P. 1
Contoh RPP Fisika SMA

Contoh RPP Fisika SMA

|Views: 887|Likes:
Published by Lyan Emank Jutex

More info:

Published by: Lyan Emank Jutex on Dec 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

CONTOH-CONTOH RPP FISIKA

by hafidzdanakmal @ 2010-03-13 – 00:40:12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SMA Kelas / Semester : XII (Dua belas) / Semester I Mata Pelajaran : FISIKA Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Kompetensi Dasar 2.1 Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, dan energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar. Indikator 1. Mendeskripsikan gaya elektrostatik (hukum Coulomb) pada muatan titik. 2. Mengaplikasikan hukum Coulomb dan hukum Gauss untuk mencari medan listrik bagi distribusi muatan kontinyu. 3. Memformulasikan energi potensial listrik dan kaitannya dengan gaya, medan listrik, dan potensial listrik. 4. Memformulasikan prinsip kerja kapasitor keping sejajar. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menganalisis interaksi antar muatan melalui hukum Coulomb. 2. Menganalisis pengaruh medan listrik terhadap muatan listrik. 3. Menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh muatan terdistribusi dalam benda yang berukuran besar. 4. Menjelaskan definisi fluks listrik dan hukum Gauss. 5. Menghitung medan listrik yang dihasilkan berbagai benda simetri yang terdistribusi muatan dengan menggunakan hukum Gauss. 6. Menjelaskan definisi energi potensial dan potensial listrik yang dimiliki sebuah muatan listrik. 7. Menghitung besarnya potensial listrik yang ditimbulkan oleh sebuah momen dipol listrik. 8. Menjelaskan keberlakuan teorema usaha-energi pada muatan yang mengalami gaya listrik. 9. Menjelaskan konsep bidang ekipotensial pada sebuah muatan listrik yang ditempatkan dalam ruang. 10. Menjelaskan definisi kapasitor sebagai salah satu komponen elektronika. 11. Menghitung besarnya kapasitansi berbagai jenis kapasitor. 12. Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan dielektrik terhadap kapasitansi kapasitor. 13. Memberikan contoh pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika. B. Materi Pembelajaran Hukum Coulomb, Hukum Gauss, Potensial Listrik, dan Kapasitor C. Metode Pembelajaran Metode : - Diskusi kelompok - Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Mengapa sisir yang telah digosok-gosokkan pada rambut dapat menarik potongan-potongan kertas?  Mengapa sebuah muatan dapat melakukan gaya pada muatan yang lain padahal kedua muatan tidak saling bersentuhan?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan gaya Coulomb?  Apakah yang dimaksud dengan medan listrik? b. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Coulomb.  Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyiapkan potongan-potongan kertas.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menggosok-gosokkan sisir atau mistar plastik kemudian didekatkan pada potongan-potongan kertas.  Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk mengamati apa yang terjadi dan membuat kesimpulan dari percobaan tersebut.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan yang disampaikan oleh guru.  Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan listrik.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan arah medan listrik.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik dan distribusi muatan.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik dan distribusi muatan yang disampaikan oleh guru.  Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai garis gaya listrik. c. Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KEDUA

c. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. dan bola konduktor homogen.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian potensial listrik.  Peserta didik memperhatikan rumusan untuk mendapatkan persamaan energi potensial yang disampaikan oleh guru. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Mungkinkah medan listrik pada suatu tempat nol jika potensial listrik pada tempat tersebut nol?  Apakah bentuk bidang ekipotensial dari muatan bola yang tersebar homogen?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan potensial listrik?  Apakah yang dimaksud dengan bidang ekipotensial? b. dua pelat sejajar. bola isolator homogen. Kegiatan Inti  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian energi potensial. dan bola konduktor homogen yang dismpaikan oleh guru. .  Guru memberikan beberapa soal menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang. guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian hukum Gauss.  Guru memberikan beberapa soal menentukan fluks listrik untuk dikerjakan oleh peserta didik. dan bola konduktor homogen untuk dikerjakan oleh peserta didik. pelat tak berhingga.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel. guru dapat langsung memberikan bimbingan. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Bagaimana syarat terjadinya fluks?  Apakah manfaat hukum Gauss?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan fluks listrik?  Apakah yang dimaksud dengan hukum Gauss? b. Kegiatan Penutup  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aplikasi hukum Gauss untuk menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan fluks listrik yang disampaikan oleh guru. dua pelat sejajar. pelat tak berhingga.  Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya fluks.a.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. PERTEMUAN KETIGA a. bola isolator homogen. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi potensial yang disampaikan oleh guru.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian fluks listrik. dua pelat sejajar. pelat tak berhingga. bola isolator homogen.

 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel yang disampaikan oleh guru. muatan bola yang tersebar homogen. Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan kapasitansi kapasitor pelat sejajar yang disampaikan oleh guru.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan macam-macam rangkaian kapasitor.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan kapasitansi kapasitor.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi dalam kapasitor yang disampaikan oleh guru.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan bentuk bidang ekipotensial dari muatan titik.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan rangkaian kapasitor yang disusun secara seri dan secara pararel. muatan yang tersebar homogen pada kawat atau silinder.  Peserta didik memperhatikan penjelasan teorema usaha-energi yang disampaikan oleh guru.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian kapasitansi kapasitor.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai potensial listrik pelat sejajar dan akibat bahan dielektrik. . c. Kegiatan Inti  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kapasitor.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai satuan elektronvolt. PERTEMUAN KEEMPAT a.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memperbesar kapasitansi kapasitor.  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan energi dalam kapasitor yang disampaikan oleh guru.  Guru memberikan beberapa soal menentukan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel untuk dikerjakan oleh peserta didik.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.  Peserta didik memperhatikan rumusan untuk mendapatkan persamaan kapasitansi kapasitor pelat sejajar yang disampaikan oleh guru. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Bagaimana cara memperbesar kapasitansi kapasitor?  Dalam susunan apakah energi yang tersimpan dalam kapasitor menjadi lebih besar?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan kapasitansi kapasitor?  Apakah keuntungan kapasitor yang disusun secara pararel? b. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kapasitansi kapasitor pelat sejajar.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. guru dapat langsung memberikan bimbingan. dan muatan yang tersebar pada pelat.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan kapasitansi kapasitor yang disampaikan oleh guru.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian bidang ekipotensial.

.. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.......... .7 x 10-3 N B... Contoh Instrumen:  Contoh tes PG Jari-jari lintasan elektron terdalam pada atom besi adalah 1..... Buku Fisika SMA dan MA Jl...5x10-12 m... Mengetahui Kepala SMA Guru Mata Pelajaran ....... A...  Contoh tes uraian Bola konduktor yang berdiameter d = 15 cm membawa muatan netto q = 6. 2............ Alat dan bahan praktikum F.... .. . Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.. Sumber Belajar a. NIP.. Tentukan medan listrik pada jarak 5 cm dari pusat bola dan 17 cm dari permukaan bola. Teknik Penilaian:  Tes tertulis  Penugasan b. Besarnya energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan uji ini sejauh 57 cm dari posisi mula-mula adalah ....... NIP.. Guru memberikan beberapa soal menentukan energi dalam kapasitor untuk dikerjakan oleh peserta didik..  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. 7 x 10-2 N C. Pada jarak 28 cm tepat di depan sumbu cincin..... 6 x 10-8 N E... Bentuk Instrumen:  Tes PG  Tes isian  Tes uraian  Tugas rumah c..  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal......... Buku referensi yang relevan c... guru dapat langsung memberikan bimbingan......  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.... Penilaian Hasil Belajar a. terdapat muatan uji sebesar 85 nC.. c. 4 x 10-14 N D.  Contoh tugas rumah Buatlah artikel tentang pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika... E. 3A (Esis) halaman 81-142 b..... 1 x 10-4 N  Contoh tes isian Sebuah cincin tipis berjari-jari 24 cm mengandung muatan yang terdistribusi kontinyu sebesar 350 nC... Besar gaya Coulomb antara inti besi (q = 26 e) dan elektron dilintasan terdalam adalah ......4 μC yang tersebar merata di permukaan.

3. 10. Langkah-langkah Kegiatan . Kompetensi Dasar 2. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Materi Pembelajaran Kemagnetan. Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak.Diskusi kelompok . Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz pada beberapa produk teknologi.Observasi . B. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi. Menentukan massa partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet. dan Hukum Ampere C. Indikator 1. 2. Hukum Biot-Savart. Merumuskan besarnya medan magnet pada kawat berarus listrik dalam beragam bentuk geometri. Menjelaskan gaya antar-kutub magnet. 2. 6. 11.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi. Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus. 3. Menjelaskan cara kerja spektrometer massa. 8. 9. 7.Eksperimen . 5.Cooperative Learning 2. 12. Menganalisis fenomena munculnya medan magnet pada suatu konduktor berarus melalui hukum Biot-Savart. A.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SMA Kelas / Semester : XII (Dua belas) / Semester I Mata Pelajaran : FISIKA Standar Kompetensi 2. Menghitung medan magnet yang timbul pada kawat berarus listrik dalam berbagai bentuk. Metode Pembelajaran 1. Model : . Menghitung besaran-besaran yang terkait dengan hukum Ampere.Ceramah D. Metode : . Menerangkan fenomena kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari. Menjelaskan cara membuat dan menghilangkan sifat magnet suatu bahan. 4.Direct Instruction (DI) . Menganalisis pengaruh medan magnet terhadap kawat yang dialiri arus listrik dan terhadap muatan listrik yang bergerak. 13. Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi. Membuat magnet buatan dari potongan logam dengan memanfaatkan magnet permanen. Menjelaskan pengertian gaya Lorentz.

b.  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami karakteristik dari suatu kutub magnet (Kegiatan 10. c. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Apa yang terjadi jika kita letakkan sebatang besi di antara dua kutub magnet yang berbeda?  Apakah sifat kemagnetan bahan dapat hilang?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah syarat terjadinya gaya tarik menarik antar-kutub magnet?  Bagaimana cara menghilangkan sifat magnet suatu bahan?  Pra eksperimen:  Berhati-hatilah menggunakan alat-alat praktikum.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara membuat dan menghilangkan sifat kemagnetan suatu bahan.PERTEMUAN PERTAMA a.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.1 h.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. PERTEMUAN KEDUA .  Peserta didik memperhatikan perumusan gaya antar-kutub magnet yang disampaikan oleh guru. dan benang.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan magnet permanen.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan konsep garis gaya magnetik. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya gaya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik antar-kutub magnet.  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.147). Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar.  Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya antar-kutub magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik. guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil magnet batang yang cukup besar. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian dan sifat medan magnet. magnet jarum.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya antar-kutub magnet yang disampaikan oleh guru.

 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aurora.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. dan toroid yang disampaikan oleh guru. dan toroid. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz?  Bagaimana cara kerja spektrometer massa?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan gaya Lorentz?  Apakah yang dimaksud dengan spektrometer massa? b.  Peserta didik memperhatikan cara kerja spektrometer massa yang disampaikan oleh guru. guru dapat langsung memberikan bimbingan.a.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai definisi satu ampere. cincin. cincin. cincin.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menentukan arah gaya Lorentz.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian spektrometer massa. solenoid. Kegiatan Inti  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Lorentz. . c.  Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak untuk dikerjakan oleh peserta didik.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. dan toroid untuk dikerjakan oleh peserta didik. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. Kegiatan Inti  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Biot-Savart.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penerapan hukum Biot-Savart untuk menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga. Kegiatan Penutup  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Peserta didik memperhatikan aplikasi hukum Biot-Savart pada kawat sejajar dan pada gaya antara dua kawat berarus listrik yang disampaikan oleh guru.  Guru memberikan beberapa soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga. solenoid.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak yang disampaikan oleh guru. guru dapat langsung memberikan bimbingan. solenoid. PERTEMUAN KETIGA a. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Berapa kuat medan magnet di sekitar arus listrik?  Bagaimana pola medan magnet yang dihasilkan solenoid?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah fungsi hukum Biot-Savart?  Apakah yang dimaksud dengan solenoid? b.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara mendapatkan rumusan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi hukum Biot-Savart.

 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang.4 x 10-5 T B. Bentuk Instrumen:  Tes PG  Tes uraian  Tugas rumah c.  Guru memberikan beberapa soal menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang. 1.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aplikasi hukum Ampere dalam menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang. solenoid. PERTEMUAN KEEMPAT a. 1. 3A (Esis) halaman 143-190 b.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. Buku Fisika SMA dan MA Jl.c. Contoh Instrumen:  Contoh tes PG Besarnya kuat medan magnet yang dihasilkan pada jarak 1 cm oleh kawat lurus yang dialiri arus sebesar 12 A adalah .4 x 10-4 T D. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Buku referensi yang relevan c. Penilaian Hasil Belajar a.2 x 10-5 T C. dan toroid. Kegiatan Inti  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Ampere dalam bentuk integral. solenoid. 1. guru dapat langsung memberikan bimbingan.. dan toroid dengan menggunakan hukum Ampere yang disampaikan oleh guru. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Berapakah besarnya medan magnet yang dihasilkan oleh kawat panjang lurus berarus listrik pada kawat itu sendiri?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah aplikasi hukum Ampere dalam kehidupan sehari-hari? b.8 x 10-4 T E. Kegiatan Penutup  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Teknik Penilaian:  Tes tertulis  Penugasan b. Sumber Belajar a.. 2..4 x 10-4 T  Contoh tes uraian . 2.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. solenoid. Kegiatan Penutup  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. A. c. dan toroid dengan menggunakan hukum Ampere untuk dikerjakan oleh peserta didik. Alat dan bahan praktikum F.

Menerapkan konsep induksi elektromagnetik pada teknologi. Memberikan contoh aplikasi hukum Faraday dalam kehidupan sehari-hari... Indikator 1. Memformulasikan konsep arus induksi dan ggl induksi.. 8.  Contoh tugas rumah Buatlah artikel tentang aplikasi gaya Lorentz pada produk teknologi dalam kehidupan sehari-hari.. 3.. Memformulasikan konsep induksi elektromagnetik.... 3. Menyebutkan bunyi hukum Faraday... ............. Mengetahui Kepala SMA Guru Mata Pelajaran . 7..... 11.... 6.... 2.2 C bergerak dengan laju 2 m/s dalam medan magnet yang besarnya 5 Wb/m2.. 4... NIP.... Menganalisis arah aliran arus dalam suatu kumparan yang dilalui oleh medan magnet melalui hukum Lenz.. .. Arah kecepatan itu sejajar dengan arah medan magnet... Mendeskripsikan fluks magnet pada permukaan yang tertembus sejumlah garis gaya magnet. Menjelaskan pengertian diagram fasor.3 Memformulasikan konsep induksi Faraday dan arus bolak-balik serta penerapannya.. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1...... Menjelaskan cara menggambar diagram fasor. 4.. 9. 10..... A. Membuat dinamo mini. Memformulasikan konsep arus dan tegangan bolak-balik.... ... RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SMA Kelas / Semester : XII (Dua belas) / Semester I Mata Pelajaran : FISIKA Standar Kompetensi 2...Sebuah muatan positif 0.... Memformulasikan arus listrik dan tegangan AC... 5. Kompetensi Dasar 2. Tentukan besarnya gaya yang dialami muatan tersebut... Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi............ Menganalisis fenomena munculnya GGL Induksi pada ujung solenoida yang diakibatkan oleh arus AC di dalam solenoida. 2.... Menyebutkan bunyi hukum Lenz..... NIP. Menganalisis induktansi oleh perak solenoida yang dialiri arus AC...

guru dapat langsung memberikan bimbingan. Kegiatan Inti  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian fluks magnet.  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan fluks magnet. 13.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan hukum Faraday.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. dan Arus Bolak-Balik C. Menganalisis besaran-besaran yang terkait dengan arus dan tegangan listrik bolak-balik. Metode : . Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Mungkinkah fluks magnetik bernilai nol ketika medan magnet tidak bernilai nol?  Apakah kelistrikan dapat dihasilkan oleh peristiwa kemagnetan?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan fluks magnet?  Sebutkan bunyi hukum Faraday.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. c.Cooperative Learning 2. Model : .Diskusi kelompok . B. Kegiatan Penutup  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.Eksperimen . Materi Pembelajaran GGL Induksi. Memecahkan permasalahan sederhana pada rangkaian listrik AC yang terdiri dari resistor. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. Induktansi. induktor. guru dapat langsung memberikan bimbingan. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Faraday. Metode Pembelajaran 1.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan fluks magnet yang disampaikan oleh guru.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi GGL induksi.Ceramah D.  Guru memberikan beberapa soal menentukan GGL induksi untuk dikerjakan oleh peserta didik.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan GGL induksi yang disampaikan oleh guru.12.Direct Instruction (DI) . b. dan kapasitor. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. PERTEMUAN KEDUA .  Guru memberikan beberapa soal menentukan fluks magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik.

Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Faktor apakah yang mempengaruhi induktansi diri pada solenoida?  Apakah induktansi diri pada solenoida dapat diperbesar?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan induktansi?  Bagaimana cara memperbesar induktansi pada solenoida? .  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan hasil eksperimen dalam lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru. guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Lenz. b. guru dapat langsung memberikan bimbingan. penggaris.  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen membuat dinamo mini (Proyek Ilmiah h.a. solder dan timah solder. dan satu buah magnet berukuran kecil namun dengan kemagnetan yang kuat. gunting.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan prinsip kerja dinamo. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Bagaimana prinsip kerja dinamo?  Bagaimana hubungan hukum Lenz dengan hukum kekekalan energi?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah fungsi dari dinamo?  Apakah makna pernyataan hukum Lenz?  Pra eksperimen:  Berhati-hatilah menggunakan alat-alat praktikum.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan bunyi hukum Lenz. amplas. satu buah LED.197).  Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum Lenz yang disampaikan oleh guru. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. c.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar.  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum.  Guru memberikan beberapa soal penerapan hukum Lenz untuk dikerjakan oleh peserta didik. potongan kardus berbentuk lingkaran. kawat tembaga tipis yang terisolasi sepanjang 3 m. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. guru dapat langsung memberikan bimbingan. PERTEMUAN KETIGA a.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil bungkus plastik silinder bekas roll film.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai maksud pernyataan hukum Lenz.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.

 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induktansi. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. guru dapat langsung memberikan bimbingan. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memperbesar induktansi.b.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan induktansi diri pada solenoida yang disampaikan oleh guru.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan GGL antara dua ujung solenoida.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan induktansi bersama.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. PERTEMUAN KEEMPAT a.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan energi medan magnet.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan GGL induksi yang dihasilkan solenoida yang disampaikan oleh guru. Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induktansi bersama. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan induktansi bersama yang disampaikan oleh guru.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi induktansi diri pada solenoida. .  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan induktansi diri.  Guru memberikan beberapa soal menentukan GGL induksi yang dihasilkan solenoida untuk dikerjakan oleh peserta didik. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Faktor apakah yang mempengaruhi energi yang tersimpan dalam solenoida?  Bagaimana prinsip kerja transformator?  Prasyarat pengetahuan:  Bagaimana rumusan untuk mendapatkan energi medan magnet?  Apakah yang dimaksud dengan transformator? b.  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan energi medan magnet yang disampaikan oleh guru.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.  Guru memberikan beberapa soal menentukan induktansi diri dan induktansi bersama untuk dikerjakan oleh peserta didik. c.  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan GGL induksi yang dihasilkan solenoida yang disampaikan oleh guru.

PERTEMUAN KELIMA a.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan faktor yang mempengaruhi energi yang tersimpan dalam solenoida.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan persamaan tegangan rata-rata dan tegangan root mean square (Vrms). guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai prinsip kerja transformator.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan tegangan root mean square (Vrms) yang disampaikan oleh guru.  Guru memberikan beberapa soal menentukan energi medan magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik. c.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian arus bolak-balik. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi medan magnet yang disampaikan oleh guru. .  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tegangan rata-rata dan tegangan root mean square (Vrms). Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Bagaimana gambar grafik arus bolak-balik?  Bagaimana cara menghitung tegangan root mean square (Vrms)?  Prasyarat pengetahuan:  Apakah yang dimaksud dengan arus bolak-balik?  Apakah yang dimaksud dengan tegangan root mean square (Vrms)? b. guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan daya trafo. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan gambar grafik arus bolak-balik.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan daya dan daya rata-rata.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya trafo yang disampaikan oleh guru.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Guru memberikan beberapa soal menentukan daya trafo untuk dikerjakan oleh peserta didik. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar.  Peserta didik memperhatikan perumusan arus dan tegangan bolak-balik yang disampaikan oleh guru.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian transformator.  Guru memberikan beberapa soal menentukan tegangan root mean square (Vrms) untuk dikerjakan oleh peserta didik.

guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan daya dan daya rata-rata.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan persamaan arus dan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor. Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. dan induktor.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan besaran-besaran dalam rangkaian RLC seri yang disampaikan oleh guru. kapasitor.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menggambar diagram fasor.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan rangkaian RLC seri. c.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. . dan induktor. kapasitor.  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan besaran-besaran dalam rangkaian RLC seri.  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Kegiatan Pendahuluan  Motivasi dan Apersepsi:  Apa yang dimaksud dengan pernyataan “tegangan antara ujung-ujung induktor mendahului arus sebesar 900”?  Bagaimana cara menggambar diagram fasor?  Prasyarat pengetahuan:  Mengapa tegangan antara ujung-ujung induktor mendahului arus sebesar 900?  Apakah yang dimaksud dengan diagram fasor? b.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menggambar diagram fasor yang disampaikan oleh guru.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. kapasitor.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Kegiatan Inti  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya dan daya rata-rata yang disampaikan oleh guru.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian diagram fasor. Kegiatan Penutup  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor.  Guru memberikan beberapa soal menentukan besaran-besaran dalam rangkaian RLC seri untuk dikerjakan oleh peserta didik. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar. dan induktor. c. PERTEMUAN KEENAM a.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan gambar grafik arus dan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor.

....4 A E... 15..... 28. Alat dan bahan praktikum F.. A.. Penilaian Hasil Belajar a...  Contoh tes uraian Sebuah kumparan yang terdiri dari 100 lilitan mempunyai jari-jari 5 cm dan hambatan 25 Ω.. Arus listrik dalam kumparan jika dihubungkan dengan tegangan 20 volt DC adalah .. NIP.............E... Teknik Penilaian:  Tes tertulis  Tes unjuk kerja b................1 Wb/m2 dalam waktu ½ Π menit. ... Hitunglah laju perubahan medan magnet agar menghasilkan arus sebesar 4 A. NIP... 3A (Esis) halaman 191-246 b..... Buku Fisika SMA dan MA Jl..... GGL yang terjadi pada kumparan adalah .. 30 A C..3 H...... Mengetahui Kepala SMA Guru Mata Pelajaran . Bentuk Instrumen:  Tes PG  Tes isian  Tes uraian  Uji petik kerja prosedur c...6 A B. ....5 Wb/m2 menjadi 2.. Contoh Instrumen:  Contoh tes PG Sebuah kumparan memiliki hambatan R = 1 Ω dan induktansi L = 0......... 20 A  Contoh tes isian Kumparan kawat dengan jari-jari 5 cm diletakkan tegak lurus pada suatu medan magnet yang fluksnya berubah dari 1... 10 A D......... Sumber Belajar a...... . Buku referensi yang relevan c.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1 Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeAlokasi Waktu : : : : : Fisika XI/1 Kinematika gerak 1 dan 2 2 x pertemuan (4 x 45 menit) Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar : vektor Indikator : menggunakan vektor A. Kecepatan rata-rata benda untuk bergerak dalam bidang merupakan hasil bagi vektor perpindahan dengan selang waktu yang diperlukan : . Perpindahan didefinisikan sebagai perubahan posisi suatu benda pada waktu tertentu 2. Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat: menggunakan vektor B. Materi Pelajaran Pertemuan ke-1 dan 2 1.

Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagi dengan selang waktu 5. Dengan metode inkuiri. untuk membantu siswa dalam memahami karakteristik gerak melalui analisis vektor Kegiatan Inti 1. Alat : alat-alat percobaan 2. Alat dan Sumber Belajar 1. tanya jawab. siswa diajak memahami pengertian perpindahan 2. Siswa diajak mengingat pemahaman macam gerak terutama GLB dan GLBB Motivasi: Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik. diskusi dan pemberian tugas berserta inkuiri E. Sumber belajar : D. : . Dengan berdialog dan berdiskusi. Strategi : Missouri Mathemetic Project 2. Buku paket Buku referensi lain yang relevan LKS TUNTAS : (MMP) dan Cooperative Learning : Strategi Pembelajaran 1. menentukan posisi dari fungsi kecepatan. Pendekatan : Konsep 3. Kecepatan sesaat adalah kecepatan rata-rata untuk selang waktu mendekati nol 4. melalui contoh mengetahui rumus kecepatan.3. Skenario Pembelajaran Kegiatan awal Apersepsi: 1. Metode : Kombinasi ceramah. Percepatan sesaat didefinisikan sebagai percepatan rata-rata untuk ∆t mendekati nol C.

0) ketika besar kecepatan partikel 2v5 m/s. Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi 2. menentukan kecepatan dari fungsi percepatan 3. Hitunglah besar vektor perpindahan dari A ke B! 2. maka tentukan kecepatan benda pada saat t = 2 sekon! 4. maka tentukan: a. vy = (30 – 10t) m/s dan posisi mulamula (0. Satuan benda bergerak lurus ke arah sumbu x dengan persamaan v = 4 + 2t dalam SI. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu 2. tentukan posisi partikel! 3. Jika kecepatan awal benda vo = 4i + 3j. Soal/instrumen : 1. Jika posisi awal xo = 2 m. Dengan berdiskusi dan eksperimen siswa diajak memahami analisis vektor 4. Guru memberikan tugas rumah (PR) F.6) m.rumus percepatan.2) m ke titik B(5. Sebuah benda memiliki percepatan a = 2i + 3j. Persamaan posisi untuk setiap waktu b. Sebuah partikel bergerak pada bidang xy dengan kecepatan vx = 40 m/s. Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang karakteristik gerak melalui analisis vektor pada buku lks dan buku penunjang lainnya Kegiatan akhir 1. Penilaian : 1. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian) 3. Jarak yang ditempuh setelah 2 sekon . Sebuah benda bergerak dari titik A(2. Siswa dan guru melakukan refleksi 3.

2009 Mengetahui Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran NIP. Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 sebagai berikut : Perolehanskor 50 ………………………….Jika jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. NIP.Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 2 Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Pertemuan KeAlokasi Waktu : : : : : Fisika XI/1 Kinematika gerak 3 dan 4 2 x pertemuan (4 x 45 menit) .

Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat: gerak melingkar dengan menggunakan vektor B.Standar Kompetensi : nnya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar : vektor Indikator : sis besaran kecepatan dan percepatan pada gerak melingkar dengan menggunakan vektor A. Pada arah mendatar diperoleh: xi ox v ox = v t ----. Materi Pelajaran Pertemuan ke-3 dan 4 1.gt 2.t = x : 1 2 Pada arah vertikal: xj = v oy 2 t . Analisis gerak parabola .

Kecepatan di B: vB = (vxB )2 +(vyB )2 v 22 Tinggi maksimum: yc = 2g o sin α v Jarak terjauh: xD = o2 sin 2α g C. 2. Metode : Kombinasi ceramah. 2. Strategi : Missouri Mathemetic Project Pendekatan : Konsep 3. diskusi dan pemberian tugas berserta Skenario Pembelajaran Kegiatan awal Apersepsi: : . tanya jawab. Strategi Pembelajaran 1. Alat : peralatan percobaan Sumber belajar : Buku paket : Buku referensi lain yang relevan LKS TUNTAS : (MMP) dan Cooperative Learning D. Alat dan Sumber Belajar 1. inkuiri E.

Tuliskan rumus waktu yang diperlukan untuk mencapai titik tertinggi dalam gerak peluru! 2. Sebuah peluru ditembakkan dari tanah dengan kecepatan awal 100 m/s. Dengan berdialog dan berdiskusi. Dengan berdiskusi dan eksperimen siswa diajak memahami analisis gerak parabola 4. Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang gerak peluru dan analisis gerak parabola pada buku lks dan buku penunjang lainnya Kegiatan akhir 1. Soal/instrumen : 1. F. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu 2. untuk membantu siswa dalam memahami gerak peluru dan analisis gerak parabola Kegiatan Inti 1. Dengan metode inkuiri. Tinggi maksimum peluru . sudut elevasi a (cos a = 3/5) dan g = 10 m/s2. Siswa diajak mengingat pemahaman gerak Motivasi: Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik.1. Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi Siswa dan guru melakukan refleksi Guru memberikan tugas rumah (PR) : Penilaian 1. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian) 3. 2. 3. melalui contoh mengetahui rumus gerak peluru dan gerak parabola 3. Tentukan: a. siswa diajak memahami gerak peluru 2.

Jarak tembak terjauh peluru Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10. Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 sebagai berikut : Perolehanskor 50 …………………………. 2009 Mengetahui Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran NIP.b. .Jika jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. NIP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->