FILOLOGI

Ibnu Santoso, M.Hum.

Kompetensi 

Mata Kuliah ini bertujuan memberikan kompetensi mahasiswa untuk memahami dan menjelaskan kebudayaan suatu bangsa lewat hasil sastranya baik lisan maupun tertulis. Bahan pembelajaran meliputi tujuan filologi, sejarah penelitian filologi, ilmu bantu filologi, objek filologi, kodikologi dan tekstologi. Kegiatan pembelajaran berupa kegiatan tatap muka, praktek kajian, presentasi dan diskusi. Penilaian dilakukan dalam bentuk penugasan, presentasi, dan tes tertulis.

Pengertian Filologi
(Yunani) = cinta  logos (Yunani) = kata  ³Cinta kata´ atau ³senang bertutur´  Perkembangan makna filologi  Menjadi  ³Senang belajar´ ³senang ilmu´ ³senang kesusastraan´ ³senang kebudayaan´ 
philos

Kata Kunci 

Dari pengertian secara etimologis di atas, setidaknya ada tiga kata kunci yang dapat dijadikan pegangan untuk dikembangkan menjadi definisi, yaitu (1) senang, (2) kesusastraan, dan (3) kebudayaan. Di samping itu, untuk membangun definisi filologi secara komprehensif maka perlu dilakukan penelusuran unsur-unsur yang unsursecara paradigmatis selalu muncul dalam sepanjang sejarah ilmu tersebut digunakan orang.

Pada Abad ke-15 sampai dengan abad ke 20 Masehi kesejalan dengan munculnya bangsa Eropa ke Wilayah Timur. Mengalami transformasi yang cukup signifikan pada abad ke-20 Masehi terutama yang keterjadi di Eropa atau tepatnya di Wilayah Anglosakson. yaitu pada waktu pemerintahan Islam Daulah Abasiyah yang berpusat di Bagdad.Sejarah Perkembangan Filologi      Filologi sebagai ilmu sebetulnya mempunyi sejarah yang panjang. Menyebar ke Timur Tengah pada abad ke-4 Masehi kedan berkembang sampai pada abad ke sembilan Masehi. Romawi Timur maupun Iskandariyah. Ilmu ini muncul sejak abad ke-3 Sebelum Masehi di keEropa baik itu di Romawi Barat. yaitu India dan beberapa daerah di wilayah nusantara. . Berkembang pada Abad ke-13 Masehi sampai abad keke 17 Masehi.

. kemudian menyalinnya dalam keadaan yang mudah dibaca serta bersih dari kesalahan. bahasa.Munculnya Filologi  Waktu : Abad ketiga SM  Tempat : Eropa Barat (Aleksandria)  Tujuan : Penggalian Ilmu Pengetahuan Yunani lama & perdagangan naskah  Metode yang digunakan ialah : memperbaiki huruf. ejaan. tatatulis.

perkamen´ ³parchment´ Perbedaan lainnya ialah pada cara penulisan yang telah penulisan menggunakan nomor halaman dalam bentuk buku (codex).Filologi Berkembang di Romawi Barat     Waktu : sama seperti di atas Tempat : Romawi Barat Tujuan : Penggalian Ilmu Agama naskah berbahasa Latin yang berisi puisi dan prosa yang telah diteliti secara filologis sejak abad ke-3 S M. (codex). Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembacaan dan penyalinan naskah pada kulit binatang domba yang disebut ³perkamen´ (Belanda) ³parchment´ (Inggris). . keMetode : membaca dan menyalin Perbedaannya dengan para filolog di Aleksandria di Romawi barat mereka hanya memfokuskan pada naskah keagamaan terutama sejak terjadi kristenisasi di Eropa.

Jika para filolog di Eropa atau Romawi Barat mereka hanya membaca dan menyalin naskah maka para filolog di Romawi Timur menambah kegiatan mereka dengan menafsirkan isi naskah. Penafsiran mereka dinamakan scholia. . scholia. yaitu penafsiran yang ditulis pada setiap halaman berupa tulisan lain yang membicarakan masalah yang sama yang ada dalam naskah.Filologi Romawi Timur  Perubahan atau perkembangan yang cukup signifikan dilakukan oleh para filolog Romawi Timur.

yaitu tulisan Plato. dan Galen ke dalam bahasa ke dalam bahasa Syria kemudian ke dalam Bahasa Arab. .Timur Tengah     Waktu : abad ke-5 M keTempat : Timur Tengah di Jundi Syapur Pusat Studi ilmu Filsafat dan ilmu kedokteran Herra (Hirah) Tujuan : Penggalian Ilmu Pengetahuan lama Metode yang digunakan : penerjemahan teks Yunani. Ptolomeus.

. teknik. dan Siria ke dalam bahasa Inggris. Teks-teks yang mereka teliti Teksberisi berbagai ilmu pengetahuan dan kesusastraan. astronomi. Di samping itu mereka juga mengiventarisir naskah yang ditemukan. Turki. Ibrani. Parsi. Penerjemahan juga dilakukan oleh para filolog di Cambridge dan Oxford pada abad ke-17 M dengan melakukan penerjemahan keterhadap teks Arab. dan musik.Dinasti Abasiyah    Waktu : Abad ke-8 s/d ke-9 kekeTempat : Di Bagdad (Dinasti Abasiyah) Metode : di samping melakukan penerjemahan teks Yunani dan Parsi ke dalam bahasa Arab juga melakukan penelaahan dan studi kandungan teks yang berisi ilmu pengetahuan seperti geometri. Analisis yang digunakan ialah kritik teks yaitu dengan memberi kritik terhadap adanya korupsi dan penerjemahan yang kurang tepat.

 . kesastraan. Isi teks yang dikerjakannya meskipun terfokus pada masalah humaniora namun cukup beragam. ilmu hukum. ilmu bahasa. yaitu mulai dari masalah keagamaan. ke Tempat : Italia  Metodologi : para filolog di samping membaca dan menyalin juga merunut sejarah suatu teks.Puncak Perkembangan Filologi Waktu : Abad ke-13 M. sejarah. filsafat. Untuk kegiatan tersebut mereka telah menggunakan metode kritik teks dalam merunut sejarahnya. sampai masalah kesenian.

atau diterjemahkan dan disunting dan mengusahakan agar naskah sesuai dengan teks aslinya. Hasil suntingan tersebut kemudian diperbanyak dengan menggunakan mesin cetak. Jika sebelumnya naskah hanya bisa diperbanyak satu demi satu maka dengan ditemukannya mesin cetak naskah dapat disalin dalam jumlah banyak. kemudian dijelaskan kosakatanya. yaitu dengan mengoreksi kesalahan penyalinanya. Metodenya : pertama-tama naskah diteliti dari segi pertamakeasliannya.Penemuan Mesin Cetak pada Abad 15        Waktu : Abad ke-15 M keTempat : Daratan Eropa Kejadian : Penemuan mesin cetak. . Dengan ditemukannya mesin cetak terjadilah revolusi dalam penyalinan naskah.

. Dalam praktiknya. banyak naskah sebuah teks yang disunting dengan memasukkan semua unsur yang baik yang terdapat dalam berbagai naskah yang dijumpai sehingga terjadilah naskah baru yang berupa naskah hibrid karena tidak diketahui lagi ciri-ciri setiap naskah yang ciridiperbandingkan. Hal ini terjadi karena filolog tidak memberikan kritik teks terhadap setiap perbedaan yang terjadi pada setiap naskah.

Para filolog kemudian melakukan penelitian bahasa teks. dan pemahaman terhadap ilmu pengetahuan yang berasal dari India dan Nusantara. penelaahan. penerjemahan. penerjemahan.  Tempat : Eropa Barat  Peristiwa : pencarian daerah baru di negaranegaranegara Timur (India & Nusantara) menodorong pemerintah untuk membebani para filolog agar dapat melakukan penelitian teks untuk memahami kebudayaan masyarakat yang berada di daerah-daerah jajahan demi daerahkepentingan penjajahan atau pemerintah kolonial.Pencarian Koloni Baru Waktu : Abad 15 M.  .

sampai pada semua aspek kebudayaan untuk kepentingan penjajahan. subjek penelitian filologi secara struktural mengalami transformasi sejalan dengan perkembangan atau tuntutan zaman. yaitu teks atau naskah. penafsiran. . penyalinan. Demikian juga yang terjadi pada fokus penelitiannya. yaitu mulai dari pembetulan kesalahan.Kesimpulan Sejarah Filologi    Sejarah penelitian filologi di atas menunjukkan bahwa objek penelitian filologi sejak pertamakali hingga sekarang tetap tidak berubah. yaitu mulai dari berbagai macam ilmu pengetahuan. sampai pada kegiatan penerjemahan. masalah keagamaan.

.Definisi Filologi  Filologi adalah ilmu yang membahas cara penelitian teks untuk dapat menarik pemahaman nilainilainilai kebudayaan yang ada di dalam teks tersebut baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Mengungkapkan nilai-nilai nilaibudaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan. Melestarikan warisan budaya bangsa .Tujuan Umum Filologi     Memahami sejauh mungkin kebudayaan suatu bangsa lewat hasil sastranya baik lisan maupun tuis. Memahami makna dan fungsi teks bagi masyarakat penciptanya.

 .  Mengungkap sejarah terjadinya teks dan sejarah perkembangannya.Tujuan Khusus Filologi Menyunting sebuah teks yang dipandang paling dekat dengan teks aslinya.  Mengungkap resepsi pembaca pada setiap kkurun penerimaannya.

Objek Filologi  Teks dan Naskah  Teks adalah isi atau kandungan yang terdapat dalam naskah dan bersifat abstrak  Naskah adalah bentuk konkret dari teks .

Perbedaan Teks dan Naskah  Pada mulanya konsep teks adalah katakatakata atau tulisan asli pengarang atau naskah asli yang ditulis oleh pengarang. . bisanya energi seorang pengarang difokuskan untuk karya berikutnya. Setelah selesai membuat karangan. Teks ini biasanya di tulis oleh pengarangnya dengan tulisan tangan lembar demi lembar hingga siap untuk dibaca. Setiap pengarang biasanya hanya membuat sebuah teks untuk kemudian disebarluaskan atau disosialisikan.

yaitu pembacaan teks yang dilakuan oleh masyarakat. yaitu keinginan-keinginan untuk keinginanmenggandakan atau menyalin teks tersebut dengan barbagai macam alasan. Peristiwa pembacaan tersebut mendorong munculnya peristiwa lain. . alasan untuk Sulastinmenggandakan teks tersebut adalah sebagai berikut. Oleh Sulastin-Soetrisno.lanjutan  Ketika teks tersebut telah sampai di masyarakat muncullah kegiatan lain.

Naskah dianggap penting untuk disalin karena tujuan politik agama. kekhawatiran terjadi sesuatu dengan teks atau naskah asli. Tujuan magis. misalnya hilang. dan sebagainya. yaitu dengan menyalin naskah tertentu orang akan merasa mendapat kekuatan magis dari teks yang disalin itu. ketumpahan benda cari dan lain sebagainya. pendidikan.terbakar. .ingin memiliki sendiri teks tersebut.

kedua. Kemungkinan yang paling sering terjadi adalah naskah turunan mengalami perubahan atau bahkan kesalahan penyalinan.lanjutan  Proses penggandaan atau penyalinan teks (naskah asli) disebut juga sebagai penurunan atau tradisi teks. . Penurunan teks tidak hanya terjadi pada teks atau naskah asli tetapi juga terjadi pada naskah turunan pertama. Pada proses ini. ketiga dan seterusnya. berbagai kemungkinan bisa saja terjadi.

semakin tinggi frekuensi penyalinan atau penurunan naskah semakin tinggi pula intensitas perubahannya. cucu. . Teks atau naskah asli mungkin diturunkan lebih dari satu kali. sebuah teks atau naskah asli bisa diturunkan menjadi anak.lanjutan  Secara teoretis. Dengan demikian. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tingkat intensitas perubahan sangat ditentukan oleh frekuensi penyalinan. Di samping itu. kemungkinan perubahannyapun lebih dari satu kali. Artinya. naskah turunan tersebut juga berkemungkinan untuk diturunkan lagi lebih dari satu kali. cicit dan seterusnya.

Akibatnya. teks atau naskah asli selanjutnya dijadikan hipotesis atau dugaan. Peristiwa di atas mengakibatkan setiap naskah mempunyai perbedaan dengan naskah yang lain. Dalam penelitian filologi. teks atau naskah asli yang jumlahnya hanya satu tidak dapat teridentifikasi lagi. Teks atau naskah asli baru dapat syuzet). naskah turunannya yang bermacam-macam disamakan bermacamdengan cerita yang tertulis atau wacana (discourse (discourse atau syuzet). ditemukan setelah dilakukan rekonstruksi penelusuran penurunan teks berdasarkan atas ciri-ciri perbedaan ciridan persamaan naskah yang terdapat dalam setiap naskah variabel yang ditemukan. teks atau naskah asli menjadi abstrak sedangkan yang kongkret adalah naskah turunannya. Teks atau naskah asli dalam posisi seperti di atas sering juga disamakan dengan bahan cerita (story atau fabula). . Dengan demikian. sedangkan (story fabula).

Perbedaan Teks & Naskah Teks  Bersifat abstrak  Bahan cerita  Story  Fabula  Naskah  Bersifat konkret  Cerita yang tertulis  Discourse  Syuzet  .

 Berbagai perpustakan di seluruh wilayah nusantara.  Kerajaan atau museum kerajaan yang ada di wilayah nusantara. dan skriptoria atau tempat penulisan naskah. maupun dunia  Kolektor naskah.  Berbagai .Keberadaan Teks Nusantara Museum di dunia. budayawan.

Ilmu Bantu Filologi  Untuk meraih tujuan filologi ada beberapa ilmu yang harus dimiliki oleh seorang filolog sesuai dengan karakteristik dan kandungan teks .

Karakteristik Penurunan Teks Teks Lisan Tulis Cetak .

.Konsep Mono dan Poligenesis  Monogenesis adalah proses keberadaan sebuah karya yang berasal dari satu karya kemudian menyebar ke mana-mana. mana Poligenesis adalah proses keberadaan sebuah karya yang secara struktural dapat muncul di manamana-mana dengan karakteristk yang hampir sama.

4. 2. baru kemudian penerbitannya. 3. dan sebagainya harus diberi prioritas atas data perubahan teks yang mekanis (kesalahan yang tidak disengaja oleh penyalin). Pertama-tama penelitian teks. Penelitian teks berusaha menyelidiki sejarah teks suatu karya. psikologik. estetik. Data-data (kesaksian) perubahan teks yang dilakukan secara sadar (secara ideologis. Salah satu penerapan praktis penelitian ini adalah suntingan teks. . Edisi teks harus menggambarkan sejarahnya.Penelitian Teks 1. 5. Penelitian teks harus disertai dengan penjelasan.

Perlu diteliti bayangan sejarah teks sebuah karya dalam monumen sastra lain. Pekerjaan sang penyalin dan kegiatan skriptoria masing-masing perlu diteliti. 8. dan lain-lain) suatu karya sastra dalam satu kumpulan (kodeks) perlu diteliti.6. kolofon. 7. Rekonstruksi suatu teks tidak dapat menggantikan teks yang diturunkan secara faktual. 9. Teks perlu diteliti secara keseluruhan. . Bahan penyerta teks (konvoi. 10.

 Pembandingan terhadap varian berikut naskah yang memuatnya dilakukan untuk memperoleh turunan teks dan kekerabatannya. dan kata yang terdapat dalam naskah seversi dilakukan untuk memperoleh perbedaan pada tigkat varian.Prinsip Pelacakan Penurunan Teks Pembandingan unsur-unsur intrinsik teks unsurterhadap seluruh naskah yang ada dilakukan untuk memperoleh perbedaan versi teks. kalimat.  .  Pembandingan alinea.

 Pembandingan unsur instrinsik lebih diutamakan dari pada pembandingan unsur alinea. dan kata.  .  Karakteritik penurunan teks lisan dan teks tulis saling tumpang tindih.Penelitian Teks Lisan Penerapan tekstologi disesuaikan dengan karakteristik teks lisan.  Pembandingan terhadap teks yang berbeda bahasa hendaknya memperhatikan prinsip monogenesis dan poligenesis. kalimat.

.Penelitian Teks Tulis  Penerapan tekstologi disesuaikan dengan karakteristik teks.  Sebelum melakukan penelitian teks hendaknya melakukan penelitian naskah atau kodeks.  Karakteristik teks tulis sangat tergantung dengan naskah atau kodeks.

umur.KODIKOLOGI  Kodikologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk atau semua aspek naskah meliputi : bahan. . perkiraan penulis naskah. tempat penulisan.

Penelitian Bahan Naskah .

Penelitian Umur Naskah .

Penelitian Tempat Penulisan Naskah .

Penelitian Perkiraan Penulis Naskah. .

Perbandingan Teks .

Metode Teks Tunggal .

Metode Teks Jamak .

Penelitian Teks Cetak .

Karakteristik Teks Cetak .

Penelitian Lintas Teks .