Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan Islam yaitu bimbingan jasmani dan rohani menuju terbentuk kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian lain Pendidikan Islam merupakan suatu bentuk kepribadian utama yakni kepribadian muslim. kepribadian yg memiliki nilai-nilai agama Islam memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dgn nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yg bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yg bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan adl mewujudkan tujuan ajaran Allah (Djamaluddin 1999: 9). Menurut Hasan Langgulung yg dikutip oleh Djamaluddin (1999) Pendidikan Islam ialah pendidikan yg memiliki empat macam fungsi yaitu :
y

y y y

Menyiapkan generasi muda utk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yg akan datang. Peranan ini berkaitan erat dgn kelanjutan hidup masyarakat sendiri. Memindahkan ilmu pengetahuan yg bersangkutan dgn peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda. Memindahkan nilai-nilai yg bertujuan utk memilihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yg menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban. Mendidik anak agar beramal di dunia ini utk memetik hasil di akhirat.

An-Naquib Al-Atas yg dikutip oleh Ali mengatakan pendidikan Islam ialah usaha yg dialakukan pendidik terhadap anak didik utk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yg benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yg tepat di dalam tatanan wujud dan keberadaan (1999: 10 ). Adapun Mukhtar Bukhari yg dikutip oleh Halim Soebahar mengatakan pendidikan Ialam adl seganap kegiatan yg dilakukan seseorang atau suatu lembaga utk menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri sejumlah siswa dan keseluruhan lembaga-lembaga pendidikan yg mendasarkan program pendidikan atau pandangan dan nilai-nilai Islam (2002: 12). Pendidikan Islam adl jenis pendidikan yg pendirian dan penyelenggaraan didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita utk mengejewantahkan nilai-nilai Islam baik yg tercermin dalam nama lembaga maupun dalam kegiatan-kegiatan yg diselenggarakan (Soebahar 2002: 13). Kendati dalam peta pemikiran Islam upaya menghubungkan Islam dgn pendidikan masih diwarnai banyak perdebatan namun yg pasti relasi Islam dgn pendidikan bagaikan dua sisi mata uang mereka sejak awal mempunyai hubungan filosofis yg sangat mendasar baik secara ontologis epistimologis maupun aksiologis. Yang dimaksud dgn pendidikan Islam disini adl : pertama ia merupakan suatu upaya atau proses yg dilakukan secara sadar dan terencana membantu peserta didik melalui pembinaan asuhan bimbingan dan pengembangan potensi mereka secara optimal agar nanti dapat memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai keyakinan dan pandangan hidup demi keselamatan di dunia dan akherat. Kedua merupakan usaha yg sistimatis pragmatis dan metodologis dalam membimbing anak didik atau tiap individu dalam memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam secara utuh demi terbentuk kepribadian yg utama menurut ukuran islam. Dan ketiga merupakan segala upaya pembinaan dan pengembangan potensi anak didik utk

diarahkan mengikuti jalan yg islami demi memperoleh keutamaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat. Menurut Fadlil Al-Jamali yg dikutip oleh Muzayyin Arifin pendidikan Islam adl proses yg mengarahkan manusia kepada kehidupan yg baik dan mengangkat derajat kemanusiaan sesuai dgn kemampuan dasar (fitroh) dan kemampuan ajar (2003: 18). Maka dgn demikian pendidikan Islam dari beberapa pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa pendidikan Islam sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia baik dari aspek rohaniah jasmaniah dan juga harus berlangsung secara hirarkis. oleh krn itu pendidikan Islam merupakan suatu proses kematangan perkembangan atau pertumbuhan baru dapat tercapai bilamana berlangsung melalui proses demi proses kearah tujuan transformatif dan inovatif. Pendidikan islam sebagaimana rumusan diatas menurut Abd Halim Subahar ( 1992 : 64) memiliki beberapa prinsip yg membedakan dgn pendidikan lain Prinsip Pendidikan islam antara lain :
y y y y y y

Prinsip tauhid Prinsip Integrasi Prinsip Keseimbangan Prinsip persamaan Prinsip pendidikan seumur hidup dan Prinsip keutamaan.

Sedangkan tujuan pendidikan islam dapat dirumuskan sebagai berikut :
y y

y

Untuk membentuk akhlakul karimah. Membantu peserta didik dalam mengembangkan kognisi afeksi dan psikomotori guna memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai pedoman hidup sekaligus sebagai kontrol terhadap pola fikir pola laku dan sikap mental. Membantu peserta didik mencapai kesejahteraan lahir batin dangan membentuk mereka menjadi manusia beriman bertaqwa berakhlak mulia memiliki pengetahuan dan keterampilan berkepribadian integratif mandiri dan menyadari sepenuh peranan dan tanggung jawab diri di muka bumi ini sebagai abdulloh dan kholifatulloh.

Dengan demikian sesungguh pendidikan islam tak saja fokus pada education for the brain tetapi juga pada education for the heart. Dalam pandangan islam krn salah satu misi utama pendidikan islam adl dalam rangka membantu peserta didik mencapai kesejahteraan lahir batin maka ia harus seimbang sebab bila ia hanya focus pada pengembangan kreatifiats rasional semata tanpa diimbangi oleh kecerdasan emosional maka manusia tak akan dapat menikmati nilai kemajuan itu sendiri bahkan yg terjadi adl demartabatisasi yg menyebabkan manusia kehilangan identitas dan mengalami kegersangan psikologis dia hanya meraksasa dalam tehnik tapi merayap dalam etik. Demikian pula pendidikan islam mesti bersifat integralitik arti ia harus memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh kesatuan jasmani rohani kesatuan intelektual emosional dan spiritual kesatuan pribadi dan sosial dan kesatuan dalam melangsungkan mempertahankan dan mengembangkan hidup dan kehidupannya.

Dasar-Dasar Pendidikan Islam Dalam tiap aktivitas manusia sebagai instrumen transformasi ilmu pengetahuan budaya dan sebagai agen perubahan sosial pendidikan memerlukan satu landasan fundamental atau basik yg kuat. Adapaun dasar yg di maksud adl dasar pendidikan Islam suatu totalitas pendidikan yg wajib bersandar pada landasan dasar sebagaimana yg akan dibahas dalam bagian berikut ini. Pendidikan Islam baik sebagai konsep maupun sebagai aktivitas yg bergaerak dalam rangka pembinaan kepribadian yg utuh paripurna atau syumun memerlukan suatu dasar yg kokoh. kajian tentang pendidikan Islam tak lepas dari landasan yg terkait dgn sumber ajaran Islam yaitu :
y

Al-Qur¶an

Al-Qur¶an ialah firman Allah berupa wahyu yg disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalam terkandung ajaran pokok yg dapat dikembangkan utk keperluan aspek kehidupan melalui ijtihad. Ajaran yg terkandung dalam Al-Qur¶an itu terdiri dari dua prinsip besar yaitu yg berhubungan dgn masalah keimanan yg disebut aqidah dan yg berhubungan dgn amal disebut syari¶ah. Oleh krn itu pendidikan Islam harus menggunakan Al-Qur¶an sebagai sumber dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan Islam sesuai dgn perubahan dan pembaharuan (Darajat 2000: 19).
y

As-Sunnah

As-Sunnah ialah perkataan perbuatan ataupun pengakuan rasul. Yang di maksud dgn pengakuan itu ialah kejadian atau perbuatan orang lain yg diketahui oleh Rasulullah dan beliau membiarkan saja kejadian atau perbuatan itu berjalan. Sunnah merupakan sumber ajaran kedua sesudah AlQur¶an yg juga sama berisi pedoman utk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspek utk membina umat menjadi manusia seutuh atau muslim yg bertaqwa. Untuk itulah rasul Allah menjadi guru dan pendidik utama. Maka dari pada itu Sunnah merupakan landasan kedua bagi cara pembinaan pribadi manusia muslim dan selalu membuka kemungkinan penafsiran berkembang. Itulah sebab mengapa ijtihad perlu ditingkatkan dalam memahami termasuk yg berkaitan dgn pendidikan. As-Sunnah juga berfungsi sebagai penjelasan terhadap beberapa pembenaran dan mendesak utk segara ditampilkan yaitu :
y y

Menerangkan ayat-ayat Al-Qur¶an yg bersifat umum Sunnah mengkhitmati Al-Qur¶an.

y Ijtihad Ijtihad adl istilah para fuqoha yaitu berfikir dgn menggunakan seluruh ilmu yg dimiliki oleh ilmuan syari¶at Islam utk menetapkan atau menentukan sesuatu hukum syara¶ dalam hal-hal yg ternyata belum ditegaskan hukum oleh Al-Qur¶an dan Sunnah. Namun dgn demikian ijtihad dalam hal ini dapat saja meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan tetapi tetap berpedoman pada Al-Qur¶an dan Sunnah. Oleh krn itu ijtihad dipandang sebagai salah satu sumber hukum Islam yg sangat dibutuhkan

sepanjang masa setelah rasul Allah wafat. Unsur-Unsur Pendidikan Islam Dalam implementasi fungsi pendidikan Islam sangat memperhatikan aspek yg mendukung atau unsur yg turut mendukung terhadap tercapai tujuan dari pendidikan Islam. Kedua mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggung jawab dalam tata hidup bermasyarakat. Berdasarkan firman Allah di atas bahwa tiap orang berfikir harus mengakui kebesaran Allah dan hal ini relevan utk dijadikan dasar dalam pendidikan Islam. Dia menjadikan pada buah-buahan berpasang-pasangan.Ra¶du ayat 3 yg berbunyi : Arti : ³Dialah Tuhan yg mmembentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung sungai-sungai padanya. Keempat mengenalkan manusia akan pencipta alam ini (Allah) dan memerintahkan beribadah kepada-Nya (2002: 19-20). Secara substansial ijtihad dalam pendidikan harus tetap bersumber dari Al-Qur¶an dan Sunnah yg diolah oleh akal yg sehat dari para ahli pendidikan Islam. Sasaran ijtihad ialah segala sesuatu yg diperlukan dalam kehidupan yg senantiasa berkembang. Adapun aspek atau unsur-unsur tersebut adl : Tujuan Pendidikan Islam Menurut Fadlil Aljamali yg dikutip oleh Abdul Halim Soebahar sebagai berikut: Pertama mengenalkan manusia akan peran diantara sesama (makhluk) dan tanggung jawab pribadinya. Allah jualah yg menutup malam kepada siang sesungguh pada yg demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yg berfikir´ (Depag RI 1992: 368). Ijtihad dalam bidang pendidikan sejalan dgn perkembangan zaman yg semakin maju bukan saja dibidang materi atau isi melainkan juga dibidang sistem. Hal yg sama pula tujuan pendidikan Islam dapat dipahami dalam firman Allah : . Tujuan pendidikan Islam adl tercapai pengajaran pengalaman pembiasaan penghayatan dan keyakinan akan kebenarannya. Ketiga mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajak mereka utk mengetahui hikmah diciptakan serta memberi kemungkinan utk mengambil manfaat dari alam tersebut. Sedangkan menurut Zakiyah Dzarajat tujuan pendidikan Islam yaitu membentuk insan kamil dgn pola taqwa dapat mengalami perubahan bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. y Al-Kaun Maksud Allah menurunkan ayat kauniyah tersebut yaitu utk mempermudah pemahaman manusia terhadap lingkungan sekitar sehingga dapat mengakui kebesaran seperti yg terdapat dalam AlQur¶an surat Ar. Oleh krn itulah tujuan pendidikan Islam itu berlaku selama hidup utk menumbuhkan memupuk mengembangkan memelihara dan mempertahankan (2000: 31).

Sedangkan menurut Ahmad D Marimba yg dikutip oleh Halim Soebahar menyatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adl terbentuk muslim. Dengan demikian tujuan pendidikan itu tak berdiri sendiri melainkan dirumuskan atas dasar hidup bangsa dan cita-cita negara dimana pendidikan itu dilaksanakan. Oleh krn itu sebelum seseorang melaksanakan tugas kependidikan terlebih dahulu harus memahami falsafah negara supaya norma yg melandasi hidup bernegara itu tercermin dari . Adapun tujuan hidup seorang muslim adl menghamba kepada Allah yg berkaitan dgn firman Allah Surat Dzariat 56 yg berbunyi : Artinya: ³Dan aku (Allah) tak menjadikan jin dan manusia melainkan utk meyembah-Ku´. Sama hal dgn tujuan pendidikan di Indonesia juga selalu berubah-rubah dikarenakan kondisi dan situasi politik tak stabil.Arinya: ³Wahai orang-orang yg beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dgn sebenar-benar taqwa. Dan masih banyak beberapa deskripsi yg membahas tentang tujuan pendidikan Islam seperti konfrensi pendidikan di Islamabat tahun 1980 bahwa pendidikan harus merealisasikan cita-cita (idealitas) Islam yg mencakup pengembangan kepribadian muslim secara meyeluruh yg harmonis yg berdasarkan fisiologis dan psikologis maupun yg mengacu kepada keimanan dan sekaligus berilmu pengetahuan secara berkeseimbangan sehingga terbentuklah muslim yg paripurna berjiwa tawakkal secara total kepada Allah sebagaimana firman Allah Surat Al-An¶am Ayat 162: Artinya: ³Katakanlah sesungguh sholatku ibadahku hidup dan matiku hanya bagi Allah tuhan semesta alam´. Dan menurut bahwa tujuan demikian identik dgn tujuan hidup tiap muslim. Maka dari pada itu tujuan pendidikan Islam dirumuskan dalam nilai-nilai filosofis yg termuat dalam filsafat pendidikan Islam. Sedanagkan Muhammad Umar Altomi Al-Zaibani yg dikutip oleh Djalaluddin mengatakan tujuan pendidikan Islam adl utk mempertinggi nilai-nilai akhlak hingga mencapai akhlak ul karimah. Telah kita ketahui bahwa dasar tujuan pendidikan ditiap-tiap negara itu tak selalu tetap sepanjang masa melainkan sering mengalami perubahan atau pergantian sesuai dgn perkembangan zaman. Perumbakan itu biasa akibat dari pertentangan pendirian atau ideologi yg ada di dalam masyarakat itu. (Langgulung 1990: 9). Hal ini kerap kali terjadi lebih-lebih di negara yg belum stabil kehidupan politik krn mereka yg bertentangan itu sadar bahwa pendidikan memegang peranan penting sebagai generasi bangsa. (2001: 90). Sikap hidup itu dilandasi oleh normanorma yg berlaku bagi semua warga negara. Hal ini dibuktikan mulai tahun 1946 sampai pada saat sekarang. Tujuan ini sama dan sebangun dgn tujuan yg akan dicapai oleh misi kerasulann yaitu ³membimbing manusia agar berakhlak mulia´. Imam Al-Ghazali mengatakan tujuan penddikan Islam adl utk mencapai kesempurnaan manusia yg mendekatkan diri kepada Allah dan bertujuan meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Maka dgn demikian tujuan pendidikan Islam yg berdasarkan deskripsi di atas ialah menanamkan makrifat (kesadaran) dalam diri manusia terhadap diri sendiri selaku hamba Allah kesadaran selaku anggota masyarakat yg harus meiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap pembinaan masyarakat serta menanamkan kemampuan manusia utk menolak memanfaatkan alam sekitar sebagai ciptaan Allah bagi kepentingan kesejahteraan manusia dan kegiatan ibadah kepada pencipta alam itu sendiri. Seperti hal dasar pendidikan maka tujuan pendidikan Islam juga identik dgn tujuan Islam itu sendiri. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (QS. 3 Ali-Imron: 102).

Sehingga menjadi insan yg mempunyai kesadaran penuh kepada sang pencipta. Adapun pengertian kurikulum secara etimologi berasal dari bahasa latin (suatu jarak yg harus ditempuh dalam pertandingan olahraga) kemudian yg dialihkan kedalam pengertian pendidikan menjadi suatu lingkaran pengajaran dimana guru dan murid terlibat didalamnya. Ketiga diartikan sebagai garis besar materi dari suatu bidang study yg telah dipilih utk dijadikan objek belajar. Dan secara termenologi adl menunjukkan tentang segala mata pelajaran yg dipelajarai dan juga semua pengalamam yg harus diperoleh serta semua kegiatan yg harus dilakukan anak. . Kelima adalah sebagai bentuk dan jenis kegiatan belajar mengajar yg dialami oleh para pelajar termasuk di dalam berbagai jenis bentuk dan frekuensi evaluasi yg digunakan sebagai bagian terpadu dari strategi belajar mengajar yg direncanakan utk dialami para pelajar. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa yg dimaksud dgn peserta didik ialah anggota masyarakat yg berusaha menyumbangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yg tersedia pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PPRI 2005: 12) Pendidik atau guru secara implisit ia telah merelakan diri dan memikul dan menerima sebagai tanggung jawab pendidikan yg terpikul dipundak pada oranag tua. Kurikulum dan Materi. (2004:243-244) Oleh karena itu kurikulum menggambarkan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga kependidikan tak hanya dijabarkan serangkai ilmu pengetahuan yg harus diajarkan pendidik kepada anak didik dan anak didik mempelajarinya. Kedua sebagai kerangka materi yg memberikan gambaran tentang bidang-bidang study yg harus dipelajari oleh peserta didik utk menguasai serangkaian kemampuan nilai dan sikap yg secara institusional harus dikuasi oleh peserta didik setelah selesai dgn pendidikannya.tindakan agar pendidikan yg diarahkan kepada pembentukan sikap posisi pada peserta didik hendak diperhitungkan pula bahwa manusia muda (peserta didik) itu tak hidup tersendiri di dunia ini. Menurut Soedijarto yg dikutip Khoiron Rosyadi mengartikan kurikulum dgn lima tingkatan yaitu : Pertama sebagai serangkaian tujuan yg menggambarkan berbagai kemapuan (pengetahuan dan keterampilan) nilai dan sikap yg harus dikuasi dan dimiliki oleh peserta didik dari suatu satuan pendidikan. Hal penting yg perlu diketahui dalam proses belajar mengajar atau proses kependidikan dalam suatu lembaga adl kurikulum (Arifin 2003: 77). Subjek pendidikan adl orang yg berkenaan langsung dgn proses pendidikan dalam hal ini pendidik dan peserta didik. (Uhbiyati dkk2001:135-139) Subjek Pendidikan. Hal ini disebabkan atau tindakan pendidik itu diadakan atau dilakukan hanyalah utk membawa anak didik kepada tujuan pendidikan Islam yg dicita-citakan. Tetapi juga segala kegiatan yg bersifat kependidikan yg dipandanag perlu krn mempunyai pengaruh terhadap anak didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam. Dalam PPRI No. Peserta didik yaitu pihak yg merupakan sabjek terpenting dalam pendidikan. (Dzarajat 2000: 39) Maka dgn demikian subjek pendidikan Islam yaitu semua manusia yg berproses dalam dunia pendidikan baik formal informal maupunn nonformal yg sama-sama mempunyai tujuan demi pengembangan kepribadiannya. Keempat adalah sebagai panduan dan buku pelajaran yg disusun utk menunjang terjadi proses belajar mengajar.

.Adapun yg dimaksud dgn materi yaitu bahan-bahan atau pengalaman belajar ilmu agama Islam yg disusun sedemikian rupa atau disampaikan kepada anak didik. Oleh krn itu metode dalam pengertian litter lijk kata ³metode´ berasal dari bahasa grek yg terdiri dari meta yg berarti ³melalui´ dan hodos yg berarti ³jalan´. Metode Media dan Evaluasi. (Daradjat 2000: 63) Jadi lingkungan mempunyai andil yg sangat signifikan dalam pembentukan sikap dan prilaku yg pada akhir akan membentuk sebuah kepribadian yg sempurna. Evaluasi adl suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi utk menilai keputusan-keputusan yg dibuat dalam merancang suatu sistem pengajaran atau yg dimaksud evaluasi dalam pendidikan Islam adl merupakan cara atau teknik penilaian terhadap tingkah laku peserta didik berdasarkan standar perhitungan yg bersifat komprehensif dari seluruh aspek-aspek kehidupan mental psikologis dan spritual religius krn manusia hasil pendidikan Islam bukan saja sosok pribadi yg tak hanya bersikap religius melainkan juga berilmu dan berketarampilan yg sanggup beramal dan berbakti kepada Tuhan dan masyarakatnya.(Uhbiyati 2003:14) Materi dan kurikulum memiliki keterkaitan atau depadensi yg sangat erat mengingat meteri merupakan integral dari kurikulum dan pencapaian materi secara sistematis diatur dari kurikulum yg ada. atau metode juag dapat diartikan sebagai cara utk mempermudah pemberian pemahaman kepada anak didik mengenai bahan atau materi yg diajarkan. Oleh krn itu dgn kata lain lingkungan ialah segala sesuatu yg tampak dan terdapat dalam alam kehidupan yg senantiasa berkembang. Lingkungan Lingkungan ialah sesuatu yg berada diluar diri anak dan mempengaruhi perkembangannya. Dalam arti yg luas lingkungan mencakup iklim dan geografis tempat tinggal adat istiadat pengetahuan pendidikan dan alam. Lingkungan sendiri dibagi tiga macam yg keseluruhan mendukung terhadap proses implementasi pendidikan Islam misal masyarakat sekolah dan keluarga. Metode merupakan instrumen dan dipergunakan utk mencapai tujuan pendidikan atau alat yg mempunyai fungsi ganda yaitu yg bersifat polipragmatis dan monopragmatis. (Arifin 2003: 89) Media menurut gerlach dan Eli sebagaimana dikutip Azhar Arsyad mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adl manusia materi atau kejadian yg membangun kondisi yg membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan keterampilan atau sikap (1996: 1) Jadi media merupakan sarana utk mempermudah pemberian pemahaman kepada peserta didik. Jadi metode berarti ³jalan yg dilalui´. (Arifin 2000: 238) Dalam rangka menilai keberhasilan pendidikan evaluasi penting utk dilaksanakan krn sebagai pijakan dalam merumuskan program-program pendidikan yg akan datang. Maka secara umum metode diartikan sebagai cara mengerjakan sesuatu cara itu mungkin baik mungkin tak baik.

menjaga dan memelihara. yang diutarakan oleh Abdul Fatah Jalal. yaitu pandangan individu dan pandangan masyarakat. Menurutnya. menguasi urusan. kata ini dalam kamus bahasa arab berasal dari tiga kata. (2) mengembangkan seluruh potensi manusia dengan segala kesiapannya. Hal ini terlihat dari hasil Konferensi internasional Islam yang pertama pada tahun 1977 di Universitas King Abdul Aziz belum berhasil menyusun definisi pendidikan yang dapat disepakati. dan ketiga rabba yarubbu dengan bentuk madda yamuddu yang berarti memperbaiki. Karena kata ta¶lim menurut beliau memiliki jangkauan yang lebih luas dari pada tarbiyah. 2010 Oleh: Ence Surahman (Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia ± Bandung) Dalam buku panduan kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam di Universitas Pendidikan Indonesia dituliskan bahwa pendidikan dalam pandangan Islam mencakup kedua pandangan diatas. kedua rabiya yarba dengan bentuk khaifiya yakhfa yang berarti besar. Dengan berdasar ketiga kata tersebut Abdurrahman al-Bani menyimpulkan bahwa pendidikan (tarbiyah) terdiri atas empat unsur.Nahlawi dan kebanyakan para ahli pendidikan Islam lainnya. Artinya pendidikan dalam kaca mata Islam merupakan pewarisan nilai-nilai budaya sekaligus merupakan usaha untuk mengembangkan potensi-potensi individu yang akan mewarisi nilai-nilai budaya tersebut. Menurutnya kata tarbiyah adalah suatu proses persiapan dan pemeliharaan anak didik pada masa kanak-kanak didalam keluarga. yang pertama raba yarbu yang bearti bertambah dan tumbuh.PENDIDIKAN DALAM ISLAM By Akh Ence Surahman. menurut al-Nahlawi (1996:30-33) istilah yang tepat untuk merujuk arti pendidikan adalah kata tarbiyah. Sementara itu menurut Abdul Fatah Jalal (1988:28) berpendapat bahwa istilah yang paling tepat untuk medefinisikan pendidikan adalah kata ta¶lim. Kata tarbiyah lebih cocok pada suatu proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan . yaitu ³at-Tarbiyah´ yang diutarakan oleh al. menuntun. on December 10th. dan (4) semua proses diatas dilaksanakan secara bertahap. (1) menjaga dan memelihara fitrah manusia menjelang ia dewasa. yang diutarakan oleh Muhamad Naquib Alattas. Namun secara definitif para ahli belum mempunyai kesepakatan dalam mendefinisikan pengertian pendidikan Islam. yaitu. Dikutif dari buku penduan kulaih SPAI diatas bahwa hasil konferensi tersebut sebagaimana diungkap oleh Syahidin (2001:28) setidaknya merekomendasikan tiga istilah yang sementara ini dianggap bisa mewakili definisi atau gamabaran tentang pendidikan Islam secara etimologis. (3) mengarahkan fitrah dan semua potensinya menuju kepada kebaikan dan kesempurnaan. kemudian ³al-Ta¶dib´. Penjelasan mengenai ketiga istilah pendidikan Islam diatas sebagai berikut. dan alTa¶lim´.

. memelihara dan mengembangkan fitrah serta seluruh potensi peserta didik menuju kepada kebaikan dan kesempurnaan sebagaimana yang diciptakan Allah untuknya.manusia. dalam rangka mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Maka menurutnya kata ta¶lim dianggap lebih universal dibanding kata tarbiyah. Secara terminologis definisi pendidikan Islam sebagai berikut: Menurut Ahmad D. pendidikan Islam sebagai suatu upaya melatih sensibilitas mahasiswa-mahasiswa sehingga mereka mampu mengahdapi kehidupan dan memilih keputusan yang tepat dalam mengarungi kehidupan ini berdasarkan nilai-nilai atau etika Islam yang berujung pada pengakuan terhadap kedudukan Tuhan dalam penciptaannya. akal maupun kejiwaannya. ta¶lim dna ta¶dib pada prinsipnya sama yaitu digunakan untuk menjelaskan suatu proses dalam menumbuh kembangkan seluruh potensi yang baik dalam diri manusia kearah kematangannya. baik secara fisik. pendidikan Islam adalah proses bimbingan jasmani dan rohani manusia berdasarkan aturan Islam menuju terbentuknya kepribadian utama atau kepribadian muslim yaitu kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama Islam. Melalui proses dimana individu dibentuk agar mencapai derajat yang tinggi sehingga ia mampu menunaikan tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi. Sedangkan ta¶lim prosesnya tidak terhenti sampai anak itu menjelang dewasa melaikan seumur hidup. Menurut Naquib Alattas dalam Syahidin (2001:36). karena tidak telalu sempit sebagaimana istilah ta¶lim dan tidak terlalu luas seperti halnya istilah tarbiyah bahkan bisa digunakan untuk hewan. Menurutnya istilah ta¶dib ini dianggap sangat tepat. Istilah yang ketiga yaitu ta¶dib dikemukakan oleh Naquib Alattas. Sedangkan kata ta¶dib digunakan hanya pada manusia tapi bukan sekedar mengajar dan kata ini sudah termasuk didalamnya makna ta¶im dan tarbiyah. secara etimologis penggunaa kata tarbiyah. dan tumbuhan. Sementara itu Azyumardi Azra (2004:6) dalam bukunya. Marimba dalam Hamdani Ihsan (2001:15). An-Nahlawi mendefinisikan pendidikan Islam adalah usaha yang dilaksanakan secara bertahap untuk menjaga. memaknai pendidikan Islam sebagai proses pendidikan individu berdasarkan ajaran-ajaran Islam. Dari beberapa pengertian diatas. memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.

sementara indoktrinasi pula menjadikan seseorang dapat meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Pemindahan nilai-nilai melalui pengajaran ialah memindahkan pengetahuan dari individu kepada individu yang lain.Institusi pendidikan dalam Islam Daripada Wikipedia. human beings to God as manifested in the intellectual.w. Ahli falsafah Amerika. . yang menyuruh bagainda membaca dalam keadaan beliau yang ummi [1]. emotional and relational environment of men. Lompat ke: pandu arah. Plato mengatakan pendidikan bererti memberi keindahan dan kesempurnaan yang mungkin diberikan kepada jasmani dan rohani [5] Dilihat dari takrif yang diberikan Srajana Barat.a. Dr.´ [3] Prof. jasmanu dan moral supaya dibentuk menjadi manusia dan warganegara yang baik. Ini dibuktikan dengan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad s.w. difahamkan bahawa pendidikan itu hanya sebagai proses melatih akal. cari Pendidikan menurut Islam mempunyai kedudukan yang tinggi. latihan dan indoktrinasi. Hone pula berpendapat: ³Education is the eternal process of superior adjustment of the physically developed. John Dewey menyatakan bahawa pendidikan adalah ³The process of forming fundamental dispositions. Di samping itu. kemanisan dan kepahitan. Manakala menurut perspektif Islam. Definisi pendidikan juga kerapkali menampakkan perbezaan dalam penekanan dan konsepnya di kalangan sarjana Barat. jasmani.t. Ketiga-tiga proses ini berjalan serentak dalam masyarakat primitif dan moden. Proses pemindahan tersebut ialah pengajaran. pendidikan mempunyai pengertian dan konsept yang lebih luar atau syumul. akhlak. Ketiga-tiga prinsip ini merupakan teras kepada falsafah pendidikan Islam [2]. dan tingkahlaku. ilmu dan amal. ensiklopedia bebas. free conscious. Prof. H.. Hassan Langgulung (1987) menegaskan pendidikan sebagai merubah dan memindahkan nilai-nilai kebudayaan kepada setiap individu masyarakat melalui pelbagai proses. memahami fenomena alam serta mengenali diri yang merangkumi prinsip-prinsip aqidah. wahyu ini juga mengandungi suruhan belajar mengenali Allah s. intellectual and emotional forwards nature and fellow men. Ia bertujuan untuk menyediakan manusia bagi menghadapi masyarakat yang sering menghadapi kebaikan dan kejahatan. hati dan rohani. dan latihan ialah membiasakan diri melakukan sesuatu bagi memperoleh kemahiran.´ [4] Ahli falsafah Yunani yang terkenal. Yusuf al-Qardawi (1980) pula mendefinisikan pendidikan sebagai pendidikan bagi keseluruhan hidup termasuklah akal.

untuk mendapatkan kejayaan di dunia dan akhirat.2.1.1 Perpustakaan Umum  5.2.w. Ini adalah kerana perkataan µtarbiyah¶ menurut sarjana Pendidikan Islam berasal dari ³rabb´ yang merujuk kepada Allah s.2 Masjid  5.1. jasmani.2.3 Madrasah 6 Rujukan [sunting] Konsep Pendidikan Pendidikan berakar umbi daripada perkataan didik yang bererti pelihara.2.3 Ta dib 3 Falsafah Pendidikan Islam 4 Bidang Pendidikan Islam 5 Institusi Pendidikan Islam o 5.2.Kesimpulannya.1. pendidikan boleh dihuraikan sebagai satu proses yang berterusan untuk menjaga dan memelihara pembesaran tubuh badan dan pertumbuhan bakat manusia dengan rapi supaya dapat melahirkan orang yang berilmu. melatih. µtarbiyah¶ adalah yang tepat dan sering digunakan [7].1 Peringkat awal Islam  5. ajar dan jaga.1 Manazil ulama & istana  5.2.4 Kuttab o 5.1 Dar al-Arqam  5.w. Isi kandungan [sorokkan] y y y y y y 1 Konsep Pendidikan 2 Pendidikan dalam Bahasa Arab o 2.t sebagai pendidik umat manusia [8][9] . [sunting] Pendidikan dalam Bahasa Arab Walaupun ketiga-tiga istilah (di bawah) merujuk kepada pendidikan. pendidikan menurut Islam ialah satu proses berterusan untuk merubah.2.2.2 Perpustakaan  5.3 Suffah  5.1.1 Ta lim o 2.2 Tarbiyah o 2.t. dan mendidik akal.3 Perpustakaan Khusus  5. dan rohani manusia dengan berasaskan nilai-nilai Islam yang bersumberkan wahyu bagi melahirkan insan yang bertaqwa dan mengabadikan diri kepada Allah s.2.2 Perpustakaan Semi Umum  5. Setelah dijadikan analogi.2 Peringkat kedua  5. baik tingkah laku dan dapat mengekalkan nilainilai budaya di kalangan masyarakat[6].

dan doakanlah (untuk mereka dengan berkata). maka Dia memberikan kepadaku sebaik-baik pendidikan. ³Allah mendidikku.t.a.[sunting] Ta lim Firman Allah s.t. Wahai Tuhanku.´ [10] [sunting] Tarbiyah Firman Allah s.w. jika kamu golongan yang benar.´ [sunting] Falsafah Pendidikan Islam Falsafah merupakan kompenan yang paling utama dan tertinggi dalam bidang pendidikan kerana sikap manusia yang hendak dibentuk adalah bergantung kepada falsafah yang digariskan melalui pendidikan. bermaksud : ³Dan Dia telah mengajar Nabi Adam akan segala nama benda-benda dan gunanya.w.´ [sunting] Ta dib Hadith Rasulullah s... bermaksud: ³. [sunting] Bidang Pendidikan Islam y y y y y y y al-imaniyah (pendidikan iman) al-khuluqiyah (pendidikan akhlak) al-jismiyah (pendidikan jasmani) al-aqiliyah (pendidikan mental) al-nafsiyah (pendidikan jiwa) al-ijlimaiyah (pendidikan sosial) al-jinisiyah (pendidikan seks) [sunting] Institusi Pendidikan Islam . falsafah pendidikan Islam merangkumi aspek-aspek matlamat. Dr. Al-Syaibani (1979) mentakrifkan falsafah pendidikan Islam sebagai usaha perlaksanaan teori dan ³method´ di bidang pengalaman manusia dipanggil pendidikan. kandungan dan dasar pendidikan islam. cucurkanlah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku sesama kecil. Oleh yang demikian.w. kemudian ditunjukkan kepada Malaikat lalu ia berfirman: Terangkanlah kepada aku nama benda-benda ini semuanya.

tetapi makin bertambah sehingga menjadi 38 orang yang terdiri daripada golongan bangsawan Quraisy. [13] Selepas berhijrah ke Madinah. baginda mengajar dan memberi khutbah dalam bentuk halaqah di mana para sahabat duduk mengelilingi baginda untuk mendengar dan bersoaljawab berkaitan urusan agama dan kehidupan sehari-harian. Semakin luas wilayah-wilayah yang ditakluk Islam. hanya 17 orang . institusi tersebut tidak mendapat perhatian dari masyarakat Arab kerana sebelum kedatangan Islam. Sungguhpun begitu. Suffah boleh dilihat sebagai sebuah sekolah kerana kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara teratur dan sistematik. [sunting] Dar al-Arqam Rumah merupakan tempat pendidikan awal yang diperkenalkan ketika Islam mula berkembang di Mekah. Baginda juga membimbing mereka menghafal. Masjid Basrah dan banyak lagi. tempat menyelesaikan masalah individu dan masyarakat. tempat bersidang. Di dalam masjid. menghayati dan mengamalkan ayat-ayat suci yang diturunkan kepadanya. semakin meningkat bilangan masjid yang didirikan. tempat menerima duta-duta asing. Masjid Kufah. Rasulullah menggunakan rumah Arqam bin Abi al-Arqam di al-Safa sebagai tempat pertemuan dan pengajaran dengan para sahabat[11][12]. pedagang dan hamba sahaya. [sunting] Suffah Al-Suffah merupakan ruang atau bangunan surau yang bersambung dengan masjid. Di antara masjid yang dijadikan pusat penyebaran ilmu dan pengetahuan ialah Masjid Nabawi.[sunting] Peringkat awal Islam Tahap ini merangkumi pendidikan pada zaman Rasulullah (609-632M) dan para khulafah alRasyidih (632-661M). pendidikan Islam mula berpusat di masjid-masjid dan Masjid Quba¶ merupakan masjid pertama yang dijadikan Rasulullah sebagai institusi pendidikan. [sunting] Masjid Fungsi masjid selain tempat ibadat ialah sebagai tempat penyebaran dakwah dan ilmu Islam. Di Dar al-Arqam. Contohnya Masjid Nabawi yang mempunyai suffah yang digunakan untuk majlis ilmu. Masjidil Haram. Bilangan kaum Muslim yang hadir pada peringkat awal adalah terlalu kecil. dan madrasah bagi kanakkanak mempelajari ilmu agama & fardu ain. tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam. [sunting] Kuttab Ia ditubuhkan oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam lagi dan bertujuan memberi pendidikan kepada kanak-kanak di peringkat rendah. Rasulullah mengajar wahyu yang telah diterimanya kepada kaum Muslim.

Di samping itu istana khalifah turut dijadikan tempat perkembangan ilmu. Perpustakaan umum pertama didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyidin di Kota Baghdad dan dikenali sebagai Baitul Hikmah. Pada zaman ini. Hindu. Selain itu. Selain itu. [sunting] Manazil ulama & istana Terdapat beberapa rumah ulama yang digunakan sebagai tempat pertemuan untuk majlis-majlis ilmu seperti rumah Ibnu Sina. sejarah bangsa Arab dan sistem pemerintahan negara [15] [sunting] Perpustakaan Perpustakaan secara umum boleh dibahagikan kepada tiga: [sunting] Perpustakaan Umum Perpustakaan umum ialah perpustakaan yang didirikan untuk kegunaan orang ramai. Latin dan sebagainya. sejarah raja-raja Parsi. Rasulullah juga pernah memerintkah tawanan perang Badar yang berkebolehan supaya mengajar 10 orang kanak-kanak Islam sehingga mereka tahu membaca dan menulis sebagai syarat menebus diri. institusi pendidikan yang awal seperti masjid dan kuttab terus dikembangkan hasil dorongan dan galakan dari para khalifah yang memerintah. institusi pendidikan tinggi dan lanjutan mula diperkenalkan sehingga melahirkan ramai golongan sarjana dan cerdikpandai Islam dalam pelbagai ilmu. Umpamanya kerajaan Fatimiyah telah mendirikan perpustakaan terbesar di istana Kaherah untuk menyaingi perpustakaan khalifah-khalifah Baghdad . [sunting] Peringkat kedua Peringkat ini merangkumi zaman kerajaan Umaiyyah (662-750M) dan Abbaisiyah (751-1258M). [sunting] Perpustakaan Semi Umum Ia kebiasaannya kepunyaan khalifah atau raja-raja yang didirikan di dalam istana. Muhammad Ibnu Tahir Bahrom dan Abu Sulayman. Parsi.Quraisy yang tahu membaca dan menulis [14] Kemahiran-kemahiran asas seperti membaca dan munlis dilakukan oleh kebanyakan guru-guru yang mengajar secara sukarela. Sebagai contohKhalifah Muawiyah Ibnu Abi Sufian yang mengundang ulama dan cerdik pandai untuk membincangkan sejarah peperangan. Ia berfungsi sebagai gedung buku yang memuatkan buku-buku dan penulisan pelbagai bahasa seperti bahasa Yunani. Perpustakaan ini tidak dibuka kepada orang ramai tetapi hanya terbuka kepada golongan-golongan tertentu sahaja yang mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat.

Ia biasanya dibina oleh ulama dan sasterawan di rumah masing-masingContohnya. 5. 1 al-Jamali. Perpustakaan Hunain Ibnu Ishaq. 1984. 8. 176 al-Abrasyi. 4. 1-8 Dewey. 13. 9. 167 al-Arbrasyi. 1984. 2000. 1969. 99 Mohd Salleh. 2-3 al-Quran. 81 Honne. 6. 58 W. 1967. 1984. 5 Zawawi. 10. 62 al-Jamali. al-Alaq: 1-4 Zawawi. Abdullah. 7. 14. 79 . 1984. 1984. 16. [sunting] Madrasah Sekolah-sekolah atau madrasah mula didirikan sebagai mengantikan masjid-masjid yang sudah tidak dapat menampung keperluan pendidikan dari segi ruang dan kelengkapan pembelajaran. 12. 15. 1967 Zawawi. 11. 1981. 3. 1981. 51 al-Abrasyi. Madrasah Baihaqiyah merupakan madrasah pertama didirikan oleh penduduk Naisabur [16] [sunting] Rujukan 1. 1997. 2. al-Quran. 62 al-Abrasyi.[sunting] Perpustakaan Khusus Ia merupakan perpustakaan persendirian yang tidak membenarkan sesiapa pun menggunakan perpustakaan ini melainkan empunya perpustakaan. al-Baqarah : 31 Zawawi.

³Indonesia memiliki banyak persoalan pendidikan. jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang. Konteks penelitian Dunia pendidikan di Indonesia memang menghadapi problematika yang sangat kompleks dan menuntut pembenahan yang seksama. vonis kegagalan pendidikan tersebut dengan membandingkan semisal Singapura. karena dengan kualitas pendiidkan yang optimal. baik dilihat dari sejarah lahirnya bangsa ini. Vietnam. sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Maka memvonis kegagalan pendidikan di Indonesia dengan parameter Negara lain tidak adil. Malaiysia. luasnya wilayah. tidaklah adil. Prorses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Dr.A. (Sutomo Dalam Pikiran Rakyat: 25 November 2005) Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu. namun Indonesia mempunyai problematika pendidikan yang berbeda dengan Negara-negara lain. Namun demikian. memvonis bahwa pendidikan di tanah air gagal total. Numan Soemantri mengatakan. atau Negara-negara lainya. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efesien perlu disusun dan dilaksanakan programprogram pendidikan yang mampu memebelajarkan peserta didik secara berkelanutan. diharapkan akan dicapai keunggulsn sumberdaya . dan besarnya jumlah penduduk. Apa lagi. Pakar pendidikan dan juga Rektor Universitas Siliwangi Tasikmalaya. prof.

merupakan perilaku-perilaku reaktif. Unik karena pertumbuhannya banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya sehingga perkembangan jiwa mereka ataupun karakter mereka berbeda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. semua orang tua tidak ingin anaknya menjadi sampah masyarakat.ali. dan sangat rentan. karena secara psikologis masa remaja merupakan masa yang begitu unik. Misi pendidikan yang juga berdimensi masa depan tentunya menjatuhkan pada pilihannya pada alternatif kedua. Dampak lebih jauhnya dari gaya hidup tersebut adalah merebaknya dekadensi moral atau pelecehan nilai. ketrampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang terus berkembang. baik dikalangan orang dewasa.atau dalam sosial masyarakat.teki.anak menuju usia dewasa sehingga cenderung coba. psikologi remaja. remaja maupun anak. 2006. Penuh teka. pada hakikatnya anak adalah investasi masa . tidak berperilaku jelek dalam bidang apapun.nilai agama. Problem remaja diatas. Menurut tilaar (1987:2). Tetapi yang banyak kita lihat adalah dikalangan remaja. tantangan kompleksitas masa depan memberikan dua alternatif.coba. misalnya dalam bidang pendidikan (malas.(M. Sebab. 107) Orang tua atau guru manapun pasti menginginkan anaknya menjadi saleh.manusia yang dapat menguasai pengetahuan. yaitu pasrah kepada nasib atau mempersiapkan diri sebaik mungkin.beda.anak. semakin meresahkan jika dikaitkan dengan masa depan remaja yang diperkirakan akan semakin kopleks dan penuh tantangan. membolos atau yang lainnya).teki karena kepribadian mereka susah ditebak. penuh teka. dilematis.malasan dalam belajar. Artinya pendidikan mengemban tugas untuk mempersiapkan remaja bagi peranannya di masa depan agar kelak menjadi manusia berkualitas. M. telah menyebabkan berkembangnya gaya hidup materialistik dan hedonistik dikalangan warga masyarakat. Asrori . Dilematis karena masanya merupakan peralihan dari masa anak.

liku perkembangan jiwa meraka? Apakah orang tua atau guru mengetahui problema mereka. tanpa melalui proses tahap demi tahap. membimbing. hal itu sangat bergantung pada sikap orang tua. psikologi remaja.Ar. setelah berkembang melalui tingkat hidup kejiwaan dan kejasmaniahan dengan pengarahan atau bimbingan dari pendidikan yang diperoleh.S. cara mengatasinya. . 6) Atas dasar itu.Ra¶du ayat 11 ´ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah hal. Dengan belajar. baik di dunia maupun di akhirat. Karena sesuai dengan firman Allah Q. karena tidak ada satu pun makhluk ciptaan Tuhan di atas bumi yang dapat mencapai kesempurnaan atau kematangan hidup tanpa berlangsung melalui suatu proses atau latihan pembelajaran. manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya . Tentu saja.hal yang ada di dalam umat itu sendiri sehingga mereka melakukan perubahan atas dirinya sendiri ´ Jadi manusia di sini harus berusaha meningkatkan taraf kehidupan melalui seluruh aspekaspeknya. apakah orang tua atau guru memahami liku. Mengingat manusia dengan kelengkapan.kelengkapan dasar dalam dirinya baru mencapai kematangan hidup.depan. yang tidak mungkin dapat sampai ke tujuan yang telah ditetapkan. terutama pada masa remajanya. dan potret buruk dunia remaja. dan melaksanakannya dengan baik dan benar? Apakah suasana rumah tangga atau sekolah cukup harmonis hingga membuat tentram dan damai?(muhammad al-mighwar. bahkan dapat dihindarkan sama sekali. dan menghantarkan anak remajanya pada masa depannya yang cerah dan menjadi harapan semua. pengetahuan yang komprehensif tentang dunia remaja sangatlah membantu orang tua atau guru sebagai penanggung jawab pendidikan. saat ini pun bisa diminimalisasi. dalam menjaga.2006.

.pun berkembang bahkan dengan berilmu pengetahuan derajat seseorang akan terangkat dan mulia dihadapan-Nya (QS. Muzayyin . Dengan demikian. Arifin. yaitu hukum organis.oleh karna itu dalam perkembangan jiwa remaja sangatlah memerlukan bimbingan. arahan.Al-Mujadalah. Dan memang buku ini (Prof. yang menyatakan bahwa perkembangan manusia berjalan secara menyeluruh dalam seluruh organ-organnya. 2009. perlu adanya sesuatu yang menunjang akan perkembangan jiwa remaja sehingga diharapkan menjadi remaja yang tidak Cuma berkualitas di hadapan masyarakat tetapi di hadapan Allah SWT. H. Selain itu buku La Tahzan mengajak untuk mengenal lebih dekat jiwa dan ruh kita agar senantiasa tenang menatap perjalanan masa depan.nilai pendidikan Islam sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan jiwa remaja. baik organ tubuhnya maupun organ rohaniyahnya. 11): ´Allah akan mengangkat orang yang beriman diantara kamu dan orang yang berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat ´ Mengingat proses pendidikan adalah suatu proses pengembangan kemampuan atau bakat manusia dengan sendirinya proses tersebut akan berjalan sesuai dengan hukum-hukum perkembangan. dan pendidikan yang dapat membina jiwa yang optimal serta nilai-nilai yang dijadikan sebagai suatu pegangan hidupnya. 57) Kemudian yang menarik bagi penulis dengan menetapkan buku La Tahzan sebagai penunjang dalam perkembanagan jiwa remaja ini karena dalam buku La Tahzan penulis menemukan nilai.

ilmu adalah pintu kemudahan  Nikmatnya ilmu pengetahuan. dan halangan b. Dengan demikian. Fokus Masalah . membuka pintu optimisme dan menyingkirkan segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah. kedamaian.  Jangan tenggelam dalam kepribadian orang lain  mengendalikan emosi  kehidupan kita bukan hanya di dunia saja B. Kandungan Nilai-nilai pendidikan Islam yang penulis ingin sampaikan dalam buku La Tahzan dan penulis anggap dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan jiwa remaja sehingga generasi penerus dapat menjadi generasi kebanggaan. dimana remaja sifatnya masih labil. kelapangan hati. Hal inilah yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. Jangan bersedih  Buanglah rasa sedih atau cemas  Jangan bersedih menghadapi kritikan dan hinaan  Jangan bersedih jika dihadapkan pada kesulitan-kesulitan.permasalahan. Dan untuk mendatangkan kebahagiaan. ketenangan.Qarni umumnya bagi masyarakat luas dan khususnya bagi para remaja. yaitu tentang : a. untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang sempurna.  Jangan bersedih! Ketahuilah.ditulis oleh µAidh Al. . Ilmu  Ilmu adalah petunjuk.  Optimisme dan pesimisme semangat yang menembus langit. Dan karena beliau tidak ingin melihat generasi penerus bangsa menjadi generasi yang lemah dan tidak berkualitas. penulis bermaksud untuk memberikan kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam dalam buku La Tahzan sebagai pedoman atau acuan untuk perkembanagan jiwa remaja. dengan buku anda bisa meningkatkan potensi c.

Untuk mendiskripsikan kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam dalam buku La Tahzan terhadap perkembangan jiwa remaja D. Manfaat Penelitian Adapun kegunaan penelitian dalam skripsi ini adalah: 1. 2. Bagi penulis : a. maka tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah: 1. Untuk mendiskripsikan konsep nilai pendidikan Islam 2. Dapat mendiskripsikan proses perkembangan jiwa remaja.Nilai Pendidikan Islam Dalam Buku La Tahzan Terhadap Perkembangan Jiwa Remaja ? C. Bagaimana Konsep Nilai Pendidikan Islam ? 2. Untuk mendiskripsikan proses perkembangan jiwa remaja 3. Bagaimana Kontribusi Nilai. Dapat mendiskripsikan kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam dalam buku ³La Tahzan´ karya µAid Al-Qorni terhadap perkembangan jiwa remaja. Dapat mendiskripsikan konsep nilai pendidikan Islam b. Sebagai bahan pembelajaran bagi penulis serta tambahan pengetahuan sekaligus untuk mengembangkan pengetahuan penulis dengan landasan dan kerangka teoritis yang ilmiah atau pengintegrasian ilmu pengetahuan dengan praktek serta melatih diri dalam research ilmiah. c. Tujuan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. Bagaimana Proses Perkembangan Jiwa Remaja ? 3.1. d. Bagi Pembaca : .

jadi pendidikan disini merupakan sebagai alat dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada diri anak. sifat naluriah. 3. 3. ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri anak guna mencapai keseimbangan dan kesempurnaan hidup. ¶Aidh al-Qarni) . Tidak dirisaukan oleh masa lalu yang telah lewat dan tidak pula dicemaskan oleh masa depan yang akan datang dengan berpedoman dengan satu kata yaitu La Tahzan. Adapun urainnya sebagai berikut : 1. E. Yang secara umum buku ini berkaitan dengan watak. maka penulis akan memberikan penjelasan tentang beberapa bagian kata atau kalimat yang ada di dalamnya.(Dr. : Sumbangan. Batasan Istilah Batasan istilah adalah penjelasan istilah term yang terdapat dalam judul tentang apa yang dimaksud oleh beberapa istilah dalam variabel penelitian. Buku La Tahzan : Buku La Tahzan merupakan karya dari µAidh al-Qarni seorang penulis besar dari Saudi. Untuk memudahkan agar pembaca mengerti maksud yang terkandung di dalam judul skripsi ini. Nilai-nilai Pendidikan Islam : Sifat atau hal-hal yang berguna bagi kemanusiaan yang dapat membantu dalam proses transformasi dan internalisasi. hal tersebut dibutuhkan untuk menghindari kesalah pahaman makna atau salah persepsi. dan persoalanpersoalan umum kejiwaan manusia. Kontribusi 2. Dan buku La Tahzan ini mempunyai artian bahwa dalam menjalani kehidupan ini harus dengan penuh semangat. Sebagai sumbangan kepada IKAHA tebuireng jombang khususnya kepada perpustakaan sebagai bahan bacaan yang bersifat ilmiah dan sebagai kontribusi hazanah intelektual pendidikan.Dapat digunakan sebagai informasi dan tambahan pengetahuan mengenai kontribusi nilainilai pendidikan Islam dalam buku³La Tahzan´ karya µAid Al-Qorni terhadap perkembangan jiwa remaja yang nantinya bisa membangun jiwa untuk lebih baik.

perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat di ulangi. tetapi ia tidak termasuk pada golongan dewasa.dimana perubahan itu menuju ke depan dan tidak dapat di ulang kembali. Remaja: adalah masa yang tidak mempunyai tempat yang jelas. 7. Ia tidak termasuk pada golongan anak.4. Perkembangan menunjukkan pada perubahan. . Banyak perubahan yang terjadi secara signifikan secara fisik dan psikis sehingga berimplikasi pada proses perkembangan psikososial anak. Dalam artian perkembangan manusia terjadi perubahan. Remaja ada diantara masa anak-anak dan masa dewasa sehingga masa ini sering pula disebut pula dengan masa peralihan pada proses perkembangan dan pematangan pribadi secara individu dan sosial. Jiwa : Semangat. nyawa atau roh. Perkembangan :perkembangan adalah Suatu proses perubahan yang lebih dapat mencerminkan sifat-sifat mengenai gejala psikologis yang tampak. spirit. Perkembangan jiwa remaja: proses-proses perubahan yang terjadi dalam diri individu ditambah dengan apa yang dialami dan diterima selama remaja secara bertahap memungkinkan ia tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa 5.perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju 6.

free conscious. cari Pendidikan menurut Islam mempunyai kedudukan yang tinggi.w. memahami fenomena alam serta mengenali diri yang merangkumi prinsip-prinsip aqidah. yang menyuruh bagainda membaca dalam keadaan beliau yang ummi [1]. Ahli falsafah Amerika. Ini dibuktikan dengan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad s.Institusi pendidikan dalam Islam Daripada Wikipedia. human beings to God as manifested in the intellectual. difahamkan bahawa pendidikan itu hanya sebagai proses melatih akal. ilmu dan amal. H. pendidikan mempunyai pengertian dan konsept yang lebih luar atau syumul. Proses pemindahan tersebut ialah pengajaran. Ketiga-tiga prinsip ini merupakan teras kepada falsafah pendidikan Islam [2].t. Di samping itu. Prof. emotional and relational environment of men. latihan dan indoktrinasi.. Hone pula berpendapat: ³Education is the eternal process of superior adjustment of the physically developed. Hassan Langgulung (1987) menegaskan pendidikan sebagai merubah dan memindahkan nilai-nilai kebudayaan kepada setiap individu masyarakat melalui pelbagai proses.a. Pemindahan nilai-nilai melalui pengajaran ialah memindahkan pengetahuan dari individu kepada individu yang lain.´ [3] Prof. dan latihan ialah membiasakan diri melakukan sesuatu bagi memperoleh kemahiran. Plato mengatakan pendidikan bererti memberi keindahan dan kesempurnaan yang mungkin diberikan kepada jasmani dan rohani [5] Dilihat dari takrif yang diberikan Srajana Barat. jasmanu dan moral supaya dibentuk menjadi manusia dan warganegara yang baik.´ [4] Ahli falsafah Yunani yang terkenal. intellectual and emotional forwards nature and fellow men.w. Definisi pendidikan juga kerapkali menampakkan perbezaan dalam penekanan dan konsepnya di kalangan sarjana Barat. John Dewey menyatakan bahawa pendidikan adalah ³The process of forming fundamental dispositions. ensiklopedia bebas. wahyu ini juga mengandungi suruhan belajar mengenali Allah s. Manakala menurut perspektif Islam. sementara indoktrinasi . Lompat ke: pandu arah.

1 Dar al-Arqam  5.2.2 Masjid  5. untuk mendapatkan kejayaan di dunia dan akhirat. kemanisan dan kepahitan. Isi kandungan [sorokkan] y y y y y y 1 Konsep Pendidikan 2 Pendidikan dalam Bahasa Arab o 2.2.2.3 Ta dib 3 Falsafah Pendidikan Islam 4 Bidang Pendidikan Islam 5 Institusi Pendidikan Islam o 5. Ketiga-tiga proses ini berjalan serentak dalam masyarakat primitif dan moden.1 Peringkat awal Islam  5. akhlak. pendidikan menurut Islam ialah satu proses berterusan untuk merubah.t. dan mendidik akal.1.2.3 Suffah  5.2 Perpustakaan Semi Umum  5. Ia bertujuan untuk menyediakan manusia bagi menghadapi masyarakat yang sering menghadapi kebaikan dan kejahatan. hati dan rohani. Dr.2. ajar dan jaga.3 Perpustakaan Khusus  5.2.1 Manazil ulama & istana  5.1 Perpustakaan Umum  5.pula menjadikan seseorang dapat meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. dan rohani manusia dengan berasaskan nilai-nilai Islam yang bersumberkan wahyu bagi melahirkan insan yang bertaqwa dan mengabadikan diri kepada Allah s. jasmani.w.1 Ta lim o 2. Yusuf al-Qardawi (1980) pula mendefinisikan pendidikan sebagai pendidikan bagi keseluruhan hidup termasuklah akal.2.2 Perpustakaan  5.4 Kuttab o 5. Kesimpulannya. melatih.1. pendidikan boleh dihuraikan sebagai satu proses yang berterusan untuk menjaga dan memelihara pembesaran tubuh badan dan pertumbuhan bakat manusia dengan rapi .2.2 Peringkat kedua  5. Setelah dijadikan analogi. dan tingkahlaku.2. jasmani.1.1.2 Tarbiyah o 2.3 Madrasah 6 Rujukan [sunting] Konsep Pendidikan Pendidikan berakar umbi daripada perkataan didik yang bererti pelihara.

t sebagai pendidik umat manusia [8][9] [sunting] Ta lim Firman Allah s.w.´ [sunting] Ta dib Hadith Rasulullah s.w. bermaksud : ³Dan Dia telah mengajar Nabi Adam akan segala nama benda-benda dan gunanya.t.w.w. Al-Syaibani (1979) mentakrifkan falsafah pendidikan Islam sebagai usaha perlaksanaan teori dan ³method´ di bidang pengalaman manusia dipanggil pendidikan. cucurkanlah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku sesama kecil. Wahai Tuhanku. [sunting] Pendidikan dalam Bahasa Arab Walaupun ketiga-tiga istilah (di bawah) merujuk kepada pendidikan. falsafah pendidikan Islam merangkumi aspek-aspek matlamat.a. bermaksud: ³.. kemudian ditunjukkan kepada Malaikat lalu ia berfirman: Terangkanlah kepada aku nama benda-benda ini semuanya. baik tingkah laku dan dapat mengekalkan nilainilai budaya di kalangan masyarakat[6].´ [sunting] Falsafah Pendidikan Islam Falsafah merupakan kompenan yang paling utama dan tertinggi dalam bidang pendidikan kerana sikap manusia yang hendak dibentuk adalah bergantung kepada falsafah yang digariskan melalui pendidikan. [sunting] Bidang Pendidikan Islam y al-imaniyah (pendidikan iman) . Oleh yang demikian.´ [10] [sunting] Tarbiyah Firman Allah s.t. ³Allah mendidikku. maka Dia memberikan kepadaku sebaik-baik pendidikan.supaya dapat melahirkan orang yang berilmu. kandungan dan dasar pendidikan islam.dan doakanlah (untuk mereka dengan berkata).. Dr. jika kamu golongan yang benar. Ini adalah kerana perkataan µtarbiyah¶ menurut sarjana Pendidikan Islam berasal dari ³rabb´ yang merujuk kepada Allah s. µtarbiyah¶ adalah yang tepat dan sering digunakan [7].

. Bilangan kaum Muslim yang hadir pada peringkat awal adalah terlalu kecil. pendidikan Islam mula berpusat di masjid-masjid dan Masjid Quba¶ merupakan masjid pertama yang dijadikan Rasulullah sebagai institusi pendidikan. tetapi makin bertambah sehingga menjadi 38 orang yang terdiri daripada golongan bangsawan Quraisy. Di dalam masjid. Rasulullah mengajar wahyu yang telah diterimanya kepada kaum Muslim. tempat menyelesaikan masalah individu dan masyarakat. tempat bersidang. [sunting] Dar al-Arqam Rumah merupakan tempat pendidikan awal yang diperkenalkan ketika Islam mula berkembang di Mekah. Masjidil Haram. Di Dar al-Arqam. [13] Selepas berhijrah ke Madinah. dan madrasah bagi kanakkanak mempelajari ilmu agama & fardu ain. pedagang dan hamba sahaya. Semakin luas wilayah-wilayah yang ditakluk Islam. Baginda juga membimbing mereka menghafal. tempat menerima duta-duta asing. baginda mengajar dan memberi khutbah dalam bentuk halaqah di mana para sahabat duduk mengelilingi baginda untuk mendengar dan bersoaljawab berkaitan urusan agama dan kehidupan sehari-harian. Masjid Basrah dan banyak lagi.y y y y y y al-khuluqiyah (pendidikan akhlak) al-jismiyah (pendidikan jasmani) al-aqiliyah (pendidikan mental) al-nafsiyah (pendidikan jiwa) al-ijlimaiyah (pendidikan sosial) al-jinisiyah (pendidikan seks) [sunting] Institusi Pendidikan Islam [sunting] Peringkat awal Islam Tahap ini merangkumi pendidikan pada zaman Rasulullah (609-632M) dan para khulafah alRasyidih (632-661M). Di antara masjid yang dijadikan pusat penyebaran ilmu dan pengetahuan ialah Masjid Nabawi. tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam. semakin meningkat bilangan masjid yang didirikan. Rasulullah menggunakan rumah Arqam bin Abi al-Arqam di al-Safa sebagai tempat pertemuan dan pengajaran dengan para sahabat[11][12]. Masjid Kufah. [sunting] Masjid Fungsi masjid selain tempat ibadat ialah sebagai tempat penyebaran dakwah dan ilmu Islam. menghayati dan mengamalkan ayat-ayat suci yang diturunkan kepadanya.

[sunting] Manazil ulama & istana Terdapat beberapa rumah ulama yang digunakan sebagai tempat pertemuan untuk majlis-majlis ilmu seperti rumah Ibnu Sina. institusi pendidikan yang awal seperti masjid dan kuttab terus dikembangkan hasil dorongan dan galakan dari para khalifah yang memerintah. Sebagai contohKhalifah Muawiyah Ibnu Abi Sufian yang mengundang ulama dan cerdik pandai untuk membincangkan sejarah peperangan. Contohnya Masjid Nabawi yang mempunyai suffah yang digunakan untuk majlis ilmu. Sungguhpun begitu. institusi tersebut tidak mendapat perhatian dari masyarakat Arab kerana sebelum kedatangan Islam. Parsi.[sunting] Suffah Al-Suffah merupakan ruang atau bangunan surau yang bersambung dengan masjid. [sunting] Peringkat kedua Peringkat ini merangkumi zaman kerajaan Umaiyyah (662-750M) dan Abbaisiyah (751-1258M). Ia berfungsi sebagai gedung buku yang memuatkan buku-buku dan penulisan pelbagai bahasa seperti bahasa Yunani. Hindu. sejarah bangsa Arab dan sistem pemerintahan negara [15] [sunting] Perpustakaan Perpustakaan secara umum boleh dibahagikan kepada tiga: [sunting] Perpustakaan Umum Perpustakaan umum ialah perpustakaan yang didirikan untuk kegunaan orang ramai. hanya 17 orang Quraisy yang tahu membaca dan menulis [14] Kemahiran-kemahiran asas seperti membaca dan munlis dilakukan oleh kebanyakan guru-guru yang mengajar secara sukarela. institusi pendidikan tinggi dan lanjutan mula diperkenalkan sehingga melahirkan ramai golongan sarjana dan cerdikpandai Islam dalam pelbagai ilmu. Muhammad Ibnu Tahir Bahrom dan Abu Sulayman. Rasulullah juga pernah memerintkah tawanan perang Badar yang berkebolehan supaya mengajar 10 orang kanak-kanak Islam sehingga mereka tahu membaca dan menulis sebagai syarat menebus diri. . Latin dan sebagainya. Selain itu. sejarah raja-raja Parsi. Suffah boleh dilihat sebagai sebuah sekolah kerana kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara teratur dan sistematik. Di samping itu istana khalifah turut dijadikan tempat perkembangan ilmu. Perpustakaan umum pertama didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyidin di Kota Baghdad dan dikenali sebagai Baitul Hikmah. Selain itu. Pada zaman ini. [sunting] Kuttab Ia ditubuhkan oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam lagi dan bertujuan memberi pendidikan kepada kanak-kanak di peringkat rendah.

1984. 15. Abdullah. 1984. 1984. 1981. 1984. 5 Zawawi. [sunting] Madrasah Sekolah-sekolah atau madrasah mula didirikan sebagai mengantikan masjid-masjid yang sudah tidak dapat menampung keperluan pendidikan dari segi ruang dan kelengkapan pembelajaran. 5. 2000.[sunting] Perpustakaan Semi Umum Ia kebiasaannya kepunyaan khalifah atau raja-raja yang didirikan di dalam istana. 81 Honne. 1997. al-Baqarah : 31 Zawawi. al-Alaq: 1-4 Zawawi. 79 . 14. 13. 62 al-Abrasyi. 10. 2. 9. Ia biasanya dibina oleh ulama dan sasterawan di rumah masing-masingContohnya. 8. 16. 2-3 al-Quran. al-Quran. 12. 11. 58 W. Madrasah Baihaqiyah merupakan madrasah pertama didirikan oleh penduduk Naisabur [16] [sunting] Rujukan 1. 51 al-Abrasyi. Umpamanya kerajaan Fatimiyah telah mendirikan perpustakaan terbesar di istana Kaherah untuk menyaingi perpustakaan khalifah-khalifah Baghdad [sunting] Perpustakaan Khusus Ia merupakan perpustakaan persendirian yang tidak membenarkan sesiapa pun menggunakan perpustakaan ini melainkan empunya perpustakaan. 99 Mohd Salleh. Perpustakaan ini tidak dibuka kepada orang ramai tetapi hanya terbuka kepada golongan-golongan tertentu sahaja yang mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat. 6. 4. 1969. 3. 1981. Perpustakaan Hunain Ibnu Ishaq. 1967 Zawawi. 167 al-Arbrasyi. 176 al-Abrasyi. 1984. 7. 1967. 62 al-Jamali. 1 al-Jamali. 1-8 Dewey.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful