ميحرلا نمحرلا ا مسب

ADAB PERGAULAN PRIA-WANITA


AGAR MARTABAT DIRI KITA TETAP TERJAGA

Bergaul dalam rangka kebaikan serta tolong menolong dalam kebajikan dan takwa
diperbolehkan, dan bahkan diperintahkan termasuk antar beda jenis. Tentu dalam batasan yang
telah ditetapkan islam. Maka kita tidak boleh ber-'uzlah, yakni mengisolir dan menjauhkan diri
dari pergaulan. Namun, kita juga tidak boleh minder dengan akhlak islam, sehingga kita larut
dalam gaya hidup dan pergaulan modern yang bebas tanpa ikatan norma moral dan agama.
Justru, kita harus percaya diri karena islam menuntuk kira agar bermartabat dan kepribadian
mulia kita tetap terpelihara, serta tidak terjerumus dalam budaya pergaulan yang merusak, dan
berikut ini panduan ringkas tentang adab pergaulan pria-wanita menurut Al Quran dan sunnah
Nabi Muhammad saw.


1. MENJAGA PANDANGAN

¬~ ¬--gLg`u·÷©·Ug¢¯ W-OO_7¯4C ;}g`
;eg-@O=¯Ò¡ W-OO¬E¼^4·©4Ò ¯¦÷_E_ÒNO¬· _
Elg¯·O _O·.^eÒ¡ ¯ª+¤O± ¯ Ep)³ -.- lOO)lE=
E©) 4pON¬E4¯4C ^@´÷ ¬~4Ò
ge4Lg`u·÷©·Ug¢¯ =};_¬_^¯4C ;}g`
O}g-@O=¯Ò¡ =};¬E¼^4·©4Ò O}÷_E_ÒNO¬· ºº4Ò
¬-¯g³¯lNC O}÷_44[C)e ·º)³ 4` 4OE_·÷ E_u4g` W
4×^¯)O;×4O^¯4Ò O}g-@O÷©¬C·± _OÞ>4N
O}jgj±ON1N_ W ºº4Ò ¬-¯g³¯lNC O}÷_44[C)e ·º)³
·;)_g·¯ON¬+lg¯ uÒÒ¡ ·;)_j*.4-47 uÒÒ¡
g7.4-47 ·;)_g-·¯ON¬+ uÒÒ¡
·;)_j*.E4¯Ò¡ uÒÒ¡ g7.E4¯Ò¡
·;)_g-·¯ON¬+ uÒÒ¡ O})_g^4Ou=)³ uÒÒ¡ ×/j_4
·;)_g^4Ou=)³ uÒÒ¡ ×/j_4 O})_g>4OE=Ò¡ uÒÒ¡
O})_j*.=O)e uÒÒ¡ 4` ;e·¯ÞU4` O}÷_NLE©uCÒ¡
jÒÒ¡ ¬--g¬)l+¯- )O¯OEN Oj¯Òq¡
gO4¯Oe"- =}g` ´·~E}@´O¯- jÒÒ¡
÷^¼g]C¯- ¬-¯g~-.- ¯¦·¯ W-ÒNOE_;¬4C
_OÞ>4N gª4O¯O4N g7.=Og)4¯- W ºº4Ò 4×^¯)O;×EC
O})_)UN_¯OÒ) =ªÞUu¬NOg¯ 4` 4×-g¼^C7© }g`
O})_g4[C)e _ W-EO+O¬>4Ò OÞ¯)³ *.-
¬1g··- 4OGCÒ¡ ¬]ONLg`u·÷©^¯- u7¯+UE¬·¯
¬]O÷·)U^¼¬> ^@¯÷

30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara
kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang
mereka perbuat".
31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau
Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara
perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-
laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah
kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(Q.S. An-nur 30-31)


Kita harus menjaga pandangan kita karena pandangan(terhadap beda jenis) merupakan salah satu
pintu utama syetan. Nabi saw. pernah memalingkan muka Al Fadhi bin Al Abbas(sepupu beliau)
ketika Al Fadhi berlama-lama memandang seorang wanita(HR. A Bukhari, Abu Dawud dan An-
Nassa-i).


2. MENGENAKAN PAKAIAN YANG SOPAN SESUAI KAIDAH AGAMA

Khusus muslimah, wajib menutup seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan. Jangan yang
tipis dan jangan dengan potongan yang menampakkan lekuk tubuh. Allah berfirman,

"... dan janganlah merka menempatkan perhiasanya kecuali yang bisa tampak(yaitu wajah dan
telapak tangan). dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya ..."(QS. An Nur
31).
dengan pakaian tersebut,. dapat dibedakan antara wanita baik-baik dengan wanita nakal,

Og¬³Ò^4C O/´¯EL¯- ¬~ El´_4Ò^e+·
Elg>4L44Ò g7.=O)e4Ò
4×-gLg`u·÷©^¯- ¬--g^;³NC O}jg¯OÞU4N }g`
O})_):O):ÞUE_ _ Elg¯·O -OE+u1Ò¡ pÒ¡
=}^·4Ou¬NC ºE·· 4×^¯·Ou·NC ¯ ¬]~E4Ò +.-
-4OO¬¼EN V©1gO·O ^)_÷
59. Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab 59).



3. MEMATUHI ADAB2 WANITA MUSLIMAH -DALAM SEGALA HAL- TERHADAP
LAKI-LAKI

a. Menghindari ucapan, tindakan, sikap dan semacamnya yang bersifat genit dan yang
berpontensi kuat membangkitkan birahi laki-laki, Allah berfirman,
47.=Og44C +]/´¯EL¯- E×7^¯O·¯
l³4ÞÒº± =}g)` g7.=Og)4¯- _ ÷p)³
E×7^^O·³E>- ºE·· =}u¬º_^CÒ`
´·¯O·³^¯) E7E©;C41·· Og~-.- O)×
·gO)l·U·~ E·4O4` =}·U¬~4Ò Lº¯O·~
+·ÒNOu¬E` ^@g÷
32. Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah
kamu tunduk[dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah
perkataan yang baik, (QS. AL al ahzab :32).


b. Menghindari bercanda dengan pria dan menjauhi pintu-pintu fitnah seperti SMSan yang tidak
perlu dan bertelepon diluar kebutuhan, pembicaraan yang menyerempet-menyerempet bahaya
dsb.

c. Dalam berjalan jangan memancing perhatian pria. Firman Allah, "... dan janganlah mereka
mukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan..."(QS. An Nur 31). dan
Allah memberi contoh wanita yang baik, "Kemudian datanglah kepada musa salah seorang dari
kedua wanita itu yang berjalan malu-malu..." (QS. Al Qashash 25).

d. Jangan bertabaruj(tampil mencolok dalam berpakaian, perhiasan, make-up, ucapan, langka,
prilaku, sikap, dll) sebagaimana wanita jahilia tempo dulu ataupun jahilia modern, seperti dalam
hadis Nabi saw, "(yaitu) wanita-wanita yang menyimpang dari ketaatan dan menjadikan hati
laki-laki cenderung kepada kerusakan(kemaksiatan)" (HR. Ahmad dan Muslim).

f. Menjauhkan diri dari parfum, warna-warna, perhiasan, dan semacamnya yang mencolok saat
diluar rumah dan dalam pertemuan dengan kaum laki-laki.


4. JANGAN BERKHALWAT(BERDUA-DUAN)
Artinya dilarang berduan,baik dalam ruang maupun dalam kendaraan, atau lainya. "janganlah
sekali-kali seseorang diantara kali berkhalwat dengan seorang wanita, kecuali bersama
mahram(si wanita)," sabda Nabi saw. melarang berduaan, sabda beliau: "janganlah kamu masuk
ketempat wanita". seorang sahabat anshar bertanya, "bagaiman dengan ipar?" beliau
menjawab, "ipar itu (ibarat) kematian (yakni lebih membahayakan)" (HR. Muttafaq 'alaih).


5. BERINTERAKSI SEPERLUNYA

Interaksi dan pertemuan (pria dan wanita) itu seharusnya sebatas kebutuhan saja, dan tidak
berlebih-lebihan yang dapat menjahukan wanita dari naluri kewanitaanya, menimbulkan fitnah,
atau membuatnya lalai dari kewajiban suci dan utamanya didalam keluarga.
Atau dengan kata lain, pada prinsipnya kaidah yang harus dijaga dalam hal ini kaida pembatasan.
masing-masing harus berkomitmen kuat untuk selalu membatasi diri. sehigga tidak melakukan
interaksi langsung beda jenis nonmahrom, kecuali ketika ada kebutuhan riil saja dan hanya
sebatas kadar kebutuhan itu pula. atau dengan kata lain lagi, setiap kali berhubungan dan
berkomunikasi langsung dengan beda jenis dan nonmahram. muslim/muslimah harusnya selalu
waspada dan mengingat kata peringatan: "AWAS BAHAYA!!!"
Yang jelas, janganlah muslim/muslimah menyikapi pergaulan dengan beda jenis nonmahrom itu
sama bebasnya dengan pergaulan dengan sejenis. misalnya dalam percakapan, bersenda gurau,
dll. karena itu sering terjadi khususnya antara muslim dan muslimah yang bertetangga atau
berdekatan, baik dalam tempat tinggal, tempat kerja, sekolah maupun lainnya.

anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Al Ahzab 59). Allah berfirman. atau budak.. A Bukhari. Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung..budak yang mereka miliki. dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya . dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. Menghindari ucapan. MEMATUHI ADAB2 WANITA MUSLIMAH -DALAM SEGALA HAL. atau putera-putera mereka. kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Jangan yang tipis dan jangan dengan potongan yang menampakkan lekuk tubuh.S. dan kemaluannya. atau Saudara-saudara laki-laki mereka. Nabi saw. dapat dibedakan antara wanita baik-baik dengan wanita nakal.(Q. atau ayah mereka.30. MENGENAKAN PAKAIAN YANG SOPAN SESUAI KAIDAH AGAMA Khusus muslimah. Abu Dawud dan AnNassa-i). dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka. . Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". atau putera-putera saudara lelaki mereka. dan memelihara kemaluannya. ". wajib menutup seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan. (QS. sikap dan semacamnya yang bersifat genit dan yang berpontensi kuat membangkitkan birahi laki-laki. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. atau putera-putera suami mereka. atau pelayan-pelayan lakilaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. atau putera-putera saudara perempuan mereka.TERHADAP LAKI-LAKI a. An Nur 31).. tindakan. pernah memalingkan muka Al Fadhi bin Al Abbas(sepupu beliau) ketika Al Fadhi berlama-lama memandang seorang wanita(HR. dan janganlah merka menempatkan perhiasanya kecuali yang bisa tampak(yaitu wajah dan telapak tangan). An-nur 30-31) Kita harus menjaga pandangan kita karena pandangan(terhadap beda jenis) merupakan salah satu pintu utama syetan. Allah berfirman. Katakanlah kepada isteri-isterimu. atau wanita-wanita islam... dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya. yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka.                         Hai nabi. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. Karena itu mereka tidak di ganggu. atau ayah suami mereka. 59. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya."(QS. 31. dengan pakaian tersebut. 2. 3.

kecuali ketika ada kebutuhan riil saja dan hanya sebatas kadar kebutuhan itu pula. dan tidak berlebih-lebihan yang dapat menjahukan wanita dari naluri kewanitaanya. seorang sahabat anshar bertanya. Menghindari bercanda dengan pria dan menjauhi pintu-pintu fitnah seperti SMSan yang tidak perlu dan bertelepon diluar kebutuhan. dan Allah memberi contoh wanita yang baik."(QS. Jangan bertabaruj(tampil mencolok dalam berpakaian.. atau lainya. sikap. ".. dan semacamnya yang mencolok saat diluar rumah dan dalam pertemuan dengan kaum laki-laki. pada prinsipnya kaidah yang harus dijaga dalam hal ini kaida pembatasan. melarang berduaan.                     32. sehigga tidak melakukan interaksi langsung beda jenis nonmahrom." sabda Nabi saw. Dalam berjalan jangan memancing perhatian pria. atau dengan kata lain lagi. BERINTERAKSI SEPERLUNYA Interaksi dan pertemuan (pria dan wanita) itu seharusnya sebatas kebutuhan saja. Firman Allah. Maka janganlah kamu tunduk[dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. d. Menjauhkan diri dari parfum. "bagaiman dengan ipar?" beliau menjawab. menimbulkan fitnah. f." (QS. JANGAN BERKHALWAT(BERDUA-DUAN) Artinya dilarang berduan. atau membuatnya lalai dari kewajiban suci dan utamanya didalam keluarga. prilaku. Al Qashash 25). langka.baik dalam ruang maupun dalam kendaraan. sabda beliau: "janganlah kamu masuk ketempat wanita". Atau dengan kata lain. jika kamu bertakwa.. 4.. setiap kali berhubungan dan . "ipar itu (ibarat) kematian (yakni lebih membahayakan)" (HR. kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain. (QS. masing-masing harus berkomitmen kuat untuk selalu membatasi diri. AL al ahzab :32). b. dll) sebagaimana wanita jahilia tempo dulu ataupun jahilia modern. 5. "(yaitu) wanita-wanita yang menyimpang dari ketaatan dan menjadikan hati laki-laki cenderung kepada kerusakan(kemaksiatan)" (HR. make-up. perhiasan. "janganlah sekali-kali seseorang diantara kali berkhalwat dengan seorang wanita. dan janganlah mereka mukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. kecuali bersama mahram(si wanita). c. Hai isteri-isteri nabi. Ahmad dan Muslim).. Muttafaq 'alaih). ucapan. An Nur 31).. perhiasan. "Kemudian datanglah kepada musa salah seorang dari kedua wanita itu yang berjalan malu-malu. warna-warna. pembicaraan yang menyerempet-menyerempet bahaya dsb. seperti dalam hadis Nabi saw.

dll. misalnya dalam percakapan. janganlah muslim/muslimah menyikapi pergaulan dengan beda jenis nonmahrom itu sama bebasnya dengan pergaulan dengan sejenis. karena itu sering terjadi khususnya antara muslim dan muslimah yang bertetangga atau berdekatan. baik dalam tempat tinggal. bersenda gurau. . sekolah maupun lainnya.berkomunikasi langsung dengan beda jenis dan nonmahram. muslim/muslimah harusnya selalu waspada dan mengingat kata peringatan: "AWAS BAHAYA!!!" Yang jelas. tempat kerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful