P. 1
Pedoman Tata Kerja Bpmigas 2009 - Part 2

Pedoman Tata Kerja Bpmigas 2009 - Part 2

|Views: 403|Likes:
Published by bagastc

More info:

Published by: bagastc on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum DAFTAR ISI BAB I. ISI UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

II.

III.

IV.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I UMUM 1 .

Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. 1. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS. terdiri dari harta benda modal (HBM). 1.4.7. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible). pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa.3. Pengelolaan Aset.5. 1. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan. 1.6. PENGERTIAN ISTILAH 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan. 2 1.2. yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. 1. Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap.8. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS. .1. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan. Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget. 1.

Plan of Development dan Authorization for Expenditure. 3 .Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1. Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.9.

3.1.3. 3.1. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah. kualitas. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia. waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai.2. harga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. 2. 3.2. Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. 2. dalam pengelolaan Rantai Suplai. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir. 4 . Pengelolaan Aset.

5 . berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu.3. Transparan. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5. yaitu: 4. SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku.4. 4. berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana. daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara. Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5.4. 4. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi. 5. berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan. Kompetitif. Efisien.1.1.2. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan.3. 5. dengan cara dan atau alasan apapun.2.5.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4. Efektif. Adil. 4. berarti semua ketentuan dan informasi.5. 4. 5. 5.

Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai.3. Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. tidak menawarkan. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan. golongan atau pihak lain. 6. 6 . kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia.6. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai.6.7. Tidak menerima/memberi. regional dan internasional. Bertanggung jawab. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan. Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang.7. penuh rasa tanggung jawab. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai. berarti harus mencapai sasaran baik fisik. Pengguna Barang/Jasa.8. 5.2.5. 6. baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. 6. Berwawasan lingkungan. 6. 6. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan.1. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung.8. 6. 6. Panitia Pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. 5.4. 6. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7. Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 7 . Panitia/Pejabat Pengadaan. KESEHATAN. KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

2. dalam Buku Pedoman 2. 1.4. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 2. Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.3. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2.1. 10 . Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS. sebelum dapat dilaksanakan.2. 2. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.5. 2. 1. Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS. 2.3.1. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. Setiap pengalihan peruntukan. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS.

dalam Buku Pedoman 3. sebelum dapat dilaksanakan. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian. KEWENANGAN KEPABEANAN 3. 3.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3.4. 11 . 3. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS. Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS.2.3. Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. 4. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS.1.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

teknis. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit).2.1. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja.1. 2. sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif. 14 .1.2.1. Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik. Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing. Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi.3. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan. waktu. Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI). yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. PENGAWASAN MELEKAT 1. 3. tahap setelah penyelesaian (post audit).1. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. 3.4. Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus.1. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat. PENGAWASAN FUNGSIONAL 2. 1. 3.2. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. Efisiensi biaya. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih. 3. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit).1.1. 3. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 2.3. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal.

5. yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS.1.1.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender.2. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor. Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya. 5. 5. 5. Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan.2.1.3. Pemberian sanksi atas pelanggaran. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS. 5. maupun sumber daya manusia. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan.2. 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5. 5. Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur.1.4.3.1. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B). Revisi target KPI yang telah disepakati. 15 . 4.1. kelembagaan.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

2. dengan mengubah isi dokumen pengadaan. 2. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai. pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama. Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. dinyatakan tidak berlaku. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2.1. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini.2. harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran. 2. 3. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama.3. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. ---ooo0ooo--- 18 .

e. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS. survey pasar yang mendukung kewajaran harga. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK. antara lain: perubahan gambar disain. 211 . Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a. f. b. kondisi lingkungan kerja. c. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati di lingkungan fungsi terkait BPMIGAS secara tertulis. Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK. ketentuan/peraturan yang mendukung.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. 3. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi. Fotocopy Kontrak awal. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut. 4. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK. d.

5. Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku. 5. Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa.2. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung. 5. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati.Buku Kedua . Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out). 5.1. Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK. biaya.3. Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja.2. Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak. sebagaimana diatur pada BAB III angka 7. antara lain: 5. penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut. 5. dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 212 . 5. Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran.1.1.4. Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana.3. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak.4. 5.4.5.4. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan. 5. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan.2.4.5.

2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. Mengenakan penalti berupa: Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada BAB XIII angka 2. dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada. Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak.000.6. Penyedia Jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak.6. 5. a. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 213 .10.2.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk diverifikasi oleh lembaga penilai independen yang disepakati kedua belah pihak. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak. 3.2.5. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak.000. 5. 1.50.000.6. b. Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut. Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1. di atas. Untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai lebih dari Rp. 5.000. dan menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1. dan/atau nomor 2.

428.857.044. Sanksi Finansial a.571. Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan. c. di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah.571.14 990.000 TKDN 80% 40% 80% HE TKDN (RP) 982.000.071.74 1. 2.142. berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. b.94 990.037.200. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a. Contoh: PENYEDIA BARANG/ JASA A B C PENAWARAN HARGA PENAWARAN (RP) 1.Buku Kedua .071.050. dikenakan sanksi kategori hitam. Selain sanksi administrasi. Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang.43 PERING KAT PELAKSANAAN TKDN 75% 40% 80% HE TKDN (RP) 988.428.100. Sanksi Administrasi: a.037.000.74 1. Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan normalisasi harga yang dimenangkan dengan normalisasi harga atas TKDN yang sebenarnya dilaksanakan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.000 1.000.566. b. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah.566.764.43 PERING KAT I II III I II III 214 .000 1. namun harga Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi HE TKDN.

000. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pungutan dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.000.100.428.566.000.311.000.031.79 Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak.428. Contoh: PENYEDIA BARANG/ JASA A B C PENAWARAN HARGA PENAWARAN (RP) 1. sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor.43 PERING KAT I II III II I III Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Jasa A adalah : (Rp1.857.311.93 – Rp982.000.74 1. ditambah selisih perhitungan normalisasi harga yang dimenangkan dengan normalisasi harga atas TKDN yang sebenarnya dilaksanakan.174. 215 + Rp27.142.050.000.071.050.00 1.857.14 990.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.000.00 TKDN 80% 40% 80% HE TKDN (RP) 982.454.571. dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan penawaran terbaik yang dikalahkan.071.009.571.000.000.037.142.43 PERING KAT PELAKSANAAN TKDN 60% 40% 80% HE TKDN (RP) 1.000.100.000.00) + (Rp1.74 1.000.79 = = .00 1.174.454.037.00 Rp77.00 – Rp1.009.93 990.200.566.14) Rp50.031.

4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 216 . Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.3. Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.6.6.Buku Kedua . 5.

PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. Upaya penyelesaian 1. Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya. maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan. 6. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka dokumen pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa.1.2. Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1.2. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam dokumen pengadaan atau dokumen Kontrak.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 6. 2. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS.2. 217 .2. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. 6. Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. dengan atau tanpa mediator. 2. Penyelesaian melalui arbitrase a. 3. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul.

apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. 2. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1.2. apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud.3.4.6. c. 6. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia.5. Kontraktor KKS yang bersangkutan.Buku Kedua . Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase. Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS. 6.2. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. 6. 2. para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi Perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks. Kontraktor KKS yang bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b. Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase. apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. Semua Kontraktor KKS.2. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS. 6. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa. Semua Kontraktor KKS. 218 . maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS.2. maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS.

Evaluasi pelaksanaan Kontrak.2. Serahterima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang. 7. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan kontrak. 7. 7. 7. persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal. 7.2. Serahterima barang. maka: 1. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey. Kontrak.2.2. apabila ada. dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pungutan dalam rangka impor (PDRI).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 7. antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya. 7. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey. 219 7.1. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list). Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa.2.2.2. 7. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserahterimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan.1. Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak.3.2.4.5. bangunan. 7. antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang. 2. peralatan.1.1.2.6. PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7.1. . Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak.

220 . Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penetapan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS. telah dipenuhi. Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup. dan 7.1.7. 7.Buku Kedua .3. yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani.2.

Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi. 221 . dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa. terutama bagi Usaha Kecil termasuk Koperasi Kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. pembinaan.

Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. PEMBINAAN 1.1. 3.1. maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan. antara lain tentang: 1.1. 1. 1. K3LL. kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. Dalam melaksanakan pekerjaan. 1.2.1.4. Bagi Penyedia Barang/Jasa bukan usaha kecil sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS.3. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya. yang terkait dengan pengadaan 222 . Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan.Buku Kedua . Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS. 1. Peraturan-peraturan barang/jasa.2. 2. Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat. Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.

2. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 2. 2. waktu dan harga. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai.4. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan.3. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan.2.5. 2. 2. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS.1. Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu.2.2. 223 . 2. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2.1. 2.

Buku Kedua .2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS.3.1. 224 . Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 3. Pembebasan seleksi (prakualifikasi). Penghargaan antara lain dapat berupa: 3. sebagai calon peserta pengadaan 3. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa.

Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang. 1. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS. 4.1. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 5. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. 2. Kategori Kuning. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 9.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 4. Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 10. 8. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 6. 3. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun. 225 .1. Tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak berdasarkan ketentuan dalam Bab III pedoman ini. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. 11. KATEGORI PELANGGARAN 4. yang 7.

7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.000. 9.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak. Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait. 3. Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS. 4. Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain.2.1. 1. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 226 .00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana. Kategori Merah.000. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan. 2. 6.50. 4.000. Penyedia Barang/Jasa Bukan Usaha Kecil tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp. 8.000.000. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan jasa pemborongan atau jasa lainnya kepada Usaha Kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak.Buku Kedua . 5. 13. tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS.

a. Salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. Untuk informasi yang diperoleh dari media. Memasok barang palsu.1.1. 1. 227 . Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5.1.6. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data.2. 4.c. Dalam melaksanakan pekerjaannya. 5. 13. 6.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 10. 14. 4. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik.3. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Kategori Hitam. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan.1.1. 11.2.3. 12. sebagaimana diatur dalam Bab III angka 6. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun. instansi yang berwenang. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana kriminal berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 2. 3. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia.b.

maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang.Buku Kedua .4. Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.3. Apabila batas waktu sanksi telah berakhir. dengan tembusan kepada BPMIGAS.6.2. Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS.2. 4. Kategori KUNING. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati. 2. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. 228 . Kategori Hitam: 1. dan angka 5.2.3.4.6. 2. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya.1.4. Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan.2. dengan tembusan kepada BPMIGAS. Kategori Merah. sesuai ketentuan pada Bab VI angka 5.2. 4. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan. 1.

6. Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS.2.4. sesuai ketentuan dalam Bab VI angka 5.4. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam. 4.3. maka: 1. dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi.6. 2. 3. Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang. 229 .4. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. dan angka 5.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa .Buku Kedua .

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 231 .

. harus dikirimkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah Kontrak ditandatangani.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.11. dan bukan usaha kecil menggunakan Form SC.000. maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS.7. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 1.000.2.000. 2.3. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil.1. kejadian sejenis berulang atau menerus. Laporan Akhir Kontrak.10.08. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak.000.07 dan SC. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC. Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan. 1.. Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan.09 dan SC.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.09.000.08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini. 1.09.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 1. Apabila setelah diberikan teguran tertulis. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya.. 1.000. Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC. Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC. Salinan/ copy Kontrak.000.4.6. 1.000.000. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak. Untuk keperluan pengawasan.Buku Kedua . 232 . menggunakan Form SC 12-D.000. yang terdiri dari: 1. wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS.5.07 dan SC.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 LAMPIRAN .

.

DAFTAR LAMPIRAN NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005 JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT) NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA. KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN i . KEMAMPUAN PAKET.

DAFTAR LAMPIRAN NOMOR CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 CP-005 CP-006 CP-007 CP-008 CONTOH PERHITUNGAN PRICE BUILT UP HE TKDN BARANG DENGAN TKDN 25% HE TKDN JASA LAINNYA DAN JASA KONSULTANSI DENGAN TKDN 35% HE TKDN JASA LAINNYA DAN JASA KONSULTANSI DENGAN TKDN 30% HE TKDN JASA PEMBORONGAN DENGAN TKDN GABUNGAN 35% HE TKDN JASA PEMBORONGAN DENGAN TKDN GABUNGAN 30% HE TKDN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN 35% HE TKDN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN 30% NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN NOMOR FORMULIR SC-01 SC-02 FL-003 FL-004 SC-03 SC-04 ii .

DAFTAR LAMPIRAN NOMOR FL-005 FORMULIR DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA LAINNYA PERHITUNGAN TKDN JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-05 FL-006 SC-06 FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D iii .

.

2. Merupakan langsung.1.3. pengadaan barang/jasa secara penunjukan Nilai pengadaan maksimum Rp50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000. 1. UMUM 1. atau Purchase Order (PO).4.1. Halaman 1 of 7 . DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak.4.00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5. 1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card).000.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku.4. 1.3. 1.4. 1.2. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO. Surat Perintah (SP). KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1. MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1.

Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon. Halaman 2 of 7 . 1. 1.2. 2. 2. dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli. atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili.5. telepon. E-Mail.5. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. TATA CARA PELAKSANAAN 2. 2. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1.1.5.5. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili. Meningkatkan produktifitas kerja. atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery).1. faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli. Sebagai bukti transaksi. Mempermudah kontrol pembelanjaan.1. 2.1.2. e-Mail. atau E-Commerce.2. 1.2.4.1.3. nama pemegang.3. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli.1. 1. dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. 2.6. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. Surat Setoran Pajak (SSP) asli. 1. 2.2. pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut.5.1.5.5. MP-001 1. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran.2. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa. Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu.

dan pemeliharaan sarana Procurement Card. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit. pengawasan. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.2.1. 3.3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3.1. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2.2. 3. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. 2.1.5. PETUNJUK KHUSUS 3. 3.1. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi.3.1. Halaman 3 of 7 .1.1. MP-001 2.3. pemakaian. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1. 2. 3.1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan.4.3.

1. 3. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan.2. Memiliki daftar harga. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP). 4. dan Bank Penjamin ditandatangani. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan.3. pagu kredit. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari.2. Halaman 4 of 7 . 3. dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan. nama calon Pengguna Kartu.1.3. 4. 3. brosur.1. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu). Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card).1. Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin. 3. nilai maksimum per transaksi. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan.2.3.2. Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS.1. 3. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS. MP-001 3.3. 3.4.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan.3. dengan Penyedia Barang/Jasa.6. 3. 4.1.1. PENGAWASAN INTERNAL 4.1. 4. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3.2.2. nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk.

atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card).1. Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung. 5. 4. MP-001 4. 4. 5.3. SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan. Halaman 5 of 7 .5.2. Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan. dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan. E-commerce. copy DO.1. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. faksimili. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa.1. 4. Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut. Surat Setoran Pajak (SSP).2. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4.1.2. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli. Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon. PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5.2. 5. E-mail.4.2. Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. 8.1. Pemasok. 8.3.3.1. MP-001 5. 7. TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7.1. Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.1. Koperasi. DAFTAR ISTILAH 8.2. Halaman 6 of 7 . Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain. 6. 8. Sesuai dengan perjanjian.2. 7. Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa. Konsultan. Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung.1.4. Usaha Kecil.1. 7.1. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut.

1. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya. Halaman 7 of 7 . ---ooo0ooo--- 8. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). 8. 8. MP-001 8.1.1. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.1. menghasilkan. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan. dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak.1.1. (UU No. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.6.8.4. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen. 8. menyalurkan.9. Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa. Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut. (UU No.5. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No.7. 8. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah).

.

2.3. melalui suatu proses yang lebih efisien. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik.00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100.5. dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’.1. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja.000. Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.000.7. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. Halaman 1 dari 6 . 2. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).4. Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur. 3. dengan metode pelelangan umum.000. Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online). DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik. 3. PRINSIP DASAR e-RA: 3. 3. 3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. 3.6. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga. MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1.1.000. Peserta pengadaan harus memahami.

4. Tanggal. Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan. 4.1. Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA.2.5.3.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. 4. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini.1.2. PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual.2.3.5. MP-002 4. TATACARA PELAKSANAAN: 4.2. 4. 4. Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan. Halaman 2 dari 6 . 4. 4. 4.2.4.3.1. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA. waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan e-RA. 4. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas. 4.5. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami. PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran.

4.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum. Halaman 3 dari 6 . Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.20.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). 4.6.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga. Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama dengan cara elektronik atau secara tertulis. 4.7.000. 4. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap.6. Diundang untuk memasukkan penawaran harga. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. 4. Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran pertama. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul.7.7. SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4. Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis.3.000. MP-002 4. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi. peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan prosentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2.2.2.7.6.7.000. 4.7.000.5. 4.000.000.1.000.1.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).

00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1. MP-002 5. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan.1. Nilai pengadaan sampai dengan Rp.20. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup.1. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis. Segera pada hari yang sama. 8. akan membuat berita acara 5. 9. atau perubahan. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga.000. 7. setelah pembukaan penawaran harga pertama. dapat dilakukan perpanjangan waktu. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik.000. 6.1. 2. 3. Apabila terjadi kegagalan komunikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000. 5. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE). Panitia Pengadaan pelaksanaan e-RA . PELAKSANAAN E-RA: 5. kecuali untuk melengkapi kekurangan meterai dan tanggal. Halaman 4 dari 6 . Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. Pada waktu yang telah ditentukan.000. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. 4.000. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik PanitiaPengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-002 Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. 5.1.2. Pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran sama dengan ketentuan butir 7.a.1), kecuali bahwa pemasukan penawaran harga pertama langsung dilaksanakan secara elektronik. 5.2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Pada waktu yang telah ditentukan, Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran, perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond), kecuali untuk melengkapi kekurangan meterai dan tanggal. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. 5.2.2. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) terhadap harga penawaran, penawaran dinyatakan diskualifikasi. Segera pada hari yang sama, setelah pembukaan penawaran harga pertama, dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. Apabila terjadi kegagalan komunikasi, dapat dilakukan perpanjangan waktu. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik PanitiaPengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis.

5.2.1.

5.2.3.

5.2.4.

5.2.5.

Halaman 5 dari 6

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-002 5.2.6. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE). Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga, semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA, menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atasa HPS/OE sesuai ketentuan. Apabila harga penawaran peringkat I, berdasar hasil evaluasi harga, masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi, maka diadakan proses pengadaan ulang. Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA.

5.2.7. 5.2.8.

6. EVALUASI HARGA 6.1.

6.2.

6.3.

7. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang, termasuk kelanjutan prosesnya, mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung. ---ooo0ooo---

Halaman 6 dari 6

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya, percepatan proses, memaksimalkan penggunaan barang produksi dalam negeri, pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak. 2. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan, yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal, atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. 3. PERSYARATAN 3.2. 3.3. 3.4. Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS. Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS, dengan penyedia barang/jasa bersangkutan. Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat

3.5.

3.6.

Halaman 1 dari 6

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-001 Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. 4. TATA CARA 4.2. 4.2.4. KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT). Persiapan : 1. Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS, direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS. 2. Penentuan koordinator kontrak berdasarkan kesepakatan para pihak yang penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Merupakan pencetus awal program; b. Pengguna barang/jasa terbanyak/terlama. 3. Beberapa Kontraktor KKS calon pengguna Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa (Joint Contract) menyusun Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding /MOU) dengan koordinasi oleh BPMIGAS. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku didalam kelompok usaha tersebut. Nota Kesepahaman (MOU) memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. Hak dan Kewajiban para pihak; b. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan; c. Masa kontrak, pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan;

Halaman 2 dari 6

JK-001 d. 4.5. Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan penyedia barang/jasa. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama.6. 4.2. e. Pengurusan perijinan (Formalities). Prosedur Pelaksanaan: 1. 2. 4. Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dapat dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua perintah pelaksanaan melalui Koordinator Kontrak. Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS atau diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS. 5. Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan. g. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama. Penyusunan Kontrak : 1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 3 dari 6 . Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 2. f. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS. 3. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak.

Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak.3. 4. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. 4. 7. Nota kesepahaman (memorandum of understanding /MOU) disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan. Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: 2. PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle). atau 3.5.3. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketetuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini. 4. Persiapan 1. JK-001 6. Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.4. 4.3. Halaman 4 dari 6 . Rencana pemanfaatan ini harus merupakan disepakati oleh para pihak dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan.

Masa kontrak. Pengelolaan aspek finansial. Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaat-kan menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam MOU. Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2.3 dan Bab XIII angka 4. c. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan d. Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. JK-001 Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku didalam kelompok usaha tersebut. Halaman 5 dari 6 . b. 3. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. e. MOU memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. 7. 6. Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai.6. Kontraktor KKS pemegang kontrak awal bertindak sebagai Koordinator Kontrak.3. 4. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). Pelaksanaan 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. 4. 2. Hak dan Kewajiban para pihak.1. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai MOU dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomuni-kasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. 5. Pengurusan perijinan (Formalities) f.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. sesuai ketentuan yang berlaku. Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. ------ooo000ooo------- Halaman 6 dari 6 .7. Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal. Apabila tidak terjadi kesepakatan. 4. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya.3. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS. JK-001 5.

4. pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan.3. Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit). 3. yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya. finansial. JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1. Halaman 1 dari 5 . 3.8. 3.7. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama. Kerjasama jangka panjang. 3. keahlian. DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. dan saling menguntungkan (win-win).6. 2. keahlian. Perbaikan kinerja improvement).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.5. 3. keterbukaan. TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis. 3. dan proses. manajemen. Dilandasi dengan kepercayaan. kepastian pasokan (security of supply). Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi.2.9. standar mutu dan penekanan biaya. KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa. 3. 3.

2. Nilai pengadaan b. Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan.5. 4. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan. Penjajakan Pasar (market survey). Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS.4. Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’. Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1.6. Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak). Halaman 2 dari 5 .2. 4. Sosialisasi. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi.2. 4. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak. TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan. menyusun lingkup kerja awal.7.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. c. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. JK-002 4. 4. Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan. 4. d.2. 2.

4. Membangun tujuan (obyective) bersama.5. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal. 4. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui.4.3. PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra.4. 4. Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial. 4.6. 4.7.5.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 3 dari 5 . Menyusun dokumen pengadaan. 4. 3. 4.5.6. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen.3.4. antara lain dengan cara: 1. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak. JK-002 4. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4.4. 2. Diskusi/ dialog. Mengirimkan kuestioner. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4.4. 4. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator).3.4.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-002 4.6. 4.6.4. PELAKSANAAN KONTRAK Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa, dengan tugas: 1. Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien. 2. Melakukan pengawasan, pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. 3. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator); 4. Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. 4.6.5. Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum, harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator); Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra, misalnya: a. Nilai Total Cost of Ownership (TCO); b. Harga barang/jasa; c. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan; d. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri; e. Waktu yang diperlukan (cycle time); f. Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan; g. Kualitas barang/jasa; h. Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment)

Halaman 4 dari 5

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-002 2. Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI, baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal. Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards); 3. Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak. 4. Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi. 5. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body); 6. Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan. ---ooo0ooo---

Halaman 5 dari 5

2. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi. 3. Halaman 1 dari 3 . pelelangan atau 3. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan. JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1.1. Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri. 3. 3.2.3. Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan.

Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku. 4.1. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. 5.4.2. PEMBUATAN KONTRAK 5. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang.1. TATA CARA 4. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan. Halaman 2 dari 3 5. JK-003 4. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak.jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract). 5. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. .6. setelah atau tanpa melalui negosiasi. kejadian) terjadi.2. antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.5. Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak. 5. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran. 5. 5. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order). Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.3. pemilihan langsung mengikuti 4.3.

----ooo000ooo---- 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal. JK-003 6.2. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). Halaman 3 dari 3 . 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.1. PELAKSANAAN KONTRAK 6.3. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan.

.

JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1. PERSYARATAN 3.1.3. untuk suatu jangka waktu tertentu. meliputi namun tidak terbatas pada: 3. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. 2. untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun. Halaman 1 dari 5 .1.1. Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia. DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor).2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3.1. 3. 3. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum.

Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop).2. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. spesifikasi. 4. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis. 3.1. TATA CARA 4.2.2. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal. bekerjasama dengan Perusahaan nasional. atau 2. dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis. Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien.1. Halaman 2 dari 5 . 2.1.1.1. Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS.2. 3. 4. 3. peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang. peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga.1.2. 4. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional.3. baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul). 3. 3. yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.2. Jumlah barang. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1. pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan. JK-004 1.

4. 4. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment). Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini. 4. 2.2.3. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan. 2.1.2.3.3.3.4. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer).1. 4. Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu. 4. PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement). Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. Halaman 3 dari 5 .1. 3. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya. JK-004 Berdasarkan hasil seleksi. Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan. Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1.2.3. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer).3. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1. 4. 4.

Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan.4.1. 2.4. meliputi: 1. 2. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4. Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.3. Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions). Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan.3. 4.2. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi. Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement).5. Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan. Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer). Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya.5. masa 5.3. Halaman 4 dari 5 . 5. 5. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. di dalam negeri atau di negara lain. JK-004 2. Negosiasi harga atau formula harga. PEMBUATAN KONTRAK 5. 5. 3. 5.

3. JK-004 6. dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). PELAKSANAAN KONTRAK 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan.1. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. 6. ----ooo000ooo---- 6. Halaman 5 dari 5 . maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.2.

.

3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama. PERSYARATAN 3. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut.000.00 (seribu dolar Amerika Serikat). DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.1. ukuran. Halaman 1 dari 4 .2.3.000. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. 3. 3. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit.1. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa.000.1. dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu. 2. 3. kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu.1.1.

Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih. 4.3. 4.2. Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran. proses pengadaan mengikuti 4. 4. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE.5. Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut. 4. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). 5.4. 5.1. Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. TATA CARA 4. dilakukan negosiasi.2. atau 2.5. PEMBUATAN KONTRAK 5. JK-005 4. Halaman 2 dari 4 . Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA).2. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi. Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1. Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan. dilakukan negosiasi.1. 4. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE.5. Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku.1.

Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. 5.2. Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. 6. kejadian) terjadi. Halaman 3 dari 4 . Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan. sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA.4.3.1. PELAKSANAAN KONTRAK 6. Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. 6.3. Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini. SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA. 5. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah.5. 5. Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO).

Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit.5. ----ooo000ooo---- 6. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal.000. Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan.6.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000. alat kesehatan). Halaman 4 dari 4 . JK-005 6.4.

........................ : .................................. Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1.. Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya.... Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan.. Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat ...... Umum 1........................ : PT/KOPERASI……………............................................ :……………………………………………. Data Administrasi 1............................. Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :…………………...............………………………….............................…………... Proyek/Unit Kerja : …………………........................................................ (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa................ : ……………………………….....................................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.... sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya)............................................... 2...…………………………….... 2......... : …………………….................. Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A.......... .......................... 4.…………………………. Nama (PT/ KOPERASI) Status Pusat atau Cabang Halaman 1 dari 8 . 3....... PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : .

Alamat No. c. 2. PQ-001 3. Telpon No. dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. b. Fax 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Alamat Kantor Pusat (diisi. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3. 3. 4. Akte Pendirian PT/ Koperasi a. a. Ijin Usaha 1. 2. Tanggal c. Fax 2. Nama Notaris Nomor Akta Tanggal Nama Notaris Akta Perubahan Terakhir Halaman 2 dari 8 . Telpon No. Nomor Akta b. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1.

Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 B.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KTP Jabatan dalam perusahaan Halaman 3 dari 8 . PQ-001 4. Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Nama No. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase Nama No. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 Nama No. Pengurus: a. KTP Jabatan dalam perusahaan b. Data Keuangan 1.

...........Utang dagang ........ .............Nama Jelas Halaman 4 dari 8 . ________________________ ...........Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp .. Tahun.000.... Jumlah : Rp.Bulan ..Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek ....................Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap .....Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No..Peralatan dan Mesin .. Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal..200x PT/Koperasi............. tanggal..................Utang pajak .......Bank .... PQ-001 2...... (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar ......... Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6.......................Piutang *) .........Kas ...Gedunggedung III Aktiva lain Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp (c) Rp Rp Jumlah Rp Jumlah *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp..........................Inventaris .... Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp.........

C. 1. No yang diperlukan (hanya untuk jasa Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja. Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. (tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 . Data Personalia Tenaga ahli/teknis pemborongan). PQ-001 3.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-001 D. Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk jasa pemborongan) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi pembuat baik/ an rusak 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan. Data Pengalaman Perusahaan (nilai 3 paket tertinggi pengalaman di bidang/subbidang yang sesuai) No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 dari 8 . E.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Modal Kerja Surat dukungan keuangan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan. PQ-001 F. maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila dikemudian hari. Halaman 7 dari 8 . Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G.

. Materai Rp6000....................... Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 dari 8 . ......Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No...200x PT/ Koperasi .……................... PQ-001 ….............................

Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp.1. 1.3 untuk penyedia jasa usaha kecil. dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : 1.KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0.8 untuk penyedia jasa asing. kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP). NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK)..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1..MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil. PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN. Halaman 1 dari 4 . PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA. fp = 8 untuk penyedia jasa asing. Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl. fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil.6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. fl = 0. Cara perhitungan KK. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan. KP. fl = 0.

.5. 2. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir..4. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborong: SKK = KK – Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1.. Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun. dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”. maka KP maximum ditetapkan sbb : a. Halaman 2 dari 4 . Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b. PQ-002 1.2 N 1. 8 1.2 N 1. KP = KP = KP = KP = 3.3. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.

.2. Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3. Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is . Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. 3.. Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya). pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO).1.1...2. Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi. NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN. PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-002 2. Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.

PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan. Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai. Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI). Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. ---ooo0ooo--- Halaman 4 dari 4 .

05. gas and chemical. equipment. turbin. 04. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 01. hoisting /lifting and transportation. A. Instrumentation and machinery accessories. KONSTRUKSI. plants. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production. 03. 01. Selubung sumur. 02. generators. equipment and parts. Peralatan/suku cadang bangunan.01. equipment. pumps and compressors. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. accessories and parts. mesin. pengangkat dan pengangkut. road and construction. Oil. engines. Peralatan/suku cadang pemboran.02. Peralatan/suku cadang boiler. equipments and parts. Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin. Drilling mud and cementing. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan. CONSTRUCTION. Well casing. tubing and accessories. jalan dan konstruksi. pompa dan kompresor. equipment and materials. Boilers. Building. turbines. 02. packing. 03. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL Peralatan/suku cadang pengemas. pipa produksi dan kelengkapannya. accessories and parts. eksplorasi dan produksi. pembangkit listrik. parts and accessories. Halaman 1 dari 12 .

07. accessories and parts. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. dan komputer. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. Explosives. Measuring. valve. survey and laboratory. equipment. senjata api dan amunisi. gun and ammunitions. Telecommunication. bahan kemasan. bahan pengikat dan kelengkapannya. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK Activities Section /Group Mechanical and electrical. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. 08. Halaman 2 dari 12 . 10. Tools and other shop equipment.03. Bahan kimia. selang. fasteners and general hardware. ropes. 09. 06. fuel. survai dan laboratorium. Pipa. fitting and flanges. packaging. 02. equipment and accessories. navigation and computers. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. hoses. 01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Peralatan/suku cadang alat ukur. Tubular goods. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode 04. chains. tali baja. bahan bakar. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. navigasi. lubricant and paints. Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. 05. Buildings and tanks materials. Peralatan/bahan bangunan/ tangki. dan penyambung. non metals. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. metals. A. pelumas dan cat. equipment and parts. bahan metal/ bukan metal. rantai. katup.

Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. accessories and supplies. peragaan/ visualisasi. MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice. accessories and materials. Halaman 3 dari 12 . olah raga. Peralatan/perlengkapan tulis. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. Peralatan. dan kehutanan. pergudangan dan perlengkapan pegawai. perikanan. PERGUDANGAN. barang cetakan. equipment. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A. farmasi dan obatobatan. kantor. peternakan. Peralatan/suku cadang kesehatan. Medical equipment. 01. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. Furniture. kesenian.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR. warehouse and personnel. WAREHOUSE. 04. perlengkapan.04. 03. pendidikan. perkebunan. household and housing/club requisites. 02. Agricultural equipment and parts.

Jalan. Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. Fasilitas produksi darat. Interior Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. Water and waste treatment. penahan gelombang dan penahan tanah (talud) 10. pier and bandwall Water well drilling Gardening and landscaping Housing Dam Interior Halaman 4 dari 12 . 05. 08. Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya. Reclamation and dredging. 04. Gedung dan pabrik. 03. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01. 07. bridges. 09. 02. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa.01. jembatan. field and onshore/swamp drilling foundation Onshore production facilities Ofshore production platform and facilities. Drainase dan jaringan pengairan. Bendung dan bendungan 14. Building and plants. Pertamanan dan lanskap 12. 06. 11. Pipeline and supports. Perumahan dan permukiman 13. B. Pemboran air tanah. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai. Dermaga. Reklamasi dan pengerukan. Jetty. channel and other water system Roads.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

02. SBM. mooring facility. Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai B. Sentral dan jaringan telekomunikasi 04. Electric installation and other electrical services. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI RADIO. 02. sarana bantu navigasi laut/udara. Mechanical services. Air conditioning. Tata Udara. DBM. rambu sungai dan peralatan SAR. heater. 08. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik.03. BIDANG RADIO. 06. tanki dan pipa. TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology and geophysics Radio. 04. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Platform. Hoist. 03. telecommunication. Pekerjaan mekanikal 05. Radio. heat exchanger. Pabrikasi vessels.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 03. navigation and SAR facilities Central telecommunication and transmission. 07. heater. structure and pile Vessels. telekomunikasi. Pemasangan alat angkut dan alat angkat. struktur dan pancang. Meteorologi dan geofisika. bolier. heat exchanger. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission. Pemasangan instrumentasi Halaman 5 dari 12 . 02. Instrument installation 01. lift and convey facilities Ofshore production facilities 01. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain. Pabrikasi platform. tanks and pipe fabrication. boiler.

Pekerjaan pancingan. 02. 02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi 04. Pemboran hidrolik. Halaman 6 dari 12 . Pemboran darat. Pengecoran dan pembentukan B. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair. Pembangunan dan reparasi kapal. 02. Pemboran terarah. Coring services Seismic drilling services Hydraulic drilling services Fishing services 01. 06. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM.05. Pemboran rawa dan lepas pantai. 05. peti kemas dan lain-lain yang sejenis 05.04. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. 03. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. 07. Pemboran inti. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. Barak. Pengangkatan kerangka kapal 03. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan. Reboisasi/penghijauan B. Pemboran seismic. BIDANG PERTANIAN 01.06. Vessel floatation Marine vessels and production facilities scraping Living quarter/cabins/ camps and container Forging and forming AGRICULTURES Agriculture and fish nursery Replanting and plantation OIL & GAS AND GEOTHERMAL Onshore drilling services Ofshore drilling services Directional drilling services. 04.

Halaman 7 dari 12 . Others 08.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 17. Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur. Pelayanan casing dan tubing. Pemasangan dan perawatan pompa produksi 14. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. gas bumi dan panas bumi lainnya. Loging dan perforasi. 13. Oil well pump installation and maintenance services Well stimulation and secondary recovery services Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing) Casing and tubing setting services Production facilities maintenance services. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging. 18. 15. Pengujian lapisan bawah tanah. Well logging and perforating services. mud engineering and mud services. Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. Pengujian produksi sumur. Penyemenan sumur. Pertambangan minyak. Perawatan fasilitas produksi. Well cementing services DST test Well production test. 11. 16. 09. 12. 10.

Perawatan komputer. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor 03. Pengepakan. Cleaning. Penjahitan/konpeksi 08. pest control. Iklan/reklame. Jasa importir/eksportir 10. film and photography Writing and translation Labor supply Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 dari 12 .00. Penyedia tenaga kerja Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment Maintenance and repair: library. pengangkutan. Jasa boga 09. pest control. 01. preserved items. C.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Percetakan dan penjilidan 02. Jasa penulisan dan penerjemahan 13. Jasa pembersihan. barang-barang awetan. fauna etc. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara 07. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara 04. termite control and fumigation Packing. pemotretan 12. electronics /telecommunication equipments Advertising. termite control dan fumigasi 06. 05. fauna dan lain-lain. film. transportation and courier services Convection Catering Importation /exportation formalities Maintenance and repair: computers. alat/peralatan elektronik/telekomunikasi 11. Pemeliharaan/perbaikan pustaka.

Akomodasi dan angkutan penumpang 20.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara 15. Perumahan dan pemukiman 08. JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM 01. Pengadaan/pembebasan tanah 19. Bendung dan waduk 06. Jalan dan jembatan 04. D. Jasa asuransi 18.01. D. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment Rental/lease: tools. Sungai. Bangunan gedung dan bangunan pabrik 02. Pekerjaan jasa lain-lain. swamp and shore Housing and camps Sea technology 14. production/ construction equipment Diving and underwater services Insurance Land procurement and formalities Accommodation and travel Other services CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants Environment technology Road and bridges Transmission network Water dam River. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air 17. Technologi kelautan Halaman 9 dari 12 . Jaringan 05. Teknik lingkungan 03. rawa dan pantai 07. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi 16.

BIDANG PARIWISATA. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan 06. laut. 03. Angkutan barang D. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. 02. Sarana/prasarana transportasi laut 04. Konservasi dan Penghijauan. river and channel transportation Transport equipment and infrastructures: land Transport equipment and infrastructures: sea Transport equipment and infrastructures: air Transport equipment and infrastructures: river and channel Terminal system Goods transportation TOURISM. POS DAN TELEKOMUNIKASI 01. Transportasi darat. Kehutanan. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi 02. BIDANG PERTANIAN 01. Perkebunan/pertanian/ peternakan. Pariwisata dan perhotelan D. Sistem terminal 07. 05. Halaman 10 dari 12 .03. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system Tourism and hotels. udara. 04.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.04. Perikanan. air. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG TRANSPORTASI Activities Section /Group TRANSPORTATION Land. Pertanian lainnya. sungai dan penyeberangan 02. Sarana/prasarana transportasi udara 05. sea. Sarana/prasarana transportasi darat 03. AGRICULTURE Farming Forestry Fishery Conservation and replant Other agriculture services 01.02.

Pengawasan 07. 05.. 02.06. Jasa survey. 04. D. Manajemen. 06. Study kelayakan. Halaman 11 dari 12 . Industri Mesin dan Logam. Industri Bahan Bangunan. 02. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Distribusi dan Transmisi. Pembangkitan tenaga lainnya. Perencanaan Umum. 06. 04. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. Industri Kimia.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.07. 02. MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN 01. Industri Elektronika. Perindustrian lainnya. 03. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PERINDUSTRIAN Activities Section /Group INDUSTRY Machinery and metals Chemistry Agriculture Electronics Building materials Other industrial services POWER GENERATION Electric transmission and distribution Other power generating services GENERAL CONSULTANCY Survey General planning Feasibility study Technical engineering and planning Research and study Supervision Management 01. 03.05. 05. Penelitian. Perencanaan teknis. D. Industri Hasil Pertanian.

education. 03. Kependudukan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Sumber Daya Manusia. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LAIN-LAIN Activities Section /Group OTHER CONSULTANCY Insurance. banking and finance Health.08. 02. Hukum dan penerangan. Keuangan. Pendidikan. human resources and community Legal and information Other consultancy services 01. 04. Halaman 12 dari 12 . Asuransi. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Kesehatan. Sub bidang lainnya. Perbankan.

karena harga penawaran Peringkat I masih lebih tinggi dibanding Peringkat II.953.603.813.500.50 3.000.00 9.000.614.000.000.500.68 I II III A B C Penerapan: * Pada Pengadaan Barang atau Unsur Barang Jasa Pemborongan Produksi Dalam Negeri * Harus dilakukan negosiasi terhadap harga penawaran Peringkat I.75 5.00 Nilai Rp 12.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 23.000.000.25 Harga Evaluasi Akhir TKDN (HE-TKDN) Pering(100%/(100%+Pb))*HP kat Nilai Rp.457.800.255.000.000. 25.00 24.000. Halaman 1 dari 1 .325.33 26.000.000.00 6.00 50% x 15% 25% x 15% 35% x 15% Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% % 7.415.125.000.00 25.000.00 28.49 23.00 35.831.00 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 50. CP-002 Contoh 1: Penghitungan HE TKDN Barang dengan TKDN 25% Penyedia Barang/ Jasa Nilai Penawaran (HPb) Nilai Rp.000.

5% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7. 23.000. Halaman 1 dari 1 .000.00 60.00 Nilai (Rp) 15.000.08 23.56 26.444.000.976. CP-003 CONTOH 2 Penghitungan HE TKDN Jasa Lainnya dengan TKDN 35% Penyedia Jasa Nilai Penawaran (HPj) Nilai Rp.807.923.00 60% x 7.444.700.50 4.00 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 60.000.00 50.5% 50% x 7.00 24.5% 60% x 7.000.076.50 3.000.000.000.000. A B C 25.000.000.500.00 28.987.000.000.23 II I III Peringkat Penerapan: Pada pengadaan yang diikuti oleh Penyedia Jasa yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Lainnya dengan pencapaian TKDN minimal 35%.00 14.75 Harga Evaluasi Akhir TKDN (HE-TKDN) (100%/(100%+Pj))*HP Nilai Rp.000.000.00 14.976.5% % 4.951.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

000.00 10.00 24.00 23.00 60.57 III II I Peringkat Penerapan: Pada Pelelangan Ulang Jasa Lainnya atau Pelelangan Jasa Konsultansi yang diikuti oleh Penyedia Jasa yang berjanji akan melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN minimal 30%.00 40% x 7.000.221.050.5% 60% x 7.25 Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) (100%/(100%+Pj))*HPj Nilai Rp.000.00 14.00 7.885.5% % 3.5% 35% x 7. 24.000.000.00 30.500.000.963.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.19 23.000.00 29.00 26.63 2.000.000.000.5% 50% x 7.5% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.00 13.000.000.000. Halaman 1 dari 1 .000. 25.085.240.000.000.844.000.00 50.000.271.00 4.00 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 40.000.660. CP-004 CONTOH 3 Penghitungan HE TKDN: Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi dengan TKDN 30% Penyedia Barang/ Jasa A B C D E Nilai Penawaran (HPj) Nilai Rp.000.000.56 25.976.50 3.150.000.86 28.00 35.5% 30% x 7.000.500.00 Nilai (Rp) 10.88 22.060.680.444.700.75 2.076.258.000.000.982.

00 40.00 30.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.000.575.000.000.59 27.00 1.35 III Penerapan: Pada pengadaan Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 35%.000.000.000.00 5.23 29.00 7.000.000.00 2.00 37.750.500.000.000.615.000.266.593.397. Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 35.00 50. Halaman 1 dari 1 .136.000.000.00 35.121.00 24.000.000.250.500.00 36.000.000.00 31.976.350.880.31 I C Barang Jasa Jumlah Gabungan 26.00 11.277.000.825.636.337.000.500.000.33 35% x 15% 50% x 7.495.800.000.969.63 27.000. 23.000.000.00 B Barang Jasa Jumlah Gabungan 35.00 8.25 24.824.00 4.000.630.00 29.000.00 29.00 10.5% % 35% x 15% 40% x 7.14 3.50 5.45 30% x 15% 70% x 7.775.000.5% 5.909.00 Preferensi Jasa Pemborongan Barang maks 15% Jasa maks 7.738.000.382.00 10.000.25 3.69 Nilai (Rp) 8.5% 5.00 4. CP-005 Contoh 4 Penghitungan HE TKDN Jasa Pemborongan dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang/ Jasa A 35% Barang / Jasa Nilai Penawaran (HP) Nilai Rp.000.00 70.750.349.259.464.000.000.600.75 23.599.000.000.72 4.883.300.77 II Barang Jasa Jumlah Gabungan 25.00 3.5% 4.145.25 3.12 4.752.000.000.000.000.000.00 Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) Pering -kat (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Nilai Rp.000.000.000.

000.72 4.000.000.337.000.000.00 31.00 29.000.00 35.500.522.500.00 2.000.71 II 35% x 15% 50% x 7.100.5% % 30% x 15% 40% x 7.00 4.000.000.000.940.277.806.75 23.00 9.000.42 III Penerapan: Pada pengadaan ulang Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 30%.00 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.00 5.259. 25.59 27.000.087.444.121.000.63 27.5% 4.00 10.42 23.000.500.000.00 Preferensi Atas TKDN (P) Barang maks 15% Jasa maks 7.000.145.000.25 3.277.000.000.00 29.600.08 3.397.25 3. Komponen Dalam Negeri (TKDN) % Nilai (Rp) 7. Halaman 1 dari 1 .75 24.00 30.703.00 2.000.5% 5.000.575.825.00 50.000.000.000.43 29.00 11.000.50 3.976.00 4.00 8.000.000.00 31.000.136.100.250.00 1.00 35.38 24.31 I 35% x 15% 50% x 7.994. CP-006 Contoh 5 Penghitungan HE TKDN Jasa Pemborongan dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang / Barang/ Jasa Jasa A Barang Jasa Jumlah Gabungan B Barang Jasa Jumlah Gabungan C Barang Jasa Jumlah Gabungan 30% Peringk at Nilai Penawaran (HP) Nilai Rp.000.5% 5.885.000.000.000.00 37.883.108.000.909.000.495.615.33 26.00 40.000.364.000.000.00 37.738.000.000.000.000.00 50.00 (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) Nilai Rp.99 4.819.349.600.923.500.000.

397.000. 55% saham dimiliki WNI 75% di Indonesia 35.77 25.000.5% % 5. Perusahaan Asing sebagai leader.337.969.615.000. 50% di Indonesia 0 27.5% Preferensi Harga Jasa Pemborongan Barang maks 15% Jasa maks 7.464.338.750.00 4.31 II Halaman 1 dari 2 .000.752.00 35% x 15% 50% x 7.000.000.500.000.5% 5.266.000.63 27.00 1.000.00 35% x 15% 40% x 7. Barang Jasa Jumlah 25.350.136.00 37.000.31 Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan B Barang Jasa Jumlah 24.81 23.00 29.277.909.000.14 3.825.250.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.69 10.259.852.495.259.72 4.00 7.000.000.615.5% I Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan Konsorsium Nasional dengan Perusahaan Asing.000.00 4.000.136.59 27.000.000.500.00 40.000.000.00 35.121.00 50.000.00 2.575.636.00 29.00 35% Peringkat Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Gabungan Nilai Rp.75 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 35. CP-007 Contoh 6 Penghitungan HE TKDN Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang/ Jasa A Barang / Jasa Nilai Penawaran (HP) Nilai Rp.000.145.000.000.25 3.000.000.738.000.000.00 10. 23.25 3.00 Nasional.349.00 Nilai (Rp) 8.883.33 8.708.600.

000.382.977. Halaman 2 dari 2 .000.000.750.000.00 36.23 29.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa C Barang Jasa Jumlah Gabungan Status Perusahaan 26.000. Perusahaan Nasional 55% saham dimiliki WNI sebagai leader.800.00 5.000.50 5.00 70. 50% di Indonesia 5.775.000.5% 4.000.00 30% x 15% 70% x 7.219.000.000.66 III Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan Penerapan: Pada pengadaan Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 35%.00 7.25 Lampiran No.12 4.00 31.000.976.880.00% 28. CP-007 24.000.599.35 Konsorsium dan Perusahaan Asing.593.500.000.630.45 11.00 30.824.000.300.00 3.713.

00 4.5% 4.000.259.500.000.277.59 27. Perusahaan Asing sebagai leader.00 35% x 15% 50% x 7.00 (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp)) * HEA TKDN Gabungan Harga Evaluasi Akhir TKDN (HEA-TKDN) Nilai (Rp) 7.25 3.923.806.000.00 10.909.000.00 Rp.71 Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan B Barang Jasa Jumlah 24.600.250.866.000.000.738.31 I Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan Konsorsium Nasional dengan Perusahaan Asing.00 31.50 3.000.145.136.444.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.63 27.575.38 9.75 25.121.825.136.72 4.000.495.00 50.5% % 30% x 15% 40% x 7.349.000. A Barang Jasa Jumlah 25.000.615.337.00 4.00 40.000.00 37.00 1.000.940.259.000.043.000.000.000.000.000.000.000.500.000.00 29.00 Nasional.100.000.615.00 2. CP-008 Contoh 7 Penghitungan HE TKDN Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang/ Jasa Barang / Jasa Nilai Penawaran (HP) Rp.5% 7.45 23.08 3.33 8.883. 55% saham dimiliki WNI 75% di Indonesia 35.000. 23.31 II Halaman 1 dari 2 .000.000.00 29.000. 50% di Indonesia 0 27.397.5% 5.000.500.000.00 Preferensi Harga Jasa Pemborongan Barang maks 15% Jasa maks 7.00 30% Peringkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 30.976.921.

Halaman 2 dari 2 .000.000.885.00 35% x 15% 50% x 7.00 31. CP-008 24.000. Perusahaan Nasional dengan > 50% saham dimiliki WNI/Negara RI sebagai leader.5% 5.087.000.000.600.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa C Barang Jasa Jumlah 26.42 5.000.277.25 3.538.994.99 4.75 Lampiran No.43 29.00 Konsorsium Perusahaan Nasional dengan Perusahaan Asing.00 9.00% 28.000.108.116.00 50.000.089.00 5.819. 50% di Indonesia Penerapan: Pada pengadaan Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 30%.000.100.703.42 11.000.000.364.000.522.00 2.000.00 35.000.500.000.92 III Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan 37.

Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dll Etc. Halaman 1 dari 1 . nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan. FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Anggaran (Budget) No. Jenis Barang/Jasa (Description) Uraian Barang/Jasa (Specification) Jumlah (Quantity) Harga Satuan (Unit Price) Nilai (Total Amount) Target TKDN (%) Jangka Waktu Kontrak (Contract Duration) Tahun Tahun Berjalan Mendatang (Current Year (Potential Future Expenditures) Years Expenditures) Tahun Lalu (Previous Year Expenditures) 1.

Peralatan Kantor Mesin Photo Copy.000 7.000 3.000 10.300.000 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. AHTS 6500 HP 1095 10.950.000 55% 365 hari 2.000 20% 3 tahun 3.000 1.000.000 Halaman 1 dari 1 .000. ATK.000 3. Jenis Barang/Jasa (Description) Uraian Barang/Jasa (Specification) Jumlah (Quantity) Harga Satuan (Unit Price) Nilai (Total Amount) Target TKDN (%) 1.650. FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Jangka Waktu Kontrak (Contra ct Duration) Anggaran (Budget) Tahun Tahun Lalu Tahun Berjalan Mendatang (Previous (Current Year (Potential Year Expenditures) Future Years Expenditures) Expenditures) No . Rig Darat 1500 HP Top Drive Mob/Demob/ Move interwell Accesories 365 hari 20.000.000 60% 2 tahun 1.650.000. Dll 1 Lot 2.000 3.650.

Rencana/jadwal proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi (bilamana ada). Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Surat Tanggal Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan 4 5 6 Halaman 1 dari 5 . 1 2 3 : : Dokumen Surat pengantar (cover letter) Executive summary Copy material requisition (MR). rencana kerja dan spesifikasi teknis yang merupakan hasil pembahasan dalam pengajuan anggaran (WP&B atau AFE atau lampiran proposal AFE). No. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No. Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Metode pengadaan . tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 2 dari 5 7 Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.IKPP/ITB . FL-002 .Metode pembukaan penawaran . 10 Copy dokumen pengadaan . Annex Procurement Program selain main project multi years 8 Copy rencana pengumuman pengadaan 9 Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan.Rekening bank pengirim dan penerima pembayaran di Indonesia .Arbitrase di BANI (jika applicable) Jakarta. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.Lampiran 11 Lain-lain .Metode evaluasi .Copy AFE untuk main project multi years atau.Draft kontrak .

package/bundling. pengadaan)-(initial KKKS) contoh: ringkasan-6206xk-cpi 2 Executive summary idem Halaman 3 dari 5 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KKKS Judul Pengadaan No. etc. 1 Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: Lingkup kerja metode pengadaan (lelang/DS/DA) metode pembukaan sampul durasi kontrak estimasi nilai kontrak contact person Isi: Need and market analysis SOW dan budget Procurement strategy (tender/DS/DA.) Screening/evaluation method Commercial aspect Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 ringkasan-(no. Pengadaan No.

5 orang dan ganjil serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan pengumuman-(no. pengadaan)(initial/nama depan KKKS) justifikasi-(no. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Idem Idem Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. pengadaan)-(initial KKKS) 8 9 Copy rencana pengumuman pengadaan Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. pengadaan)-(initial KKKS) Halaman 4 dari 5 . pengadaan)-(initial KKKS) panitia-(no. Annex Procurement Program selain main project multi years . pengadaan)-(initial KKKS) idem Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak 5 6 7 Idem Idem Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Copy persetujuan AFE atau surat pengajuan AFE. idem Permintaan dari pengguna barang/jasa Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Rencana/jadwal proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi (bilamana ada). pengadaan)-(initial KKKS) Idem budget-(no. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak.3 4 Copy material requisition (MR). Copy AFE untuk main project multi years atau. rencana kerja dan spesifikasi teknis yang merupakan hasil pembahasan dalam pengajuan anggaran (WP&B atau AFE atau lampiran proposal AFE). disertai detail atau tabulasi alokasi dana yang dialokasikan untuk pengadaan Copy WP&B disertai detail atau tabulasi alokasi dana yang dialokasikan untuk pengadaan jadwal-(no. FL-002 permintaan-(no.

pengadaan)(initial KKKS) kontrak-(no pengadaan)(initial KKKS) lampiran-(no. Halaman 5 dari 5 . FL-002 Ikpp-(no. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.penga daan)-(initial KKKS) 11 Lain-lain - idem Jakarta.10 Copy dokumen pengadaan IKPP/ITB Draft kontrak Lampiran Metode pengadaan Metode pembukaan penawaran Metode evaluasi Rekening bank pengirim dan penerima pembayaran di Indonesia Arbitrase di BANI (jika applicable) Idem Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.

3. FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG (FORM SC-003) I. 2. b. Halaman 1 dari 5 . 4. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). dan nilai AFE/Budget (ref. 5. 2. 7. Pelelangan umum/terbatas Tata cara pemasukan dokumen lelang (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media massa (tgl. DATA PRA PELELANGAN Nama Proyek No. 7. Tanggal pemberitahuan lelang batal/gagal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. 1. KRONOLOGI PELELANGAN Lelang Lelang Ulang 1. sebutkan alasan pelelangan gagal. Lelang/Bid KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang dilelangkan No. 5. 6. dan nama Surat Kabar) Nomor dan tanggal persetujuan rencana lelang Tanggal undangan lelang Tanggal Pengambilan Dokumen Lelang Tanggal Penutupan/pembukaan lelang a. 4. 8. Dalam hal sebagai pelelangan ulang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 6. 8. Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. 3.

3. DATA PELELANGAN Mengikuti Tgl. No. 2. dst. Perusahaan Diundang Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1. 8. 5. 4. Peninjauan Lapangan 1. 7. 3. 4. FL-003 III. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) 1. Kelengkapan Dokumen pada Pembukaan Lelang (Berita Acara Pembukaan Lelang dilampirkan) Akte Pendirian Perusah Perusahaan aan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Rekanan terdaftar di SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No. dst. 6. 2. Halaman 2 dari 5 . 7. 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Rapat Pra Lelang Tgl. Jum lah 2. 5.

dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan Pengalaman Neraca ASTEK/ Kerja Perusahaan JAMSOSTEK Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3. 3. 4. PT. PT. 3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. PT. 5. 4. FL-003 Lanjutan No. 1. 6. 6. 5. 2. 2.2 No NPWP No. PT. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. 4. 6. 5. Halaman 3 dari 5 . Perusahaan 1. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran DitandaMasa tangani Berlakun TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. 7. 4. 2. dst. PT. 8.

US$/Rp. 11. 6. 7. 2. * Halaman 4 dari 5 . 3. 3. FL-003 III.bln/hari Judul/ Persyaratan 1-3% Berlaku s/d Memenuhi/ Tidak memenuhi Keterangan No. 1.7 No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. DATA PELELANGAN (Lanjutan) Lanjutan No. Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. 2. 12. 10. dst. 5. * 2. Nama Perusahaan Peringkat I II III 1. 3. 14 15. 8. dst. 13. 4.. 9. 1. Harga terendah yang sah Harga tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran Sesuai Penawaran (As Bid) Harga (US$/Rp.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal Bid Bond dengan masa berlaku ……….

....... FL-003 ................) (.........) Catatan: 1......Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No............... ......... Halaman 5 dari 5 ....................... 2............. Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (................. Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS.......... tgl........... Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No. Kolom...........

Berita acara hasil negosiasi. Surat Tanggal Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Lampiran File (dalam pdf) No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. Copy AFE untuk main project multi years atau. Berita acara pembukaan penawaran. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. 1 2 3 4 5 6 7 Dokumen Surat pengantar (cover letter) Berita acara pemberian penjelasan. Keterangan/Catatan Halaman 1 dari 5 . Pengadaan No. Berita acara hasil pelelangan.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 12 13 14 Jakarta. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. Surat pernyataan bahwa lingkup kerja dan anggaran pengadaan telah sesuai dengan lingkup kerja dan anggaran yang disetujui BPMIGAS. Halaman 2 dari 5 . Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Surat pernyataan bahwa proses pelelangan yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau pejabat yang dikuasakan. Formulir perhitungan TKDN (form SC-02). Dokumen penawaran dari calon pemenang pelelangan yang diusulkan oleh Panitia/Pejabat Pengadaan. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-01). tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. FL-004 8 9 10 11 Tabulasi perbandingan rincian penawaran calon pemenang dengan rincian HPS/OE/EE atau HPS/OE/EE yang telah disesuaikan.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. Pengadaan No. Surat Tanggal Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: kronologis calon pemenang nilai kontrak TKDN contact person Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 penjelasan-(no. idem Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai absensi baik lelang awal. 1 Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. pengadaan)-(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856-cnooc Panduan dan Contoh Pengisisan 2 Berita acara pemberian penjelasan. lelang ulang maupun pemilihan langsung Halaman 3 dari 5 .

Berita acara hasil pelelangan. lelang ulang. pengadaan)-(initial KKKS) sc01-(no. pengadaan)-(initial KKKS) sanggup-(no. dan penunjukan langsung Copy berita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan. pengadaan)-(initial KKKS) negosiasi-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Formulir perhitungan TKDN (form SC-02). Tabulasi perbandingan rincian penawaran calon pemenang dengan rincian HPS/OE/EE atau HPS/OE/EE yang telah disesuaikan. pemilihan langsung. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-01). pengadaan)-(initial KKKS) tabulasi-(no. FL-004 3 Berita acara pembukaan penawaran. Idem idem Idem 7 8 9 10 11 Idem Idem Idem Idem Idem Halaman 4 dari 5 . Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. atau penunjukan langsung Copy AFE atau WP&B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan Copy HPS/OE/EE yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang KKKS Sudah jelas Copy form SC-02 dari penawar 3 besar Sesuai PTK007 Surat pernyataan yang dibuat oleh perusahaan calon pemenang (hanya bila harga penawaran di bawah 80% HPS/OE/EE) sampul-(no. pengadaan)-(initial KKKS) hps-(no. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. pemilihan langsung. Copy AFE untuk main project multi years atau. pengadaan)-(initial KKKS) bahp-(no. pengadaan)-(initial KKKS) budget-(no. Idem Copy berita acara pembukaan sampul 1 dan/atau sampul 2 disertai absensi baik lelang awal. pengadaan)-(initial KKKS) 4 5 6 Berita acara hasil negosiasi. pengadaan)-(initial KKKS) sc02-(no.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-004 12 Dokumen penawaran dari calon pemenang pelelangan yang diusulkan oleh Panitia/Pejabat Pengadaan. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. pengadaan)-(initial KKKS) sesuaibudget-(no. Surat pernyataan bahwa lingkup kerja dan anggaran pengadaan telah sesuai dengan lingkup kerja dan anggaran yang disetujui BPMIGAS. Halaman 5 dari 5 . tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Surat pernyataan bahwa proses pelelangan yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau pejabat yang dikuasakan. Idem Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh KKKS Sudah jelas Hard file only 13 idem sesuaiptk007-(no. pengadaan)-(initial KKKS) 14 idem Sudah jelas Jakarta.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No. Surat Tanggal Dokumen Foto copy kontrak awal Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem Keterangan Lampiran File (dalam pdf) No. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Pengadaan No. 1 2 3 4 5 6 Jakarta. Halaman 1 dari 1 .

Nomor . (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak .Persetujuan BPMIGAS No.Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS . No.Nilai .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.Nomor . : SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE .Nilai . FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
KONTRAKTOR KKS

Lampiran No. FL-007

:

RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: ……………... S/D ………………. TAHUN ……... Form No. : SC-07
US$ / Rp (3) US$ Rp Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil (9) % (10)

No. (1) 1.

Metode Pengadaan (2) Pelelangan

2.

Pemilihan Langsung

US$ Rp

3. 4.

Penunjukan Langsung Pro Card

US$ Rp US$ Rp

5.

E-Procurement

US$ Rp

Jumlah Keterangan :

US$ Rp (8=7/6) (10=9/6)

Halaman 1 dari 1

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-008 Kontraktor KKS:

DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN : ………………. S/D ………………… TAHUN …………. Form. No. : SC-08
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jumlah Nomor PO US$ Nilai Rp. UKK Y/N US$ % TKDN Rp. %

Halaman 1 dari 1

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-009
KONTRAKTOR KKS

: RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: ……………... S/D ………………. TAHUN ……... Form No. : SC-09

No. (1) 1. 2.

Metode Pengadaan (2) Pelelangan Pemilihan Langsung

US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6)

Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5)

Keseluruhan (6=4+5)

Komponen Dalam Negeri (7)

% (8)

Usaha Kecil/ Koperasi Kecil (9)

% (10)

3. 4. 5.

Penunjukan Langsung Pro Card E-Procurement Jumlah Keterangan

Halaman 1 dari 1

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Form. S/D ………………… TAHUN …………. % Halaman 1 dari 1 Jumlah . UKK Y/N US$ TKDN % Rp. No. : SC-10 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nomor PO US$ Nilai Rp. FL-010 Kontraktor KKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN : ……………….

.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Form. No. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah US$ Rp Nomor Kontrak (2) Jumlah Nilai Kontrak Awal (4) Keseluruhan Nilai % (5) (6=5/4) Persetujuan BPMIGAS Nilai % (7) (8=7/4) US$/Rp (3) Halaman 1 dari 1 . : SC-11 No. FL-011 Kontraktor KKS : LAPORAN PELAKSANAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK(PJWK) BULAN: ………………… S/D ………………… TAHUN ………….

FL-012 A FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .b) Jumlah Biaya Total (IV.Biaya Komponen Luar Negeri (IV.GOODS) Formulir No : SC-12 A NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: PENILAIAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) I. Pernyataan TKDN mencapai > 25% harus mendapatkan pengesahan dari Instansi Pemerintah yang membidangi perindustrian.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen. Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JUMLAH BIAYA TOTAL (TOTAL COST) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.c) .BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) iv. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.a) Jumlah Biaya Total (IV.

III.JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . VII. II. IV.GENERAL SERVICES) Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. VI. FL-012 B FORMULIR Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: Rp.PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total . dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. Halaman 1 dari 1 .dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (TOTAL COST) KDN (b) KLN (c) TOTAL % (d) (e=b/d) TKDN Rp / US$ (f=d x e) Rp / US$ Jumlah Nilai Penawaran (Total Quoted Price) Catatan (Note): * * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri .Biaya Komponen Luar Negeri Jumlah Biaya Total Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Jumlah Biaya Total % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri . Material Pembantu (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum. US$ KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) (a) I.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. I. VI. III. B. US$ URAIAN (DECSRIPTION) (a) A. V. II.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) B.PROJECT) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: Rp. BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) A. Halaman 1 dari 2 . JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. JUMLAH (TOTAL) = Sub Jumlah A + B = Sub Total A + B KDN (b) KLN Rp / US$ (c) (d= b + c) TOTAL % (e=b/d) TKDN Rp/ US$ (f=d x e) Jumlah Nilai Penawaran (Total Quoted Price) C. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI JASA PEMBORONGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . IV.

FL-012 C Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri . % TKDN Gabungan = * * * * Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Jasa Jumlah Biaya Total TKDN Barang dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah Total A TKDN Jasa dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah Total B TKDN Gabungan hanya digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran dan kontrak. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri . Halaman 2 dari 2 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa. dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing.

S/D ………………………………….Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. TAHUN …………… KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E FORM No. : SC 12 D UK / BUK G Rp / US$ H NO A PENYEDIA BARANG/JASA F NILAI KONTRAK I PROGRES CAPAIAN PELAKSANAAN TK DN KONTRAK J K KETERANGAN L KETERANGAN D = Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak E = Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak G= Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK) atau Bukan Usaha Kecil (BUK: Usaha Menengah dan Usaha Besar) I = Nilai total Kontrak J = Persentase status pelaksanaan pekerjaan Kontrak/PO sampai dengan laporan dibuat K = Persentase penggunaan komponen dalam negeri dalam pelaksanaan Kontrak/PO sampai dengan laporan dibuat L = Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: di atas / bawah / sesuai target Halaman 1 dari 1 . FL-012 D Kontraktor KKS: LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ……………………………….

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->