P. 1
#ANKLE FIX

#ANKLE FIX

|Views: 553|Likes:

More info:

Published by: Priscilla Yanuari Christi on Dec 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

DEFINISI Fraktur (patah tulang) pada ujung distal fibula dan tibia merupakan istilah yang digunakan untuk

menyatakan fraktur pergelangan kaki (ankle fracture). Fraktur ini biasanya disebabkan oleh terpuntirnya tubuh ketika kaki sedang bertumpu di tanah atau akibat salah langkah yang menyebabkan tekanan yang berlebihan (overstressing) pada sendi pergelangan kaki. Fraktur yang parah dapat terjadi pada dislokasi pergelangan kaki. Fraktur ankle itu sendiri yang dimaksudkan adalah fraktur pada maleolus lateralis (fibula) dan/atau maleolus medialis. Pergelangan kaki merupakan sendi yang kompleks dan penopang badan dimana talus duduk dan dilindungi oleh maleolus lateralis dan medialis yang diikat dengan ligament. Dahulu, fraktur sekitar pergelangan kaki disebut sebagai fraktur Pott. Fraktur pada pergelangan kaki sering terjadi pada penderita yang mengalami kecelakaan (kecelakaan lalu lintas atau jatuh). Bidang gerak sendi pergelangan kaki hanya terbatas pada 1 bidang yaitu untuk pergerakan dorsofleksi dan plantar fleksi. Maka mudah dimengerti bila terjadi gerakan-gerakan di luar bidang tersebut, dapat menyebabkan fraktur atau fraktur dislokasi pada daerah pergelangan kaki. Bagian-bagian yang sering menimbulkan fraktur dan fraktur dislokasi yaitu gaya abduksi, adduksi, endorotasi atau eksorotasi. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari maka trauma pada sendi pergelangan kaki dan terutama dari sendi talo-cruralnya, adalah trauma yang sering sekali terjadi. Tidak hanya mereka yang memang kerjanya menggunakan sendi ini secara dipaksakan (seperti misalnya olahragawan dan terutama pemain sepakbola) tetapi juga para ibu yang menggunakan hak sepatu yang tinggi sangat peka terhadap trauma di daerah ini. Penting diingat bahwa sendi ini mutlak untuk lokomosi manusia. Selain sering, trauma yang ringan saja sudah akan menimbulkan cacad untuk berjalan. Cacad ini kadang-kadang tidak berupa cacad yang temporair, tapi dapat merupakan suatu cacad yang permanen apabila tidak dilakukan pengelolaan serta penatalaksanaan secara baik sejak semula. Ditambah lagi oleh suatu fakta bahwa trauma pada daerah ini mudah diikuti oleh suatu Osteoarthritis post-traumatika karena memang bentuk persendiannya yang khas dan majemuk. Oleh karena itu problema pengelolaan trauma pada sendi ini mempunyai arti sosial dan ilmu kedokteran yang cukup penting. Dan harus diakui bahwa pengobatannya memang sulit. Sebelum memulai mempelajari cara-cara pengelolaan yang terbaru, adalah penting sekali kita memahami betul-betul anatomi dari persendian ini dan menghayati faktor-faktor penyebabnya. Trauma pada sendi ini yang dapat menimbulkan patah tulang, pada dasarnya juga dapat menyebabkan robekan ligamen, dan apa yang

Atau dengan kata-kata lain. tanpa banyak gerakan. 2. 4. tibia dan talus. ligamentous injuries dan fraktur sekitar sendi ini adalah sama. Bentuk Dua yang pertama sebuah kubah yang cocok di bagian atas ketiga. Memungkinkan terutama mengubah gerakan maju dan mundur. yang merupakan dua pelengkap tulang yang terus fibula dan tibia di kedua sisi.disebutkan sebagai LIGAMEN TOUS FRACTURE terlepasnya insersi ligamen pada tulang. 3. yang kadang-kadang memerlukan pembedahan untuk menekan atau meringankannya. mencegah gerakan penuh pergeseran lateral yang tetapi memungkinkan awal. lampiran atau ekor dalam talus. antara lain : 1. Menariknya. mengingat pentingnya mereka dalam generasi cedera olahraga. Ketika tulang rawan memburuk ini degenerasi. batas maleolus lateral dan medial maleolus. datang untuk memukul bagian belakang tibia . yang fleksi dan ekstensi gerakan kaki. Untuk pengelolaan yang baik maka perlu kita perhatikan beberapa hal. ANATOMI SENDI PERGELANGAN KAKI (ANKLE JOINT) Sendi pergelangan kaki dibentuk oleh tiga tulang: fibula. Perlu mempunyai ketrampilan yang tinggi Mengenal jenis trauma secepat mungkin Mencegah salah-tindak sejak semula (mismanagement) Mencegah over-treatment dari trauma yang tidak begitu berat/ringan. Pada kaki menyentak kembali sebagai kekuatan yang dihasilkan ketika mencolok dengan bola. Dalam arah lateral. mekanisme dasar yang bertanggung jawab terhadap sprain. ini miring lega tulang. Talus bersandar pada kalkaneus untuk membentuk agak datar bersama. Sendi subtalar merupakan sumber konflik dan mendukung transmisi daya dari berat badan dan gerakan halus stabilitas kaki. sendi rematik dan nyeri terjadi.

dan rusak. Ligamentum yang menderita terkilir agunan lateral yang kemudian berpihak pada gerakan memutar pergelangan re-investasi kaki. Fraktur kadang-kadang lumayan tapi yang lain memerlukan operasi. masing-masing. . os trigonum dari talus. Sebaliknya. dan membantu menstabilkan ligamen dalam misinya. cepat menghasilkan pembengkakan besar yang harus membalikkan sesegera mungkin dengan menerapkan dingin (misalnya. yang menawarkan gambar radiografi dari antrian talus longgar. mencegah perpindahan nya. . Mulai dari ujung maleolus lateral. ligamentum ini dari ujung medial dan malleolar memegang bagian dalam pergelangan kaki. Cryotherapy (aplikasi dingin untuk tujuan terapeutik) adalah ukuran paling sederhana dan paling efektif terhadap peradangan. Ankle ligamen Sendi memerlukan ikatan yang menjaga kohesi tulang yang membentuk. ligamentum agunan lateral dibagi menjadi tiga angsuran (talar posterior peroneal. Kami menyebutkan yang paling penting: Kapsul sendi di sekitar sendi. sehingga dengan pergelangan kaki (keseleo) memutar tidak pernah harus kehilangan aplikasi dingin. sering dibedakan dari fraktur. menciptakan ruang tertutup. yang terletak di kaki bagian dalam dan luar. dislokasi dan memungkinkan gerakan tangan lainnya spesifik Anda. Deskripsi dari semua ligamen pergelangan kaki dan kaki akan bidang yang sangat khusus karena jumlah dan kompleksitas. ada tiga wedges. melalui gurita dengan neoprene).Deltoid ligamen. Talus mengartikulasikan arah yang mengarah ke jari-jari. penahan di lereng dan kalkaneus bertanggung jawab untuk memegang pergelangan kaki lateral. Tidak menjadi bingung dengan varian anatomi. menghapus fragmen. dengan navicular dan berbentuk kubus.Ligamen lateral yang eksternal. Antara os skafoid dan garis yang dibentuk oleh metatarsal. Jika mereka melanggar (biasanya yang paling terkena dampak pada prinsipnya fibula talar atas). fibula kalkanealis dan fibula talar atas). untuk memungkinkan atlet dapat terus mengalahkan bola tanpa rasa sakit. Metatarsal adalah basis hampir datar dan kepala bulat untuk mengartikulasikan dengan falang pertama jari-jari. .

. dan eversi kaki. ketika istirahat. Para longus peroneus dan peroneus brevis dimasukkan ke dalam baji pertama dan dasar metatarsal pertama sedangkan peroneal anterior dimasukkan ke dalam basis keempat dan kelima. Oleh karena itu terletak di bagian belakang kaki di betis. yang umum untuk keduanya.Otot-otot intrinsik jari-jari kaki berada di kaki yang sama. dll « Perlu dicatat ligamentum transversal yang terluka oleh yang sama syndesmosis mekanisme. ekstensi.Fleksor punggung adalah mereka yang mengangkat ke atas kaki dan terletak di bagian depan kaki. Ikat bagian distal tibia dan fibula untuk menahan mereka bersama-sama dalam peran yang telah melompat permukaan artikular atas kubah talus. . inversi fleksi plantar. . Ankle otot Otot-otot ekstrinsik kaki bertanggung jawab untuk gerakan pergelangan kaki dan kaki. Anda dapat meninggalkan tergantung pinggiran ke dalam sendi dan nyeri di bagian belakang pergelangan kaki.Sindesmal ligamen. tibia dan talus. pergelangan kaki olahraga menarik traksi tulang mereka sisipan dan kaki. tidak hanya di bagian depan pergelangan kaki. Tertius peroneus dan ekstensor digitorum. . Dibutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan dan dapat meninggalkan gejala sisa permanen rasa sakit dan ketidakstabilan yang memerlukan intervensi bedah..Investor di kaki. Ligamentum menghubungkan dua tulang di jarak anteroposterior dari serikat mereka. Meskipun mereka berada di kaki. Apakah yang menarik kaki kembali. Kerusakan menimbulkan banyak masalah. Mereka adalah soleus dan gastrocnemius pada tendon Achilles.Di bagian belakang pergelangan kaki juga ada jaringan ligamen yang menghubungkan tibia dan fibula (tibiofibular posterior). Mereka mendapatkan gerakan dorsofleksi. . mendapatkan gerakan jari: fleksi. yang dapat dianggap ekstensi kemudian. Jadi. penculikan dan adduksi.Plantar fleksor. Mereka adalah tibialis anterior. Tibialis anterior dimasukkan ke metatarsal pertama dan baji pertama. .Evertors kaki. syndesmosis atau ligamen tibiofibular. .

Kebanyakan patah tulang malleoli tidak disebabkan oleh trauma yang langsung tetapi oleh trauma yang indirek berupa : (i) bending. yaitu : a. maka dengan sendirinya pada waktu dorsifleksi tangkai garpu malleolar akan melebar serta menyempit lagi waktu plantarfleksi. Pada sisi lateral ligamenta yang tampaknya tidak sekuat ligamen deltoid mengikat malleolus lateralis pada calcaneus dan talus serta tibia (Fibulocalcaneal. Bentuk tulang-tulang sekitar sendi ini juga memainkan peranan yang penting.5 -. Integrasi peranan tulang dan ligamenta pada sendi ini unik sekali. menimbulkan ke plantar fasciitis ditakuti. Yang memegang peranan paling penting pada trauma dari pergelangan kaki adalah sendi talocrural.The plantar fascia merupakan struktur anatomi yang harus diperhitungkan karena. Fibula/Malleolus lateralis tidak berperan dalam menahan daya (berat badan) pada sendi ini. tibiocalcaneal dan talotibial ). mengikat malleolus medialis pada os navicular serta calcaneus dan talus (Tibionavicular. Kalau diperhatikan perbedaan sumbu anatomik dan sumbu fungsionil sendi talocrural yang cukup besar serta beda lebar os talus bagian depan dan bagian belakang (1. dan melumpuhkan. Anterior talofibular serta anterior tibiofibular).. Maka dari itu mempertahankan hal ini juga penting pada pengobatan trauma sekitar sendi . terdapat pada sendi tibiofibular distal ini. karena itu yang biasanya diartikan dengan ankle joint adalah sendi ini. (ii) twisting dan (iii) tearing pada ligamentanya. sangat menyedihkan.2 mm lebih lebar pada bagian depan). Ini adalah struktur yang membentuk lengkungan lantai plantar dan dimasukkan ke bagian bawah kalkaneus. juga bertanggung jawab terhadap penentuan jenis trauma yang terjadi. Hubungan tibia dan fibula (syndesmosis) dipertahankan oleh Anterior Tibiofibular dan Posterior Tibiofibular serta ligamen interosseus yang merupakan lanjutan daripada membrana interossea pada tungkai bawah.Pada sisi medial kita lihat dengan jelas ligamen deltoid yang amat kuat yang terdiri dari tiga bagian. Dengan kata lain gerakangerakan melebar-menyempit oleh karena terdorong. b. Ligamenta ini yang mempertahankan stabilitas sendi talocrural dan menentukan gerakan lingkup sendinya (ROM = Range of Motion). Penting oleh karena pada sendi talocrural ini os talus diapit oleh kedua tangkai garpu yang dibentuk oleh kedua malleoli. Persendian fibula-tibia distal adalah sesuatu yang rigid/kaku. Dulu ada dua persangkaan yang salah. ketika dinyalakan.

Tidak lengkap kiranya mempelajari anatomi sendi pergelangan kaki tanpa menyebut bermacam-macam istilah yang terdapat pada sendi ini seperti : 1. atau cedera saat berolahraga y Lesi patologis jarang menyebabkan fraktur pergelangan kaki Kondisi yang Berkaitan dengan Fraktur Pergelangan Kaki y y Keseleo pergelangan kaki (sprain ankle) Keseleo PTT (sprain PTT) KLASIFIKASI Lauge-Hansen (1950) mengklasifikasikan menurut patogenesis terjadinya pergeseran dari fraktur. dimana fibula merupakan tulang yang penting dalam stabilitas dari kedudukan sendi berdasarkan atas lokalisasi fraktur terhadap sindesmosis tibiofibular. Klasifikasi terdiri atas: 1. Klasifikasi lain yang lebih sederhana. salah langkah. yang merupakan pedoman penting untuk tindakan pengobatan atau manipulasi yang dilakukan. Etiologi y Fraktur pergelangan kaki paling sering terjadi pada trauma akut.pergelangan kaki ini. EPIDEMIOLOGI Insidens y Fraktur pergelangan kaki menduduki posisi kedua sebagai fraktur yang sering ditemukan. Plantarfleksi dan dorsifleksi Eversi dan inversi atau Rotasi Eksternal dan Internal Pronasi-supinasi untuk kaki bagian depan(forefoot) serta Abduksi-adduksi untuk bagian belakang (hindfoot). Tipe A. y y Fraktur pada anak-anak pada umunya melibatkan lempeng pertumbuhan. 3. seperti jatuh. 2. 4. fraktur maleolus di bawah sindesmosis . FAKTOR RESIKO Angka kejadian fraktur ini lebih tinggi pada kelompok dewasa muda. menurut Danis & Weber (1991). Fraktur pada remaja (Fraktur Tillaux) memiliki pola khusus karena penutupan parsial pada lempeng pertumbuhan.

Trauma supinasi/Eversi.8% fraktur sekitar sendi talocrural. Tipe B. Antara 9 -. 2. Trauma Pronasi/Abduksi. Dalam jenis ini termasuk lebih dari 60% dari fraktur sekitar sendi talocrural. Pada tipe C terjadi robekan pada sindesmosis. Tapi baru setelah tahun 1942 oleh penemuan-penemuan berdasarkan penyelidikan eksperimentil pada preparat-preparat anatomik. fraktur pada maleolus medialis yang bersifat avulsi atau robekan pada ligamen bagian medial. 4. dapat terjadi dalam beberapa macam trauma: 1. fraktur maleolus lateralis yang bersifat oblik disertai avulsi maleolus medialis dimana sering disertai dengan robekan dari ligamen tibiofibular bagian depan 3.17% fraktur sendi talocrural. Tidak begitu sering. Jenis tipe C ini juga dikenal sebagai fraktur Dupuytren. Trauma abduksi Tauma abduksi akan menimbulkan fraktur pada maleolus lateralis yang bersifat oblik. . Trauma Supinasi/Adduksi. Fraktur maleolus dengan atau tanpa subluksasi dari talus. fraktur fibula di atas sindesmosis dan atau disertai avulsi dari tibia disertai fraktur atau robekan pada maleolus medialis. hanya kurang lebih 7 -.2. 5. Trauma Pronasi/Eversi. 1. Sekitar 6 -. Klasifikasi ini penting artinya dalam tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pada ligamen MEKANISME TRAUMA Penyelidikan-penyelidikan mekanisme trauma pada sendi talocrural ini telah dilakukan sejak lama sekali. Sangat jarang terjadi tapi perlu disebutkan. Trauma Pronasi/Dorsifleksi. LAUGE HANSEN dari Denmark berhasil melakukan pembagian dari jenis-jenis trauma serta berdasarkan pembagian ini hampir semua fraktur serta trauma dapat dibagi dalam 5 dasar mekanismenya.15% dari fraktur sendir talocrural termasuk golongan ini. 3. Tipe C.

robekan ligamen serta patah tulang pada sendi talocrural adalah suatu kesatuan etiologi. harus kurang lebih 100 kali lebih kuat.2. Banyak pengarang telah melakukan penyelidikan pada material klinis mereka berdasarkan pembagian dari LAUGE HA NSEN ini. Satu hal yang penting yang dapat selalu ditarik dari dasar pembagian ini adalah kita dapat mengenal mekanismenya dari trauma dan kemudian setelah melihat penemuan radiologik . menghubungkan trauma yang terdapat pada ligamen-ligamennya. dibanding dengan panjang lever yang misalnya satu meter sudah dapat menimbulkan fraktur. 4. Perlu ditekankan kembali bahwa sprain . tergantung dari kedudukan kaki pada saat itu serta arah rotasi sendi talocrural/yang bekerja pada setiap jenis trauma. Kekuatan-kekuatan indirek yang sama. 3. Trauma adduksi juga bisa hanya menyebabkan strain atau robekan pada ligamen lateral. Keterangan gambar : Kerusakan-kerusakan yang mungkin timbul pada trauma sendi pergelangan kaki. Trauma kompresi vertikal Pada kompresi vertikal dapat terjadi fraktur tibia distal bagian depan disertai dengan dislokasi talus ke depan atau terjadi fraktur komunitif disertai dengan robekan diastasis. lig tibiofibular anterior yang rusak lig talofibular yang intact lig tibiotalar posterior yang intact lig tibiotalar dan tibionavicular yang rusak Rotasi eksterna . Trauma adduksi Trauma adduksi akan menimbulkan fraktur maleolus medialis yang bersifat oblik atau avulsi maleolus lateralis atau keduanya. Sedangkan suatu kekuatan direk yang diperlukan untuk menyebabkan kerusakan yang sama. Kekuatan indirek ini sebenarnya kecil. tergantung dari beratnya trauma. Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna biasanya disertai dengan trauma abduksi dan terjadi fraktur pada fibula di atas sindesmosis yang disertai dengan robekan ligamen medial atau fraktur avulsi pada maleolus medialis.8 kg saja. LESIS menemukan bahwa untuk fulcrum 1 m cukup kekuatan sebanyak 5 -. Mengenai trauma inversi juga telah dilakukan penyelidikanpenyelidikan eksperimentil dan memang dapat dihasilkan secara eksperimentil tapi suatu trauma inversi hampir tidak pernah akan ditemukan dalam kehidupan sehari. Apabila trauma lebih hebat dapat disertai dengan dislokasi talus.hari.

Bila rotasi terjadi terus menerus maka kerusakan ligamentum deltoid dapat terjadi. Kaki dalatn keadaan plantar fleksi maksimal : bila trauma menimbulkan rotasi eksterna yang hcbat maka dapat tcrjadi ruptur dari ligamentum talofibular. discrtai luxasi antcrior dari talus. Sering juga ditemukan pembengkakan dan ekimosis . Deformitas dapat timbul bersama dengan fraktur/dislokasi. kebiruan atau deformitas. Nyeri pada pergelangan kaki dan ketidakmampuan menahan berat tubuh. Ditemukan adanya pembengkakan pada pergelangan kaki.Gambar 1: Kaki dalam keadaan netral atau dorsifleksi : bila trauma menimbulkan rotasi eksternal yang hebat maka ligamentum tibiofibular anterior akan teregang. Gmbr 2: Fraktur maleolus lateralis yang terjadi bila trauma menimbulkan rotasi eksterna dan abduksi yang hebat memutar os talus dan mendorong melcolus latcral ke posterior Bila trauma cukup kuat ruptur dari ligamentum dcltoid anterior (tibiotalar dan tibio navicular) serta ligamentum tibiofibular anterior dapat tcrjadi GAMBARAN KLINIS Pada fraktur pergelangan kaki penderita akan mengeluh sakit sekali dan tak dapat berjalan. Yang penting diperhatikan adalah lokalisasi dari nyeri tekan apakah pada daerah tulang atau pada ligamen.

pemendekan. dingin. krepitasi. penurunan nadi pada bagian distal yang cidera.Aktivitas/istirahat kehilangan fungsi pada bagian yang terkena dan Keterbatasan mobilitas b. pucat pada bagian yang terkena. suara nafas terdengar ronchi /aspirasi . perdarahan. cailary refil melambat. . Neurosensori Kesemutan. bunyi jantung normal pada tahap dini. disritmia.Airway Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek batuk . deformitas. Sirkulasi Hipertensi ( kadang terlihat sebagai respon nyeri/ansietas). Cederan inverse pada pergelangan kaki dapat menyebabkan palsy nervus peroneus. Pengkajian primer . dan masa hematoma pada sisi cedera c. timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur. tachikardi.Breathing Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas. takikardi. hipotensi terjadi pada tahap lanjut. Kenyamanan Nyeri tiba-tiba saat cidera dan spasme/ kram otot e.PEMERIKSAAN 1. dan kelemahan d. Pengkajian sekunder a. kulit dan membran mukosa pucat. perubahan warna dan pembengkakan lokal Palpasi pada daerah yang terpengaruh dan menginspeksi tiap patahan pada kulit atau tenting.Circulation TD dapat normal atau meningkat . hipotensi ( respon terhadap kehilangan darah). sianosis pada tahap lanjut 2. Memeriksa pulsasi arteri dorsalis pedis dan tibia posterior dan semua saraf sensoris maupun motoris pada kaki. Memeriksa ada tidaknya pembengkakan yang parah dan kemungkinan terjadinya sindrom kompartemen pada kaki. Keamanan Laserasi kulit.

DIAGNOSA KLINIK Diagnosa pasti mengenai trauma pada sendi talocrural tidak dapat didasarkan secara radiologik saja. lingkup gerak sendi harus diperiksa secara teliti. Untuk mengetahui stabilitas sendi talocrural perlu hubungan talus dengan kedua tangkai garpu malleolar diperiksa. selalu harus diperhatikan akan kemungkinan adanya suatu diastasis. Suatu stress X-ray dapat dibuat untuk melihat berapa luas robekan dari ligamen. anteroposterior dan lateral sudah akan memberikan jawaban adanya hal-hal tersebut. suatu pandangan anteroposterior dengan kaki dalam inversi dapat dilakukan. Diastasis sendi (syndesmosis) tibiofibular distal penting sekali untuk dikenali. Biasanya pemotretan dari dua sudut. Bilamana ligamenta ini tidak nyeri pada perabaan dan dapat ditegangkan tanpa memberi rasa sakit. Misalnya kedua malleoli dapat diraba. Untuk mendapatkan pandangan yang lebih baik mengenai permukaan sendi talocrural. Suatu fraktur fibula diatas permukaan sendi talocrural (dapat sampai setinggi 1/3 proksimal fibula) secara tersendiri (tanpa fraktur tibia pada ketinggian yang sama). 2. DIAGNOSA RADIOLOGIK Pemeriksaan radiologik perlu dilakukan bilamana dicurigai adanya patah tulang atau disangka adanya suatu robekan ligamen. Ligamen tibiofibular inferior. Komponen fibulocalcaneal serta talofibular anterior dari ligamen lateral. Batasan dari gerak atau adanya rasa nyeri harus diperhatikan. Medial ligamen. Diastasis juga jelas bila ada . hal ini terutama berguna untuk ligamenta lateral. Pandangan oblique tidak banyak dapat Menambah keterangan lain. Diagnosa pada sendi talocrural membutuhkan palpasi secara metodik oleh karena kebanyakan struktur yang penting berada langsung dibawah permukaan kulit. Lakukanlah palpasi pertama pada daerah yang paling tidak memberikan rasa nyeri. Tapi tidak ada suatu cara khusus untuk melihat luasnya diastasis ini. kemungkinan kerusakan adalah kecil. dan bilamana tidak memberi rasa nyeri pada penekanan maka kemungkinan fraktur pada kedua nya kecil sekali. Penting pula diingat bahwa nyeri daerah ini mungkin juga disebabkan oleh karena terdapatnya fraktur pada os calcaneus atau pada basis os metatarsal ke lima. Ligamenta yang mudah diperiksa antara lain adalah : 1. karena pemeriksaan ini hanya akan memberikan keterangan yang sedikit sekali mengenai kerusakan pada ligamenta. dan singkirkan kemungkinan adanya kerusakan dengan tidak terdapatnya nyeri tekan setempat serta tidak adanya pernbengkakan pada daerah tersebut. Pada setiap pemeriksaan.

dilakukan tindakan operasi reposisi terbuka dengan pemasangan internal fiksasi pada kedua maleolus. Hal ini dapat dicoba dengan melakukan reposisi tertutup. Penatalaksanaan a. dilakukan tindakan open reduksi dengan pemasangan internal fiksasi pada tulang fibula. harus dipikirkan kemungkinan terjadinya interposisi periosteum antara kedua fragmen. Fraktur maleolus lateralis Umumnya dengan melakukan reposisi tertutup hasilnya baik. Bila hasil reposisi jelek. dipasang internal fiksasi dengan pemasangan screw. Bila hasil reposisi tertutup gagal.subluksasi talus menjauhi malleolus medialis. dan masih melakukan proteksi dengan elastisch verband. Fraktur maleolus lateralis disertai dengan robeknya ligamen deltoid. Imobilisasi dengan gips di bawah lutut selama 6 minggu. ini dapat diperlakukan sebagai suatu robekan ligamen lateral yang partial . Terjadinya fraktur maleolus lateralis dan dislokasi tulang talus ke lateral. Bila berhasil baik dipertahankan dengan imobilisasi gips di bawah lutut selama 8 minggu. Fraktur maleolus lateralis dan medialis (Bimaleolus) Terjadi fraktur maleolus lateralis dimana garis patahnya terletak di atas permukaan sendi pergelangan kaki dan fraktur avulsi maleolus medialis. Kalau hasilnya jelek. setelah mana mobilisasi dilakukan tapi dengan Partial Weight Bearing. Bilamana fragmen lebih besar maka lebih baik dilakukan immobilisasi dengan gips selama dua sampai tiga minggu. belum berarti tidak adanya suatu diastasis. Tapi bila tidak terdapat subluksasi ini. Reduksi fraktur terbuka atau tertutup : tindakan manipulasi fragmen-fragmen tulang yang patah sedapat mungkin untuk kembali seperti letak semula. Hal ini dapat coba ditanggulangi dengan reposisi tertutup. PENANGANAN Fraktur terisolir maleolus lateralis Bilamana hanya sebagian tulang yang kecil teravulsi. . Untuk hal ini harus dilakukan tindakan operasi. Fraktur maleolus medialis Dapat dicoba dengan reposisi tertutup.

Aktivitas y Pergelangan kaki harus diangkat untuk mengurangi pembengkakan. y Fraktur stabil harus diterapi secara fungsional dengan splint udara dan peningkatan fungsi weightbearing secara bertahap. debridement. y Fraktur bimalleolar atau fraktur fibula dengan cedera ligament media atau cedera syndesmosis hanya dapat diterapi dengan melakukan operasi. atau palster dan sebuah pembalut elastis y Fraktur fibula yang terisolasi atau fraktur malleolus media yang tak bergeser harus dipasangi casting below-the-knee. Semua fraktur pergelangan kaki harus dipasangi splint dalam posisi netral. pemberian analgetik untuk mengerangi nyeri. y y Dislokasi harus secepatnya di reduksi dengan menggunakan sedasi yang sesuai.fiberglass. perabaan gerakan) dipantau. . Pasien yang mengalami fraktur terbuka harus dimasukan ke ruang operasi untuk dilakukan irigasi. status neurovaskuler (misal: peredarandarah.b. Mempertahankan dan mengembalikan fungsi Reduksi dan imobilisasi harus dipertahankan sesuai kebutuhan. y Pasien dilarang bertumpu pada pergelangan kaki yang mengalami fraktur hingga tidak ada lagi nyeri dan tanda-tanda penyembuhan fraktur telah tampak pada gambaran radiologis. Gambar 1: Fraktur pergelangan kaki dapat dipasangi splint memakai metode ³sugar tong´ dengan menggunakan lapisan bantalan. y Kesesuaian sendi pergelangan kaki penting untuk dipikirkan ketika melakukan reduksi pada arthritis post-trauma. dan fiksasi dalam jangka waktu 8 jam. Imobilisasi fraktur Dapat dilakukan dengan fiksasi eksterna atau interna f. nyeri. latihan isometrik dan setting otot diusahakan untuk meminimalakan atrofi disuse dan meningkatkan peredaran darah Langkah Umum y y Analgesik dan elevasi adalah terapi yang harus dilakukan.

pada pergelangan kaki dan pertengahan kaki penting dilakukan untuk mencegah kontraktur dan mengurangi parut jaringan lunak. Perawatan Penggosokan pada splint atau cast sebaiknya tidak dilakukan. Fraktur terbuka atau tidak stabil membutuhkan sebuah fiksator eksternal dengan atau tanpa internal fiksasi. Follow Up y Gambaran radiografi pasien harus di-follow up tiap 1-2 minggu . Pengobatan Lini Pertama Analgesik Operasi Macam ± macam fraktur pada pergelangan kaki yang harus dioperasi pada umunya adalah fraktur yang mengalami pergeseran atau tidak stabil seperti: y y y y Fraktur bi atau trimalleolar pergelangan kaki Fraktur distal fibula disertai cedera ligamen medial Fraktur fibula yangdisertai cedera sindesmosis Fraktur terbuka Untuk menentukan ada tidaknya cedera medial. Sebuah plat penopang dapat digunakan untuk mengatasi fraktur vertical. kemudian. Fraktur malleolar medial dapat distabilisasi dengan sekrup kompresi. Fraktur fibula biasanya ditangani dengan plat melalui pendekatan insisi lateral (kita dapat menggunakan plat lateral atau posterior yang bersifat antiglide). kita dapat melakukan eksternal rotasi disertai penekanan.y Weightbearing dan ROM yang lebih dini sangat penting dilakukan untuk mencegah kekakuan. Cedera sindesmosis yang bersifat tidak stabil pada tes fluoroskopis harus ditangani dengan fiksasi sekrup sindesmosis. Terapi khusus Terapi Fisik ROM pada sendi MTP dan.

Piranti keras yang menyakitkan harus dilepaskan segera setelah fraktur sembuh. Malunion. y y y y y y Lesi tendon peroneal dapat disebabkan oleh plat posterior antiglide. dan membutuhkan terapi khusus untuk memastikan asupan darah tetap lancar. Fraktur terbuka dapat mengalami infeksi dan membutuhkan irigasi dan deridemen Nonunion. lepuhan dapat timbul dan menyebabkan gangguan pada integritas kulit. pasien sebaiknya dipasangi cast below-the-knee atau moon boot selama 4 minggu. yang menyulitkan proses operasi Lebih rentan mengalami kerusakan kulit atau luka.y Setelah splint awal dilepaskan. y Terjadi peningkatan jumlah pasien yang mengalami nyeri pergelangan kaki dan arthritis yang berbanding lurus dengan panjangnya masa follow up setelah fraktur.sering membtuhkan operasi fusi. PROGNOSIS Pada umumnya fraktur pergelangan kaki dapat sembuh tanpa komplikasi dan pasien dapat kembali beraktivitas sebagaimana biasanya y Pada fraktur yang parah. Pengawasan Pasien . Disposisi Rujukan Fraktur tidak stabil atau yang bergeser harus segera dirujuk ke dokter spesialis ortopedi. Artritis pasca-trauma: y Terjadi pada 25% pasien yang mengalami fraktur pergelangan kaki dan membutuhkan fusi pergelangan kaki untuk mengatasinya. y Setelah itu gambaran radiografi di-follow up lagi tiap 6 minggu hingga fraktur sembuh. kadang-kadang membutuhkan osteotomy korektif Pasien tua: y y Memiliki tulang osteoporotik. Sindrom kompartemen.

2. tergantung pada pola fraktur dan tanda-tanda penyembuhan. terdapat pembengkakan dan nyeri tekan di sekitar pergelangan kaki. 5. KOMPLIKASI 1. Osteoartritis 4. Kekakuan yang hebat pada sendi . 3. Algodistrofi Algodistrofi adalah komplikasi dimana penderita mengeluh nyeri. sehingga harus dilakukan reposisi secepatnya. Dapat terjadi perubahan trofik dan osteoporosis yang hebat. Malunion Reduksi yang tidak komplit akan menyebabkan posisi persendian yang tidak akurat yang akan menimbulkan osteoarthritis. Vaskuler Apabila terjadi fraktur subluksasi yang hebat maka dapat terjadi gangguan pembuluh darah yang segera.Pemeriksaan radiografi harus dilakukan tiap 2-6 minggu.

VINCENTIUS A PAULO SURABAYA .RANGKUMAN FT MUSKULOSKELETAL FRAKTUR ANKLE Oleh : PRISCILLA YANUARI CHRISTI 200903012 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KATOLIK PROGRAM STUDI DIII FISIOTERAPI ST.

com/2010/03/fraktur-dan-fraktur-dislokasi-sendi.com/2011/11/28/fraktur-cruris/ .com/ankle-joint.com/2011/10/ankle-fracture-fraktur-pergelangan-kaki.id/files/cdk/files/06TraumaSendi012.html http://minepoemss.blogspot.kalbe.infofisioterapi.DAFTAR PUSTAKA http://skydrugz.html#more-368 http://www.blogspot.html http://www.html http://www.co.html#more-548 http://kepacitan.pdf/06TraumaSendi012.com/fraktur-cruris.infofisioterapi.wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->