P. 1
Ma Man

Ma Man

|Views: 64|Likes:
Published by mahya098

More info:

Published by: mahya098 on Dec 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2012

pdf

text

original

MAKALAH KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF (TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP

)
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliyah Kepemimpinan Pendidikan

Disusun JALIL MAHYA ARIFIN SEMESTER : VII-B

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-KHAIRAT PAMEKASAN JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
TAHUN AKADEMIK 2011

A. Sedangkan konsep yang dikaji langsung dari ayat Tuhan yang verbal (al-Qur’an) seringkali terlalu terjebak kepada teosentris sehingga terkesan konsep yang dibangun tidak kontektual yang sesuai dengan psikososial manusia. Kedua ayat itu menduduki posisi yang sama (sama-sama berasal dari Allah SWT. Pertama tanda-tanda (ayat-ayat) yang bercorak linguistik verbal dan menggunakan bahasa insani (bahasa Arab/bahasa Qur’ani). Ulasan tentang konsep kepemimpinan trnsformasional baik yang dikaji dari ayat Tuhan yang verbal (al-Qur’an) maupun yang nonverbal (perilaku manusia dan gejala alam semesta) titik persamaannya adalah dalam memposisikan “perubahan” dan “perbaikan” sebagai titik berangkat dan tujuan organisasi. pembahasan di bagian ini bukan gejala dari alih-alih dan akuisisi pengetahuan. Konsep transformational leadership sudah banyak diberbincangkan di barat khususnya pada akhir-akhir ini. tetapi dapat memanfaatkan perilaku kepemimpinan manusia dan teori-teori kepemimpinan yang sudah ada termasuk teori Transformational Leadership barat dengan melakukan saling menguji. Kedua. dengan jalan mencari-cari atau mengganti landasan dasar dari sebuah teori pengetahuan yang sudah ada sebelumnya dengan al-Qur'an. saling melengkapi atau mengurangi (antara al-Qur’an dan perilaku manusia/gejala alam semesta) sehingga dapat dibangun kesimpulan yang paling mendekati kebenaran hakiki. Keduanya diturunkan Allah untuk manusia agar mereka menelaah dan memahaminya. ditambah lagi politik pengetahuan yang menghegemoni terhadap penduduk dunia lainnya sehingga bentuk epistemologi ini menjadi begitu kokoh. tanda-tanda (ayat-ayat) yang bercorak nonverbal berupa perilaku manusia dan gejala alam. Oleh karena itu. Keadaan itu terjadi karena Eropa telah terbukti berhasil membangun dan mengembangkan peradabannya sampai sekarang dengan melandaskan epistemologi pengetahuannya dalam bentuk demikian. dalam membincang kepemimpinan transformasional dalam perspektif Islam tidak perlu dimulai dari nol. saling dialog.) sebagai sumber inspirasi dalam membincang kepemimpinan transformasional perspektif Islam. kuat dan tak terbantahkan karena menguatkanya apresiasi penduduk dunia lainnya. Latar belakang Wacana kepemimpian dalam dunia Islam yang utuh digali dari teks suci agama (alQur’an) mulai menjadi gelombang besar pada akhir abad 19 setelah sebelumnya melemah karena menguatnya gelombang pengembangan ilmu pengetahuan melalui pengkajian langsung terhadap sumber pengetahuan berupa perilaku manusia dan gejala alam semesta raya ini. Meskipun demikian. Hal ini berdasarkan pemahaman adanya dua ragam tanda (sign/ayat) Tuhan yang perlu diketahui. Kepemimpinan transformasional perspektif Islam dalam kajian ini tidaklah dibangun dengan kerangka pikiran dikotomis antara ayat Allah SWT yang verbal berupa al-Qur’an dan ayatNya yang non verbal berupa perilaku manusia dan gejala alam semesta. karena tulisan ini . saling melakukan revisi dan saling melakukan modifikasi. Adapun perpedaannya adalah konsep yang dikaji dari ayat Tuhan yang berupa perilaku manusia dan gejala alam semesta seringkali terlalu antroposentris bahkan mengalami keterputusan dengan hal yang teosentris.

Lahirnya perubahan (transformasi) yang lebih baik merupakan inti dari usaha. usaha pendidikan. revolusi termasuk transformasi dapat menemukan pijakan epistemologisnya dari beberapa ayat yang menceritakan tentang para nabi dan rasulullah yang revolusioner semisal cerita Ibrahim. usaha politik. Dengan demikian term transformasi menjadi hal yang sangat signifikan dan relevan. 3.. maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada. Apa pengertian pemimpin transformatif (Transformational Leadership) ?. usaha ekonomi. 5. B. Usaha agama. . Apa saja komponen perilaku kepemimpinan transformasional ?. Dalam al-Qur’an semangat perubahan. Berangkat dari identifikasi ayatayat bersemangat transformasi dengan kata-kata kunci seperti diatas kita akan dapat memulai mengkonsepsikan tentang kepemimpinan transformasional dan perilakunya dalam perspektif Islam (al-Qur’an). Apa saja cirri-ciri dari kepemimpinan transformatif ?. Bagaimana problematika seleksi kepemimpinan ?. Apa saja karakteristik pemimpin transformatif ?.usaha yang dilakukan oleh jamak manusia di dunia ini. Perubahan dan perbaikan merupakan inti dari aktivitas sebuah kepemimpinan. Rumusan Masalah Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam mewujudkan kepemimpinan yang transformatif (transformational leadership). 2. dan al-Jihadu. usaha kepemimpinan dan lain sebagainya merupakan serangkaian yang dilakukan oleh manusia untuk menuju perubahan (transformasi) yang lebih baik. 1. Isa dan Muhammad SAW dan beberapa ayat yang tertera lafadz al-Hijrah.tidaklah dibangun dengan kerangka pikiran dikotomis antara ayat Allah SWT yang verbal berupa al-Qur’an dan ayatNya yang non verbal berupa hamparan alam semesta dan gejalanya. Musa. 4. usaha pengetahuan. usaha manajemen. usaha kebudayaan.

3. mereka memiliki karisma yang dapat menghadirkan sebuah visi yang kuat dan memiliki kepekaan terhadap misi kelembagaannya. baik dalam level organisasi maupun negara. B. Mereka memberikan dorongan. Dalam karakteristik ini. Secara lebih detail.Ini berarti setiap gerak dan aktivitasnya senantiasa disesuaikan dengan visi dan misi organisasinya. keserakahan dan kebencian (lihat Achmad M Masykur. mereka selalu membantu dan mendorong para pengikutnya untuk mengenali ragam persoalan dan cara-cara untuk memecahkannya. Ohio State University. Ini berarti para pengikutnya diberi kesempatan untuk berpartisipasi mengidentifikasi persoalan dan secara bersama. Akan tetapi John Gregorius Burns pada tahun 1978 pernah menggulirkan gagasan tentang kepemimpinan yang transformatif. 2003). Mereka senantiasa menghadirkan stimulasi intelektual. Seperti yang disebutkan di atas.sama mencari cara penyelesaian yang terbaik. Pemimpin yang transformatif memiliki perhatian dan kepedulian terhadap setiap individu pengikutnya. pemimpin transformatif lebih banyak mendengar ketimbang memberikan instruksi. para pemimpin yang transformatif memiliki ciri-ciri berikut. Behavior in Organization. bukan didasarkan pada emosi seperti kecemburuan. keadilan dan kemanusiaan. Pengertian Kepemipinan transformatif Kepemimpinan transformatif didefinisikan sebagai kepemimpinan di mana para pemimpin menggunakan karisma mereka untuk melakukan transformasi dan merevitalisasi orga-nisasinya (Gerald Greenberg dan Robert A Baron. 1. Ciri-ciri pemimpin transformatif Pemimpin yang transformatif lebih menekankan pada bagaimana merevitalisasi institusinya. Inilah yang dijadikan sebagai acuan untuk tetap konsisten dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakannya.BAB II PEMBAHASAN A. 2. Kepemimpinan yang transformatif menurut Burns adalah sebuah proses dimana para pemimpin dan para pengikut saling menaikkan diri ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Kesadaran para pengikut dibangkitkan dengan menyerukan cita-cita yang lebih tinggi dan nilai moral seperti kemerdekaan. perhatian. dukungan kepada pengikutnya untuk melakukan hal yang terbaik bagi dirinya sendiri dan komunitasnya. Artinya. 2009 ). Kepemimpinan ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran "tingkat tinggi" yang dianggap melampaui kepentingan pribadinya pada saat itu. . Ada juga yang mengartikan bahwa kepemimpinan transformatif adalah kepemimpinan yang melibatkan perubahan dalam organisasi (dipertentangkan dengan kepemimpinan yang dirancang untuk memelihara status quo).

karena demokrasi bukanlah konsep untuk meluluhkan harisma pemimpin. Dan karakter seperti itu sejatinya ada dikalangan muda. mandiri dan berharisma (mampu menggiring masa dengan gagasannya). Persoalan sesungguhnya bukan terletak pada kutub perbedaan cara pandang antara kaum muda versus kaum tua. yaitu pemipin yang mempunyai konsistensi mewujudkan keadilan sisoal bagi masyarakatnya. Ini berbeda dengan model kepemimpinan karismatik yang memosisikan para pengikutnya tetap lemah dan tergantung pada dirinya tanpa memikirkan peningkatan kapasitas dari para pengikutnya. sekat yang membatasi antara peran kaum muda dan golongan tua sejatinya justru menjadi jembatan dalam melakukan proses transformasi kepemimpinan. salah satu indikasi bahwa inilah pentas drama politik nasional kaum kemapanan aka berahir.antara prokemapanan versus properubahan. Tentu harapan kita muncul pemimpin yang mempunyai spririt perubahan. sudah menjadi bukti betapa sulitnya kita menemukan pemimpin yang transformatif tentunya yang juga mempunyai harisma. tidak hanya menggunakan bahasa verbal. Hal itu hanya bisa berjalan jika ada visi dan konsistensi yang kuat dalam jiwa seorang pemimpin. Dalam perspektif kepemimpinan transformatif tadi. SBY-Boediono. ada esensi yang paling mendasar. tidak selamanya tergantung pada sang pemimpin.4. Lahirnya kebijakan pemerintah sekarang yang sering kali dirasa tidak berpihak pada masyarakat. Mereka berupaya meningkatkan kapasitas para pengikutnya agar bisa mandiri. Dan. itu bukan monopoli kaum tua atau kaum muda saja. inovatif. dan banyaknya oposisi politik yang tidak jarang mengganggu kesetabilan roda pemerintahan. 6. Artinya. Keadilan sosial itu akan terwujud bila mana pemimpian secara institusi mampu menghasilkan kebijakan sosial yang merepresentasikan segala isu-isu bersama. . Pemimpin transformatif senantiasa memberikan motivasi yang memberikan inspirasi bagi pengikutnya dengan cara melakukan komunikasi secara efektif dengan menggunakan simbol-simbol. energik. Para pemimpin transformatif lebih banyak memberikan contoh ketimbang banyak berbicara. dengan kata lain akan munculnya ring selanjutnya. Dan kebijakan sosial akan terlahir bila mana pemimpin mampu menyerap segala keluh masyarakat. dan Jusuf Kalla-Wiranto yang kesemuanya berusia 60 tahun keatas. Problematika seleksi kepemimpinan Dari paparan keenam ciri pemipin transformatif adalah didasari dengan spirit perubahan. Munculnya Megawati-Prabowo. Ini berarti pemimpin transformatif menyadari pentingnya proses kaderisasi dalam transformasi kepemimpinan berikutnya. 5. C. ada sisi keteladanan yang dihadirkan kepada para pengikutnya dengan lebih banyak bekerja ketimbang banyak berpidato yang berapi-api tanpa disertai tindakan yang konkret. dengan perundang-undangan. Terlepas dengan konsep demokrasi. Persoalan sesungguhnya justru terletak pada bagaimana membangun mekanisme dan sistem transformasi kepemimpinan. saya meringkas dari ciri diatas.

Pamono Anum (PDIP). Annas Urbaningrum (PD). Mereka selalu mengincar dan terbuka untuk mempekerjakan orang-orang hebat. dan tokohtokoh lain yang tentu akan gerah jika bangsa ini dibawa kearah yang jelas. Mereka menantang anak buahnya untuk menciptakan peluang-peluang pekerjaan atau bisnis baru. Mereka menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang untuk berpikir bebas dan bekerja keras. an indispensable person. Mereka bukan tiran yang merasa sabdanya selalu benar dan keputusannya selalu tepat. 3. tokoh Agama yang selalu menjual umatnya. OKP. Mereka menghindari untuk jadi seorang pengambil keputusan yang melulu memusatkan perhatian kepada pemikiran dan pertimbangan diri sendiri. LSM. mampukah itu terwujud dengan liberlnya demokrasi sekarang.. dan memacunya untuk menunjukkan potensi dan kinerja terbaiknya. 2. Mereka rela mendengarkan dan merangkum beragam pandangan yang berbeda. Muhaimin Iskandar (ketua umum DPP PKB). bahkan ada juga tokoh independent yang fenomenal seperti Fajrur Rahman.?. Mereka tak terjebak menjadi micro manager yang senantiasa mencampuri pekerjaan dan tanggung jawab anak buahnya sampai kepada perkara yang sedetail-detailnya. Budiman Sudjatmiko (PDIP). tokoh "karbit" yang selalu membawa kebesaran keluarganya. Komunitas ini tidak akan bergerak sendiri. sebelum mengambil keputusan. Yaitu gerakan yang tersusun dengan apik. minimal ada lima karakteristik pemimpin transformatif yang membedakannya dengan pemimpin-pemimpin lain pada umumnya. D. bahkan bertentangan. 1. Belum cukup disitu. . yang sedari awal sudah merumuskan apa yang harus dilakukan anak buahnya. karena masih banyak tokoh tua yang akan membeli demokrasi ini. seperti politisi muda parta golkar Yudy Crisnandi. 5. Mereka tidak takut. Mereka menghindari untuk menjadi seorang pahlawan yang selalu ikut serta dalam segala hal.. Mereka lebih suka melihat bawahannya mengeksekusi pekerjaan dengan cara dan gayanya masing-masing dan menikmati hasil dari apa yang dikerjakannya itu. telah muncul intelektual dan politisi muda dinegeri kita. suatu hari disalip oleh orang-orang yang dipimpinnya tersebut. Sebenarnya masih banyak cara lain untuk mewujudkan pemimpin transformatif di 2014. Mereka adalah seorang investor manusia yang andal. Saya memfokuskan pada kalangan intelektual. terutama kaum pegiat bangsa yang masih mempunyai semangat idealisme.Bisa jadi pemilu 2014 akan diisi kaum muda. 4. mereka pada umumnya mempunyai komunitas. Namun. Karakteristik Pemimpin Transformatif Menganalogi Ekuslie Goestiandi (2010). Tifatul Sembiring (Presiden PKS). mereka akan berhadapan dengan warisan kaum tua yang menjadikan masyarakat kita pragmatis. seperti Perguruan Tinggi. Mereka tidak menempatkan diri sebagai superman.

dan memberikan motivasi kepada bawahan untuk mencari pendekatan-pendekatan yang baru dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi. sehingga patut dihargai. 4. Komponen Perilaku Kepemimpinan Transformasional Di bawah ini akan dibicarakan komponen perilaku atau manifestasi kepemimpinan transformasional agar dalam memahaminya lebih terukur. Pemimpin menimbulkan rasa mampu pada bawahannya bahwa mereka dapat melakukan pekerjaannya. Ia menimbulkan kesan pada bawahannya bahwa ia memiliki keahlian untuk melakukan tugas pekerjaannya. membangkitkan kebanggaan serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan dada para bawahannya. memberikan keyakinan bahwa tujuan dapat dicapai. Mereka merasa diberikan inspirasi oleh pemimpinnya. dan melatih setiap orang secara khusus dan pribadi. Selain itu memberikan perhatian. membimbing. Idealized Influence .(Pengaruh Ideal-Kharisma) Pemimpin mendahulukan kepentingan perusahaan dan kepentingan orang lain dari kepentingan sendiri. Individual Consideration (Pertimbangan Individu) Pemimpin mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dari secara khusus rnau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan akan pengembangan karir. . 3. antara lain dengan menentukan standar-standar tinggi. Intellectual Sitnulation (Rangsangan Intelektual) Pemimpin mampu menumbuhkan ide-ide baru. Bawahan merasa mampu melakukan tugas pekerjaannya.E. mampu memberikan berbagai macam gagasan. Bass dalam Hartanto beranggapan bahwa unjuk kerja kepemimpinan yang lebih baik terjadi bila para pemimpin dapat menjalankan salah satu atau kombinasi dari empat cara ini. Sebagai pemimpin perusahaan ia bersedia memberikan pengorbanan untuk kepentingan perusahaan. yaitu 1. 2. dapat memberi sumbangan yang berarti untuk tercapainya tujuan kelompok. Ia memberikan wawasan serta kesadaran akan misi. membina.Charisma. Inspirational Motivation (Motivasi Inspirasi) Pemimpin mampu menimbulkan inspirasi pada bawahannya. memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan.

orang tersebut berpura-pura menjadi orang yang jujur. amanah ( bertanggung jawab ) dan fathonah ( cerdas) ( lihat Tekad Wahyono. Prof. yaitu kejujuran. meskipun pemimpin tersebut adalah seorang yang cerdas. maka apa yang disampaikan oleh seorang pemimpin tersebut patut dipertanyakan. karena pemimpin tersebut berpotensi menjadi pemimpin yang tidak amanah. kita juga perlu melihat sosok Umar ibn Al Khatab sebagai seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga dikenal sebagai sahabat yang sangat jujur. yaitu : sidiq ( jujur ). Islam sendiri memprasyaratkan seorang pemimpin dengan empat sifat yang harus dimiliki. 2009 ). Sehingga ketika syarat yang pertama (sidiq atau jujur) tidak terpenuhi. menurut beliau hal itu tidak terlalu sulit. keserakahan dan kebencian. Alasan memilih Umar ibn Al Khatab sebagai objek penelitian adalah karena keberhasilan Umar dalam mengembangkan daerah kekuasaan umat islam. Akan tetapi menurut penulis.Dr. Karena akan sangat sulit orang yang tidak jujur kemudian diberi amanah untuk menjadi pemimpin. apalagi mendidik menjadi orang yang jujur dan amanah. Berbeda dengan mencari atau mendidik seseorang agar menjadi pintar atau cerdas. Dari sini kita bisa melihat bahwa islam pun menjadikan kejujuran sebagai sifat yang pertama kali harus dimiliki oleh seorang pemimpin. tapi dia jujur dan amanah. daripada dia pintar tapi tidak jujur dan tidak amanah. lulusan universitas terkemuka di luar negeri misalnya. masih ada yang kurang dari prasyarat yang diberikan oleh Burns. KESIMPULAN Dari latar belakang dan penegetian di atas yang menjelaskan tentang kepemimpinan transformatif yang coba dibangun oleh Burns kita bisa melihat bahwa ada prasyarat yang sangat mendasar sebelum pemimpin yang transformatif itu lahir. Yunahar Ilyas pernah mengatakan lebih baik seorang calon pemimpin itu bodoh. kecuali. Selain dari yang penulis tulis di atas. Washington Irving mengatakan bahwa keseluruhan sejarah Umar menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang memiliki tenaga dan pikiran besar. Pemimpin yang transformatif lebih memosisikan diri mereka sebagai mentor yang bersedia menampung aspirasi para bawahannya. 2009 ). yaitu tidak berdasarkan pada kecemburuan.BAB III PENUTUP A. dan tidak mudah mencari orang yang jujur dan amanah. Achmad M Masykur pernah melakukan penelitian dengan objek penelitiannya adalah Khalifah Umar ibn Al Khatab. para pemimpin yang transformatif lebih mementingkan revitalisasi para pengikut dan organisasinya secara menyeluruh ketimbang memberikan instruksi-instruksi yang bersifat top down. Diantara teori kepemimpinan yang unggul adalah teori kepemimpinan transformasional. tabligh ( penyampai ). Kepemimpinan transformasional adalah pendekatan kepemimpinan dengan . integritas yang tidak dapat dibengkokkan dan keadilan yang teguh ( lihat Achmad M Masykur. Karena menurut hemat penulis. kejujuran-lah yang akan mengantarkan seorang manusia menjadi seorang pemimpin yang transformatif. Hal ini dikarenakan jujur dan amanah adalah sifat yang terkait dengan akhlak seorang manusia. Terkait dengan kepemimpinan transformatif. Di pihak lain.

. Kepemimpinan transformasional secara khusus berhubungan dengan gagasan perbaikan. tanpa merasa ditekan atau tertekan. sebagai pembelajar seumur hidup. membangkitkan semangat dan mengilhami bawahan atau anggota organisasi untuk mengeluarkan usaha ekstra dalam mencapai tujuan organisasi. mendorong keberanian dan pengambilan resiko. Bass menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional akan tampak apabila seorang pemimpin itu mempunyai kemampuan untuk: 1) Menstimulasi semangat para kolega dan pengikutnya untuk melihat pekerjaan mereka dari beberapa perspektif baru. Sedangkan berdasarkan hasil penelitian Devanna dan Tichy karakteristik dari pemimpin transformasional dapat dilihat dari cara pemimpin mengidentifikasikan dirinya sebagai agen perubahan. keadilan dan kesamaan. percaya pada orang-orang. 3) Mengembangkan kolega dan pengikutnya pada tingkat kemampuan dan potensial yang lebih tinggi. dan ketidakpastian. 4) Memotivasi kolega dan pengikutnya untuk melihat pada kepentingannya masingmasing. Sedangkan menurut Yukl kepemimpinan transformasional dapat dilihat dari tingginya komitmen. ambiguitas. sehingga dapat bermanfaat bagi kepentingan organisasinya. memiliki kemampuan untuk mengatasi kompleksitas. 2) Menurunkan visi dan misi kepada tim dan organisasinya. Seorang pemimpin dikatakan bergaya transformasional apabila dapat mengubah situasi. memiliki acuan nilai kebebasan. bicara tentang tujuan yang luhur. Pemimpin yang transformasional akan membuat bawahan melihat bahwa tujuan yang mau dicapai lebih dari sekedar kepentingan pribadinya. mengubah apa yang biasa dilakukan.melakukan usaha mengubah kesadaran. motivasi dan kepercayaan bawahan sehingga melihat tujuan organisasi yang ingin dicapai lebih dari sekedar kepentingan pribadinya. juga seorang pemimpin yang visioner.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->