P. 1
tenis meja

tenis meja

|Views: 511|Likes:
Published by Ahmad Subbanul
sejarah tenis meja indonesia
sejarah tenis meja indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ahmad Subbanul on Dec 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2013

pdf

text

original

Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah

satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya hanyalah tangan. Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke negara-negara Eropa yang lain. Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris "Sporting Magazine" menamakan permainan ini sebagai 'tenis lapangan' (lawn tennis). Dalam buku "Book of Games And Sports", yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai "tenis panjang". Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.

SEJARAH TENIS MEJA SEJARAH INTERNASIONAL Permainan tenis meja mulanya dikenal sebagai hiburan ringan bagi masyarakat.namun dari mana asal permainan ini kapan dan siapa yang mula-mula menciptakannya, diperoleh keterangan dari beberapa sumbr sebagai berikut : 1. Pada zaman purbakala, di Iran permainan ini menggunakan kayu untuk memukul bola dari usus binatang yang di isi angin. 2. Bangsa Prancis pada abad ke XII, bolanya terbuat dari kertas diktat dan dipukul dengan tangan. 3. Bangsa India, menggunakan bola bersayap bulu dan pemukulnya kayu yang dibungkus dengan kulit binatang menjangan. 4. Beberapa sumber mengatakan bahwa permainan ini berasal dari inggris.berasal dari permainan tenis kuno pada abad pertengahan seperti ’gossima dan whiff whaff” dikembangkan oleh angkatan bersejata Inggris yang berkedudukan di India sebagai rekreasi di waktu senggang. Meja yang di gunakan belum ada ukuran dan net terbuat dari tali sepatu boat, alat pemukulnya terbuat dari serpihan kayu yang menyerupai raket seperti yang di gunakan untuk bermain tenis. 5. Pada abad ke 19 sudah digemari di Inggris dan Eropa. Di Amerika serikat sudah mulai banyak dilakukan. Pada waktu di beri nama “gossima” atau “ping-pong”.

Pada tahun 1990 permainan tenis meja disempurnakan oleh negara-negara Eropa Barat. Permainan ini menjadi popular pada tahun 1905 E.C. Goode dari London memperkenalkan raket dengan permukaan karet. Tanggal 15 januari 1926 atas perkasa Dr. Georg Lehnman dari Jerman di bentuk satu organisasi tenis meja tingkat internasional dengan singkatan ITTF (International Table Tennis Federation) dengan presiden nya Hon Ivor Montagu dari Inggris. Negara –negara anggotanya pada waktu itu adalah : 1. Inggris. 2. Jerman 3. Polandia 4. Perancis 5. Cekoslavia 6. Swedia 7. India 8. Jepang Pada tahun (1926) diadakan kejuaraan Eropa bertempat di Memorial Hall Street dengan peserta : 1. Austria 2. Cekoslowakia 3. Denmark 4. Inggris 5. Jerman 6. Hungaria 7. India 8. Swedia 9. Wales Tanggal 12 Desember 1926 negara-negara Eropa dianggap atau dijadikan sebagai kejuaraan dunia pertama. Tahun 1939 terdaftar 28 Asosiasi/Negara sebagai anggota ITTF. Selajutnya kejuaraan dunia diadakan setahun sekali hingga ke 13 tahun 1938, sampai tahun 1945 tidak dapat di lanjutkan karna perang dunia. Baru pada tahun 1946 kejuaraan dunia yang ke 14 di Paris (Perancis) sampai 1955. Sejak itu terjadi perubahan menjadi 2 tahun sekali hingga ke 41 tahun 1991 di Chiba, Jepang. Pada tahun 1991

terjadi perubahan dalam system pertandingan untuk beregu putra yang biasanya mempertandingan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahanya sendiri dilakukan pada tahun 1989, yaitu pada kongres ITTF, setelah final kejuaraan dunia pada waktu itu antara cina dan Swedia yang berlansung hamper 6 jam. SEJARAH TENIS MEJA DI ASIA Permainan tenis meja memasuki asia melalui RRC, Jepang dan Korea. Permainan ini masuk ke asia selain India tahun 1910. Namun usaha – usaha terorganisir untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombai pada bulan februari tahun 1952. Negara – Negara asia memutuskan untuk membentuk Federasi Tenis Meja Asia yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan The Table Federation of Asia. Federasi ini telah menyelenggarakan dengan sukses 10n kejuaraan Asis yaitu :  Ke 1 di singapura tahun 1952  Ke 2 di Tokyo tahun 1953  Ke 3 di singapura tahun 1954  Ke 4 di manila tahun 1957  Ke 5 di Bombay tahun 1960  Ke 6 di manila tahun 1963  Ke 7 di seoul tahun 1964  Ke 8 di singapura tahun 1967  Ke 9 dijakarta tahun 1069  Ke 10 di Nagoya tahun 1970 Pada bulan maret 1972 perwakilan dari asosiai tenis meja cina, DPR Korea dan jepang bertemu khusus untuk mengamil inisiatif mengadakan pertemuan pendahuluan dilakukan dan dihadiri oleh delegasi dari 16 negara yaitu : kamboja, Cina, DPR Korea, Iran, Irak, Jepang, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Nepal, Pkistan, palestina, singapura, srilanka, siria dan Vietnam.

Pertemuan itu membentuk Asian Table Tennis Union (ATTU) pada tanggal 7 mai 1972. Pertemuan itu menerima komunike dan anggaran dasar searta memilih pengurus ATTU. Kejuaraan pertama dimasa ATTU di Beijing bulan September 1972. 6 kongres ATTU dan kejuaran asia diselenggarakan dengan sukses di : 1. Beijing 2. Yokahama 3. Pyong-yang 4. Kuala Lumpur 5. Calcuta 6. Jakarta, sejak tahun 1972 sampai 1982 Tujuan dari dibentuknya ATTU adalah :  Untuk mempererat tali persaudaraan antar pemain tenis meja dan rakyat dari Negara-negara dan memperdalam hubungan persahabatan dengan benua-benua lain.  Untuk mempertinggi popularitas, pengembangan dan prestasi tenis meja di Asia. SEJARAH TENIS MEJA DI INDONESIA Permainan tenis meja di Indonesia di kenal pada tahun 1903. Pada masa itu hanya golongan tertentu dari golongan pribumi yang dapat latihan. Pada tahun 1939 sebelum perang dunia pecah tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI berubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota TTFA. PTMSI sangat pesat perkembangannya dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan tenis meja berdiri, misalnya di : PORDA, PON, POMDA, PORSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA dan lain-lain. Indonesia selalu diundang dalam kejuaraan kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.

PERALATAN DAN FASILITAS TENIS MEJA ALAT PEMUKUL (BET) Terdiri dari kayu (wood) dan karet. 1. Pemukul kayu (wood) Agar pemain berprestasi maksimal, maka pemukul kayunya sangat diperhatikan sesuai dengan tipe pemain begitu juga dengan karetnya. Beberapa merek bet tanpa karet berikut karakteristiknya produksi buttefly :  Tamca gergely Pantulanya cepat dibandingkan dari merek lain, beratnya 95 gram dibuat dari kayu cemara dan di campur dengan carbon dan plastic, cocok untu pemainpemain serang cepat  Tamaropal Terdiri dari satu lapis, terbuat dari kayu cemara, cocok untuk pemain cepat beratnya 100 gram.  Power Drive Terbuat dari lapisan kayu pohon cemara berwarna gelap, beratnya 95 gram. 2. Karet Secara umum karet tenis meja dapat dibedakan atas 4 macam, yaitu :  Hard pimpled rubber yaitu karet berbintik keluar tanpa spon.  Inverted (pips in) sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik bintik menghadap ke dalam.

 Sandwich (pips ot) sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik-bintik menghadap keluar.  Anti topspin sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapsi spon yang berfungsi untuk menetralisir bola bola topspin yang tajam. MEJA  Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 274 cm, lebar 152,5 cm, dan tinggi 76 cm.  Permukaan permainan boleh terbuat dari bahan apapun, asal dapat memantul bola dengan rata dijatuh kan dari 30 cm kembali keatas setingginya 23 cm.  Permukaan permainan harus berwarna gelap dan pudar ditambah garis putih selebar 2 cm sepanjang tiap sisi meja. TEKNIK DASAR PERMAINAN TENIS MEJA Teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan menjadi : 1. GRIP 2. STANCE 3. STROKE 4. FOOTWORK GRIP Dalam permainan tenis meja peganagan atau grip telah menimbulkan perbedaan bagi pelatih peganagan yang sering di pakai yaitu :  Shakehand grip  Penhold grip Deskripsi Gerakan Fore Hand Drive  Kaki kiri di depan  Kaki kanan dibelakang ( bagi pemain tangan kanan, sedangkan pemain tangan kiri sebaliknya )  Badan menyorong ± 45 º dengan lutut di bengkokkan.  Bet ditarik kesamping belakang.  Kepala bet menghadap serong ketanah dengan lengan agak kebawah.

 Pergelangan tangan agak dibengkokkan. Diskripsi Gerakan Back Hand Drive  Kakai berada didepan  Kaki kiri berada dibelakang ( bagi pegangan tangan kanan, dan bagi tangan kiri sebaliknya ).  Badan menyerong kekiri dan dan lutut dibengkokkan.  Bet kesamping badan dekat pinggang sebelah kiri hingga lengan keatas  Pergelangan tangan tidak dibengkokan Beberapa perbedaan antara Fore Hand dan Back Hand Drive Walaupun pada dasar Back Hand Drive adalah kebaikan dari Fore Hand Drive, terdapat bebera perbedaan teknik pukulan, antara lain :  Pegangan sedikit berbeda. Khusus wanita menggunakan ibu jari kearah dalam bet (blade) untuk memperoleh extra support dalam melakukan back hand drive.  Ayunan tangan kebelakang lebih pendek agar lebih cepat tetapi pukulan tidak sekeras pada Fore Hand Drive.  Posisi badan lebih dekat ke bola dari pada Fore Hand Drive.  Jangkuan Fore Hand Drive yang menyilang tubuh, sedangkan Fore hand tidak menyilang tubuh. FLICK Flick bearti menjetik atau mencukil. Teknik pukulan ini di gunakan mengembalikan bola dekat dengan net dengan pukulan serang, teknik ini memerlukan feksibilitas yang baik dari pergelangan tangan. Tahap – tahap melakukan flick  Posisi kaki kanan didepan untuk dapat mengembalikan bola yang ditempatkan dekat net.  Gerakan lengan harus pendek dan cepat  Luruskan lengan pada akhir pukulan setelah memutar pergelangan tangan  Pindahkan berat badan dari kaki belakang ke kaki depan.  Posisi bet harus vertical pada saat perkenaan bola.

Pengertian Tenis Meja Tenis meja adalah suatu cabang olahraga yang tidak mengenal batas umur, anak –anak maupun orang dewasa dapat bermain bersama. Dapat dianggap sebagai acara rekreasi, dapat juga dianggap sebagai olahraga atletik yang harus ditanggulangi dengan bersungguh-sungguh.

MEJA
a. Permukaan paling atas dari meja, dikenal sebagai permukaan-main (playing surface), harus berbentuk segiempat, dengan panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus diletakkan datar setinggi 76cm dari lantai. b. Permukaan-main harus bukan bagian tambahan yang menempel vertikal di pinggir atas meja. c. Permukaan-main boleh terbuat dari sembarang bahan (material) dan harus menghasilkan pantulan merata yaitu sekitar 23cm bila sebuah bola standar dijatuhkan ke meja tersebut dari ketinggian 30cm. d. Permukaan-main harus merata berwarna gelap dan kasat/tidak silau (matt), namun berwarna putih untuk garis pinggir (side line), lebar 2cm, sepanjang 2,74m tiap sisi meja dan 2cm selebar 1,525m tiap ujung meja. e. Permukaan-main harus dibagi menjadi 2 bagian-meja (court) yang sama melalui sebuah jaring (net) yang dipasang tegak (vertikal) dan dipasang sejajar (paralel) dengan kedua garis-akhir (end line), dan harus mencapai bagian kosong di pinggir kedua sisi meja. f. Dalam permainan double, tiap bagian-meja harus dibagi lagi menjadi setengah bagian sama yang dibatasi oleh garis-tengah berwarna putih, selebar 3mm, paralel dengan

kedua garis-pinggir meja; garis-tengah harus dianggap sebagai bagian penuh dari masing-masing setengah bagian-meja. g. Permukaan atas meja yang secara umum diistilahkan sebagai ” Playing surface” harus berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 2,74 meter dan lebar 15,25 meter. Permukaan ini harus terletak horisontal pada ketinggian 760 mm di atas lantai. h. Permukaan atas meja dapat terbuat dari material apapun juga, asalkan kemungkinan pantulan bola setinggi 220 sampai 250 mm dengan menggunakan bola standar (sebaiknya yang jenis medium) dan dijatuhkan dari ketinggian 305 mm dari atas permukaan meja. i. Permukaan meja ini harus berwarna gelap, kalau mungkin hijau tua. Permukaan meja ini tidak boleh berkilat dan dibatasi dengan garis putih sebesar 20 mm di semua sisinya. 1) Garis putih yang membatasi lebar permukaan meja sepanjang 1,525 meter akan diberi diberinama”batassisi”(sidelines). j. Bagi permainan ganda, permukaan meja ini akan dibagi menjadi dua bagian dengan garis putih selebar 3 mm. Garis tengah ini pararel dengan batas sisi dan akan diberi nama ” batas tengah” ( centre line). Batas tengah yang sudah digambarkan secara permanen ini tak perlu dihapus apabila meja hendak dipakai untuk permainan tunggal. 1. a. b. nama”batasakhir”(endlines). 2) Garis putih yang membatasi panjang permukaan meja sepanjang 2,74 meter akan

RAKITAN NET
Permukaan meja akan dibagi menjadi dua sisi dengan ukuran yang sama dengan Net ini akan ditegangkan oleh tali yang diikat pada kedua belah sisi pada sebuah

perantaraan sebuah ” jaring” (net) yang pararel dengan batas akhir meja tersebut. tiang penyangga setinggi 152,5 mm, sedangkan batas sisi dari kedua tiang penyangga harus berjarak 152,5 mm dari batas sisi permukaan meja.

c.

Panjang net itu, beserta perpanjangnya di sisi kanan dan kiri harus berukuran :

panjang 1.83 m sedangkan seluruh panjang tersebut, terhitung dari ujung atas net, harus berjarak 152,2 mm di atas permukaan meja. d. Rakitan-net (net assembly) harus terdiri dari jaring (net), gantungan-jaring (suspension) dan tiang-penopang (supporting posts), termasuk penjepit-penjepit (clamps) yang dilekatkan ke meja. e. Jaring (net) harus digantung-regang (suspended) dengan batang (cord) di setiap ujungnya yang dilekatkan tegak-lurus bersama penyangga (post) setinggi 15,25cm, batas ukuran tiang luar penyangga berjarak 15,25cm dari luar garis-tepi (side line). f. g. Bagian atas (top) sepanjang jaring (net) harus setinggi 15,25cm berada di atas Bagian bawah (bottom) sepanjang jaring (net) harus serendah mungkin dengan permukaan-main. permukaan-main dan dibagian kedua ujung jaring (net) harus serapat mungkin dengan tiang-penyangga.

3. BOLA
a. Bola harus berbentuk bulat-berongga (spherical), dengan diameter 40mm. b. Bola harus memiliki berat 2,7 gr. c. Bola harus terbuat dari bahan celluloid ataupun bahan plastik serupa dan harus berwarna putih atau orange, dan kasat/tidak licin mengkilap (matt).

GAMBAR LAPANGAN TENIS MEJA

A. Tenis Meja 1. Pengertian Tenis Meja Yang dimaksud dengan tenis meja adalah suatu permainan yang menggunakan meja sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring (net) yang menggunakan bola kecil yang terbuat dari celluloid dan permainannya menggunakan pemukul atau yang disebut bet (Depdiknas, 2003 : 3). 2. Alat dan Fasilitas Adapun alat dan fasilitas yang digunakan adalah sebagai berikut :
• • •

Meja berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 274 cm, lebar 152,5 cm, dan tinggi 76 cm. Jaring (net) termasuk tali pengantungnya dengan panjang 183 cm, dan tinggi 15,25 cm. Bola berbentuk bulat, terbuat dari bahan celluloid atau plastik, berwarna putih atau pudar, diameternya 37,2 mm atau 38,2 mm, dengan berat 2,40 gram atau 5,50 gram. Bet atau Raket tebuat dari kayu sama tebal, latar dan kayu, permukaan berwarna gelap dan pudar, bila daun pemukul dilapisi dengan karet berbintik dan menonjol keluar dan tebal seluruhnya tidak lebih dari 2 mm.

3.

Taktik dan Strategi

Taktik

Taktik adalah siasat utuk menghadapi permainan lawan, dengan tujuan untuk dapat memenangkan permainan. (Sukintak, 1979 : 16).

Strategi

Strategi adalah siasat yang bersifat umum, menyeluruh, dan menyangkut banyak segi (Sukintak, 1979 : 16). Dalam strategi bermain banyak mencangkup unsur yaitu pertama menganalisis kekurangan sendiri, yang kedua menganalisis kepada pihak lawan. Permainan lawan harus dipelajari agar diketahui kelemahannya, yang perlu diperhatikan sebelum memulai servicenya adalah sikap badan, dan bagaimana service itu dilakukan. Unsur-unsur inilah yang nantinya dapat memberikan gambaran jenis-jenis service yang dilakukan dan kemana arahnya bola, begitu juga sebaliknya seorang pemain harus dapat menyembunyikan kelemahannya. Jadi seorang pemain hendaknya dapat menguasai berbagai macam pola permainan agar pihak lawan tidak dengan cepat menguasai permainannya. B. Pengertian Service Service adalah suatu pukulan yang dilakukan untuk memulai atau membuka permainan dengan tiap bagian alat pemukul memulai bagian atas net, setelah bola dilambungkan pada daerah service. Dapat pula ditambahkan bahwa service merupakan tindakan pertama dalam permainan tenis meja dan juga sebagai serangan pertama kali bagi pemain yang melakukan service yang sukar atau sulit diterima oleh pihak lawan dapatlah dipakai suatu senjata untuk mengadakan suatu serangan. (Drs. Soetomo, 1985 : 553). C. Macam-macam Service Di dalam permainan tenis meja ada 2 macam service yaitu 1. Service Forehand Service Forehand adalah service yang dilakukan dengan bagian depan bet/raket, di sebelah kanan badan bagi seorang pemain yang memegang bet dengan tangan kanan atau sebelah kiri badan bagi seorang pemain kidal. (Napitupulu, 1982 : 57). 2. Service Backhand Service Backhand adalah Service yang dilakukan dengan menggunakan bagian belakang kepala bet/raket. (Nupitupulu, 1982 : 10). D. Tehnik service forehand dan tehnik Backhand Apabila bet/raket dengan meja membentuk sudut 900, maka posisi bet tersebut tegak lurus. Jika sudutnya lebih kecil 900, maka kedudukan bet tersebut tertutup. Sedangkan jika dudutnya lebih besar dari 900, maka kedudukan bet tersebut terbuka. (Sumarno dkk, 1993 : 358) Adapun cara melakukan service forehand dan service backhand adalah sebagai berikut 1. Tehnik Service Forehand
• • • •

Posisi Kaki, Service forehand memiliki sikap dasar badan agak condong ke arah meja, dengan pengertian bahwa kaki kiri berada di depan, (bagi yang tidak kidal). Posisi Lengan, Lengan atas membentuk sudut kecil dengan tubuh lengan bahwa mengarah ke bawah. Posisi Bet, Saat melakukan service bet terbuka, maksud dari bet terbuka adalah waktu perkenaan bola posisi bagian depan bet menghadap ke depan. Gerakan service dilakukan dari bawah ke atas, dari kanan ke kiri, dari belakang ke depan. Lengan bawah mengkhiri gerakanya di depan dahi. Jadi selama melakukan pukulan lengan bawah membentuk sudut lebih kecil.

2.

Tehnik Service Backhand

• • • • •

Sikap Posisi Kaki, Kedua kaki berdiri paralel dengan meja. Sikap Lengan, Lengan mengarah ke depan, lengan bawah membentuk sudut yang lebih besar. Tangan yang memegang bet lebih dekat dengan tubuh dari pada siku. Posisi Bet, Selama melakukan service bet terbuka. Pada waktu melakukan service posisi bagian depan bet menghadap ke depan. Gerakan Service, Gerakan service dilakukan dari belakang ke depan, dari kiri ke kanan, dan dari atas ke bawah. Pengembalian Bola, Dalam usaha mengembalikan bola pada dasarnya adalah tidak memberikan kesempatan pada para pemain untuk mematikan bola tersebut.

Selain dari kedua dasar dan gerakan service yang disebutkan di atas maka terdapat beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan dalam melakukan service forehand dan service backhand diantaranya yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Pandangan Melempar bola ke atas Ayunan bet pada saat memukul bola Saat perkenaan (inpact) bola dengan bet Sikap lanjut atau akhir

Penganalisaan gerakan tersebut perlu sekali dikuasai oleh setiap pemain apabila menginginkan penyajian service berhasil dengan baik. Adapun penjelasan masing-masing sabagai dasar dan gerakan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Pandangan Pada pelaksanaan service kita hendaknya melihat arah bola lambung karena kita menginginkan bola yang dipukul dapat melambung dengan baik dan akurat. Setelah kita mengarahkan pandangan ke bola selanjutnya arah pandangan beralih ke sasaran yang kita kehendaki/tuju. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita juga telah melakukan service perlu kosentrasi dengan baik. Service merupakan serangan pertama di dalam permainan tenis meja sebab dengan service yang baik serta pandangan dimana kita mengetahui tempat-tempat yang sulit dikembalikan oleh pihak lawan akan menghasilkan nilai (point). 2) Melempar bola ke atas Melempar bola ke atas dalam setiap jenis service merupakan syarat yang terpenting di dalam peraturan tenis meja. Bola yang tidak dilambungkan akan dianggap tidak syah atau service gagal, karena melempar bola merupakan tahapan pertama yang selanjutnya disusun dengan memukul bola (Hitting The Ball). Gerakan melempar bola ini sangat perlu diperhatikan karena apabila kita melakukan lemparan tidak sempurna akan mengakibatkan hasil pukulan tidak mengenai sasaran/gagal melambung bola. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak kita inginkan lemparan harus dilakukan secara baik yaitu : bola diletakkan pada tangan (telapak) tangan kiri dengan jari-jari tertutup kecuali ibu jari dan bola dilambungkan ke atas dengan sudut tidak boleh lebih dari 45O dari garis vertikal baru kemudian dipukul. 3) Ayunkan tangan pada saat memukul bola Ayunan tangan yang baik sangat diperlukan sekali di dalam menyajikan service, karena ayunan tangan merupakan gerakan awal untuk memukul maupun untuk menentukan

sasaran yang tepat untuk mendapatkan hasil yang baik di dalam penyajian service, ayunan tangan (bet) dan lambung bola harus tepat dan terkoordinasikan. Cara melakukannya adalah sebagai berikut : mula-mula ambil sikap berdiri menyamping dan badan condong ke depan, sedangkan bet dipegang tepat dibelakang dan di bawah bola yang tidak bergerak dengan daunya terangkat ke atas. Lemparan bola dari telapak tangan yang bebas ke atas ambil serentak mengayunkan bet ke depan dan ke atas untuk meyikat bagian atas bola. 4) Saat perkenaan(Inpect) bola dengan bet Bersamaan dengan turunnya bola dari ketinggian, saat itulah perkenaan bola dengan bet. Pada saat bet menempel atau membentur bola, komponen ke depan lebih besar dari komponen ke atas, agar bola berjalan menuju ke depan dan keras. 5) Gerakan lanjut/akhir Setelah pekenaan bola teruskan gerakan lengan ke depan samping berhenti di depan kiri atau di depan dahi jadi gerakan lanjut ini yang mengangkat bola untuk melewati jaring dan selanjutnya memantul pada meja lawan. (Drs. Soetomo, 1985 : 554 – 556). http://zafranelsapvin.blogdetik.com/2011/10/07/tenis-meja/ http://www.scribd.com/doc/34039031/SEJARAH-TENIS-MEJA http://www.scribd.com/doc/50790711/TENIS-MEJA-doc-praktek-docprint

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->