Makalah Sistem Pengendalian Manajemen

“Perencanaan Strategis dan Penyusunan Program”

OLEH :

Santi Susanti C 301 09 014

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan penyertaan-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. 17 November 2011 Gina Mardiana Putri . Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih belum sempurna dan untuk menjadi sempurna kami sangat membutuhkan masukan dari pihak lain. Palu. Untuk itu kami mengharapkan kepada semua pihak untuk memberikan berbagai masukan dan kritik demi perbaikan dan kesempurnaan tugas ini.

Balanced scorecard yang dikembangkan oleh Norton dan Kaplan memberikan solusi terhadap tuntutan ini. Strategi adalah pola tindakan terpilih untuk mencapai tujuan tertentu. . 85% dari tim eksekutif menghabiskan waktu kurang dari satu jam untuk membahas strategi tiap bulan. Penggunaan balanced scorecard dalam konteks perusahan swasta ditujukan untuk menghasilkan proses yang produktif dan cost effective. menghasilkan financial return yang berlipat ganda dan berjangka panjang. mengembangkan sumber daya manusia yang produktif dan berkomitmen. 60% perusahaan tidak menghubungkan anggarannya ke strategi. Peran balanced scorecard dalam sistem manajemen strategis adalah: memperluas perspektif dalam setiap tahap sistem manajemen strategis. mewujudkan produk dan jasa yang mampu menghasilkan value terbaik bagi customer/pelanggan. Namun sistem manajemen strategis tetap diperlukan karena perusahaan dituntut untuk berkembang secara terencana dan terukur. dan perlu mengarahkan kemampuan dan komitmen SDM untuk mewujudkan tujuan perusahaan. sehingga memerlukan peta perjalanan menghadapi masa depan yang tidak pasti. memerlukan langkah-langkah strategis. Pada mulanya.BAB I PENDAHULUAN 1. berjangka panjang dan berfokus pada kinerja keuangan. Penerapan sistem manajemen strategis yang demikian di banyak perusahaan swasta mengalami kegagalan. sistem manajemen strategis bercirikan: mengandalkan anggaran tahunan. dan mengukur kinerja secara kuantitatif. membuat fokus manajemen menjadi seimbang. Sebab-sebabnya antara lain: hanya 25% manajer yang memiliki insentif yang terhubung ke strategi. LATAR BELAKANG Sistem manajemen strategis adalah proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan visi secara terus menerus secara terstruktur. dan hanya 5% pegawai yang memahami strategi. mengaitkan berbagai sasaran secara koheren.

2. Perencanaan strategic memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentukbentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil. Perencanaan strategi memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasinya 2. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan strategi dapat menentukan keberhasilan organisasi atau perusahaan. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencaaan lainnya. program-program strategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut. Literatur mengenai manajemen strategis menyebutkan bahwa proses menyusun rencana strategis merupakan awal sistem . Melakukan perencanaan strategi berarti menetapkan misi organisasi secara jelas 3. penentuan strategi. memberikan rumusan ke mana perusahaan akan diarahkan. Pemahaman Mengenai Rencana Strategis Proses menyusun rencana strategis merupakan usaha merencanakan langkah-langkah strategis dalam jangka menengah oleh sebuah lembaga. dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. Perencanaan strategi merupakan tipe perencanaan yang terpenting 2.BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencaaan lainnya. hal ini disebabkan karena: 1. Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. Perencanaan Strategic (Strategic Plans) juga merupakan suatu proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi. 3. Ada 3 ( tiga ) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis : 1. kebijaksanaan.

examining that strategis will enable the corporation or association to prosper in the future. Terdapat perbedaan pemahaman rencana strategis menurut para ahli..(Katsioloudes. Beberapa definisi rencana strategis oleh para ahli antara lain sebagai berikut: Strategic planning is the set of processes used in organization to understand the situation and develop decision making guidelines (the strategy) for the organization (Ginter dkk. Terdapat penulis yang menyatakan kedua rencana tersebut adalah sama..is the process by which a system maintains its competitiveness within its work environment by determining where the organization is. Pemahaman rencana strategis yang dipergunakan dalam buku ini adalah rencana jangka menengah yang tidak mencakup rencana operasional tahun pertama dan penghitungan cash flow. antara lain untuk menyadarkan organisasi agar memahami dan menyadari tentang masa depan.manajemen strategis yang diikuti dengan pelaksanaan dan sistem kontrol strategis. Perencanaan merupakan suatu proses yang menghasilkan dokumen rencana.. menekankan pilihan-pilihan keputusan. Jangka waktu perencanaan berkisar tiga sampai tujuh tahun ke depan tergantung pada situasi dan jenis lembaga. 2002) Strategic planning is the technique used to try to understand the complexities of the longer term external business environment and to chart a path thorugh it for sustained health and viability of the firm. Sementara itu. where it wants to go and how it wishes to get there. Dalam hal ini perlu ada pembedaan tentang apa yang disebut rencana strategis (strategic plan) dengan rencana usaha (business plan). Rencana usaha (business plan) merupakan rencana kegiatan satu sampai tiga tahun ke depan yang mencakup rencana keuangan (Brickerhoff.. Dokumen rencana ini akan berfungsi sebagai peta untuk mencapai suatu tujuan dengan indikator pencapaian yang disepakati bersama oleh seluruh pihak terkait lembaga. menyadarkan para pemimpin bahwa mereka harus mengelola lembaga. 1995) . misalnya Pinson dan Jinnet (1999) dan Zuckerman (1998). 2002) . Mengapa berupa perencanaan? Truitt (2002) menguraikan berbagai manfaat perencanaan. Sementara itu.. penulis lain membedakan dua pengertian tersebut.. rencana usaha harus mencakup rencana keuangan detail dalam bentuk cash flow sekitar dua atau tiga tahun ke depan. In otherwords. dan membuat para manajer berpikir. 2000). mendisiplinkan organisasi.(Truitt. Rencana strategis merupakan rencana jangka menengah yang menjadi arah dari rencana operasional. misalnya Piggot (2000)..

Strategi ini dikenal sebagai perencanaan strategi. Pengertian ini lebih mengarahkan pada peranan aktif organisasi untuk melaksanakan program sebagai strategi organisasi menghadapi perubahan lingkungan. maka diimplementasikan dengan terlebih dahulu menyusun rencana-rencana kerja (aksi/tindakan). Perspektif kedua strategi adalah pola tanggapan organisasi yang dilakukan terhadap lingkungan sepanjang waktu.Perencanaan strategis tidak mengenal standar baku. Ketiga langkah tersebut saling mengisi. Proses perencanaan strategis tidak bersifat sekuensial penuh. Setelah rencana strategis (renstra) selesai disusun. (5) penyusunan strategi pengembangan (yang dapat ditambah dengan tujuan dan sasaran). barulah dilakukan langkah ke (4). 3. tapi dapat dimulai dari salah satu dari langkah ke (1). Pembahasan pada materi ini akan lebih di tekankan pada peranan aktif manajer yang dikenal sebagai perencanaan strategis yang fokusnya luas dan berjangka panjang. yang artinya para manajer akan menganggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan hanya jika mereka merasa perlu untuk melakukannya.  Ciri-ciri strategi meliputi : . Disamping ke dua perspektif tersebut dikenal strategi entrepreneur yaitu strategi yang dirancang pemimpin usaha berdasarkan inisiatif untuk pertumbuhan yang konstan dengan mencari peluang baru secara aktif.situasi dan kondisi setempat. (2). Meskipun demikian. (4) perumusan isu-isu strategis. atau (3). (2) pengkajian lingkungan eksternal. Strategi ini dikenal sebagai strategi adaptif. yang disusul dengan langkah ke (5). (3) pengkajian lingkungan internal. Konsep Strategi Strategi dirumuskan dalam dua perspektif berbeda : Perspektif pertama strategi adalah program yang luas untuk mendefinisikan dan mencapai tujuan organisasi dan melaksanakan misinya. Pengertian ini juga mengarahkan peranan aktif seseorang dalam hal ini adalah seorang entrepreneur atau wirausahawan. Tiap penerapan perlu merancang variasinya sendiri sesuai kebutuhan. dan prosesnya mempunyai variasi yang tidak terbatas. secara umum proses perencanaan strategis memuat unsur-unsur: (1) perumusan visi dan misi. Pengertian ini lebih mengarahkan organisasi untuk bersikap pasif. Setelah ketiga langkah pertama ini selesai.

4. tergantung bagaimana reaksi organisasi. sosial. melalui analisis kekuatan dan kelemahan organisasi. Perubahan dalam lingkungan eksternal organisasi dapat menghasilkan kesempatan maupun ancaman. Untuk memperoleh informasi perubahan lingkungan. pengembangan bisnis data. dengan memfokuskan pada kegiatan yang terpilih mengharuskan pemusatan pemanfaatan sumber daya yang ada. yang akan mempengaruhi organisasi. demografis. strategi mencakup kegiatan yang luas mulai alokasi sumber daya sampai kegiatan operasional perusahaan. Proses Perencanaan Strategis Proses perencanaan strategis atau manajemen strategis merupakan proses pengarahan usaha perencanaan strategis dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin kesuksesan organisasi dalam jangka panjang. 5. Manajer harus diingatkan kembali pada misi awalnya. keluhan atau komentar dari pihak luar (pelanggan dan supplier). 3. Manajemen strategi meliputi formulasi dan implementasi strategi sebagai berikut : 1. 4. yaitu waktu untuk melaksanakan dan melihat hasilnya. Analisis Sumberdaya Dilakukan bersamaan dengan analisis lingkungan. 3.1. Pemusatan upaya. strategi menggambarkan kegiatan dengan cakrawala jangka panjang atau pandangan yang ajauh ke depan. perlu dikembangkan system informasi strategis. politik. ekonomi. Peresapan. pengaruh strategi akan sangat berarti pada hasil akhirnya. 2. strategi mensyaratkan sederetan keputusan tertentu perlu diambil sepanjang waktu mengiluti suatu pola yang konsisten. 4. Analisis Tujuan dan Strategi Saat ini Dalam perjalanan waktu. Pola keputusan. 5. Analisis Lingkungan Bertujuan melihat perubahan-perubahan dalam lingkungan. manajer suatu organisasi barangkali akan kehilangan “minat” terhadap misi yang pertama kali mereka perjuangkan. Identifikasi Kesempatan Strategis . Dampak. 2. Wawasan waktu. Formulasi Misi dan Tujuan Pertanyaan mendasar dalam formulasi misi dan tujuan adalah “Apa usaha kita?” dan “Apa usaha kita yang seharusnya?”.

tingkat unit bisnis. meningkatkan customer value. operational barrier: dimana proses-proses penting tidak dibuat untuk menggerakkan strategi. Pelaksanaan Strategi Perencanaan strategi harus dijalankan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Evaluasi dan Pengendalian Strategis Manajer harus selalu mengevaluasi pelaksanaan rencana strategis. dan people barrier: dimana tujuan orang per orang. antara lain management barrier: di mana management system didisain secara tradisional untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan dan terkait dengan anggaran. 6. berfokus pada pencarian peluang dan penyelesaian akar masalah. Sebuah misi perusahaan adalah alasan keberadaan. Pengendalian strategis merupakan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana strategis. fleksibel. 5. vision barrier: dimana strategi seringkali tidak dimengerti oleh mereka yang harus menerapkannya. menonjolkan keunggulan kompetitif. realistik. bukan strategi. Misi sering diungkapkan . dan tingkat fungsional. Pengambilan Keputusan Strategis Organisasi dapat mengembangkan sejumlah altrnatif strategis untuk memanfaatkan kesempatan strategis.Kesempatan strategis merupakan gap antara situasi apabila organisasi menggunakan tujuan dan strategi yang dirumuskan dalam proses penentuan tujuan dengan situasi apabila organisasi menggunakan strategi sekarang ini (tanpa perubahan).  Model diagram alur proses perencanaan strategis dalam pernyataan misi. 7. 8. Kesempatan strategis muncul apabila organisasi menetapkan tujuan baru yang lebih sulit. dan tanggap terhadap lingkungan eksternal. mudah dilaksanakan dalam perusahaan. peningkatan kemampuan dan pengetahuan karyawan tidak terkait dengan implementasi strategi organisasi. Perumusan Strategi Strategi dibuat dalam beberapa tingkatan: tingkat organisasi. Strategi yang baik umumnya mengikuti kriteria sebagai berikut: konsisten secara intern. yang menyampaikan rasa tujuan proyek kepada karyawan dan a) Misi . Dalam menentukan strategi perlu dikenali penghalang intern yang dihadapi. atau apabila ada persaingan yang ketat dan mengakibatkan organisasi tidak berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang lebih rinci dapat dipahami di tingkat fungsional organisasi. Begitu gambaran yang jelas tentang perusahaan dan lingkungannya yang ada ditangan. d) Penyusunan Strategi. diferensiasi. Michael Porter mengidentifikasi kepemimpinan biaya. e) Pelaksanaan. Sebuah aspek penting dari analisis lingkungan mikro adalah industri dimana perusahaan beroperasi atau sedang mempertimbankan operasi. pernyataan misi merupakan suasana hati perusahaan kemana harus pergi b) Tujuan Tujuan adalah tujuan konkret organisasi berusaha untuk mencapainya. sistem informasi Selain mengembangkan kebijakan fungsional. Dalam perumusan proses strategi. pengadaan. Kemungkinan strategi akan dinyatakan dalam tingkat tinggi istilah konseptual dan prioritas. dengan perubahan yang dibuat seperti yang diperlukan untuk tetap pada jalur rencana. Strategi ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakankabijakan khusus untuk bidang fungsional seperti : pemasaran. Lingkungan eksternal memiliki dua aspek: lingkungan makro yang mempengaruhi semua perusahaan dan lingkungan mikro yang mempengaruhi perusahaan dalam industri tertentu. sebuah target pertumbuhan pendapatan.citra perusahaan kepada pelanggan. Implementasi yang efektif. alternatif strategis tertentu dapat dikembangkan. misalnya. . Makro meliputi analisis lingkungan politik. Ekspresi strategi dalam hal kebijakan fungsional juga berfungsi untuk menyoroti isu-isu praktis yang mungkin tidak terlihat pada tingkat yang lebih tinggi. ada juga strategi generik yang dapat diterapkan diberbagai perusahaan. Setelah diimplementasikan. f) Control. tahap pelaksanaan melibatkan identifikasi sumber daya yang diperlukan dan meletakkan ke tempatnya yang diperlukan perubahan organisasi. dan faktor-faktor teknologi yang kadangkadang disebut sebagai ANALISIS PEST. sosial. ekonomi. Scan lingkungan dilakukan untuk mengidentifikasi peluang-peluang yang tersedia. Sementara perusahaan yang berbeda memiliki alternatif yang berbeda tergantung pada situasi mereka. penelitian dan pengembangan. Perusahan juga harus mengetahui kemampuan dan keterbatasn untuk memilih peluang yang mengejar dengan probabilitas keberhasilan yang lebih tinggi. dan fokus sebagai tiga strategi generik yang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif strategis. Tujuan harus menantang tapi dapat dicap c) Analisis Situasi Perubahan dalam lingkungan eksternal sering muncul peluangpeluang baru dan cara-cara baru untuk mencapai tujuan. hasil dari strategi perlu diukur dan dievaluasi. produksi. SDM.

performa yang sebenarnya diukur. Standar kinerja yang ditetapkan. Dengan demikian. Dalam masa-masa perubahan. h) Kerugian proses ini . . dan tindakan yang tepat diambil untuk memastikan keberhasilan. Sepanjang proses perusahaan mungkin memerlukan siklus kembali ke tahap sebelumnya dan membuat penyesuaian. Suatu perubahan dalam satu komponen dapat memerlukan perubahan dalam seluruh strategi.Sistem kontrol harus dikembangkan dan dilaksanakan untuk memfasilitasi pemantauan ini. g) Dinamis dan proses berkelanjutan. beberapa strategi yang lebih sukses muncul secara informal dari tingkat yang lebih rendah dari organisasi. dimana manajer yang lebih dekat dengan pelanggan dari hari ke hari. proses proses harus diulang dalam rangka strategi untuk mengadaptasi perubahan lingkungan.

ukuran yang digunakan. menjadikan strategi sebagai pusat organisasi. informasi dapat diakses dengan mudah. antara lain: pada saat menyusun rencana alokasi Adakah kemungkinan kegagalan dalam menerapkan balanced scorecard? Menyusun balanced scorecard bukanlah pekerjaan yang mudah. misalnya ketika ada merjer atau akuisisi. indikator internal dan eksternal. dll. indikator keuangan dan non-keuangan. balanced scorecard paling tepat disusun pada saat-saat tertentu. meningkatkan mutu pengambilan keputusan dan memberikan informasi peringatan dini. ketika ada tekanan dari pemegang saham. balanced scorecard juga diterapkan dalam situasi-situasi yang rutin. Banyak organisasi gagal membuat balanced scorecard karena berbagai sebab.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Balanced scorecard diyakini dapat mengubah strategi menjadi tindakan. pembelajaran organisasi dipercepat. proses penyusunan yang lama dan sekali jadi. terjadwal. dan tepat untuk organisasi dan individu. dan membentuk sikap mencari konsensus karena adanya perbedaan awal dalam menentukan sasaran. Kelebihan sistem manajemen strategis berbasis balanced scorecard dibandingkan konsep manajemen yang lain adalah bahwa ia menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas. serta mengubah budaya kerja. menganggap balanced scorecard sebagai sebuah proyek. scorecard disimpan saja. perusahaan lebih transparan. Potensi untuk mengubah budaya kerja ada karena dengan balanced scorecard. mendorong terjadinya komunikasi yang lebih baik antar karyawan dan manajemen. langkah-langkah strategis yang diambil. kesalahan memilih . dan indikator sebab dan akibat. ketika akan melaksanakan strategi besar dan ketika organisasi berubah haluan atau akan mendorong proses perubahan. umpan balik menjadi obyektif. terlalu sedikit staf terlibat. Sebab-sebab itu antara lain: tidak ada komitmen pimpinan.

. IT. BROWN & ROOT ENG. tahun 1994: menjadi untung sebesar $15 M dan tahun 1997 sebesar $98 M. atau menggunakan balanced scorecard hanya untuk keperluan pemberian kompensasi.konsultan. asuransi. Australia dan Asia oleh organisasi besar. penerbangan. Siapa yang menggunakan balanced scorecard? Banyak organisasi swasta. menengah dan kecil. perminyakan. Perusahaan yang menunjukkan keberhasilan luar biasa setelah menerapkan balanced scorecard adalah antara lain: MOBIL Oil yang pada tahun 1993 menempati posisi ke 6 dalam provitability. farmasi. Industri pengguna balanced scorecard sendiri terdiri dari berbagai macam perusahaan. tahun 1993 rugi namun tahun 1996 menjadi nomor satu dalam pertumbuhan profit. manufacturing. konstruksi. pemerintah dan nirlaba yang telah menggunakan balanced scorecard 60% dari 1000 organisasi dalam Fortune menggunakan balanced scorecard. seperti bank. perusahaan dagang dan distribusi. kemudian menjadi nomor satu pada periode 1995–1998. jasa konsultansi. Balanced scorecard semakin banyak diadopsi di Eropa. CIGNA pada tahun 1993 rugi $275 M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful