Tugas metode pembelajaran pai ² Document Transcript

1. METODE PEMBELAJARAN PAI<br />2035503155883<br />D<br />Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Pengganti Fainal Pada Mata Kuliah <br />Metode Pembelajaran Pai Jurusan Tarbiyah <br />Prodi PAI 1-2 Semester IV<br />Oleh :<br />BURHANUDDIN<br />008.3.T.0002<br />SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI <br />(STAIN) WATAMPONE<br />TAHUN 2010<br />KATA PENGANTAR<br />Pertama-tama kami mengucapkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga tugas kami ini dapat terealisasi dengan baik. Salawat dan Salam senantiasa dipanjatkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah bagi hidup dan kehidupan kita di muka bumi ini. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini.<br />Penulis mengakui bahwa Penulis adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan tugas ini yang telah Penulis selesaikan. Tidak semua hal dapat menulis dengan sempurna dalam tugas ini. Penulis melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang Penulis miliki. Di mana Penulis juga memiliki keterbatasan kemampuan.<br />Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa Penulis memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, Penulis bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Penulis akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki Makalah Penulis di masa datang. <br />Watampone, 7 Juni 2010<br /> Penulis<br /> BURHANUDDIN<br />BAB I<br />PENDAHULUAN<br /> o Latar Belakang Pendidikan agama merupakan bagian penting dalam pendidikan untuk membentuk insan kamil. Agama islam sebagai bagian dari sejumlah agama didunia, merupakan agama yang mempunyai pandangan hidup bahwa dunia adalah sesuatu yang fana dan permaianan belaka. Manusia beragama akan lebih mementingkan kehidupan akhirat sehingga ia akan menjadikan dunia ini sebagai lapangan kebajikan untuk memperoleh kehidupan yang sempurna di akhirat kelak.<br />Salah satu jalan untuk mencapai kehidupan kamil ini adalah dengan adanya pendidikan agama, lebih khusus yakni pendidikan agama islam sebagai agama yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun demikian realitanyamenunjukkan adanya kegagalan pendidikan agama islam di lingkungan kita.<br />Pendidikan agama islam sebagai bagian dari pendidikan agama islam merupakan salah satu bagian dalam mencapai tujuan pendidikan untuk menjadikan manusia yang kamil. Pendidikan sebagai transfer of knowledge merupakan mata tombak utama dalam menyampaikan ajaran-ajaran yang tertuang dalam al-Qur¶an dan al-Hadits sebagai sumber utama ajaran agama islam. Dimana dengan adanya pendidikan ini maka ajaran-ajaran agama dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dan benar-benar terinternalisasi dalam diri generasi mendatang.<br />Salah satu alat pendidkan agama islam yakni metode pendidikan agama islam. Yang mana dengan menggunakan metode yang tepat maka ajaran-ajaran agama dapat diserap oleh anak didik dengan sebaik-baiknya. Metode yang tepat akan menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Sebagai seorang calon pendidik agama islam maka kita perlu mengetahui metode-metode dalam pendidikan agama islam. Dengan mengetahui metode-metode

akibatnya siswa kurang memahami kegunaan dan manfaat dari apa yang telah dipelajari dalam materi PAI yang menyebabkan tidak adanya motivasi siswa untuk belajar materi PAI. dalam pelaksanaannya masih menunjukkan berbagai permasahalan yang kurang menyenangkan. lemah penalaran dan tergantung pada orang lain (Indra Djati. dan teknik tersebut harus dapat memotivasi serta memberikan kepuasan bagi anak didiknya seperti hasil atau prestasi belajar siswayang semakin meningkat. Bahkan tak jarang realitas sehari-hariyang mereka saksikan bertolak belakang dengan pelajaran di sekolah. guru dituntut untuk menguasai pengetahuan yang memadai dan teknikteknik mengajar yang baik agar ia mampu menciptakan suasana pengajaran yang efektif dan efisien atau dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan (Saepul Hamdani. Sebagai contoh.<br /> o o Rumusan Masalah Apakah yang di maksud dengan metode pembelajaran Pendidikan agama Islam (PAI) . Proses internalisasi tidak secara otomatis terjadi ketika nilai-nilai tertentu sudah dipahami oleh siswa. mau menerima seluruh informasi dan mentaati segala perlakuan gurunya.<br />Untuk memilih metode dan teknik yang digunakan memang memerlukan keahlian tersendiri. Dan yang lebih parah lagi adalah fakta bahwa semua yang dipelajari di bangku sekolah itu ternyata tidak integratif dengan kehidupan sehari-hari. Mereka adalah figur yang utama dalam menanamkan nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kerangka pembentukan sikap dan watak. <br />Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah atau di madrasah. 2003: 1). hal ini disebabkan siswa kurang termotivasi untuk belajar materi PAI (Saepul Hamdani.<br />Seperti halnya metode pembelajaran agama Islam yang selama ini lebih ditekankan pada hafalan (padahal Islam penuh dengan nilai-nilai yang harus dipraktekkan dalam perilaku keseharian). Sehingga mereka tidak memiliki keberanian menyampaikan pendapat. Seperti halnya proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah saat ini masih sebatas sebagai proses penyampaian ³pengetahuan tentang Agama Islam. Artinya. seorang peserta didik hanya disiapkan sebagai seorang anak yang harus mau mendengarkan. Seorang pendidik harus pandai memilih metode dan teknik yang akan dipergunakan. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru masih dominan ceramah.<br />Melihat kenyataan yang ada di lapangan. Mereka diharapkan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki para siswa agar dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Budaya dan mental semacam ini pada gilirannya membuat siswa tidak mampu mengaktivasi kemampuan otaknya. serta perilaku akhlakul karimah melalui berbagai model pembelajaran yang dikembangkan di sekolah. metode ceramah yang digunakan guru ketika mengajar PAI berpeluang besar gagalnya proses internalisasi nilai-nilai agama Islam pada diri siswa. 2003: 24).<br />Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) mempunyai peran yang sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.´ Hanya sedikit yang arahnya pada proses internalisasi nilai-nilai Islam pada diri siswa.<br />Dalam upaya untuk merealisasikan pelaksanaan pendidikan agama Islam.tersebut maka kita diharapkan mampu menyampaikan materi-materi ajaran agama islam dengan berbagai variasi sehingga tujuan pendidikan agama islam dapat tercapai dengan lebih mudah. sebagian besar teknik dan suasana pengajaran di sekolah-sekolah yang digunakan para guru kita tampaknya lebih banyak menghambat untuk memotivasi potensi otak. 2003: 1).

fiqhi dan sebagainya. maklumat. Pelaksanaannya dalam ruang lingkup proses pendidikan yang berada dalam suatu sistem dan struktur kelembagaan yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. pengalaman dan sikap untuk ditransferkan dari pengajar (guru) kepada pelajar (siswa).<br />Oemar Hamalik berpendapat bahwa :<br />³Seorang guru adalah sebagai pembimbing yang dapat membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya. memiliki pengetahuan dan . pikiran. akhlak. pengetahuan.Dari uraian tersebut di atas. yaitu metodologi pendidikan sebagai suatu ilmu pengetahuan tentang metode yang digunakan dalam pekerjaan mendidik. tauhid.<br />Berdasarkan defenisi di atas. ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu juga memiliki metodologi. Hampir semua ilmu pengetahuan mempunyai metodologi tersendiri.o o o o o o o o Mengapa metodologi merupakan hal yang sangat penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) Sebutkan Metode-Metode Pendidikan Agama Islam (PAI) Apa Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI) Tujuan Masalah Untuk mengetahui pengertian metode pembelajaran dalam pendidikan agama islam (PAI) Untuk mengetahui sebagaimana pentingnya metodologi pendidikan agama islam (PAI) Untuk Mengetahui Metode-Metode Pendidikan Agama Islam (PAI) Untuk Mengetahui Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI) BAB II<br />PENDAHULUAN<br /> o Pengertian Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Secara harfiah kata metode adalah dari kata ³method´ yang berarti cara kerja ilmu pengetahuan manakala kata ³metodologi (methodology)´ adalah penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian ilmiah. metodologi merupakan bagian dari perangkat disiplin keilmuan yang menjadi induknya. Oleh karena itu. Al-Toumy Al-Syaibany (1980:399) memahaminya bahwa metodologi pendidikan pembelajaran Islam adalah segala segi kegiatan terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran agama seperti akidah. Menurut Al-Toumy Al-Syaibany metodologi adalah jalan yang dilalui atau diikuti untuk memberi paham kepada murid terhadap segala macam pelajaran dalam semua mata pelajaran.<br />Pendidikan Islam merangkum metodologi pendidikan yang tugas dan fungsinya adalah memberikan jalan atau cara sebaik mungkin bagi pelaksanaan operasional dari ilmu pendidikan Islam tersebut. fungsi dan perananya dalam proses pendidikan amatlah penting untuk menentukan dan menyampaikan cara atau jalan dalam mengajar. Sebagai suatu ilmu.<br />Di antara sesuatu hal yang harus dimiliki oleh guru dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai guru adalah menguasai metode pengajaran atau metodologi.<br />Konsep metode. keterampilan. guna tercapainya tujuan dan cita-cita pendidikan Islam. penulis dapat menyimpulkan bahwa metodologi (pengajaran) Agama Islam adalah jalan atau cara yang diterapkan dalam proses belajar mengajar agama Islam. Untuk itu pemilihan metode yang tepat sangat diharapkan agar siswa memiliki gairah dan minat dalam menerima pelajaran yang disampaikan.

maka akan diperoleh gambaran bahwa metode belajar yang efektif yaitu suatu usaha yang dilakukan oleh siswa untuk mengubah tingkah lakunya.keterampilan. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepedensi efektif diantara anggota kelompok.(1980 :551). Itulah sebabnya masalah metode mengajar ini diterapkan sebagai satu bagian dari ilmu pendidikan yang dikenal dengan istilah metodelogi. sehingga menumbuhkan kreatifitas berpikir dan berbicara yang baik bagi siswa. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. keluarga serta masyarakat´(2002:89).Sesuai dengan firman Allah Swt dalam surah an-Nahl (16)125 yang berbunyi :<br /> <br />Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. baik masalah pribadi maupun kemasyarakatan. juga dapat berakibat positif bagi siswa terutama untuk melatih mereka aktif dalam diskusi kelompok dengan mengemukakan dan kebebasan berpikir tetapi terkontrol dengan baik.Atiyah al Abrasy mengemukakan bahwa:<br />Metode adalah jalan yang kita ikuti untuk memberi paham kepada murid-murid dalam segala macam pelajaran. kecerdasan dan kreatifitas berpikirnya melalui proses diskusi atau perdebatan di dalam kelas. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok.<br />Menilik berbagai pendapat di atas. Al Jumbalathy mengemukakan bahwa ³Metode adalah cara-cara yang diikuti oleh guru untuk menyampaikan maksud ke otak murid´ (1980: 267).<br />Metode Coorperative Learning<br />Sistem pembelajaran gotong royong atau cooperative learning merupakan system pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesame siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Metode merupakan rencana yang kita buat untuk diisi sebelum memasuki kelas. Abd Rahim Ghunaimah mengemukakan ³Metode adalah caracara yang praktis yang menyalurkan tujuan-tujuan dengan maksud pengajaran´(1980 : 504).<br />Para tokoh pendidikan juga tak pernah melepaskan sorotannya pada masalah metode mengajar. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi.<br />Pengertian tersebut sangat jelas menunjukkan bahwa antara metode dan mengajar tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. maka para pendidik menaruh perhatian besar.<br />Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran.<br />2. mengeluarkan pendapat dan mempertahankannya. Dan diharapkan dapat menjadi salah satu model mengajar yang efektif dan efesien.<br />3. ilmu pendidikan dan pekerjaan mengajar. memecahkan. Berikut akan dikemukakan beberapa di antaranya:<br />1. Dengan metode belajar yang efektif dapat membiasakan siswa bersikap mandiri dan aktif dalam proses belajar mengajar. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab secara maksimum terhadap sekolah. yang memberi kesempatan untuk membantah. M.<br />Pentingnya kedudukan metode mengajar dalam proses pendidikan.<br />Dengan metode belajar yang diberikan akan mengajak dan membiasakan siswa untuk bersikap analisis dan deskriptif terhadap masalah-masalah yang ada. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Hubungan kerja seperti itu memungkinkan timbulnya persepsi yang . Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

<br />b). analisis-sintesis).<br />Muhaiman (1999: 56). hands-on. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. demokratis. Al-Qur¶an dan AsSunnah serta pengetahuan tentang latar belakang masyarakatnya. melibatkan siswa dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa.<br />Metode Problem Based Learning<br />Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. generalisasi).positif tentang apa yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai keberhasilan belajar berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari anggota kelompok lain selama belajar bersama dalam kelompok. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. mengemukakan juga antara lain metode yang relevan dan efektif dalam pendidikan Islam. Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi. rangkuman. konjektur. terbuka. memahami. menuntun. Dengan metode ini. reflection (reviu. dan suasana menjadi kondusif ± nyaman dan menyenangkan. mengkonstruksi konsep-aturan. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal. inquiry (identifikasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). mengarahkan. terbuka. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. investigasi. suatu metode yang memberi . mengerjakan). authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. siswa melakukan dan mengalami. motivasi belajar muncul. latihan terbimbing. penyampaian kompetensi-tujuan. yaitu modeling (pemusatan perhatian. golongan dan lingkungan tempat kepercayaan. rambu-rambu. dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. yakni suatu metode pemahaman tentang suatu kepercayaan. sejarah budaya di samping sirah Nabi saw. contoh). sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. evaluasi. latihan mandiri. dunia pikiran siswa menjadi konkret. questioning (eksplorasi. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). pengarahan-petunjuk. motivasi. kebudayaan. tidak hanya menonton dan mencatat. tindak lanjut). menemukan). mencoba. diantaranya sebagai berikut :<br />a). refleksi.<br />Metode Contextual Teaching and learning <br />Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. negosiasi. mengembangkan. tempat. constructivism (membangun pemahaman sendiri. Ada tujuh indokator pembelajaran kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri. penilaian portofolio. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. minds-on. generalisasi. hipotesis. membimbing. dan evaluasi. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. inkuiri. Metode Diakronis<br />Metode diakronis disebut juga metode sosio-historis. akan menyebabkan anak ingin mengetahui. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. sejarah kejadian itu muncul. dengan segala alam pikirannya. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. menguraikan dan meneruskan ajaran-ajaran Islam dari sumber dasarnya yaitu. sejarah atau kejadian. Metode Sinkronik ± Analitik<br />Metode pendidikan ini merupakan. sajian informasi dan prosedur. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. dengan melihatnya sebagai satu kenyataan yang mempunyai kesatuan yang mutlak dengan waktu.<br />Metode Direct Learning<br />Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung.

serta fasilitas-fasilitas lainnya sangat besar pengaruhnya. seminar.<br />d). yang dilakukan oleh pendidikan dengan cara mengerjakan materi yang khusus (Juz¶iyah) menuju pada kesimpulan yang umum. Metode Empiris<br />Metode pendidikan ini merupakan. yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode adalah suatu cara mengajar. Keuntungan metode ini. Teknik pengajarannya meliputi diskusi. ( 1981 : 68 ) memberikan definisi sebagai berikut: ´Metode mengajar adalah :<br /> . akan membuat anak didik tidak hanya memiliki kemampuan secara teoritis ± normatif. Zuhairini dkk. resensi buku. aktualisasi serta internalisasi norma-norma dan kaidah Islam melalui satu proses aplikasi yang menimbulkan suatu interaksi sosial. satu metode yang memungkinkan anak didik mempelajari ajaran Islam melalui proses realisasi. Metode Problem Solving<br />Metode Pendidikan Islam ini. Dengan banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi di dalam penggunaan suatu metode. Metode ini tidak semata-mata mengutamakan segi pokok pelaksanaan atau aplikasi praktis. maka sebenarnya cukup sulit bagi seorang guru untuk menetapkan metode yang paling baik dan harus dipakai di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam agar pembelajaran tersebut berhasil.<br /> o Pentingnya Metodologi Pendidikan Agama Islam (PAI) Metodologi merupakan hal yang sangat penting dalam Pendidikan Agama Islam ( PAI ). siswa. berarti : ´Cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. berarti ³ ilmu tetang metode. lomba karya ilmiah dan sebagainya. merupakan pelatihan anak didik yang dihadapkan dengan berbagai masalah dan merupakan cabang ilmu pengetahuan dengan solusinya. faktor guru. Semakin baik metode yang digunakan. bahan yang akan diajarkan. menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Depdiknas. uraian tentang metode´. Sedangakan metode. Metode Induktif<br />Metode pendidikan Islam ini adalah. mendidik melalui cara menampilkan kaidah umum yang kemudian menjabarkannya dengan berbagai contoh masalah sehingga menjadi terurai. sarana. maka akan semakin efektif dan efisien pula pencapaian tujuannya.<br />f).<br />Metodologi.Pada dasarnya. prasarana. metode pendidikan Islam sangat efektif dalam membina kepribadian anak didik dan memotivasi mereka sehingga aplikasi metode ini memungkinkan puluhan ribu kaum mukminin dapat membuka hati manusia untuk menerima petunjuk Ilahi dan konsepkonsep peradaban Islam.<br />Sedangkan metode mengajar. sehingga terdapat kelemahan yakni perkembangan pikiran anak didik mungkin hanya terbatas pada kerangka yang sudah tetap dan akhirnya bersifat mekanistik. 2002 : 741 ) . tetapi juga adanya pengembangan deskriftif. cara penguasaan keterampilan yang lebih dominan di bandingkan dengan pengembangan mental ± intelektual. Metode Deduktif<br />Metode pendidikan ini adalah. kerja kelompok. Dalam metode ini. situasi. menurut kamus yang sama ( 2002 : 740) .kemampuan analisis teoritis yang sangat berguna bagi pelaksanaan perkembangan keimanan dan mental intelek.<br />e). Tujuan metode ini agar anak didik dapat mengenali kebenaran-kebenaran dan hukum-hukum umum setelah melalui riset. cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan´. Dalam metode mangajar.<br />c). Metode ini dapat dikembangkan melalui teknik simulasi. lokakarya.

mengungkapkan bahwa para ahli pendidikan Islam.<br />Seorang guru harus senantiasa membekali dirinya dengan berbagai kemampuan . seorang guru harus mampu menggunakan metode ceramah.. Kemampuan intelektual dan metodologis.Seorang guru dituntut untuk mampu memadukan berbagai metode yang relevan. Menurut ajaran Islam. segala usaha yang sistematis dan pragmatis untuk mencapai tujuan pendidikan agama. Bertitik tolak dari pengertian metode mengajar tersebut.<br />Abdur-Rahaman an-Nahlawi sebagaimana yang dikutip olehErnawati aziz mengemukakan beberapa metode pendidikan islam sebagaimana berikut :<br />a) Metode hiwar (percakapan) Qur¶ani dan Nabawi. Muhammad Fadhil Jamali. Dalam pegamalan ajaran agama ..<br />b) Kisah- .<br />Erwati Aziz di dalam bukunya Prinsip-prinsip Pendidikan Islam ( 2003 : 2 ). Karena keteladanan mutlak harus dimiliki guru agar ia dapat berperan sebagaimana mestinya sebagai guru Pendidikan Agama Islam<br />Karena pendidikan merupakan perintah Allah.<br />Metode-Metode Pendidikan Agama Islam<br />Pada dasarnya metode yang dipakai dalam pendidikan secara umum tidak beda jauh dengan metode yang dipakai dalam pendidikan agama islam. dan Fathiyah Hasan Sulaeman. (1981 : 69) merumuskan pengertian Metodologi Pendidikan Agama Islam seperti berikut ini : ³.. senantiasa memasukkan wahyu pertama ini sebagai ayat pendidikan. Metode-meyode yang dipakai dalam pendidikan agama islam banyak macamnya dan tentu saja dapat kita kembanagkan. latihan. Latihan dan pengulangan yang merupakan metode praktis untuk memahami suatu materi pelajaran termasuk dalam metode ini. baik membaca yang tertulis maupun membaca fenomena alam yang tidak tertulis. Untuk pembelajaran shalat.<br />Salah satu ayat yang sarat dengan nilai metodologis yaitu Surah An-Nahl ayat 125 : <br />³Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. merupakan kebulatan dalam suatu sistem pendidikan´. maka Allah banyak memberikan petunjuk tentang masalah pendidikan ini. sarat dengan petunjukNya tentang pendidikan. seperti Hasan Langgulung. misalnya. Surah Al-Alaq ayat 1 ± 5 yang merupakan wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW. dengan melalui berbagai aktivitas. serta harus memberi keteladanan bagi anak didiknya. sebuah metode yang diisyaratkan secara implisit di dalam Surah Al Alaq. melaksanakan pendidikan agama adalah merupakan perintah dari Allah dan ibadah kepada-Nya. Membaca merupakan salah satu aktivitas dalam pendidikan yang tidak dapat diabaikan. yang didukung oleh alat-alat bantu mengajar.Bagian ayat adalah mengajarkan agama. tanya jawab . karena bila sudah terbiasa melakukannya dengan baik sejak kecil akan sulit untuk berubah dari kebiasaan tersebut.Salah satu metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah pembiasaan dan pengamalan .. 1976 : 28 ). merupakan alat mencapai tujuan.o o o merupakan salah satu komponen dari pada proses pendidikan. Karena itu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh guru. Zuhairini dkk. <br />sedang itu adalah metode ( Abu Ahmadi. Mereka juga mengemukakan bahwa gaya bahasa dan ungkapan ayat-ayat Al-Quran menunjukkan bahwa ia mengandung nilai-nilai metodologis yang beragam sesuai dengan sasaran yang dihadapinya. baik di dalam maupun di luar kelas dalam lingkungan sekolah´. pembiasaan ini sangat penting . serta kepribadian dan akhlak mulia harus dimiliki seorang guru. Ayat pertama surah ini merupakan perintah membaca ( ). Pada waktu turun wahyu tersebut perintah iqra diulang-ulang oleh Malaikat Jibril.´ ..

Karena kesalahan kecil dapat menimbulkan madhorot yang sangat besar jika seorang murid memahami hal agama tidak sesuai dengan apa yang guru sampaiakan. <br />Sikap guru dalam menerima jawaban dari anak didik adalah jangan mematahkan semangat serta jangan terlalau menonjolkan kesalahan murid yangdapat mengurangi harga dirinya didepan yang lain. pendapat.<br />d) Teladan<br />e) Pembiasaan dan pengamalan<br />f) Ibroh dan Mau¶izoh<br />g) Targhib dan tarhib<br />Sedangkan A.<br />Terdapat unsur paksaaan.<br />Metode Diskusi/ Musyawarah atau Sarasehan<br />Diskusi merupakan metode dengan jalan saling tukar menukar informasi.<br />Metode Ceramah<br />Metode ini sering juga disebut sebagai ´one man show method´ merupakan bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seseorang terhadap sekelompok pendengar. kerja kelompok. dan metode anugerah. karya wisata atau sinau wisata.<br />Dalam pendidikan agama metode ini sangat tepat untuk menyampaikan materi tentang tauhid.kisah Qur¶ani dan Nabawi<br />c) Amtsal Qur¶ani dan Nabawi. Metode yang biasanya dipadukan dengan metode ceramah ini mempunyai fungsi sebgai tolak ukur utuk mengetahui tingkat pemahaman siswa serta untuk memberikan latihan dan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi yang belum dikuasai. Dalam pendidikan agama metode ini dapat digunakan sebagai jalan untuk segera menemukan kesalahfahaman terhadap materi agama. tanya jawab. Karena tauhid merupakan materi yang sukar untuk didiskusikan serta tidak dapat dipragakan. tugas. permainan dan simulasi. serta ikut menymbangkan fikiran dalam suatu . sistem belajar beregu.<br />Secara garis besar beberapa ahli juga menjelaskan hal yang sama tentang metode-metode yang bisa dipakai dalam pendidikan sebagaimana yang kami sebutkan diatas. Patoni menyebutkan lima belas metode yang bisa dipakai dalam pendidikan agama islam yakni :metode ceramah. Hal tersebut dikarenakan dimungkinkan adanya keengganan murid untuk bertanya terhadap istilah atau sesuatu yang belu difahami oleh murid. yakni murid harus mendengar apa yang disampaikan guru dan menganggapnya benar setiap jalan fikiran guru. uswatun khasanah. Fungsi dari diskusi adalah utnuk merangsang murid untuk berfikir dan mengeluarka pendapatnya sendiri.<br />Pada pendidikan dasar metode ini kurang baik jika dilaksanakan 100%. dan unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu. pemecahan masalah. Metode ini sangat tepat jika digunakan untuk menyampaikan suatu informasi. demonstrasi dan eksperimen.<br />Metode Tanya Jawab<br />Metode ini merupakan metode yang memungkikan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic.Kelemahan metode ini adalah:<br />Perhatian murid hanya pada guru dan terkadang guru dianggap paling benar. proyek dan unit. Dan disini kami akan mencoba menjelaskan beberapa metode sebagaimana yang kami sebut diatas. diskusi/ musyawarah atau sarasehan. latihan siap. Sehingga dalam metode ini gurulah yang aktif. sosiodrama dan bermain peran. Kelebihan metode ini adalah:<br />Biayanya murah<br />Dapat menyajikan pelajaran kepada murid dalam jumlah yang besar dalam waktu yang sama<br />Mudah mengulang lagi jika diperlukan<br />Seorang guru yang mampu berceramah dengan baik akan menjadikan materi yang disampaikan lebih menarik<br />Memberikan pengalaman keada murid untuk belajar mendengar dan memahami dengan baik perkataan orang lain<br />Memberi pengalaman kepada murid untuk membuat catatan-catatan kecil (membuat ringkasan)<br />Materi yang ddisusun dengan sisitematis dapat dapat menghemat waktu belajar<br />Namun demikian metode ini juga memiliki kelemahan.

Juga sebagai sarana mengambil satu jawaban yang aktual atau suatu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang seksama. Sedangkan eksperimen merupakan metode engan jalan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengerjakan serta mengamati proses dan hasilyang dikerjakannya.<br />Baik sekali untukuntuk mengisi waktu terluang dengan masalah-maslah yang konstruktif<br />Membiasakan anak untuk giat belajar.<br />Memeberikan kesempatan kepada murid untuk berdiskusi dibawah asuahn guru<br />Mengembangkan solidaritas dan sikap toleransi terhdap berbagai pendapat yang bervariasi. Metode ini digunakan untuk memeperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan yang biasanya memerlukan latihan secara terus-menerusterhadap suatu bahan pelajaran. role playing. psikodrama.<br />Metode Tugas<br />Yakni suatu cara dimana dalam proses belajar mengajar guru memberikan tugas tertentu kepada murid untuk dikejakan yang kemudian tugas tersebut dipertanggungjawabkan kepada guru tersebut.<br />Dalam pendidikan agama metode ini sangat cocok digunakan untuk menanamkan akhlakul karimah dalam diri siswa. Dalam istilah lama metode ini kita kenal sebagai PR ´pkerjaanRumah´. Sehingga diperlukan pimpinan diskusi yang lihai untuk memandu sebuah diskusi.<br />Metode ini .<br />Metode Latihan Siap<br />Metode ini biasanya dipakai untuk materi-materi yang bersifat motoris dan keterampilan.<br />Membina murid untuk berfikir matang sebalum bicara. Keistimewaan metode ini dalam pendidikan agama antara lain : <br />Mendidik murid untuk saling bertukar nformasi.masalah. Simulasi merupakan cara menjelaskan sesuatu mellaui perbuatan yang bersifat pura-pura atau melalui proses tingkah laku imitasi.<br />Hasildari metode ini adalah menambah daya fikir atau daya ingat serta bertambahnya pengetahuan atau pemahaman siswa. simulasi game. dan berdiri sendiri. atau bermain peranan mengenai suatu tingkah laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebanarnya. tata cara ibadah haji. pikiran dan pendapat<br />Memberikan kesempatan murid untuk menghayati pembaharuan suatu problematika secara bersama-sama. Namun dalam pengertian baru tugas diartikan sebagai suatu perencanaan atau pengorganisasian bersama antara murid mengenai sesuatu hal. dan sebagainya. Dalam pendidikan agma metode ini bisa dipakai untuk menjelaskan tentang mengurus mayat.<br />Metode Demonstrasi Dan Eksperimen<br />Demonstrasi merupakan metode dengan jalan pengajar memperlihatkan suatu proses kepada anak didik.<br />Murid-murid dapat belajar dan bekerja dalam suasana yang demokratis. sosiodrama.<br />Memberikan kesempatan murid untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sudut pandang dan sumber.<br />Metode ini merupakan metode yang dipakai jika seorang guru bertujuan unutk melatih siswa berbaur dalam masyarakat dengan berbagai problematikanya.<br />Metode Permainan Dan Simulasi<br />Metode ini merupakan bentuk pendidikan dengan menduplikasikan bagian-bagian peting dalam bentuk yang sesungguhnya kedalam bentuk permainan. bertanggung jawab. Keistimewaan metode ini adalah :<br />Murid-murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif. Sehingga siswa belajar untuk bertindak dan bertingkah laku dalam situasi sosial tertentu.<br />Mengajarkan kepadamurid untuk berfikir dan menyampaiakan pendapat secara logis dan sistematis. Bentuk dari permaiana simulasi ada beberapa macam antara lain : peer teaching (latihan mengajar oleh siswa kepada teman-teman calon guru). Dalam pendidkan agama metode ini bisa dipakai dlam rangka mengajarkan baca tulis al-Qur¶ar serta praktekpraktek ibadah.<br />Namun demikian biasanya diskusi hanya berjalandiantara muridmurid yang pandai bicara saja.

logis dan sistematis. penghormatan.<br />Metode Anugerah. Data yang terkumpul tentunya belumtentu benar dan sesuai dengan permasalahan kitasehingga perlu dianalisis.<br />Mengurangi atau mengurangi proses interaksi edukasi yang bersifat verbalistik<br />Membantu murid untuk memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian. Bahkan menurut Ahmad fatoni merupaknmetode yang menentukan keberhasilan dari pendidikan agama islam kita semua tentu menyadari bahwa apa yang dilihat dan dilakukan oleh seorang pendidik agama merupakan tambahan dari daya didiknya. Imbalan tersebut dapat berupa pujian. Metode ini sangat baik untuk melatih siawa berfikir kritis dan dinamis terhadap suatu masalah tertentu. sebab lebih menarik<br />Metode Karya Wisata Atau Sinau Wisata<br />Nana sudjana menyebut metode ini dengan ´ Field Trip´. <br />Metode Uswatun Khasanah<br />Menurut Ahmad Fatoni metode ini merupakn metode yang paling tua dan sulit.<br />Metode ini merupakan metode yang mempunyai penruh besar dalam pendidikan agama islam. Dengan adanya anugerah anak didik didorong untuk mengerjakan perbuatan yang baik dan anugerah sebagai imbalannya. Setiap manusia yang normal tentu mempunyai harapan dan keinginan.<br />Metode Kerja Kelompok<br />Yakni dengan memandang anak didik kedalam satu kelompok sebagai satu kesatuan tersendiri. kerja kelompok dapat diterapkan utnuk berbgai bahan atau materi pelajaran untuk berbagai macam tjuan proses belajar-mengajar.<br />Menurut Gagne (1985) kalau peserta didik dihadapkan pada suatu masalah pada akhirnya mereka bukan hanya sekedar memecahkan masalah. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh metode ini. Sebagai metode interaksi edukatif. Dewey langkah-langkah umum yang dipakai adalah merealisir adanya suatu permasalahan.<br />Metode Sistem Belajar Beregu (Team Teching)<br />Yakni metode mengajar sekelompok siswa dengan dihadapi oleh beberapa guru. Yakni menyampaikan pendidikan agama melalui contoh yang baik dari pendidiknya. untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan gotong royong. kemudian menyusun hipotesa yang kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan data dan informasi. Dalam pendidikan agama metode ini sangat baik digunakan untuk lebih menanamkan keimanan kepada siswa dengan mengunjungi langsung tempat-tempat wisata dan lainnya untuk lebih mengenal ayat-ayat Allah yang ada di alam ini. sehingga merupakan suatu keseluruhan atau kesatuan bulat yang bermakana dan mengandung suatu pokok masalah.<br />Metode Proyek Dan Unit<br />Metode proyek yang disebut juga sebagai metode unit merupakan metode mengajar dimana bahan pelajaran diorganisir sedemikian rupa. Menurut J. . Dalam metode ini anak didik disuguhi bermacam-macam masalah dan anak didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut denga mengikuti langkah-. Dengan metode ini diharapkan pemahaman siswa akan lebih luas dan mendalam.angkah tertentu secara ilmiah. tettapi juga akan belajar sesuatu yang baru. Sehingga jika seorang guru agama tidak mencerminkan tinakan yang agamis dalam perilaku kesehariannya tentu akan melumpuhkan daya didiknya.<br />Islam mengenalkan umatnya dengan adanya pahala sebagai bentuk imbalan dari tindakan khasanahnya. Dan terbukti bahwa pahala sangat mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan ajaran agamanya.digunakan untuk : <br />Memberikan keterampilan tertentu<br />Mempeermudah berbagai jenis penjelasan karena penggunan bahasa lisan dlam metode ini terbatas.dalam metode ini kita juga bisa mendatangkan para ahli dibidangnya atau pengajar non formal.<br />Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)<br />Yakni metode pendidikan dengan menyajikan bahan pelajaran dengan mengajak dan memotivasi siswa untuk memecahkan masalah dalam kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar.

Pengajaran sejarah Islam<br />Tujuan pengajaran dari sejarah Islam ini adalah agar siswa dapat mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan agama Islam dari awalnya sampai zaman sekarang sehingga siswa dapat mengenal dan mencintai agama Islam. Untuk itu diperlukan kreatifitas dari pendidik dalam menggunakan metode-metode tersebut. dan lain sebagainya. Tujuan pengajaran ini adalah agar siswa mengetahui dan mengerti tentang hukum-hukum Islam dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. inti dari pengajaran ini adalah tentang rukun Islam.<br />c. tanda penghargaan.<br />BAB III<br />PENUTUP<br /> o Kesimpulan Dalam pengajaran agama Islam pada khususnya tentunya memerlukan metode agar dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar akan tercapai sesuai dengan yang . serta hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.<br />d. Pengajaran akhlak<br />Pengajaran akhlak adalah bentuk pengajaran yang mengarah pada pembentukan jiwa. Pengajaran ibadah<br />Pengajaran ibadah adalah pengajaran tentang segala bentuk ibadah dan tata cara pelaksanaannya. keselarasan. dan ketiga hubungan manusia dengan dirinya sendiri. dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT. dan dalil-dalil syar'i yang lain. Dan tentunya metode-metode yang dianggap baik masih bisa kita gnakan dalam proses interaksi edukasi.<br />f. Pengajaran fiqih<br />Pengajaran fiqih adalah pengajaran yang isinya menyampaikan materi tentang segala bentuk-bentuk hukum Islam yang bersumber pada Al-Quran. Metode-metode diatas dengan berbagai tujuan yang hendak dicapainya bukanlah metode-metode yang berdiri sendiri melainkan metode-metode yang perlu untuk dikolaborasikan shingga proses interaksi edukasi yang ada akan lebih menarik lagi. Mengerti segala bentuk ibadah dan memahami arti dan tujuan pelaksanaan ibadah. sunnah. Akan tetapi dalam prakteknya hanya ayat-ayat tertentu yang di masukkan dalam materi Pendidikan Agama Islam yang disesuaikan dengan tingkat pendidikannya. dalam hal ini tentunya kepercayaan menurut ajaran Islam. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian. Pengajaran keimanan<br />Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang aspek kepercayaan. Pengajaran Al-Quran<br />Pengajaran Al-Quran adalah pengajaran yang bertujuan agar siswa dapat membaca AlQuran dan mengerti arti kandungan yang terdapat di setiap ayat-ayat Al-Quran. cara bersikap individu pada kehidupannya. pengajaran ini berarti proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan supaya yang diajarkan berakhlak baik.<br />Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam juga identik dengan aspek-aspek Pengajaran Agama Islam karena materi yang terkandung didalamnya merupakan perpaduan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. tujuan dari pengajaran ini agar siswa mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar.<br />Apabila dilihat dari segi pembahasannya maka ruang lingkup Pendidikan Agama Islam yang umum dilaksanakan di sekolah adalah :<br />a. hubungan manusia dengan sesama manusia.<br />e.<br />Pada dasarnya metode-metode yang kami jelaskan diatas merupakan pilihan yang tentunya masih dapat dikembangkan.<br /> o Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam.<br />b.hadiah.

Pd. resitasi. Menjadi Guru Profesional ³menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan´. Falah Production. Partanto. metodenya yaitu metode sosiodrama/bermain peran dan service project<br /> o Saran Dengan selesainya makalah ini tentunya masih banyak yang kurang dalam makalah ini maka dari itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari Bapak dosen yang membawakan mata kuliah ini.<br />-----------Metodologi Pengajaran Agama Islam. Metode Pembelajaran Agama Islam. metodenya yaitu.Sudjana. Strategi Pembelajaran.. Jakarta. Metodik Khusus Mengajar Agama . Hal. 2001<br />Ahmad Tafsir. metodenya yaitu demonstrasi dan dril<br />Bahan yang mengandung materi hafalan.<br />Dalam kriteria pengajaran PAI ada 4 hal yang harus diperhatikan dan metode yang relevan untuk digunakan yaitu. Bandung 2000. Mulyasa. Kamus Ilmiah Populer. 107<br />Dr.<br />Dahlan al-Barri & M. metodenya yaitu metode ceramah.hl 154<br />Usman Basyiruddin. Abu . Jakarta: Ciputat Pers. Depdiknas<br /> Saliman & Sudarsono. <br />DAFTAR PUTAKA<br />http://Ahmadi. Zakiah Drajat.<br />Pusat Kurikulum Depdiknas. 1994).diharapkan. Pius A. atau proyek<br />Bahan yang memerlukan keterampilan atau gerakan tertentu. 2004. 1976 . dkk. 2002<br /> . Metode Khusus Pengajaran Agama Islam Bandung. Standar Kompentensi Mata Pelajaran Agama Islam Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyyah. Semaran . Rajawali Press..<br />Prof. (Surabaya : Arkola.<br /> E. Kamus Pendidikan. M. Jakarta: Bumi Aksara. S. Metode Khusus Pengajaran Agama Islam.M. pemberian tugas dan tanya jawab<br />Bahan yang mengandung unsur emosi.H. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. 2004. :<br />Bahan yang memerlukan pengamatan. 1994). Pendidikan dan Umum (Jakarta: Rineka Cipta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful