PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN TOMAT

Tomat, adalah salah satu tanaman yang rentan terkena penyakit yang diakibatkan oleh serangan virus. Hampir semua tomat yang ada saat ini belum ada yang memiliki daya tahan kuat bila sudah terserang. Disinyalir ada lebih dari 18 jenis virus yang menyerang tanaman tomat. Bahkan mungkin jumlah itu bisa bertambah.

Gejala Serangan Gejala serangan virus sangat tergantung pada jenis virus yang menyerang, kultivar tanaman inang, dan keadaan lingkungan. - Mosaik ini ditandai dengan wama belang pencampuran lebih dari satu wama. Mosaik pada daun biasanya berupa daun hijau yang tidak merata karena di beberapa bagian tercampur wama pucat atau kekuningan yang menyebar seperti percikan.

Mosaik adalah gejala daun yang memperlihatkan banyak daerah kecil berubah wama, yang kontras dengan warna asalnya dan cenderung berupa lingkaran terang seperti cincin. Pola bagian hijau yang bersiku kontras dengan wama kuning; daerah yang dikelilingi cincin klorotik yang memberikan mosaik kuning di atas warna hijau. Jika daerah warna yang berbeda jadi menyatu, akan menghasilkan gejala belang. TMV dan CMV merupakan contoh penyakit yang memiliki gejala seperti ini.

- Nekrosis yaitu kematian jaringan yang bisa terjadi pada urat daun, pada batang berupa garis-garis coklat, berupa bercak pada daun dan buah serta kematian pada titik tumbuh.

Namun budidaya tanaman tomat harus dilestarikan dan jangan sampai punah gara-gara perawatan yang belum mendetail akan gejala hama dan penyakit pada tanaman tomat tersebut. Sering terjadi di daun atau buah. Blogiztic. kecoklat-coklatan sampai hitam. Sayap bagian muka berwarna coklat dan sayap belakang berwarna putih dengan tepi coklat. mengkilap di antara warna daun yang hijau.. misalnya Diazinon dan Cymbush. Buah yang dilubangi pada umumnya terkena infeksi sehingga buah menjadi busuk lunak.Klorosis ditandai wama pucat. (3) ditepi kebun ditanam jagung untuk mengurangi serangan pada tanaman tomat.5-2. (4) tanaman liar disekitar areal pertanaman tomat dibersihkan. cabang ataupun buah. Blogiztic. Pada badan ulat bagian samping ada garis bergelombang memanjang. (2) telur dan ulat adapat dikumpulkan dan dibakar atau dimatikan.0 cm. Ulat buah tomat (Heliothis armigera Hubner.) Ciri: panjang ulat ± 4 cm dan akan makin panjang pada temperatur rendah. . daun. berwarna lebih muda.net ± Tomat banyak disukai masyarakat Indonesia untuk dikomsumsi sebagai bahan pelengkap makanan. Pada tubuhnya kelihatan banyak kutil dan berbulu. Warna ulat bervariasi dari hijau. hijau kecoklat-coklatan. Pengetahuan tentang hama dan penyakit pada tanaman tomat mempengaruhi hasil panen setiap orang yang berbeda. Pengendalian: (1) ngengat tertarik pada cahaya ultraviolet sehingga dengan sinar tersebut diadakan perangkap. Telur berbentuk bulat berwarna kekuningkuningan mengkilap dan sesudah 2-4 hari berubah warna menjadi coklat. baik pucat yang menyeluruh atau hanya berupa bercak saja Vein clearing yaitu warna pucat pada urat daun sehingga urat daun kelihatan transparan. hijau kekuning-kuningan. Panjang sayap ngengat bila dibentangkan ± 4 cm dan panjang badan antara 1.net akan mengulas hama dan penyakit pada tanaman tomat sebagai berikut.Kerdil pada tomat ditandai pertumbuhan yang terhambat. Ulat ini sering membuat lobang pada buah tomat secara berpindah-pindah. Hama dan penyakit pada tanaman tomat bisa anda brantas dan dimusnahkan dari sekarang. ukuran lebih kecil baik pada bagian morfologi tanaman. . . bunga dan buah tomat. (5) disemprot dengan insektisida.Malformasi yaitu terjadinya perubahan bentuk menjadi tidak sempuma atau tidak normal. Gejala: ulat ini menyerang daun.

menyempit seperti pita. tertutup tepung seperti lilin putih. Serangan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat/kerdil. (2) gulma di areal tanaman tomat harus dibersihkan agar tidak menjadi tempat berlindung thrips. daun mengecil.7 mm. kepala dan dadanya berwarna coklat sampai hitam dan perutnya hijau kekuning-kuningan.2 mm. (3) tanaman tomat terserang virus harus segera dicabut dan dibakar. Thrips dewasa bersayap dan berambut berumbai-rumbai. Nimfa (thrips muda) berwarna putih atau putih kekuningan. Gejala: Thrips mengisap cairan pada permukaan daun dimana daun yang telah diisap menjadi berwarna putih seperti perak karena udara masuk ke dalamnya. (3) disemprot dengan insektisida. Pengendalian: (1) tanaman yang kekurangan air lebih banyak diserang thrips.Kutu daun apish hijau Kutu ini termasuk famili Aphididae dari ordo Hemiptera yang sering disebut aphis tomat. misalnya Diazinon. Kutu daun thrips Kutu daun thrips termasuk famili Thripidae dari ordo Thysanoptera. Ciri: panjang thrips antara 1-1. Kutu hijau ini menjadi vektor (penyalur) virus sehingga tomat dapat terserang penyakit virus. Panjang kutu yang bersayap antara 2-2. daun menjadi kering dan mati. Pengendalian: (1) digunakan musuh alami hama. Panjang kutu yang tidak bersayap antara 1.3 mm. aphis tembakau atau aphis kentang. kerdil. memiliki 2 pasang sayap berwarna putih dengan bentangan 2 mm. melengkung ke bawah. Gejala: tanaman tomat yang terserang seperti diselimuti tepung putih yang bila dipegang akan berterbangan. klorosis. Lalat putih (kutu kabut. Azinposmethyl dan lain-lain. . misalnya beberapa jenis tabuhan yang merupakan parasit lalat putih dan beberapa jenis lembing guna memakan telur lalat putih. (4) pertanaman tomat dapat diberi mulsa jerami atau mulsa plastik. tidak bersayap dan kadang-kadang berbercak merah. Malathion. Gejala: daun tomat yang diserang bentuknya jelek. Ukuran antena sepanjang badannya. Kutu ini bila terganggu akan berhamburan seperti kabut atau kepul putih. Lalat putih betina berukuran lebih besar daripada lalat jantan. mosaik dan daun menjadi rapuh.5 mm. dan menggulung ke atas. tanaman tomat harus disiram dengan air yang cukup. (2) gulma di sekitar tanaman tomat harus dibersihkan supaya tidak menjadi inang lalat putih. Tanaman muda yang terserang akan layu dan mati. Telur berbentuk elips sepanjang antara 0. berbentuk oval serta datar dan badannya seperti sisik pada daun. Bila terjadi serangan hebat. bergaris merah atau tidak bercak merah.2-0. (2) pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara dipijit sehingga kutu aphis tersebut mati. Telur thrips berbentuk seperti ginjal atau oval. (3) pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida. (5) disemprot dengan Diazinon.8-2. dan bermata merah. Pengendalian: (1) gulma di sekitar areal tanaman tomat harus dibersihkan karena dapat menjadi tempat berlindung kutu. keriting. Ciri: Panjang kutu putih dewasa hanya 1 mm berwarna putih kekuning-kuningan. Panjang pulpa 0. Ciri: kutu ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.3 mm berwarna hijau kekuning-kuningan. berwarna hitam. Malathion dan Monocrotophos. Untuk itu. kutu kepul) Kutu ini termasuk famili Aleyrodidae dari ordo Hemiptera.

untuk menusuk dan menarik kembali cairan dalam mulut. tanah harus dibalik dan dibiarkan beberapa hari sampai beberapa minggu agar terkena sinar matahari sehingga pupa lalat mati. Gejala: buah tomat menjadi busuk karena terserang cendawan atau bakteri. (5) tanah yang telah ditanami tomat yang terserang penyakit layu tidak boleh ditanami tomat dalam waktu lama dan tidak boleh menanam tanaman yang termasuk solanase. Telur lalat berukuran kecil-kecil. Curater. Untuk mengamati hama ini harus digunakan mikroskop. (2) ditangkap dengan menggunakan umpan yang dapat memikat lalat jantan. Cendawan ini membentuk polipeptida (likomarasmin) yang menggangu permeabilitas membran plasma. panjang badan 6-8 mm. Sore hari mungkin masih dapat segar lagi tetapi keesokan harinya mulai layu lagi. Serangan nematoda ini dapat mengurangi produksi sampai 50% atau lebih. Belatung ini terletak di dalam daging buah. buah kecil serta sedikit dan cepat menjadi tua. sehingga perjalanan air dari bawah ke atas terhambat. (2) diberi mulsa plastik transparan untuk menaikkan suhu tanah agar penyakit fusarium mati. yakni warna daun tidak normal. dada berwarna coklat tua dengan bercak kuning atau putih. Gejala: pada malam hari sampai pagi masih kelihatan segar. Perut berwarna coklat muda dengan garis melintang berwarna coklat tua. Indofuran. Pengendalian: (1) pada waktu mencangkul. (3) buah yang terserang segera dipetik dan dibakar. kedua ujungnya runcing. Akhirnya. layu. (5) menanam varietas tomat yang resisten. (4) menggunakan alat yang bersih dari penyakit layu. (3) menanam tanaman tomat di tanah yang bebas nematoda. (4) tanaman yang terserang harus segera dicabut dan dibakar. (2) tanah digenangi air yang cukup lama supaya nematoda mati. (3) menggunakan bahan kimia Nematisida. Gejala: akar tanaman membengkak memanjang atau bulat. . Ciri: mempunyai sayap transparan sepanjang 5-7 mm. kemudian menyerang jaringan pembuluh. akibatnya tanaman (akar) akan mengalami kesulitan mengambil air dari tanah sehingga terjadi klorosis. Pengendalian: (1) tanah dicangkul dan dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar matahari. misalnya Furadan. Bila buah dibuka akan kelihatan ada belatung berwarna putih. Ukuran badan nematoda betina sedikit lebih gemuk. atau terung engkol (Solanum macrocarpon). Belatung muda berwarna putih. (6) tanaman yang layu harus segera dicabut dan dibakar. Penyakit layu fusarium Infeksi terjadi lewat akar. tetapi bila dewasa berwarna kekuning-kuningan. Nematoda bengkak akar Ciri: bentuk nematoda bisul akar seperti cacing kecil sepanjang antara 200-1000 m. (4) gulma di daerah pertanaman tomat harus selalu dibersihkan. tanaman layu akan mati. Belatung dewasa berwarna kekuning-kuningan dan bila disentuh akan melenting sejauh 30 cm untuk menyelamatkan diri. tanaman tersebut menjadi layu. Panjang belatung 1 cm. Aliran air ke daun akan terhambat sehingga daun akan layu dan menguning. dan berwarna putih. Pengendalian: (1) menanam varietas tomat yang resisten (tahan).2 mm. (7) tanaman tomat disambung dengan cepokak (Solanum torvum). Pada mulutnya terdapat stylet yang berbentuk seperti jarum runcing. Petrofur. Jaringan xylem yang terserang warnanya menjadi coklat dan serangan ini dengan cepat menuju ke atas. panjangnya 1. (5) gulma di areal tamanan tomat dibersihkan. (6) diberi pupuk organik (pupuk kandang atau kompos). pertumbuhan terhambat. tetapi setelah ada sinar matahari dan terjadi penguapan.Lalat buah Lalat ini termasuk famili Trypetidae (Tephritidae) dari ordo Diptera. dan Temik.

yang merusak daun dan menyerang tanaman tomat yang masih muda ataupun tua. Bercak tersebut berwarna coklat muda. (6) drainase harus diatur dengan baik agar tanaman tidak tergenang air. zineb dan maneb. Serangan yang hebat menyebabkan daun tomat menggulung. atau maneb. terung. dan tanaman yang termasuk Solanase tidak boleh dipendam di areal pertanaman tomat. Pengendalian: (1) tanaman yang telah terserang segera dicabut dan dibakar. Gejala: daun tomat yang terserang tampak bulat coklat atau bersudut. (2) tanaman yang sakit segera dicabut dan dibakar. (3) bekas tanaman tomat. (5) tanah yang telah dicangkul dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar matahari. jangan dipendam dalam tanah. serta meluas ke seluruh buah. Jaringan nekrosis ini dikelilingi lingkaran yang berwarna kuning (sel klorosis). dan berwarna coklat sampai hitam. dan cekung. Penyakit ini mulai menyerang pangkal buah.Bercak daun septoria Penyebab: cendawan Septoria lycopersici Speg. Penyakit busuk daun Penyebab: cendawan Phytophthora infestans (Mont. hanya tampak beberapa milimeter. zineb. bercak akan membesar dan kemudian bersatu sehingga daun menjadi kuning. Gejala: daun tomat yang terserang berbercak coklat sampai hitam. (6) disemprot dengan fungisida. Penyakit ini biasanya dimulai dari pangkal buah (ujung tangkai) yang berwarna coklat tua dan cekung. Pengendalian: (1) menanam biji yang bebas penyakit atau biji terdesinfeksi. (5) penyiraman harus menggunakan air bersih yang tidak tercemar penyakit. (4) melakukan rotasi tanaman. Difolatan. yang menimbulkan bercak berair yang berwarna hijau kelabu sampai coklat. kentang. (4) melakukan rotasi tanaman. Buah muda atau masak yang terserang penyakit ini menjadi busuk. Penyakit bercak coklat Penyebab: Alternaria solani Sor. (3) menanam varietas tomat yang resisten. tetapi akhirnya meluas sampai ke seluruh daun dan tangkai daun. . dengan diameter 2-4 mm. Mula-mula pada ujung atau sisi daun. kemudian menjadi kelabu dengan tepi kehitaman. (7) gulma di areal pertanaman harus selalu dibersihkan. Bunga yang terinfeksi akan gugur. Garis tengah bercak 2 mm. (4) disemprot dengan fungisida misalnya. Bila serangan mengganas. misalnya Dithane M-45. propineb. zineb atau maneb. (2) dilakukan rotasi tanaman. (2) tanaman yang sakit tidak boleh dipendam di areal pertanaman tomat. tapi harus dikumpulkan di tempat lain dan dibakar. berwarna hitam. (9) disemprot dengan carbamat. Gejala: terlihat bercak bulat kecil berair pada kedua permukaan daun dibagian bawah. mengering dan rontok.) de bary. Bercak itu menjadi jaringan nekrosis yang mempunyai garis-garis lingkaran sepusat. (3) menanam tanaman tomat yang resisten. layu dan mati. Pengendalian : (1) gulma dan sisa tanaman tomat yang telah mati dibersihkan dan dibakar. dengan menanam tanaman lain yang berbeda famili. (8) pembibitan dan penanaman jangan terlalu rapat. bergaris tengah 5-20 mm dan tertutup massa spora hitam seperti beledu.

Pengendalian: (1) melakukan rotasi tanaman dan tidak boleh menanam jenis-jenis tanaman yang termasuk famili Solanaceae. (2) melakukan rotasi tanaman selama 1-2 tahun. (4) tanaman disambung dengan batang bawah cepokak. pada buah yang terserang mula-mula kelihatan bercak berair. Penyakit layu Penyebab: Pseudomonas solanacearum (E. warna jaringan cortex akan menjadi coklat dan daun menjadi layu. Kerak bakteri. (4) tanaman yang . Tanaman yang terinfeksi menjadi kerdil. (5) disemprot dengan fungisida yang mempunyai bahan aktif kaptafol. (4) diberi mulsa plastik transparan. dan daun bagian bawah menguning. (4) menanam tanaman tomat yang resisten. Gejala: muncul bercak cekung kecil berwarna coklat. (3) diberi mulsa dan lanjaran agar buah tidak menyentuh tanah. Gejala: tanaman yang diserang penyakit ini lebih cepat layu. kelihatan ada lingkaran-lingkaran sepusat. dan kadangkadang terbentuk akar adventif sepanjang batang tomat. Bila serangan terjadi pada akar dan batang. (5) tanaman disemprot dengan antibiotika. Tanaman yang telah terinfeksi daunnya masih hijau tetapi kemudian tiba-tiba layu. cekung dan berwarna coklat keabu-abuan garis tengah 1-5 mm. daun yang terserang mengalami klorosis dan gugur. (2) gulma di areal pertanaman dibersihkan. Pengendalian: (1) air pengairan harus bersih dan bebas penyakit. Sm) E. Busuk buah antraknosa Penyebab: cendawan Colletotrichum coccodes (Wallr. (3) menanam tanaman tomat yang resisten. Bercak ini membesar dan timbul lingkaran-lingkaran sepusat. batang yang terluka menyerupai kerak panjang dan berwarna keabu-abuan.Penyakit busuk buah Rhizoctonia Penyebab: cendawan Thanatephorus cucumeris (Frank) Donk. (3) diberi lanjaran supaya buah tomat tidak menyentuh tanah. bercak bakteri Gejala: adanya bercak berair kecil pada daun dan batang. (2) menanam biji dari tanaman tomat yang sehat. Pengendalian: (1) melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang berbeda famili. batang dan akar tanaman tomat. Warna bercak menjadi coklat tua dan bagian tengahnya sering kali retak. daun menggulung ke bawah. Pada pangkal buah kelihatan ada bercak ungu yang terletak dekat tangkai. Gejala: buah tomat tampak ada bercak kecil berair. Tanaman yang terserang biasanya akan roboh dan mati.Sm.F.F. berwarna coklat. terutama pucuk daun yang masih muda. bulat dan cekung yang makin membesar. (7) tanah yang telah dicangkul dibiarkan beberapa waktu agar cukup terkena sinar matahari. kemudian berubah menjadi bercak bergabus. (3) menanam varietas tomat yang resisten.) Hughes. (2) penanaman jangan terlalu dalam. (8) disemprot dengan fungisida yang mempunyai bahan aktif chlorothalonil dengan interval 7-8 hari sekali untuk menanggulangi timbulnya penyakit busuk buah. bercak berair ini akan mengering. Pengendalian: (1) sisa tanaman sakit tidak boleh dipendam dalam tanah. (6) tanaman yang sakit dicabut dan dibakar. Penyakit ini dapat menyerang buah. dan kemudian menjadi hitam. (5) menanam varietas tomat yang resisten. tanaman tomat yang terserang daun-daunnya mengeriting ke bawah dan mengering. (6) melakukan rotasi tanaman. (7) gulma dan sisa-sisa tanaman sakit harus dibersihkan dan dibakar.

sakit harus segera dicabut dan dibakar. lycopersici (Sacc. (6) menyiram tanaman dengan air yang bersih dan bebas penyakit.1 %.sp. .Uji kesehatan benih : Metode Blotter. terjadi bercak dengan lingkaran-lingkaran terpusat.). batang. Pada serangan berat banyak terdapat bercak. kecubung (Datura stramonium).Gejala pada buah umumnya melalui batang atau calyx. daun akan layu dan gugur sebelum waktunya (Gambar «). Pengendalian penyakit benih : Di Hongaria dikendalikan dengan perlakuan benih yaitu dengan perendaman selama 15 menit dalam ceresan 0.. ranti (S.Lokasi inokulum pada benih :Miselium dan konidia pada permukaan benih. Mengenal Penyakit Pada Tanaman Tomat A. Miselium pada lapisan benih. dan Amerika Serikat. (5) tanaman tomat yang mati tidak boleh dipendam dalam tanah. India. melongenas). Layu Fusarium (Fusarium wilt) : Fusarium oxysporum f. terung (S.. Di sekitar bercak nekrotik terdapat halo sempit. Gejala serangan : Gejala dapat terjadi pada daun. Penularan penyakit : Melalui sisa-sisa tanaman sakit. Alternaria blight) : Alternaria solani Sorauer. Buah yang terinfeksi akan gugur sebelum masak (Gambar . Australia.Gejala pada batang ditandai dengan bercak gelap yang mempunyai lingkaranlingkaran terpusat. berwarna coklat tua sampai hitam. Tanaman inang : Tanaman yang termasuk Solanaceae antara lain kentang (Solanum tuberosum). Sebaran geografi : Terdapat di Inggris. Pada daun terdapat bercak-bercak kecil bulat dan bersudut. Di Indonesia dilaporkan terdapat di Sumatera dan Jawa. dan buah. tanah dan benih.) Snyder & Hansen. B. nigrum). Bercak kering Alternaria (early blight.

Sebaran geografi : Terdapat di seluruh dunia. air destilasi 1 l. mikrokonidia yang dihasilkan terbawa dalam pembuluh cairan. Di Maroko perlakuan benih dengan 2 % Na-hipoklorit dilaporkan dapat mengendalikan penyakit.. Miselium terdapat dalam lapisan luar benih. Penularan penyakit : melalui benih dan tanah Lokasi patogen pada benih : Pada permukaan benih sering terkontaminasi inokulum patogen. Uji kesehatan benih : Benih yang telah disterilisasi permukaannya diletakkan pada media agar Littman : Dextrose 10 g. agar 20 g. bacto oxgall 15 g. Struktur seperti klamidospora terdapat dalam hilum benih. Pengendalian penyakit benih : Perlakuan dengan benomil dilaporkan di Taiwan dapat mengeradikasi inokulum. Kemudian diinkubasikan pada 20o C selama 5 hari dengan pencahayaan ultra violet selama 12 jam. peptone 10 g. Pada benih yang terinfeksi akan muncul koloni seperti kapas di sekitar benih (Gambar .).. Daun yang terserang akhirnya berubah menjadi kuning. Tanaman dewasa yang terserang menunjukkan kelayuan yang diawali dengan merunduknya petiole dan rachis daun. Gejala serangan : Bibit yang terserang menunjukkan gejala layu. .Tanaman inang : terbatas pada tomat. Akar yang terinfeksi apabila dicabut dan dibelah secara vertikal menunjukkan gejala diskolorasi pada pembuluh xylem (Gambar «). Di Indonesia dilaporkan terdapat di Sumatera dan Jawa.

fruit rot) : Phytophthora infestans (Mount. Uji kesehatan benih : . dan Nusa Tenggara Timur.. Bali. lapisan luar benih (internal dan eksternal). menggulung. Sebaran geografi : Terdapat di Amerika Utara.). Pada kondisi lembab pada permukaan bawah daun terdapat gejala busuk berwarna abu-abu keputihan.Daun yang terinfeksi menjadi coklat. Penularan penyakit : Melalui sisa-sisa tanaman sakit dan benih. C. Sulawesi Utara.Peranan karantina : Penyakit layu Fusarium merupakan penyakit yang menimbulkan banyak kerugian dan terdiri dari beberapa ras maka penyebaran penyakit melalui lalu lintas benih perlu mendapat perhatian dari pihak karantina. Gejala busuk lunak oleh bakteri biasanya mengikuti gejala hawar daun sehingga menyebabkan timbulnya bau busuk (Gambar . Tanaman inang : Tomat. Gejala serangan : Bercak pada daun pada awalnya berupa bercak kebasahan kemudian meluas secara cepat menjadi bercak hijau pucat sampai coklat.Buah yang terserang nampak bercak gelap seperti berminyak. Jawa. Batang dan petiole juga dapat terserang. Lokasi patogen pada benih : Inokulum terdapat pada permukaan benih. Amerika Tengah. Bercak dapat membesar sehingga menutupi seluruh buah.)de Barry. kemudian berkembang menjadi bercak besar berwarna coklat. Hawar daun (late blight. dan mati. kentang. sehingga keseluruhan tanaman mati (Gambar «). Di Indonesia penyakit ini dilaporkan terdapat di Sumatera.. dan Eropa. dan terung.

Gejala serangan : Penyakit terjadi pada pembibitan dan tanaman muda yaitu terjadinya gejala pembusukan dan rebah kecambah. busuk pangkal batang (damping off. Pengendalian penyakit benih : .metode Blotter. kemudian berkembang menjadi cekung. yaitu adanya pembusukan dengan warna coklat kemerahan. collar rot : Rhizoctonia solani Kuhn. Rebah kecambah.Pengendalian penyakit benih :Perlakuan desinfeksi permukaan benih. Tanaman inang : Penyakit ini mempunyai sebaran inang yang luas antara lain tanaman yang termasuk famili Solanaceae. kanker berwarna coklat dan batang menjadi terpilin. Dalam kondisi yang menguntungkan penyakit dapat berkembang ke bagian atas maupun bawah tanaman.Lokasi patogen pada benih :Sklerotia tercampur dalam benih. Uji kesehatan benih : Metode Blotter untuk mengamati miselium. Pembusukan dimulai dari lapisan luar batang.) Sebaran geografi : Di Indonesia dilaporkan terjadi di Jawa dan Sumatera. D. Sklerotia yang tercampur dengan benih dapat dideteksi dengan pengamatan secara visual. Gejala awal terjadi pada pangkal batang dekat permukaan tanah. Penularan penyakit : Inokulum primer berasal dari tanah dan sisa-sisa tanaman sakit.

Gejala serangan : Gejala bervariasi tergantung pada strain virus dan kultivar tanaman. Pada tanaman tomat gejala diawali dengan menguning dan kerdil. kacang-kacangan. squash. viola. Lokasi patogen pada benih : Virus CMV terdapat pada embrio. dan semak. pisang. buah ketimun mengalami distorsi. ixora. Vigna sequipedalis dan V. yang dapat dikacaukan dengan gejala ToMV yaitu malformasi daun (fernleaf). candytuft. melon. petunia. Penularan penyakit : ‡ Secara mekanis ‡ Vektor : terdapat 60 spesies aphid. dahlia..Pada bayam terjadi gejala hawar dan mosaik pada seledri. .Pada ketimun dan zucchini menunjukkan gejala mosaik sistemik dan kerdil. columbine. seledri. Cucumber Mosaic Virus (CMV) : Cucumovirus. gulma. zinnia. Tanaman inang : Lebih dari 49 famili tanaman terdiri dari tanaman budidaya. delphinium. dan Stellaria media 40 %. cabai. E. bayam. dan markisa. antara lain : wortel. Di Indonesia dilaporkan terdapat di Jawa. phlox). Sebaran geografi : Terutama didaerah beriklim sedang. selada. ketimun.. Daun menunjukkan gejala mottle mirip gejala tobacco mosaic virus (TMV). ‡ Melalui benih : pada tomat dan ketimun hanya 1 %.).Pada kacang-kacangan terdapat gejala mild mosaic (mosaik ringan). unquiculata 4 ± 28 %.Dilaporkan perlakuan benih dengan Ceresan M dapat mengendalikan penyakit. tanaman hias (anemone. geranium. tanaman tahunan. Phaseolus vulgaris 20 %. Gejala karakteristik adalah bentuk daun seperti tali sepatu (shoestring-like) (Gambar . 28 nm. tanaman hias. kerdil dan menguning.

b) Gejala kuning nyata atau ³aucuba´ mosaik dan mottle pada daun yang dapat mempengaruhi buah.). amaranticolor.Beberapa spesies menunjukkan reaksi lokal gejala bercak nekrotik yaitu Nicotiana tabacum var Xanthi n. kultivar/varietas tanaman.. Vigna unquiculata. Aizoaceae. F. bercak lokal berukuran kecil berwarna coklat. dan N. Di Indonesia penyakit ini dilaporkan di Sumatera dan Jawa. Tomat. ‡ Uji serologi : ELISA.Uji kesehatan benih : ‡ Tanaman indikator : Chenopodium quinoa dan C. .c. Tanaman inang : Tanaman yang termasuk famili Solanaceae. gejala daun berbentuk seperti tali sepatu.. Sebaran geografi : Terdapat di seluruh dunia. serta strain virus. 300 x 18 nm). Pada kondisi intensitas rendah dan suhu rendah terjadi gejala kerdil dan malformasi daun (fern-leaf) (Gambar . glutinosa juga dapat bereaksi lokal tetapi kurang sensitive. dan Scrophulariaceae. menimbulkan gejala bercak lokal nekrotik. penyinaran. sylvestris. Amaranthaceae. N. Gejala serangan : Gejala yang timbul sangat dipengaruhi oleh suhu. Secara umum dapat dikelompokan dalam tiga tipe gejala : a) Gejala mosaik dan mottle pada daun (pada musim panas di rumah kaca). umur tanaman. Virus Mosaik Tomat (Tomato Mosaic Virus) : ToMV (bentuk batang.

Ukuran diameter bercak 0. Inokulasi juga dapat dilakukan pada potongan N.Pengendalian penyakit benih : ‡ Benih tomat dapat dibebaskan dari kontaminasi virus dengan cara merendam benih dalam larutan 10 % (w/v). mosaik kronis. serta kekerdilan. Uji kesehatan benih : a) Metode uji tanaman indikator :Inokulasi virus pada tanaman indikator N. dapat menimbulkan hasil reaksi lokal bercak nekrotik dalam 3 ± 5 hari.Pada cabai yang ditanam setelah tomat. ‡ Perlakuan benih dengan pemanasan (heat treatment) pada suhu 70o C selama 2 ± 4 hari atau selama 2 hari pada suhu 78o C dapat mengeradikasi virus yang terbawa dalam endosperm.5 mm kemudian berkembang menjadi 4 mm. testa. Terjadinya nekrotik dapat menimbulkan kematian tanaman. sylvestris yang diinkubasi dalam cawan petri di bawah penyinaran lampu.Dengan menggunakan antisera pada konsentrasi 1 : 16.000. tabacum cv.c) Gejala nekrotik pada batang. Virus bersifat sangat stabil dan mudah ditularkan dari benih ke pembibitan pada saat pengelolaan tanaman secara mekanis misalnya pada saat pemindahan bibit ke pertanaman. dan atau buah.Lokasi patogen dalam benih :Virus terdapat dalam external mucilage. Virus tidak ditularkan melaalui embrio. dan endosperm. b) Uji serologi . Na. Inokulum virus dapat diperoleh dengan cara menggerus benih terinfeksi dalam larutan air atau buffer. terjadi nekrotik pada daun. Pada buah terjadi bercak cekung nekrotik. Virus ini belum diketahui dapat ditularkan melalui vektor (serangga penular). Xanthi n. selama 20 menit. ‡ Penanganan bibit secara hati-hati agar tidak bersentuhan satu sama lain. . Virus dapat bertahan dan bersifat infektif selama beberapa tahun. petiole. kerontokan/gugur daun. c. ‡ Menghindari menanam tomat pada lahan yang sama untuk jangka waktu minimum 7 bulan. Penularan penyakit : Secara mekanis dan melalui benih. PO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful