P. 1
metode-metode mengajar

metode-metode mengajar

|Views: 954|Likes:

More info:

Published by: PhEy CimoutPoenya RiZzka on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru. Penggunaan metode yang tepat dapat membangkitkan motif, minat atau gairah belajar murid, dan menjamin perkembangan kegiatan kepribadian murid. Dan dengan penggunaan metode mengajar yang tepat guru dapat membimbing dan mendidik siswa untuk hidup dalam suasana yang penuh tanggung jawab, setiap orang yang berbicara atau mengemukakan pendapat harus berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang dapat diperanggungjawabkan. Jadi bukan omong kosong, juga bukan untuk menghasut atau mengacau suasana. Menghormati pendapat orang lain, menerima pendapat yang benar dan menolak pendapat yang salah adalah ciri dari metode yang dapat digunakan untuk mendidik siswa berjiwa demokrasi dan melatih kemampuan berbicara siswa. Agar suasana belajar siswa aktif dapat tercapai, maka model pembelajaran harus menarik dan dapat memotivasi siswa.

1

BAB II METODE-METODE MENGAJAR

1. Metode Seminar Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas / mengupas masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya. Kelebihan metode seminar : a. Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan. b. Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya. c. Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah. d. Terpupuknya kerja sama antar peserta. e. Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat. Kelemahan Metode Seminar : a. Memerlukan waktu yang lama. b. Peserta menjadi kurang aktif. c. Membutuhkan penataan ruang tersendiri. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV Saudara)

2. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran. Kelebihan metode tanya jawab : a. Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan. b. Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar. Kelemahan metode tanya jawab :

2

a. Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja. b. Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.Saudara)

3. Metode Katekesmus Metode katekesmus merupakan suatu cara menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah ditentukan. Kelebihan metode katekesmus : a. Keseragamaan dan kemurnian pengetahuan akan terjamin. b. Memudahkan cara mengajar guru karena pelajaran telah tertulis dalam buku. Kelemahan metode katekesmus : a. Daya jiwa yang dikembangkan hanya ingatan atas jawaban tertentu saja. b. Kurang memberi rangsangan pada siswa karena bahan sudah tersedia baik pada guru maupun siswa. c. Inisiatif para siswa terkekang. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara)

4. Metode Prileksi Metode prileksi merupakan suatu cara menyajikan pelajaran dengan menggunakan bahasa lisan, menyuruh para pelajar mendiskusikan,

menganalisa, membanding-bandingkan dan akhirnya menarik kesimpulan dari apa yang disajikan untuk mencapai tujuan pengajaran. Kelebihan metode prileksi : a. Pelajar dan guru sama-sama aktif. b. Menimbulkan kompetisi yang sehat antar siswa. Kelemahan metode prileksi : a. b. Banyak waktu yang digunakan. Kecekatan dan pengetahuan banyak dituntut dari guru dan siswa.

(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara) 3

5. Metode Proyek Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran yaitu pelajar dihadapkan kepada hal tertentu untuk mempelajari dalam rangka mewujudkan tujuan belajar. Kelebihan metode proyek : a. Pelajar menjadi aktif. b. Terbentuk pribadi yang bulat dan harmonis. Kekurangan metode proyek : a. Menghabiskan banyak waktu. b. Harus ada persiapan yang mantap. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.Saudara)

6. Metode Mengajar Berprogama Metode mengajar berprogama adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Kelebihan metode berprogama : a. Pelajar menjadi aktif karena ikut memperagakan alat tersebut. b. Pelajar akan cepat mengetahui hasil dan kelemahannya. Kelemahan metode berprogama : a. Suka menyusun programa dari setiap mata pelajaran. b. Memproduksi alat-alat pengajar membutuhkan biaya dan tenaga yang mahal dan banyak. c. Teaching machine itu tidak dapat merasakan apa yang dirasakan pelajar. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara)

7. Metode Musyawarah Metode musyawarah adalah cara menyajikan bahan pelajaran melalui perundingan untuk mencapai musyawarah bersama. Kelebihan metode musyawarah : a. Memperluas dan memperdalam pengetahuan pelajar tentang pokok yang telah dimusyawarahkan. 4

b. Memupuk dan membina kerjasama serta toleransi. c. Dapat terintegrasi mata pelajaran-mata pelajaran. d. Mudah dilaksanakan. e. Baik digunakan untuk saling bertukar pikiran. Kelemahan metode musyawarah : a. Memakan waktu yang banyak. b. Sukar dilaksanakan untuk pelajar yang masih duduk di kelas rendah sekolah dasar, karena mereka belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak. c. Hasil musyawarah belum tentu benar. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara)

8. Metode Mengajar Non Directive Metode mengajar non direktive merupakan salah satu metode mengajar dimana siswa melakukan observasi mereka sendiri mampu melakukan analisis mereka sendiri dan mampu berfikir sendiri. Kelebihan metode non direktive : a. Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa sehingga obyek belajar berkembang sesuai yang diharapkan. b. Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif berfikir dan menguasahi pengertian yang baik. Kelemahan metode non direktive : a. Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan cara berfikir siswa berbeda. b. Seorang guru setiap saat harus .mengoreksi cara berfikir siswa agar tidak keliru dalam memahami suatu hal (Nana Sujana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

9. Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan

5

tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Mereka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas. Kelebihan metode kerja kelompok : a. Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka. b. Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa. c. Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah. d. Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan berdiskusi. Kelemahan metode kerja kelompok : a. Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang. b. Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri-sendiri. c. Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya guna mengajar yang berbeda pula. (Drs. Roestiyah NK. 1991.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta)

10. Metode Kerja Lapangan Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa ke dalam suatu tempat di luar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri di dalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat. Kelebihan metode kerja lapangan : a. Siswa mendapat kesempatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja. b. Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya. Kelemahaan metode kerja lapangan : a. Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas. 6

b. Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mempersiapkan terlebih dahulu. c. Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

11. Metode Sumbang Saran Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa menjawab mengemukakan pendapat /jawaban dan komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru. Kelebihan metode sumbang saran : a. Suasana disiplin dan demokratis dapat tumbuh. b. Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya. c. Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis. d. Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru. e. Terjadi persaingan yang sehat. f. Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran. g. Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru. Kelemahan metode sumbang saran : a. Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik. b. Anak yang kurang selalu ketinggalan. c. Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai. d. Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta)

12. Metode Unit Teaching Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai belajar secara unit. 7

Kelebihan metode unit teaching : a. Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas. b. Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat. c. Suasana kelas lebih demokratis.

Kelemahan metode unit teaching : a. Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan. b. Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa. c. Perencanaan unit yang tidak mudah. d. Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang belum tentu dapat dijadikan unit. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta)

13. Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan di kelas dan dievaluasi oleh guru. Kelebihan metode eksperimen : a. Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah. b. Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori. c. Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan. Kelemahan metode eksperimen : a. Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu me-manage siswanya. b. Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

8

14. Metode Sosiodrama dan Bermain Peran Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode mengajar dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia Kelebihan metode sosiodrama dan bermain peran : a. Siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran. b. Karena mereka bermain peran sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah sosial tersebut. c. Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain, maka ia dapat menempatkan diri seperti watak orang lain itu. d. Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling perhatian. Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peran : a. Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran, maka sosiodrama tidak akan berhasil. b. Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan norma-norma kaidah sosial, adat istiadat, kebiasaan, dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang. c. Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini, maka akan mangacaukan berlangsungnya sosiodrama. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

15. Metode Kasus Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar. Kelebihan metode kasus : a. Siwa dapat mengetahui dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran yang nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya. b. Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan 9

menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar itu. c. Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut. d. Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Kelemahan metode kasus : a. Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa. b. Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi. c. Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

16. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses. Kelebihan metode demonstrasi : a. Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan. b. Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit. c. Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar. d. Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung. Kelemahan metode demonstrasi : a. Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa. b. Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

10

17. Metode Inquiry Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru di depan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya di dalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir. Kelebihan metode inquiry : a. Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka. b. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. c. Dapat membentuk dan mengembangkan sel konsep pada diri siswa. d. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru. e. Mendorong siswa untuk berfikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. Kelemahan metode inquiry : a. Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep. b. Tidak dapat diterapkan secara efektif pada semua tingkatan kelas. c. Tidak semua guru/instruktur mampu menerapkannya. d. Terlalau menekankan aspek kognitif dan kurang memperhatikan aspek afektif. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

18. Metode Microteaching Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan di lingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa di bawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong. Kelebihan metode microteaching : a. Microteaching merupakan pengalaman laboratoris.

11

b. Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan praktek keguruan. c. Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas.

d. Microteaching memungkinkan d itingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti, dan obyektif. e. Dengan adanya feed back dalam microteaching yang berupa knowledge of resulte dapat diberikan langsung secara mendalam. f. Diharapkan mahasiswa mempunyai bekal yang lebih kuat, luas, dan mendalam. Kelemahan metode microteaching : a. Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan

mengajar dan bila tidak diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh. b. Pengertian microteaching disalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai pengantar saja, bukan guru dalam arti luas. c. Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak, peralatan mahal, dan tenaga ahli dalam bidang teknis maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya. d. Menuntut perencanaan, pengetahuan, dan pelaksanaan yang cermat, mendetail, logis, dan sistematis. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strtegi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

19. Metode Simulasi Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain. Kelebihan metode simulasi : a. Dapat menyenangkan siswa. b. Menggalakkan guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa.

12

c. Eksperimen sebenarnya

berlangsung

tanpa

memerlukan

lingkungan

yang

d. Mengurangi hal-hal yang verbalistik. e. Menumbuhkan cara berfikir yang kritis. Kelemahan metode simulasi : a. Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset. b. Terlalu mahal biayanya. c. Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting. d. Menghendaki pengelompokan yang fleksibel. e. Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

20. Metode Problem Solving Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya. Kelebihan metode problem solving : a. Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam

mengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri. b. Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain. c. Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya. Kelemahan metode problem solving : a. Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi sering diabaikan. b. Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan

mengutarakan pendapat secara lisan. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

13

21. Metode Karya Wisata Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Kelebihan metode karya wisata : a. Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung. b. Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung. c. Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi. d. Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi. Kelemahan metode karya wisata : a. Karena dilakukan di luar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal. b. Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah. c. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta ; Rineka Cipta)

22. Metode Latihan /Drill Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa

melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. Kelebihan metode pelatihan : a. Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. b. Seorang siswa benar-benar memahami apa yang disampaikan. Kelemahan metode pelatihan : a. Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa.

14

b. Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

23. Metode Dialog Metode dialog merupakan salah satu teknik metode pengajaran untuk memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya untuk bertanya selama pendengaran guru yang menyuguhkan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab. Kelebihan metode dialog : a. Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman, sehingga pengetahuannya menjadi fungsional. b. Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan tepat. Kelemahan metode dialog : a. Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai mengutarakan pendapat secara lisan. b. Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan habis untuk berdebat mempertahankan pendapat. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

24. Metode Penyajian Sistem Regu (Team Work) Metode penyajian sistem regu merupakan metode penyajian dengan seorang guru yang dibantu tenaga teknis atau team guru dalam menjelaskan suatu persoalan atau obyek belajar. Sistem beregu ditangani lebih dari dua orang guru. Kelebihan metode penyajian sistem regu : a. Interaksi belajar mengajar akan lebih lancar b. Siswa memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam karena diberikan oleh beberapa guru

15

c. Guru lebih ringan tugas mengajarnya sehingga cukup waktu untuk menyiapkan diri dalam membuat perencanaan Kelemahan metode penyajian sistem regu : a. Bila seorang guru yang tidak mendapatkan giliran mengajar tidak memanfaatkan waktu untuk belajar lebih lanjut atau membuat perencanaan lebih matang. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

25. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan dan imajinasi dan penghayatan siswa siswa. dengan

Pengembangan

imajinasi

penghayatan

dilakukan

memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati tanpa adanya latihan. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode role playing : a. Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil. b. Membantu anggota untuk menganalisa situasi. c. Menambah rasa percaya diri pada peserta. d. Membantu anggota dan siswa menyelami masalah. e. Membantu anggota mendapat pengalaman yang ada pada pikiran orang lain. f. Membangkitkan minat dan perhatian pada saat untuk pemecahan masalah. Kelemahan metode role playing : a. Banyak yang tidak senang memerankan sesuatu yag salah. b. Membutuhkan pemimpin yang terlatih. c. Terbatas pada beberapa situasi saja. d. Ada kesulitan dalam memerankan. (Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester. Jakarta: Bumi Aksara)

16

26. Metode Perkunjungan Studi (Studi Lapangan) Metode perkunjungan studi adalah cara penyampaian bahan pelajaran oleh guru/instruktor kepada siswa dengan mengadakan perkunjungan ke obyek tertentu dengan maksud untuk menyelidiki atau mempelajari hal-hal tertentu dari obyek itu guna pencapaian tujuan pengajaran. Kelebihan metode perkunjungan studi : a. Siswa dapat mengamati sendiri keadaan yang sesungguhnya. b. Memperkaya pengalaman belajar. c. Pemahaman yang terkotak dapat diintegrasikan. d. Dapat memupuk minat untuk memperkembangkannya. Kelemahan metode perkunjungan studi : a. Dapat mengganggu kelancaran rencana pelajaran. b. Siswa bisa terpaku pada hal yang menarik, bukan pada hal yang penting. c. Terkadang pengelol obyek yang dituju kurang terbuka karena alasan tertentu. d. Memerlukan banyak biaya. (Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester. Jakarta: Bumi Aksara)

27. Metode Pemberian Tugas dan Resitasi Pemberian tugas dan resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan diluar jadwal sekolah dalam rentangan waktu tertentu dan hasilnya harus dipertanggung jawabkan (dilaporkan) kepada guru/instruktor. Kelebihan metode pemberian tugas dan resitasi : a. Dapat mendorong inisiatif siswa. b. Memupuk minat dan tanggung jawab siswa. c. Dapat meningkatkan kadar hasil belajar siswa. Kelemahan metode pemberian tugas dan resitasi : a. Sukar mengontrol apakah hasil tugas itu benar-benar hasil usaha sendiri atau bukan. b. Bila pemberian tugas itu terlalu sering, apalagi tugas itu sukar, dapt mengganggu ketenangan mental siswa. 17

c. Sukar memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan tiap individu. (Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester. Jakarta: Bumi Aksara)

28. Metode Penemuan (Discovery) Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund) Kelebihan metode penemuan : a. Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa. b. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing. c. Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa. d. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Kelemahan metode penemuan : a. Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja. b. Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif. c. Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental. d. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil. e. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. (Martinis Yamin. 2003. Metode pembelajaran Yang Berhasil. Jakarta : Sasama Mitra Sukses)

29. Metode Ceramah (Lecture) Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi

18

dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Kelebihan metode ceramah : a. Guru mudah menguasai kelas. b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar c. Tidak melibatkan terlalu banyak alat pembantu. d. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar e. Dapat dipakai sebagai penambah bahan yang sudah dibaca f. Dapat dipakai untuk mengulang atau member pengantar pada pelajaran atau aktivitas. Kelemahan metode ceramah : a. Peserta didik menjadi pasif dalam proses pembelajaran. b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa. c. Sukar mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar peserta didik. d. Pembicara harus menguasai pokok pembicaraan. e. Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar. f. Dapat menimbulkan kebosanan pada proses pembelajaran. (Martinis Yamin. 2008. Paradigma Pendidikan Konstruktivistik. Jakarta : Gaung Persada Press)

30. Metode Diskusi Metode ini merupakan interaksi antara siswa dengan siswa atau dengan guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, menggali dan memperdebatkan topik atau permasalah tertentu. Kelebihan metode diskusi : a. Dapat berfungsi mengulangi bahan pelajaran yang telah disajikan. b. Menumbuhkan dan memperkembangkan sikap dan cara berfikirn ilmiah. c. Membina bahasa para pelajar. d. Dapat memperkecil atau menghilangkan rasa malu/takut. e. Memupuk kerjasama, toleransi, dan rasa sosia. Kelemahan metode diskusi : 19

a. Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit. b. Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakang yang cukup tentang topik atau masalahyang didiskusikan. c. Tidak tepat digunakan pada tahap awal proses belajar. d. Apatis bagi siswa yang terbiasa berbicara dalam forum. (Martinis Yamin. 2008. Paradigma Pendidikan Konstruktivistik. Jakarta : Gaung Persada Press)

31. Metode Simposium Metode simposium merupakan serangkaian pidato pendek di depan peserta/siswa yang memaparkan suatu seri pembicaraan dalam berbagai

kelompok topik dalam materi tertentu yang disampaikan oleh ahli dibidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara. Kelebihan metode symposium : a. Dapat dipakai pada kelompok besar atau kecil. b. Dapat mengemukakan banyak informasi dalam waktu yang singkat. c. Menyoroti hasil lebih baik. d. Pergantian pembicara menambah variasi dan menjadikan lebih menarik. e. Dapat direncanakan jauh-jauh hari. Kelemahan metode symposium : a. Kurang spontanitas dan kreativitas. b. Kurang interaksi kelompok. c. Menekan pokok pembicaraan. d. Sulit mengadakan kontrol waktu. e. Secara umum membatasi pendapt bicara. f. Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati, untuk menjamin jangkauan yang tepat (Martinis Yamin. 2008. Paradigma Pendidikan Konstruktivistik. Jakarta : Gaung Persada Press)

32. Metode Computer Assisted Learnig (CAL) Metode ini digunakan untuk kegiatan belajar yang terstruktur, dimana computer diprogramkan dengan permasalahan-permasalahannya. Siswa 20

diminta mencari jawaban masalah tersebut dan jawaban diproses secara elektronik. Kelebihan metode CAL : a. Dalam beberapa detik siswa sudah mendapat jawaban atau umpan balik jawaban tersebut. b. Mendorong siswa untuk maju sesuai kecepatan masing-masing. Kelemahan metode CAL : a. Pengembangan program CAL membutuhkan biaya tinggi dan waktu lama. b. Pengadaan dan pemeliharaan alat mahal. (Martinis Yamin. 2008. Paradigma Pendidikan Konstruktivistik. Jakarta : Gaung Persada Press)

33. Metode Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkah : 1) Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2) Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 3) Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 4) Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5) Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas. 6) Kesimpulan guru. 7) Penutup. Kelebihan metode cooperative script : a. Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan. 21

b. Setiap siswa mendapat peran. c. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Kelemahan metode cooperative script : a. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu b. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). (Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com)

34. Metode debat Metode debat adalah metode yang menggunakan materi ajar yang dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Kelebihan metode debat : a. Melatih siswa aktif. b. Membiasakan siswa berbicara di hadapan public. c. Melatih siswa mengutarakan pendapat. d. Menanamkan kepada siswa berpikir kritis. Kelemahan metode debat : a. Tidak semua siswa di kelas aktif dalam metode ini. b. Hanya siswa yang menonjol saja yang aktif dalam metode debat. c. Perlu waktu yang panjang. (Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com)

35. Metode Problem Based Instruction Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah

kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah:

22

1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2) Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3) Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan

pemecahan masalah, pengumpulandata, hipotesis, pemecahan masalah. 4) Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan metode problem based instruction : a. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. b. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. c. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kelemahan metode problem based indtruction : a. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. b. Membutuhkan banyak waktu dan dana. c. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. (Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com)

36. Metode Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Langkah-langkah : 1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2) Menyajikan materi sebagai pengantar. 3) Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 23

4) Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. 5) Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 6) Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 7) Kesimpulan / rangkuman. Kelebihan metode picture and picture : a. b. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Melatih berpikir logis dan sistematis.

Kelemahan metode picture and picture : a. b. Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.

(Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com)

37. Metode Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Langkah-langkah : 1) Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2) Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok

mengerjakannya. 3) Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 4) Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 5) Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 6) Kesimpulan. Kelebihan metode numbered heads together : a. Setiap siswa menjadi siap semua. b. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. c. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. 24

Kelemahan metode numbered heads together : a. Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru. b. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. (Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com) 38. Metode Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah : 1) Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2) Guru menyajikan pelajaran. 3) Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4) Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 5) Memberi evaluasi. 6) Penutup. Kelebihan metode model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) : a. Seluruh siswa menjadi lebih siap. b. Melatih kerjasama dengan baik. Kelemahan metode model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) : a. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. b. Membedakan siswa. (Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com)

39. Metode Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1) Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan

pembelajaran. 25

2) Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3) Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4) Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 5) Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 6) Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. 7) Kesimpulan. Kelebihan metode examples non examples : a. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. b. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. c. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kelemahan metode examples non examples : a. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. b. Memakan waktu yang lama. (Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com)

40. Metode Praktek Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud. Kelebihan metode praktek : a. Peserta didik lebih cepat memahami materi karena dipraktekkan langsung. b. Lebih cepat terampil karena dalam proses pembelajaran peserta didik secara langsung mendapatkan pengalaman belajar. c. Materi yang didapatkan peserta didik tidak akan mudah dilupakan karena pembelajaran yang diulang-ulang pada metode praktek. Kelemahan metode praktek : a. Perlu sarana dan prasarana yang lengkap. b. Dana yang tidak sedikit dalam pemenuhan sarana dan prasarana. c. Perlu tenaga pendidik yang terampil dalam mengampu mata pelajaran yang menggunakan metode praktek. 26

d. Perlu menyediakan alokasi waktu yang cukup dan seimbang untuk menerapkan metode praktek. (Sutisna Sanjaya. 2009. Metode-Metode Mengajar. Tampilan Post)

41. Metode Penugasan Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya. Kelebihan metode penugasan : a. Peserta didik menjadi gemar membaca teks buku. Karena dalam penugasan peserta didik diharuskan memahami materi yang ditugaskan dengan cara membaca teks. b. Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih kecakapannya. c. Melatih peserta didik mengatasi suatu permasalahan tertentu. d. Membiasakan melaksanakan suatu proyek. e. Melatih kedisiplinan, karena dalam metode penugasan peserta didik dituntut menyelesaikan tugas sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Kelemahan metode penugasan : a. Seringnya peserta didik hanya mengandalkan temannya yang pintar untuk mengerjakan tugas yang diberikan. b. Sulitnya pemantauan dalam pengerjaan tugas. (Sutisna Sanjaya. 2009. Metode-Metode Mengajar. Tampilan Post)

42. Metode Tutorial Metode ini adalah cara mengajar dengan memberikan bantuan tutor. Setelah siswa diberikan bahan ajar, kemudian siswa diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut. Kelebihan metode tutorial : a. Mudah dilaksanakan. b. Tidak memerlukan perencanaan yang rumit. c. Mengajarkan siswa kreatif. Kelemahan metode tutorial : a. Tidak semua siswa mengerti tutor yang diberikan. 27

b. Sulitnya pemantauan tingkat pemahaman siswa. (Sutisna Sanjaya. 2009. Metode-Metode Mengajar. Tampilan Post)

43. Metode Suri Tauladan Metode mengajar dengan cara memberikan contoh dalam ucapan, perbuatan, atau tingkah laku yang baik dengan harapan menumbuhkan hasrat bagi anak didik untuk meniru atau mengikutinya. Kelebihan metode suri tauladan : a. Mendorong guru bersikap aktif dengan santun. b. Memberikan contoh riil kepada siswa. Kelemahan metode suri tauladan : a. Tidak semua guru mampu memberikan contoh yang baik. b. Dalam beberapa hal siswa tidak melihat sisi perilaku pendidik. (Sutisna Sanjaya. 2009. Metode-Metode Mengajar. Tampilan Post)

44. Metode Peringatan dan Pemberian Motivasi Metode mendidik dengan cara memberikan peringatan kepada anak tentang sesuatu dan memberikan motivasi agar memiliki semangat dan keinginan untuk belajar dan mempelajari sesuatu. Kelebihan metode peringatan dan pemberian motivasi : a. Menumbuhkan kesadaran peserdik tentang pentingnya proses

pembelajaran bagi pencapaian prestasi yang optimal. b. Menumbuhkan keinginan agar tetap bersemangat dalam belajar dan mempelajari sesuatu. Kelemahan metode peringatan dan pemberian motivasi : a. Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai mengutarakan pendapat secara lisan. b. Metode ini harus dilakukan secara berkala dan terus menerus. c. Terbatasnya tenaga pendidik yang mampu menerapkan metode ini. (Sutisna Sanjaya. 2009. Metode-Metode Mengajar. Tampilan Post)

28

45. Metode Tulisan Metode mendidik dengan cara penyajian huruf atau symbol apapun yang bertujuan untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Kelebihan metode tulisan : a. Mudah dilaksanakan. b. Ideal untuk pembelajaran di kelas. c. Melatih kepekaan otak kanan peserdik. Kelemahan metode tulisan : a. Tidak fleksibel. b. Hanya materi tertentu saja yang dapat menggunakan metode ini. (Sutisna Sanjaya. 2009. Metode-Metode Mengajar. Tampilan Post)

46. Metode partisipatorik Metode partisipatorik adalah suatu cara penyajian bahan

pelajaran dimana siswa diikutsertakan dalam kegiatan yang sebenarnya dalam kehidupan masyarakat. Kelebihan metode partisipatorik : a. Partisipasi langsung akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan akan mampu menjadi guru yang baik serta dapat menjadi

bahan renungan atau umpan balik untuk penelaahan lebih lanjut. b. Membiasakan diri hidup dalam kondisi tertentu agar dapat

menyesuaikan diri secara wajar. (Lili Nurlaili. 2009. Metode-Metode Pembelajaran. scribd.com)

47. Metode observasi Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisa dan mengadakan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Kelebihan metode observasi : a. Melatih siswa untuk peka terhadap peristiwa atau gejala yang tejadi dalam lingkungannya b. Metode observasi dapat terjadi, maka dapat mencatat data atau gejala-gejala yang untuk melatih siswa dalam

digunakan 29

mengadakan evaluasi. Tentunya peristiwa atau gejala-gejala yang dicatat akan dipadukan dengan pengetahuan yang diperoleh di

dalam kelas c. Melatih siswa untuk mengambil keputusan yang tepat sesuai

dengan nilai-nilai moral yang diperoleh di kelas. Kelemahan metode observasi : a. Memerlukan perencanaan yang matang dalam pelaksanaannya. b. Perlu tenaga pendidik yang cukup terampil dalam menjalankan metode ini. (Lili Nurlaili. 2009. Metode-Metode Pembelajaran. scribd.com)

48. Metode Mengarang (Ekspresi) Cara belajar mengajar untuk mengembangkan untuk mendorong dan membuat dan menciptakan siswa suatu

kemampuan berpikir

alternatif dari pokok masalah (thema) yang mengandung nilai-nilai tertentu. Kelebihan metode mengarang : a. Melatih sikap kemandirian. b. Mengembangkan daya cipta dan piker siswa. Kelemahan metode mengarang : a. Perlu waktu yang panjang. b. Tidak semua mata pelajaran bisa menerapkan metode ini. (Lili Nurlaili. 2009. Metode-Metode Pembelajaran. scribd.com)

49. Metode Permainan Metode permainan merupakan cara menyajikan bahan pengajaran dimana siswa melakukan permainan untuk memperoleh atau menemukan pengertian pendidikan, dan konsep tertentu. Permainan kegiatan dalam arti dalam permainan kerangka

siswa melakukan

(permainan)

proses belajar mengajar. Sebagai metode mengajar metode permainan dapat dilakukan secara individual atau kelompok. Kelebihan metode permainan : a. Membangkitkan minat siswa. b. Memupuk dan mengembangkan rasa kerja sama siswa. c. Mengembangkan kreativitas siswa. 30

d.

Menumbuhkan kesadaran siswa.

Kelemahan metode permainan : a. Perlu waktu yang cukup panjang dalam menjalankan metode ini. b. Seringnya siswa terlarut dalam permainan, sehingga tujuan

pembelajaran tidak tersampaikan. (Lili Nurlaili. 2009. Metode-Metode Pembelajaran. scribd.com)

50. Metode Kelompok Pendengar Guru membacakan sebuah laporan atau naskah dengan membagi murid menjadi dua atau beberapa kelompok. Mintalah setiap kelompok menyimak butir-butir penting yang telah ditentukan (misalnya kelompok pertama memperhatikan hal yang positif, sedangkan kelompok dua memperhatikan hal yang negatif). Kemudian setiap kelompok harus kembali memberikan laporan kepada guru dan teman- teman sekelasnya. Setelah itu baru mengadakan diskusi. Kelebihan metode kelompok pendengar : a. Memupuk kerja sama dan toleransi antar sesama peserta didik. b.Adanya pembelajaran untuk menghargai perbedaan pendapat. c. Metode ini baik digunakan untuk bertukar pikiran antar sesama peserta didik. d.Peserta didik menjadi aktif. e. Melatih kedisiplinan Kelemahan metode kelompok pendengar : a. Akan terjadi perdebatan saat proses diskusi terjadi. b. Perlu suasana yang tenang dalam penyampaian materi. c. Perlu waktu yang lama untuk menerapkan metode ini. d. Apabila penyampaian materi tidak jelas diskusi tidak dapat berjalan dengan lancar. (E-Leadership. 2009. Pengenalan Metode Mengajar. Indo Lead)

31

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN :

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses untuk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

32

DAFTAR PUSTAKA

         

Karo – Karo, Ulihbukit . 1981 .Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV Saudara. Sudjana, Nana. 1989 . Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru. N.K. Roestiyah. 1991 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Rineka Cipta Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Jakarta : Bumi Aksara Semester.

Yamin, Martinis. 2008. Paradigma Pendidikan Konstruktivistik. Jakarta : Gaung Persada Press. Wijayalabs. 2008. Metode Pembelajaran Efektif. wordpress.com Sutisna Sanjaya. 2009. Metode-Metode Mengajar. Tampilan Post Lili Nurlaili. 2009. Metode-Metode Pembelajaran. scribd.com E-Leadership. 2009. Pengenalan Metode Mengajar. Indo Lead

33

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->