BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum DAFTAR ISI BAB I. ISI UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

II.

III.

IV.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I UMUM 1 .

Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan.7. Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek.1. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan.4. 2 1. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya. 1. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.8.6. Plan of Development dan Authorization for Expenditure.3. Pengelolaan Aset. yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 1. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002. Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS. PENGERTIAN ISTILAH 1. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS.5. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap.2. terdiri dari harta benda modal (HBM). 1. Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget. . pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa. 1. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible). 1.

9.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1. Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. 3 .

dalam pengelolaan Rantai Suplai. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.2. 3.1. harga. 3. waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek.3. Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. 4 . 3.1. 2. LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3. 2. kualitas. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia. Pengelolaan Aset.

1.5. 5. 4. SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku.2. 5.5. dengan cara dan atau alasan apapun. Efektif. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat. Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5. daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan. 4.4. Kompetitif.2. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi.3. berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan. berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana. Transparan. Efisien. berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu. yaitu: 4. Adil.4. berarti semua ketentuan dan informasi.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5. 5.1.3. 5. 5 . 4. 4.

5.5. 5. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas. Berwawasan lingkungan.7. regional dan internasional. Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan. 6. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai.1. 6.3. Tidak menerima/memberi. 6. 6.6. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. 6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6. Panitia Pengadaan.6.8. 6. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai. golongan atau pihak lain. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai. Bertanggung jawab. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya.8. 6.7. 6 . ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang. berarti harus mencapai sasaran baik fisik. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan. Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional.4. Pengguna Barang/Jasa. penuh rasa tanggung jawab. 6. tidak menawarkan.2. kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7. Panitia/Pejabat Pengadaan. KESEHATAN. KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang. Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 7 .

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

dalam Buku Pedoman 2. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS.2.3. 1.5. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2. 2. 2. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS. 2.3.2. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. sebelum dapat dilaksanakan. Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS. Setiap pengalihan peruntukan. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS. 10 . Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 1.1.1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS.4.

KEWENANGAN KEPABEANAN 3. 3. 4.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. 11 . Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS.2.3.1. dalam Buku Pedoman 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian. Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS.4. Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. sebelum dapat dilaksanakan. 3.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

teknis. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit).4. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih.1. 2. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja. waktu. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal. Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI). 3.1. Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit). Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing. Efisiensi biaya. Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus.3.1. 2. 1.1.2. 3. 3. PENGAWASAN FUNGSIONAL 2. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik. 3.1. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. 3. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan. 14 .1.3. yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.2.1. 2.1. Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi. tahap setelah penyelesaian (post audit).2. PENGAWASAN MELEKAT 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.

maupun sumber daya manusia.1.2.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3.1. 5. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B). Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya.4. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS. Revisi target KPI yang telah disepakati. 5. Pemberian sanksi atas pelanggaran. 5. kelembagaan. 15 . yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender.1. Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor.1.3. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS.1. 5.3. Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5. 5. 5. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan. yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS. 5. 4.1.2.2.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini.3. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi. Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. 2. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. dengan mengubah isi dokumen pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 2. Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2. ---ooo0ooo--- 18 . 2. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. 3.2.1. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini. dinyatakan tidak berlaku. berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran.

c. 4. d. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati di lingkungan fungsi terkait BPMIGAS secara tertulis. Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a. survey pasar yang mendukung kewajaran harga. 211 . ketentuan/peraturan yang mendukung. f. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. e. 3. kondisi lingkungan kerja. b. antara lain: perubahan gambar disain. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK. Fotocopy Kontrak awal. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi. Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK.

4. 5. 5. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung. Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa.3.1. Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan. biaya. 212 . 5. penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja. Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak. antara lain: 5. 5. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati.2. Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja.Buku Kedua .1.5.2. Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out). Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku.3. sebagaimana diatur pada BAB III angka 7.4.4.5. 5. Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK. Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran. 5. dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa.4. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan.2. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak.4. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan. 5. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut.1.

dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk diverifikasi oleh lembaga penilai independen yang disepakati kedua belah pihak.6. a.2.1. 1. 5.000. 2.6. di atas. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak.10. Untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai lebih dari Rp.000. 5. Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut. Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak. 5. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 213 . Penyedia Jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak. 3.000. b.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. dan/atau nomor 2. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak. dan menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian.000. Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak.2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.6. Mengenakan penalti berupa: Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada BAB XIII angka 2.50.5.

dikenakan sanksi kategori hitam.857.071.43 PERING KAT PELAKSANAAN TKDN 75% 40% 80% HE TKDN (RP) 988. Sanksi Finansial a. c.566.000.000.764.566.000. Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang. namun harga Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah. berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. Sanksi Administrasi: a.000 1.044.050. 2.94 990.571.428.037. Contoh: PENYEDIA BARANG/ JASA A B C PENAWARAN HARGA PENAWARAN (RP) 1.200.000 1.Buku Kedua .000 TKDN 80% 40% 80% HE TKDN (RP) 982.14 990. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah.74 1.74 1. b. Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan.43 PERING KAT I II III I II III 214 .142. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi HE TKDN. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.100. b. Selain sanksi administrasi. di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah.071.037.428.571. Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan normalisasi harga yang dimenangkan dengan normalisasi harga atas TKDN yang sebenarnya dilaksanakan.

174.031.00 TKDN 80% 40% 80% HE TKDN (RP) 982.100.93 990.142.14 990.43 PERING KAT I II III II I III Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Jasa A adalah : (Rp1.857. sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor.050.100.000.142.311. Contoh: PENYEDIA BARANG/ JASA A B C PENAWARAN HARGA PENAWARAN (RP) 1. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pungutan dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.00) + (Rp1.79 = = . ditambah selisih perhitungan normalisasi harga yang dimenangkan dengan normalisasi harga atas TKDN yang sebenarnya dilaksanakan.071.000.00 Rp77.74 1.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.031. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan penawaran terbaik yang dikalahkan.009.571.454.00 1.00 – Rp1.79 Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak.566.037.000.311.566.454.428.009.000.174.00 1.000.200.93 – Rp982.000.571.050.000.071. 215 + Rp27.000.14) Rp50. dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri.74 1.43 PERING KAT PELAKSANAAN TKDN 60% 40% 80% HE TKDN (RP) 1.037.000.000.857.428.

3. 216 .6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.6. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.4. Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak. Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa. 5. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan.Buku Kedua . Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.

217 . Upaya penyelesaian 1. Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah. dengan atau tanpa mediator. 3. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka dokumen pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI. 2. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.1. maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan.2. 2. Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.2.2.2. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. 6.1. 6. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam dokumen pengadaan atau dokumen Kontrak. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul. Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. Penyelesaian melalui arbitrase a. Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 6.

apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1. para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi Perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks. Kontraktor KKS yang bersangkutan. 6.5. Semua Kontraktor KKS. 2.2. 2.6. Semua Kontraktor KKS. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1. 218 . Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa. Kontraktor KKS yang bersangkutan.Buku Kedua . 6.2.3. maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS. 6. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. 6. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS.2.2. c. Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase.4. Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase. maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS. apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat.

3. Serahterima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang. 7. maka: 1. PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7. Evaluasi pelaksanaan Kontrak.2.4. Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 7. bangunan.2. 7. Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak.1.2. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list). dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pungutan dalam rangka impor (PDRI). Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa. 219 7. 7. Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak.2. Kontrak.2. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan kontrak.6.1. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserahterimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS.1. . 7.2.2. 7.1. 7.2. peralatan. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey. apabila ada. persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal. Serahterima barang. 2. 7.5.2. antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya.1. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan. 7.

2.3. telah dipenuhi. 7. 220 .1. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani. Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup.7. dan 7. yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.Buku Kedua .2. Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penetapan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS.

terutama bagi Usaha Kecil termasuk Koperasi Kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. 221 . Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi. pembinaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa. dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa.

maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan. 1. yang terkait dengan pengadaan 222 . 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan.3.2.2. 1. antara lain tentang: 1. 2. PEMBINAAN 1. K3LL. Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya. kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. Bagi Penyedia Barang/Jasa bukan usaha kecil sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS.1. Peraturan-peraturan barang/jasa.1. Dalam melaksanakan pekerjaan.1.Buku Kedua . 1.1. Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1. 3. Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS.4. Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat. Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya.

Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa. 2.4. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. 2.3.2.5. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 2. 2. waktu dan harga. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu.2. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS.1. 2.2. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan. 2.2. 223 .1. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai.

Pembebasan seleksi (prakualifikasi).1. sebagai calon peserta pengadaan 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS.Buku Kedua .3. Penghargaan antara lain dapat berupa: 3. 224 . Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. 3.2. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa. Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan.

9. 8. Kategori Kuning. yang 7. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 11. Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang. KATEGORI PELANGGARAN 4. 2.1. 225 . Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 6. Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 3. Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran. 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 4. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. Tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak berdasarkan ketentuan dalam Bab III pedoman ini. 4.1.1. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi. 10. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. 1.

4. 8. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 7.000. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. Penyedia Barang/Jasa Bukan Usaha Kecil tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp.50.Buku Kedua . tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. 5. Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak. 9. 3. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan jasa pemborongan atau jasa lainnya kepada Usaha Kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak. 13. 2. 4.2. Kategori Merah. Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. 226 . Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait. 6. Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS.000. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana.000.1.000.

3.6. Dalam melaksanakan pekerjaannya.c. 13. 3. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen. Salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 227 .1.2.1. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. sebagaimana diatur dalam Bab III angka 6. 12.1. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana kriminal berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.2. Untuk informasi yang diperoleh dari media.3.a. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan. 1.1. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. 4.6. 11. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik.1. 4. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. 5. instansi yang berwenang. perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang. Memasok barang palsu.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 10. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data.b. 2. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. 6. 14. Kategori Hitam.

6.6. Kategori Hitam: 1.2.4. 1. 4. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati. dan angka 5.1. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan. sesuai ketentuan pada Bab VI angka 5. dengan tembusan kepada BPMIGAS.3.2. Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan.4. Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya. dengan tembusan kepada BPMIGAS. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4.2. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya. 228 . Kategori Merah.3. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang.2.2. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 2. 4. Apabila batas waktu sanksi telah berakhir. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan.4. Kategori KUNING.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu. 2.

4.2. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam.4. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan. 3. Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS. sesuai ketentuan dalam Bab VI angka 5. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS.6. 2.4. dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi. Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS.6. maka: 1. 229 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. dan angka 5. 4. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan.4.3.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa .

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 231 .

08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan.. 232 . 1. Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC. 1.07 dan SC. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak.3.7.000.000. Apabila setelah diberikan teguran tertulis.000.09.. wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.09.10. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC.09 dan SC. 1. 1. 1. dan bukan usaha kecil menggunakan Form SC. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC.. yang terdiri dari: 1.5. Untuk keperluan pengawasan.08..11. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini.1. maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan. Salinan/ copy Kontrak. 1.4.000. harus dikirimkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah Kontrak ditandatangani. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil.6. Laporan Akhir Kontrak. kejadian sejenis berulang atau menerus.000. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50. menggunakan Form SC 12-D.2.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.000.000. Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC.000. 2.07 dan SC.000.Buku Kedua .

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 LAMPIRAN .

.

DAFTAR LAMPIRAN NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005 JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT) NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA. KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN i . KEMAMPUAN PAKET.

DAFTAR LAMPIRAN NOMOR CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 CP-005 CP-006 CP-007 CP-008 CONTOH PERHITUNGAN PRICE BUILT UP HE TKDN BARANG DENGAN TKDN 25% HE TKDN JASA LAINNYA DAN JASA KONSULTANSI DENGAN TKDN 35% HE TKDN JASA LAINNYA DAN JASA KONSULTANSI DENGAN TKDN 30% HE TKDN JASA PEMBORONGAN DENGAN TKDN GABUNGAN 35% HE TKDN JASA PEMBORONGAN DENGAN TKDN GABUNGAN 30% HE TKDN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN 35% HE TKDN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN 30% NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN NOMOR FORMULIR SC-01 SC-02 FL-003 FL-004 SC-03 SC-04 ii .

DAFTAR LAMPIRAN NOMOR FL-005 FORMULIR DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA LAINNYA PERHITUNGAN TKDN JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-05 FL-006 SC-06 FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D iii .

.

3.000.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku.000. 1.4. Halaman 1 of 7 . 1. KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). atau Purchase Order (PO).3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. 1. Merupakan langsung.00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5.4. 1.4. pengadaan barang/jasa secara penunjukan Nilai pengadaan maksimum Rp50.2.1. Surat Perintah (SP). MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1. UMUM 1.4.2. DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO.1.

atau E-Commerce. Sebagai bukti transaksi.2.2.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili.5.5. pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut. 1. nama pemegang.5.1.1. MP-001 1.3.4. Meningkatkan produktifitas kerja. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. 2. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1. 1. telepon.1.5.2. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa. Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon.1. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran.3. TATA CARA PELAKSANAAN 2. Halaman 2 of 7 . 1. Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu.5.2. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2. e-Mail. 2. 2. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli. 2.1. dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. 1.1.6.1. 2. faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli. atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery).5. Mempermudah kontrol pembelanjaan. E-Mail. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran.2.2. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa. dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli.5. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili. Surat Setoran Pajak (SSP) asli. 1.

3. dan pemeliharaan sarana Procurement Card.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. PETUNJUK KHUSUS 3.2. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa.4. 3.1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi. 3. pengawasan. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1.1.2.3.1. pemakaian.1. 2. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3. 2.1.1. Halaman 3 of 7 . 3. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan.3.3. 3. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.5. 3. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2. MP-001 2. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit.1.

2. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari. Halaman 4 of 7 .3. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan.2.2. 3. nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk. brosur. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan. 3.1.3.1.2.6. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3.1. 3. nilai maksimum per transaksi.2. dengan Penyedia Barang/Jasa. dan Bank Penjamin ditandatangani.3.2. dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu). Memiliki daftar harga.1.2.1. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS. nama calon Pengguna Kartu. MP-001 3. 4. Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card).2. 4. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP).4. 3. 3. 4. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin. 3. pagu kredit.1.3. PENGAWASAN INTERNAL 4.3. 4. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan.1. Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS.1.

Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak.5.2. E-mail.1. faksimili. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. copy DO.3. 5. 5. E-commerce. Halaman 5 of 7 . Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. 4.1. 4. 4.2. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa. SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan.1.1. MP-001 4. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5. Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut. PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card).2. atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan.4. Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung.2.2. Surat Setoran Pajak (SSP). dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli.

1.1. 7. 6.1. Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut.3.1.2. TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7. Konsultan. Pemasok. 8. Koperasi.1. DAFTAR ISTILAH 8. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). Halaman 6 of 7 .2. 7. Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa. 8. Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung. Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor. Sesuai dengan perjanjian. MP-001 5. 7.1. 8.1. Usaha Kecil.1. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3.

8.1.4. Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut.8. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen.9. ---ooo0ooo--- 8. MP-001 8.1. 8. menyalurkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).5. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan. (UU No. dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak. (UU No. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. menghasilkan.1. Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No. 8.6.1.7.1. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah). Halaman 7 of 7 .1. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). 8.

.

1.000.1. 3. Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. 3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar. DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. 3. 3. Halaman 1 dari 6 .00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100.4. PRINSIP DASAR e-RA: 3. 3. 2. MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga. Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur.000.6. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. 3. melalui suatu proses yang lebih efisien. 3.3.7.5.000. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online).000. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. dengan metode pelelangan umum.2. Peserta pengadaan harus memahami. Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri. dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik. dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual.5. MP-002 4.1. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini.2.2. 4. 4. Tanggal.2. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. TATACARA PELAKSANAAN: 4.2. 4. waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang.5.1. Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA. PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran. 4.1. Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan. 4.1.3.2. 4. Halaman 2 dari 6 .4.3. 4. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan e-RA.2.5. Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA. 4.3. 4.

PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).000. Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama dengan cara elektronik atau secara tertulis. 4.000. Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran pertama. 4.000. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.7. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. 4. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2. MP-002 4.5.1. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi.000. Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup.000.1.000.6. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.000.7.7.6.7.2.2. Diundang untuk memasukkan penawaran harga. Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis.000. 4. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. Halaman 3 dari 6 .00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). 4.4. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20. SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4.000.7.6. peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan prosentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.20.3.7. 4.000.

setelah pembukaan penawaran harga pertama. MP-002 5. 7. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. 3. 6. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. kecuali untuk melengkapi kekurangan meterai dan tanggal.1. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Nilai pengadaan sampai dengan Rp.000. 9. 4. 8.000. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE). akan membuat berita acara 5.000. Panitia Pengadaan pelaksanaan e-RA .1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1.000. Pada waktu yang telah ditentukan.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2. dapat dilakukan perpanjangan waktu. atau perubahan. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik PanitiaPengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. Segera pada hari yang sama. PELAKSANAAN E-RA: 5. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup.20. Halaman 4 dari 6 .1.000. 5.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-002 Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. 5.1.2. Pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran sama dengan ketentuan butir 7.a.1), kecuali bahwa pemasukan penawaran harga pertama langsung dilaksanakan secara elektronik. 5.2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Pada waktu yang telah ditentukan, Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran, perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond), kecuali untuk melengkapi kekurangan meterai dan tanggal. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. 5.2.2. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) terhadap harga penawaran, penawaran dinyatakan diskualifikasi. Segera pada hari yang sama, setelah pembukaan penawaran harga pertama, dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. Apabila terjadi kegagalan komunikasi, dapat dilakukan perpanjangan waktu. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik PanitiaPengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis.

5.2.1.

5.2.3.

5.2.4.

5.2.5.

Halaman 5 dari 6

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-002 5.2.6. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE). Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga, semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA, menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atasa HPS/OE sesuai ketentuan. Apabila harga penawaran peringkat I, berdasar hasil evaluasi harga, masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi, maka diadakan proses pengadaan ulang. Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA.

5.2.7. 5.2.8.

6. EVALUASI HARGA 6.1.

6.2.

6.3.

7. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang, termasuk kelanjutan prosesnya, mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung. ---ooo0ooo---

Halaman 6 dari 6

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya, percepatan proses, memaksimalkan penggunaan barang produksi dalam negeri, pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak. 2. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan, yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal, atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. 3. PERSYARATAN 3.2. 3.3. 3.4. Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS. Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS, dengan penyedia barang/jasa bersangkutan. Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat

3.5.

3.6.

Halaman 1 dari 6

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-001 Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. 4. TATA CARA 4.2. 4.2.4. KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT). Persiapan : 1. Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS, direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS. 2. Penentuan koordinator kontrak berdasarkan kesepakatan para pihak yang penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Merupakan pencetus awal program; b. Pengguna barang/jasa terbanyak/terlama. 3. Beberapa Kontraktor KKS calon pengguna Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa (Joint Contract) menyusun Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding /MOU) dengan koordinasi oleh BPMIGAS. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku didalam kelompok usaha tersebut. Nota Kesepahaman (MOU) memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. Hak dan Kewajiban para pihak; b. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan; c. Masa kontrak, pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan;

Halaman 2 dari 6

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4.2. Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 2.2. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak.6. Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. 5. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS. Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS atau diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS. Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 4. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan. Penyusunan Kontrak : 1. 4. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dapat dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua perintah pelaksanaan melalui Koordinator Kontrak. 3. Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan penyedia barang/jasa. e. JK-001 d. Pengurusan perijinan (Formalities). Halaman 3 dari 6 . f. Prosedur Pelaksanaan: 1. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku. 2. g.5. Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.

PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle).3. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketetuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. atau 3. Persiapan 1.3. 4. JK-001 6. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain. Rencana pemanfaatan ini harus merupakan disepakati oleh para pihak dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. Nota kesepahaman (memorandum of understanding /MOU) disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan. Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak. 7.5. Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman. 4. Halaman 4 dari 6 .3. 4. Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: 2.4.

Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. Pelaksanaan 1. 3. Halaman 5 dari 6 . 6. 4. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. c.1. Masa kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. 7. 5.3 dan Bab XIII angka 4. Hak dan Kewajiban para pihak. b. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai MOU dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan d. e. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. 2. JK-001 Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku didalam kelompok usaha tersebut. Pengurusan perijinan (Formalities) f. Kontraktor KKS pemegang kontrak awal bertindak sebagai Koordinator Kontrak.3. 4. Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomuni-kasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaat-kan menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam MOU. Pengelolaan aspek finansial. Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai. MOU memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a.6.

JK-001 5. sesuai ketentuan yang berlaku. Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat. Apabila tidak terjadi kesepakatan. Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal.7. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya. ------ooo000ooo------- Halaman 6 dari 6 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4.3.

7. TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis. keterbukaan. finansial.6. keahlian.2. Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit). Halaman 1 dari 5 . manajemen. 3. pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan. Perbaikan kinerja improvement).5. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama. yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya. kepastian pasokan (security of supply). Kerjasama jangka panjang.8. Dilandasi dengan kepercayaan. standar mutu dan penekanan biaya. DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. 2. 3. dan saling menguntungkan (win-win). dan proses. Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa. keahlian.4. 3.3. 3. JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1. 3. 3. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama. 3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.9. KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3.

Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan.2. Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi.2. 4. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi. Nilai pengadaan b.5. Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1. 4. d.2. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan. TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’. menyusun lingkup kerja awal.6. Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak). Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a. c. JK-002 4.2. 2. Sosialisasi. 4. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan.2. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak. 4. Halaman 2 dari 5 . Penjajakan Pasar (market survey).7.4.

3.6. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen. Halaman 3 dari 5 . 4. 4. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui. 3.4. 4. Membangun tujuan (obyective) bersama. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra.4. 4. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak. Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya.4.3.5. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4.4. 4. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal.4. Menyusun dokumen pengadaan. JK-002 4. 4. PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas.7.4.4.6.3. Diskusi/ dialog. 2. antara lain dengan cara: 1.5.3. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen.5. Mengirimkan kuestioner.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-002 4.6. 4.6.4. PELAKSANAAN KONTRAK Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa, dengan tugas: 1. Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien. 2. Melakukan pengawasan, pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. 3. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator); 4. Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. 4.6.5. Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum, harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator); Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra, misalnya: a. Nilai Total Cost of Ownership (TCO); b. Harga barang/jasa; c. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan; d. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri; e. Waktu yang diperlukan (cycle time); f. Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan; g. Kualitas barang/jasa; h. Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment)

Halaman 4 dari 5

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-002 2. Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI, baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal. Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards); 3. Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak. 4. Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi. 5. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body); 6. Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan. ---ooo0ooo---

Halaman 5 dari 5

Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri. Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3. 3. DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati. 2. 3. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama.1. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3.4. JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1. pelelangan atau 3. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). 3.2. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan. dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi. Halaman 1 dari 3 .

Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan. TATA CARA 4. setelah atau tanpa melalui negosiasi.1. antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. 5. 5.4.3. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.6. Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak. 5. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. 5.5.1. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini.2. kejadian) terjadi. 5. Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa. pemilihan langsung mengikuti 4. PEMBUATAN KONTRAK 5. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. . Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.3. Halaman 2 dari 3 5. 4. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang.jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract). Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan.2. JK-003 4. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order).

Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. PELAKSANAAN KONTRAK 6. Halaman 3 dari 3 . Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS. ----ooo000ooo---- 6.2. dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal.3. JK-003 6. 6.

.

JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1. PERSYARATAN 3. 3.2.3. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. Halaman 1 dari 5 . meliputi namun tidak terbatas pada: 3. Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 3.1.1. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum. untuk suatu jangka waktu tertentu.1. 3. Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor). 2.1. untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1.

4. baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul). peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga. peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang. TATA CARA 4. Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional. 3. 3.1. pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan.2.1. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum.1.3. dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis. atau 2.1. 4.1. JK-004 1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang.2. 4.2. 2. Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop). yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal. Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis.1. Jumlah barang. Halaman 2 dari 5 .4. 3. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1.2. spesifikasi.2. 3. bekerjasama dengan Perusahaan nasional. 3. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik.

4. 2. Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu.2. JK-004 Berdasarkan hasil seleksi.3.2. 4. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer). Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan.4. 3. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan.3. Halaman 3 dari 5 . 4.3.1. PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement). Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment).1. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1. 4.1. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1.3. Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. 4.3. Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini. 4.3.2. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer). Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu. 2.

JK-004 2. 5. Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions). Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer).3. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1.2. Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya. masa 5. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. 4. Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement). PEMBUATAN KONTRAK 5. 5.5. meliputi: 1. Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan. Halaman 4 dari 5 . 3. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4.1. 5. Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. 5. Negosiasi harga atau formula harga. 2. di dalam negeri atau di negara lain. Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan. 3.3.5.4.3. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain. Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional. Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2.

3. PELAKSANAAN KONTRAK 6.2. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. ----ooo000ooo---- 6. 6.1. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. JK-004 6. Halaman 5 dari 5 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

.

Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. ukuran. 3.00 (seribu dolar Amerika Serikat). 3.1. dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu.3. 2.1. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10.1. DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.000.1. kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000. Halaman 1 dari 4 .2. 3. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa. 3.1. PERSYARATAN 3.000. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item).

menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi. Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan. 4. dilakukan negosiasi.1. Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut. JK-005 4. 5. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak.4. Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku. 4. Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah.1. Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih. Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE.5. 4.1. dilakukan negosiasi. 4.2. 5. Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA).2. TATA CARA 4. atau 2.5.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. Halaman 2 dari 4 . Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga).3. PEMBUATAN KONTRAK 5. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE. proses pengadaan mengikuti 4.5. Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1. Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA).

4. SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA. Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. kejadian) terjadi. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. 5.5. Halaman 3 dari 4 . Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga.3. 5. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO).2. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. 6. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. 6. 5. 6. Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan.1. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PELAKSANAAN KONTRAK 6. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah. Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA. Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS.

Halaman 4 dari 4 . maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. ----ooo000ooo---- 6. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal.000.000. Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. alat kesehatan). Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500. JK-005 6.4.000. Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak. 6.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).5.6.

..... Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1........Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No................................................. Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :…………………................ 2...................…………... (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa...... :……………………………………………...... Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat .. : ………………………………........ 4.................................. Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A............................ Umum 1..............................................…………………………..... sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya)............. ...................... : ....... PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : ............................ Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya................... 2............................. Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan....................... 3................. Proyek/Unit Kerja : …………………... : PT/KOPERASI…………….... Nama (PT/ KOPERASI) Status Pusat atau Cabang Halaman 1 dari 8 ........ : ……………………...... Data Administrasi 1.........…………………………........……………………………...........................

Akte Pendirian PT/ Koperasi a. 3. b. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3. Tanggal c. 4. 2. Telpon No. Fax 2. Alamat Kantor Pusat (diisi. Alamat No. Nama Notaris Nomor Akta Tanggal Nama Notaris Akta Perubahan Terakhir Halaman 2 dari 8 . Fax 4. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. Nomor Akta b. 2. a. Telpon No. PQ-001 3. dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Ijin Usaha 1.

Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 B. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase Nama No. Pengurus: a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KTP Jabatan dalam perusahaan b. Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Nama No. PQ-001 4. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 Nama No. KTP Jabatan dalam perusahaan Halaman 3 dari 8 . Data Keuangan 1.

Bulan ......... Jumlah : Rp............Bank .Nama Jelas Halaman 4 dari 8 .... ________________________ ..Kas .........Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp . Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal................Utang dagang ...................Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.........Inventaris ... (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar ... tanggal... Tahun... ........Piutang *) .....Utang pajak . Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6......................200x PT/Koperasi....000..................Gedunggedung III Aktiva lain Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp (c) Rp Rp Jumlah Rp Jumlah *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp..............Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek ................ PQ-001 2................ Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp........Peralatan dan Mesin .........

Data Personalia Tenaga ahli/teknis pemborongan). Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. (tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 . PQ-001 3. 1. C. No yang diperlukan (hanya untuk jasa Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja. 2.

PQ-001 D. Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk jasa pemborongan) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi pembuat baik/ an rusak 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan. Data Pengalaman Perusahaan (nilai 3 paket tertinggi pengalaman di bidang/subbidang yang sesuai) No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 dari 8 . E.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Apabila dikemudian hari. maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G. Halaman 7 dari 8 . ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan. Modal Kerja Surat dukungan keuangan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. PQ-001 F.

.. Materai Rp6000............200x PT/ Koperasi ........Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No............ PQ-001 …...............……. Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 dari 8 .......... .......................

6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan. fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. fl = 0.. dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : 1.3 untuk penyedia jasa usaha kecil. Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl..MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil.2. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1. fp = 8 untuk penyedia jasa asing. Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp. PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN. NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK). PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA.8 untuk penyedia jasa asing. fl = 0.KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0. Halaman 1 dari 4 . Cara perhitungan KK. 1.1. KP.

. Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan. KP = KP = KP = KP = 3.. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborong: SKK = KK – Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 2 dari 4 .3. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”. Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 2. 8 1.2 N 1.2 N 1.4. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. PQ-002 1..5. Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b. maka KP maximum ditetapkan sbb : a. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun.

NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN. pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2. Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is .2..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-002 2.. Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO.. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN.2. Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya).. Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO).1. 3. Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi.1. Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2.

Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai. ---ooo0ooo--- Halaman 4 dari 4 . Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI). PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan.

Drilling mud and cementing. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production. Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin. pumps and compressors. 02. 04.01. equipment and parts. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. jalan dan konstruksi. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A. Building. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL Peralatan/suku cadang pengemas. equipment. engines. 02. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. pipa produksi dan kelengkapannya. equipments and parts. pengangkat dan pengangkut. tubing and accessories. 01. hoisting /lifting and transportation. turbin. KONSTRUKSI. 03. road and construction. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan. Well casing. equipment. parts and accessories. turbines. Halaman 1 dari 12 . Peralatan/suku cadang bangunan. Oil. accessories and parts. pembangkit listrik. Selubung sumur. pompa dan kompresor. generators. packing. Peralatan/suku cadang pemboran. eksplorasi dan produksi. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. A.02. gas and chemical. Peralatan/suku cadang boiler. equipment and materials. 03. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. 05. Boilers. accessories and parts. mesin.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. CONSTRUCTION. Instrumentation and machinery accessories. plants. 01.

packaging. 05. selang. Tools and other shop equipment. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. Peralatan/bahan bangunan/ tangki. survai dan laboratorium. Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. gun and ammunitions. tali baja. bahan kemasan. Peralatan/suku cadang alat ukur. navigation and computers. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK Activities Section /Group Mechanical and electrical. Measuring. hoses. equipment and accessories. bahan metal/ bukan metal. 01. ropes. dan komputer. 07. dan penyambung. fuel. Pipa. senjata api dan amunisi. pelumas dan cat. chains. lubricant and paints. 06. Tubular goods. equipment and parts. metals.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 2 dari 12 . accessories and parts. rantai. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. 09. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. valve. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. 08. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode 04. bahan bakar. 02. bahan pengikat dan kelengkapannya. A. fitting and flanges. fasteners and general hardware. 10.03. Explosives. Bahan kimia. non metals. katup. survey and laboratory. Buildings and tanks materials. equipment. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. Telecommunication. navigasi.

PERGUDANGAN. Peralatan. 02. peragaan/ visualisasi. Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. dan kehutanan. 04. warehouse and personnel. farmasi dan obatobatan. Agricultural equipment and parts. pendidikan. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. accessories and supplies. accessories and materials. 03.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. perkebunan. kantor. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A. barang cetakan. Halaman 3 dari 12 . 01. perlengkapan. Peralatan/perlengkapan tulis. kesenian. pergudangan dan perlengkapan pegawai. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR. WAREHOUSE. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. olah raga. MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice. Medical equipment. peternakan.04. perikanan. Peralatan/suku cadang kesehatan. equipment. Furniture. household and housing/club requisites.

05. Jetty. 02. Perumahan dan permukiman 13. 09. Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya. Pemboran air tanah. Pipeline and supports. jembatan. Fasilitas produksi darat. Gedung dan pabrik. Jalan. 07. 06. Interior Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. Water and waste treatment. 03. channel and other water system Roads. Reclamation and dredging. 11. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01. field and onshore/swamp drilling foundation Onshore production facilities Ofshore production platform and facilities. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai. Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. Bendung dan bendungan 14. B. Dermaga. Reklamasi dan pengerukan. Drainase dan jaringan pengairan. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Building and plants. pier and bandwall Water well drilling Gardening and landscaping Housing Dam Interior Halaman 4 dari 12 . 04. bridges. Pertamanan dan lanskap 12. penahan gelombang dan penahan tanah (talud) 10. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa. 08.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.01.

heater. Sentral dan jaringan telekomunikasi 04. 02. tanks and pipe fabrication. heater. Platform. struktur dan pancang. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. sarana bantu navigasi laut/udara. Hoist. Instrument installation 01. 08. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission. rambu sungai dan peralatan SAR.02. Pemasangan alat angkut dan alat angkat. BIDANG RADIO. Mechanical services. Pemasangan instrumentasi Halaman 5 dari 12 . Pabrikasi platform. DBM. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain. Pabrikasi vessels. mooring facility. Electric installation and other electrical services. Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai B. 06. navigation and SAR facilities Central telecommunication and transmission. boiler. SBM. 03. telecommunication. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology and geophysics Radio. 02. 03. Air conditioning. 07. tanki dan pipa. lift and convey facilities Ofshore production facilities 01. Radio. heat exchanger. bolier. Tata Udara. 04. structure and pile Vessels. Pekerjaan mekanikal 05. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI RADIO. telekomunikasi. Meteorologi dan geofisika.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.03. heat exchanger.

05. Pengangkatan kerangka kapal 03. Pemboran hidrolik. Pengecoran dan pembentukan B. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. Barak.06. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM. Pemboran terarah. Pembangunan dan reparasi kapal. Pekerjaan pancingan. Pemboran darat. Coring services Seismic drilling services Hydraulic drilling services Fishing services 01. Pemboran inti.05. Pemboran seismic. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. 02. peti kemas dan lain-lain yang sejenis 05. Halaman 6 dari 12 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Vessel floatation Marine vessels and production facilities scraping Living quarter/cabins/ camps and container Forging and forming AGRICULTURES Agriculture and fish nursery Replanting and plantation OIL & GAS AND GEOTHERMAL Onshore drilling services Ofshore drilling services Directional drilling services. 06. 02.04. BIDANG PERTANIAN 01. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair. 07. Pemboran rawa dan lepas pantai. 04. 02. Reboisasi/penghijauan B. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi 04. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. 03.

Halaman 7 dari 12 . mud engineering and mud services. Pengujian lapisan bawah tanah. Well cementing services DST test Well production test. 18. Oil well pump installation and maintenance services Well stimulation and secondary recovery services Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing) Casing and tubing setting services Production facilities maintenance services. gas bumi dan panas bumi lainnya. 13. Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur. Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging. Pelayanan casing dan tubing. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. 16. 09. Well logging and perforating services. 15. Pertambangan minyak. 11. Loging dan perforasi. Pengujian produksi sumur. 12.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pemasangan dan perawatan pompa produksi 14. Perawatan fasilitas produksi. Penyemenan sumur. Others 08. 17. 10.

Jasa boga 09. 01. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara 07. Cleaning. film and photography Writing and translation Labor supply Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 dari 12 . electronics /telecommunication equipments Advertising. 05. film. pemotretan 12. Jasa importir/eksportir 10. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor 03. pest control. Jasa penulisan dan penerjemahan 13. pest control. pengangkutan. termite control dan fumigasi 06. Penjahitan/konpeksi 08.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. fauna dan lain-lain. preserved items. Perawatan komputer. C. barang-barang awetan.00. fauna etc. Percetakan dan penjilidan 02. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara 04. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. Iklan/reklame. Pengepakan. Penyedia tenaga kerja Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment Maintenance and repair: library. Jasa pembersihan. termite control and fumigation Packing. transportation and courier services Convection Catering Importation /exportation formalities Maintenance and repair: computers. Pemeliharaan/perbaikan pustaka. alat/peralatan elektronik/telekomunikasi 11.

Jalan dan jembatan 04. D. Jaringan 05. Teknik lingkungan 03. Pengadaan/pembebasan tanah 19. swamp and shore Housing and camps Sea technology 14. Technologi kelautan Halaman 9 dari 12 . PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment Rental/lease: tools. Perumahan dan pemukiman 08. Bendung dan waduk 06. Jasa asuransi 18. JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM 01. Sungai. Bangunan gedung dan bangunan pabrik 02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. rawa dan pantai 07. Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara 15. Pekerjaan jasa lain-lain.01. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air 17. production/ construction equipment Diving and underwater services Insurance Land procurement and formalities Accommodation and travel Other services CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants Environment technology Road and bridges Transmission network Water dam River. D. Akomodasi dan angkutan penumpang 20. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi 16.

Halaman 10 dari 12 .02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan 06. Kehutanan. 05. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG TRANSPORTASI Activities Section /Group TRANSPORTATION Land. 03. Sarana/prasarana transportasi laut 04. udara. Sarana/prasarana transportasi darat 03. 04.04.03. AGRICULTURE Farming Forestry Fishery Conservation and replant Other agriculture services 01. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi 02. air. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system Tourism and hotels. Perkebunan/pertanian/ peternakan. Konservasi dan Penghijauan. Perikanan. Pariwisata dan perhotelan D. river and channel transportation Transport equipment and infrastructures: land Transport equipment and infrastructures: sea Transport equipment and infrastructures: air Transport equipment and infrastructures: river and channel Terminal system Goods transportation TOURISM. Transportasi darat. laut. Sarana/prasarana transportasi udara 05. sungai dan penyeberangan 02. Sistem terminal 07. POS DAN TELEKOMUNIKASI 01. sea. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. 02. Angkutan barang D. BIDANG PARIWISATA. Pertanian lainnya. BIDANG PERTANIAN 01.

Jasa survey. Manajemen. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. Industri Mesin dan Logam. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PERINDUSTRIAN Activities Section /Group INDUSTRY Machinery and metals Chemistry Agriculture Electronics Building materials Other industrial services POWER GENERATION Electric transmission and distribution Other power generating services GENERAL CONSULTANCY Survey General planning Feasibility study Technical engineering and planning Research and study Supervision Management 01. 02. Industri Elektronika. Perindustrian lainnya. 06. Perencanaan Umum. D. 02. 05. Perencanaan teknis. D. Industri Kimia.05. 04. 05. 04.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Industri Hasil Pertanian. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. 02. Pembangkitan tenaga lainnya. 03. 03.06. Study kelayakan. Pengawasan 07. Halaman 11 dari 12 . Distribusi dan Transmisi. Penelitian.07. 06. Industri Bahan Bangunan. MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN 01.

Halaman 12 dari 12 . PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D.08. Keuangan. Pendidikan. 03. Sumber Daya Manusia. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LAIN-LAIN Activities Section /Group OTHER CONSULTANCY Insurance. Kependudukan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Hukum dan penerangan. Sub bidang lainnya. banking and finance Health. education. 04. Perbankan. human resources and community Legal and information Other consultancy services 01. 02. Kesehatan. Asuransi.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.00 Nilai Rp 12.00 24.000.00 28.00 9.000. CP-002 Contoh 1: Penghitungan HE TKDN Barang dengan TKDN 25% Penyedia Barang/ Jasa Nilai Penawaran (HPb) Nilai Rp.500.00 50% x 15% 25% x 15% 35% x 15% Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% % 7.000.000.000.49 23.457.000. 25.325.000.800.831.000.00 6.25 Harga Evaluasi Akhir TKDN (HE-TKDN) Pering(100%/(100%+Pb))*HP kat Nilai Rp.50 3.125.000.00 35.813.75 5.500.953.00 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 50.000.000.000.614.000. Halaman 1 dari 1 .68 I II III A B C Penerapan: * Pada Pengadaan Barang atau Unsur Barang Jasa Pemborongan Produksi Dalam Negeri * Harus dilakukan negosiasi terhadap harga penawaran Peringkat I. 23.33 26.415.603.00 25. karena harga penawaran Peringkat I masih lebih tinggi dibanding Peringkat II.000.255.

000.23 II I III Peringkat Penerapan: Pada pengadaan yang diikuti oleh Penyedia Jasa yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Lainnya dengan pencapaian TKDN minimal 35%.000.000.00 24.00 50. Halaman 1 dari 1 .700.951.5% 50% x 7.076.000.000.000.000. 23. CP-003 CONTOH 2 Penghitungan HE TKDN Jasa Lainnya dengan TKDN 35% Penyedia Jasa Nilai Penawaran (HPj) Nilai Rp.000.976.75 Harga Evaluasi Akhir TKDN (HE-TKDN) (100%/(100%+Pj))*HP Nilai Rp.08 23.500.50 3.976.000.00 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 60.000.987.444.00 Nilai (Rp) 15.923.50 4.56 26. A B C 25.000.00 60.000.807.444.000.000.5% % 4.00 14.5% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.000.00 28.00 60% x 7.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.5% 60% x 7.00 14.

000.00 13.50 3.00 7.660.963.57 III II I Peringkat Penerapan: Pada Pelelangan Ulang Jasa Lainnya atau Pelelangan Jasa Konsultansi yang diikuti oleh Penyedia Jasa yang berjanji akan melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN minimal 30%.885.000.000.00 26.19 23. Halaman 1 dari 1 .982.500.000.75 2.500. 25.000.88 22.221.000.050.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.5% 35% x 7.000.00 Nilai (Rp) 10.000.00 35.00 23.000.000.5% 50% x 7.000.00 30.000.00 50.00 60.5% % 3.444.5% 30% x 7.56 25.000.060.680.00 10.150.000.86 28.085.000.000.258.976. CP-004 CONTOH 3 Penghitungan HE TKDN: Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi dengan TKDN 30% Penyedia Barang/ Jasa A B C D E Nilai Penawaran (HPj) Nilai Rp.000.63 2.076.844.000.000.000.00 29.700.000.00 14.00 40% x 7.00 24. 24.00 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 40.5% 60% x 7.000.00 4.240.000.000.271.5% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.25 Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) (100%/(100%+Pj))*HPj Nilai Rp.

752.31 I C Barang Jasa Jumlah Gabungan 26.349.750.000.495.750.00 3.00 10. Halaman 1 dari 1 .000.33 35% x 15% 50% x 7.00 29.00 7.000.000.800.63 27.00 B Barang Jasa Jumlah Gabungan 35.000.000.825.250.75 23.969.35 III Penerapan: Pada pengadaan Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 35%.00 40.12 4.00 5.00 10.000.266.000.25 3.000.382.000.77 II Barang Jasa Jumlah Gabungan 25.575.000.00 31.000.00 Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) Pering -kat (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Nilai Rp.00 11.000.000.000.14 3.00 36.600. Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 35.50 5.00 4.259.000.909.69 Nilai (Rp) 8.00 70.000.500.25 24.000.000.000.000.000.5% % 35% x 15% 40% x 7.775.000.000.121.300.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.000.00 Preferensi Jasa Pemborongan Barang maks 15% Jasa maks 7. CP-005 Contoh 4 Penghitungan HE TKDN Jasa Pemborongan dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang/ Jasa A 35% Barang / Jasa Nilai Penawaran (HP) Nilai Rp.824.880.25 3.00 24.000.000.145.000.615.72 4.00 29.976.5% 5.636.883.00 37.000.350.00 8.000.5% 4.00 4.000.738.000.136.000.5% 5.000.277.000.000.000.00 35.337.000.45 30% x 15% 70% x 7.00 2.000.59 27.000.599.464.23 29.000.630. 23.500.397.00 1.00 30.593.00 50.500.000.

00 35.42 23.71 II 35% x 15% 50% x 7.99 4.500.819.000.5% % 30% x 15% 40% x 7.259.976.277.000.000.000.500.000.000.522.75 24.500.087.495.000. 25.000.00 4.00 31.00 2.5% 5.00 (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) Nilai Rp.5% 5. Halaman 1 dari 1 .000.63 27.000.703.00 35.000.600.00 30.000.000.43 29.923.000.000. Komponen Dalam Negeri (TKDN) % Nilai (Rp) 7.000. CP-006 Contoh 5 Penghitungan HE TKDN Jasa Pemborongan dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang / Barang/ Jasa Jasa A Barang Jasa Jumlah Gabungan B Barang Jasa Jumlah Gabungan C Barang Jasa Jumlah Gabungan 30% Peringk at Nilai Penawaran (HP) Nilai Rp.364.00 4.994.00 9.000.909.136.108.500.00 50.738.59 27.000.00 8.100.000.25 3.00 31.100.31 I 35% x 15% 50% x 7.277.000.75 23.825.349.00 1.00 2.000.25 3.883.600.397.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.5% 4.250.885.000.000.00 5.000.444.000.00 29.00 37.000.000.615.00 29.145.000.000.000.00 10.121.33 26.000.000.000.000.00 Preferensi Atas TKDN (P) Barang maks 15% Jasa maks 7.50 3.000.000.00 50.38 24.806.00 9.00 11.08 3.000.000.940.575.000.42 III Penerapan: Pada pengadaan ulang Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 30%.00 37.000.337.72 4.000.000.00 40.

000.000.259.5% % 5.000. 50% di Indonesia 0 27.00 29.00 4.77 25.600.575.277.397.000.000.000.00 35% Peringkat Harga Evaluasi TKDN (HE-TKDN) (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Gabungan Nilai Rp.00 35% x 15% 50% x 7.883.750.250.5% I Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan Konsorsium Nasional dengan Perusahaan Asing.000.25 3.464.000.72 4.000.5% 5.500.33 8.000.136.266.337.969.708.000.81 23.00 2.63 27. Barang Jasa Jumlah 25.00 50.000.69 10.00 Nasional.000. Perusahaan Asing sebagai leader.25 3.000.75 Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 35.349.636. 55% saham dimiliki WNI 75% di Indonesia 35.000.350.738.852.000.00 4.000.000.752.338.31 II Halaman 1 dari 2 .000.909. CP-007 Contoh 6 Penghitungan HE TKDN Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang/ Jasa A Barang / Jasa Nilai Penawaran (HP) Nilai Rp.145.00 40.31 Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan B Barang Jasa Jumlah 24.00 37.615.00 7.00 Nilai (Rp) 8.000.000. 23.00 10.14 3.825.00 29.000.121.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.59 27.136.000.495.500.000.00 1.000.000.00 35% x 15% 40% x 7.000.000.00 35.5% Preferensi Harga Jasa Pemborongan Barang maks 15% Jasa maks 7.615.259.

00 70.713.00 30% x 15% 70% x 7.219.599.000. CP-007 24.000.824.000.000.000.750.00 36.800.00 7.382.300.000.00 3.45 11.000.5% 4. Halaman 2 dari 2 .630. 50% di Indonesia 5.976.23 29.000.880.593.66 III Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan Penerapan: Pada pengadaan Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 35%. Perusahaan Nasional 55% saham dimiliki WNI sebagai leader.00% 28.000.12 4.977.50 5.25 Lampiran No.500.000.000.775.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa C Barang Jasa Jumlah Gabungan Status Perusahaan 26.35 Konsorsium dan Perusahaan Asing.00 31.00 5.000.000.00 30.

000.259.337.00 31.00 40.000. Perusahaan Asing sebagai leader.043.50 3.866.000.000.000.00 29.25 3.00 Nasional.00 35% x 15% 50% x 7.000.121.000.00 4.000.5% 4.136.923.000. 50% di Indonesia 0 27.615.349.38 9.00 50. 23.806.00 4.75 25.5% % 30% x 15% 40% x 7.615.72 4.500.00 29.000.00 37.000.000.575.940.000.738.136.000.909.000.500.45 23.63 27.08 3.495.00 (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp)) * HEA TKDN Gabungan Harga Evaluasi Akhir TKDN (HEA-TKDN) Nilai (Rp) 7.000.000.000.000.921.000.600.883.59 27.31 II Halaman 1 dari 2 .000.000. 55% saham dimiliki WNI 75% di Indonesia 35.277.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.259.000.000.250.100.500. A Barang Jasa Jumlah 25.000.00 10.00 1.5% 7.000.000.976.33 8.71 Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan B Barang Jasa Jumlah 24.397.000.00 Preferensi Harga Jasa Pemborongan Barang maks 15% Jasa maks 7.31 I Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan Konsorsium Nasional dengan Perusahaan Asing.00 2.5% 5.825.00 30% Peringkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) % 30. CP-008 Contoh 7 Penghitungan HE TKDN Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan Penyedia Barang/ Jasa Barang / Jasa Nilai Penawaran (HP) Rp.00 Rp.444.145.

00 5.000.116.000.000.538.00 Konsorsium Perusahaan Nasional dengan Perusahaan Asing.000. Perusahaan Nasional dengan > 50% saham dimiliki WNI/Negara RI sebagai leader.00 9.99 4.000.000.42 11.000.00 50.000. 50% di Indonesia Penerapan: Pada pengadaan Jasa Pemborongan yang diikuti oleh Penyedia Jasa Pemborongan yang berjanji untuk melaksanakan pekerjaan dengan pencapaian TKDN Gabungan minimal 30%.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa C Barang Jasa Jumlah 26.5% 5.000.00 35% x 15% 50% x 7.089.364.00% 28.00 35.00 2.500.819. CP-008 24.75 Lampiran No.000.600. Halaman 2 dari 2 .703.000.885.25 3.994.43 29.108.42 5.000.522.00 31.000.000.100.000.92 III Gabungan Status Perusahaan Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan 37.277.087.

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Anggaran (Budget) No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin. Jenis Barang/Jasa (Description) Uraian Barang/Jasa (Specification) Jumlah (Quantity) Harga Satuan (Unit Price) Nilai (Total Amount) Target TKDN (%) Jangka Waktu Kontrak (Contract Duration) Tahun Tahun Berjalan Mendatang (Current Year (Potential Future Expenditures) Years Expenditures) Tahun Lalu (Previous Year Expenditures) 1. Halaman 1 dari 1 . Dll Etc. nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan.

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Jangka Waktu Kontrak (Contra ct Duration) Anggaran (Budget) Tahun Tahun Lalu Tahun Berjalan Mendatang (Previous (Current Year (Potential Year Expenditures) Future Years Expenditures) Expenditures) No . Rig Darat 1500 HP Top Drive Mob/Demob/ Move interwell Accesories 365 hari 20.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000 20% 3 tahun 3.000.000.000 55% 365 hari 2. ATK.000 10.000 2.650.000 1. Jenis Barang/Jasa (Description) Uraian Barang/Jasa (Specification) Jumlah (Quantity) Harga Satuan (Unit Price) Nilai (Total Amount) Target TKDN (%) 1.000.000 60% 2 tahun 1.000 3.000 Halaman 1 dari 1 .650. Peralatan Kantor Mesin Photo Copy. Dll 1 Lot 2.000 3.000 7. AHTS 6500 HP 1095 10.000.950.650.000 3.300.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Surat Tanggal Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan 4 5 6 Halaman 1 dari 5 . Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. rencana kerja dan spesifikasi teknis yang merupakan hasil pembahasan dalam pengajuan anggaran (WP&B atau AFE atau lampiran proposal AFE). FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No. Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No. No. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Rencana/jadwal proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi (bilamana ada). 1 2 3 : : Dokumen Surat pengantar (cover letter) Executive summary Copy material requisition (MR).

Copy AFE untuk main project multi years atau.Arbitrase di BANI (jika applicable) Jakarta. Annex Procurement Program selain main project multi years 8 Copy rencana pengumuman pengadaan 9 Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan.Metode evaluasi . 10 Copy dokumen pengadaan .Lampiran 11 Lain-lain . FL-002 .Rekening bank pengirim dan penerima pembayaran di Indonesia .IKPP/ITB .Metode pembukaan penawaran .Metode pengadaan . Halaman 2 dari 5 7 Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.Draft kontrak . tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

etc. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 ringkasan-(no. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KKKS Judul Pengadaan No. 1 Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: Lingkup kerja metode pengadaan (lelang/DS/DA) metode pembukaan sampul durasi kontrak estimasi nilai kontrak contact person Isi: Need and market analysis SOW dan budget Procurement strategy (tender/DS/DA. Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. package/bundling.) Screening/evaluation method Commercial aspect Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. Pengadaan No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. pengadaan)-(initial KKKS) contoh: ringkasan-6206xk-cpi 2 Executive summary idem Halaman 3 dari 5 .

pengadaan)(initial/nama depan KKKS) justifikasi-(no. pengadaan)-(initial KKKS) Halaman 4 dari 5 . pengadaan)-(initial KKKS) panitia-(no. Idem Idem Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. pengadaan)-(initial KKKS) idem Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak 5 6 7 Idem Idem Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Copy persetujuan AFE atau surat pengajuan AFE. FL-002 permintaan-(no. rencana kerja dan spesifikasi teknis yang merupakan hasil pembahasan dalam pengajuan anggaran (WP&B atau AFE atau lampiran proposal AFE). pengadaan)-(initial KKKS) 8 9 Copy rencana pengumuman pengadaan Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. Rencana/jadwal proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi (bilamana ada). 5 orang dan ganjil serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan pengumuman-(no. disertai detail atau tabulasi alokasi dana yang dialokasikan untuk pengadaan Copy WP&B disertai detail atau tabulasi alokasi dana yang dialokasikan untuk pengadaan jadwal-(no. Annex Procurement Program selain main project multi years . idem Permintaan dari pengguna barang/jasa Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3 4 Copy material requisition (MR). Copy AFE untuk main project multi years atau. pengadaan)-(initial KKKS) Idem budget-(no. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

penga daan)-(initial KKKS) 11 Lain-lain - idem Jakarta. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. pengadaan)(initial KKKS) kontrak-(no pengadaan)(initial KKKS) lampiran-(no. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Halaman 5 dari 5 .10 Copy dokumen pengadaan IKPP/ITB Draft kontrak Lampiran Metode pengadaan Metode pembukaan penawaran Metode evaluasi Rekening bank pengirim dan penerima pembayaran di Indonesia Arbitrase di BANI (jika applicable) Idem Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-002 Ikpp-(no.

8. 3. Tanggal pemberitahuan lelang batal/gagal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. 2. Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. Pelelangan umum/terbatas Tata cara pemasukan dokumen lelang (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media massa (tgl. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). 5. Lelang/Bid KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang dilelangkan No. 1. b. 3. 8. sebutkan alasan pelelangan gagal. Halaman 1 dari 5 . FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG (FORM SC-003) I. 7. 6. 4. 6. dan nama Surat Kabar) Nomor dan tanggal persetujuan rencana lelang Tanggal undangan lelang Tanggal Pengambilan Dokumen Lelang Tanggal Penutupan/pembukaan lelang a. 4. DATA PRA PELELANGAN Nama Proyek No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KRONOLOGI PELELANGAN Lelang Lelang Ulang 1. 7. 5. Dalam hal sebagai pelelangan ulang. 2. dan nilai AFE/Budget (ref.

Rapat Pra Lelang Tgl. 2. 3. 7. 8. FL-003 III. 2. 6. Peninjauan Lapangan 1. 3. Halaman 2 dari 5 . DATA PELELANGAN Mengikuti Tgl. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) 1. dst. No. 6. dst. Jum lah 2. 5. 4. 4. 5. 7. Perusahaan Diundang Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1. Kelengkapan Dokumen pada Pembukaan Lelang (Berita Acara Pembukaan Lelang dilampirkan) Akte Pendirian Perusah Perusahaan aan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Rekanan terdaftar di SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

PT. FL-003 Lanjutan No. 6. 6. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. 5. Halaman 3 dari 5 . 5.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. PT. 4. PT. dst. 2. 5. 8. 3. dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan Pengalaman Neraca ASTEK/ Kerja Perusahaan JAMSOSTEK Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3. PT. 4. 2. 6. Perusahaan 1. PT. 4. 3. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran DitandaMasa tangani Berlakun TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. 3. 2. 7. 4. 1.2 No NPWP No. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

6.7 No. 13. 14 15. 10. 2. 5. FL-003 III. US$/Rp.bln/hari Judul/ Persyaratan 1-3% Berlaku s/d Memenuhi/ Tidak memenuhi Keterangan No. dst. 12. 7. DATA PELELANGAN (Lanjutan) Lanjutan No. 4. * 2. 11. 1. * Halaman 4 dari 5 . 3. 3.. 8. 2. Nama Perusahaan Peringkat I II III 1. Harga terendah yang sah Harga tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran Sesuai Penawaran (As Bid) Harga (US$/Rp.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal Bid Bond dengan masa berlaku ………. dst. 1. Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. 3. 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No..... 2..........) Catatan: 1........... Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No............. tgl.......... Halaman 5 dari 5 ................. Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS........ .. FL-003 .............. Kolom...........) (............................................. Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (..

Pengadaan No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Keterangan/Catatan Halaman 1 dari 5 . Berita acara hasil pelelangan. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. Berita acara hasil negosiasi. Surat Tanggal Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Lampiran File (dalam pdf) No. Berita acara pembukaan penawaran. 1 2 3 4 5 6 7 Dokumen Surat pengantar (cover letter) Berita acara pemberian penjelasan. Copy AFE untuk main project multi years atau.

Surat pernyataan bahwa proses pelelangan yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau pejabat yang dikuasakan. Dokumen penawaran dari calon pemenang pelelangan yang diusulkan oleh Panitia/Pejabat Pengadaan. Halaman 2 dari 5 . 12 13 14 Jakarta. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-01). Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. FL-004 8 9 10 11 Tabulasi perbandingan rincian penawaran calon pemenang dengan rincian HPS/OE/EE atau HPS/OE/EE yang telah disesuaikan. Formulir perhitungan TKDN (form SC-02).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Surat pernyataan bahwa lingkup kerja dan anggaran pengadaan telah sesuai dengan lingkup kerja dan anggaran yang disetujui BPMIGAS.

1 Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. lelang ulang maupun pemilihan langsung Halaman 3 dari 5 . Surat Tanggal Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: kronologis calon pemenang nilai kontrak TKDN contact person Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. pengadaan)-(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856-cnooc Panduan dan Contoh Pengisisan 2 Berita acara pemberian penjelasan. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. idem Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai absensi baik lelang awal. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 penjelasan-(no. Pengadaan No.

pengadaan)-(initial KKKS) tabulasi-(no. pemilihan langsung. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. pengadaan)-(initial KKKS) sc01-(no. pemilihan langsung. pengadaan)-(initial KKKS) sc02-(no. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-01). pengadaan)-(initial KKKS) 4 5 6 Berita acara hasil negosiasi. FL-004 3 Berita acara pembukaan penawaran. lelang ulang. Copy AFE untuk main project multi years atau. Idem Copy berita acara pembukaan sampul 1 dan/atau sampul 2 disertai absensi baik lelang awal. pengadaan)-(initial KKKS) sanggup-(no. pengadaan)-(initial KKKS) negosiasi-(no. Tabulasi perbandingan rincian penawaran calon pemenang dengan rincian HPS/OE/EE atau HPS/OE/EE yang telah disesuaikan. Berita acara hasil pelelangan. Idem idem Idem 7 8 9 10 11 Idem Idem Idem Idem Idem Halaman 4 dari 5 . dan penunjukan langsung Copy berita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. Formulir perhitungan TKDN (form SC-02). pengadaan)-(initial KKKS) budget-(no. pengadaan)-(initial KKKS) hps-(no. pengadaan)-(initial KKKS) bahp-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. atau penunjukan langsung Copy AFE atau WP&B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan Copy HPS/OE/EE yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang KKKS Sudah jelas Copy form SC-02 dari penawar 3 besar Sesuai PTK007 Surat pernyataan yang dibuat oleh perusahaan calon pemenang (hanya bila harga penawaran di bawah 80% HPS/OE/EE) sampul-(no.

Surat pernyataan bahwa lingkup kerja dan anggaran pengadaan telah sesuai dengan lingkup kerja dan anggaran yang disetujui BPMIGAS. pengadaan)-(initial KKKS) sesuaibudget-(no. pengadaan)-(initial KKKS) 14 idem Sudah jelas Jakarta. Halaman 5 dari 5 . Idem Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh KKKS Sudah jelas Hard file only 13 idem sesuaiptk007-(no. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Surat pernyataan bahwa proses pelelangan yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau pejabat yang dikuasakan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-004 12 Dokumen penawaran dari calon pemenang pelelangan yang diusulkan oleh Panitia/Pejabat Pengadaan.

FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. 1 2 3 4 5 6 Jakarta.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 1 dari 1 . Surat Tanggal Dokumen Foto copy kontrak awal Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem Keterangan Lampiran File (dalam pdf) No. Pengadaan No. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

Nilai .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.Persetujuan BPMIGAS No.Nomor .Nilai . : SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE .Nomor . No.Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS . FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak .

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
KONTRAKTOR KKS

Lampiran No. FL-007

:

RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: ……………... S/D ………………. TAHUN ……... Form No. : SC-07
US$ / Rp (3) US$ Rp Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil (9) % (10)

No. (1) 1.

Metode Pengadaan (2) Pelelangan

2.

Pemilihan Langsung

US$ Rp

3. 4.

Penunjukan Langsung Pro Card

US$ Rp US$ Rp

5.

E-Procurement

US$ Rp

Jumlah Keterangan :

US$ Rp (8=7/6) (10=9/6)

Halaman 1 dari 1

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-008 Kontraktor KKS:

DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN : ………………. S/D ………………… TAHUN …………. Form. No. : SC-08
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jumlah Nomor PO US$ Nilai Rp. UKK Y/N US$ % TKDN Rp. %

Halaman 1 dari 1

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-009
KONTRAKTOR KKS

: RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: ……………... S/D ………………. TAHUN ……... Form No. : SC-09

No. (1) 1. 2.

Metode Pengadaan (2) Pelelangan Pemilihan Langsung

US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6)

Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5)

Keseluruhan (6=4+5)

Komponen Dalam Negeri (7)

% (8)

Usaha Kecil/ Koperasi Kecil (9)

% (10)

3. 4. 5.

Penunjukan Langsung Pro Card E-Procurement Jumlah Keterangan

Halaman 1 dari 1

: SC-10 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nomor PO US$ Nilai Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. % Halaman 1 dari 1 Jumlah . No. Form. S/D ………………… TAHUN …………. FL-010 Kontraktor KKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN : ………………. UKK Y/N US$ TKDN % Rp.

. FL-011 Kontraktor KKS : LAPORAN PELAKSANAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK(PJWK) BULAN: ………………… S/D ………………… TAHUN …………. : SC-11 No. No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah US$ Rp Nomor Kontrak (2) Jumlah Nilai Kontrak Awal (4) Keseluruhan Nilai % (5) (6=5/4) Persetujuan BPMIGAS Nilai % (7) (8=7/4) US$/Rp (3) Halaman 1 dari 1 . Form.

Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III.c) .c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-012 A FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .GOODS) Formulir No : SC-12 A NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: PENILAIAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) I. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II.b) Jumlah Biaya Total (IV. JUMLAH BIAYA TOTAL (TOTAL COST) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.a) Jumlah Biaya Total (IV. Halaman 1 dari 1 . Pernyataan TKDN mencapai > 25% harus mendapatkan pengesahan dari Instansi Pemerintah yang membidangi perindustrian.Biaya Komponen Luar Negeri (IV.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) iv.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen.

dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri . Halaman 1 dari 1 . dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. IV. Material Pembantu (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum. III. II.dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (TOTAL COST) KDN (b) KLN (c) TOTAL % (d) (e=b/d) TKDN Rp / US$ (f=d x e) Rp / US$ Jumlah Nilai Penawaran (Total Quoted Price) Catatan (Note): * * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri .Biaya Komponen Luar Negeri Jumlah Biaya Total Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Jumlah Biaya Total % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .GENERAL SERVICES) Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. VI. FL-012 B FORMULIR Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: Rp.JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . US$ KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) (a) I. % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total . VII.

BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) A. II. JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. US$ URAIAN (DECSRIPTION) (a) A. JUMLAH (TOTAL) = Sub Jumlah A + B = Sub Total A + B KDN (b) KLN Rp / US$ (c) (d= b + c) TOTAL % (e=b/d) TKDN Rp/ US$ (f=d x e) Jumlah Nilai Penawaran (Total Quoted Price) C. Halaman 1 dari 2 . IV. III.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. B.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) B.PROJECT) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: Rp. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI JASA PEMBORONGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . V. I. VI.

dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa. dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. % TKDN Gabungan = * * * * Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Jasa Jumlah Biaya Total TKDN Barang dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah Total A TKDN Jasa dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah Total B TKDN Gabungan hanya digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran dan kontrak. FL-012 C Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri . Halaman 2 dari 2 .

: SC 12 D UK / BUK G Rp / US$ H NO A PENYEDIA BARANG/JASA F NILAI KONTRAK I PROGRES CAPAIAN PELAKSANAAN TK DN KONTRAK J K KETERANGAN L KETERANGAN D = Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak E = Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak G= Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK) atau Bukan Usaha Kecil (BUK: Usaha Menengah dan Usaha Besar) I = Nilai total Kontrak J = Persentase status pelaksanaan pekerjaan Kontrak/PO sampai dengan laporan dibuat K = Persentase penggunaan komponen dalam negeri dalam pelaksanaan Kontrak/PO sampai dengan laporan dibuat L = Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: di atas / bawah / sesuai target Halaman 1 dari 1 . FL-012 D Kontraktor KKS: LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ………………………………. S/D ………………………………….. TAHUN …………… KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E FORM No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful