P. 1
Pemeriksaan Kekuatan Tarik Baja Harry)

Pemeriksaan Kekuatan Tarik Baja Harry)

|Views: 2,169|Likes:
Published by Harry Rialdi

More info:

Published by: Harry Rialdi on Dec 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL PEMERIKSAAN KEKUATAN TARIK BAJA BETON

KELOMPOK 13 Harry Rialdi (1006773875) Pratiwie Azsmi (1006660932) Rezhi Dika Indra (1006660951) Dandi Jiwo Lazuardy (1006680751) Kristian Anton (1006680846) Intan Septiani (1006760494)

Tanggal Praktikum Asisten Praktikum Tanggal Disetujui Nilai Paraf

: 12 November 2011 : Gabby Rizkiyana Khalawi : : :

LABORATORIUM BAHAN DEPARTEMEN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2011

Faktanya. vanadium (V). B. dan wolfram (W).Shear strength (kekuatan geser) . berat yang rendah. Berdasarkan gayanya. dan sebagainya. TUJUAN Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kekuatan tarik baja beton. Dalam suatu konstruksi bangunan baja biasanya digunakan sebagai tulangan beton. Yang dimaksud dari ductility adalah kemampuan baja untuk berubah bentuk secara permanen jika diberikan gaya sedemikian rupa hingga terbentuk yang benar-benar berbeda dari bentuk awal. LANDASAN TEORI Baja diproduksi oleh campuran besi (Fe) dan karbon (C) di rasio spesifik tertentu. Mechanical Properties Strenght adalah ukuran ketahanan dari suatu material apabila diberikan beban/gaya terhadapnya.14% dari berat total. Dari materialmaterial tersebut. kerangka atap bangunan. di mana persentase dari karbon berkisar antara 0. Walaupun begitu. dan setiap dari material campuran tersebut membantu pembentukan sifat mekanis dari baja.Tensile strength (kekuatan tarik) Campuran dan proses pemanasan yang berbeda dari produksi sebuah baja menghasilkan nilai strength yang berbeda pula. Pengujian yang dilakukan untuk menguji properti mekanis dari sebuah baja harus akurat untuk menentukan kekuatan dari baja tersebut dan untuk memastikan bahwa baja yang akan digunakan untuk kebutuhan konstruksi telah sesuai standar yang ada .A. jenis-jenis strength adalah : . Baja memiliki strength yang tinggi meskipun beratnya cukup ringan. Selain dari karbon. Salah satu dari sifat fisis baja yang paling berbeda adalah kemampuannya kembali ke suhu rendah secara cepat dari pemanasan dengan temperatur yang tinggi. Physical Properties Sifat fisis dari sebuah baja bergantung pada komposisi dari bahan-bahan dan proses memproduksinya. kerangka dinding. ductility. durability. setelah direndam dalam minyak atau air. resistansi terhadap korosi.Flexural strength (kekuatan lentur) .2% hingga 2.Compressive strength (kekuatan tekan) . Sifat fisis dari baja antara lain adalah strength yang tinggi. mangan (Mn). baja memiliki rasio weight/strength yang paling rendah dibandingkan material bangunan lainnya yang tersedia. Kekuatan tarik baja beton adalah gaya tarik tiap satuan luas penampang yang menyebabkan baja beton putus. sifat fisis dari baja sangat berbeda dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh bahan pembuatnya (besi dan karbon). karbon adalah bahan yang paling efektif. material campuran yang biasa digunakan dalam pembuatan baja antara lain termasuk kromium (Cr).

atau dengan kata lain baja yang memiliki kandungan karbon dibawah 0. dan fase plastis dimana baja akan mencapai titik maksimum dan akan putus. disebut sebagai regangan axial. selain daripada perubahan ukuran yang searah dengan arah gaya.25%. biasanya diberi lambang Ϭ (tao). Umumnya baja yang mengalami gaya penarikan dengan gaya yang meningkat secara linear terhadap waktu akan mengalami beberapa fase yang bisa diamati. Зlat = ∆h / h0 [perubahan lateral / ukuran lateral awal]. Nilai dari tegangan (stress). bahkan material-material lain yang ideal dalam menerima gaya tarik adalah berupa perilaku dari baja ringan. Dengan itu : Зax = ∆l / l0 [perubahan axial / ukuran axial awal]. yaitu fase linear elastis. dimana hasilnya akan diungkapkan melalui hubungan antara tegangan (stress) dan regangan (strain) dari baja. perubahan ukuran terjadi tegak lurus terhadap arah gaya.Dalam praktikum kali ini dilakukan pengujian tarik terhadap baja. Secara umum. adalah persentase rasio dari perubahan ukuran (∆l / ∆h) dari baja setelah diberikan gaya terhadap ukuran awal (l0 / h0). dan titik putus dari suatu baja. . Pengujian tarik baja dilakukan untuk menentukan titik leleh. Nilai dari ρ inilah yang merupakan inti dari sifat mekanis suatu baja. titik maksimum. disebut sebagai regangan lateral (lateral strain). Ϭ = F/A Regangan (strain). Rasio dari regangan lasial terhadap regangan aksial (Зlat / Зax) disebut sebagai Poisson’s Ratio (ρ). dihasilkan dari membagi nilai total gaya yang diberikan (F) terhadap luas penampang dimana gaya diberikan (A). biasanya diberi lambang З (epsilon). perilaku baja. dimana pada saat gaya diberikan. Pengujian tarik adalah sebuah metode untuk mengevaluasi bagaimana respon baja apabila diberikan gaya terhadapnya.

Dalam penentuan kualitas baja. Panjang ukur L0 dinyatakan dengan rumus: L0 = k SS0 Dimana: L0 = panjang ukur semula S0 = luas penampang terkecil semula Besar nilai k adalah sebagai berikut:  Untuk batang percobaan proporsional dp5.65 sehingga panjang L0 = 5. yang dimaksud dengan batang percobaan proporsional adalah batang percobaan dengan perbandingan yang sama antara panjang ukur L0 dan luas penampang S0. Ketelitian pembacaan sebaiknya sampai 1/10 dikali beban maksimum menurut skala penunjuk beban pada mesin uji tarik. dimana selanjutnya dia akan memasuki fase plastis. Di mana A merupakan titik batas linear elastis. C. 2. yang harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut: 1. Mesin uji tarik harus dapat menarik batang percobaan dengan kecepatan merata dan dapat diatur.3 SS0 atau L0 = 10d . Titik B merupakan titik leleh.Secara grafik perilaku baja yang ideal apabila diberikan gaya tarik adalah seperti grafik di atas. lalu mengalami penurunan kekuatan kembali hingga mencapai titik D yaitu titik dimana baja tersebut putus. k = 5. Selanjutnya setelah melakukan pengujian tarik terhadap baja juga dilakukan pengujian tekuk. dimana setelah itu baja akan mengalami penurunan kekuatan sementara kemudian kembali naik lagi hingga mencapai titik C yang merupakan titik kekuatan maksimum.65 SS0 atau L0 = 5d  Untuk batang percobaan proporsional dp10. Alat ukur geser Alat pemotong baja Alat penggores batang percobaan Mesin bubut apabila diperlukan     D. Pengujian tekuk ini dilakukan untuk menentukan kekuatan lentur dari baja. sehingga kecepatan naiknya tegangan tidak melebihi 1 kg/mm2 tiap detik. k = 11. BAHAN  Bentuk dan ukuran benda uji: Benda uji disebut batang percobaan proporsional.3 sehingga panjang ukur L0 = 11. PERALATAN  Mesin uji tarik. di Indonesia memiliki sebuah perangkat standar yang mengklasifikasi baja dari segi kualitasnya yang terdapat pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam bidang konstruksi. disingkat dp.

1 2 Data Baja Beban (kN) Tanggal Diameter Panjang Putu Jenis Leleh Maximum (mm) (cm) s 12-1110 32. 1a dan daftar no. benda uji dapat langsung diuji tanpa merubah bentuk serta ukuran asalnya. Menjepit kedua ujung benda uji pada pegangan h ( gambar 1. F. 2. 1b dan daftar no. sesuai dengan gambar no. Sumbu alat penjepit harus berhimpit dengan sumbu benda uji.9 Ulir 48 77 40 2011 D1 = 8 Test tekuk baja: No .a dan 1.9 Polos 27 41 15 2011 D1 = 6 12-1113 32. Menjepit kedua ujung benda uji pada pegangan h ( gambar 1. 2. Menjalankan mesin untuk melakukan uji tekuk pada besi beton. Menarik benda uji dengan kecepatan tarik 1 kg/mm 2 tiap detik dan mengamati kenaikan benda dan kenaikan panjang yang terjadi sampai benda uji putus. benda uji itu harus dirubah bentuk serta ukurannya dengan mesin bubut. Apabila luas penampang benda uji melebihi kapasitas mesin tarik.  Apabila luas penampang benda uji tidak melebihi kapasitas mesin tarik. Uji tekuk besi beton 1. DATA Test tarik baja: No . sesuai dengan gambar no. 2.a dan 1. Data Baja Tanggal Diameter Panjang Jenis (mm) (cm) Beban (ton) Hasil Test Tekuk L0 L1 Elongation (mm) (mm) (%) 50 50 68 71 36 42 . PROSEDUR Uji tarik besi beton 1. E.b ) pada alat penjepit mesin tekuk. 1.b ) pada alat penjepit mesin tarik.

9 Polos Ulir 0. PENGOLAHAN DATA Luas Baja Polos 10 So = ¼πd2 = ¼π(10)2 = 78.13 N / mm2 Baja Ulir 13 σV = Q / So = 58000 / 132.8 2 Tidak ada keretakan pada sisi luar tekukan Tidak ada keretakan pada sisi luar tekukan G.54 = 522.73 = 301.54 = 190.54 mm2 Tegangan Leleh Baja Polos 10 σV = Q / So = 27000 / 78.98 N / mm2 Baja Ulir 13 So = ¼πd2 = ¼π(13)2 = 132.03 N / mm2 Tegangan Putus Baja Polos 10 σf = O / So = 15000 / 78.1 2 12-112011 12-112011 10 13 32.99 N / mm2 Regangan Baja Polos 10 δ = = = 36 % Baja Ulir 13 δ = = = 42 % Baja Ulir 13 σ f = O / So = 40000 / 132.73 = 436.9 32.36 N / mm2 Baja Ulir 13 σu = P / So = 77000 / 132.77 N / mm2 Tegangan Maksimum Baja Polos 10 σu = P / So = 41000 / 78.54 = 343.73 mm2 .73 = 580.

8 cm Do = 13 mm Di = 8 mm Lo = 5 cm Li = 7.99 Penggolongan Test Tekuk Dingin 180o Baik.03 Putus 190.1 cm Bj Tp 30 (Baja Polos) 2 436.77 361.9 Baja Ulir Penggolongan mutu baja : Tegangan (N/mm2) Leleh 343.13 % Data Besi Diameter Panjang Jenis (mm) (cm) 10 32.03 565.Kontraksi Baja Polos 10 ψ= = = 64 % Baja Ulir 13 ψ = = = 62.98 580.99 263.36 Bj Ts 40 (Baja Ulir) Baik.77 Maksimum 522.06 Putus 190.70 Regangan 36% 42% Konstraksi 64% 62.13 301. Tak ada keretakan Keterangan Do = 10 mm Di = 6 mm Lo = 5 cm Li = 6. Tak ada keretakan .9 Baja Polos 13 32.64 Maksimum 522.13% No 1 Tegangan (N/mm2) Leleh 343.

Nanti setelah test ini selesai dilakukan panjangnya akan kembali dilihat untuk mengetahui berapa regangannya. Jenis yang pertama adalah baja polos berbentuk silinder dengan diameter 10 mm dan panjang 36 cm.PRAKTIKUM Properti Material Departemen Sipil H. Mutu dari baja akan diuji di laboratorium agar kelayakan pakai dari baja tersebut dapat diketahui. Pada praktikum ini dilakukan dua cara pengujian. ANALISA 1. yaitu uji tarik dan uji tekuk. titik leleh. Itulah yang dinamanakan sebagai titik putus. akan dihasilkan data yang cukup untuk melakukan perhitungan. pengetesan juga dilakukan untuk baja ulir dengan diameter 16 mm dengan panjang 33 cm. Setelah itu. baja akan putus di suatu titik. Pengujian tekan tidak dapat dilakukan terhadap baja dikarenakan baja adalah salah satu material yang tidak dapat menahan tekanan axial. Titik maksimum adalah nilai yang dapat ditahan oleh baja sebelum ia putus. Pada praktimum ini. Titik leleh didapatkan ketika jarum berhenti sebentar pada suatu angka untuk pertama kalinya. baja akan diberi tanda. Selain mengetes baja polos. Setelah didapatkan data-data tersebut. baja dijepit dan kemudian diberikan gaya untuk dapat menentukan tiga titik. Jadi. Pada mesin tarik. dan titik putusnya. baja yang telah putus akan diukur kembali diameternya dan panjangnya. dilakukan pengujian kepada dua jenis baja. Setelah mencapai titik maksimum. Sebelum dilakukan test tarik. titik maksimum. Pengetesan ini menggunakan mesin tarik dan mesin tekuk baja. Analisa percobaan Percobaan ini bertujuan untuk bisa mengetahui mutu dari baja yang akan digunakan untuk keperluan konstruksi. . Tanda ini berjarak sebesar 5 cm dan akan digunakan sebagai panjang awal. jarum akan kembali berputar sampai mencapai titik maksimumnya dan kemudian titik putusnya. Titiktitik ini dapat diketahui nilainya dengan mengamati pergerakan jarum pada mesin tarik baja.

akan didapatkan hasil seperti pada tabel di bagian pengolahan data. setelah dilakukan test tekuk. baja akan mendapatkan tekanan sehingga tertekuk. Penggolongan mutu ini termasuk bagus dan salah satu jenis baja yang kuat. Tak dihasilkan retakan yang menunjukkan kalau mutu baja ini tak bagus. 2. maksimum. ternyata baja denga jenis ulir atau sirip ini dapat menahan gaya tarik yang lebih besar dari baja polos sebelumnya. Test tekuk dilakukan dengan metode tekuk dingin 180o. Setelah menguji baja dengan jenis polos. dan putus akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan penggolongan baja. baja polos termasuk golongan jenis Bj Tp 30. Dengan cara yang sama seperti pada pengetesan untuk baja polos. Ketika mesin dinyalakan. Baja jenis ini memiliki ketahanan terhadap tarik yang kurang besar karena gaya yang dapat ditahan tak terlalu besar. Berdasarkan hasil. Setelah sampai 180o. Dari perhitungan yang dihasilkan dari data pengamatan. Selain itu. baja dengan jenis polos akan tertekuk dengan baik. akan dilakukan pengujian terhadap jenis ulir juga. dan putus yang didapat dari perhitungan sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari penggolongan baja sirip yang diuji sebagai Bj Ts 40. Sehingga dapat dikatakan kalau baja polos ini memiliki ketahanan terhadap tarikan yang kurang kuat tetapi dapat tahan akan gaya tekuk. Kualitas dari baja ini juga akan ditentukan dari hasil test tekuk. Test tekuk bagi baja ulir ini juga menghasilkan hasil yang . maka baja akan diambil dan dilihat tampilan fisiknya apakah ada kerusakan yang berarti akibat test tekuk ini. Analisa hasil Setelah praktikum ini dilakukan. maksimum. Penggolongan ini dilihat dari tegangan leleh.PRAKTIKUM Properti Material Departemen Sipil Selain test tarik. baja polos dan baja ulir untuk bisa membandingkan kualitas antara kedua jenis baja ini. tegangan leleh. Percobaan ini dilakukan kepada dua jenis baja yang berbeda. akan dilakukan juga test tekuk.

Selain itu. regangan yang dihasilkan adalah sebesar 36%. Untuk baja polos. Tegangan leleh baja tulangan ulir juga lebih besar akibat adanya tarikan pada permukaan baja tersebut sehingga menambah kekuatan baja itu sendiri. Dihitung juga regangan dari masing-masing baja yag diuji. hasil yang didapatkan belum tentu akurat dan sesuai dengan yang sesungguhnya. Test tekuk diberikan 180o. Oleh karena itu. Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kesalahan dalam penggolongan dan penentuan mutu dari baja polos dan baja ulir adalah : Kesalahan pembacaan skala Dalam membaca skala. pengetesan dilakukan sebanyak sekali saja. sama seperti pada baja polos. dimungkinkan terjadi kesalahan karena jarum pada alat berhenti hanya sebentar saja dan mata manusia yang terbatas bisa salah dalam membaca skala yang tertera. dapat dikatakan kalau baja ulir memiliki mutu yang lebih baik daripada baja polos. Selain itu baja tulangan ulir juga untuk merubah perilaku yang mengandalkan luas permukaan atas gesekan dan adhesi dan lebih mengandalkan ketahanannya dari tonjolan terhadap beton. 3. .PRAKTIKUM Properti Material Departemen Sipil mendukung mutu dari baja ulir. Hasil yang didapatkan bukan hanya mutu saja. regangan sebesar 42%. Dari hasil ini juga dapat dikatakan kalau baja dengan jenis ulir memiliki ketahanan terhadap tarik yang lebih tinggi dari baja dengan jenis polos. Hal ini dikarenakan oleh baja tulangan ulir memiliki bentuk permukaan yang tidak rata ( adanya tonjolan ) terhadap beton yang berfungsi sebagai penahan selip antar baja tulangan dengan beton dan meningkatkan kapasitas lekatannya yang menahan gaya tarik keluar. dan hasilnya adalah baja ulir tertekuk tanpa retakan. Analisa kesalahan Pada percobaan ini. Dari hasil yang ada. untuk baja ulir.

A. bisa terjadi kesalahan walaupun hanya berbeda sedikit saja. digunakan diameter yang telah tertera di baja sehingga akan ada kesalahan yang dihasilkan. Pada perhitungan. Baja ulir • Tegangan leleh = 436. Kesalahan yang dilakukan dalam mengambil data akan menyebabkan perhitungan menjadi kurang akurat sehingga dalam penggolongan mutu. Ketika ini terjadi maka pengukuran selanjutnya saat baja telah selesai ditarik akan mengalami kesalahan juga. dihasilkan diameter yang berbeda.03 N/mm2 = 190.77 N/mm2 = 522. Kesimpulan Kondisi baja yang diuji : 1.99 N/mm2 = BJTP 30 • • Kondisi setelah tes tekuk = baik. Akan tetapi setelah dihitung dengan menggunakan rumus yang ada. tertulis bahwa diameternya adalah 10 mm (untuk baja polos) dan 16 mm (bagi baja ulir). Baja polos • • • Tegangan leleh Tegangan maksimum Tegangan putus Golongan = 343. dapat juga terjadi kesalahan dalam membaca skala jangka sorong ketika menandai Lo baja sepanjang 5 cm. - Kesalahan diameter baja Pada baja yang akan diuji. tidak ada keretakan 2.PRAKTIKUM Properti Material Departemen Sipil Selain dalam membaca skala pada mesin tarik.98 N/mm2 .55 mm.56 mm dan diameter baja ulir adalah 15. Diameter bagi baja polos adalah 9.

REFERENSI Pedoman Praktikum Pemeriksaan Bahan Beton dan Mutu Beton.PRAKTIKUM Properti Material Departemen Sipil • • Tegangan maksimum Tegangan putus Golongan = 580.com/en/reference/teaching_resources/architectur al_studio_reference/technology/the_nature_of_steel/the_mechanical_properties_o f_steel/ . http://www. tidak ada keretakan I.36 N/mm2 = BJTS 40 • • Kondisi setelah tes tekuk = baik.com/articles/physical-properties-of-steel.html http://www.13 N/mm2 = 301.buzzle.tatasteelconstruction.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->