[TYPE THE COMPANY NAME

]

Peran Kepemimpinan Dalam Keperawatan
DISUSUN OLEH:

Michael Nathanael Mahama 1006799836

PROGRAM PASCA SARJANA KAJIAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA 2011

Manajemen keperawatan pada dasarnya berfokus pada perilaku manusia. Mereka menghadapi berbagai masalah kesehatan yang dialami oleh pasien atau keluarganya. Bawahan sangat tergantung pada pimpinan dan berkeinginan untuk diperlakukan adil. sehingga bawahan tidak merasa terancam dan ketakutan. Gregor menyatakan bahwa setiap manusia merupakan kehidupan individu secara keseluruhan yang selalu mengadakan interaksi dengan dunia individu lainnya. perubahan dalam sistem dan tatanan pelayanan kesehatan telah mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Mc. Salah satu dampak dari perkembangan iptek kesehatan adalah menjadi tingginya biaya pelayanan dan pemeliharaaan kesehatan. mereka juga harus memfokuskan pelayanannya pada keberlangsungan kegiatan pelayanan itu sendiri. dan peluang sedang dihadapi oleh sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Atasan/pimpinan menciptakan kondisi untuk mewujudkan kepemimpinan yang efektif dengan membentuk suasana yang dapat diterima oleh bawahan. Pada era global seperti saat ini. pasien membutuhkan manajer perawat yang terdidik dalam pengetahuan dan ketrampilan tentang perilaku manusia untuk mengelola perawat profesional serta pekerja keperawatan non profesional.BAB I PENDAHULUAN Perubahan. Untuk mencapai tingkat tertinggi dari produktivitas pada pelayanan keperawatan. meningkatnya pembayaran premi asuransi kesehatan dan menurunnya cakupan fasilitas dalam asuransi kesehatan. Sikap dan emosi dari orang lain mempengaruhi orang tersebut. Apa yang terjadi dengan orang tersebut merupakan akibat dari perilaku orang lain. Salah satu pelaku yang terlibat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah tim kesehatan termasuk tenaga keperawatan. Bawahan memerlukan rasa aman dan akan memperjuangkan untuk melindungi diri dari ancaman yang bersifat semu atau yang benar-benar ancaman terhadap tidak terpenuhinya kebutuhan dalam situasi kerja. tantangan. Disamping itu. Tenaga keperawatan yang terlibat dalam pelayanan kesehatan harus senantiasa memberikan pelayanannya secara kontinyu dan konsisten selama 24 jam. Tingginya biaya kesehatan ini berdampak negatif terhadap ketersediaan sarana dan fasilitas kesehatan yang memadai untuk golongan masyarakat menengah kebawah. Suatu hubungan akan berhasil apabila dikehendaki oleh kedua belah pihak. serta terjadinya perubahan perilaku para pelaku yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. 1 .

2 . baik atasan maupun bawahan perlu memahami tentang pengelolaan kepemimpinan secara baik. Kepemimpinan dalam keperawatan merupakan penerapan pengaruh dan bimbingan yang ditujukan kepada semua staf keperawatan untuk menciptakan kepercayaan dan ketaatan sehingga timbul kesediaan melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.Untuk dapat melakukan hal tersebut di atas. yang pada akhirnya akan terbentuk motivasi dan sikap kepemimpinan yang profesional.

Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas seseorang atau sekelompok orang untuk mau berbuat dan mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan (Stogdill). Hasil pengamatan tersebut menyimpulkan bahwa orang biasa yang jadi pemimpin tersebut adalah karena adanya situasi yang menguntungkan dirinya. Teori ini muncul sebagai hasil pengamatan. 3. Teori situasi Bertolak belakang dengan teori bakat ialah teori situasi (situasional theory).tugas tertentu yang dipercayakan kepadanya (Ordway Tead). Ken Blanchard). dimana seseorang sekalipun bukan keturunan pemimpin. 2. 2. artinya bakat-bakat tertentu yang diperlukan seseorang untuk menjadi pemimpin diperolehnya sejak lahir. Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki seseorang terhadap orang lain sehingga orang lain tersebut secara sukarela mau bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Georgy R. ternyata dapat pula menjadi pemimpin yang baik. Terry). Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan dalam suatu situasi tertentu (Paul Hersay. Teori Kepemimpinan Ada beberapa yang pernah dikemukakan. sehingga ia memiliki kesempatan untuk muncul sebagai pemimpin. 4. Teori orang besar atau teori bakat Teori orang besar (the great men theory) atau teori bakat (Trait theory) ini adalah teori klasik dari kepemimpinan. dan karena itu masalah kepemimpinan banyak menjadi bahan studi.BAB II PEMBAHASAN A. B. antara lain : 1. 3. namun dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan dan 3 . Teori Ekologi Sekalipun teori situasi kini banyak dianut. Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yang dimiliki seseorang sehingga orang tersebut mempunyai kemampuan untuk mendorong orang lain bersedia dan dapat menyelesaikan tugas . Pengertian Kepemimpinan Ada beberapa batasan tentang kepemimpinan . antara lain : 1. Disini disebutkan bahwa seorang pemimpin dilahirkan.

sering dikaitkan dengan pembicaraan tentang perilaku. Sedangkan 4 . tetapi untuk menjadi pemimpin yang baik memang ada bakat-bakat tertentu yang terdapat pada diri seseorang yang diperoleh dari alam. C. Bertitik tolak dari pendapat adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan perilaku tersebut. yaitu : 1. Gaya Kepemimpinan Diktator Pada gaya kepemimpinan diktator (dictatorial leadership style) ini upaya mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutanserta ancaman hukuman. Pendapat atau kritik dari bawahan tidak pernah dibenarkan. Tegantung dari sifat dan perilaku yang dihadapi dalam suatu organisasi dan atau yang dimiliki oleh pemimpin. ternyata tidak memiliki kepemimpinan yang baik. karena mereka dianggap hanya sebagai pelaksana dan pekerja saja. Segi positif dari gaya kepemimpinan ini mendatangkan keuntungan antara lain: keputusan serta tindakan yang lebih objektif. maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Berbagai gaya kepemimpinan tersebut jika disederhanakan dapat dibedakan atas empat macam. maka dalam membicarakan gaya kepemimpinan yang untuk bidang administrasi sering dikaitkan dengan pola manajemen (pattern of management). yang menyebutkan bahwa seseorang memang dapat dibentuk untuk menjadi pemimpin. serta terbinanya moral yang tinggi.adanya seorang yang setelah berhasil dibentuk menjadi pemimpin. Hubungan dengan bawahan dibangun dengan baik. Pada dasarnya sifat yang dimiliki sama dengan gaya kepemimpinan diktator tetapi dalam bobot yang agak kurang. 2. Karena sifat dan perilaku antara seorang dengan orang lainnya tidak persis sama. Gaya Kepemimpinan Demokratis Pada gaya kepemimpinan demokratis (democratic leadership style) ditemukan peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan secara musyawarah. Hasil pengamatan yang seperti ini melahirkan teori ekologi. Tidak ada hubungan dengan bawahan. tumbuhnya rasa ikut memiliki. Gaya Kepemimpinan Autokratis Pada gaya kepemimpinan ini (autocratic leadership style) segala keputusan berada di tangan pemimpin. Gaya Kepemimpinan Telah disebutkan bahwa gaya kepemimpinan tersebut dipengaruhi oleh sifat dan perilaku yang dimiliki oleh pemimpin. 3. maka gaya kepemimpinan (leadership style) yang diperlihatkanpun juga tidak sama.

cocok. D. 3) Berkomunikasi dengan jelas dan efektif. 2) Menerapkan pengetahuan tentang pengembangan dan pembinaan bawahan. membagi menjadi 6 komponen : 1) Menentukan tujuan yang jelas. terutama dalam mempengaruhi orang lain.kelemahannya: keputusan serta tindakan kadang-kadang lamban. jadi setiap anggota organisasi dapat melakukan kegiatan masing . rasa tanggung jawab kurang. 1982) Mengidentifikasi empat kemampuan penting bagi seorang pemimpin. 4) Mempunyai sekelompok nilai dan kemampuan yang memungkinkan seseorang mengenal orang lain dengan baik. c. Hellander (1974) Dikatakan efektif bila pengikutnya melihat pemimpin sebagai seorang yang bersamasama mengidentifikasi tujuan dan menentukan alternatif kegiatan. Bennis (Lancaster dan Lancaster. dan bermakna bagi kelompok.1982) Seorang pemimpin harus mempertimbangkan: 1) Kewaspadaan diri (self awarness) 5 . Ruth M. Trapper (1989). d. Gaya Kepemimpinan Santai Pada gaya kepemimpinan santai (laissez-faire leadership style) ini peranan pimpinan hampir tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Memilih pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan dan dalam bidang profesinya. 4. Ada beberapa kepemimpinan yang efektif antara lain menurut: a. 2) Memiliki kesadaran diri dan menggunakannya untuk memahami kebutuhan sendiri serta kebutuhan orang lain. 4) Mengerahkan energi yang cukup untuk kegiatan kepemimpinan 5) Mengambil tindakan b. Gibson (Lancaster dan Lancaster.masing sesuai dengan kehendak masing-masing pula. 3) Mempunyai kemampuan hubungan antar manusia. yaitu: 1) Mempunyai pengetahuan yang luas dan kompleks tentang sistem manusia (hubungan antar manusia). Pemimpin yang efektif Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pemimpin yang dapat mempengaruhi orang lain agar dapat bekerja sama untuk mencapai hasil yang memuaskan bagi terjadinya perubahan yang bermanfaat. serta keputusan yang dibuat terkadang bukan suatu keputusan yang terbaik.

Pimpinan puncak (Top Manager) Pimpinan puncak adalah manajer yang menduduki kewenangan organisasi tertinggi dan sebagai penanggung jawab utama pelaksanaan administrasi. c. Pimpinan ini menjadi saluran informasi dan komunikasi timbal balik antara Lower Manager dan Top Manager. 6 . identifikasi. Hubungan antara manusia merupakan ketrampilan dalam melakukan komunikasi dengan sesama manusia lain. Pimpinan ini memiliki proporsi peranan konseptual skill yang terbesar dan technical skill yang terkecil. Human Relations Adalah hubungan antar manusia intern dalam organisasi guna membina lancarnya tim kerja. pola komunikasi. Berdasarkan hierarki tugasnya pimpinan dikelompokkan sebagai berikut: a. Kadang seorang pemimpin merasa ia sudah membantu orang lain. nilainilai kemampuannya. Sedangkan technical skill adalah ketrampilan dalam melakukan pekerjaan secara teknik. Hubungan antar manusia ada dua jenis: a. E. Pimpinan tingkat menengah (Middle Manager) Adalah pimpinan yang berada satu tingkat di atas Lower Manager. 3) Karakteristik individu Pemahaman tentang karakteristik individu juga sangat penting karena setiap individu unik dan masing-masing mempunyai kontribusi yang berbeda.Kewaspadaan diri berarti menyadari bagaimana seorang pemimpin mempengaruhi orang lain. Pimpinan ini diutamakan memiliki proporsi peranan technical skill yang terbesar dan konseptual skill yang terkecil. tetapi sebenarnya justru telah menghambatnya. Conceptual skill adalah ketrampilan dalam penyusunan konsep-konsep. dan penggambaran hal-hal yang abstrak. tujuan. Pimpinan tingkat pertama (Lower Manager) Adalah pimpinan yang langsung berhubungan dengan para pekerja yang menjalankan mesin peralatan atau memberikan pelayanan langsung pada konsumen. Pimpinan dan kepemimpinan Manajer atau kepemimpinan adalah orang yang bertugas melakukan proses atau fungsi manajemen. ekspresi dan keakraban kelompok. 2) Karakteristik kelompok Seorang pemimpin harus memahami karakteristik kelompok meliputi: norma. b. yakni pimpinan puncak (di atas Middle Manager) sehingga pimpinan ini diutamakan memiliki kemampuan mengadakan hubungan antara keduanya.

k. hasrat. dan diplomat. Sebagai inovator atau pembaharu c. j. Tugas . mempunyai tanggung jawab dan memotivasi.b. Memelihara formaf desentralisasi organisasi. Jangan menyerah tanpa mencoba. Merangsang perdebatan masyarakat f. Bekerja dengan atau melalui orang lain e. Mempelajari pengalaman. bertindak di saat yang tepat. Edmund (1979) menyebutkan sembilan faktor umum yang berkaitan dengan semua kemungkinan penyebab konflik. F. Membuat kedudukan perawat di media massa. dan perilaku seseorang yang terancam. Peranan pemimpin terhadap kelompok: a. Memilih suatu strategi utama yang paling efektif. Public Relations Adalah hubungan antar manusia ekstern keluar organisasi.tugas pimpinan: a. Spesialisasi 7 . yaitu memonitor informasi yang ada di lingkungan organisasi. Manajemen konflik Menurut Deutsch (1969). politikus. Mendapatkan dan mengembangkan data penelitian yang terbaik. mengatur tenaga dan mengadakan pengembangan serta merupakan penghubung jaringan kerja di luar kelompok. Sebagai mediator. pikiran. g. Mempertahankan kegiatan. Menghimpun kekuatan. Sebagai penghubung interpersonal. konflik didefinisikan sebagai suatu perselisihan atau perjuangan yang timbul bila keseimbangan antara perasaan. d. i. menyebarluaskan informasi dari luar kepada bawahan dan mewakili kelompok sebagai pembicara. Sebagai pengambil keputusan b. l. Sebagai pemikul tanggung jawab c. b. h. Mengerahkan sumber daya untuk mencapai tujuan sebagai pemikir konseptual d. yaitu: a. yaitu merupakan simbul suatu kelompok dalam melakukan tugas secara hukum dan sosial. Sebagai pemberi informasi. e.

kegagalan bahasa. seorang negosiator. Teknik manajemen konflik: a. Peran yang bertugas banyak Peran keperawatan membutuhkan seseorang untuk dapat menjadi seorang manajer. seorang ahli dalam hubungan antar manusia. i. maka sering timbul konflik. Kekaburan tugas Ini diakibatkan oleh peran yang mendua dan kegagalan untuk memberikan tanggung jawab dan tanggung gugat untuk suatu tugas pada individu atau kelompok. g. Perubahan Saat perubahan menjadi lebih tampak. dan penggunaan saluran komunikasi secara tidak benar. b. Perbedaan Sekelompok orang dapat mengisi peran yang sama tetapi perilaku sikap. c. Konflik tentang imbalan Bila orang mendapat imbalan secara berbeda-beda. dimana tugas seseorang perlu didiskusikan dengan orang lain yang mungkin bersaing untuk area-area tertentu. penasihat. Interdependensi peran Peran perawat pelaksana dalam praktek pribadi tidak akan serumit seperti peran perawat dalam tim kesehatan yang multidisiplin. maka perawat perlu memahami gambaran yang menyeluruh tentang masalah atau konflik yang akan diselesaikan. adalah sumber absolut dari konflik antar pribadi dan antar kelompok. Menetapkan tujuan Apabila ingin terlibat dalam manajemen konflik. penyimpangan persepsi. f. kecuali jika mereka terlibat dalam perbuatan sistem imbalan. semuanya akan menyebabkan konfllik. d. pasien. Setiap sub peran dengan tugas-tugasnya memerlukan orientasi yang berbeda-beda yang dapat menyebabkan konflik. h. emosi. Seringkali berakibat terjadinya konflik antar kelompok. e. Kekurangan sumber daya Persaingan ekonomi. seorang pemberi asuhan yang trampil. Tujuan yang ingin dicapai antara lain: meningkatkan alternatif penyelesaian masalah 8 . jabatan. dan kognitif orang-orang ini terhadap peran mereka bisa berbeda. dan sebagainya. Masalah komunikasi Sikap mendua. maka kemungkinan tingkat konflik akan meningkat secara proporsional.Sebuah kelompok yang bertanggung jawab untuk suatu tugas tertentu atau area pelayanan tertentu memisahkan dirinya dari keompok lain.

Kepemimpinan Kontemporer dalam Keperawatan Keperawatan pada saat ini tengah mengalami beberapa perubahan mendasar baik sebagai sebuah profesi maupun sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat dimana tuntutan masyarakat pada keperawatan agar berkontribusi secara berkualitas semakin tinggi. Sebagai sebuah profesi. sehingga timbul rasa persaingan yang sehat. perawat dapat menggunakan kekuasaan yang terkait dengan tugas stafnya melalui upaya meningkatkan motivasi antar staf. dan mengalami masalah kesehatan yang bervariasi serta respon terhadap masalah kesehatan tersebut menjadi semakin bervariasi pula. bila perlu motivasi fihak yang terlibat untuk mendiskusikan alternatif penyelesaian masalah yang mungkin diambil sehingga pihak yang terlibat konflik dapat bertanggung jawab terhadap keputusan yang dipilih. 3) Kompromi Dilakukan dengan mengambil jalan tengah di antara kedua pihak yang terlibat konflik. b. 5) Kerja sama Apabila pihak .pihak yang terlibat konflik bekerja sama untuk mengatasi konflik tersebut. Memilih strategi 1) Menghindar Untuk mencegah konflik yang lebih berat pada situasi yang memuncak. keperawatan juga dituntut untuk lebih meningkatkan kontribusinya dalam pelayanan kepada masyarakat yang semakin terdidik. G. keperawatan dihadapkan pada situasi dimana karakteristik profesi harus dimiliki dan dijalankan sesuai kaidahnya. 4) Kompetisi Sebagai pimpinan. maka konflik dapat diselesaikan secara memuaskan. maka strategi menghindar merupakan alternatif penyelesaian konflik yang bersifat sementara yang tepat untuk dipilih. sebagai pemberi pelayanan. 2) Akomodasi Mengakomodasikan pihak yang terlibat konflik dengan cara meningkatkan kerja sama dan keseimbangan serta mengembangkan kemampuan penyelesaian masalah yang tepat dengan cara mengumpulkan data yang akurat dan mengambil suatu kesepakatan bersama. 9 . Sebaliknya.konflik.

entrepreneurship. Dalam kemampuan mengantisipasi bargaining. Situasi saat ini dimana banyak terjadi perubahan dan juga tantangan telah memberikan kecenderungan pada para pelaksana keperawatan untuk lebih mudah merasa lelah dan cepat menyerah sehingga ketika dihadapkan pada suatu masalah akan cepat merasa putus asa. Rocchiccioli & Tilbury. memiliki dan mengatur energi. serta kemampuan mengambil tindakan yang dirasakan perlu untuk memenuhi kepentingan orang banyak. Sebagai pemimpin. komitmen tinggi. stress. Oleh karena itu. 1999. Beberapa konsep itu antara lain leadership is an art of giving. mengkomunikasikan ide secara efektif. ini masa depan. merupakan marketing. dan dirasakan kehadirannya. memperkenalkan kepada pasar siapa diri dan organisasinya serta menilai berbagai asupan dan umpan balik dari lingkungan sebagai hal yang penting dalam mengambil keputusan. dan planned change oleh pemimpin visioner dan futuristic (Swansburg & Swansburg. 1998). Kemampuan untuk pemimpin melakukan upaya peningkatan. and conflict. percaya diri. motivational leadership. Belum banyak pemimpin dalam keperawatan saat ini yang dapat memahami konsep ini secara mendalam. Kepemimpinan ini seyogyanya yang fleksible. serta bersifat kontemporer. pada saat ini diperlukan kepemimpinan yang mampu mengarahkan profesi keperawatan dalam menyesuaikan dirinya ditengah-tengah perubahan dan pembaharuan sistem pelayanan kesehatan. pemahaman tentang kebutuhan orang lain. Untuk itulah diperlukan sosok pemimpin yang mampu secara konsisten memberikan motivasi kepada orang lain dan memiliki kualitas kunci (Rocchiccioli & Tilbury. Ia juga selayaknya 10 . Kepemimpinan kontemporer merupakan sifat kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam situasi saat ini yang mengandung beberapa konsep dasar penting dimana fungsi kepemimpinan ini dijalankan. memberikan apa yang dimiliki untuk kepentingan orang lain. Motivational leadership seyogyanya dimiliki oleh setiap pemimpin dalam keperawatan. landasan penghargaan keberadaan stakeholder (Chowdury. pemimpin yang menjalankan terhadap fungsi kepemimpinannya memerlukan kemampuan entrepreuner yang efektif termasuk didalamnya negosiasi. Kelima konsep ini hanya sebagian dari berbagai konsep yang mewarnai kepemimpinan kontemporer. managing time. pemimpin seperti ini perlu untuk mengenali lebih mendalam masyarakat dimana ia memimpin baik didalam maupun diluar. ia menempatkan dirinya sebagai orang yang bermanfaat untuk orang lain. 2003) internal maupun eksternal.Oleh karena itu. accessible. Kepemimpinan merupakan seni untuk seorang pemimpin melayani orang lain (leadership is an art of giving). 1998) meliputi kemampuan akan pengetahuan dan ketrampilan (memimpin dan teknis).

keinginan menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Agar tujuan keperawatan tercapai diperlukan berbagai kegiatan dalam menerapkan keterampilan kepemimpinan. baik individual. Konsep kelima yang cukup penting adalah kemampuan kepemimpinan yang melibatkan ketrampilan menginisiasi perubahan/pembaharuan secara terrencana (planned change). Kepemimpinan dalam keperawatan memerlukan seseorang yang memiliki kriteria ini. Menurut Kron. Penerapan Kepemimpinan dalam Keperawatan Pemberian pelayanan dan asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan melibatkan berbagai individu. seorang pemimpin sangat memperhitungkan waktu bukan hanya untuk mengatur kegiatan rutin saja. maupun kelompok (managing time. dan juga mengatasi konflik yang terjadi baik internal maupun eksternal. Demikian pula ketika seorang pemimpin melihat terjadinya konflik dalam bekerja. melainkan juga memperhitungkannya ketika pengambilan keputusan penting untuk organisasi dan masa depannya. setiap pemimpin keperawatan seyogyanya memahami konsep pengendalian stress agar dapat tetap mengarahkan orang yang dipimpinnya kearah produktifitas yang tinggi. Hal ini karena dalam kegiatan keseharian. stress kerja pada umumnya dialami banyak karyawan maupun pemimpin karena adanya tekanan dalam berbagai hal mulai dari ketersediaan waktu. Konsep ini seyogyanya mendasari sifat kepemimpinan yang visioner dan futuristik. H. kegiatan tersebut meliputi: 11 . Kepemimpinan dalam keperawatan memerlukan seseorang pemimpin yang mampu membawa perubahan/pembaharuan tanpa menimbulkan kecemasan dan ketidak pastian situasi akibat perubahan/pembaharuan tersebut pada orang yang terlibat didalamnya. and conflict). Selain itu. mengendalikan stress baik yang dialaminya maupun orang lain (bawahan).mengenali keinginan lingkungan tentang keluaran yang dihasilkan organisasi melalui kepemimpinannya. serta upaya melakukan sinergi positif dari berbagai latar belakang pendidikan dan kemampuan. ia seyogyanya memiliki pengetahuan dasar tentang konflik dan pendekatan untuk menyelesaikannya tanpa harus mengorbankan salah satu pihak yang berkonflik. Untuk itu. Hal ini karena pemimpin yang berorientasi ke masa depan dan mengetahui pilihan masa depan yang terbaik untuk bawahannya akan mampu membawa perubahan/pembaharuan kedalam kehidupan kerja para bawahannya dengan sebaik-baiknya melalui perencanaan yang matang dan waktu yang tepat. Seorang pemimpin keperawatan tidak akan berhasil melakukan fungsinya apabila tidak memiliki kemampuan mengatur waktu. dan keterbatasan sumber. stress.

Agar dapat melakukan koordinasi dengan efektif. Untuk ini diperlukan kemampuan dalam hubungan antar manusia dan teknik-teknik keperawatan. Hal ini akan membantu bawahan dalam melakukan tugas mereka sehingga dapat memberikan kepuasan bagi perawat dan klien. Dalam memberi pengarahan. diperlukan suatu 12 . Partisipasi setiap perawat dapat berbeda-beda. Seorang pemimpin perlu mengusahakan agar setiap perawat mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu ruangan. Pemberian bimbingan Bimbingan merupakan unsur yang poenting dalam keperawatan. tergantung kemampuan mereka. Kerjasama dapat ditingakatkan melalui suasana demokrasi dimana setiap individu/perawat mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.1. Perencanaan dan Pengorganisasian Pekerjaan dalam suatu ruangan hendaknya direncakan dan diorganisasikan. Bimbingan yang diberikan meliputi pengetahuan dan keterampilan dalam keperawatan. Semua kegiatan dikoordinasikan sehingga dapat dikerjakan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar. Hal lain yang perlu dilakukan adalah melaporkan kepada atasan langsung tentang pencapaian kerja bawahan. seorang pemimpin harus mampu membaut seseorang memahami apa yang diarahkan dan juga mempunyai tanggung jawab untuk melihat apakah pekerjaan tersebut dikerjakan dengan benar. 4. Medorong Kerjasama dan Partisipasi Kerjasama diantara perawat perlu ditingkatkan dalam melaksanakan keperawatan. 5. Hubungan antar manusia yanng baik dapat meningkatkan kerjasama. Bawahan perlu mengetahui bahwa pemimpin mempercayai kemampuan mereka. Sebagai seorang kepala ruangan perlu membuat suatu perencanaan kegiatan di ruangan. Seorang pemimpin perlu mennyadari bahwa bawahan bekerjasama dengan pemimpin bukan untuk atau dibawah pimpinan. 3. Disamping itu setiap individu dalam kelompok diusahakan untuk berpartisipasi. dan mereka mendapat pujian serta kritik yang membangun. Kegiatan Koordinasi Pengkoordinasian kegiatan dalam suatu ruangan merupakan bagian yang penting dalam kepemimpinan keperawatan. Bimbingan berarti menunjukkan cara menggunakan berbagai metoda mengajar dan konseling. Membuat Penugasan dan Memberi Penghargaan Setelah membuat penugasan. 2. Hal ini akan membuat setiap perawat merasa dihargai termasuk bagi mereka yang sering menarik diri atau yang pasif. perlu diberikan pengarahan kepada para perawat tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan secara singkat dan jelas.

Kesejahteraan bawahan h. Mengarahkan kegiatan-kegiatan keperawatan c. ia juga harus dapat menilai diri sendiri sebagai seorang perawat dan seorang pemimpin secara jujur. Penyelesaian pekerjaan dengan benar f.perencanaan yang baik dan penggunaan kemampuan setiap individu dan sumber-sumber yang ada. Pelaksanaan keperawatan berdasarkan standar e. Membantu perawat lain mencapai tujuan yang ditentukan b. 6. Melalui kegiatan-kegiatan ini diharapkan seorang kepala ruangan dapat melakukan tanggung jawabnya sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. kepala ruangan sebagai seorang pemimpin bertanggungjawab dalam: a. Agar seorang pemimpin dapat menganalisa perawat lain secara efektif. Evaluasi merupakan proses berkelanjutan untuk menganalisa kekurangan dan kelebihan staf sehingga dapat mendorong mereka mempertahankan pekerjaan yang baik dan memperbaiki kekuranngan yanng ada. Dalam melaksanakan pelayanan dan asuhan keperawatan. Tanggungjawab atas tindakan keperawatan yang dilakukan d. Evaluasi Hasil Penampilan Kerja Evaluasi hasil penampilan kerja dilakukan melalui pengamatan terhadap staf dan pekereaan mereka. Pencapaian tujuan keperawatan g. Memotivasi bawahan 13 .

Melihat fungsinya yang luas sebagaimana tersebut di atas. maupun peneliti keperawatan. fungsinya lebih luas. pendidik. pengelola. Pemimpin keperawatan dibutuhkan baik sebagai pelaksana asuhan keperawatan. dan bidang riset keperawatan. maka perawat profesional harus dipersiapkan dengan mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang kepemimpinan. manajer. baik sebagai pelaksana asuhan. ahli. 14 . diharapkan di masa yang akan datang profesi keperawatan bisa diterima dengan citra yang baik di masyarakat luas sebagai suatu profesi yang dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang. Dengan model kepemimpinan yang efektif ini. ahli. pendidik.BAB III KESIMPULAN Keperawatan adalah profesi yang terus mengalami perubahan.

1997.DAFTAR PUSTAKA Anwar. Surabaya. Bahtiar. Swanburg. Dasar-dasar administrasi kesehatan masyarakat. 1996. Azrul. Manajemen Keperawatan.co. Elly dan Prof. Anwar. Jakarta. Jakarta. 2000. 1997. Kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Cited on: www. 2008. 1998. Jakarta. Pengantar kepemimpinan & manajemen keperawatan.com Nurachmah. Kepemimpinan dalam Keperawatan. EGC. Azrul. Leadership dalam Keperawatan. Salemba Medika. Pengantar administrasi kesehatan. Djoko. EGC. Surabaya. 2002. Prayitno. Manajemen kepemimpinan dan organisasi kesehatan.id Nursalam. Latif. Elaine.tiarsblog.blogspot. Dra. Aplikasi pada praktek perawatan profesional. 1996. La Monika. Binarupa Aksara. Surabaya). 2005. 15 . University Press. Cited on: www.pdpersi. Wiyono. Airlangga University Press. Airlangga. Kepemimpinan keperawatan dalam gerakan inovasi keperawatan (makalah disampaikan pada seminar keperawatan di PAM Keperawatan Soetopo. Russel C. Subur. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful