P. 1
Makalah Hakikat Belajar Dan Pembelajaran

Makalah Hakikat Belajar Dan Pembelajaran

|Views: 4,819|Likes:

More info:

Published by: Adam Krisna Saeful Arief on Jan 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. PENGERTIAN BELAJAR
  • 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari ± hari
  • 1.2. Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik
  • 1.3. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif
  • Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin
  • Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget
  • Tahap-tahap Perkembangan
  • 1.4. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik
  • Behaviorisme Versus Humanistik
  • 1.5. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt
  • Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory )
  • 3. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR
  • Tujuan Belajar
  • 3.1. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku
  • 3.2. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap
  • 3.3. Unsur - unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar
  • 4. PENGERTIAN DAN CIRI - CIRI PEMBELAJARAN
  • 4.1. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer
  • 4.2. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli
  • psikologi
  • 4.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN
  • 5. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELARAN
  • 5.1. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar
  • Tujuan Pembelajaran
  • 5.2. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar
  • b. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada:
  • d. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. guru dan siswa
  • dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut:
  • 5.3. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru
  • DAFTAR PUSTAKA
  • Disusun oleh :
  • H. SUHATMA, M.Pd

HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan ³ritual-ritual´ belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari ± hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang

1

sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang ³belajar´. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara

2

atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintanganrintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat. e. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari. f. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. g. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. h. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. i. Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu. j. Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain, baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan, maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. Justru dapat dikatakan, bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar, maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : - Psikologi behavioristik - Psikologi kognitif - Psikologi humanistik

3

Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun, dari periode ke periode berikutnya. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar. Bertolak dari kenyataan itu, maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar, masing-masing yaitu : - Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. - Teori-teori belajar dari psikologi kognitif - Teori-teori belajar dari psikologi humanistik. Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi.

4

1.2. Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus - respons ini akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas responsrespons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan

pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut ³ Contemporary Behaviorists´ atau jg disebut ³S-R Psychologists´. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya.

5

tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum ± hukum : 6 . karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respons. dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Oleh karena itu. Teori belajar Thondike disebut ³connectionism´. Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike. Dalam hal itu. Watson. Wabon. Pavlov. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov. teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut. objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya. Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah . Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. dan 4. Gutrie dan Skinner. Ada berbagai respon terhadap situasi 3.Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang. Ada motif pendorong aktivitas 2. dan Ghuyhrie. Teori ini sering disebut ³trial dan error leaming´ individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses ³trial and error´ dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. Ciri-ciri belajar dengan ³trial and error´ yaitu : 1.

maka reaksi menjadi memuaskan (2) ³law of exercise´. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. ketika perangsang bersyarat (bel. air liur tersebut juga keluar. Ia melakukan percobaan terhadap anjing. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : air liur (berulang-ulang)pBel / lampu + makan Bel / lampu air liurp 7 . maka kekuatan hubungan menjadi berkurang.(1) ³law of readiness´. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan. anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. maka hubungan itu menjadi lebih kuat. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. makin kuat hubungan itu. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. Bilamana hubungan dibarengi ³state of affairs´ yang mengganggu. lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. di Rusia Ivan Pavlov (18491936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut ³classkal conditioning´ atau ³stimulus substitution´. jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing. makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan ³state of affairs´ yang memuaskan. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini. anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. maka dapat berfungsi sebagai conditioned. Praktek perlu disertai dengan ³reward´. Karena itu. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. Selanjutnya. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). dapat juga berlaku pada manusia. Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. Dalam percobaan ini. Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel. (3) ³law of effect´ .

maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. Watson berpendapat. Misalnya saja. apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu. dapat benar dan dapat juga salah. banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. cinta dan marah. Menurut Watson. Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. Menurut gutrie. Dengan kata lain. yaitu : a.R. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat. cenderung akan menimbulkan gerakan itu. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. jika anak jijik terhadap sesuatu. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut ³the law of association´ yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942). Gutrie berpendapat. lambat laun anak tersebut 8 . bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. Metode respon bertentangan. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubunganhubungan stimulus-respon baru melalui ³conditioning´. sebutlah misalkan saja boneka. Inilah yang disebut dengan asosiasi. Asosiasi tersebut. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti.Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar berdasarkan hasil penelitian Pavlov. manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut. Menurut Gutrie. setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. Dalam situasi tertentu. E. dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan.

Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar. Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua. Guru berperan 9 . Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. b. berupa makanan´. digunakan suatu ³diskriminative stimulus´ (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. Metode mengubah lingkungan. Ia disuruh merokok terus sampai bosan . Oleh karena itu. Seperti halnya Thondike. Disamping itu. teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar. dan setelah bosan. Skinner berpendapat. suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. akibat-akibat suatu tingkah laku itu. Metode membosankan. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. Dalam pengajaran. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. Selanjutnya. pemindah makanan. digunakan pula suatu ³reinforcemen stimulus. Jika anak bosan belajar. c. Operants : respon yang terjadi karena situasi random Perbedaan penting antara Pavlov¶s classkal conditioning dan Skinner¶s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. lampu. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu. Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. Operant conditioning. bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Skinner menganggap ³reward´ atau ³reinforcement´ sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. yakni : (1).tidak jijik lagi kepada boneka.

yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara ³reinforcement´ 4. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. 10 . ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan. yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. ³Fixed interval schedule´. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. Penguatan positif dan negatif b. Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. ³variable interval schedule´. Pendekatan suksesif. Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan. 2. ³Fixed-ratio schedule´. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant or reinforcing stimulus). Paling tidak tidak. ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a. Shopping.penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. c. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. ³Variable ratio schedule´. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : ³Contradktion or reprimand´. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka.

Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. tetapi tidak melakukannya. Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Dalam mencoba-coba ini seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. Hukum latihan (low of exercise). Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. g. Implikasi dari hukum ini adalah. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. c. b. Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks. Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error). interval tetap dan bervariasi. Extention. Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. maka 11 . bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang. hubungannya dengan stimulus semakin lemah. Jika seseorang siap melakukan sesuatu. Chaining of respons. maka ia puas. hukum akibat (law of effect). Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. Menurut thondike. e. Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. jika ia siap melakukan sesuatu. maka ia tidakpuas. Hukum kesiapan (law of readiness). Sebaliknya. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus.mencoba-coba ini dilakukan. c. Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a. Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. dan ia melakukannya. maka tingkatan penguatannya kian besar.d. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu.

bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement.tingkatan penguatannya kian lemah. berbagai ragam respon ia lakukan. Menurut pendapat mereka. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). Tondike mengemukakan prinsip-prinsip belajar. apa yang ada pada diri seseorang. Mereka berpendapat. Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan. f. b. d. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar. Jadi kaun kognitif berpandangan. Keseluruhan adalah lebih dari bagian- 12 . sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. c. Selain mengemukakan tiga hukum belajar. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon- reinforcement. yaitu : a. Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing. baik itu berupa pengalaman. Dengan perkataan lain. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. kepercayaan. Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan. bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubunganhubungan yang ada dalam suatu situasi. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama. yaitu tindakan mengenal atau memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. 1.3. e. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif.

Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif. Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. dan disiapkan untuk 13 . waktunya juga pendek. Menurut psikologi kognitif.bagiannya. penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang). dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek. mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan. diteruskan ke memori jangka panjang. sedangkan selebihnya hilang dari sistem. Dengan demikian. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. Menurut teori ini. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas. dan setelah membentuk pengertian. mencari informasi. memecahkan masalah. pada awalnya diterima oleh reseptor. Mempraktekkan. mencermati lingkungan. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. Saat transpormasi. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi.

maka menurut psikolog kognitif. variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. reinforcemen sangat penting juga dalam belajar. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure . Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. Masalah 14 . Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. kita mengetahui dimana adanya. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. berfungsi sebagai sumber umpan balik. Sementara untuk respon otomatis. Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) (3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif.menurut psikologi belajr kognitif. dan kemudian kegenerator respon. bahwa yang dipelajari adalah fakta.dipergunakan di kemudian hari. Dalam pikiran yang sadar. Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain). (4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. (2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. Sebab.

baik dalam diri individu seperti tujuan. yang bersifat psikologis. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. Siswa menerima atau menolak sesuatu berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. Lewin berpendapat. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan. (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr. Berbeda dengan teori stimulus respon. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar. (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. tekanan kejiwaan. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. objek materiil yang ia hadapi. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatankekuatan. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial.bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). kebutuhan. Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif. misalnya : orang-orang yang ia jumpai. maupun 15 . Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology.

Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan.dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu. Isi disebut juga content. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. Menurut Piaget. melainkan kualitatif. misalnya bemafas. Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward.Refleks-refleks pembawaan. makan. disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna. minum . Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. Scheme berhubungan dengan : . scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati). yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. b. scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap). Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang.Scheme mental. Menurut Piaget. Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. Piage memakai istilah scheme secara interchageably. Struktur. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. maka Piaget tekanan penyelidikannya lain. misalnya scheme of classifkation. 16 .

Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus yang menentukan kecakapan pikir anak. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium.Adaptasi. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. . Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. . individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi. Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. content. disebut juga fungcion. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi. + Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. yaitu : 17 . fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. Pengaplikasian di dlaam belajar.c. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan. berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren. + Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. Fungsi.Organisasi. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. yaitu structure. Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek. yaitu organisasi dan adaptasi. Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. Anak yang sedang mengalami perkembangan. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. dan function.

1977. transmisi sosial 4. Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. Keberagaman yang ada pada diri anak. tingkat preoperasinal 2.0 anak 3.0 ± beda 1. Orang-orang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. pengalaman fisik / lingkungan 3. tingkat operasi konkret 7. tingkat operasi formal 11. Tingkat sensori motoris 0. Gerakan ini erkembang. seorang pendidik atau guru bukanlah 18 . beragam. halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri.1. pekerja-pekerja sosial dan konseler.0 ± 11. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. perceptual.0 Tiap 2. 148). eksestensial.0 ± 7.4. hendaknya dikukuhkan. Kematangan 2. p. Dalam dunia pendidikan.0 ± 2.0 ber4. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik. aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek. Dengan demikian. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. Cliffor D Foste. misalnya ahli-ahli psikologi klinik. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. bukan dari pengamat (observer). 1976. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). atau fenomenologikal. berbeda antara satu dengan yang lain.

closure. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. 1. tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan. wholistk. Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya kepada individu. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. integration. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. configuration. dan sebagainya. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur. melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya. organisme. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. Menurut aliran ini. melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. Oleh karena itu. Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. bidung. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami. mata. tidak terikat oleh lingkungannya. melainkan kepala itu adalah suatu 19 . jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. Eka dalam pandangan psikologi behavioristik.bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki. rambut. Sebagaimana disebtakan diatas. jika ingin memahami anak. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. mulut. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. pattera. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. dagu. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. dan gestalt. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. telinga.5. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik.

Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. dimana individu menemukan dirinya (5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. Pada struktumya masing-masing itulah bagianbagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Keseluruhan yang menjadi permulaan. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugastugas harian yang beruntun. deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. baru menuju ke bagian-bagian. Lagi pula sesuatu hal. sebagai roda. Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga.keseluruhan yang bermakna. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. 20 . hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu. perbuatan.

belajar dibedakan dengan kematangan. Koffka dan Wertheimer. Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir. ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang. seperti simpanse dapat melihat hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. mana hidung ibu. kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. pada saat tertentu. Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler. Berdasarkan pengertian belajar diatas. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mulamula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan. Oleh karena itu. Menurut pandangan psikologi gestalt. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. atau menarik dan sebagainya. CIRI . mana telinga ibu. Tanpa melalui aktivitas belajarpun. dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan. 1) Belajar berbeda dari kematangan. dsb)". bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis.CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. Pertama. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembanganperkembangan bawaan. 2. orang 21 . Kedua.3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental.

Oleh karena itu. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. baik yang bersifat fisik maupun psikis. Oleh karena itu. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja. dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara. 22 . dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar. Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. bukanlah karena proses belajar. Orang setiap kali dapat berubah. Berbeda dengan belajar. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. dari kurus menjadi gemuk.akan mengalami kematangan. 2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental. dari memberikan respon yang salah atas stimulus-stimulus ke arah memberikan respon yang benar. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. Perubahan-perubahan demikian. kematangan akan dialami oleh seseorang. Demikian juga. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya. meskipun ia sendiri tidak mensengaja. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. tidak sama dengan perubahanperubahan dalam belajar. tidaklah akibat dari aktivitas belajar. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. dan tidak berubah-ubah.

Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya. 3. sepanjang aktivitas tersebut disadari. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar.1. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. Kedua. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya. disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari. Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar. dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. 23 . Oleh karena itu. Pertama. dan bukan pengajar). seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. b. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu. agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). Jelas perubahannya. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas. Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini.3. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya. Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri.

b. e. Jelas ukuran perubahannya. mengaplikasikan konsep-konsep. Jelas waktunya. yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. e. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang 24 . c. applkation. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci. Jelas cara menghukumya. Pada sub kawasan ini. ialah kawasan tersebut. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari. teori-teori yang pernah ditelaah. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan. teori-teori dalam situasi praktis. dapat diartikan dengan pengetahuan. cognitive terdiri dari knowledge. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut: a. masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). Oleh karena itu. analysis. f. syntihesis don evaluation. yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraan-prakiraan. Pada sub kawasan ini. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. d. d. mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. menghubungkan. Knowledge. Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. comprehension. Kawasan pertama. karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan.c. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya.

e. responding. Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. telah dapat meliput kesadaran seseorang. kejadian atau even. f. Valuing atau pemberian nilai. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Menghadirkan diri demikian ini. Responding atau pemberian tanggapan. b. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. benda. berharga-tidak berharga. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. Oleh karena itu. Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk. valuing. maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas eveneven yang ia terima. Receiving atau penerimaan. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu. meskipun dalam tataran rendah. Kawasan kedua.sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan. integritas. adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima. pada sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. Secara berturutturut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving. organization. Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda. characteristization by a value or value complex. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. berbeda 25 . d. c.

melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. selanjumya menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. Set atau kesiapan. Pada sub kawasan ini. Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. Perception atau persepsi. c. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya mencoba 26 . Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. complex overt respon. set. Adaptation atau penyesuaian. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar. adaptation dan origination. termasuk yang problematis sekalipun. e. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakan-gerakan yang ditampilkan. Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a.dengan orang lain. Mechanism atau mekanisme. d. guided respon. Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek. g. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. f. seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas motoriknya. Sub kawasan ini meliputi mental set. b. Pada sub kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. mechanism. Sebab. Pada subleawasan ini. sosial dan emosional. seseorang bersedia mengambil tindakan-tindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. physkal set dan emotional set. Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. Guided respon atau respon terpimpin. Kawasan ketiga psycomotor. Origination atu penciptaan. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran.

dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. merancang hal-hal baru.ditandai dengan hal-hal yang serba baru. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri. misaInya membuat pola-pola baru. a. Pemahaman terhadap orang lain. la akan menjadi dirinya sendiri. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. 3. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. Dengan cara pandangan demikian. juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain.2. Singkat kata. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. juga menjadikan seseorang tidak risau. melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya. MimbuInya saling curiga. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. la. sebutlah saja dunia dengan segala isinya. malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. 27 . juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri. Pemahaman seseorang terhadap orang lain.

dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. saling membantu dan memberi manfaat. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. Oleh karenanya. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. Setiap pembelajar. c. Keterampilan personal yang 28 . pasti menganut sebuah nilai. sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap. seberagam jumlah pembelajar. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada. Terbentuknya sebuah sikap. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. kognitif dan instrumental. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. Nilai dinlaksud. kejujuran. Sebab. tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain. Dalam belajar. pada masa sekarang ini. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. Setiap masyarakat.b. Oleb karena itu. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. Di era globalisasi seperti saat sekarang. masyarakat manapun. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. keterampilan-keterampilan personilsosial. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. Malahan. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai. kemerdekaan. keindaban. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.

Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian pesat. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya.dimiliki. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk. Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat. Dengan perkataan lain. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan. tanpa batas. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan. pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya. maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk. dan tidak sekedar sebagai penonton saja.ersonal yang dimiliki oleh pembelajar. sesama manusia. Dengan cara demikian. Sebagai makhluk sosial. Keterampilan p. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilanketerampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal. mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan. Maka dari itu. Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. sosial dan kognitif 29 . Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya.

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar. 30 . 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar. menyebabkan merangsang. 1975).3. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. 1984).unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang dapat berubah dalam proses belajar. dikenal adanya motivasi belajar. 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. 1987). 5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi. 1984). Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. Slotive sendiri berarti alasan. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels. alat bantu belajar. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. bahan belajar. pengalasan dan motivasi. 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. Unsur . Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya. Berikut ini akan dijelaskan tentang: 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar.3. dan daya penggerak (echols. sebab. 1. dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya. dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi.

siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya 31 . dengan merumuskan tujuan belajar ini. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. tindakan. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. kebiasaan. dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Siswa juga akan mempunyai target-target belajar. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. ulet. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. tidak cepat bosan dengan tugas-tugas yang rutin. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Sebab. menghadapi kesulitan. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah: a. dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. b. dan ia berusaha untuk mencapainya. c. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. dapat mempertahankan pendapatnya. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. Dengan mengenal kemampuan dirinya. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus menerus dalam waktu lama. dan tidak mudah putus asa. Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. Dengan mengetahui kelebihan dirmya.Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

kebosanan pada diri siswa. Tanpa ada yang dipelajari. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. karakteristik siswa. bisa berasal dari buku-buku teks. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya. Bahan ini. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan. Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsep-konsep. artikel. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. Oleh karena itu. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar. makalah. Sebab. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. e. paper. akan mendorong siswa untuk belajar. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk 32 . f. supaya siswa tidak bosan. Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. g. Sebab.dengan pencapaian tujuan dan target belajar. Dengan adanya umpan balik. maka bahan belajar ini harus tersedia. evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. 2. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar. termasuk dalam aktivitas belajar. Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. supaya siswa dapat belajar dengan baik. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. d. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar. kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. bisa berasal dari guru. siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. hanya akan memperlemah motivasi saja.

agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. Eka bahannya sendiri tidak menarik. c. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini. Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. d. b. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya. maka cara penyajiannya yang menaiik. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar. mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. agar siswa dapat menguji diri sendiri. akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. Isinya relefan. sangat menentukan penyediaan baban belajar. Relevan isi ini. Pada siswa yang bertipe auditif. Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik.memperoleh pengalaman langsung. Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. Ini patut menjadi peninibangan. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot. Dalam penyediaan bahan belajar ini. Ada soal latihan. 33 . Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. Cukup menarik. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. Informasi yang dibutuhkan ada. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. e. Mempunyai sekuensi yang tepat. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. Ini sangat penting. Ini sangat penting. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya. Relevan isi ini. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa.

Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: 34 . e. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. Faktor keterjangkauannya d. b. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. kapur tulis. Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. i. video. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. jangka. tetapi adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. 0HP. kesusukannya juga penting. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. atau stationary. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa. dan media audiovisual lainnya. papan tulis. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik. Ada tes yang sesuai. g. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. penggaris. pensil. penghapus. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. Tes yang sesuai ini. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. 3. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit.f. rubrik. h. tape recorder. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar.

Rancanglah aktivitas belajar siswa c. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. Agar suasana belajar tersebut kondusif. Pengajuan kepada pemerintah c. Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. jika bisa e. la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala: a. d. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru.a. Membuat sendiri. c. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. dan bakan sebaliknya. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. Permobonan bantuan melalui sponsor d. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. siswa tetap aktif dan giat belajar. maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. 35 . Yaitu suasana yang interaktif dimana para siswa giat belajar. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. jika mampu b. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya. Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. Oleh karena itu. b. pandangan tradisional tsb. Pembelian. Umumnya. Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja.

yang besar ambisinya. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. Oleh karena stu. Dari segi lahiriah atau fisik. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. Buatlah suasana yang demokratis. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa. kesehatan fisiknya. Mereka yang berada pada kondisi lebih. akan kelibatan perbedaannya. ambisi-ambisinya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar. dalam kclompok siswa yang homogen pun. Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut. kesegaran dan kebugam jasmaninya. yang tinggi militansi kerjanya. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. e. yang tinggi motivasi intrinsiknya. Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. kekuatan tubuhnya. 36 . khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. dan yang lebih stabil emosinya. g. f. sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya. Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. bakatnya. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas. militansi kerjanya. manakala diteliti lebib dalam. Dari segi psikis. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. daya tahan fisiknya.d. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. kematangannya aspirasi dan punya. misalnya lebih besar/tingai. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubah-ubah.

perlengkapan audio visual juga komputer. belajar. 4. PENGERTIAN DAN CIRI . dan film audio dan video tape. dan kapur.2. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi.CIRI PEMBELAJARAN. 4. belajar di kelas. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. Sementara itu. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. ujian dan sebagainya. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi. karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik. bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling 37 . misalnya tenaga laboratorium. fasilitas. 4. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. c. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku. Material meliputi bukubuku. agar secara psikologis mereka merasa aman. c. b. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa. guru dan tenaga lainnya. Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka. praktek. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a. slide. material. atau di sekolah. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. fotografl. Memelihara keseimbangan emosi mereka. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. d. Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya.b.1. papan tulis.

: ³knowledge is power". Itu sebabnya. Alberty 1953). Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. 4. Mata ajaran itu diuraikan. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J. 3.menunjang satu sama lain. berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. maka dia dapat berkuasa. sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. Barang siapa menguasai pengetahuan. Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan. Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. disusun secara sistematis dan logis. Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua. 38 . a. Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. Pengetahuan sangat penting bagi manusia. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi. disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya. Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. 2. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua. Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa.

Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. demikian terus terjadi proses turun temurun. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. 39 . Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva. media hubungan pribadi dan sebagainya. namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya. Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut. belum mengetahui apa-apa. Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1. tak bisa dipindah-pindahkan. pengikut. Siswa bersikap sebagai pendengar. Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. pelaksana tugas. Bila dilakukan melalui pengajaran. Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya. 2. Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas. b. tujuan. 6. berarti guru adalah yang paling pandai. Kebutuhan. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru.Peranan guru sangat dominan. 5. Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. minat. Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya.

cara menyediakan makanan. dalam arti. kebudayaan itu bersifat non material. tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. Pembelajaran adalah upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. tertulis dan lisan. 1969). Dalam hal ini.. menjadi manusia yang berbudaya. dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain. pemerintahan. ada dalam jiwa dan kepribadian manusia. sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat.adalah sebagai berikut: 1. d. Berdasarkan pada pengertian mi. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. kepereayaan agama. mengembangkan kebudayaan yang telah ada. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester. ukuran moral. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. untuk kehidupannya. Implikasi dari rumusan/pengertian ini. dan bersifat abstrak. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus. Untuk menjadi seorang produsen. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi.3. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. c. maka 40 . Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. bahasa. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. 4. Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. sebagai aspek dari kebudayaan. dan bentuk-bentuk ekspresi seni.

Karena itu. menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. minat. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. dan Kebutuhan. 4. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living". Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. seperti dalam keadaan sesungguhnya. artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. 3. Perumusan atas kebutuhan itu. mencari pengalaman yang praktis. Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja. semua ingin melakukan kegiatan. Dengan berkembang kemampuan kerja. suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual. maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. Sesuai dengan tujuan tersebut.dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja. sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. Siswa memiliki bermacam kemampuan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif. 2. antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri. dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. atau bekerja. Jikalau energi itu tidak disalurkan. 41 . Dalam hal mi. Para siswa mengerjakan halhal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. bermain. Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja. pengembangan minat dan sikap. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. ingin punya pekerjaan. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan.

Sumbersumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. membuat laporan.e. Dengan demikian. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. dan sebaliknya. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. 2. mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh. meninjau. Siswa belajar secara aktif. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. di rumah dan di masyarakat. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. berkemah dan lain-lain. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi 42 . Dengan cara ini. 1945). masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. Siswa turut merencanakan. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G.E. Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat. 4. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. melainkan untuk memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya. survei. berdiskusi. 3. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. Olson. Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar. sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. 10 atau 20 tahun ke depan. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. dan lain-lain.

ketika 43 . 2. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. dan prosedur. Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. seperti: sistem transportasi. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar. Pranan sebagai komunikator. 4. sistem kehidupan hewan. 5. Dahulu. namun diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar. Rencana. sistem pemerintahan. material. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. antara lain adalah: 1. material. Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. Sistem yang dibual oleh manusia. ialah penataan ketenagaan. disusun sesuai dengan rencana tertentu. dan prosedur. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. 5. Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu.1. kemudian diupayakan pemecahannya. 3. dalam suatu rencana khusus.para siswa. semuanya memiliki tujuan. Kesaling tergantungan (interdependence). Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga. yang merupakan unsurunsur sistem pembelajaran. antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. Tujuan. Tiap unsur bersifat essensial. sistem komunikasi. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELARAN.

Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. Setelah dibelajarkan dengan cara membaca buku teks dan berdiskusi dengan teman-temannya siswa dapat membedakan tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. Sebab. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar. siswa dapat membedakan antara tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir portama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata yang ada pada teks Setelah mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan sekolah. Setelah dibelajarkan dengan cara mengamati tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan sekolah. Setelah mengamati berbagai tumbuh-tunibuhan di kebun percobaan sekolah. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar. Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar.Pembelajaran model dahulu itu. siswa dapat membedakan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu dan yang berkeping dua. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. pembelajaran tak terkait dengan blajar. Setelah siswa dibelajarkan dengan cara menelaah teks butir pertama pancasila siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata sendiri. siswa dapat menibedakan tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dengan tumbuhan berkeping dua.pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan. termasuk tujuannya. Setelah menelaah teks butir-butir pertama pancasila siswa 44 . Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. Tujuan Pembelajaran Setelah menelaah teks butir-butir pertama pancasila siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan katakata sendiri. Setelah siswa dibelajarkan dengan cara menclaah teks butir pertama pancasila.

Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya. 5. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya.dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata sendiri Setelah menelaah teks butir-butir pertama pancasila. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan katakata sendiri. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. 3. 5. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran. Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan.2. 4. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. ialah: 45 . Pada contoh pertama dan kedua. berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut. siswa dapat menjelaskan kaitan antara butir pertama dengan butir kedua secara benar dengan menggunakan kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas. Setelah siswa dibelajarkan dengan cara menelaah teks butir pertama pancasila. 2. yaitu sama-sama berada pada diri siswa. Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1. yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan.

Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. Prinsip kebermaknaan. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman. Daya tarik. Sumber masyarakat. 2.1. Latihan yang terbagi. siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Keadaan yang menyenangkan. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. 3. 5. Tekanan instruksional. Aktif dan latihan. 4. 8. Itu sebabnya. Model. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. 3. Komunikasi terbuka. Prasyarat. 6. b. 2. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. 9. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa. ternyata 46 . siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesanpesan guru terbuka terhadap pendapat siswa. atau harus dibeli di pasaran buku.

c. kemampuan guru memberikan pengajaran. 3. Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. serta suasana dalam diri siswa sendiri. kemampuan siswa sendiri. Namun. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. 2. dan terbuka dalam kelas. siswa sendiri dan bantuan orang. 3. adil. kejadian dan peninggalan sejarah. Sikap-sikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. dan ketersediaannya di sekolah. bahan yang dipelajari. selaras dan seimbang dalam kela. Guru diharapkan bersikap menunjang. d. 2. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa 47 . Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi.ada dalam. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas. masyarakat berupa objek. membantu. guru perlu menyiapkan program pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. Untuk itu. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran.

Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional. Namun. semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. Guru perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa. belajar dengan kemampuan dan bakatnya. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. Pembinaan kesehatan.tenggang rasa dan tanggung jawab untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. b. 5. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. penyesuaian bahan. berusaha untuk kopentingan sendiri. e. penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa. Motivasi untuk membelajarkan siswa. diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar.3. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru. a. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. 48 .

Malang : UNM. Sinar Baru Algesindo. Strategi Belajar Mengajar. Gagne. Nana Sudjana. Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. 2000. Jakarta : PT. Teori Belajar dan Pembelajaran.DAFTAR PUSTAKA Arifin. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Dedi Supriadi. New York : Holt Rinehart & Winston. Mencari Pendekatan Baru Pemecahan Masalah Belajar. Jakarta : PT. I. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Rineka Cipta. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. 1991. 1983. Bandung : PT. 2000. 25-26 Juli 2001. Dimyati dan Mudjiono. Nasution. Suharsimi Arikunto. 1998. Bumi Aksara. Abu Ahmadi & Widodo Supriyono. Degeng. Robert M. 1993. Psikologi Belajar. 4th ed. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa. The Conditions of Learning and Theory of Instructions. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 49 . I. 1999. Profesionalisme Guru : Analisis Wacana Reformasi Pendidikan dalam Era Globalisasi. 2000. Jakarta : Rineka Cipta. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta : Rineka Cipta. 2002. Nyoman. 1990.

NIP. 19651007 199203 1 003 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2011 50 . SUHATMA.Pd.MAKALAH HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Disusun oleh : H. M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->