PERANAN LPMP DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PROPINSI RIAU

08:38 | Label: Artikel Ilmiah
Latar belakang

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 tahun 2009, ditegaskan bahwa Pendidikan nasional menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dan oleh karena itu penjaminan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab bersama ketiga unsur tersebut. penjaminan mutu pendidikan perlu terus didorong dengan perangkat peraturan perundang-undangan yang memberikan arah dalam pelaksanaannya. Dalam pelaksanaannya, kementrian pendidikan nasional membentuk beberapa institusi yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pendidikan antara lain: 1. Badan Standar Nasional Pendidikan 2. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah 3. Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal 4. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar 5. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah 6. Direktorat Jendral Pendidikan tnggi 7. Badan Penelitian dan Pengembangan 8. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Semua institusi diatas berada di bawah Kementrian Pendidikan Nasional dan Kementrian Agama yang memiliki fungsi: 1. mengatur dan mengkoordinasikan pengembangan kebijakan, regulasi, dan strategi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan; 2. melakukan sosialisasi penjaminan mutu pendidikan ke seluruh komponen yang terlibat;

mutu keimanan. melaksanakan dan memantau Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. 4. Mutu pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional. dan 5.3. ketakwaan. Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. pemerintah provinsi. Tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa mengacu pada mutu kehidupan manusia dan bangsa Indonesia yang komprehensif dan seimbang yang mencakup sekurang-kurangnya: a. . budi pekerti. dapat disimpulkan bahwa yang menjadi sasaran adalah mutu pendidikan. dan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. akhlak. Dari uraian tugas fungsi Kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama diatas. Pemerintahan Daerah Provinsi. mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan di tingkat nasional. dan kepribadian. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut SPMP adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional yang fungsi utamanya meningkatkan mutu pendidikan. penyelenggara satuan atau program pendidikan. melakukan tindak lanjut hasil pengukuran penjaminan mutu pendidikan.

kinestetik. Fungsi LPMP adalah melakukan: 1.b. 3. atau bentuk lain yang sederajat dalam pencapaian standar mutu pendidikan nasional. termasuk TK. RA. termasuk TK. pemetaan mutu pendidikan dasar dan menengah termasuk TK. Untuk tingkat Propinsi yang berhubungan lansung dengan penangan Pendidikan ini adalah Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Kemenag Propinsi dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan disamping Dinas pendidikan kabupaten Kota yang bertanggungjawab di Kabupaten Kota. atau bentuk lain yang sederajat di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan Nasional. vokasional. pelaksanaan urusan administrasi LPMP. 4. kompetensi intelektual. serta kompetensi kemanusiaan lainnya. estetik. termasuk TK. LPMP Riau merumuskan visinya sebagai berikut ³Menuju . atau bentuk lain yang sederajat. dan 5. Untuk memperjelas arah yang akan dicapai LPMP. pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan menengah. RA.7 Tahun 2008. atau bentuk lain yang sederajat dalam penjaminan mutu pendidikan. RA. atau bentuk lain yang sederajat. RA. fasilitasi sumber daya pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan menengah. LPMP diamanatkan untuk melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah. Dalam makalah singkat ini khusus dikupas peranan LPMP Riau yang berfungsi sebagai lembaga penjaminan mutu pendidikian di provinsi Riau Tugas dan Fungsi LPMP Dalam Permendiknas No. RA. 2. supervisi satuan pendidikan dasar dan menengah. psikomotorik. termasuk TK.

Membangun partisipasi masyarakat. Mengembangkan indikator-indikator pencapaian dalam memperkuat sistim penjaminan mutu pendidikan. 5. Berdasarkan data ini dibuatlah pemetaan pendidikan. Pemberdayaan KKG/ MGMP LPMP sebagai lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan tidak mungkin dapat menjangkau semua guru yang ada diseluruh kabupaten/kota yang ada di Propinsi Riau dan kepulauan Riau. mulai dari jumlah guru disetiap kabupaten/Kota. Sedangkan penyataan misi LPMP Riau adalah sebagai berikut: 1. Demikian juga data tentang pelatihan yang dibutuhkan guru dan pelatihan yang pernah mereka ikuti 2. Pemetaan Mutu Pendidikan Untuk dapat melaksanakan program dengan baik dan bermanfaat.pencapaian standar nasional pendidikan di Provinsi Riau melalui penjaminan mutu pendidikan´. data kualifikasi guru yang nantinya berguna untuk dasar dari sertifikasi guru. memecahkan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar berlansung. . Mendorong adanya peraturan daerah mengenai penjaminan mutu pendidikan pada tingkat Provinsi dan kabupaten/ kota. Beragam data yang dikumpulkan oleh LPMP. Menciptakan system Penjaminan Secara bersinambungan. Dengan alasan itu LPMP mengucurkan blockgrant untuk pelaksanaan KKG di SD dan MGMP untuk tingkat SMP. LPMP melasanakan kegiatannya berbasiskan data dan informasi. dalam pencapaian mutu pendidikan. KKG/ MGMP adalah wadah tempat guru belajar bersama. Melaksanakan pemetaan. LPMP secara teratur melaksanakan kegiatan dan program yang bertujuan membantu satuan pendidikan untuk memenuhi 8 Standar Nasional pendidikan yang kegiatannya antara lain : 1. Program LPMP dalam Peningkatan Mutu Untuk mewujukan tugas dan fungsi serta mencapai misi yang diemban. supervisi. KKG/MGMP ini dibimbing oleh instruktur lokal yang sebelumnya telah diberikan Pembekalan oleh widyaiswara di LPMP agar mereka mengetahui apa yang harus dikerjakan. 3. dan fasilitasi mutu pendidikan tingkat provinsi/ kabupaten/ kota. SMA dan SMK. mutu pendidikan 2. serta pemangku kepentingan. termasuk melalui tim pengujian LPMP Riau 4.

dilatihkan kepada guru-guru agar mereka dapat mengelola proses pembelajaran menjadi lebih dinamis. karena sudah merupakan prosedur dari suatu proses belajar mengajar bahwa untuk mengukur pencapaian hasil belajar diperlukan evaluasi atau ujian. beloum banyak sekolah yang melaksanakan sehimngga pembelajaran pada kelas awal SD masih menonjolkian mata pelajaran. Dokumen yang ada hanya sekedar untuk memenuhi syarat administrasi saja tanpa difungsikan sebagai kurikulum yang merupakan acuan dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Tematik Tematik sebenarnya adalah rangkaian dari PAKEM. namun sejauh ini menurut pantauan LPMP. Karena alasan itu LPMP Riau mendatangi sekolah untuk memberikan bantuan teknis dan memberi pemahaman yang lebih konkrit tentang kurikulum operasional ini. tapi KTSP belum menjadi kurikulum operasional. . Diharapkan KKG/MGMP ini merupakan perpanjangan tangan LPMP untuki menjangkau guru yang jauh dari pusat kota. Bimbingan teknis KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang merupakan acuan bagi setiap satuan pendidikan. Sebenarnya semua kecemasan ini tidak perlu terjadi. Strategy Persiapan menghadapi UN Ujian nasional merupakan kegiatan rutin seetiap tahun. Pembelajaran tematik ini sesuai dengan perkembangan kecerdasan siswa kelas 1. 4. Sehingga belajar tidak menjadi beban yang menakutkan bagi siswa. LPMP sebagai lembaga penjaminan mutu bersama-sama dengan guru merancang persiapan menghadapi ujian nasional ini. Dalam pelatihan tematik. Meskipun Tematik ini sebenarnya merupakan keharusan bagi sekolah SD untuk melaksanakan. LPMP menawarkan program yang kalau di99laiksanakan dengan konsisten oleh guru di sekolah memungkinkan suatu sekolah lulus seratus persen. 3. Namun setelah berjalan sekian tahun. tapi bagaimana mereka menikmati proses belajar mengajar yang harus mereka ikuti. Memang hampir seluruh sekolah sudah menyatakan melaksanakan KTSP. Program ini bukan trik atau strategi mengakali ujian nasional. 5. 6. tidak monoton dan membangkitkan potensi siswa menjadi lebih maksimal. masih banyak kepala sekolah dan guru bahkan pengawas yang belum memahami hakikat dari KTSP ini. tapi merupakan kegiatan yang dapat mengemjbangkan potensi siswa dalam menjawab soal ujian sesuai dengan kompetensinya. namun menimbulkan permasalahan dan kecemasan bagi berbagai pihak. Pembelajaran PAKEM/CTL Pakem yang merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan menyenangkan. tapi menonjolkan tema. 2 dan 3 SD yang masih berpikir secara global. Tematik ini dilatihkan khusus untuk guru kelas awal SD. guru kelas awal dilatih untuk merancang materi dan kegiatan pembelajaran dengan tidak menonjolkan matapelajaran. Dibeberapa daerah Ujian nasional merupakan pertaruhan jabatan bagi kepala sekolah.Pada tahun 2010 ini LPMP Riau mengucurkan blockgrant untuk 174 KKG/MGMP di Propinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Oleh karena itu menulis karya ilomiah yang merupakan salah satu persyarata untuk naik pangkat. Dan LPMP berusaha membantu dengan program model pembelajaran untuk mencontohkan pembelajaran PAKEM dan Contextual Teaching and Learning di dalam kelas. Karena tidak semua guru yang bisa berbahasa Inggris maka perlu diberi pelatihan classroom language ini. Program LPM. Di kota Pekanbaru saja ada 8 sekolah RSBI.7. Untuk tingkat propinsi LPMP juga selalu terlibat dengan pelatihan- . LPMP juga membagikan laptop dan modem internet untuk guru-guru sekolah terpencil setelah mereka mengikuti pelatihan di LPMP. 11. Seyogianya sekolah ini menggunakan juga bahasa Inggris untuk pembelajaran science. outlined Bab II dan tuntas Bab III. Pelatihan Karya tulis ilmiah Pekerjaan menulis adalah pekerjaan yang paling berat bagi hampir semua guru. Secara praktis dilihatkan pada mereka bagaimana menemukan masalah dalam penelitian. merupakan persyaratan yang menghambat kenaikan pangkat guru. Classroom Language Classroom Language adalah penggunaan bahasa Inggris di dalam kelas. 9. O)leh karena itu LPMP juga memfasilitasi guru dengan pelatihan bagaimana pemanfaatan Kemajuan teknology informasi itu untuk memudahkan merancang proses belajar mengajar. LPMP berusaha membantu kesulitan ini dengan mengadakan latihan penulisan Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan sekolah. Model Pembelajaran Banyak guru yang sudah mengikuti pembelajaran PAKEM dan CTL. Mereka tinggal menindaklanjuti dengan melaksanakan penelitian untuk memproleh data agar bisa melanjutkan Bab IV dan V. Widyaiswara LPMP menuujukkan kepada guru. Lesson study adalah suatu kegian pembinaan profesi guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar secara terus menerus. Sehingga selesai mengikuti pelatihan satu hari mereka sudah punya proposal penelitian. Ini berlaku untuk sekolah-sekolah berstandar Internasional. kepala sekolah dan pengawas bahwa menulis karya ilmia tidak sesulit yang mereka bayangkan. peserta sudah selesai Bab I. dengan pelatihan satu hari. Peutup Program-program yang disebutkan diatas berlansung sepanjang tahun. Pelatihan ICT Kemajuan tekhnologi yang pesat memberi berbagai kemudahan bagi kalangan pendidik dalam melaksanakan tugasnya. 10. Lesson Study Mulai tahun 2010 ini LPMP Riau secara intens menyebar luaskan Lesson Study di seluruh kabupaten kota di provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Dan ini berjalan berkat kerja sama yang baik antara LPMP dengan dinas pendidikanh Provinsi dan dinas pendidikan Kabupaten Kota. namun pelaksanaan yang ril didalam kelas masih banyak kelemahan. dan dari masalah muncul judul. 8.

pelatihan yang diadakan oleh dinas Pendidikan Propinsi dan BPG Riau. Dengan kegiatan ini LPMP berusaha untuk meujutkan Visi dan Misinya di Propinsi Riau dan Kepulauan Riau. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful