Pemerintahan pada masa Nabi Muhammad saw, merupakan realita kehidupan ummat Islam sepanjang perjalanan politik Islam

yang bersumber pada Al-Qur’an dan AlSunnah bagi masyarakat Madinah yang plural dan menerima agama baru (Agama Islam) yang dibawa oleh Nabi saw yang pada waktu itu belum mempunyai tempat atau wilayah yang bisa mengendalikan kepemimpinan syariat Islam. Kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi perjuangan Nabi saw yang kemudian lahir sebuah kebijakan-kebijakan Nabi yang sangat strategis diantaranya tentang perintah hijrah ke Habsah, mengadakan kerjasama dengan suku-suku diluar Makkah, melahirkan bai’at, melindungi orang-orang yang tertindas dan mengupayakan kesejahteraan. Realita politik Madinah merupakan rangkaian strategis yang berimplikasi pada masyarakat Islam yang menerima perubahan-perubahan positif diantaranya: Pertama, Ikatan daerah atau wilayah, Dari sini Madinah merupakan tempat tinggal bagi ummat Islam. Kedua, jiwa kemasyarakatan, artinya dengan pemikiran dari ummat Islam Madinah dapat dipersatukan untuk tujuan yang sama. Ketiga, domonasi politik, hal ini terjadi karena keterlibatan ummat Islam secara langsung berperan dalam urusanurusan politik.(1) Setelah hijrah ke Madinah, Nabi mengambil prakarsa mendirikan lembaga pendidikan. Pasukan Quraisy yang tertawan dalam perang Badar dibebaskan dengan syarat setiap mereka mengajarkan baca tulis kepada sepuluh anak- anak muslim. Semenjak saat itu kegiatan belajar baca tulis dan kegiatan pendidikan lainnya berkembang dengan pesat di kalangan masyarakat. Ketika Islam telah tersebar ke seluruh penjuru jazirah Arabia, Nabi mengatur pengiriman guru-guru agama untuk ditugaskan mengajarkan al-Qur'an kepada masyarakat suku-suku terpencil.

Setelah Nabi menetap di Madinah kalau dilihat dari strukrur keagamaan dan masyarakatnya yang menunjukan adanya masyarakat yang plural. Yaitu:
1 Sirajuddin Ali, Pemikiran Politik Islam Klasik (Diktat Studi Pemikiran Politik Islam),

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2006, h. 6

Maka masyarakat Madinah menjadi bersatu dalam kesatuan negara Madinah. 11 . Ketiga. bani Quraidhah dan lain-lain Orang-orang munafik Orang-orang penyembah berhala Disini Nabi membangun struktur kehidupan ummat yang meliputi semua elemen yang berbeda-beda agama. yang semula terdiri dari kelompok masyarakat yang heterogen yang satu sama lainnya saling bermusuhan. khusus yang berkaiatan dengan orang-orang Yahudi. pertama. Kaum muslimin yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshor Kaum yahudi yang terdiri dari bani Nadhir. khusus berkaitan dengan orang-orang Islam Muhajirin dan Anshor. tidak mengenal perbedaan kedudukan karena nasab. h. Piagam ini mempunyai tiga bagian dan empat puluh tujuh poin.a. tepatnya pada tahun 622M sebagai konstitusi yang dibuat oleh seorang Negarawan yang berkedudukan sebagai Rasul 2 bid. lalu beliau merancang sebuah kekuasaan (imperium) yang dibangun berdasarkan kesepakatan dan kerja sama berbagai kelompok yang terkait. Karena meletakkan piagam sebagai persatuan hidup bagi seluruh penduduk Madinah dengan tidak membedakan keturunan. d. Kedua. b. bangsa dan agama.(2) Disini Nabi Muhammad saw tidak hanya berperan sebagai pembaharu masyarakat. kelas sosial dan lain-lain Menurut Ahmad Sukardja dalam karyanya “Piagam Madinah dan Undang-undang dasar 1945” menyatakan bahwa Piagam Madinah ini adalah konstitusi Negara Madinah yang dibentuk pada masa awal klasik Islam. Pada saat awal ini Nabi berhasil mendirikan sebuah negara Madinah. Pada tahap awal. c. Piagam ini merupakan naskah politik yang kedudukannya sebagai dustur atau konstitusi Madinah. Lalu Nabi Muhammad saw menyampaikan beberapa ketentuan hukum yang memberlakukan semua kelompok tersebut dalam kedudukan yang sama. Nabi berjuang mendirikan sebuah kebangsaan dengan menyatukan para pemeluknya. Tiga bagian tersebut. meliputi seluruh penduduk Madinah. tetapi beliau juga sebagai pendiri sebuah bangsa yang besar. dan Nabi berhasil mewujudkan piagam politik yang merupakan langkah strategis.

satu garis perjuangan. jakarta: UIPress. maka secara otomatis pemerintahan Islam telah dimulai. Jakarta. 12 Oktober 2005 4 . dan namanya bukan Negara Islam melainkan Negara Madinah. UI-Press. h. h. Pemikiran). Jadi Nabi menjabat peran atau fungsi ganda yaitu sebagai fungsi kenabian dan fungsi kepemerintahan. kedudukan Nabi Muhammad saw adalah sebagai kepala pemerintahan. h. akan tetapi karena hukum (tamaddun). Jakarta: UI-Press. Sekalipun Nabi menjabat otoritas tertinggi. Sejarah.(4 ) Dari sinilah terjadi proklamasi berdirinya Negara Islam. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Islam Dan Tata Negara. sati visi misi. maka Madinah secara otomatis menjadi Negara (City State) yang berdaulat. pribumi dan yahudi asalkan satu cita-cita. Nabi Muhammad mendirikan Negara bukan karena Agama. 5 Harun Nasution. (Ajaran. Dengan demikian berdasarkan piagam Madinah yang telah ditetapkan dan di sepakati bersama oleh seluruh elemen masyarakat Madinah yang majmuk. Dalam konteks ini Munawir Sadjali memberikan tanggapan bahwa banyak diantara pemimpin dan pakar ilmu politik Islam beranggapan bahwa Piagam Madinah adalah konstitusi atau undang-undang dasar bagi Negara Islam yang pertama dan didirikan oleh Nabi di Madinah.(3) Karena Piagam Madinah ini bertujuan untuk mengatur kehidupan bersama antara sesama ummat dan masyarakat Madinah yang majmuk. 1990. 22 5 Munawir Sadjali. 3 Ahmad Sukardja.dengan dibantu oleh para sahabatnya. 1985. karena semuanya itu ummatun wahidun. dimana Nabi sebagai pendirinya dan Nabi dipandang bukan saja sebagi Nabi dan Rasul tetapi pada saat yang sama Nabi dipandang sebagai kepala Negara. Didalam piagam madinah. khususnya didalam kitab Al-sirah An-Nabawiyah karangan Abdul Malik Ibn Hisyam Al-Anshori juz 2 halaman 119-122 menyebutkan: umat islam pendatang. pati.(5) Akan tetapi menurut Said Aqil Siradj. 10 6 Said Aqil Siradj dalam stadium general di Malhilaul Falah. Piagam Madinah dan Undang-undang dasar 1945.(6) Dalam urusan tersebut. (Kajian Perbandingan Tentang Dasar Hidup Bersama Dalam Masyarakat Yang Majmuk). 1995. jilid 1.

hasil pertanian. yang hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan umum masyarakat. Jizyah merupakan pajak yang dipungut dari masyarakat non muslim sebagai biaya pengganti atas jaminan keamanan jiwa dan harta benda mereka. Kharaj (pajak tanah). Penguasa Islam wajib mengembalikan jizyah jika tidak berhasil menjamin dan melindungi jiwa dan harta kekayaan masyarakat non muslim. emas. al-Fay' pada umumnya diartikan sebagai tanah-tanah yang berada di wilayah negeri yang ditaklukkan. Nabi Muhammad saw merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan kepada masyarakat Arab sistem pendapatan dan pembelanjaan pemerintahan. Sebagai hakim. yang merupakan pusat kegiatan pemerintahan Islam. Beliau mendirikan lembaga kekayaan masyarakat di Madinah. yang dikenal sebagai Masjid Nabawi. Nabi Muhammad saw merupakan pimpinan tertinggi tentara muslim. harta perdagangan dan pendapatan lainnya yang diperoleh seseorang. penetapan surat perintah kepada para gubernur dan pengumpulan pajak diselenggarakan di masjid. fakir miskin dan untuk kepentingan umum masyarakat. Lima sumber utama pendapatan negara Islam yaitu Zakat. Nabi memeriksa dan memutuskan suatu perkara di masjid. perak. Ghanimah (hasil rampasan perang) dan al-Fay' (hasil tanah negara). Negara mempunyai tanah-tanah pertanian yang luas. Bahkan Nabi memimpin beberapa perang besar seperti perang . Selain sebagai tempat ibadah. Ghanimah merupakan hasil rampasan perang yang 4/5 dari ghanimah tersebut dibagikan kepada pasukan yang turut berperang dan sisanya yaitu 1/5 didistribusikan untuk keperluan keluarga Nabi. Beliau turut serta dalam peperangan dan ekspedisi militer. Langkah kebijakan yang pertama kali dilakukan Nabi Muhammad saw di Madinah adalah membangun masjid. Pada masa Nabi. masjid juga berfungsi untuk kantor pemerintah pusat dan peradilan. Perjanjian dan perjamuan para delegasi asing. Jizyah (pajak perorangan). Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas harta kekayaan yang berupa binatang ternak. kemudian menjadi harta milik negara.namun beliau sering mengajak musyawarah para sahabat untuk memutuskan masalahmasalah penting. Kharaj merupakan pajak atas kepemilikan tanah yang dipungut kepada setiap masyarakat non muslim yang memiliki tanah pertanian. anak-anak yatim.

Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Pemikiran).Badar. DAFTAR PUSTAKA · · · · Ali. Jakarta. UI-Press. 1995 . Pemerintah yang seharusnya menjadi pelayan rakyat. Perjalanan pemerintahan Islam Madinah yang dibangun Nabi Saw. ternyata dijadikan alat politik untuk melindungi kekuasaan. Pemikiran Politik Islam Klasik (Diktat Studi Pemikiran Politik Nasution. Nabi Muhammad saw selalu mendorong masyarakat untuk giat belajar. terbalik menjadi penindas hak-hak rakyat. yang diklaim oleh para pengamat adalah memiliki sistem pemerintahan yang demokratis. Uhud. Islam Dan Tata Negara. mengingatkan kepada umat Islam untuk melihat kembali realitas pemerintahan yang ada di Indonesia. Sejarah. Khandaq. Sirajuddin. (Ajaran. jakarta: Sukardja. Ahmad. Munawir. 1990 Perbandingan Tentang Dasar Hidup Bersama Dalam Masyarakat Yang Majmuk). Tetapi di satu sisi perlu diketahui. 2006 UI-Press. (Kajian Islam). Jakarta: UI-Press. Supremasi hukum yang semestinya menjadi tata aturan yang melindungi dan membela harkat dan martabat bangsa. dimana keadilan adalah indikator utama adanya demokrasitisasi dalam sebuah Negara. Hunayn dan dalam penaklukkan kota Makkah. sesungguhnya belum mendapat prestasi besar di hadapan publiknya dan dunia Internasional dalam menegakkan keadilan. Piagam Madinah dan Undang-undang Dasar 1945. dari hasil pembacaan realitas perjalanan pemerintahan Negara Indonesia selama kemerdekaannya. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sampai saat ini Negara Indonesia dikenal sebagai negara. 1985 Sadjali. Harun. Peperangan dan ekspedisi yang lebih kecil diserahkan kepada para komandan yang ditunjuk oleh Nabi.

mereka ini dikenali sebagi wazir. mahkamah. Bagindalah yang secara langsung menjadi Panglima Perang. Abi Sa‟id al-Khudri berkata. pelatihan. 6659] 5). peperangan dan urusan umum yang lain kepada mereka. persenjataan.STRUKTUR PEMERINTAHAN ISLAM A. Sunan. adalah siapa sahaja yang dijaga oleh Allah SWT. Rasulullah SAW telah meminta pandangan mereka dan menyerahkan hal ihwal pemerintahan. panji dan . baginda SAW sendiri memimpin pengurusan urusan kaum muslimin dan penerapan hukum Islam. perundangan. Baginda juga melantik para ketua pasukan yang keluar untuk berperang. melengkapkannya semasa baginda masih hidup dan meninggalkan bentuk pemerintahan yang diketahui umum dan dapat dikaji sepanjang masa. Dari Abi Said al-Khudri berkata. 3). no. bersabda: – “Adapun dua orang wazirku dari penduduk bumi adalah Abu Bakar dan „Umar. Sahih. Muawin/Wazir Nabi SAW telah melantik pembantu untuk membantu baginda dalam hal ihwal pemerintahan. mulai dari urusan pemerintahan. Rasulullah tidak berhijrah ke Madinah sehingga benar-benar ada jaminan tentang pembentukan Negara Islam di Madinah. yang terdiri dari batalion-batalion. hadith. tanpa kehadiran baginda di sisinya. yaitu laskar. Adapun orang yang terjaga. Angkatan Bersenjata Angkatan bersenjata Negara Islam adalah satu. kecuali ia mempunyai dua bitanah (setiausaha). Apabila ini telah wujud. mereka telah berjanji kepada Rasulullah SAW untuk membentuk kekuatan yang perlu untuk memastikan diperolehnya kekuasaan di Madinah untuk baginda. seperti persediaan logistik. menunaikan ibadah haji ataupun umrah. Telah diketahui secara mutawatir. 2). dan diperincikan melalui riwayat. Nabi SAW telah menguruskan semua urusan negara. baginda saw senantiasa melantik seseorang yang akan “menggantikan” kedudukan baginda dalam menguruskan urusan ummat Islam di Madinah. ekonomi.” [An-Nasa'i. bersabda: – “Allah tidak pernah mengutus seorang Nabipun dan tidak pernah menggantikan seorang khalifahpun. serta setiausaha yang memerintahkannya kepada keburukan dan mendorongnya. Rasulullah SAW menguruskan hal ihwal pentadbiran ketenteraan. telah sampai kepada kita secara mutawatir dalam bentuk umum. Adapun struktur tersebut ringkasnya seperti berikut: 1). politik. Setiausaha yang memerintahkannya kepada kemakrufan dan mendorongnya untuk melakukannya.” [Al-Bukhari. bahawa Rasulullah SAW sendiri telah mendirikan struktur Negara Islam. pendidikan dan sebagainya. 4133] 4). hadith no. Ketua Negara Semasa kaum Ansar melakukan baiah Aqabah Pertama. Pada zaman Nabi. Rasulullah saw. Mereka ini adalah detachment (pasukan gerak khas). Naib Ketua Negara Ketika Rasulullah SAW keluar dari Madinah untuk berperang. Baginda juga telah melantik batalion dan menyerahkan panji batalion kepada mereka. pengawal dan perajurit perbatasan. Setiusaha (Bitanah) Bitanah merupakan setiusaha dan penasihat Nabi SAW. Rasulullah saw. Struktur Pemerintahan Negara Islam Madinah Struktur Pemerintahan Negara Islam Madinah pada zaman RasuluLlah SAW. sejak mula-mula menjadi ketua negara telah menyiapkan angkatan bersenjata. bahawa Nabi saw.

(QS. Diwan Ada bagian Diwan yang bertanggungjawab untuk mencatat wahyu. pentadbiran dan perlantikan para wali dan pegawai pentadbiran. Majlis al-Ummah Rasulullah saw. dan 7 orang lagi dari Muhajirin. Taif. bilangan tanah yang ditagihkan. . 7). 5. Kehakiman Rasulullah SAW sendiri telah mengepalai urusan kehakiman. 7 orang dari mereka berasal kalangan Ansar. mazhalim (kezalim pihak berkuasa) ataupun untuk mencegah daripada apa-apa yang boleh memudaratkan hak-hak masyarakat. Yaman. Baginda juga melantik seseorang yang memutuskan persengketaan secara sementara. 9). Masing-masing bandar: Makkah. yaitu San‟a sebagai satu wilayah dan Hadramaut sebagai wilayah yang lain. telah mengkhususkan 14 orang lelaki yaitu tokoh-tokoh yang memawakili kaum mereka. Ada pula bagian yang bertanggung-jawab dalam hal mencatat ghanimah. harta sedekah. sementara untuk membantu aktivitas seorang pentadbir. dan sebagainya. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. maka baginda SAW melantik seorang penulis untuk setiap urusan berkenaan. 10). hasil perolehan pertanian. B. menerapkan hukum-hukum Allah dan mentadbir kemaslahatan rakyat. Ini diperkembang terus pada zaman Khilafah selanjutnya dengan Qaidah: Adapun perkara mu‟amalaat semua boleh kecuali yang dilarang oleh Nash. Kemudian Yaman dijadikan menjadi lima wilayah. Bahrain. Wali dan Para „Amil Apabila Negara Islam telah meluas dan berkembang. semuanya catatan tersebut disimpan dalam file.bendera pasukan. dokumen hutang-menghutang. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Jabatan Pentadbiran (management) Awam Negara Rasulullah SAW telah melaksanakan pentadbiran untuk menguruskan urusan kaum muslimin. surat-surat kepada raja-raja dan regim yang ada. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Diwan yang mencatat pendapatan negara ini kemudian disempurnakan pada zaman Khalifah „Umar bin alKhattab dan dikenal sebagai sebutan Diwan al-Kharaj. Sistem pentadbiran Diwan ini mengalami perkembangan pada zaman al-Khulafa al-Rasyidin. hatilah kamu terhadap mereka. 8). Dan berhati. Almaaidah:49). Sistem Pemerintahan Dalam Islam 1(Versi Dr Qordhowi) Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. kemudian Yaman dibagi oleh baginda menjadi dua wilayah. teks perjanjian. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah). Dalam realitanya. dan akad-akad yang lain. Rasulullah senantiasa merujuk kepada mereka dalam urusan pemerintahan. untuk bermusyawarah. maka Nabi SAW membagi-bagikan Negara Islam Madinah menjadi beberapa wilayah dan daerah. samada berkenaan dengan persengketaan. 6). kemudian setiap wilayah dilantik seorang wali dan setiap daerah dilantik seorang „amil (ketua daerah). Oman dan Yamamah merupakan wilayah. ini merupakan pendapatan Negara. Adalah Khalifah „Umar yang memperluaskannya lagi penyusunan pentadbiran ini. dan tercetuslah sistem Diwan.

Sistem pemerintahan Islam dalam bentuk Khilafah telah mandeg sejak Tahun 1928 dengan Khalifah terakhir Sultan Abdul Hamid II dari Turki Othmani. Umar bin Khattab. Pagaruyung. “Kalau ingin maju tirulah barat (yang selama ini menjajah kita) dan tinggalkanlah agama”. “Khalifah sesudahku ada tigapuluh. Di Indonesia pernah tegak kerajaan Perlak. Mereka disebut Wali jamaknya awliya karena mereka adalah pemimpin-pemimpin negara yang menyampaikan dakwah Islam ke seluruh pelosok Nusantara. kemudian sesudah itu kepemimpinan yang menggigit” Para ulama berlainan pendapat dengan makna “tsalasin (tigapuluh)” . Para sahabat yang secara berturut-turut menggantikan fungsi Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam sebagai kepala negara mendapat jaminan boleh diikuti sepakterjangnya dalam sistem pemerintahan Islam. Kepemimpinan yang menunjukkan supremasi Dienullah atas aturan-aturan hidup yang lainnya. Namun kondisi ummat Islam di dunia benar-benar berada dalam keadaan parah. Kesultanan Ternate dan Tidore (Maluku). Kepemimpinan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam dilanjutkan oleh Sahabat-sahabat beliau. “Hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapatkan hidayah”. Ini telah dibuktikan dengan kepemimpinan Dawlah Islamiyah dimana Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam bertindak sebagai Imam dan sekaligus kepala negara. Karena itu di dunia Islam sistem pemerintahan yang ada pada umumnya tidak mengacu pada sistem Islam. Seorang Nabi adalah seorang pemimpin yang mengatur rakyatnya dengan hidayah Allah. Ketika perang kemerdekaan. Sementara itu masyarakat yang baru merdeka pada umumnya tyerkena euforia nasionalisme Barat. Setelah berakhirnya masa khulafaur rasyidin sampai masa runtuhnya Khilafah Utsmaniyah tersebut telah terbentuk pula kerajaan-kerajaan Islam yang tersebar di seluruh Dunia. Banjar. Dakwah Islam menjadi sebab utama munculnya berbagai kerajaan itu. Gelar mereka pun Sunan yang lebih tinggi derajatnya dari Sultan. Para ulama mengatakan bahwa khulafaur Rasyidin ada empat: Abu Bakar. Salahsatu yang mengambil jalan bertahap dan sistemik adalah Imam Syahid Hasan Albanna dengan gerakan dakwah Al Ikhwanul Muslimun. Nabi bersabda. Pangkalan Bun. Sebagian mereka mengatakan ada lima dengan menambah Umar bin Abdul Aziz Radliyallahu Anhu. Para wali yang menyebarkan Islam di berbagai kepulauan Nusantara tidak hanya mengajarkan akidah. Samudra Pasai. Setelah runtuhnya Khilafah islamiyah berbagai upaya menegakkan kembali sistem ini dilakukan oleh para mujahid dakwah. . Pontianak. dan Ali bin Abi Tholib Radliyallahu Anhum. Mereka mengatakan. Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam juga berkata. Palembang (Sumatera). Kaum muslimin seolah-olah lebih percaya kepada selain ajaran Islam dan kaum muslimin untuk mengatur negeri ini. dan akhlak tetapi juga membangun masyarkat dan negara Islam. Mataram. Namun karena bentuknya yang kecil-kecil dan jauhnya hubungan kerajaan-kerajaan tersebut dengan pusat Khilafah semakin lama kerajaan-kerajaan itu semakin lemah sehingga satu persatu dapat ditaklukan oleh Penjajah. Kesultanan Makassar dan Bone (Sulawesi). dan lain-lain. Kutai (Kalimantan). Ini terjadi disebabkan kelalaian kaum muslimin sendiri. Ada yang mengatakan 30 tahun hijriyah ada yang mengartikan 30 orang Khalifah yang adil sampai hari kiamat. (Pulau Jawa). Utsman bin Affan. Kekhilafahan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain menaungi kerajaan-kerajaan Islam yang tersebar diseluruih Dunia. fikih. kaum muslimin di Indonesia berdiri di front terdepan untuk membebaskan negerinya dari penjajah. Beliau memiliki pandangan yang tajam dan terencana untuk membangun kembali kejayaan peradaban Islam. Demak.Ayat di atas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam dengan ajaran Islam yang dibawanya datang untuk memerintah manusia dengan wahyu yang diturunkan Allah Ta‟ala.

2. 1. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan urusan agama dari urusan politik meski secara teoritis sebagian kita mengingkari pemisahan seperti ini. Demikian juga dakwah tidak akan tegak kecuali jika ada jaminan perlindungan yang akan menjaga. Merupakan kesalah yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. “Bagi siapa wahai Rasulullah ?? Rasulullah menjawab. dan bukan pula pemerintahan yang materialistis. dan tidak akan terealisir iman kecuali dengan menegakkannya. sedangkan rakyat adalah tuannya. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwwah. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. “Pemimpin suatu bangsa adalah pelayan mereka” “Setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian bertanggungjawab atas yang digembalakan” Ketika Abu Bakar ra diangkat menjadi khalifah. kesatuan masyarakat. Dawlah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas fondasi dakwah. Akulah yang menghasilkan makan buat mereka. Kesatuan Ummat Ummat Islam adalah ummat yang satu – karena ukhuwwah yang dengannya Islam telah mempersatukan hati mereka – adalah salahsatu landasan iman. Hal ini mereka lakukan dengan keyakinan dan kesadaran penuh untuk menjauhkan pesan-pesan agama dari kancah politik. Kaidahkaidah itu merupakan kerangka pokok bagi sistem pemerintahan Islam. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung sebuah misi. kitab-Nya. bukan sekedar bagan struktur. bahwa masing-masing pihak harus menjaga hak-hak dan kewajiabnnya serta memelihara kepentingan bersama. Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda. maka baginya telah sudah ditetapkan sanksi hukuman. C.Mutiara pemikiran beliau yang terserak-serak tentang perbaikan pemerintahan akan kita sajikan kembali di sini dalam bentuk yang telah disesuaikan untuk keadaan sekarang. Namun. Bahkan beliau telah meletakkan dasar-dasarnya. Dengan penjelasan ini maka beliau telah memberikan penafsiran yang paling baik dan adil terhadap teori hubungan sosial antara pemerintah dengan rakyatnya. kini aku bekerja untuk kalian. maka bayarlah aku dari baitulmaal kalian”. “bagi Allah. Ia tegak di atas tiga pilar: rasa tanggungjawab pemerintah. Inilah awal dari persangkaan yang keliru dan ini pulalah pangkal kerusakan. maka baginya pahala. Para pakar politik seringkali merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam bersabda. amar makruf nahi munkar. dan mengokohkannya. aku dulu bekerja untuk keluargaku. beliau naik ke atas mimbar seraya berkata. Rasul-Nya. Hal inilah yang merupakan tradisi Islam. menyebarkan. dan kalangan ummat mereka” Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam bersabda. Namun jika sebaliknya. para pemimpin kaum muslimin . Jika dia baik dalam melakukan tugasnya. Pemerintah adalah pelayan dan pekerja. yakni memberi nasihat. Namun hal itu tidak berarti menghalangi kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan nasihat dari yang kecil kepada yang besar. yang gersang tanpa ruh di dalamnya. Pemerintahan Islam Pemerintahan dalam Islam tegak di atas kaidah-kaidah yang sudah polpuler dan baku. atau dari yang besar kepada yang kecil. “Wahai sekalian manusia. Mereka berkata. . dan sikap menghargai aspirasi rakyat. Tanggung Jawab Pemerintah Pemerintah dalam menjalankan tugasnya bertanggung-jawab kepada Allah dan rakyatnya. Agama itu nasihat.

Dengan memelihara dan menjaganya akan tercapailah keberuntungan di dunia dan keselamatan akhirat. Menghargai Aspirasi Rakyat Di antara hak ummat Islam adalah melakukan kontrol terhadap pemerintah dengan secermatcermatnya dan menasihatinya jika dirasa hal itu membawa kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta‟ala telah memberikan kepada kepada kepala pemerintahan agar melakukan hal itu. mereka mengumpulkan para ahli dari kaum muslimin. Apa yang sudah ada nashnya tidak perlu dilakukan ijtihad terhadapnya. atau kematangan politik. sebuah undangundang tidak akan berguna jika tidak ada seorang hakim yang adil dan bersih. Dan tidak ada lagi yang sesudah itu. Demikian juga.Jika engkau melihat ummatku takut berkata kepada orang yang berbuat zalim. 3. Sementara itu. atau pendidikan politik. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masing-masing bagian tidak mendominasi bagian lainnya). permusuhan. dengan mengambil yang baik dari masukan-masukannya. maka betulkan dan luruskanlah” Sistem Islam bukanlah slogan dan julukan semata. karena sistem sosial yang mereka yakini adalah satu. Sedangkan yang tidak ada maka kepala negaralah yang memutuskan agar ummat tetap bersatu dengannya. Jika kalian melihat aku dalam kebenaran maka dukunglah (untuk melaksanakannya) dan jika kalian melihatku dalam kebatilan. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat.yang mempelopori penerapannya. maka ia telah keluar dari kelompok mereka” Pada riwayat lain beliau menambahkan. . Kemudian mereka saling bermusyawarat dan mengambil yang benar dari rangkaian pendapat mereka. Sedangkan pemerintah hendaknya bermusyawarah dengan rakyat. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. yakni Al Islam yang telah dikenal luas oleh mereka. musyawarah dan saling menasihati. Keseimbangan ini tidak mungkin dapat terpelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. Bahkan para ahli tadi mengajak dan menganjurkan kamu berpegang kepada pendapat yang benar tadi” Abu Bakar As Shiddiq berkata. “Jika datang kepada mereka suatu masalah. Itulah yang dalam istilah politik modern kita dikenal sebagai kesadaran politik. menghargai aspirasinya. Meskipun demikian. (Assyura: 3) Masalah ini juga ditegaskan oleh Sunnah Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam dan Khulafaur Rasyidin. Sedang urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antara mereka. perbedaan dalam hal furu‟ (cabang) tidaklah membahayakan. Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu (Ali Imran: 159) Bahkan Allah memuji kebaikan kaum muslimin atas prinsip tersebut. kemudian ia dibunuh” Di kalangan ummat Islam tidak terdapat perbedaan dalam persoalan-persoalan prinsip antara satu dengan yang lain. tidak akan menimbulkan kebencian. “Wahai si zhalim.. “Dan perut bumi lebih baik bagi mereka daripada permukaannya”. Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Mutollib dan orang yang berdiri di hadapan pemimpin durjana dengan memerintah berbuat makruf dan melarang dari perbuatan munkar. dan fanatisme golongan. Teks-teks ajaran saja tidak akan cukup untuk membangkitkan ummat. diperlukan adanya penelitian dan kajian.

KESIMPULAN Pemerintahan islam menjadi contoh dalam pemerintahan negara-negara islam didunia pada umumnya. J. Kaidah-kaidah Hukum Islam. PT Raja Grafindo Persada. Struktur yang digambarkan oleh pemimpin-pemimpin islam menjadi sebuah supremasi dalam mengembangkan sistem pemerintahannya sendiri. Departemen Agama RI Jakarta 1971. Abdul.com/2006/12/20/pemerintahan-islam/ . DAFTAR PUSTAKA Alqur‟an dan Terjemahannya. 2002. Pulungan. Jakarta http://ayok. PT Raja Wali Persada. 2002.wordpress.Suyuti. Jakarta Wahhab Khallaf. Fiqh Siyasah.