BESARAN DAN SATUAN

I.

Pendahuluan Sifat manusia selalu ingin tahu, perasaan ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk menemukan jawaban atas

keingintahuannya dengan

melakukan pengukuran atau penelitian

fenomena alam yang dilihat. Dewasa ini, ilmu pengetahuan alam (sains) telah berkembang sangat pesat. Penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan para ilmuwan telah merambah mulai dari perilaku elektron-elektron dalam suatu atom sampai perilaku bintang-bintang dalam sebuah galaksi. Yang terjadi adalah ketika berbagai fenomena di alam ini semakin terkuat, para ilmuwan semakin terperangah menyaksikan bahwa alam semesta ini demikian teratur, seimbang, harmonis dan sinergis. Ada hukum-hukum alam yang menjaga keteraturan alam semesta ini dengan sangat akurat dan sangat rinci. Kita dihadapkan pada fakta bahwa alih-alih merupakan suaut bentuk hasil kebetulan belaka, alam semesta ini beserta kehidupan yang terdapat didalamnya merupakan hasil ciptaan dengan tingkat

kerumitan yang tak terkatakan, yang dirancang dan didesian dengan amat sempurna tanpa cacat, oleh zat yang kekuasaan dan keluasan ilmuNya berada di luar jangkauan pemahaman manusia. Fisika merupakan ilmu yang sangat fundamental. Dapat dikatakan bahwa fisika merupakan dasar dari sains. Dalam fisika kita mempelajari gejala fisik yang terjadi pada alam beserta perubahanperubahan fisiknya. Ilmu fisika mempunyai komponen-komponen atau besaran-besaran fisis yang dipakai untuk menyatakan hukum-hukum fisika, semisal panjang, massa, waktu, kecepatan dan lain-lain. Besaran-besaran diatas dalam kehidupan sehari-hari akrab dan sering kita pakai untuk menyatakan sesuatu. Semisal saat membeli kain kita menyebutkan besaran panjang, atau saat membeli jeruk kita menyebutkan besaran

berat atau massa buah tersebut. mengapa menaikan barang dari bawah ke atas truk menggunakan bidang miring? Mempelajari fisika berarti belajar mengaasi dan membantu menyelesaikan atau meringankan pekerjaan manusia. Tukang kuli panggul misalnya. Seorang pilot harus bisa membaca alat ukur kelajuan pesawat terbang supaya bisa menentukan pada kelajuan berapa pesawat akan lending agar tidak keluar dari landasan. Untuk melatih pemahaman konsep. . Seorang arsitek harus tahu dan bisa membaca tingkat kelembapan udara dan cuaca supaya bisa membaca menentukan bentuk dan jenis bahan rumah yang cocok dengan kelembapan udara dan cuaca ditempat tersebut dan masih banyak contoh-contoh yang lain. serta mengaplikasikannya untuk memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan nyata. Pada tiap kegiatan diberikan contoh aplikasi dalam kehidupan nyata yaitu : Kegiatan belajar 1 : membahas besaran dan satuan Kegiatan belajar 2 : membahas angka penting dan pengolahan data Setelah mempelajari modul ini dengan seksama anda diharapkan akan memiliki kompetensi untuk menjelaskan besaran dan satuan. Untuk itu diperlukan pengetahuan ang benar tentang besaranbesaran fisis dan pengukuran yang tepat sehingga dihasilkan data yang akurat dan dapat dijadikan pedoma. sehingga penting bagi kita untuk mempelajari fisika. Disamping itu fisika mempunyai keterkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain atau pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan ilmu fisika. Pada modul ini akan kita bahas tentang besaran dan satuan serta pengukurannya. Secara sistematik anda akan belajar dalam dua kegiatan belajar. pada akhir modul diberikan soalsoal latihan dan post test.

Tujuan Pembelajaran Umum Secara umum setelah mempelajari modul ini anda dapat menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya. Panjang. . cm menunjukan ukuran atau satuan. atua saya tadi melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Tujuan Pembelajaran Khusus Secara khusus. anda diharapkan dapat : Mendefinisikan dan memberikan contoh-contoh besaran Membedakan macam-macam besaran Menerapkan konsep besaran fisika Melakukan pengukuran besaran dan menyatakannya dengan benar B. Kegiatan Belajar 1 Besaran dan Satuan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan atau menyebut besaran untuk menyatakan sesuatu misalnya tinggi (panjang) saya 170 cm. setelah mempelajari modul ini yaitu setelah mempelajari : A.II. Tujuan Pembelajaran 1. Uraian Bahan Ajar A. kecaptan disebut besaran. 2. sedangkan km/jam. Kegiatan Belajar 2. anda diharapkan dapat : Mendefinisikan angka penting Menuliskan hasil operasi angka penting Menuliskan hasil pengukuran menurut aturan angka penting Mendesain dan melakukan percobaan sederhana Menuliskan laporan hasil percobaan dengan benar III. Kegiatan belajar 1.

maka beberapa negara memakai sistem satuan yang berbeda-beda untuk menyatakan besaran yang sama.Satuan yang digunakan harus dapat ditiru atau dipakai tanpa banyak kesulitan jadi tidak hanya dapat dipakai orang-orang tertentu saja. maka satuan kaki (depa) tidak dapat dikategorikan satuan karena tidak bersifat tetap 3) Diterima secara internasional. maka para ahli fisika menentukan kriteria atau syarat. Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan memiliki nilai.Dahulu sebelum negara-negara antar bangsa mengadakan keseragaman satuan. Hal ini berhubungan dengan sifat universal satuan. kta dapat dengan mudah meniru atau membuat duplikasi satuan meter kedalam satuan lain hanya dengan membandingkan acuan satuan yang telah ada. satuan kaki akan berbeda jika yuang melakukan pengukuran orang dewasa dengan anak-anak karena jelas satu kaki (foot) orang dewasa dengan anak-anak berbeda. yard. Nilai satuan yang digunakan harus bersifat tetap dalam keadaan apapn untuk siapapun. Besaran Besaran terbagi menjadi dua kelompok yaitu : . feet dan inc. 1. 2) Bernilai tetap . Contoh depa (kaki). milimeter.0) atau satuan adalah cara menuliskan atau menyatakan nilai suatu besaran. Sedangkan satuan adalah ukuran dari sebuah besaran yang didefinisikan untuk secara tepat menjadi satu (1. Contoh meter. di Perancis memakai meter. di antaranya : 1) Mudah ditiru. centimeter. jadi satuan harus bisa digunakan diseluruh negara dan dapat digunakan para ilmuwan untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan standart sama. Di Inggris dan beberapa negara lain mengukur panjang suatu benda dengan mile. Untuk dapat mengadakan kerjasama antar bangsa terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

para ilmuwan Perancis menciptakan system satuan metric untuk . kilorgram. Sistem Satuan Besaran pokok maupun besaran turunan dapat diukur dengan satuan baku maupun satuan yang tidak baku. Akibatnya. Pada 195.Besaran pokok merupakan besaran yang tidak diturunkan dari besaran yang lain. jengkal dan hasta. untuk satuan panjang dikenal satuan inci dan kaki (feet) sedangkan untuk satuan massa dipakai ons dan pound. Di Inggris. misalnya meter. Penggunaan bermacam-macam satuan untuk satuan besaran ternyata banyak menimbulkan kesukaran. Satuan tidak baku adalah sautan yang tidak diakui secara internasional. Satuan baku adalah satuan yang telah diakui secara internasional. dan sekon. muncul suatu gagasan untuk menggunakan hanya satu jenis satuan untuk besaran-besaran ilmu pengetauan dan teknologi. seperti luas dan volume diturunkan dari besaran pokok 2. misalnya di daerahdaerah Indonesia untuk satuan panjang dipakai depa. Ada tujuh besaran pokok dan satuannya No 1 2 3 4 5 6 7 Besaran Pokok Panjang Massa Waktu Temperatur Kuat arus listrik Intensitas cahaya Jumlah zat Satuan Meter Kilogram Sekon Kelvin Ampere Candela Mol Lambang Satuan M Kg S K A Cd mol Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau beberapa besaran pokok.

disingkat SI Pemakaian awalan-awalan ada satuan SI Awalan Yokto Zeptok Atto Femto Piko Nano Mikro Milli Centi Deci Deca Hector Kilo Mega Giga Tera Peta Exa Zeta Nilai 10 10 10 10 10 -24 -21 -18 -15 -12 -9 -6 -3 -2 -1 1 2 3 6 9 Singkatan y z a f p n µ m c d da h k M G T P E Z 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 12 1015 1018 1021 .mengatasi kesukaran-kesukaran tersebut. misalnya 102. pada 1960 suatu perjanjian internasional telah menetapkan tujuh besaran pokok dalam system satuan internasional (international system of units). 103. System satuan metric ini dibagi dalam dua bagian yaitu system MKS (meter ± kilogram ± second) dan sistem cgs (centimeter ± gram ± secon) System satuan metric mempunyai keunggulan karena konversi satuan-satuannya sangat mudah . yaitu berupa bilangan sepuluh berpangkat n atau 10n. 105 dan lain-lain Berdasarkan system metric ini.

Standar satuan panjang Pada awal abad ke 18. dengan anggapan bahwa kecepatan cahaya di dalam ruang hampa selal.458 MS-1. sebelum 1960. Satu meter didefinisikan sebagai jarak antara dua goresan pada meter standar diukur pada temperature 0oC. Perancis.u konstan.650. Meter standart ini disimpan di sevres. sejak 1885 standar internasonal untuk massa adalah massa sebuah silinder platina iridium yang disebut kilogram standar.73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas krypton -86 atau lase krypton di dalam ruang hampa pada suatu loncatan listrik. Kemudian. Sevres. Pada 1960. Perancis . satu meter didefinisikan sama dengan 1. Meter standar inilah yang masih digunakan saat ini. satu meter adalah sepersepuluh juta ( ) kali dari khatulistiwa (ekuator) ke kutub utara bumi. pada November 1983. Standar satuan massa Standar untuk satuan massa adalah kilogram (kg). b.763.yotta 1024 Y a. Kilogram standar tersebut disimpan di Lembaga Berat dan Ukuran internasional. standar panjang internasional adalah panjang sebuah batang yang terbuat dari campuran platinum ± iridium yang disebut dengan meter standart. Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dekat kota paris. definisi satu meter diubah lagi menjadi satu meter adalah jarak yang ditempuh cah aya didalam ruang hampa pada selang waktu sekon.792. yaitu sebesar 299.

e. Kedua dawai berada dalam hampa udara.192.Pengertian massa kilogram standar itu sama pula dengan 1 liter air murni pad asuhu 40oC dan ini berlaku sampai sekarang walaupun ada sedikit penyimpangan ternyata satu kilogram yang tepat sebanding dengan 1. Standar satuan waktu Standar untuk satuan waktu adalah sekon atau detik.631. c. satu ampere standar adalah nilai kuat arus listrik tetap yang dialirkan dalam dua dawai yang sejajar dengan panjangnya tak teringga dengan tebal yang diabaikan dan jaraknya terpisah sejauh 1 meter.770 kali d. Kuat arus ini menimbulkan gaya 2 x 10-7 newton setiap meter panjang dawai. yaitu 1 sekon = hari rata-rata matahari Pada 1956. dilakukan perubahan tentang definisi sekon standar yaitu : 1 sekon = x lamanya tahun 1900 Pada 1967 definisi satu sekon disempurnakan menjadi 1 sekon = waktu yang dibutuhkan oleh atom cerium ± 133 untuk melakukan getaran radiasi sebanyak 9. Pada awalanya. selama berabad-abad orang telah menggunakan perputaran bumi pada porosnya (rotasi bumi) sebagai standar waktu untuk menentukan panjang selang wktu dalam satu hari. Standar satuan kuat arus listrik Berdasarkan hasil conference generale dee poids et measures ke 9 pada 1948. Standar satuan temperature .028 cm3.000. Waktu dapat diukur dengan menggunakan kejadian-kejadian yang berulang secara teratur.

Akan tetapi system satuan ini tidak bertahan lama karena banyak hambatan yang dihadapi untuk menggunakan satuan lilin. 15 K dan suhu titik didih air 373. watt per steradian g.Standar untuk satuan temperature atau suhu. pada awanya. dengan titik lebur es pada suhu 0oC dan titik didih air pada suhu 100oC. Kemudian pada 1948 ditetapkan satuan standar intensitas cahaya yang baru berdasarkan cahaya yang dipancarkan oleh benda hitam sempurna pada suhu titik lebur platina (1. Standar satuan jumlah zat . ketetapan ini berlangsung pada tekanan udara luar sebesar 1 asmosfer dengan suhu titik lebur es 273. satu Kelvin didefinisikan sebagai satuan temperature yang nilainya adalah kali temperature titik tripel air (temperature dan tekanan saat terjadi keseimbangan antara wujud cair. Berdasarkan conference general des poinds et measures ke 16 pada 1979 satuan candela kemudian didefinisikan sebagai intensita cahaya suatu sumber yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 x 1012 hertz dengan intensitas radisai sebesar dalam arah tersebut. kali pertama adalah derajat celcius (oC).15 K. gas dan padat) f. Pada 1954 ditetapkan standar baru untuk stauan suhu adalah Kelvin (K). titik acuan temperature ditentukan pada tekanan udara luar sebesar 1 atmosfer atau 76 cmHg. kemudian. Intensitas cahaya tersebut dinyatakan dalam satuan candela (candle).773oK). Standar satuan intensitas cahaya Pada awalnya standar satuan intensitas cahaya adalah lilin (candle).

Pengukuran yang akurat merupakan bagian terpenting dalam fisika. Pada 1971 ditetapkan satu mol adalah setara dengan jumlah atom karbon dalam 0. Nilai tersebut kemudian disebut sebagai bilangan Avogadro. antara nilai yang diukur dengan . Saying sekali. Hal ini sejalan dengan pendapat Lord Kelvin (1824 ± 1907). Untuk mengatas persoalan ini. Untuk memperoleh informasi kuantitatif memerlukan pengukuran.012 kg karbon -12 (C-12). Akan tetapi. gejala yang muncul secara alamiah biasanya sangat jarang sehingga memerlukan waktu pengamatan yang sangat lama. dengan cara mencatat dan menganalisis berbagai factor yang mempengaruhi gejala tersebut. yang mengatakan bahwa pengetahuan kita baru memuaskan bila kita mampu menyatakan dengan angka.Standar untuk sautan jumlah zat adalah mol. tidak ada pengukuran yang tepat secara mutlak. Ilmuwan dapat mengubah kondisi ni dengan bebas. Pengamatan merupakan pengkajian suatu gejala secara teliti dan kritis. ilmu fisika tidak akan berkembang. Instrumen pengukuran Fisika adalah ilmu pengetahuan yang didasarkan atas pengamatan dan percobaan. Pengamatan suatu gejala pada umumnya belum lengkap jika tidak memberikan informasi secara kuantitatif yang berupa angka-angka. 3. sehingga mudah mengungkap bagaimana kondisi tersebut mempengaurhi gejala yang diamati. Tanpa percobaan.022 x 1023 buah partikel. Percobaan merupakan pengamatan suatu gejala dengan kondisi yang telah diatur di bawah control yang sangat ketat. Ketidakpastian sering disebut dengan kesalahan sebab menunjukan perbedaan nilai sebenarnya. diperlukan percobaan. Satu mol zat terdiri atas 6. Setiap pengukuran selalu muncul ketidakpastian. yaitu perbedaan antara dua hasil pengukuran.

Akan tetapi.hasil pengukuran selalu mengandung ketidakpastian. Kedua. dipandang tidak mengandung kesalahan apapun. a. Kesalahan ini dapat diketaui dengan cara membandingkan alat tersebut dengan alat lain yang standar. Pertama. Misalnya.Sumber ketidakpastian Seperti telah diuraikan di atas. Conoth kesalahan kalibrasi adalah skala nilai pada alat ukur yang lebarnya tidak sama. meskipun buatan manusia. Alat standar. sehingga hasil pengukurannya juga tidak sempurna. Ketidakpastian bersistem Ketidakpastian bersistem dapat disebut sebagai sumber kesalahan karena bersumber pada kesalahan alat ukur. ada banyak factor lan yang berpengaruh pada hasil pengukuran yang tidak dapat diketahui semuanya. Apakah penyebab ketidakpastian pada hasil pengukuran. alat yang digunakan untuk pengukuran juga buatan manusia sehingga tidak sempurna. kita perlu mengetahui sumber-sumber menghilangkannya. karena pengukuran adalah tindakan manusia dan seperti diketahui bahwa manusia adalah tidak sempurna. ketidakpastian selalu muncul pada hasil pengukuran. Ketidakpastian ini meliputi hal-hal berikut ini : 1) Kesalahan kalibrasi Cara memberi skala nilai pada waktu pembuatan alat ukur yang tidak tepat sehingga setiap kali alat tersebut digunakan. Berikut kesalahan dan berusaha untuk ini adalah beberapa jenis ketidakpastian beserta sumbernya yang biasa dijumpai. 2) Kesalahan titik nol Titik nol skala alat ukur berimpit dengan titik nol jarum penunjuk alat ukur. jarum penunjuk titik nol pada neraca (timbangan) yang tidak berada pada posisi nol . Selain kedua factor ini.

tekanan dan kelembapan yang berebda) juga dapat menyebbakan terjadinya kesalahan Ketidakpastian bersistem menyebabkan hasil pengukuran menyimpang dari nilai yang sebenarnya. penyimpangan akibat kersalahan bersistem ini mempunyai kecenderungan tertentu sehingga memudahkan tindakan untuk mengatasinya. Pegas yang telah lama dipakai biasanya lembek. 5) Paralaks Kesalahan ini terjadi apabila pada saat membaca skala alat ukur posisi mata tidak tegak lurus terhadap jarum penunjuk 6) Keadaan saat bekerja Penggunaan alat pada kondisi yang berbeda dengan keadaan alat pada saat dikalibrasi (mislanya pada suhu. Kesalahan ini dapat diperbaiki dengan cara mengkalibrasi ulang. 4) Gesekan Keslaahan ini timbul akibat gesekan pada bagian-bagian alat yang bergerak.padahal tidak digunakan untuk menimbang. 3) Kelelahan komponen alat Kesalahan ini sering terjadi pada pegas. Biasanya. sehingga mempengaruhi hasil pengukuran. Bika tidak. . Kesalahan ini dapat dikoreksi dengan memutar tombol pengatur kedudukan jarum agar tepat pada posisi nol. kita harus mencatat kedudukan awal jarum penunjuk dan memperlakukan kedudukan awla ini sebagai titik nol.

Misalnya seismograf. sehingga menghasilkan ketidakpsatian yang bersifat acak pula. Hal itu akan mempengaruhi hasil pengukuran. misalnya mikro galvanometer menjadi terganggu akibat tumbukan antarmolekul udara. molekul udara selalu bergerak dan gerakannya bersifat acak. ketidakpastian ini tidak mempunyai kecenderungan tertentu sehingga sukar diatasi. 5) Radiasi latar Radiasi sinar kosmis dari angkasa luar dapat menyebabkan gangguan pada alat pencacah (counter) karena akan terhitung pada waktu kita mengukur dengan pencacah elektronik) . Gerakan ini pada saat tertentu mengalami fluktuasi. Berbeda dengan ketidakpastian bersistem. yaitu selalu mengalami perubahan. Tentu saja. Ketidakpastian acak Ketidakpastian ini bersumber pada keadaan atau gangguan yang sifatnya acak. belum mengganggu pembacaan besaran listrik. 2) Fluktuasi tegangan listrik Tegangan PLN. atau aki selalu berfluktuasi. dapat terganggu akibat adanya landasan yang bergetar. Hal ini menyebabkan jarum penunjukan skala alat ukur yang sangat halus.b. Penyebab ketidakpastian acak ini antara lain sebagai berikut : 1) Gerak brown molekul udara Seperti diketahui. baterai. artinya gerakan molekul udara dalam arah tertentu menjadi sangat besat atau sangat kecil. 4) Bising Padaalat-alat elektronika sering terjadi bising akibat fluktuas tegagan pada komponen alat yang bersangkutan. 3) Landasan yang bergetar Alat yang sangat peka.

skala terkecil ini juga merupakan sumber d. ketidakpastian pengukurannya ditaksir (diperkirakan) kali berdasarkan skala terkecil alat ukur yang digunakan yaitu nilai skala terkecil alat ukur. Mistar misalnya. Misalnya pengamat kurang terampil dalam menggunakan alat. karena keterbatasan penglihatan pembacaan kesalahan. Penulisan angka hasil pengukura a. Keterbatasan pengamat Sumber ketidakpsatian ini adalah keterbatasan pengamat sendiri. ketidakpastian x dari besaran adalah x = nilai skala terkecil alat ukur Hasil pengukuran besaran x biasanya dituliskan sebagai berikut: x = (xo + x) [satuan besaran yang diukur] dengan x = besaran yang diukur xo = nilai besaran yang diperoleh pada pengukuran tunggal x = ketidakpastian pad apengukuran tunggal . ada yang mempunyai skala terkecil 1 mm. utamanya alat-alat canggih yang melibatkan banyak komponen yang harus diatur.1 mm.c. Jadi. Pengukuran tunggal Apabila pengukuran besaran fisika hanya dilakukan satu kali. demikian pula jangka sorong yang dilengkapi skala mnonius sehingga memungkinkan kita mampu membaca hingga 0. meskipun demikian. Adanya nilai skala terkecil alat ukur Setiap alat ukur mempunyai skala terkecil dalam berbagai ukuran.

nilai besaran xo dapat diperoleh melalui harga rata-rata dari seluruh hasil pengukuran : Ketidakpastiannya dapat digukana deviasi standar.65 cm.05) cm atau 76.Ketidakpastian x disebut ketidakpastian mutlak yang biasanya x. Makin kecil tepat pengukuran tersebut. makin berkaitan dengan ketepatan pengukuran. besaran yang diukur beberapa kali akan dipeorleh informasi yang lebih baik tentang nilai yang sebenarnya. jadi.65 + 0.70 cm b. pengukuran dilakukan satu kali dan menghasilkan nilai 76. makin tinggi ketelitian pengukurannya.05 ) cm dan (76.65 ± 0. Hasil ini menunjukan bahwa pengukuran panjang batang tembaga terletak diantara (76. dikenal pula ketidakpastian relative yaitu dinyataan dengan prosentase.05 cm. mistar berskala mm mempunyai skala terkecil 1 mm sehingga c x 1mm = 0.60 ± 76. Sebagai contoh sebuah batang tembaga diukur panjangnya dengan mistar berskala mm. Untuk pengukuran yang dilakukan lebih dari satu kali.5 mm = 0. penulisan panjang batang tembaga adalah =(o+ ) dan keduanya = 76. yaitu x= .65 + 0. Makin x/x yang biasanya kecil ketidapastian relative.05) cm Perhatikan bahwa dalam penulisan ini o mempunyai jumlah angka yang sama dibelakang koma. Di samping ketidakpastian mutlak. Pengukuran berulang Apabila keadaan memungkinkan.

IV.1% berhak atas 4 angka dengan menyebut ketidakpastian relatifnya yaitu Contoh : Hasil pengukuran sebuah kelereng menghasilkan 4. Ketidakpastian pengukuran 5. Kegiatan Belajar 1 C. B.Perlu diingat! Cara lain untuk menyatakan ketidakpastian suatu besaran adalah x100% Banyaknya angka yang dapat dilaporkan dalam pengukuran berulang dapat mengikuti aturan berikut : Ketidakpastian relatif sekitar 10% berhak atas 2 angka Ketidakpastian relatif sekitar 1% berhak atas 3 angka Ketidakpastian relatif sekitar 0. a .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful