PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF PENGARUH METODE REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP PRESTASI HASIL BELAJAR SISWA SMK

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

Bertitik tolak pada kenyataan yang ada di SMK nilai rata-rata masih rendah dan masih perlu ditingkatkan. Latar Belakang Pendidikan menjadi pembentuk karakter bangsa sekaligus menjadi pencetak generasi masa mendatang. siswa tidak dapat disalahkan sepenuhnya apabila nilainya rendah karena mungkin saja faktor penyebabnya tidak saja datang dari siswa itu sendiri tetapi ada faktor-faktor lain. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mandiri. 2003 :54). Sehubungan dengan hal itu. dan menjadi warga negara yang demokratisserta tanggung jawab (Depdikbud. cakap. Pendidkan bertanggung jawab atas problematika sebuah bangsa karena melalui pendidikan diharapkan dapat menyelasaikan kekurangan dan tuntutan yang diamanahkan oleh Negara. Melalui pendidikan maka rencana pembangunan sebuah Negara akan bisa dirumuskan menjadi sebuah cita-cita bukan sekedar angan-angan belaka. . berakhlak mulia. faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa perlu mendapat perhatian serius. bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2011 PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF BAB I PENDAHULUAN A. sehat. berilmu. Maka dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa tersebut. kreatif.

Apakah prestasi hasil belajar siswa SMK dapat ditingkatkan? 5. Kedua metode ini sudah banyak yang mengenal. diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Pembatasan Masalah .Diantara yang dapat dijadikan solusi terhadap masalah demikian adalah dengan menggunakan metode Reward dan Punishment. Apakah metode reward dan punishment berpengaruh terhadap prestasi hasil belajar siswa SMK? 4. Namun selalu terjadi perbedaan pandangan. Awalnya teori ini menjadi landasan untuk dunia pekerjaan. Tetapi kian kemari digunakan pula dalam dunia pendidikan. B. mana yang lebih diprioritaskan antara reward dengan punishment? Terlepas dari itu semua dengan metode reward dan punishment diharapkan siswa dapat semakin terdorong untuk meningkatkan kemauan dan kesadaran belajarnya sehingga prestasi hasil belajar siswa dapat diperbaiki. Bagaimana pola hubungan fungsional antara metode reward dan punishment dengan prestasi hasil belajar Siswa SMK B. Apakah metode reward memiliki pengaruh terhadap prestasi hasil belajar siswa SMK? 2. Apakah metode punishment memiliki pengaruh terhadap prestasi hasil belajar siswa SMK? 3. Identifikasi Masalah Masalah yang muncul berkenaan dengan pengaruh metode reward dan punishment terhadap prestasi hasil belajar Siswa SMK. yaitu dua metode pembelajaran yang digunakan untuk mempengaruhi seseorang untuk meningkatkan prestasi hasil belajar. Apakah metode reward dan punishment telah diaplikasikan secara efektif dan tepat sasaran? 6.

dan tidak menyimpang dari sasaran pokok penelitian. terfokus. penulis memfokuskan kepada pembahasan atas masalah-masalah pokok yang dibatasi dalam konteks permasalahan yang terdiri dari: 1. Adakah pengaruh yang signifikan antara metode reward terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. Pengaruh metode punishment terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. Adakah pengaruh yang signifikan antara metode punishment terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. Adakah pengaruh yang signifikan antara Motivasi Berprestasi terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. Untuk mengetahui pengaruh metode punishment terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. 2. D. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengaruh metode reward terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 2. Tujuan Umum Penelitian Dalam suatu penelitian tujuan merupakan salah satu alat kontrol yang dapat dijadikan petunjuk supaya penelitian ini dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. . 2. 3. Oleh karena itu. Pengaruh metode reward terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. C. 3. Pengaruh metode reward dan punishment terhadap prestasi hasil belajar Siswa di SMK.Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian lebih terarah.

4. 3. Memberi sumbangan pemikiran bagi para guru dan lembaga pendidikan pada umumnya tentang pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK.3. Sebagai referensi bagi penelitian-penelitian yang sejenis yang relevan. Prestasi hasil belajar akan optimal kalau ada motivasi yang tepat. BAB II LANDASAN TEORI A. 2. Untuk mengetahui pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. E. Memberikan masukan kepada peneliti selanjutnya agar dalam penelitian lebih memfokuskan kepada pemberian reward dan punishment terhadap prestasi hasil belajar siswa di SMK. Deskripsi Teori Peranan penting dari motivasi belajar yaitu penumbuhan gairah. termasuk terhadap masa depan bangsanya. merasa senang dan semangat untuk belajar. Rendahnya motivasi berprestasi pada remaja merupakan gejala yang kurang menguntungkan karena rendahnya motivasi berprestasi pada mereka menunjukkan adanya sikap acuh tak acuh terhadap kehidupan sosial. Mengembangkan wawasan peneliti dalam perkembangan proses belajar mengajar. Manfaat Penelitian Peneliti sangat berharap dengan hasil dari penelitian ini dapat memberi manfaat antara lain: 1. Siswa yang memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Keberhasilan ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh tinggi . Seorang siswa yang memiliki intelegensia cukup tinggi bisa gagal karena kekurangan motivasi.

Melihat dari fungsinya itu. penghargaan atau imbalan. hukuman yang dilakukan mesti bersifat pedagogis atau mendidik. (Herlina Ari Arnayanti. seolah keduanya berlawanan. maka punishment sebagai bentuk penguatan (reinforcement) yang negatif. senang. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. tetapi pada hakekatnya sama-sama bertujuan agar seseorang menjadi lebih baik. pada dasarnya motivasi untuk meraih hasil belajar yang baik merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan siswa. 2004:4) Reward berarti hadiah. dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Pada dasarnya keduanya sama-sama dibutuhkan dalam memotivasi seseorang. Kegagalan belajar siswa tidak sepenuhnya berasal dari diri siswa tersebut tetapi bisa juga dari guru yang tidak berhasil dalam memberikan motivasi yang mampu membangkitkan semangat siswa untuk belajar. Oleh karena itu. reward juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya.rendahnya motif berprestasi warganya. Sementara punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. dengan kata lain pembangunan suatu bangsa akan sukses bila motif berprestasi warganya tinggi. Jadi. termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam bekerja. Jika reward merupakan bentuk reinforcement yang positif. Selain motivasi. Dalam proses pembelajaran tentu ada kegagalan dan keberhasilannya. yaitu untuk memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik. Siswa juga akan lebih termotivasi jika dari prestasi hasil belajarnya tersebut mendapatkan penghargaan (reward) yang memuaskan. tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Hukuman untuk perbuatan jahat dan ganjaran untuk perbuatan baik. Keduanya merupakan reaksi dari seorang guru terhadap. Metode ini bisa mengasosiasi-kan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia. .

Selanjutnya hukuman yang diberikan bukanlah dengan kekerasan. 1995:14). 1995:787). Jadi pengertian prestasi belajar adalah penguasaan ilmu pengetahuan atau ketrampilan dalam pengembangan mata pelajaran tertentu melalui alat evaluasi yang biasanya diukur melalui nilai atau angka oleh guru. B. maka laksanakanlah dengan cara yang bijak lagi mendidik. Hendaknya punishment yang diberikan kepada siswa yang melanggar aturan telah diberitahukan sebelumnya. Prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud. Oleh karena itu. Dan sebaiknya sanksi itu sama-sama disepakati antara guru dan siswa sehingga mendorong siswa yang dihukum bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan senang hati. Tidak pula membuat seseorang terlena dalam pujian dan hadiah yang diberikan sehingga membuatnya lupa diri. Sebaliknya. Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Depdikbud. tetapi diberikan dengan ketegasan. Kerangka Berpikir .Reward yang diberikan pun harus secara adil dan bijak. reward malah menimbulkan rasa cemburu dan ”persaingan yang tidak sehat” serta memicu rasa sombong bagi siswa yang memperolehnya. jika punishment memang harus diberikan. maka hukuman tidak lagi memotivasi seseorang berbuat baik. Prestasi belajar yang dimaksudkan dalam penilitian ini adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika berbentuk nilai atau angka yang diberikan guru di kelas setelah siswa melaksanakan tugas. prinsip keadilan sangat dibutuhkan dalam pemberian reward. Jika hukuman dilakukan dengan kekerasan. Di sinilah dibutuhkan skill dari para guru sebagai si pemberi punishment sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai secara efektif. melainkan membuatnya merasa takut dan benci sehingga bisa menimbulkan pemberontakan batin. tidak boleh sewenang-wenang. tidak pula menimbulkan rasa kebencian yang berlebihan sehingga merusak hubungan sesama siswa. Jika tidak.

Diduga prestasi hasil belajar siswa SMK yang mendapat metode Punishment lebih tinggi daripada yang tidak mendapat metode Punishment. Prestasi hasil belajar siswa SMK yang mendapat metode Punishment lebih tinggi daripada yang tidak mendapat metode Punishment. . Siswa SMK yang memiliki Motivasi Berprestasi yang lebih tinggi cenderung berprestasi lebih baik daripada siswa SMK yang Motivasi Berprestasinya yang lebih rendah. Siswa SMK yang mendapat metode pembelajaran Punishment cenderung lebih meningkatkan prestasi hasil belajar siswa SMK dibandingkan dengan siswa yang tidak mendapatkan metode pembelajaran Punishment. C. Prestasi hasil belajar siswa SMK yang mendapat metode Reward lebih tinggi daripada yang tidak mendapat metode Reward.a. Diduga prestasi hasil belajar siswa SMK yang memiliki Motivasi Berprestasi yang lebih tinggi berprestasi lebih baik daripada siswa SMK yang Motivasi Berprestasinya yang lebih rendah. Diduga prestasi hasil belajar siswa SMK yang mendapat metode Reward lebih tinggi daripada yang tidak mendapat metode Reward. b. b. Hipotesis Penelitian: a. Siswa SMK yang mendapat metode pembelajaran Reward cenderung lebih meningkatkan prestasi hasil belajar siswa SMK dibandingkan dengan siswa yang tidak mendapatkan metode pembelajaran Reward. Prestasi hasil belajar siswa SMK yang memiliki Motivasi Berprestasi yang lebih tinggi berprestasi lebih baik daripada siswa SMK yang Motivasi Berprestasinya yang lebih rendah. c. c.

Peneliti mengambil lokasi ini dengan pertimbangan lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal peneliti sehingga memudahkan dalam pencarian dan pengumpulan data serta memiliki jaringan dengan pihak sekolah dan.BAB III A. No 1 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Perencanaan Minggu Ke1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pengurusan Izin Penelitian Proses Penelitian Pengumpulan Data Analisis Data Penyusunan Hasil Pelaporan Hasil C. Variabel Penelitian a. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian kuantitatif. B. Tempat dan Waktu Penelitian Dalam penilitian ini peneliti mengambil lokasi di SMKN 1 Bintara. Variabel Terikat: Prestasi Hasil Belajar D. Variabel Bebas: Metode Reward dan Punishment b. yaitu penelitian data yang mengacu pada context of justification. Kota Bekasi. Peneliti menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan mulai bulan Februari sampai dengan bulan April. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian dilaksanakan pada semester II Tahun Ajaran 2011/2012. Metode Penelitian .

Dari siswa-siswa yang bermasalah dan berprestasi tersebut dipilih 10 siswa yang akan dijadikan sebagai subjek penelitian. proses. dan diskusi dengan guru kelas XI. Dalam tugasnya sebagai instrumen penelitian. Kesepuluh siswa inilah yang akan dijadikan sumber sampling dalam penelitian. adaptatif (menyesuaikan diri). peneliti memosisikan diri ke dalam segi responsive (bertindak langsung). F. kegiatan penelitian ini didukung oleh beberapa instrumen pendukung dan instrumen pencatatan dalam kegiatan di lapangan. Pemilihan subjek penelitian 10 siswa berdasarkan pada catatan kebaikan siswa. Teknik Pengumpulan Data Karena penelitian ini lebih banyak menuntut pengamatan. . Karenanya peneliti adalah instrumen utama dalam penelitian ini. Langkah ini ditempuh untuk dapat membantu peneliti pada saat melakukan wawancara. yaitu 5 siswa yang paling bermasalah dan 5 siswa yang paling berprestasi. maka peranan peneliti sangatlah menentukan keseluruhan dalam skenario penelitian. Dalam pelaksanaannya. peneliti menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi.Metode Penelitian yang digunakan adalah survey dengan desain penelitian korelasional. Selanjutnya dari 44 siswa tersebut dipusatkan pada siswa yang paling sering bermasalah dengan contoh permasalahan yang berbeda-beda dan siswa yang paling berprestasi. E. dan mendasarkan diri pada pengetahuan. dan pemanfaatan kesempatan untuk mengungkapkan fenomena yang ditemui di lapangan. Yaitu metode penelitian yang mengaitkan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terbatas sehingga dapat terlihat kaitan secara langsung sebab akibat antara keduanya dan pengaruh yang terjadi dengan menggunakan metode pembelajaran yang disebutkan sebelumnya. Teknik Pengambilan Sampel Sampling yang diperlukan pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMKN 1 Bintara tahun ajaran 2011/2012 semester II yang berjumlah 44 siswa. prestasi hasil belajar. Sebagai instrumen penelitian.

Pengumpulan data dan analisis data dilakukan bersamaan selama masa penelitian lapangan. pengolahan data dilakukan dalam beberapa tahap. 4) mendaftarkan pernyataan-pernyataan dari hasil wawancara mendalam dengan subjek dan mengelompokkan pernyataan-pernyataan sejenis ke . 2) wawancara. G. pengolahan data dalam penelitian ini juga tidak dilakukan dengan tahapan-tahapan. yaitu dilakukan pengorganisasian data tahap pembacaan. sebagaimana diuaraikan berikut: 1) tahap pengelolaan data. Observasi: observasi dilakukan untuk memproleh data yang jelas dan peneliti berhadapan langsung dengan sampel tersebut. Sebagaimana dalam hal pengumpulan data. Catatan lapangan: pada dasarnya cara ini dilakukan untuk memproleh deskripsi dan gambaran yang jelas tentang latar pengamatan tentang tindakan. Teknik Pengolahan Data. 2. yakni menyempurnakan pencatatan-pencatan hasil tahap penguraian. guru. Kegiatan observasi dilakukan terus-menerus dan dicatat. dan siswa. Namun secara kronologis. Hasil wawancara digunakan untuk memproleh keterangan yang jelas dan pasti tentang pola dan cara mengajar guru menurut pandangan guru.Untuk melaksanakan pengumpulan data pada penelitian ini. 3) pernyataan yang berbeda dari para subyek yang diwawancarai. Kegiatan wawancara juga terus dilakukan setiap akhit tindakan umpan balik terhadap tindakan 3. yakni peneliti menguraikan dan memilah berbagai tahap pengkalisifikasian. yakni tahap untuk menemukan dan berdasarkan jenis data yang dikumpulkan. membuat catatan-catatan pada tiap kelompok data. Wawancara: kegiatan wawancara ini direkam dengan video recorder (handycam). peneliti menggunakan 3 cara sebagai berikut: 1.

7) Penarikan kesimpulan dari penelitian ini dimulai dengan memperbaiki rumusan. dilengkapi dengan narasi-narasi teoretis. 5) tahap penginterpretasian data. 6) Tahap Pendeskripsian. dan akhirnya semua hasil penelitian yang mengerah pada jawaban atas masalah-masalah penelitian ditarik sebagai kesimpulan. yakni dikembangkan deskripsi menyeluruh tentang inti pengalaman peneliti mengenai pandangan subyektif oleh para subyek yang dikembangkan dan dideskripsikan. Deskripsi fenomena yang terungkap dari hasil analisis data. . yaitu mengembangkan deskripsi dengan mengembangkan interpretasi yang mengarah pada jawaban atas masalah penelitian.dalam unit-unit interpretasi. termasuk pengalaman dari para subjek penelitian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful