TUGAS TEKNIK LINGKUNGAN

OLEH : SANGKALA (092290016 )

ARDAN REZKIANSYAH (092290005) HARIFUDDIN (092280013)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSRI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2011

Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran. yang benar adalah deposisi asam. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Deposisi kering ialah peristiwa terkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Ini merupakan masalah umum yang secara berangsur-angsur mempengaruhi kehidupan manusia.1. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Jika turun hujan dari awan tadi. apabila hujan terkontaminasi dengan karbon dioksida dan gas klorine yang bereaksi serta bercampur di atmosphere sehingga tingkat keasaman lebih rendah dari pH 5. Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. maka air hujan yang turun bersifat asam. Istilah Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat. Deposisi asam ada dua jenis. Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran. Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. yaitu deposisi kering dan deposisi basah. . Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Asam itu tercuci atau wash out. Hujan pada dasarnya memiliki tingkat keasaman berkisar pH 5. disebut dengan hujan asam. Pengertian Hujan Asam (Deposisi Asam) Hujan asam adalah suatu masalah lingkungan yang serius yang benarbenar difikirkan oleh manusia.

makin banyak NOx yang terbentuk. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam. dan 50% lagi juga terbentuk akibat kegiatan manusia. terutama akibat pembakaran BBF. Amerika Utara dan Asia Timur. misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami.1% sampai 3% dan batubara 0.4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar. peleburan logam dan pembangkit listrik. 50% nitrogen oxides terdapat di atmosfer secara alami. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami kimia-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N.2. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-50% nitrogen dalam batubara . 90% SO2 adalah antrofogenik. Di Eropa Barat. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia. belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Di Inggris. Oksida N merupakan hasil samping aktifitas jasad renik itu. di Jerman 50% dan di Kanada 63%. 2/3 SO2 berasal dari pembangkit listrik batubara. Kadar SO2 tertinggi terdapat pada pusat industri di Eropa. Selain itu NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Karena itu . Penyebab Terjadinya Hujan Asam (Deposisi Asam) Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara. Minyak bumi mengadung belerang antara 0. misalnya akibat pembakaran BBF (Bahan Bakar Fosil). Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami. 40-50% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam mkinyak ringan dan gas. Makin tinggi suhu pembakaran.

Tumbuhan dan Hewan . makin tinggi pula produksi oksida tersebut. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mengering bersama debu atau partikel lainnya. namun juga pada lingkungan abiotik. lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang. yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem. disaat mereka bercampur dengan uap air akan membentuk zat asam sulphuric dan nitric. Disaat terjadinya curah hujan. Hujan asam memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan biotik. Apa yang terjadi jika di danau memiliki pH dibawah 5. Senyawa SO2 dan NOx ini akan terkumpul di udara dan akan melakukan perjalanan ribuan kilometer di atmosfer. kabut yang membawa partikel ini terjadilah hujam asam. dimana telah ditemukan jenis batuan dan tanah yang dapat membantu menetralkan keasaman. antara lain : Danau Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Tidak semua danau yang terkena hujan asam akan menjadi pengasaman. Dampak Hujan Asam (Deposisi Asam) Terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat menggangu keseimbangan ekosistem.semakin banyak menggunakan pupuk N. 3. Ini disebabkan oleh pengaruh rantai makanan.

Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi assensial bagi tanaman. Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun. jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut.Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Hutan juga mempunyai kemampuan untuk menetralisir hujan asam dengan jenis batuan dan tanah yang dapat mengurangi tingkat keasaman. . karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. yang akan bercampur didalam nutrisi. kekeringan dan mati. Seperti halnya danau. selebihnya pohon-pohon akan terserang penyakit. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium. Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran. Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daun pun menjadi rontok. Sebaliknya tajuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut. hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan air terhambat. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama. Dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah.

namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa NOx dan SO2. Kesehatan Manusia Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti. dengan terbentuknya partikel halus suphate. batu pada diding beton serta logam. yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paruparu yang akan menyebabkan penyakit pernapasan.Sebagaimana tumbuhan. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Misalnya balita. pasirbesi. orang berusia lanjut. sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia d idalam udara. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bangunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat. termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat. Spesies hewan yang lain juga akan terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit. Berbagai penyakit juga akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. Korosi Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur. hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. marmer. meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan. Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Berdasarkan hasil penelitian. .

c. . tanah dan kotoran lain. emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%. Akan tetapi penggantian jenis bahan bakar ini haruslah dilakukan dengan hati-hati. Dalam proses produksi. Usaha lain yaitu dengan menggunakan bahan bakar non-belerang misalnya metanol. etanol dan hidrogen. Dengan teknologi ini.4. serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit (belerang dalam bentuk besi sulfida( sampai 50-90%). Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran Kadar belarang dalam bahan bakar dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi tertentu. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah Kandungan belerang dalam bahan bakar bervariasi. Upaya Pengendalian Deposisi Asam Usaha untuk mengendalikan deposisi asam ialah menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemar. batubara dibiasanya dicuci untuk membersihkan batubara dari pasir. misalnya batubara. menangkap zat pencemar dari gas buangan dan penghematan energi. b. a. akan tetapi kebocoran gas ini dapat menambah emisi metan. Pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan NOx pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Zat ini mempunyai sifat karsinogenik (pemicu kanker). jika tidak akan menimbulkan masalah yang lain. Masalahnya ialah sampai saat ini Indonesia sangat tergantung dengan minyak bumi dan batubara. Salah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). sedangkan minyak bumi merupakan sumber bahan bakar dengan kandungan belerang yang tinggi. Penggunaan gas alam akan mengurangi emisi zat pembentuk asam. Misalnya pembakaran metanol menghasilkan dua sampai lima kali formaldehide daripada pembakaran bensin. menghindari terbentuknya zat pencemar saar terjadinya pembakaran.

sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. Gas buang selanjutnya "didinginkan" dengan air. Sebagai bahan bangunan. gipsum yang dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam. Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam. Penurunan suhu mengakibatkan penurunan pembentukan NOx baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara.Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagai pupuk. d. Pengendalian Setelah Pembakaran Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben. misal untuk bahan bangunan. Akan tetapi limbah itu dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri. Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fIle gas desulfurization (FGD). Dengan cara ini 7095% SO2 yang terbentuk dapat diikat. gipsum tampil dalam bentuk papan . yang disebut scubbing.

Mengingat dampak positifnya cukup besar. Lokasi pabriknya berdekatan dengan stasiun pembangkit listrik Tennessee Valley Authority (TVA) di Cumberland yang berkapasitas 2600 megawatt. Teknologi yang digunakan juga harus diperhatikan. Recycle. e. kita sering kali berlomba membeli kendaraan pribadi. Amerika Serikat merupakan negara perintis dalam memproduksi gipsum sintetis ini. . Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse. padahal transportasilah yang merupakan penyebab tertinggi pencemaran udara. Pabrik wallboard dari gipsum sintetis yang pertama di AS didirikan oleh Standard Gypsum LLC mulai November tahun 1997 lalu. Oleh karena itu kita harus memenuhi kadar baku mutu emisi. setiap PLTU batu bara akan dilengkapi dengan pabrik gipsum sintetis. baik di industri maupun transportasi. Sebagai bahan wallboard. Reduce) Hendaknya prinsip ini dijadikan landasan saat memproduksi suatu barang. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan gaya hidup. gipsum sintetis yang diproduksi secara benar ternyata memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan gipsum yang diperoleh dari penambangan.gipsum (gypsum boards) yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langitlangit rumah (ceiling boards). tidak mustahil suatu saat nanti. dimana produk itu harus dapat digunakan kembali atau dapat didaur ulang sehingga jumlah sampah atau limbah yang dihasilkan dapat dikurangi. teknologi yang berpotensi mengeluarkan emisi hendaknya diganti dengan teknologi yang lebih baik dan bersifat ramah lingkungan. Gipsum hasil proses FGD ini memiliki ukuran butiran yang seragam. Produksi gipsum sintetis merupakan suatu terobosan yang mampu mengubah bahan buangan yang mencemari lingkungan menjadi suatu produk baru yang bernilai ekonomi. dinding penyekat atau pemisah ruangan (partition boards) dan pelapis dinding (wall boards).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful