P. 1
Teknik Pembibitan Dan Budidaya Karet Unggul

Teknik Pembibitan Dan Budidaya Karet Unggul

|Views: 595|Likes:
Published by Septian Sapta Hadi

More info:

Published by: Septian Sapta Hadi on Dec 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

TEKNIK PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA KARET UNGGUL Oleh: Dody Candra Firdaus Septian Saptahadi Nur Fitriana A1L009144

A1L009145 A1L009146

Ringkasan Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi didalam upaya peningkatan devisa negara. Secara umum permasalahan utama perkebunan karet rakyat adalah masih rendahnya produktivitas kebun bila dibandingkan dengan produktivitas tanaman karet perkebunan besar. Rendahnya produktivitas tersebut antara lain disebabkan sebagian besar kebun petani masih menggunakan bahan tanam non-unggul dan masih luasnya areal karet tua rusak yang perlu segera diremajakan. Masalahnya, proyek pengembangan karet berbantuan dengan pembiayaan dari pemerintah pusat atau pinjaman luar negeri sudah sulit diadakan. Oleh karena itu, perlu didorong upaya-upaya untuk melakukan percepatan pengembangan peremajaan karet secara mandiri melalui peningkatan partisipasi dan pemberdayaan petani serta masyarakat. Hal ini dilandasi pula oleh kenyataan bahwa upaya peremajaan karet oleh petani dengan menerapkan teknologi maju secara swadaya berjalan relatif lambat dan tingkat keberhasilannya rendah, karena menghadapi berbagai kendala seperti terbatasnya dana yang dimiliki petani, ketersediaan benih bermutu,ketersediaan informasi dan SDM yang handal, kelemahan sistem kelembagaan finansial, pengolahan dan pemasaran. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet di masa yang akan datang, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui teknik pembibitan karet yang dapat dilakukan dengan perbaikan genetik, yaitu menggunakan klon-klon unggul baru. Melihat kondisi kebun karet saat ini perlu dilakukan upaya perbaikan dan pembenahan kebun dan tanaman melalui penerapan teknologi spesifik wilayah tertentu. Usaha perbaikan dapat dimulai dari peremajaan karet yang sudah tua dan rusak dengan klon-klon unggul yang mempunyai potensi hasil 2-3 kali lipat dari klon yang berasal dari benih asalan. Disamping penggunaan klon unggul spesifik lokasi, perlu dilakukan pengendalian penyakit jamur akar putih dan memperbaiki tingkat pemeliharaan kebun. Pengendalian jamur akar putih dapat dilakukan dengan cara kultur teknis, biologis, dan kimiawi. Salah satu cara pengendalian dengan biologis adalah dengan menggunakan Trichoderma congii, Tricho-p, dan pengendalian dengan cara kimiawi adalah dengan menggunakan fungisida berbahan aktif Heksakonazol 50 g/lt. Pemeliharaan tanaman dan kebun yang diutamakan adalah pemupukan, mengusahakan populasi tanaman yang optimal, dan kebersihan kebun agar kelembaban kebun tidak terlalu tinggi.

Pendapatan devisa dari komoditi ini pada tahun 2004 mencapai US$ 2. Ekspor karet Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan dari 1. Latar Belakang Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi didalam upaya peningkatan devisa negara.2 juta ton. yaitu menggunakan klon-klon unggul baru. serta 8% perkebunan besar milik swasta. Agar mengetahui upaya perbaikan dalam pembibitan tanaman karet 2. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani dan lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet. B.3 juta ton pada tahun 1995 dan 1. sebagian besar berada di wilayah Sumatra dan Kalimantan.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Produksi karet secara nasional pada tahun 2005 mencapai angka sekitar 2. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet di masa yang akan datang.25 milyar yang merupakan 5% dari pendapatan devisa nonmigas. Namun.9 juta ton pada tahun 2004. Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet. maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui teknik pembibitan karet yang dapat dilakukan dengan perbaikan genetik. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. Tujuan 1. Agar mengetahui teknik budidaya tanaman karet yang tepat .BAB I PENDAHULUAN A.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet milik rakyat dan hanya 7% perkebunan besar negara.

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN .

Klon penghasil lateks kayu RRIC 100. BPM 1. Tricho-p. mengusahakan populasi tanaman yang optimal. Salah satu cara pengendalian dengan biologis adalah dengan menggunakan Trichoderma congii. Usaha perbaikan dapat dimulai dari peremajaan karet yang sudah tua dan rusak dengan klon-klon unggul yang mempunyai potensi hasil 2-3 kali lipat dari klon yang berasal dari benih asalan. dan pengendalian dengan cara kimiawi adalah dengan menggunakan fungisida berbahan aktif Heksakonazol 50 g/lt. dan kebersihan kebun agar kelembaban kebun tidak terlalu tinggi. perlu dilakukan pengendalian penyakit jamur akar putih dan memperbaiki tingkat pemeliharaan kebun.BAB III KESIMPULAN Melihat kondisi kebun karet saat ini perlu dilakukan upaya perbaikan dan pembenahan kebun dan tanaman melalui penerapan teknologi spesifik wilayah tertentu. IRR 39. Pengendalian jamur akar putih dapat dilakukan dengan cara kultur teknis. Pengembangan klon anjuran yang sesuai adalah klon penghasil lateks PB 260. dan IRR 104. dan IRR 42. dan kimiawi. Disamping penggunaan klon unggul spesifik lokasi. BPM 107. Pemeliharaan tanaman dan kebun yang diutamakan adalah pemupukan. . biologis.

2006. Makalah disampaikan pada Temu Aplikasi Teknologi Pertanian di Kabupaten Muaro Jambi . Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan: Jakarta Lasminingsih Mudji. 2000. 2004. Hal 101-112 Dirjenbun. Klon Karet Anjuran Untuk Wilayah Jambi dan Pengawasan Mutu Benih. Departemen Pertanian. Potensi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Otonomi Daerah Istimewa Aceh. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh bekerjasama dengan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Banda Aceh. 2006. Monograph series no. Balai Penelitian Sembawa. Statistik Perkebunan Indonesia 2002-2003: Karet. R dan Yardha. Suyud.DAFTAR PUSTAKA Azwar. Pusat Penelitian Karet. Disampaikan pada Temu Aplikasi Teknologi Pertanian di Kabupaten Muaro Jambi Mugiyanto dan Lutfi Izhar . Teknologi Pembibitan Karet Unggul. Potensi Pertumbuhan dan Skala Produktivitas Klon Karet dan Realisasinya di Pertanaman Komersial. Thomas dan Sigit Ismawanto. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->