ASURANSI JIWA DITINJAU DARI ASPEK AGAMA ISLAM

 

 1. 2. 3. 

 1. 2. 3. 4.  1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 

Asuransi pada umumnya termasuk asuransi jiwa menurut pandangan islam termasuk masalah ijtihadiyah. Artinya masalah ini belum ada penjelasan hukumnya didalam Alqur‟an serta hadist yang perlu dikaji hukum Agamanya. metode ijtihad yang mempunyai banyak peranan didalam mengistinbatkan hukum terhadap masalah-masalah baru yang tidak ada nashnya didalam Qur‟an dan hadist adalah maslahah mursalah dan qias. maslahah mursalah adalah menetapkan sesuatu yang memberikan maslahah namun tidak ada dalil sama sekali. qiyas adalah menghubungkan suatu perkara atau menyamakannya (yang belum ada hukumnya) dengan perkara yang sudah ada hukumnya karena ada persamaan illat (sebab atau alasan). Misalnya maslahah mursalah baru bisa dipakai sebagai landasan hukum, jika : Kemaslahatannya benar-benar nyata, tidak hanya ansuntif atau hipotesis saja. Kemaslahatannya harus bersifat umum, tidak hanya untuk kepentingan / kebaikan perorangan atau kelompok tertentu saja. Tidak bertentangan dengan nash Al-Qur‟an dan hadist. Pengertian Asuransi Menurut kitab Undang-undang perniagaan pasal 246, Asuransi pada umumnya adalah suatu persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas akan terjadi . Pendapat Ulama dan Cendikiawan Muslim tentang hukum Asuransi Para Ulama dan Cendikiawan Muslim mempunyai empat pendapat tentang hukum Asuransi yakni: Mengharamkan Asuransi dalam segala macam dan bentuknya sekarang ini, termasuk Asuransi Jiwa. Membolehkan semua praktek Asurasi. Membolehkan Asurasi yang bersifat sosial dan mengharamkan Asuransi yang sematamata bersifat komersial. Menganggap Syubhat. Alsan-alasan mereka yang mengharamkan Asuransi itu antara lain sebagai berikut: Asuransi pada hakekatnya sama atau serupa dengan judi Mengandung unsur yang tidak jelas dan tidak pasti. Mengandung unsur riba Mengandung unsur ekploatasi, karna pemegang polis kalau tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, bisa hilang atau dikurangi uang premi yang telah dibayarkan. Premi-premi yang telah dibayarkan oleh para pemegang polis diputar dalam praktek riba (kredit berbunga) Asuransi termasuk akad sharfi, artinya jual beli atau tukar menukar mata uang tidak dengan tunai. Hidup dan mati manusia dijadikan obyek bisnis, yang berarti mandahului takdir Tuhan yang maha kuasa. Alasan mereka membolehkan Asuransi termasuk Asuransi jiwa antara lain:

c) Asuransi dalam Undang-Undang No. yaitu : Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung. seperti taspen. Green: “Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko. Definisi asuransi menurut C. dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada  1. 3. Definisi asuransi menurut Prof. sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu. Heins.  . dimana sesuai dengan uraian diatas bahwa asuransi dapat dipandang dari beberapa sudut.1. 5. dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi.2 Th 1992 Asuransi dalam Undang-Undang No. b) “.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. maka dalam asuransi terkandung 4 unsur. 3. 7. Hal ini bisa dimaklumi. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung”. sekaligus atau secara berangsur-angsur. 2. untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian. Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indonesia : “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian. 5. karena mereka dalam mendefinisikannya disesuaikan dengan sudut pandang yang mereka gunakan dalam memandang asuransi. Asuransi termasuk akad mudharobah. Mengandung kepentingan Umum (maslahah „amah). dengan cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai. 4. Asuransi termasuk koperasi (syirkah ta‟awuniyah). sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu”. 2. Mark R. 4. Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi. yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu” Berdasarkan definisi tersebut. 7. 6. yaitu: a) “Asuransi adalah suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung”. Mehr dan Cammack : “Asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi resiko keuangan. Suatu peristiwa (accident) yang tak terntentu (tidak diketahui sebelumnya). dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah obyek yang cukup besar jumlahnya. untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. dimana secara sepintas tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan yang lainnya. Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung. Saling menguntungkan kedua belah pihak.Asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial”. 6. Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu.Arthur William Jr dan Richard M. Diqiyaskan (analogi) dengan system pension. Definisi asuransi menurut Prof. Ada kesempatan / kerelaan kedua belah pihak. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. yang mendefinisikan asuransi berdasarkan dua sudut pandang.  Tidak ada nas Al-Qur‟an dan Hadist yang melarang Asuransi.

Kebijakan tersebut akan membayar penggantian atau perbaikan rumah mereka bila terjadi bencana. mereka mengambil perlindungan asuransi dalam bentuk kebijakan kepemilikan rumah. dan keuntungan. atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. dengan cara manggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama. Transfer Resiko Dengan membayar premi yang relatif kecil.tertanggung. agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan itu”. Prinsip Itikad Baik (Utmost Good Faith) Prinsip kepentingan yang dapat di Asuransikan (Insurable Interest) Prinsip Ganti Rugi (Indemnity) Prinsip Subrogasi (Subrogation) Prinsip Kontribusi (Contribution) Prinsip Sebab Akibat (Proximate Cause)  FUNGSI ASURANSI 1. Biaya yang dibayar oleh “tetanggung” kepada “penanggung” untuk risiko yang ditanggung disebut “premi”. Ini biasanya ditentukan oleh “penanggung” untuk dana yang bisa diklaim di masa depan. Badan yang menyalurkan risiko disebut “tertanggung”. dalam jumlah yang cukup besar. dengan menerima premi-premi Asuransi untuk memberi penggantian kepada tertanggung karena kerugian. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung. Pengertian Asuransi bila di tinjau dari segi hukum adalah: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih dimana pihak tertanggung mengikat diri kepada penanggung. dengan menerima premi asuransi. dan badan yang menerima risiko disebut “penanggung”.  Ada beberapa prinsip-prinsip pokok Asuransi yang sangat penting yang harus di penuhi baik oleh tertanggung maupun penanggung agar kontrak/perjanjian Asuransi berlaku (tidak batal). 5. Contohnya. Adapun prinsip2 pokok Asuransi tersebut sbb: 1. biaya administratif. atau untuk memberi pembayaran atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan. Mengetahui bahwa kehilangan rumah mereka akan membawa mereka kepada kehancuran finansial. Perusahaan asuransi mengenai mereka premi sebesar Rp1 juta per tahun. 2. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang di harapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan di derita tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak pasti. 4. seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi. 3. seorang pasangan membeli rumah seharga Rp. Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas kiranya mengenai definisi asuransi yang dapat mencakup semua sudut pandang : “Asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian. 100 juta. Perjanjian antara kedua badan ini disebut kebijakan: ini adalah sebuahkontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Kumpulan Dana . 6. 2. Risiko kehilangan rumah telah disalurkan dari pemilik rumah ke perusahaan asuransi.

yang akan membagi risiko kepada seluruh peserta asuransi yang ditanganinya. maka : Tujuannya: Memindahkan risiko yang dihadapi oleh suatu obyek atau suatu kegiatan bisnis kepada pihak lain. antara lain: 1. maka : Tujuannya Menanggung kerugian secara bersama-sama antar semua peserta program asuransi. maka risiko beralih kepada penanggung. 3. Tekniknya: Dengan cara mengalihkan risiko pada pihak lain dan pihak lain mengkombinasikan sejumlah risiko yang cukup besar. maka : Tujuannya Membagi risiko yang dihadapi kepada semua peserta program asuransi. Tekniknya Memindahkan risiko dari individu / perusahaan ke lembaga keuangan yang bergerak dalam pengelolaan risiko (perusahaan asuransi). Dari segi Hukum. maka : Tujuannya Meramalkan besarnya kemungkinan terjadinya risiko dan hasil ramalan itu dipakai dasar untuk membagi risiko kepada semua peserta (sekelompok peserta) program asuransi. 4. Tekniknya: Melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung dalam kontrak ganti rugi (polis asuransi). Dari segi Ekonomi. maka : Tujuannya: Mengurangi ketidak pastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan. sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadinya kerugian. . Dari segi Tata Niaga. Dari segi Kemasyarakatan. Tekniknya Semua anggota kelompok (kelompok anggota) program asuransi memberikan kontribusinya (berupa premi )untuk menyantuni kerugian yang diderita oleh seorang / beberapa orang anggotanya. 2. maka asuransi mempunyai tujuan dan teknik pemecahan yang bermacam-macam.Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar resiko yang terjadi  Ditinjau dari beberapa sudut. Dari segi Matematis. Tekniknya Menghitung besarnya kemungkinan berdasarkan teori kemungkinan (“Probability Theory”). 5. yang dilakukan oleh aktuaris maupun oleh underwriter.

 Asuransi termasuk akad mudhrabah (bagi hasil).  Premi-premi yang sudah dibayar akan diputar dalam praktek-praktek riba. Rakhman Isa (pengarang kitab al-Muamallha al-Haditsah wa Ahkamuha). Pendapat kedua ini dikemukakan oleh Abd. beberapa pandangan atau pendapat mengenai asuransi ditinjau dari fiqh Islam. C. Asuransi mengandung unsur pemerasan.  Asuransi termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak tunai. dan Abd. Pendapat pertama : Mengharamkan Asuransi itu haram dalam segala macam bentuknya. apabila tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya. Asuransi mengandung ungur-unsur tidak pasti. Yusuf Qardhawi dan Muhammad Bakhil al-Muth‟i (mufti Mesir”). B. Abdullah al-Qalqii (mufti Yordania). dan sama halnya dengan mendahului takdir Allah. Prinsip Asuransi Syariah Suatu asuransi diperbolehkan secara syar‟i.  Asuransi di analogikan (qiyaskan) dengan sistem pensiun seperti taspen. dalam asuransi yang bersifat sosial (boleh). Untuk itu dalam muamalah tersebut harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut: . jika tidak menyimpang dari prinsip-prinsip dan aturan-aturan syariat Islam. Pendapat Ketiga : Asuransi sosial boleh dan komersial haram Pendapat ketiga ini dianut antara lain oleh Muhammad Abdu Zahrah (guru besar Hukum Islam pada Universitas Cairo). karena pemegang polis. Yang paling mengemuka perbedaan tersebut terbagi tiga.  Hidup dan mati manusia dijadikan objek bisnis. Alasan golongan yang mengatakan asuransi syubhat adalah karena tidak ada dalil yang tegas haram atau tidak haramnya asuransi itu. yaitu: A. Alasan-alasan yang mereka kemukakan ialah:     Asuransi sama dengan judi. Muhammad Yusuf Musa (guru besar Hukum Isalm pada Universitas Cairo Mesir). Saling menguntungkan kedua belah pihak. temasuk asuransi jiwa Pendapat ini dikemukakan oleh Sayyid Sabiq. Asuransi mengandung unsur riba/renten. Mustafa Akhmad Zarqa (guru besar Hukum Islam pada fakultas Syari‟ah Universitas Syria). Pendapat Kedua : Membolehkan. Asuransi Syariah a. akan hilang premi yang sudah dibayar atau di kurangi. sebab premi-premi yang terkumpul dapat di investasikan untuk proyek-proyek yang produktif dan pembangunan. Mereka beralasan:     Tidak ada nash (al-Qur‟an dan Sunnah) yang melarang asuransi. Ada kesepakatan dan kerelaan kedua belah pihak. Wahab Khalaf. Alasan kelompok ketiga ini sama dengan kelompok pertama dalam asuransi yang bersifat komersial (haram) dan sama pula dengan alasan kelompok kedua.  Asuransi termasuk koperasi (Syirkah Ta‟awuniyah). Asuransi dapat menanggulangi kepentingan umum.

tolong menolong. harus disertai dengan niat membantu demi menegakan prinsip ukhuwah.  Setiap anggota yang menyetor uangnya menurut jumlah yang telah ditentukan. maka diselesaikan menurut syariat. Akan tetepi ia diberi uang jamaah sebagai ganti atas kerugian itu menurut izin yang diberikan oleh jamaah.”  Asuransi syariat tidak bersifat mu‟awadhoh. tidak berorentasi bisnis atau keuntungan materi semata. Asuransi syariah harus dibangun atas dasar taawun (kerja sama ). tetapi tabarru‟ atau mudhorobah.” Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. maka harus dijalankan menurut aturan syar‟i. .  Sumbangan (tabarru‟) sama dengan hibah (pemberian). Allah SWT berfirman. Kalau terjadi peristiwa.  Apabila uang itu akan dikembangkan. Kemudian dari uang yang terkumpul itu diambilah sejumlah uang guna membantu orang yang sangat memerlukan. saling menjamin. oleh karena itu haram hukumnya ditarik kembali.  Tidak dibenarkan seseorang menyetorkan sejumlah kecil uangnya dengan tujuan supaya ia mendapat imbalan yang berlipat bila terkena suatu musibah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful