Pengertian Penddikan Menurut Beberapa Ahli PENGERTIAN PENDIDIKAN M. J.

Langeveld (1957) Pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan dalam suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung. 1. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif menegmbangkan potensi dirinya secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,penegndalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pengertian Pendidikan Berdasarkan Ruang LingkupZ Pengertian pendidikan berdasarkan ruang lingkup dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu pendidikan maha luas, pendidikan secara sempit, dan pendidikan dalam arti luas terbatas. Pengertian Pendidikan Maha LuasZ Pengertian pendidikan maha luas naksudnya, pendidikan adalah hidup, pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup,pendidikan adalah segala sesuatu hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Tujuan pendidikan secara luas terarah oada apa yang ingin dicapai selama hidup atau sama dengan tujuan hidup. Pengertian Pendidikan Secara SempitZ Pengertian pendidikan secara sempit adalah pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadrna penuh terhadap hubungan dan tugas social (Redja Mulyahardjo,2201:6) Jadi pendidikan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan tertentu sesuai dengan kewenangan sekolah melaksanakan program kurikulum dan program-program lainnya untuk kelancaran proses pembelajaran. Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan IlmiahZ Cici-ciri pendekatan ilmiah dalam pendekatan adalah: ‡ analisis,maksudnya sesuatu hal dalam unsur lebih kecil dari batas ilmu tertentu; ‡ deskriptif;menggambarkan secara terperinci unsure kependidikan sebagai objek penyelidikan; ‡ empiris;mengungkap prinsip pendidikan berdarkan peristiwa dalam dunia pendidikan mengguanakan prosedur cermat,ternecana,melalui pendirian dan pikiran logis; ‡ mulai dengan asumsi. Henderson (1960:13) menyebutkan ada dua pendekatan dalam pendidikan, yaitu pendekatan filsafat yang diginakan dalam pendidikan dan pendekatan ilmiah yang digunakan dalam pendidikan Pengertian pendekatan berdasarkan pendidikan ilmiah artinya berdasarkan pada kajian setiap karakateristik keilmuan dari setiap disiplin ilmu yang dipersembahkan terhadap pendidikan Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan SosiologisZ Disiplin ilmu juga menopang terhadap pendidikan adalah sosiologi, yaitustudi tentang inetraksi antara individu dalam kehidupan bermasyarakat. Selo Soemardjan (1972:14) menyebutkan ilmu yang empelajari struktur social, proses-proses social, termasul perubahan-perubahan sosial. Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan PsikologiZ Psikologi adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai dewasa, serta ,masa tua, (Wood Ward dan Marquis) yang diungkapkan Redja Mudyaharjo (2001:20). Pengertian pendidikan adalah personalisasi peranan (personalization of rules) atau dapat dikatakan pula bahwa pengertian pendidikan dari sudut pandang psikologis adalah individualisasi atau proses pengembangan individu. Ada beberapa pendapat tentang karakteristik masyarakat yang dihimpun oleh Redja Mudyaharjo (2002:22) antara lain : (1) Pengalaman kita dengan orang lain disekitar kita,(2) Tingkah laku kelompok,

Sistem biologic. Politik atau ilmu politik dalam hubungan dengan pendidikan merupakan dasar dalam pengelolaan pendidikan secara makro. Menoleh tentang klasifikasi sistem yang diutarakan oleh William A Shode. 2. merupakan system benda-benda atau peristiwa-peristiwa alamiah. Masukan (input). terdiri dari: a. Energi dan tenaga c. tumbuhan. Sistem buatan manusia. terdiri dari: a. baik fisik maupun biologic. Sistem fisik. Proses manajemen b. Melalui pendekatan ini pengertian pendidikan adalah proses sosialisasi individu (socialization of personality) atau dengan kata lain proses menjadikan anggota masyarakat yang diharapkan (sosialisasi) Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan PolitikZ Pendidikan dipandang dipandang dari sudut politik mengarah pada ketatanegaraan dalam berbangsa dan bernegara. artinya bagaimanakah modal yang telah ditanam dalam pendidikan dapat diperoleh keuntungannya menjadi manusia yang professional Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan SistemZ Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir. Sistem dipandang dari sudut wujudnya. yang dilakukan oleh manusia. suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. dan (5) Sebuah kelompok dengan suatu budaya yang teroganisasi untuk memberikan kepuasan bagi kebutuhan-kebutuhan dan kepentinga-kepentingan semua orang. hewan. dan output atau hasil. (4) Sebuah system. perkumpulan. Demikian juga politik satu Negara akan berdampak pada terjalinnya kerjasama internasiomal di bidang pendidikan. proses. (Tatang M. Proses fungsional silang 3. atau manusia dengan mesin. merupakan system makhluk hidup seperti: manusia. dan sebagainya. karena mau tidak mau siatem pendidikan yang dianut akan selalu tergantung pada sendi-sendi politik yang dilakukan dalam satu kurun pemerintahan yang memegang kekuasaan. atau mesin-mesin. b. diantaranya adalah sebagai berikut: 1. merupakan system yang dirancang. pendidikan politik dan pentingnya pendidikan kewarganegaraan. dilaksanakan dan dikendalikan oleh manusia. Dan Vaich Jr (1974) sebagaimana diungkap oleh Tatang M Amirin (1992). Pengertian pendidikan dari sudut pandang ilmu politik atau politika adalah civilisasi atau proses menjadi warga Negara yang diharapkan. gambarannya adalah sebagai berikut: 1. Output atau hasil Keluaran barang atau jasa yang digunakan lingkungan. terdiri dari: a. c. Bahan-bahan 2. 1992:10) Adapun Redja Mudyahardjo (2001:43) mengungkapkan tentang unsur-unsur system ditinjau dari sudut input atau masukan. Amirin. Sistem dipandang dari sudut asal-usulnya. terdiri dari: a. Proses fungsional c. Sistem alamiah. Proses atau transformasi Proses atau pengubahan masukan olahan menjadi hasil produksi atau jasa. terdiri dari: .(3) Interaksi dan interelasi-interelasi manusia. 3 Sistem dipandang dari sudut hubungannya dengan lingkungan. dan sebagainya. adalah sumber-sumber yang ada dalam lingkungan atau suprasistem yang masuk dalam system. merupakan system yang ada dengan sendirinya di muka bumi secara fisik. seperti system tata surya. b. Sistem social. seperti: keluarga. Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan EkonomiZ Pendidikan dipandang dai sudut pandang ekonomi mengarah pada upaya-upaya dalam mencapai kemakmuran manusia Pendidikan ditinjau dari sudut mikro ekonomi adalah profesionalisai. Informasi: informasi produk dan informasi operasional b. merupakan system dalam kelompok manusia.

dan sebagainya. mulai dari input yang diproses oleh komponen-komponen pendidikan yang berhubungan satu sama lain yang sesuai dengan fungsinya masing-masing berjalan seiring seirama dalam mencapai tujuan pendidikan (output pendidikan). b. Masukan Pendidikan (input) a. dan sebagainya. Transformasi a. Pendidikan adalah keseluruhan yang terintegrasi dari setiap aspek pendidikan. keterampilan dan sikap/nilai. filsafat pendidikan. Masyarakat adalah suprasistem bagi system-sistem tersebut. Selanjutnya output itu dapat memberikan umpan balik bagi system pendidikan agar diadakan perubahan/modifikasi dalam pelbagai strateginya dalam rangka mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Orang-orang terdidik dapat berperan sebagai: 1) Seseorang yang mau mengembangkan kemampuannya/terus belajar. dan lain-lain). Setelah mengalami proses transformasi (proses belajar dan mengajar. berupa informasi tentang peserta didik/siswa. yang telah berubah meningkat kualitasnya dalam aspek pengetahuan. APBD) yang disediakan untuk pendidikan. anggota masyarakat yang baik.a. input lingkungan (environmental input) berupa tujuan pendidikan. Informasi 1) Informasi produk. Pendidikan sebagai suatu system sebagaimana diungkap oleh Redja Mudyahardjo (2001:51-53) gambarannya adalah sebagai berikut: 1. b. aspirasi masyarakat. merupakan system yang tidak berhubungan dengan lingkungannya. Sistem pendidikan menerima masukan dari masyarakat. Energi/ Tenaga Masukan tenaga yang terlibat dalam pendidikan. merupakan system yang selalu menerima pengaruh dan masukan dari lingkungan. dan input instrumental (pendidik. 2) Seseorang menjadi anggota keluarga yang baik. 2) Informasi operasional. Hasil a. tuntutan pembangunan masyarakat. barang-barang yang digunakan dalam pendidikan. seperti: tenaga kependidikan/guru. Sistem bergerak dinamis dalam masyarakat. Bahan-bahan Sumber-sumber bukan manusia yang terlibat dalam system pendidikan adalah Barang-barang produksi dan Penghasilan nasional (APBN. afektif. berupa input mentah (raw input) berupa calon peserta didik. Proses pendidikan merupakan proses transformasi yaitu interaksi fungsional antar berbagai komponen input dalam mengubah masukan mentah menjadi suatu hasil (output) yang diharapkan. sarana dan prasarana pendidikan). penduduk yang terlibat dalam system pendidikan. Sistem tertutup. dan psikomotor. yaitu manusia terdidik yang mempunyai kemampuan kognitif. maka system pendidikan menghasilkan output berupa manusia yang telah terdidik. Komponen o Tujuan pendidikan o Organisasi pendidikan o Masa pendidikan o Program isi pendidikan o Prasarana pendidikan o Sarana dan teknologi pendidikan o Biaya pendidikan o Tenaga pendidikan o Peserta didik b. buku. Orang-orang terdidik yang mempunyai kemampuan: kognitif.. latihan. Sistem terbuka. 3) Menjadi hamba Tuhan yang baik. afektif dan psikomotor . kurikulum. c. pengetahuan/ilmu. Bentuk transfortasi Transformasi administrative/manajerial pendidikan dan Transformasi operasional/teknis pendidikan 3. seperti: informasi tentang penduduk. termasuk system pendidikan. 2. bimbingan. b. ujian. menjadi warga Negara yang baik.

John Dewey. pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung. Mahmud Yunus lebih mengena dan menyeluruh dibanding pengertian-pengertian pendidikan menurut para pakar lainya. .[1] Menurut Prof. Horn.J. pendidikan adalah suatu proses pengalaman. Dr.Arti pendidikan sangat beragam.[3] Menurut Prof. serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.[4] Mnurut hemat kami. pengertian yang diberikan oleh Prof. Agar si anak hidup bahagia. pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan. Herman H. Proses pertumbuhan ialah proses menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang. Karena kehidupan adalah pertumbuhan. Berikut beberapa definisi pendidikan menurut para ahli: Menurut Prof. emosional dan kemauan dari manusia. jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi.[2] Menurut M. intelektual. Definisi atau pengertian pendidikan antara seorang ahli dan yang lainya tidaklah sama. H. pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi oleh usia. Langeveld. H. pendidikan adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar. Apalagi ahli-ahli pada zaman dahulu dan zaman sekarang. Mahmud Yunus.

Mc Donald Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Longeveled Pendidikan adalah usaha . M. Ivan Illc Pendidikan adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. pikiran. dan latihan. perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya. masyarakat. yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat . Insan Kamil Pendidikan adalah usaha sadar yang sistematis dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi manusia yang seutuhnya. John Dewey. emosional ke arah alam dan sesama manusia 2.Pengertian Pendidikan menurut Para Ahli 1. pengaruh. Ahmad D. 10. pengajaran.J. 7.J. Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual. 6. Marimba Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. 3. 5. H. serta jasmani anak. atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. akan tetapi dibutuhkan pada saat dewasa. Russeau Pendidikan adalah pembekalan yang tidak ada pada pada saat anak-anak. 11. 9. 8. Thompson Pendidikan adalah pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahanperubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku. pikiran dan sifatnya. Edgar Dalle Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga. 4. Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti. agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Frederick J. Horne Pendidikan adalah proses yang terus-menerus dari penyesuaian yang berkembang secara fisik dan mental yang sadar dan bebas kepada Tuhan. dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan. J.

sistematis. GBHN Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. dan terus-menerus dalam upaya memanusiakan manusia.P. dan menuju kedewasaan. 14. bangsa. teratur. Ngalim Purwanto Pendidikan adalah segala urusan orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan. dan pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang. W. pengendalian diri. UU No. 17. 15. sistematis. kepribadian. Pengertian Pendidikan Menurut Undang-Undang dan GBHN 16. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 12. Napitulu Pendidikan adalah kegiatan yang secara sadar. terencana. serta keterampilan yang diperlukan darinya.wordpress.mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang. UU No. 18.berlangsung terus-menerus.com) . terencana. kecerdasan. Hartoto Pendidikan adalah usaha sadar. masyarakat. Dari beberapa pengertian pendidikan di atas. pengajaran. dan terencana dalam tujuan mengubah tingkah laku ke arah yang diinginkan. Driakara Pendidikan adalah memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia. 2 tahun 1989 Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. akhlak mulia. 13.(Hartoto @ http://fatamorghana. pada dasarnya pengertian pendidikan yang dikemukakan memiliki kesamaan yaitu usaha sadar. dan negara.

mempertinggi budi pekerti. 2 Tahun 1989 adalah sebagai berikut: 1. Tujuan pendidikan yang berlaku pada waktu Orde Lama berbeda dengan Orde Baru. kecerdasan. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pendidikan yang di alami bangsa Indonesia. XXVII/ MPRS/ 1996 Bab II Pasal 3 dicantumkan: ³ Tujuan pendidikan membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki Pembukaan dan Isi Undang-Undang Dasar 1945´. . memperkuat kepribadian. Rumusan tujuan pendidikan yang dikemukakan di dalam Ketetapan MPRS dan MPR serta UUSPN No. dan mempertebal semangat kebangsaan. karena tujuan merupakan arah yang hendak dicapai atau yang hendak di tuju oleh pendidikan. Tap MPRS No.Tujuan Pendidikan oleh: Sejathi y y Summary rating: 3 stars (17 Tinjauan) Kunjungan : 4595 kata:600 More About : tujuan+pendidikan y y Tujuan pendidikan adalah suatu factor yang amat sangat penting di dalam pendidikan. IV/ MPR / 1978 menyebutkan ³ Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Begitu juga dengan penyelenggaraan pendidikan yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah tujuan yang hendak dicapainya. keterampilan. rumusan tujuan pendidikan selalu mengalami perubahan dari pelita ke pelita sesuai dengan tuntutan pembangunan dan perkembangan kehidupan masyarakat dan negara Indonesia. Demikian pula sejak Orde Baru hingga sekarang. agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa´. Tap MPR No.

kesehatan jasmani dan rohani. Di dalam UU No. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. bertanggung jawab. Di dalam Tap MPR No. berbudi pekerti luhur. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan Sumber:http://id. tangguh. mandiri. cerdas.shvoong. II / MPR/ 1988 dikatakan: ³Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. bekerja keras. Bab II pasal 4 dikemukakan: Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.3. dan terampil serta sehat jasmani dan rohani´.com/social-sciences/education/2108589-tujuan-pendidikan/#ixzz1bykCWRCw . 4. memiliki penetahuan dan keterampilan. berdisiplin. berkeperibadian.

Pendidikan justru mempunyai tugas kenyiapkan peserta didik untuk hari esok. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan warga Negara Pendidikan sebagai penyiapan warga negara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.Dibawah ini dikemukakan beberapa batasan tentang pendidikan yang bebeda berdasarkan fungsinya. yang kurang cocok diperbaiki misalnya tata cara perkawinan. Ada 3 bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran. Karena sifatnya yang kompleks itu. Definisi Pendidikan Menurut GBHN GBHN 1988 (BP 7 Pusat. pendidikan diartikan sebagai sutu kegiatan yang sistematis dan sitemik dan terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. 1.proses pewarisan budaya tidak semata-mata mengekalkan budaya secara estafet. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja Pendidkan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memilki bekal dasar untuk bekerja. dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. . Nilai-nilai kebudayaan tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. 1990:105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: Pensisikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa. pengetahuan. pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi lainnya. dan tidak cocok diganti misalnya pendidikan seks yang dahulu ditabukan diganti dengan pendidikan seks melalui pendidikan formal. 5. sebagai Proses Pembentukan Pribadi Sebagai proses pembentukan pribadi. Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang belum dewasa. 3. Yang terkhir disebut pendidikan diri sendiri. dan keterampilan kerja pada calon luaran. seperti sifat sasarannya yaitu manusia. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap. rasa tanggungjawab dan lain-lain. 2. Disini tampak bahwa. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya Sebagai proses transformasi budaya. PENGERTIAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN Pendidikan. mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. maka tidak sebuah batasanpun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks.A. 4.

b. Tujuan antara berfungsi untuk menjembatani pencapaian tujuan umum dari sejumlah tujuan rincian khusus. evaluasi berfungsi : . y Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia adalah Pancasila. c. yaitu tujuan umum. Hasil Pendidikan dan Evaluasi 1.(1991: 242) tujuan evaluasi adalah . y Tujuan kurikuler. yaitu penguasaan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan. Umumnya ada 4 jenjang tujuan di dalamnya terdapat tujuan antara .B. luhur. MACAM-MACAM TUJUAN PENDIDIKAN. pantas.Memperbaiki dan mengembangkan program pengajaran. .Menetapkan keefektifan pengajaran dan rencana kegiatan. Hasil Pendidikan 2. di dalam rentangan antara tujuan umum dan tujuan yang sangat khusus terdapat sejumlah tujuan antara.Menghilangkan halangan ± halangan terdapat sewaktu praktek. tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan disebut tujuan instruksional. Pengertian Evaluasi Evaluasi adalah suatu tindakan untuk menentukan nilai sesuatu. dan indah untuk kehidupan.Memberi basis laporan kemajuan anak didik.. . y Tujuan instruksional . Didalam praktek pendidikan khususnya pada sistem persekolahan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Fungsi evaluasi Dilihat dari segi anak didik secara individual. y Tujuan institusional yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya. Dilihat dari segi program pengajaran.Mengambil keputusan tentang hasil belajar . Evaluasi a.. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik. yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran.Mengetahui tingkat pencapaian anak didik dalam suatu prosese belajar mengajar . dkk. dan tujuan instruksional. tujuan kurikuler. C.Memahami anak didik . benar. tujuan instruksional. evaluasi berfungsi : atau memperbaiki kekeliruan yang . Tujuan evaluasi Menurut Sudirman N.

. . . taraf kuesioner.Siswa dinilai berhasil dalam mata pelajaran tertentu selama satu semester apabila nilai rapor mata pelajaran tersebut sekurang-kurangnya 6 (enam). ataupun cara lainnya yang sesuai. Evaluasi Subsumatif/sumatif Evaluasi subsumatif adalah penilaian yang dilalsanakan setelah beberapa satuan pelajaran diselesaikan. . dinilai berhasil penilaian apabila mencapai penguasaan sekurang-kurangnya 75% dari tujuan yang ingin dicapai.Siswa formatif dilakukan dalam dengan mempergunakan formatif tes hasil belajar. dilakukan pada perempat atau temfah semester.Memberi dasar pembimbingan dan penyuluhan.Menafsirkan kegiatan sekolah ke dalam masyarakat.Mempersiapkan penelitian pendidikan di sekolah.Memberi dasar penyusunan dan penempatan kelompok anak didik yang homogen. . Sedangkan evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan setiap akhir pengajaran atau suatu program atau sejumlah unit pelajaran tertentu. Jenis-jenis evaluasi 1.Mengadministrasi sekolah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian evaluasi sumatif : . Evaluasi Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan setiap kali selesai mempelajari suatu unit pelajaran tertentu. .Diagnosis dan remedial pekerjaan anak didik.Memberi dasar pertimbangan kenaikan dan promosi anak didik. ..Penilaian dilakukan pada akhir setiap satuan pelajaran.Penilaian . .Penilaian formatif bertujuan mengetahui sejauh mana tujuan instruksional khusus (TIK) pada setiap satuan pelajaran yang telah tercapai. 2. . . . .Dasar pemberian angka dan rapor bagi kemajuan anak didik.Mengidentifikasi dan mengkaji kelainan anak didik.am pemakaian evaluasi formati yaitu: . seperti semester atau akhir tahun pelajaran.Memotivasi belajar anak didik.Mengembangkan kurikulum. . Hal ± hal yang oerlu diperhatikan dal. d. Evaluasi sumatif bermanfaat untuk menilai hasil pencapaian siswa terhadap tujuan suatu program pelajaran dalam suatu periode tertentu.

Nilai kokurikuler diperhitungkan untuknilai rapor.Hasil penilaian kokurikuler dinyatakan dalam skala 0 ± 10 . . . y Tes Lisan (Oral tes . atau mengisi jawaban pada kolom titik-titik yang disediakan.Tes Bentuk Objektif yaitu semua bentuk tes yang mengfharuskan siswa memilih di antara kemungkinan ± kemungkinan jawaban yang telah disediakan. laporan praktikum. kuesioner ataupun cara lainnya yang sesuai dengan menilai ketiga ranah yakni kognitif. memberi jawaban singkat. Evaluasi Kokurikuler Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang telah dijatahkan dalam struktur program. e. . Jenis ± jenis Alat Evaluasi 1.Tes bentuk uraian yaitu semua bentuk tes yang pertanyaannya membutuhkan jawaban dalam bentuk uraian.Penilaian kokurikuler dilakukan setelah nsiswa selesai mengerjakan setiap tugas yang diberikan. . 4. mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran atau bidang pengembangan. dan psikomotor.Hasil penilaian sumatif (subsumatif) dinyatakan dalam skala nilai 0 ± 10.. 3. lembar jawaban soal. Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di sekolah dengan penjatahan waktu sesuai dengan struktur program. yang dilkukan di sekolah ataupun di luar sekolah. Evaluasi kokurikuler adalah kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal berikut: . kesimpulan atau ringkasan dari buku. Kegiatan ini di maksudkan untuk memperluas pengetahuan siswa. menyalurkan bakat dan minat yang menunjang pencapaian tujuan instruksional.Penilaian kokurikuler terutama dilakukan terhadap hasil kegiatan kokurikuler yang antar lain berupa: kliping. karangan. afektif.Penilaian sumatif (subsumatif) dilakukan dengan mempergunakan tes hasil belajar. Tes y Tes Tertulis . Evaluasi Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran. berupa penugasan-penugasan atau pekerjaan rumah yang menjadi pasangan kegiatan intrakurikuler.Penilaian dapat dilakukan perorangan .

com/2009/04/11/tujuanpendidikan/> . sangat tidak setuju (STS). Contohnya yaitu: y Studi kasus ialah mempelajari individu dalam periode tertentu secar terus menerus untuk melihat perkembangannya. pengamatan lansung. praltek kesenian. praktek olah raga. praktek laboratorium. penggunaan bahasa. y Pengamatan (observasi). tidak setuju (TS).lembaran tugas (kerja) yang berisi deskripsi mengenai instruksi (petunjuk) yang jelas sehingga siswa mengetahui secara tepat apa yang harus dilakukan. y Skala penilaian (rating scale).wordpress. 2. yaitu komunikasi langsung antara yang mewawancarai dengan yang diwawancarai. Untuk melaksanakan tes perbuatan diperlukan dua jenis alat yaitu: . . y Inventory merupakan alat penilaian yang menggunakan daftar pertanyaan yang disertai alternatif jawaban sangat setuju (SS). mempertanggungjawbkan pendapat. dan penguasaan materi pelajaran.lembaran pengamatan yang digunakan untuk menilai tingkah laku siswa selama proses pelaksanaan tugas sampai kepada hasil yang dicapai. praktek lapangan kerja. tidak punya pendapat(TPP). setuju (S).Tes lisan merupakan alat penilaian yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung untuk mengetahui kemampuan Kemampuan berupa proses berfikir siswa dalam memecahkan suatu masalah. dan lain-laIn). y Tes perbuatan (Ferformance Test) Tes perbuatan adalah tes yang diberikan dalam bentuk tugas-tugas. Ditulis Oleh : Hartoto<http://fatamorghana. dalam bentuk penampilan atau perbuatan (praktek Pelaksanaannya pengalaman lapangan. merupakan salah satu alat penilaian yang menggunakan skala yang telah disusun dari ujung yang negatif sampai kepada ujung yang positif sehingga pada skala tersebut penilai tinggal membubuhi tanda cek saja (V). Nontes Ditinjau dari pelaksanaannya nontes berupa: y Wawancara.

" Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. tertulis. yaitu Undang-Undang No. 2/1989. "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi-pekerti luhur. "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. ada kemiripan kecuali berbeda dalam pengungkapan. mandiri. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ayat 5 menyebutkan. 20. berilmu. dan Tujuan Pasal 2 Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. memiliki pengetahuan dan ketrampilan. berakhlak mulia. cakap. Tahun 2003. kreatif. "Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. UUD 1945 (versi Amendemen). yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. ayat 3 menyebutkan. Undang-undang yang sama. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 4 Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.com/ http://zkarnain. sehat. budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.HTM . Pada pasal 4 ditulis.tripod. Pasal 3 Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.putra-putri-indonesia. yang diatur dengan undang-undang. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung-jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pasal 31.Tujuan Pendidikan Nasional Dasar.com/DIKNAS." Pada Pasal 15. memiliki pengetahuan dan keterampilan . kesehatan jasmani dan rohani. "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. "Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial." Sumber : http://www. Pasal 3 menyebutkan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa." Bila dibandingkan dengan undang-undang pendidikan sebelumnya. Fungsi. kesehatan jasmani dan rohani." Pasal 31.

Sutari Imam Bernadib Judul buku: Pengantar Ilmu Pendidikan. Pendidikan menurut Prof. Pendidikan menurut Girex B Judul buku : Warta Politeknik Negri Tahun : 2007 Halaman : Uraian Definisi pendidikan adalah berbagai upaya dan usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mendidik nalar peserta didik dan mengatur moral mereka. 24. Dr.22. Dedi Supriadi Judul buku: Reformasi Pendidikan dalam konteks otonomi daerah Tahun : 2001 Halaman :13 Uraian Pendidikan merupakan salah satu fungsi yang harus dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga dan masyarakat secara terpadu dengan berbagai institusi yang memang diadakan dengan sengaja untuk mengembangkan fungsi pendidikan 23. Pendidikan Menurut Dr. sistematis FIP IKIP Tahun :19 86 Halaman : 17 Uraian .

26. M. Dr. Pendidikan menurut M. Pendidikan menurut Drs. 27. Pendidikan menurut Prof. Ngailim Purwanto Judul buku: Ilmu pendidikan teoriti dan praktis Tahun: 2007 Uraian Ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki. merenungkan tentang gejalagejala perbuatan mendidik 28. Iman Barnadib di fakultas filsafat UGM Judul buku: Pendidikan yang memiskinkan. Pendidikan menurut Driyarkara Judul buku: driyarkara tentang pendidikan. harian BERNABAS Tahun : 5 mei 19 9 5 Halaman : 17 . Fuad Abdillah Judul buku: pendidikan pancasila dan kewarganegaran. 25.Berpendapat bahwa ilmu pendidikan adalah mempelajari suasana dan proses-proses pendidikan. Balai Pustaka Tahun : 2001 Uraian Pendidikan kewarganegaraan merupakan usaha membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar yang berkenaan dengan hubungan antar warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. yayasan kanisius Tahun : 19 50 Halaman : 24 Uraian Pendidian adalah pemanusiaan manusia muda . pengangkatan manusia muda ke taraf insani. Proses yang dimaksud adalah cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh pendidikan secara sistematis dan bertahap.

Uraian Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih bai .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful