P. 1
84-188-1-PB

84-188-1-PB

|Views: 34|Likes:
Published by Jooan Na

More info:

Published by: Jooan Na on Jan 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2012

pdf

text

original

THE INFLUENCE OF TELEVISION ADVERTISEMENT ON THE PURCHASE OF WHITENING PRODUCT BY TEENAGERS

Putri Widaryati Nugroho, Hendro Prabowo, S.Psi Undergraduate Program, Faculty of Psychology, 2009 Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id Key words: influence, television advertisement, purchase, whitening product, Teenagers ABSTRACT : Of the important product advertised is whitening products. Many teenagers are willing to have whitened complexion in order to have good performance. This study, however, intends to find out how television advertisement of whitening products influences the purchase of the teenagers on the product. There are 40 teenagers were taken as the sample of the study. A questionnaire was administered to collect the data. The result of the data shows that the TV advertisement influences significantly on the purchase of the teenagers toward the whitening product.

1

S. faktor sosial ekonomi dan faktor pribadi. Dalam hal ini. khususnya pada remaja.879. Pesan iklan yang disampaikan produsen akan mempengaruhi niat beli konsumen.3020. Dari data yang diperoleh dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta dianalisis dengan menggunakan regresi sederhana. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menguji seberapa besar pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri. khususnya melalui iklan di media televisi. pesan bahwa perempuan cantik adalah yang memiliki kulit putih dijadikan peluang oleh para produsen untuk mempengaruhi intensi membeli konsumen.Psi ABSTRAKSI Dalam dunia ekonomi memasarkan suatu produk merupakan hal yang paling utama dilakukan oleh para produsen.PENGARUH PESAN IKLAN TELEVISI TERHADAP INTENSI PEMBELIAN PRODUK PEMUTIH KULIT PADA REMAJA PUTRI PUTRI WIDARYATI NUGROHO Pembimbing : Hendro Prabowo. Kata Kunci : Pesan iklan televisi. seperti faktor budaya. Berdasarkan analisis regresi diketahui koefisien regresi dengan nilai F=7. Sedangkan dari 55 item skala intensi pembelian yang diujicobakan.305-0.7% Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh antara pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri.3%. sebanyak 110 orang. Subjek pada penelitian ini adalah remaja putri yang memiliki rentang usia antara 16 – 20 tahun.663.647 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.01). Hal ini berarti ada pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri yang sangat signifikan. Dengan demikian faktor-faktor lain yang memberi sumbangan adalah sebesar 32.008 (p<0. Iklan sendiri diartikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk kepada masyarakat. Sumbangan pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian sebesar 0. khususnya remaja putri. karena sifat dasar remaja yang ingin tahu dan ingin mencoba hal baru. Iklan merupakan salah satu alat pemasaran yang paling efektif. Dari hasil analisis diketahui dari 63 item skala pesan iklan yang diujicobakan terdapat 38 item yang valid dengan nilai korelasi antara 0. intensi pembelian 2 .227 dan nilai signifikansi sebesar 0. terdapat 28 item yang valid dengan nilai korelasi antara 0. Ini berarti sumbangan tersebut adalah sebesar 66. Namun pada kenyataannya masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi intensi membeli konsumen.894.489 dengan korelasi reliabilitas sebesar 0.

Data iklan media televisi di Indonesia pada bulan November 2003 menunjukkan bahwa produk kecantikan seperti pemutih kulit termasuk dalam 20 pengiklan besar (Iswara. 1 .8% dan sisanya untuk radio. majalah. Dalam dunia ekonomi memasarkan suatu produk merupakan hal yang paling utama dilakukan oleh para produsen. 2003). Menurut Shimp (2003). Ini karena meskipun masyarakat hanya ingin melihat satu kali saja. 1996). Persepsi ini kemudian akan mendorong para perempuan untuk berlomba memiliki efektivitas yang besar karena dengan kemampuan audio visual yang dimilikinya. Pada tahun 1993. khususnya melalui iklan di media televisi. Oleh sebab itu. iklan itu tetap bisa tayang berulang-ulang. setiap saat dibanjiri iklan lewat media televisi. 2004). Secara sederhana iklan dapat didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media (Shimp. media luar ruang dan bioskop. seperti yang dikatakan oleh Jepkins (1996): advertising aims to persuade people to buy. Saat ini produsen berlomba-lomba memang gencar dipromosikan oleh produsen untuk menyampaikan pesan bahwa menawarkan produknya kepada masyarakat. televisi menarik untuk dilihat. televisi dimaksudkan agar masyarakat membeli produk yang mereka jual.PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Secara sengaja maupun tidak sengaja. Menurut Burrt. Selain memang fungsi iklan yang informatif yaitu memberitahukan informasi tentang produk kepada konsumen. dalam bidang periklanan terutama berkaitan dengan daya tarik yang digunakan dalam membujuk calon konsumen untuk membeli. ataupun media-media lainnya. iklan dengan lebih pengumuman untuk dagangannya. Namun demikian. Iklan merupakan salah satu alat pemasaran yang paling efektif. untuk membedakannya biasa.4% sedangkan media cetak 42. Tinggi rendahnya tingkat efektivitas iklan juga ditentukan oleh cara-cara yang digunakan oleh produsen dalam mengiklankan masyarakat dapat mengetahui secara jelas produk yang ditawarkan. dengan mengendalikan perhatiannya dan memberi kesan yang disimpan dalam ingatannya sehingga bila dibutuhkan maka muncullah merek produk itu dalam ingatan. iklan juga berfungsi persuasif yaitu penekanan pada pengambilan keputusan (Munandar. karena dengan iklan sendiri memperoleh porsi iklan 44. iklan televisi perempuan cantik adalah yang memiliki kulit putih sehingga terbentuk persepsi baru di masyarakat tentang ukuran ideal dalam kecantikan. radio. 2001). surat kabar. Disini mereka memperkenalkan produknya kepada khalayak yang Iklan televisi juga dapat menjangkau khalayak luas dalam waktu singkat serta memungkinkan repetisi pesan kepada khalayak (Dominick. Produk pemutih kulit diarahkan membujuk orang supaya membeli. tidak mengherankan bila televisi menjadi media yang semakin banyak diminati para pengiklan guna mempromosikan produk mereka.

Berdasarkan uraian diatas. 1996) yang menyimpulkan bahwa terpaan stimuli yang berulang akan menimbulkan Hasil penelitian ini diketahui memiliki validitas korelasi total item pada skala pesan iklan televisi antara 0.200 (p>0. Bahkan kelompok menghabiskan berbagai remaja yang uang termasuk cukup untuk yang salah satu dimunculkan.0. apalagi dihiasi dengan warna-warna yang menarik. remaja lebih mudah dirayu atau dibujuk oleh iklan terutama pada kerapihan kertas bungkus. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah 1. serta intensitas iklan yang sering kesukaan pada stimuli tersebut. Namun intensi membeli juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti faktor budaya.mencapai penampilan yang ideal tersebut. Pada kenyataannya intensi pembelian tidak hanya berhubungan dengan produk yang akan dibeli konsumen. Bila dikaitkan dengan keberadaan iklan pemutih badan yang gencar di televisi. Dimana intensi pembelian itu sendiri merupakan sesuatu yang banyak berbelanja diinginkan berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri. remaja memiliki peran yang besar dalam proses pemilihan barang dan pembelian barang dalam suatu keluarga. Sedangkan validitas total item pada skala intensi pembelian 2 . Remaja adalah konsumen paling potensial. dapat mengenali sepenuhnya stimuli itu. Intensi pembelian terbentuk dari sikap konsumen terhadap produk dan keyakinan konsumen terhadap kualitas produk. mengkonsumsi berbagai produk Disamping itu. Individu cenderung menyukai stimuli yang pernah dilihatnya meskipun dibandingkan tidak secara stimuli sadar baru. faktor sosial ekonomi dan faktor pribadi. serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. yang dalam hal ini adalah memiliki kulit putih. peneliti ingin meneliti apakah ada pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri.05). itu berarti konsumen cenderung lebih mudah kebutuhan melebihi orang yang memiliki penghasilan (Saraswati. Dalam proses intensi membeli. 2005). khususnya pada remaja. Dan nilai normalitas pada Kolmogorov Smirnov sebesar 0. Termasuk keinginan baru.302 . Persepsi inilah yang dijadikan peluang bagi para produsen untuk mempengaruhi intensi pembelian konsumen.489 dengan korelasi reliabilitas sebesar 0. Ini sesuai dengan penelitian Zajonc (dalam Wortman. bentuk-bentuk iklan yang menarik. karena sifat dasar ingin tahu dan ingin mencoba. Manfaat Teoritis memutuskan untuk membeli produk pemutih karena tingginya penerimaan gambaran tentang iklan produk pemutih badan tersebut yang nantinya akan menyebabkan adanya niat konsumen untuk membeli.879.

647 sebesar pada dengan 0. Televisi itu sendiri menjual barang dan jasa melalui penyebaran informasi iklan yang bersifat membujuk publik agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan tujuan strategi pemasaran pembuat iklan (Jefkins. Iklan adalah suatu pesan yang sebesar 0. antara lain media cetak (koran dan majalah).008 (p>0.894. TINJAUAN PUSTAKA Pesan Iklan Televisi Iklan merupakan salah satu cara sehingga seringkali televisi dilihat sebagai medium yang lebih mengarah pada penggunaan otak kanan dalam pemrosesan informasinya (proses secara pasif dan holistik terhadap gambar yang diperlihatkan dalam televisi). korelasi Dan nilai yang dilakukan oleh kalangan perusahaan. maupun perorangan reliabilitas normalitas Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan pesan iklan yang diharapkan dapat menginformasikan atau membujuk kalangan tertentu yang membaca pesan tersebut (Dunn & Barban. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. Hal ini berarti ada pengaruh yang sangat signifikan pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian. 1980). iklan membutuhkan biaya melalui berbagai media merupakan media komunikasi persuasif 3 . 2. Seperti disebutkan sebelumnya. khususnya di bidang Psikologi Konsumen serta dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam melakukan penelitian secara lebih lanjut. dapat menonjolkan secara keseluruhan baik dari suara.305-0. Iklan juga merupakan media komunikasi persuasif yang dirancang untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya objektifitas atau tujuan pemasaran (Gilson & Berkman. pengiriman langsung. 1996). Manfaat Praktis penelitian ini diharapkan dapat untuk dibayarkan oleh sponsor dan disampaikan melalui beberapa medium komunikasi massa (Russel & Lane. khususnya pada remaja putri. organisasi nirlaba. Medium yang digunakan oleh iklan ada bermacam-macam. Hasil analisis data dalam penelitian ini diketahui dengan menggunakan diperoleh nilai teknik regresi sederhana dengan sebesar 0. Iklan juga sebagai suatu komunikasi non personal yang kemudian digolongkan sebagai medium untuk produk low-involvement. gerak serta menampilkannya secara utuh. 1990). Televisi merupakan medium yang mengutamakan unsur gambar/visual.200 (p>0. 1986). karena merupakan media iklan yang paling efektif. gambar. Televisi sebagai media iklan. media elektronik (radio dan televisi).663 signifikansi 0. media luar ruang dan bioskop. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan media televisi.antara 0. Hasil memberikan masukan merekomendasikan pentingnya pesan iklan televisi sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi intensi pembelian produk pemutih badan.05). terutama dengan mengkaji variabelvariabel lain yang berkaitan dengan pesan iklan televisi dan intensi pembelian.01).

yang dirancang untuk membantu tercapainya tujuan pemasaran. (desire). Ajzen (1988) menyatakan bahwa intensi diasumsikan untuk menonjolkan selling point suatu produk. yang mana dengan mempergunakan kata-kata bujukan yang menarik orang untuk membeli produk tersebut. Pesan iklan juga harus dapat menggerakkan tindakan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. ada hal yang menjadi prediktor utama dalam menentukan perilaku. hasil uji coba pihak ketiga dimana konsumen akan percaya jikalau produk yang ditawarkan sudah diuji cobakan oleh pihak lain sebagai bukti penguat produk tersebut adalah indikasi atas seberapa keras seseorang berkeinginan untuk berusaha. Pengiklan dapat mengikat rasa percaya konsumen dengan berbagai cara seperti pengalaman panjang perusahaan terhadap produk yang ditawarkan dimana dari pengalaman tersebut konsumen akan dapat lebih percaya terhadap produk yang ditawarkan oleh produsen. Kasali (1993) menyatakan bahwa pesan iklan yang ideal juga harus mampu mengikat rasa percaya (conviction). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pesan iklan televisi adalah suatu maksud dan tujuan yang ingin disampaikan dari iklan televisi tersebut untuk mengajak konsumen membeli produk yang ditawarkan. Pesan iklan harus dapat menggerakkan konsumen untuk menangkap faktor-faktor motivasi yang berpengaruh terhadap perilaku. Peter dan Olson (1999) menyatakan bahwa intensi membeli suatu produk didasarkan oleh sikap seseorang terhadap perilaku membeli produk tersebut. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa intensi pembelian adalah 4 . Yang mana untuk dapat menarik perhatian konsumen. pengiklan harus memperhatikan beberapa hal seperti menggunakan headline yang mengarahkan konsumen untuk melihat produk yang diiklankan. sebelum berlangsungnya kegiatan jual beli. Iklan berfungsi untuk menarik perhatian dan menyimpan informasi mengenai produk atau jasa tersebut ke dalam ingatan seseorang. (action). (desire). Selanjutnya. membangkitkan dan menggerakkan keinginan tindakan tersebut. faktor membeli produk yang diiklankan. yaitu intensi. Pesan iklan yang ideal menurut Kotler (1998). mempertahankan ketertarikan (interest). harus mampu menarik perhatian (attention). Intensi Pembelian Tujuan utama strategi promosi adalah penjualan. mempergunakan slogan yang mudah diingat. dimana pesan yang efektif harus menarik mampu perhatian (attention). atas seberapa banyak usaha yang mereka rencanakan untuk digunakan dalam tujuan untuk menampilkan sebuah perilaku. mempertahankan membangkitkan ketertarikan keinginan (interest). dan mengikat rasa percaya (conviction) dan menggerakkan tindakan (action). Namun. Selain itu. agar dapat mempertahankan ketertarikan mempergunakan pengiklan kata pembuka dapat agar konsumen ingin tahu lebih lanjut tentang produk yang ditawarkan.

maksudnya suatu kegiatan yang menunjukkan segala kebutuhan calon melakukan Singkatnya. perasaan atau intensi untuk berperilaku yang dimiliki individu terhadap objek tertentu. Eagley (dalam Abdullah. yaitu : a. Pesan iklan dapat menyebabkan konsumen mengenal suatu merek. kesadaran. Pengaruh Pesan Iklan Televisi terhadap Intensi Pembelian Produk pemutih Kulit Pada Remaja Putri Pesan iklan televisi adalah seperti pendorong. seseorang berinteraksi untuk melakukan tingkah laku jika mereka konsumen. menetukan sikap dan mengukur seberapa besar kepuasan konsumen terhadap suatu 5 .niat untuk berperilaku tertentu yang dimana berguna untuk meramalkan seberapa kuat keinginan dan usaha untuk menampilkan tingkah laku yang akan dilakukan oleh seseorang dalam keputusannya untuk Perceived Behavior Control (PBC) merupakan faktor ketiga dari teori Intensi. kepribadian dan sosial dalam diri individu dari rentang usia 11-21 tahun. mengevaluasi mengevaluasi tingkah laku tersebut secara positif dan mereka percaya bahwa orangorang lain yang penting baginya berpikir mereka perlu melakukannya. Sikap Ajzen (1988) menyatakan bahwa sikap merupakan predisposisi untuk berespon dalam cara yang favorable atau unfavorable terhadap objek tertentu. 2002) juga menyatakan bahwa Perceived Behavior Control sebagai persepsi seseorang tentang betapa mudahnya atau sulitnya untuk melakukan suatu tingkah laku tertentu. Faktor Penentu Intensi Sikap. b. Selain itu. dikarenakan peneliti melihat bahwa pada usia inilah mereka sudah mulai sangat peduli dengan penampilan fisiknya. Remaja Putri Remaja adalah tahap perkembangan individu yang memasuki tahap peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik. norma subjektif dan Perceived Behavior Control (PBC) merupakan tiga faktor penentu intensi (Fishbein & Ajzen. Ajzen (1988) menyatakan bahwa Perceived Behavior Control sebagai acuan kesulitan dan kemudahan yang dimiliki untuk membeli produk tersebut. Sedangkan Myer (dalam Sarwono. Perceived Behavior Control merek-merek yang dibutuhkan konsumen. mempunyai rentang usia antara 16 -20 tahun. yaitu persepsi seseorang mengenai tekanan sosial untuk melakukan tingkah laku atau tidak tertentu. 1999) menyatakan bahwa sikap sebagai reaksi evaluatif terhadap seseorang atau sesuatu. pesan adalah ekspresi simbolik dari penyampaian pesan yaitu pengiklan. keyakinan. 1975). maupun yang ditunjuk baik yang tidak melalui melakukan tingkah laku. Pemilihan remaja putri yang menyenangkan menyenangkan. Norma Subjektif Ajzen (1988) menyatakan bahwa norma subjektif merefleksikan pengaruh sosial. c.

Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Maka berdasarkan keterangan di atas dapat diketahui bahwa sikap konsumen terhadap pesan iklan televisi dapat memacu keinginan atau niat untuk membeli produk. Pengambilan data dilakukan di sejumlah tempat di wilayah Bekasi seperti sekolah dan tempat bimbingan belajar. Sedangkan dalam mengukur intensi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat pengaruh. Metode kuesioner ini dibagi atas daftar isian identitas subjek dan skala. Dari populasi remaja putri yang ada di wilayah Bekasi. Dengan karakteristik subjek adalah yang pernah melihat iklan produk pemutih badan di televisi. Sikap konsumen terhadap produk dapat diartikan sebagai penyampaian apa yang diharapkan konsumen agar dapat 2002). Intensi pembelian terbentuk dari sikap konsumen terhadap produk. membeli produk dan mempergunakan produk pemutih badan tersebut. Selain itu. sikap dapat didefinisikan sebagai evaluasi konsep secara menyeluruh yang dilakukan oleh seseorang. Menurut Peter dan Olson (1999). yang mana pengambilan sampel berdasarkan atas pertimbangan sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian (Sukandarumidi. 1994). memuaskan kebutuhan konsumen. rangsangan yang menghendaki reaksi individu. Dapat dikatakan bahwa sikap merupakan respon evaluatif. peneliti mendapatkan 110 remaja putri sebagai sampel penelitian. dalam kuesioner tersebut terdapat skala pesan iklan televisi dan intensi pembelian yang mengacu pada skala Likert. Pengumpulan data yang digunakan mengukur pesan iklan televisi yaitu dengan menggunakan skala pesan iklan televisi berdasarkan konsep AIDCA adalah attention. interest. Daftar isian subjek terdiri dari nama dan usia merupakan karakteristik subjek penelitian.merek serta atribut-atribut lainnya pada suatu produk. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri dengan rentang usia antara 16-20 tahun yang berada di wilayah Bekasi. maka dapat ditarik hipotesis yaitu adanya pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian. conviction dan action. yaitu pembelian yaitu dengan menggunakan skala intensi pembelian berdasarkan faktor 6 . Pesan yang efektif akan mendukung efektivitas sebuah iklan. Suatu penelitian berulangulang menunjukkan bahwa sikap terhadap suatu iklan dapat berfungsi sebagai peramal yang signifikan atas sikap terhadap suatu produk (Engel. Respon hanya akan dapat timbul jika individu dihadapkan pada suatu adanya meneliti pengaruh variabel yang satu terhadap variabel yang lain. Hipotesis Berdasarkan tinjauan pustaka di atas. Sikap konsumen merupakan elemen kedua dari elemenelemen yang membentuk kesan produk. desire.

Dari hasil hipotesis mengenai pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri digunakan teknik regresi.penentu intensi adalah sikap. Sampel dalam penelitian adalah remaja putri yang mempunyai rentang usia antara 16 tahun-20 tahun.0 For Windows.200 (p<0. Pada tanggal 15 Oktober 2008.647.200 (p<0.894 sehingga skala dinyatakan reliabel.305 sampai dengan 0. peneliti menyebarkan 110 eksemplar.008. Namun. dalam penelitian ini terdapat outlier. 16 Oktober 2008 dan 17 Oktober 2008. Sedangkan untuk menguji 0. digunakan teknik Korelasi Product Moment Pearson dengan mengkorelasikan skor setiap item dengan skor total item. Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat konsistensi skor pada alat tes. HASIL PENELITIAN Pengambilan data penelitian dilakukan selama tiga hari. Dan untuk menguji reliabilitas digunakan analisis varians Alpha Cronbach. Uji reliabiltas demikian dapat dikatakan ada hubungan yang linier positif pesan iklan dengan intensi pembelian pada remaja putri. Uji reliabilitas Skala Intensi Pembelian hasilnya diketahui bahwa koefisien reliabilitasnya sebesar subjektif dan perceived behavior control. Uji validitas untuk skala pesan iklan televisi dari 63 item yang diujicobakan terdapat 38 item yang valid dengan nilai korelasi antara 0. yaitu salah satu model dalam statistik parametrik. sehingga 7 . Uji Regresi Sederhana.069 dengan nilai signifikansi 0. Baik pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan uji hubungan data dua variabel yang yang memiliki sebab . Untuk pengambilan data penelitian.227. Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat konsistensi skor pada alat tes. Dari 107 subjek didapatkan bahwa hasil uji linearitas pada skala pesan iklan dan intensi pembelian menunjukkan hasil yang linier dengan nilai F = 7.054 dengan nilai signifikansi 0. uji validitas skala intensi pembelian dari 55 item yang diujicobakan terdapat 28 item yang valid dengan nilai korelasi antara 0.05).302 sampai dengan 0. norma untuk skala pesan iklan televisi sebesar 0. Untuk menguji validitas alat ukur dari penlitian ini.akibat. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi skor pada skala pesan iklan dan skala intensi mempergunakan produk pemutih badan tersebut. Sedangkan. dan nilai signifikansinya sebesar 0. dan pernah melihat iklan produk pemutih badan di televisi. Sedangkan hasil uji normalitas pada skala intensi pembelian diketahui nilai statistik sebesar 0. pembelian adalah normal.05). keduanya menggunakan bantuan program komputer SPSS versi 12.879 sehingga skala dinyatakan reliabel. Dengan semuanya memenuhi syarat untuk dianalisis dalam penelitian ini.489. membeli produk serta uji normalitas menggunakan KolmogorovSmirnov pada skala pesan iklan diketahui nilai statistik sebesar 0.

PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian pada remaja putri. Hal ini mungkin dikarenakan pengaruh sosial budaya yang ada dimana kepadanya dinilai Sedangkan.subjek yang termasuk outlier dibuang oleh peneliti. Hal ini sesuai dengan pendapat Loudon & Bitta (1993) yang menyatakan bahwa remaja tumbuh dalam masa yang tidak terhadap intensi pembelian produk pemutih pada remaja putri. intensi pembelian memiliki kategori yang sedang atau rata-rata dengan nilai rerata empirik sebesar 60. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesan iklan sangat berpengaruh dalam intensi pembelian. berkekurangan. Hal ini mungkin dikarenakan remaja putri sudah mulai lebih peduli pada penampilan fisik untuk menarik lawan jenis. Sosial ekonomi juga sangat mungkin Hal mempengaruhi ini mungkin intensi akan dalam pembelian.01) yang berarti bahwa nilai tersebut sangat signifikan dan nilai F sebesar 7. dengan nilai rerata empirik sebesar 106. Berdasarkan perhitungan rerata empirik dan rerata hipotetik diketahui bahwa pesan iklan televisi memiliki kategori rata-rata atau sedang. maka hipotesis penelitian diterima yang artinya ada pengaruh yang sangat signifikan antara pesan iklan televisi wanita akan lebih dihargai karena daya tarik fisiknya dan umurnya.227. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Shimp (2003) bahwa salah satu elemen penting yang digunakan dalam komunikasi sebuah iklan adalah pesan. mempermudah seseorang pengambilan keputusan pembelian. sehingga akan lebih mudah dalam memutuskan membeli sesuatu tanpa memikirkan biaya dan manfaat bagi dirinya.7%. mengalami eating disorders dan akan menjadi depresi karenanya. Hal ini mungkin dikarenakan banyaknya produk pemutih kulit yang diiklankan sehingga membuat subjek bingung dalam 8 . Faktor-faktor tersebut antara lain pengaruh budaya. Meskipun demikian ada faktor-faktor lain yang juga memiliki pengaruh terhadap intensi pembelian yaitu sebesar 33. Hal ini mungkin dikarenakan pada remaja putri menganggap secara umum pesan iklan televisi selama yang ini disuguhkan baik. Berdasarkan nilai tersebut.59. disampaikan.3%. Hal ini sesuai dengan pendapat Baron & Bryne (1994) yang menyatakan bahwa dibandingkan pria. Pesan yang efektif adalah pesan yang dapat menarik perhatian.008 (p<0. Dari hasil analisa regresi didapat nilai probabilias sebesar 0.51. Faktor pribadi juga dapat mempengaruhi intensi pembelian pada remaja putri. wanita memiliki kecenderungan untuk lebih memperhatikan citra tubuh secara Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit yaitu sebesar 66. sehingga orang dapat mengingat keseluruhan informasi yang keseluruhan.

maka saran yang dapat Abdullah. Peneliti peneliti lain juga agar menyarankan lebih kepada empirik dan rerata hipotetik diketahui bahwa pesan iklan televisi memiliki kategori yang sedang. Anastasi. sikap dan perilaku pembelian. Tesis. sedangkan 33. dan faktor pribadi. A. sedangkan intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri memiliki kategori sedang. faktor sosial ekonomi dan faktor pribadi. Konsumen Produk Pemutih Kulit Untuk para konsumen produk pemutih kulit agar lebih mempertimbangkan dalam memutuskan membeli produk pemutih kulit dan tidak mudah terbuai oleh iklan yang ditawarkan produk tersebut. Peneliti Selanjutnya Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat faktor-faktor lain yang menentukan tersebut. Subjective Norm dan Perceived Behavior Control dengan Intensi untuk berperilaku. dianjurkan adalah sebagai berikut : 1. sosial ekonomi. Dari hasil analisis juga diketahui bahwa pada perhitungan perbandingan rerata telekomunikasi.7% kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lainnya. 7th. Upper Saddle. maka akan menimbulkan intensi pembelian yang baik pula. Ed. seperti faktor budaya. Inc. Ajzen. Attitudes. I. Personality and Behavior. Selain itu disarankan kepada peneliti lain agar menguji cobakan dengan produk lain yang banyak diiklankan saat ini. S. Dan dapat disimpulkan bahwa pesan iklan televisi yang baik disuguhkan kepada remaja putri. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. seperti produk makanan atau produk ditarik kesimpulan bahwa pesan iklan televisi memberikan pengaruh yang sangat signifikan dengan intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri. Dengan demikian dinilai perlu untuk disarankan kepada peneliti lain agar untuk meneliti faktorfaktor lain yang mempengaruhi pesan iklan televisi selain intensi pembelian. Psychological Testing. Pengaruh yang diberikan sebesar 66. (1997). (1988). DAFTAR PUSTAKA SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. antara lain: faktor budaya. London: Open Unversity Press. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat pesan iklan televisi.memutuskan untuk membeli produk kebenarannya dan sesungguhnya kecantikan wanita itu bukan dilihat dari keindahan fisik semata. (2002). Dikarenakan tidak semua yang diiklankan itu terbukti 9 . New Jersey: Prentince Hall.3%. A. memperjelas perbedaan definisi dari intensi. Hubungan Attitude. khususnya kepada remaja putri. & Urbina. 2.

Planning. Gilson. Cetakan Pertama. Penyusunan Skala Psikologi. Advertising : Its Role in Modern Marketing. Belch. Consumer Behavior and Marketing Strategy. & Berkman. Consumer Behavior and Marketing. New York: CBS College Publishing. S. Ardiyanti. Advertising : Concept and Strategies. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Massachussets: Addison Wessey Publishing Company. Knoers. S. Psikologi Perkembangan : Pengantar dalam berbagai bagiannya. Banu. (1996). M. Belief..com/index. Yogyakarta: Absolut. (1986). (2004). Azwar. S. P. New York: McGraw Hill. Kamus Ilmiah Populer. A. Cantik = Pe De. Targeting. New Jersey: Prentice Hall. Implementation and Control. 10 . (1993). Azwar. 5th. & Haditono. (2001). California: Random House Bussiness Division. F.kompas.. S. R. (2001). (2003). M. Inc. (1975). 5th. Pengaruh Model Iklan dan Klaim Pesan Emosional Naskah Iklan terhadap Evaluasi Merek Produk. Jakarta: Rakasta Gamasta. Jefkins.. S. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. (1993). Positioning. Understanding Psychology. Advertising and Promotion : An Integrated Marketing Communication Perspective. R. & Olson. 4th. Konsep Diri Remaja menuju Pribadi Mandiri. B. (1999). Azwar. Iswara. Cetakan Kedua Belas. W. Boston: McGraw Hill. A. (2000). Engel. Boston: PWS KENT Publ.. P. The Dynamics of Mass Communication. S. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Edisi 2. 15 Maret 2004 (diakses tanggal 20 Mei 2007). Co. F. M.. Ed. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. (1998). Fishbein. J. 5th. Ed. A. Boston: The Dryden Press. (2001). & Belch. C. Tes Prestasi : Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. W.Assael. Kasali. Edisi Kelima. & Sulistiyaningsih. Peter. & Ajzen. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Intension and Behavior : An Introduction to Theory and Research. Attitude. Consumer Behavior. (1999). S. Kottler. J. F. M. M. New York: McGraw Hill. I. E. J. D. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi. Ed.. A. Skripsi. Jakarta: Penerbit Erlangga. N. Ed. 8 th. M. I. Hasan. Cetakan Kelima. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan aplikasinya. G. Marketing Management : Analysis. (1992). E. Cetakan Kedua. Maulana. (2002). Hurlock. Dominick. F. 3rd. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Alih bahasa : Istiwidayanti & Soedjarwo. P. J. Http://www.htm. Dasar-dasar Psikometri. London: McMillan Press Ltd. Mukhtar. Ed. J. R. Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang tentang Kehidupan. C. H. (1996). & Barban. A. New York: McGraw Hill. (1999). (1994). Munks.. Cetakan Pertama. E. Advertising and Public Relation. (2002). R. Introduction to Marketing. Dunn. Ed. Feldman. (1980).

Inc. Adolescence. W. T. C. I. New York: McGraw Hill Book Company. J. Psikologi Remaja. W. (2003). T. Fundamentals of Marketing. New York: McGraw-Hill Companies. S. (1991). (1990). Cetakan Keenam. New Jersey: Pearson Edu. Solomon. (2001). (1967). S. Consumer Behavior: Buying. Having and Being. W. Saraswati. 6th. & Kanuk. Inc. Cetakan Kesepuluh. Problema Remaja dan pemecahannya. & Lane. Consumer Behavior.. G. D. Program dan Teknik Pengukuran. Shimp. Ed. W. R. D. Cetakan Kedua. S. 1. (1999). 5th. L. Santrock.et al. M. 11 . Bandung: Angkasa Bandung. Russel. Psychology. New York: McGraw Hill College. (2005). Willis. 45-61. B. Inc. (2003). Sarwono. Efektivitas Iklan Humor pada Media Cetak dan Peningkatan Brand Awareness pada Remaja. Tata Cara Periklanan Klepner. (1994). Periklanan Promosi. Jakarta: Erlangga. New Jersey: Prentice Hall. J. Wortman. Stanton. Jurnal Psikologi Ekonomi dan Konsumen. R. (1998). L.Purianto. Jakarta: Erlangga Schiffman. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Ed. J. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Invasi Pasar dengan Iklan yang Efektif : Strategi. (1997).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->