HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan ³ritual-ritual´ belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari ± hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang

1

sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang ³belajar´. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara

2

atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintanganrintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat. e. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari. f. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. g. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. h. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. i. Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu. j. Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain, baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan, maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. Justru dapat dikatakan, bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar, maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : - Psikologi behavioristik - Psikologi kognitif - Psikologi humanistik

3

Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun, dari periode ke periode berikutnya. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar. Bertolak dari kenyataan itu, maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar, masing-masing yaitu : - Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. - Teori-teori belajar dari psikologi kognitif - Teori-teori belajar dari psikologi humanistik. Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi.

4

1.2. Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus - respons ini akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas responsrespons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan

pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut ³ Contemporary Behaviorists´ atau jg disebut ³S-R Psychologists´. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya.

5

Watson. karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respons. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike.Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang. Pavlov. Gutrie dan Skinner. tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah . Dalam hal itu. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). Ada motif pendorong aktivitas 2. Teori ini sering disebut ³trial dan error leaming´ individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses ³trial and error´ dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. dan 4. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. Wabon. Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing. Ada berbagai respon terhadap situasi 3. Oleh karena itu. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. Ciri-ciri belajar dengan ³trial and error´ yaitu : 1. dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas. dan Ghuyhrie. Teori belajar Thondike disebut ³connectionism´. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov. Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum ± hukum : 6 . Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut. bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya.

Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing. Selanjutnya. anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. maka dapat berfungsi sebagai conditioned. (3) ³law of effect´ . maka hubungan itu menjadi lebih kuat. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan. lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan ³state of affairs´ yang memuaskan. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon. makin kuat hubungan itu. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. maka kekuatan hubungan menjadi berkurang. Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : air liur (berulang-ulang)pBel / lampu + makan Bel / lampu air liurp 7 . ketika perangsang bersyarat (bel. anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. Bilamana hubungan dibarengi ³state of affairs´ yang mengganggu. Dalam percobaan ini. Karena itu. air liur tersebut juga keluar. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. Praktek perlu disertai dengan ³reward´. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. maka reaksi menjadi memuaskan (2) ³law of exercise´. Ia melakukan percobaan terhadap anjing.(1) ³law of readiness´. dapat juga berlaku pada manusia. Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. di Rusia Ivan Pavlov (18491936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut ³classkal conditioning´ atau ³stimulus substitution´.

Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih. jika anak jijik terhadap sesuatu. cenderung akan menimbulkan gerakan itu. Watson berpendapat. Misalnya saja. apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. Metode respon bertentangan. Inilah yang disebut dengan asosiasi. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubunganhubungan stimulus-respon baru melalui ³conditioning´. sebutlah misalkan saja boneka. bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. yaitu : a. lambat laun anak tersebut 8 . Menurut Watson. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942). Menurut Gutrie. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut ³the law of association´ yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat. E. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi. dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan. dapat benar dan dapat juga salah. Dalam situasi tertentu. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti.R.Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar berdasarkan hasil penelitian Pavlov. Menurut gutrie. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. Dengan kata lain. Asosiasi tersebut. cinta dan marah. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. Gutrie berpendapat. jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut.

Oleh karena itu. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. digunakan pula suatu ³reinforcemen stimulus. Metode membosankan. c. teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. Skinner menganggap ³reward´ atau ³reinforcement´ sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya.Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). Ia disuruh merokok terus sampai bosan . Seperti halnya Thondike. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. Selanjutnya. dan setelah bosan. Disamping itu. Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar. digunakan suatu ³diskriminative stimulus´ (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. lampu. Skinner berpendapat. Operant conditioning. Metode mengubah lingkungan. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar.tidak jijik lagi kepada boneka. Dalam pengajaran. Jika anak bosan belajar. pemindah makanan. suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu. yakni : (1). berupa makanan´. Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. akibat-akibat suatu tingkah laku itu. b. Operants : respon yang terjadi karena situasi random Perbedaan penting antara Pavlov¶s classkal conditioning dan Skinner¶s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. Guru berperan 9 .

Paling tidak tidak. ³Fixed-ratio schedule´. Shopping. yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : ³Contradktion or reprimand´. 2. ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant or reinforcing stimulus). yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara ³reinforcement´ 4. Pendekatan suksesif. ³Variable ratio schedule´. Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan. ³variable interval schedule´. Penguatan positif dan negatif b.penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka. c. 10 . ³Fixed interval schedule´. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon.

interval tetap dan bervariasi. Sebaliknya. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. maka ia tidakpuas. Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. maka 11 . b. Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. g. bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks. Hukum kesiapan (law of readiness). Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus. c. hukum akibat (law of effect). ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan. Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu.mencoba-coba ini dilakukan. c. Jika seseorang siap melakukan sesuatu. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error). jika ia siap melakukan sesuatu. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. maka tingkatan penguatannya kian besar. Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. tetapi tidak melakukannya. Menurut thondike. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. dan ia melakukannya. Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a. Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. Implikasi dari hukum ini adalah. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang. Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. hubungannya dengan stimulus semakin lemah. Hukum latihan (low of exercise).d. Chaining of respons. Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Extention. maka ia puas. Dalam mencoba-coba ini seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. e.

d. bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. c. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). Selain mengemukakan tiga hukum belajar. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon- reinforcement. Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. Keseluruhan adalah lebih dari bagian- 12 . yaitu tindakan mengenal atau memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. 1. berbagai ragam respon ia lakukan. Menurut pendapat mereka. Tondike mengemukakan prinsip-prinsip belajar. kepercayaan. apa yang ada pada diri seseorang. bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubunganhubungan yang ada dalam suatu situasi. b. e. Jadi kaun kognitif berpandangan. Dengan perkataan lain. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan. Mereka berpendapat. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif.3. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. baik itu berupa pengalaman. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. yaitu : a.tingkatan penguatannya kian lemah. Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar. f. Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru.

pada awalnya diterima oleh reseptor. memecahkan masalah. Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. mencermati lingkungan. dan disiapkan untuk 13 . belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. Menurut psikologi kognitif.bagiannya. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan. Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek. mencari informasi. Menurut teori ini. diteruskan ke memori jangka panjang. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan. Saat transpormasi. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. Mempraktekkan. sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. sedangkan selebihnya hilang dari sistem. waktunya juga pendek. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. dan setelah membentuk pengertian. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. Dengan demikian. penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang). sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif.

variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure . Sebab. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) (3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif.menurut psikologi belajr kognitif. maka menurut psikolog kognitif. manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. dan kemudian kegenerator respon. (4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. Masalah 14 . bahwa yang dipelajari adalah fakta. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. kita mengetahui dimana adanya. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. reinforcemen sangat penting juga dalam belajar. Sementara untuk respon otomatis. informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek.dipergunakan di kemudian hari. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian. Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. berfungsi sebagai sumber umpan balik. Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain). Dalam pikiran yang sadar. (2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa.

tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika. baik dalam diri individu seperti tujuan. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial. Berbeda dengan teori stimulus respon. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. objek materiil yang ia hadapi. Lewin berpendapat.bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). kebutuhan. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. maupun 15 . (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan. misalnya : orang-orang yang ia jumpai. Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif. Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology. tekanan kejiwaan. yang bersifat psikologis. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatankekuatan. Siswa menerima atau menolak sesuatu berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space.

maka Piaget tekanan penyelidikannya lain. yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. Isi disebut juga content. minum . Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. 16 . Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu.Scheme mental. misalnya bemafas. Scheme berhubungan dengan : . Piage memakai istilah scheme secara interchageably. Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. Menurut Piaget.dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. misalnya scheme of classifkation. yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. makan. Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward. melainkan kualitatif. Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna.Refleks-refleks pembawaan. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. b. scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap). Struktur. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. Menurut Piaget. Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang. scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati).

Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang. yaitu organisasi dan adaptasi. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus yang menentukan kecakapan pikir anak. fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. + Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. dan function.Organisasi. yaitu structure. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi. Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. Anak yang sedang mengalami perkembangan. Pengaplikasian di dlaam belajar. content. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium. + Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. Fungsi. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. . Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. disebut juga fungcion. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. yaitu : 17 . individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi. Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek.Adaptasi. . berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren.c.

Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). Kematangan 2. Dengan demikian. Orang-orang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. 148). pekerja-pekerja sosial dan konseler. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek.0 ± 2. halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. tingkat preoperasinal 2. Gerakan ini erkembang. hendaknya dikukuhkan. pengalaman fisik / lingkungan 3. atau fenomenologikal.1.0 ± beda 1. Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. 1976. seorang pendidik atau guru bukanlah 18 .4.0 ± 7.0 anak 3. beragam.0 ber4. Dalam dunia pendidikan. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. Tingkat sensori motoris 0. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. misalnya ahli-ahli psikologi klinik.0 Tiap 2. p. perceptual. eksestensial. berbeda antara satu dengan yang lain. 1977. tingkat operasi formal 11. Cliffor D Foste. aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek.0 ± 11. bukan dari pengamat (observer). tingkat operasi konkret 7. Keberagaman yang ada pada diri anak. transmisi sosial 4. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik.

integration. seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. jika ingin memahami anak.5. Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. dan sebagainya. Oleh karena itu. belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami. Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. configuration. Sebagaimana disebtakan diatas. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya. Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya kepada individu. bidung. melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. wholistk. rambut. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. melainkan kepala itu adalah suatu 19 . Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. mulut. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. closure. organisme.bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. pattera. dagu. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. mata. tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. telinga. melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. Eka dalam pandangan psikologi behavioristik. dan gestalt. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. Menurut aliran ini. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. tidak terikat oleh lingkungannya. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt. 1.

Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugastugas harian yang beruntun. perbuatan. Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. sebagai roda. deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. Keseluruhan yang menjadi permulaan. dimana individu menemukan dirinya (5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. baru menuju ke bagian-bagian. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya. Lagi pula sesuatu hal. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. Pada struktumya masing-masing itulah bagianbagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya.keseluruhan yang bermakna. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu. 20 . adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu.

seperti simpanse dapat melihat hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. Koffka dan Wertheimer. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan.3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang. ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar. orang 21 . mana hidung ibu. Berdasarkan pengertian belajar diatas. Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. Pertama.CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. 1) Belajar berbeda dari kematangan. 2. dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. Menurut pandangan psikologi gestalt. mana telinga ibu. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembanganperkembangan bawaan. Oleh karena itu. pada saat tertentu. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental. Kedua. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mulamula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan. Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman. CIRI . atau menarik dan sebagainya. dsb)". Tanpa melalui aktivitas belajarpun. belajar dibedakan dengan kematangan. belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir.

22 . Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). baik yang bersifat fisik maupun psikis. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. kematangan akan dialami oleh seseorang. dari memberikan respon yang salah atas stimulus-stimulus ke arah memberikan respon yang benar. dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar. Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar. Demikian juga. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar.akan mengalami kematangan. bukanlah karena proses belajar. Oleh karena itu. tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja. Orang setiap kali dapat berubah. Perubahan-perubahan demikian. Oleh karena itu. dari kurus menjadi gemuk. tidak sama dengan perubahanperubahan dalam belajar. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. 2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara. dan tidak berubah-ubah. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. Berbeda dengan belajar. meskipun ia sendiri tidak mensengaja. tidaklah akibat dari aktivitas belajar. Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya.

Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan. sepanjang aktivitas tersebut disadari. b. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. Pertama. Oleh karena itu. dan bukan pengajar). disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari. 23 .1. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. Jelas perubahannya. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri. agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas. Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar.3. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. 3. Kedua. Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini.

Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. e. e. comprehension. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kawasan pertama. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. Oleh karena itu. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. d. applkation. mengaplikasikan konsep-konsep. teori-teori dalam situasi praktis. analysis. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut: a. ialah kawasan tersebut. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraan-prakiraan. menghubungkan.c. c. yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. Pada sub kawasan ini. Jelas cara menghukumya. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). Pada sub kawasan ini. Jelas ukuran perubahannya. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari. Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. syntihesis don evaluation. yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana. d. karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu. cognitive terdiri dari knowledge. Knowledge. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan. masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. teori-teori yang pernah ditelaah. Jelas waktunya. f. dapat diartikan dengan pengetahuan. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang 24 . b.

Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda. e. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan. characteristization by a value or value complex. Responding atau pemberian tanggapan. Kawasan kedua. responding. telah dapat meliput kesadaran seseorang. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. valuing. integritas. c. Secara berturutturut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. Receiving atau penerimaan. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. berharga-tidak berharga. pada sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. berbeda 25 . Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving. kejadian atau even. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. Oleh karena itu. benda. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. f. d. Menghadirkan diri demikian ini. Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu.sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah. adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima. maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas eveneven yang ia terima. organization. b. Valuing atau pemberian nilai. meskipun dalam tataran rendah. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk.

Sebab. Sub kawasan ini meliputi mental set. f. Mechanism atau mekanisme. Pada subleawasan ini. Kawasan ketiga psycomotor. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. physkal set dan emotional set.dengan orang lain. Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. set. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. termasuk yang problematis sekalipun. complex overt respon. guided respon. c. Set atau kesiapan. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya mencoba 26 . Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a. mechanism. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini. melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. e. Pada sub kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. sosial dan emosional. g. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya. Pada sub kawasan ini. Guided respon atau respon terpimpin. adaptation dan origination. Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran. Adaptation atau penyesuaian. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakan-gerakan yang ditampilkan. Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. seseorang bersedia mengambil tindakan-tindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya. Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi. Origination atu penciptaan. Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. b. selanjumya menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas motoriknya. d. Perception atau persepsi.

Pemahaman seseorang terhadap orang lain. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya.ditandai dengan hal-hal yang serba baru. dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri. la. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman.2. sebutlah saja dunia dengan segala isinya. a. Pemahaman terhadap orang lain. la akan menjadi dirinya sendiri. Singkat kata. malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. Dengan cara pandangan demikian. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. merancang hal-hal baru. 3. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. 27 . juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. misaInya membuat pola-pola baru. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. juga menjadikan seseorang tidak risau. ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. MimbuInya saling curiga. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri. dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya.

tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. keterampilan-keterampilan personilsosial. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap. kejujuran. Dalam belajar. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. Oleh karenanya. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. pada masa sekarang ini. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. c. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar. dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka. Keterampilan personal yang 28 . kemerdekaan. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. Di era globalisasi seperti saat sekarang.b. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. masyarakat manapun. kognitif dan instrumental. tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain. Setiap pembelajar. Nilai dinlaksud. keindaban. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. Sebab. Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. seberagam jumlah pembelajar. Oleb karena itu. Malahan. saling membantu dan memberi manfaat. pasti menganut sebuah nilai. Setiap masyarakat. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. Terbentuknya sebuah sikap.

ersonal yang dimiliki oleh pembelajar.dimiliki. Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. Maka dari itu. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan. sosial dan kognitif 29 . Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan. maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilanketerampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal. sesama manusia. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini. pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya. Sebagai makhluk sosial. maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. Dengan cara demikian. Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar. mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya. Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk. Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk. Keterampilan p. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian pesat. dan tidak sekedar sebagai penonton saja. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan. Dengan perkataan lain. tanpa batas.

5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. Berikut ini akan dijelaskan tentang: 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar.3. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. 30 . 1984). sebab. bahan belajar.unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang dapat berubah dalam proses belajar. menyebabkan merangsang. dan daya penggerak (echols. Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya. 1987). 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya. 1975). Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. 1. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels. 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar. dikenal adanya motivasi belajar. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. Dalam kegiatan belajar mengajar. Slotive sendiri berarti alasan. 1984). Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya.3. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi. pengalasan dan motivasi. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi. dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. alat bantu belajar. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Unsur .

Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik. ulet. tindakan. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Siswa juga akan mempunyai target-target belajar. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. Dengan mengetahui kelebihan dirmya. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus menerus dalam waktu lama. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. Dengan mengenal kemampuan dirinya. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. dapat mempertahankan pendapatnya. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. tidak cepat bosan dengan tugas-tugas yang rutin. dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. b. dan tidak mudah putus asa. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah: a. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya 31 . c. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. menghadapi kesulitan. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. dan ia berusaha untuk mencapainya. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar. Sebab. dengan merumuskan tujuan belajar ini. kebiasaan. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi.

Bahan ini. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. hanya akan memperlemah motivasi saja. Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa. kebosanan pada diri siswa. makalah. karakteristik siswa. 2. g. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk 32 . supaya siswa tidak bosan. Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya. Sebab. artikel. e. bisa berasal dari guru. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsep-konsep. kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. bisa berasal dari buku-buku teks. Tanpa ada yang dipelajari. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. d. f. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar. supaya siswa dapat belajar dengan baik. Oleh karena itu. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar. akan mendorong siswa untuk belajar. Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. termasuk dalam aktivitas belajar. Dengan adanya umpan balik. paper. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. Sebab.dengan pencapaian tujuan dan target belajar. maka bahan belajar ini harus tersedia. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar. Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa.

Cukup menarik. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya. Ini sangat penting. b. d. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini. Dalam penyediaan bahan belajar ini. akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. maka cara penyajiannya yang menaiik. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. Relevan isi ini. Informasi yang dibutuhkan ada. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot.memperoleh pengalaman langsung. Eka bahannya sendiri tidak menarik. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. 33 . Isinya relefan. Relevan isi ini. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar. sangat menentukan penyediaan baban belajar. c. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa. Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. Mempunyai sekuensi yang tepat. agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. Ini patut menjadi peninibangan. Ini sangat penting. agar siswa dapat menguji diri sendiri. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. Ada soal latihan. Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya. Pada siswa yang bertipe auditif. e. mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar.

Faktor keterjangkauannya d. penghapus. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. penggaris. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. h. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. tetapi adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. jangka. Tes yang sesuai ini. rubrik. dan media audiovisual lainnya. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. i. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar. kapur tulis.f. 0HP. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit. Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya. Ada tes yang sesuai. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: 34 . video. tape recorder. e. g. papan tulis. 3. b. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. kesusukannya juga penting. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa. atau stationary. pensil. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c.

la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala: a. c. maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. Yaitu suasana yang interaktif dimana para siswa giat belajar. dan bakan sebaliknya. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya. Umumnya. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. jika mampu b. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru. siswa tetap aktif dan giat belajar. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Oleh karena itu. b. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. jika bisa e. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. Pengajuan kepada pemerintah c. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja. Pembelian. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. Membuat sendiri. pandangan tradisional tsb. Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. Agar suasana belajar tersebut kondusif. Rancanglah aktivitas belajar siswa c. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. 35 . Permobonan bantuan melalui sponsor d. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. d.a.

dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya. Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. militansi kerjanya. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. kesegaran dan kebugam jasmaninya. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. Mereka yang berada pada kondisi lebih. kesehatan fisiknya. Dari segi psikis. misalnya lebih besar/tingai. Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. ambisi-ambisinya. f. yang tinggi motivasi intrinsiknya. Dari segi lahiriah atau fisik. manakala diteliti lebib dalam. dalam kclompok siswa yang homogen pun. 36 . agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas. motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya. kematangannya aspirasi dan punya. Buatlah suasana yang demokratis. g. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubah-ubah. e. maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. akan kelibatan perbedaannya. daya tahan fisiknya. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar.d. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. dan yang lebih stabil emosinya. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. kekuatan tubuhnya. yang besar ambisinya. bakatnya. Oleh karena stu. khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. yang tinggi militansi kerjanya.

2. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi. ujian dan sebagainya. praktek. 4. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a. atau di sekolah. slide. 4. d. c. material. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam. Sementara itu. b. perlengkapan audio visual juga komputer. fotografl. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. belajar. misalnya tenaga laboratorium. PENGERTIAN DAN CIRI . bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling 37 . fasilitas. c. dan kapur. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa. Memelihara keseimbangan emosi mereka. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. papan tulis. 4. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka.b. karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi.CIRI PEMBELAJARAN. guru dan tenaga lainnya. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. Material meliputi bukubuku. belajar di kelas. agar secara psikologis mereka merasa aman. Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku.1. dan film audio dan video tape.

masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia.: ³knowledge is power". Barang siapa menguasai pengetahuan. Mata ajaran itu diuraikan. 38 . a. 2. Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J.menunjang satu sama lain. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua. Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. Pengetahuan sangat penting bagi manusia. 4. Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah. maka dia dapat berkuasa. Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. 3. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. Alberty 1953). Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. Itu sebabnya. Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan. Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. disusun secara sistematis dan logis. disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya.

pelaksana tugas. Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama. Kebutuhan. tak bisa dipindah-pindahkan. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. 6. Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu.Peranan guru sangat dominan. b. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya. Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya. namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama. 2. Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. tujuan. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan. Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. minat. media hubungan pribadi dan sebagainya. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru. Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. Bila dilakukan melalui pengajaran. 5. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya. berarti guru adalah yang paling pandai. 39 . Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. belum mengetahui apa-apa. Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. pengikut. Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. Siswa bersikap sebagai pendengar. demikian terus terjadi proses turun temurun. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas.

d. dan bentuk-bentuk ekspresi seni. pemerintahan. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester. maka 40 . ada dalam jiwa dan kepribadian manusia. kebudayaan itu bersifat non material. sebagai aspek dari kebudayaan. 4.. Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. cara menyediakan makanan. kepereayaan agama. tertulis dan lisan. Implikasi dari rumusan/pengertian ini. bahasa. Berdasarkan pada pengertian mi. menjadi manusia yang berbudaya. tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. c. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa. dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain.adalah sebagai berikut: 1. sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi. untuk kehidupannya. Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat. Pembelajaran adalah upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus. 1969). dan bersifat abstrak. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. mengembangkan kebudayaan yang telah ada. dalam arti. Untuk menjadi seorang produsen.3. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. Dalam hal ini. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. ukuran moral.

Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja. bermain. 41 . Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur. menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living". maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. minat. Dalam hal mi. Perumusan atas kebutuhan itu. 2. dan Kebutuhan. 3. Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. seperti dalam keadaan sesungguhnya. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja. Para siswa mengerjakan halhal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. atau bekerja. Dengan berkembang kemampuan kerja. dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual. 4. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan. semua ingin melakukan kegiatan. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. pengembangan minat dan sikap. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan. ingin punya pekerjaan. Jikalau energi itu tidak disalurkan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif. sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. Karena itu. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Siswa memiliki bermacam kemampuan. Sesuai dengan tujuan tersebut.dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja. mencari pengalaman yang praktis. antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri.

Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. berdiskusi.e. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar. Dengan cara ini. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi 42 . Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. Dengan demikian. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G. meninjau. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan. dan sebaliknya. 2. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. dan lain-lain. atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. di rumah dan di masyarakat. mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh. Olson. 4. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. survei. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat. berkemah dan lain-lain. 10 atau 20 tahun ke depan. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya. 3.E. 1945). Siswa turut merencanakan. Sumbersumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. membuat laporan. Siswa belajar secara aktif. masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. melainkan untuk memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran.

Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. dan prosedur. Kesaling tergantungan (interdependence). Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga. disusun sesuai dengan rencana tertentu. namun diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan. dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. sistem kehidupan hewan. material. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. dan prosedur. Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain. ketika 43 . Tiap unsur bersifat essensial.1. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu. material. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELARAN. Tujuan. semuanya memiliki tujuan.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. dalam suatu rencana khusus. sistem komunikasi. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar. Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. yang merupakan unsurunsur sistem pembelajaran. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. Rencana. 5. ialah penataan ketenagaan. 2. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. sistem pemerintahan. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. kemudian diupayakan pemecahannya. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks. seperti: sistem transportasi. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Sistem yang dibual oleh manusia. 5. 3.para siswa. Pranan sebagai komunikator. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). 4. Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. Dahulu. antara lain adalah: 1.

termasuk tujuannya. siswa dapat menibedakan tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dengan tumbuhan berkeping dua. Setelah siswa dibelajarkan dengan cara menelaah teks butir pertama pancasila siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata sendiri. Setelah siswa dibelajarkan dengan cara menclaah teks butir pertama pancasila. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. siswa dapat membedakan antara tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua.pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar. jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. Tujuan Pembelajaran Setelah menelaah teks butir-butir pertama pancasila siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan katakata sendiri. Setelah dibelajarkan dengan cara mengamati tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan sekolah. Sebab. Setelah menelaah teks butir-butir pertama pancasila siswa 44 . Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar. siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir portama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata yang ada pada teks Setelah mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan sekolah. pembelajaran tak terkait dengan blajar. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. siswa dapat membedakan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu dan yang berkeping dua. Setelah dibelajarkan dengan cara membaca buku teks dan berdiskusi dengan teman-temannya siswa dapat membedakan tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. Setelah mengamati berbagai tumbuh-tunibuhan di kebun percobaan sekolah.Pembelajaran model dahulu itu.

5. Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a. 3. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya. bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1. Setelah siswa dibelajarkan dengan cara menelaah teks butir pertama pancasila. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan katakata sendiri. siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. 5. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat. 4. yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. Pada contoh pertama dan kedua. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan. ialah: 45 . berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut.dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata sendiri Setelah menelaah teks butir-butir pertama pancasila. yaitu sama-sama berada pada diri siswa.2. jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. 2. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu. Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan.

5. Latihan yang terbagi. Tekanan instruksional. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman. Itu sebabnya. ternyata 46 . siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). 8. 4. juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. 6. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesanpesan guru terbuka terhadap pendapat siswa. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. 9. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. Daya tarik. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa.1. 3. Prinsip kebermaknaan. atau harus dibeli di pasaran buku. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap. Komunikasi terbuka. Prasyarat. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. Keadaan yang menyenangkan. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. 3. 2. siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. b. Sumber masyarakat. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. Aktif dan latihan. 2. siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. Model.

Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. c. siswa sendiri dan bantuan orang. kemampuan siswa sendiri. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. Untuk itu. Namun. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. adil. 3. d. selaras dan seimbang dalam kela. 2. kemampuan guru memberikan pengajaran. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. Guru diharapkan bersikap menunjang. dan terbuka dalam kelas. dan ketersediaannya di sekolah. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar. 3. guru perlu menyiapkan program pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran. bahan yang dipelajari.ada dalam. membantu. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa 47 . serta suasana dalam diri siswa sendiri. Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi. masyarakat berupa objek. kejadian dan peninggalan sejarah. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa. Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. 2. Sikap-sikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas.

semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak. 5.3. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. Namun. penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa. 48 . disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. berusaha untuk kopentingan sendiri. Motivasi untuk membelajarkan siswa. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru.tenggang rasa dan tanggung jawab untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar. b. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran. diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. Guru perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. belajar dengan kemampuan dan bakatnya. e. dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. a. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku. Pembinaan kesehatan. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional. penyesuaian bahan.

Suharsimi Arikunto. Nana Sudjana. Jakarta : PT. Dimyati dan Mudjiono. Abu Ahmadi & Widodo Supriyono. Jakarta : Rineka Cipta. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Nyoman. 2002. I. Malang : UNM. Jakarta : Rineka Cipta. 2000. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. I. Mencari Pendekatan Baru Pemecahan Masalah Belajar. New York : Holt Rinehart & Winston. 2000. Gagne. Bumi Aksara. 1993. Profesionalisme Guru : Analisis Wacana Reformasi Pendidikan dalam Era Globalisasi. Degeng. Psikologi Belajar.DAFTAR PUSTAKA Arifin. 49 . Rineka Cipta. Bandung : PT. Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Nasution. 1991. 4th ed. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa. 1998. 1990. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2000. Sinar Baru Algesindo. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Dedi Supriadi. Strategi Belajar Mengajar. 25-26 Juli 2001. Jakarta : PT. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. The Conditions of Learning and Theory of Instructions. 1999. 1983. Robert M. Teori Belajar dan Pembelajaran.

MAKALAH HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Disusun oleh : H. NIP. M. SUHATMA.Pd. 19651007 199203 1 003 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2011 50 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful