama dan pementasannya yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Hj. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Universitas Sriwijaya Naskah drama ditulis tujuan akhirnya adalah untuk dipentaskan.

mulai dari rumah tangga. Drama dalam Pendidikan (Brahim.1 Pengertian Manajemen . 1985). Teknik Mengarang Naskah Drama TV (Wisnu. Desember 2008 Dra.(Boleslavsky diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Asrul Sani. Palembang. sejak manusia memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut Wiludjeng (2007:2). dan dosen yang mengajarkan drama dan teater. saya ucapkan selamat kepada penulis buku ini. Teater: Buku Pelajaran Seni Budaya untuk Kelas XII (Wijaya. guruguru Bahasa Indonesia. sekolah. pemerintahan. 2007). tampaknya ditulis dari pengalaman menekuni teater dan mengajar Perencanaan Pementasan Drama/Teater di Perguruan Tinggi yang sebelumnya memanfaatkan buku-buku yang berkaitan dengan drama. Hj. Hubungan manusia satu sama lain sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masingmasing. 1968). organisasi. Dengan begitu. para pelajar sekolah menengah. atau perusahaan. manajemen sudah ada sejak dahulu kala. sistem manajemen sudah tidak asing lagi dalam setiap aspek kehidupan manusia. dan teater yang telah ada dan melengkapinya dengan bahasan manajemen sehingga membentuk manajemen teater. Akan tetapi buku-buku ini belum membicarakan kaitan teater dengan manajemen sehingga membentuk bahasan manajemen teater. Manajemen Teater: Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater yang sedang Anda baca ini. 1986). M.Hum. Dengan demikian. Label: Pengantar Buku Manajemen Teater BAB I PENTINGNYA MANAJEMEN Sebagai makhluk sosial. buku ini menjawab kebutuhan para mahasiswa yang mempelajari teater. 1975). Dengan rasa gembira dan tulus. manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. maka itu diperlukanlah manajemen. dan Seni Drama untuk Remaja (Rendra. 1. pembimbing teater di sekolah dan kampus. Guna memudahkan pemenuhan kebutuhan dalam hubungan kerja sama. Semoga menjadi sumbangsih yang berarti bagi dunia pendidikan. Pengantar Bermain Drama (Hamzah. serta para peminat teater. 2007). Latifah Ratnawati.

Maksudnya. Kedua. kelancaran. atau sastra. dan ketekunan dalam bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Dengan begitu. manajemen dilakukan berdasarkan olah rasa manusia atas kemahiran. tari. pengetahuan dan pengalaman manajemen mulai dibutuhkan dan diterapkan dalam penyelenggaraan suatu pertunjukan. seniman pelaku. semua faktor utama seperti orang-orang yang bekerja di belakang panggung. . manajemen sebagai seni bukan seperti seni pada umumnya seperti musik.2 Manajemen sebagai Seni dan Ilmu Menurut Siswanto (2008:7) manajemen adalah ilmu dan seni dalam melakukan tindakan guna mencapai tujuan. pengalaman. petugas gedung dan pelayan penonton sudah seharusnya memiliki komitmen bersama. mereka dapat bekerja dengan suatu cara atau metode sistematis sehingga segala sumber yang ada (tenaga. 1. manajemen mengakumulasikan sejumlah pengetahuan yang sistematis dalam melakukan suatu pekerjaan. dan kelangsungan usaha itu sendiri. yaitu menggalang kerja sama dan bekerja bersama-sama untuk keberhasilan pertunjukan. akan tercapai hasil yang diharapkan. ada dua tujuan utama dalam memelajari manajemen. manajemen dapat diterapkan pada berbagai usaha dan kegiatan dari sekelompok manusia dalam mencapai tujuan yang telah disepakatinya. Pertama. ketika peran tontonan bergeser menjadi hiburan atau kesenian populer yang digarap secara profesional. atau hasil yang diperoleh lebih besar dari penggunaan sumber yang ada. Sementara. Label: Bab 1 Buku Manajemen Teater BAB III TEATER DALAM KONSEP MANAJEMEN Berkaitan dengan pementasan drama/teater. agar orang atau kelompok dapat bekerja secara efisien. keterampilan. Di Indonesia. drama. dalam menangani suatu pementasan teater. efisiensi itu terjadi jika pengeluaran lebih kecil dari penghasilan.Secara etimologi. dana. Hasibuan (2007:1) menndefinisikan bahwa manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur (merencanakan). Dengan begitu. Sebagai seni. Dalam arti lain. Sebagai ilmu. Pada dasarnya. dan peralatan) dapat digunakan lebih baik. tujuan memelajari manajemen agar dalam bekerja atau melakukan usaha dapat dicapai ketenangan.

Bukan semata-mata untuk tujuan komersil.Memperhitungkan segala kebutuhan secara terperinci. ada beberapa hal pokok dan menjadi kunci dan sangat penting untuk dijadikan pegangan dalam mengatur jalannya suatu pertunjukan. sebagai dalildalil umum manajemen mutlak harus dilaksanakan untuk dapat menjamin keberhasilan dalam mengelola suatu pertunjukan teater. antara lain: Sebelum Pementasan. pertunjukan teater diselenggarakan dengan cara yang profesional. . serta pengawasan sampai tujuan. pengaturan. 2007:192) Petikan di atas mengandung maksud bahwa profesionalisme dalam teater yang ditawarkan Putu Wijaya meliputi pengelolaan suatu pertunjukan seni—agar tujuan pementasan teater khususnya. di antaranya.Konsultasi/sharing dengan orang yang lebih berpengalaman. tapi juga sebagai proses belajar. Dengan kata lain. (Wijaya.Membuat inventaris barang dan pihak yang bersinggungan. pelaksanaan. Ini menyangkut masalah proses penentuan tujuan. . pelaksanaan dan pengarahan atau penggerakan. . Demikian juga dengan apa yang disebut dengan prinsip-prinsip manajemen. . perencanaan. dan pascaproduksinya‖. .―Dalam bentuk yang lebih modern. . . Profesional dalam hal ini adalah adanya manajemen yang matang dalam tahap perencanaan.Membuat time schedule dan job description yang mantap. sebelum mengadakan pertunjukan harus diketahui dahulu kapasitas pekerjaan yang akan dilakukan.Mengendalikan obsesi dan emosi dengan mementingkan logika dan nilai rasa. Label: Bab 3 Buku Manajemen Teater Hal-hal yang biasa dilakukan oleh pimpinan produksi.Mengukur kemampuan perorangan dan kelompok. bisa berjalan lancar dan berhasil dengan baik—penerapan manajemen sebagai ilmu dan seni sangat diperlukan.

bidang ini mengatur pembelian dan penerimaan barang-barang. dan rumah tangga.Mengecek keadaan panggung dan gedung pertunjukan. pemusik. .Melakukan koordinasi satu sama lain.3 Administrasi Teater Bagan di atas juga menunjukkan.Mengecek dan menempatkan perlengkapan/peralatan pada posisi semula. . . .Mengantisipasi gangguan teknis dan keamanan yang tidak diinginkan. Saat Pementasan. pekerja panggung seperti penata artistik. pemasaran (marketing). kostum.Menyediakan kas (sebatas kemampuan) untuk pendanaan kegiatan.Mengecek ulang kondisi gedung dan mobilisasi penonton. . Mereka mengurusi kesejahteraan para seniman pelaku. Setelah Pementasan. dan sebagainya). . penata gerak. direktur. 4. kemudian menyampaikannya kepada bagianbagian lain (panggung. . .Memastikan perlengkapan dan peralatan dengan baik. gedung.Mengevaluasi kerja setiap elemen pementasan. dalam menjalankan tugasnya. Label: Bab 5 Resensi Buku Teater Sekolah Harus Bernilai Jual . . orang yang berada di bidang admistrasi teater dibantu oleh bagian-bagian seperti desainer proposal.Berpedoman konsep yang sudah disiapkan. pembukuan.Melaporkan hasil kegiatan dengan pihak yang berkepentingan. Di samping itu. keuangan (penggalang dana/fund rising).. .Mengecek sirkulasi tiket dan undangan. maupun para petugas lainnya.

Akan tetapi. mesin-mesin (machines). (6) penyutradaraan teater. (9) tata cahaya dan suara. Ikhwalnya. Buku setebal 122 halaman. serta (10) manajemen panggung. khususnya di sekolah menengah. pasar (markets). dan threat (ancaman) juga sangat membantu dalam merumuskan strategi untuk menyukseskan pementasan. Tidak hanya itu. uang (money). termasuk dosen dan guru seni budaya dalam mengaplikasikan drama/teater menjadi sebuah tontonan yang segar dan profesional. Dengan kata lain. penerapan unsur dan fungsi manajemen. Dengan begitu. mahasiswa. opportunity (peluang). buku ini mengungkap bahwa manajemen dapat diterapkan pada berbagai usaha dan kegiatan dari sekelompok manusia dalam mencapai tujuan bersama yang telah disepakati. (7) keaktoran dan seni akting. dan pelayan penonton sudah seharusnya mempunyai komitmen . Dalam buku tersebut. (4) manajemen produksi pementasan teater. dilengkapi pemaparan mengenai fungsi manajemen itu sendiri. pemain. buku yang terdiri atas sepuluh bab ini menguraikan tentang: (1) pentingnya manajemen. (8) tata rias dan kostum. buku Manajemen Teater: Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah ini disusun bukan hanya untuk dikonsumsi seniman dan sanggar seni yang menekuni drama/teater. yakni manusia (men). weakness (kelemahan). pengorganisasian (organizing). dan penonton. pelajar. termasuk analisis SWOT dalam perencanaan dan pementasan drama/teater diharapkan dapat menghasilkan pertunjukan yang bernilai jual. sengaja dikedepankan unsurunsur manajemen. cara-cara (methods). seniman pelaku. Berkaitan dengan pementasan. sutradara. di dalamnya analisis SWOT meliputi strength (kekuatan). (2) batasan drama dan teater (3) teater dalam konsep manajemen. cetakan pertama Tebal Buku : 122 + xii Seni dan ilmu manajemen sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan sebuah pertunjukan teater. dengan desain cover yang sederhana ini diterbitkan secara self publishing melalui Penerbit Unsri. Kemudian. penggerakkan (actuating).Judul Buku : Manajemen Teater: Perencanaan dan Pementasan Drama/Teater di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Penyusun : Muhammad Azhari Penerbit : Penerbit Unsri ISBN : 979-587-328-8 Tahun Terbit : 2009. semua faktor utama. Melalui buku ini. seperti orang-orang yang bekerja di belakang panggung. buku ini juga bisa dijadikan acuan bagi para mahasiswa dan pelajar. dan pengawasan (controlling). bahan-bahan (materials). meliputi perencanaan (planning). (5) naskah. guru dan dosen akan dipandu untuk lebih mengerti dan memahami pentingnya manajemen dalam seni drama/teater. dalam menangani suatu pementasan teater. petugas gedung. Sehubungan dengan itu.

serta pemusik (pemusik. Demikian halnya mahasiswa. Jika semua isi buku ini benar-benar diterapkan untuk persiapan seni pertunjukan drama/teater. mahasiswa dan kelompok-kelompok teater yang ingin membuat sebuah pertunjukan drama/teater menjadi menarik dan punya nilai jual. Minggu. cahaya. asisten sutradara. rumah tangga (house manager).. aktor. (Suharno. koreografer. Hanya saja. panggung. administrasi teater. dan sukma dapat dipraktikkan dengan mudah. 26 April 2009 Kata Pengantar KATA PENGANTAR . kelompok yang mengurusi bidang nonartistik disebut manajemen produksi. S. buku ini banyak berisi teori. Dalam buku ini. Secara umum. dan untuk ilustrasi gambar tersebut bisa dibuat berwarna. meliputi pekerja panggung. properti).Pd. guru SMP LTI IGM Palembang) Sumatera Ekspres. untuk praktisi seni teater (pencinta seni teater). Sehingga. yaitu produser. kostum. siswa yang ingin mengetahui lebih dalam bagaimana proses seni pertunjukan dapat menggunakan buku ini sehingga pentas teater di sekolahnya mempunyai nilai jual. penata artistik (rias. Pada tabel yang berisi agenda dan arah kerja produksi pementasan dalam buku ini juga sangat membantu kita untuk mengetahui kesiapan dan target pementasan yang akan digelar. suara. semoga dapat membantu guru.bersama. Buku ini sangat diperlukan dan berguna bagi guru sebagai bahan ajar untuk peserta didik dalam proses pembelajajaran seni drama. pemasaran (marketing). Kehadiran buku ini di tengah-tengah masyarakat dirasakan sangat perlu untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam mengolah seni pertunjukan drama/teater. dan keuangan (fund rising). Sementara. Terpenting. jiwa. (sutradara. buku ini bisa dijadikan acuan untuk merevitalisasi profesi berkesenian. lebih jelas. manajemen produksi teater mencakup pembagian kerja dalam sebuah produksi teater. teknisi. dalam mempelajari unsur-unsur akting seperti tubuh. penyusunnya telah menguraikan betapa penting manajemen produksi dalam praktik pementasan drama/teater. Adapun pembagian kerja manajemen artistik. pimpinan produksi. Penyusun buku ini juga menguraikan tentang keaktoran dan seni akting agar pembaca bisa memahami hakikat akting itu sendiri. aktris. kru dan pembantu umum. Secara umum. manajer panggung. Pimpinan produksi merupakan pimpinan tertinggi untuk urusan nonartistik dan bekerja lebih awal. dan penyanyi). perlu ilustrasi gambar latihan akting agar lebih menarik. Sementara. sedangkan kelompok yang mengurusi masalah artistik disebut manajemen artistik. siswa. yaitu menggalang kerja sama dan bekerja bersama-sama untuk keberhasilan pertunjukan. struktur manajemen sebuah organisasi teater dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian. khususnya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah atau Jurusan Sendratasik (Seni Drama Tari dan Musik) dapat menjadikan buku ini sebagai panduan perencanaan pementasan drama.

dan Teater (Putu Wijaya. Rendra. Tidak hanya itu. dimensi teater sebagai seni dan ilmu terus-menerus mereproduksi kreativitas manusia Indonesia dalam pembangunan nasional. tujuan utama penyusunan buku ini untuk menyambung estafet kebudayaan yang telah dituangkan selama puluhan tahun lalu melalui buku-buku drama atau teater lainnya. Riantiarno. 2006). 2007). Selain itu.S.Perkembangan teater Indonesia sangat pesat dan dinamis. Selanjutnya. buku ini dikembangkan lagi dari hasil sulih makalah keaktoran Iman Sholeh dan Rikrik El Saptaria pada Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) tahun 2005 di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Dengan begitu. Pengantar Bermain Drama (Adjib Hamzah. inovatif dan berorientasi masa depan. 1981). . 2003). Tentang Bermain Drama (W. Maka dari itu. Sehubungan dengan geliat mahasiswa dan pelajar berkesenian. perencanaan dan pementasan drama/teater yang diusung mahasiswa di perguruan tinggi dan/atau pelajar di sekolah tentu saja membutuhkan seni dan ilmu manajemen untuk menghasilkan tontonan yang segar dan profesional. seperti Dasar-Dasar Dramaturgi (Japy Tambayong. khususnya di bidang seni. yakni Drama: Teori dan Pengajarannya (Herman J. sudah sepatutnya teater menjadi suatu kebutuhan publik dalam menyikapi persoalan sosial yang muncul di tengah heterogenitas masyarakat modern. tapi juga mampu menggugah kegelisahan mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan dan pembaharuan. Sejalan dengan itu. Berdasarkan pemikiran itu. bahkan apresiasi di perguruan tinggi dan sekolah untuk menghasilkan lulusan yang kreatif. 2002) dengan e-learning mata kuliah ―Manajemen Seni Pertunjukan‖ Jurusan Etnomusikologi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada lembaga tersebut dan para penulisnya (anonim). memang sudah saatnya teater dijadikan pokok bahasan tersendiri dalam proses pembelajaran. penelitian. 1985). Acting Handbook: Panduan Praktis Akting untuk Film dan Teater (Rikrik El Saptaria. dan pengabdian kepada masyarakat dalam menjawab tantangan globalisasi melalui bidang seni. Selama dua puluh tahun terakhir. buku ini merupakan adopsi ilmu terapan dengan menggabungkan dua materi yang bersinggungan. Dalam praktiknya. Dramaturgi (Harymawan. proses kreatif teater tidak hanya menyentuh imajinasi dan inovasi para seniman. teater merupakan sarana komunikatif untuk mensinergikan pengetahuan. Menyentuh Teater (N. Waluyo. kontribusi teater di lingkungan kampus dan sekolah diharapkan dapat memberikan gambaran tentang perkembangan kesenian Indonesia pada umumnya. 1981). 1988).

yang berkenan menjadi penyunting. H. kelompok teater kampus dan sekolah juga dapat menggunakan buku ini agar memperoleh pemahaman drama/teater. kemudian Drs.Hum. Latifah Ratnawati. Hj. mahasiswa. 28 Oktober 2008 Muhammad Azhari tentang pentingnya manajemen dalam perencanaan dan pementasan Surat Rekomendasi .Hum. guru seni budaya. Berkenaan dengan keterbatasan dalam penyusunan buku ini. Tak lupa penyusun haturkan terima kasih dan penghargaan yang seindah-indahnya kepada Dra. Suhardi Mukmin. dan Efvhan Fajrullah yang bersedia membuat tulisan pengantar. selamat mengapresiasi. peneliti. dosen. Akhir kata. penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran demi kematangan pada masa yang akan datang. seniman. guru bahasa dan sastra Indonesia. Palembang. tujuan praktis buku ini tak lain untuk membantu pelajar. serta semua pihak yang telah membantu merampungkan buku ini. penyusun kembalikan manfaatnya kepada sidang pembaca yang budiman. M.Sementara itu. Tidak hanya itu. M.

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Arsip Blog .

Harga Buku Rp100.. Selain itu. M. Email: post_azh@yahoo. sudah termasuk ongkos kirim. H.id Info Seni Teater Sastra Tari Lukis Musik Film Kabupaten Samosir siapkan teater sebagai media informasi Waspada Online (Blog) PANGURURAN – Pemerintah Kabupaten Samosir. Penerbit Penerbit Unsri. Bangkitkan Inggit Garnasih Lewat Peran Happy Salma Galamedia .Tentang Buku Ini Buku Manajemen Teater Buku ini sangat membantu pembaca saat mensinergikan otak kiri untuk berimajinasi dan otak kanan untuk bersikap lebih rasional dalam proses perencanaan dan pementasan drama/teater Lihat profil lengkapku Followers @copyright 2010 and powered Penyusun Muhammad Azhari.Hum. Latifah Ratnawati. Tahun Terbit 2009. M.. di Teater Arena Taman Budaya Surakarta (TBS). Teater Wejang suguhkan karya M Sadli Solopos SOLO–Teater Wejang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta akan menyuguhkan Ketika Drama Usai karya M Sadli. (seratus ribu rupiah) per dua eksemplar (2 buku)..Penyunting Drs. (akademisi) . Hj.000.Pengantar Dra.Tebal Buku 122 halaman xxx.Hum. Hp 0813-67354464. Suhardi Mukmin.Efvhan Fajrullah (seniman).co. . ISBN 979-587-328-8. Wejang juga bakal . Sumatera Utara akan mempersiapkan bangunan teater sebagai media informasi yang menggambarkan proses terbentuknya Danau Toba untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata di kawasan tersebut.. HUBUNGI: Muhammad Azhari. Jumat (23/12/2011) malam.

Artikel Terkait » diberdayakan oleh Tampilan slide . jelas terasa oleh pemilik nama asli Dira Julianti Sugandi ini. Namun.MEMPERINGATI Hari Ibu bisa dengan berbagai cara.. yang juga mengandalkan kemampuan menari dan berakting selain menyanyi.. Artikel Terkait » Dira Sugandi Ketagihan Teater Musikal KOMPAS.com Perbedaan antara menyanyi dengan bermain dalam teater musikal. salah satunya melalui teater... Seperti yang dilakukan kelompok teater Mainteater bekerja sama dengan Titimangsa Foundation lewat pementasan monolog dengan lakon "Inggit". Dibandingkan dengan istri-istri . ia tidak menyerah untuk juga memiliki kemampuan .

.

.

.

.

 Pengantar Buku Manajemen Teater  Buku Manajemen Teater  Buku Manajemen Teater  Buku Manajemen Teater Copyright 2010 ..shoutmix.Manajemen Teater Powered by Template Blogger .com/?manajementeater">View shoutbox</a> ShoutMix chat widget Kunjungan Online Labels      Bab 1 (1) Bab 3 (1) Bab 5 (1) Cover (1) Pengantar (1) Blog Archive  ▼ 2009 (5) o ▼ Januari (5)  Lengkapi Perpustakaan Sekolah Anda dengan Buku MAN..Kritik dan Saran <a href="http://www5.

Blogger Center created by Templates Supported by Free Blogger Template .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful