P. 1
MERALGIA PARAESTHETICAjadi7

MERALGIA PARAESTHETICAjadi7

|Views: 141|Likes:
Published by Mardi Utomo

More info:

Published by: Mardi Utomo on Jan 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

DEFINISI

Meralgia paraesthetica (MP), atau juga dikenal sebagai jebakan nervus cutaneus femoris lateralis (NFCL), adalah suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri, mati rasa, rasa terbakar, dan rasa geli pada bagian anterior dan lateral paha, antara ligamentum ingunale dan lutut. Pada tahun 1878, Bernhardt pertama kali menggambarkan gejala yang berkaitan dengan meralgia paraesthetica. Tahun 1885, Hagar menjelaskan bahwa kompresi nervus cutaneus femoris lateralis adalah sumber gejala kompleks ini. Satu decade berikutnya, Roth menciptakan istilah meralgia paraesthetica dari bahasa Yunani yang terdiri dari empat kata, yang bila digabungkan bersama-sama menyatakan "rasa nyeri pada paha yang disertai dengan anomali persepsi".1,2 Mononeuropati dari nervus cutaneus femoris lateralis , meralgia paresthetica umumnya disebabkan karena jebakan fokal saraf ini saat melewati ligamentum inguinal. Jebakan ini jarang terjadi karena etiologi lain seperti trauma langsung, cedera regangan, atau iskemia. Fungsi NFCL dapat terganggu oleh penekukan berlebihan atau kompresi struktur anatomi sekitarnya terutama masa kehamilan atau kondisi lain yang menyebabkan lordosis lumbal yang berlebihan.3 Anamnesis dan pemeriksaan klinis biasanya cukup untuk membuat diagnosis. Namun, diagnosis dapat dipastikan dengan studi konduksi saraf. Nevus cutaneus femoralis lateralis bertanggung jawab untuk sensasi anterolateral paha. Saraf ini merupakan saraf sensorik murni dan tidak memiliki komponen motorik.4

Meralgia Parestetica | 1

Ras Tidak diketahui apakah terdapat predileksi ras tertentu. walaupun dilaporkan kejadan meralgia paresthetica dapat terjadi pada semua kelompok umur. Meralgia Parestetica | 2 .3 per 10.1. Jenis Kelamin Menurut Ratliff et al. keterlibatan sisi kanan 36 % dan kiri 38 % sedangkan 22% kasus menunjukkan gejala terjadi bilateral.2.7 Sedangkan menurut Ratliff et al. Meralgia paraesthetica umumnya unilateral akan tetapi dapat juga bilateral bahkan mencapai hampir 50% kasus.8 : 1 Umur Terbanyak pada usia pertengahan.35% mengalami rasa tidak nyaman pada tungkai. dan dilaporkan mencapai 7 . insidensi terbanyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan dengan rasio 2. EPIDEMIOLOGI Prevalensi meralgia paraesthetica diperkirakan 3 4. 5. 20 % dikatakan memiliki gejala bilateral.000 penduduk.6 menurut Luzzio C et al .

iliacus. Cabang anterior menjadi lebih dangkal lebih kurang 10 cm distal ligamentum inguinalis. Muncul dari batas lateral m. Gambar 1. dan terbagi menjadi cabang-cabang yang didistribusikan ke kulit anterior dan lateral paha.sartorius menuju paha. Nervus cutaneus femoris lateralis dan struktur lain yang melintas di antara ligamentum inguinal kiri dengan ilium.1. Dilihat dari atas. divisi dorsal kedua dan ketiga saraf lumbalis.BAB II ETIOLOGI DAN PATOGENESIS 2. Perjalanan nervus cutaneus femoris lateralis Gambar 2. Di sini kemudian terbagi menjadi cabang anterior dan posterior. ANATOMI Nervus cutaneus femoris lateralis adalah saraf yang berasal dari pleksus lumbalis.psoas mayor di sekitar bagian tengahnya. Saraf ini kemudian lewat di bawah ligamentum inguinal dan menyilang m. menuju spina iliaca anterior superior (SIAS). Meralgia Parestetica | 3 . dan melintas miring m.

9 Gambar 5. 8 Beberapa variasi anatomi penting untuk diketahui sebagai pertimbangan untuk melakukan tindakan bedah pada rongga pelvis untuk mengurangi resiko terjadinya MP. Pleksus Lumbalis Gambar 4. membentuk pleksus peripatellar. NCFL melintas di lateral Spina Iliaca Anterior Superior ( seperti duduk mengangkang di pelana kuda) Meralgia Parestetica | 4 . Distribusi Sensorik Nervus Cutaneus Femoris Lateralis Cabang posterior menembus fascia lata. menginervasi kulit setinggi trokanter mayor sampai paha bagian tengah. Keseluruhan serabut saraf aferen dan membawa sensasi kulit paha bagian antero-lateral.sampai lutut. Perjalanan normal nervus cutaneus femoris lateralis B. Gambar 3 . cutaneus femoris lateralis A. dan subdivisi yang berjalan ke belakang melintasi permukaan lateral dan posterior paha. NCFL melintas melalui belahan ligamentum inguinalis C. Variasi Anatomi n. Filamen terminal saraf ini sering berhubungan dengan cabang-cabang cutaneus anterior nervus femoralis dan dengan cabang infrapatellar nervus saphenus.

Saraf yang melintas pada lintasan superficial ketika memasuki kompartemen paha membuatnya cenderung mudah mendapat trauma akibat kompresi pada tulang di bawahnya. yang dapat mempengaruhi gejala yang terjadi. PATOGENESIS7.8. sedangkan fleksi dapat mengurangi kekuatan tersebut. Dalam cavum abdomen dimana nervus melintas sepanjang pelvis 3. Sewaktu nervus keluar dari pelvis Tempat ketiga ini adalah yang paling sering terjadi dimana jebakan saraf mungkin melibatkan m. 10 Gerakan pinggul dengan perubahan angulasi dan regangan saraf. Gambar 6. Kompresi nervus cutaneus femoris lateralis oleh ligamentum inguinale Penekukan nervus cutaneus femorius lateralis melintasi crista iliaca terjadi akibat tenaga kompresi dengan reposisi postural. ekstensi pangkal paha dapat meningkatkan angulasi dan regangan saraf.2. Meralgia Parestetica | 5 . Di samping kolumna spinalis 2.2. Sebuah pendapat mengatakan bahwa ikatan fibrosa dalam fascia menyebabkan gangguan daya regang nervus cutaneus femoris lateralis.9 Jebakan nervus cutaneus femoris lateralis dapat terjadi pada 3 tempat potensial 1.sartorius atau mungkin disebabkan kompresi superficial sederhana dekat crista iliaca dan SIAS oleh pakaian yang ketat atau trauma. Sebagai contoh.

Mekanikal retroperitoneal subakut proses ini dapat menyebabkan pleksopati  Invasi tumor  Hemoragik  Abses Obstetri dan ginekologi  Endometriosis nyeri MP berulang dan berkurang saat menstruasi  Kompresi fetus selama trimester kedua dan ketiga. Proses-proses dibawah ini dapat menyebabkan meralgia paresthetica dan proses patologis yang membangkitkan gejala berkaitan dengan lesi pada tempat tertentu sepanjang nervus.  Fraktur pelvis  Peninggian pelvis sesisi karena pemendekan salah satu tungkai. Kompresi mekanik kronik dan subakut atau peregangan pada ligamentum inguinale  Pakaian ketat pinggang  Penahan. Iatrogenik perlukaan pada NCFL dilaporkan setelah menjalani prosedur operasi  Pencangkokan tulang crista iliaca  Osteotomi pelvis  Operasi shelf pada insufisiensi acetabulum  Diseksi nodus limfatikus inguinal  Appendektomi  Histerektomi total abdominal. duduk bersila terlalu lama. pembebatan  Ikat pinggang tukang kayu. y Trauma  Kompresi akut pada NCFL pada ligamentum inguinalis dari tekanan sabuk pengaman pada kecepatan tinggi saat kecelakaan kendaraan bermotor.Beberapa proses dapat menimbulkan gangguan pada nervus cutaneus femoris lateralis sepanjang perjalanannya yang menyebabkan gangguan sensorik yang dirasakan pada distribusi kutaneusnya. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan jaringan di bawah ujung lateral ligamentum inguinale atau fascia lata berproliferasi dan menjerat serabut-serabut nervus cutaneus femoris lateralis. polisi  Ikat pinggang pembawa bendera  Kegemukan (Obesitas) y y y y Meralgia Parestetica | 6 .

 Faktor etiologi yang bersifat infeksi juga pernah disebut sehingga dianggap sebagai manifestasi neuritis sensorik mutlak. kelompok otot termasuk muskulus paraspinal yang diinervasi akar saraf L2-L3. Gangguan metabolik dan reaksi imunologi  Diabetes  Plexitis Kondisi infeksi : termasuk herpes zoster. kelemahan atau perubahan denervasi pada pemeriksaan EMG jarum. Meralgia Parestetica | 7 . Laminektomi dekompresi secara signifikan mengurangi area hipo-aestesi pada paha. penyembuhan yang baik ditemukan 7 dari 11 kasus. termasuk :  Penampungan untuk pengobatan intratekal yang diletakkan pada abdomen kuadran kanan bawah  Ascites  Kompresi radiks L2-L3 Menurut Jiang dkk. Diabetes mellitus termasuk salah satu penyebabnya. Idiopatik Beberapa proses sistemik sering merusak nervus perifer termasuk nervus cutaneus femoris lateralis. 13 memiliki gejala meralgia paraesthetica.11 Radikulopati multipel (patologi pada akar saraf). dimana terjadi neuropati fokal atau difus. dari 232 pasien yang terbukti dengan stenosis spinalis lumbal.y y y y Penyebab mekanik lainnya.

BAB III DIAGNOSIS Pasien dengan meralgia paresthetica dapat idiopatik atau disebabkan oleh luka mekanik di dekat ligamentum inguinalis biasanya menggambarkan parestesia atau disesthesia pada daerah yang mendapat inervasi nervus cutaneus femoris lateralis. biasanya konstan. kegemukan dan lain-lain. Dirasakan tanpa dipicu oleh suatu stimulasi fisik pada kulit. kadang-kadang memanjang hingga ke sisi luar lutut. Terkadang dirasakan seperti sengatan lebah. y y y y y Gambar 7. Kadang-kadang nyeri di daerah selangkangan atau nyeri menyebar ke pantat. Sensasi seperti terbakar. Kepekaan yang berlebihan terhadap panas ( air hangat dari pancuran terasa seperti tebakar) Perubahan postur atau duduk atau berdiri yang lama dapat menimbulkan gejala fluktuatif. y y ANAMNESIS Nyeri pada sisi luar paha. kesemutan. kehamilan. Distribusi paraesthetica abnormalitas sensorik pada meralgia Meralgia Parestetica | 8 . seperti kecelakaan kendaraan bermotor. Biasanya lebih sensitif terhadap sentuhan ringan daripada tekanan kuat. riwayat operasi di daerah pelvis. 3. atau mati rasa (kebas) di wilayah yang sama.1. Gejala yang tampak dapat berkaitan dengan berhubungan dengan beberapa factor resiko.

2. Kekuatan motorik tungkai yang terlibat harus normal. Palpasi dalam tepat di bawah SIAS (pengujian kompresi panggul) mereproduksi gejala. PEMERIKSAAN FISIK Penguji akan memeriksa setiap perbedaan sensasi antara kaki yang terkena dan kaki yang lain. y y y Ketukan di atas dan aspek lateral ligamentum inguinalis atau memperpanjang paha posterior (merentangkan saraf) dapat mereproduksi atau memperburuk parestesi. tidak ada atrofi otot ataupun perubahan refleks. Metode pengukuran area yang mengalami hipoaestesi pada paha lateral dengan menggunakan tusukan jarum (pin-prick) dan sebuah film transparan. bersamaan dengan munculnya reaksi hiperpatia pada perabaan 11 Gambar 8.3.12 Meralgia Parestetica | 9 . Pemeriksaan abdomen dan panggul mungkin diperlukan untuk mengecualikan masalah di daerah tersebut. y Pemeriksaan menunjukkan mati rasa pada paha anterolateral di semua atau bagian dari daerah yang terlibat dengan parestesi. Dengan test pinprick dapat ditemukan penurunan apresiasi. kadang kadang hiperestesi.

Stimulasi permukaan antidromik diberikan di atas ligamentum inguinal (S1) 1 cm medial spina iliaca anterior superior (SIAS). Prosedur Stimulasi13 Penyetelan Stimulasi.1. (S2) Ground. jika lesi massa di ruang retroperitoneal dicurigai. atau ada nyeri punggung.cutaneus femoris lateralis Meralgia Parestetica | 10 .3. Elektrode aktif diletakkan 17 20 cm distal SIAS. Gambar 9. Elektrode permukaan diletakkan sepanjang garis yang menghubungkan SIAS dengan batas lateral patella. Stimulasi pada n. PEMERIKSAAN PENUNJANG 3. Pemeriksaan Elektrofisiologis Elektromiografi (EMG) studi konduksi saraf mungkin diperlukan. Perekaman. dan atau di bawah ligamentum inguinal di atas origo musculus Sartorius.3. Diletakkan antara stimulasi dan electrode perekam.3. dengan electrode reference 3 cm lebih distal. Evaluasi dengan studi konduksi saraf dan pemeriksaan jarum diperlukan jika tidak ada faktor resiko diidentifikasi.

44 y.3. PEMERIKSAAN RADIOLOGI y X-Foto mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kelainan tulang yang mungkin memberikan tekanan pada saraf.2-2.Penilaian Data Ma dan Liveson (Tabel 1).18 cm] Amplitudo (µV) 6.8 (4-11) * Latency to initial point of negative deflection Peak to peak amplitude 3.8 ± 0.0 ±1. Subjek dibiarkan menyesuaikan diri dengan suhu ruangan yang berkisar 23 sampai 260C.3-3. Meralgia Parestetica | 11 .4 (2.8) [14 . TABLE 1.2. Signifikansi usia tidak diuji.o ) m = 33 Latency (ms) * Above ligament Below ligament 2.5 (3-10) 7.2 (2. y Pemeriksaan CT-Scan atau MRI untuk mengecualikan menyebabkan jaringan lunak seperti tumor. Jenis kelamin tidak signifikan.2) [17 .5 ± 0.20 cm] 2. LATERAL FEMORAL CUTANEUS NERVE : MA / LIVESON DATA ( n = 40 s = 20 ( 25 .0 ±1.

INTERVENSI BEDAH Pasien yang gagal dalam penatalaksanaan konservatif dirujuk ke ahli bedah untuk menjalani pembedahan dekompresi NCFL. aplikasi termal. Sebagai tambahan pemanasan lembab. Dalam kebanyakan kasus. dan analgetik. pengurangan berat badan untuk mengurangi lingkar perut. modalitas lain yang direkomendasikan termasuk transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS). 4. EMG abnormal dan pembebasan segera gejala-gejala yang mengiringi blok NCFL. seperti fisioterapi. Parameter untuk dilakukan pembedahan antara lain Tinel Sign positif. Pengurangan berat badan dan latihan memperkuat otot-otot perut. Modalitas ini digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan memampukan pasien melakukan latihan peregangan dengan lebih santai. 4.1. Sebagai tambahan fisioterapis menginstruksikan pasien untuk mengikuti program fitness yang membantu mengurangi berat badan maupun biomekanik dan reedukasi postural. Pengurangan aktivitas fisik wajib dilakukan dalam hubungannya dengan tingkat rasa sakit. Terapi fisikal direkomendasikan sebagai tambahan untuk terapi dengan analgetik untuk mengontrol nyeri pada pasien dengan MP. Istirahat mutlak diperlukan untuk tingkat rasa sakit akut. hasilnya masih kurang memuaskan. dikombinasi dengan perawatan medis untuk menghilangkan peradangan dan rasa nyeri. Pasien harus menghindari pakaian ketat terutama di daerah pinggul depan atas. FISIOTERAPI Pada meralgia paraesthetica dapat dilakukan terapi konservatif. pengobatan terbaik adalah menghilangkan penyebab kompresi dengan memodifikasi perilaku pasien. Tehnik jaringan lunak ( seperti : terapi trigger point ) juga menguntungkan untuk mengurangi nyeri dan penekanan pangkal paha dan otot-otot paha.2. atau penyangga yang memberikan tekanan fokal berlebihan pada ligamentum inguinale. ikat pinggang yang lebar.BAB IV PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan akan bervariasi tergantung berat ringannya gejala yang ditunjukkan. dan beberapa pasien melaporkan disestesi yang Meralgia Parestetica | 12 . Meskipun tindakan bedah transeksi NCFL ditujukan sebagai terapi.

Obat ini sebaiknya dihentikan jika gejala tidak mereda dengan jumlah maksimal. Meralgia Parestetica | 13 . Suntikan dilakukan 1 jari ke arah medial SIAS. Hindari penggunaan OAINS dan narkotik jangka panjang jika memungkinkan. Tindakan bedah tidak selalu berhasil penuh dan dapat kambuh kembali rata-rata 15 -20%. Pada kasus yang parah dapat dilakukan blok saraf lokal pada ligamentum inguinal dengan suntikan kombinasi obat bius lokal (lidokain. bupivacain) dan kortikosteroid.3. NCFL ditranseksi parsial B.3.9 A B Gambar 10. neurolisis dan reseksi NCFL. 4. Penambahan narkotik untuk membunuh rasa sakit mungkin diperlukan pada tingkat rasa sakit berat yang menyebabkan pasien terkadang sulit tidur. TERAPI MEDIKAMENTOSA1.13 Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) akan mengurangi rasa nyeri. Durante operasi menunjukkan A. di bawah ujung lateral ligamentum inguinale atau di tempat serabut-serabut nervus cutaneus femoris lateralis keluar dari fascia lata atau di kawasan disestesia / parestesia / hipestesia sendiri dapat menyembuhkan walaupun hanya meredakan gejala untuk sementara.semakin berat. Kesalahan yang sering terjadi adalah menghentikan pengobatan sebelum level serum mencapai rentang terapi. Biasanya diberikan 7-10 hari. Selain itu dapat diberikan TCA atau antikonvulsan yang dimulai dari dosis rendah dan dititrasi naik sampai gejala mereda atau sebaliknya muncul efek samping.2.

Tempat Penyuntikan pada meralgia paraesthetica 4. Pasien yang mengalami nyeri yang berkepanjangan dan membandel dengan terapi konservatif dan blok saraf multipel dengan steroid local. Dapat dilakukan dengan menambah bantalan sepatu atau modifikasi lainnya untuk mengoreksi ketidaksesuaian sehingga hiperekstensi paha dapat diminimalkan pada sisi yang terpengaruh. TERAPI LAIN Perbaikan gejala mungkin dapat terjadi dengan melakukan koreksi ketidaksesuaian panjang tungkai. Penggunaan konvensional prosedur ini melibatkan aplikasi kontinyu temperature tinggi.4. yang dihubungkan dengan degenerasi Wallerian.Gambar 11. 14 Meralgia Parestetica | 14 . Sinyal radiofrekuensi telah banyak digunakan untuk menekan transmisi nyeri. neurodestruksi berat dan efek deafferensiasi. dapat diberikan pulsed radiofrequency.

Meralgia parestetica ringan yang disebabkan oleh mekanisme trauma external atau ringan terkadang dapat mengalami remisi secara spontan. Bila dilakukan intervensi bedah dengan dekompresi saraf pada kasus yang terseleksi dengan baik . PROGNOSIS Prognosis tergantung pada etiologi gangguan NCFL. Pada kebanyakan pasien. Meralgia Parestetica | 15 . sekaligus untuk mencegah tindakan bedah dan tindakan agresif lainnya. dilaporkan memiliki hasil yang cukup baik.BAB V PENUTUP 5. pemulihan biasanya memerlukan beberapa minggu ke bulan. Tidak semua pasien dengan gejala yang mirip MP memerlukan MRI atau CT Scan pelvis.15 Apapun penyebabnya.2. tidak ada gangguan sensoris pada pemeriksaan neurologi. Setiap situasi individu mengarah pada keputusan klinis. nyeri yang dalam. dan dalam keadan berat. ASPEK MEDIKOLEGAL Praktisi tidak boleh beranggapan bahwa seorang pasien mengalami MP dan segera mengelola dengan pleksopati yang disebabkan invasi tumor. pasien belajar untuk mentoleransi gejala dan memodifikasi aktivitas. Instruksikan pasien untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan trauma pada NCFL.16 5. tetapi dapat kambuh kembali sekitar 15-20% kasus. meralgia paresthetica dapat sembuh sendiri. tergantung pada keparahan kerusakan saraf. dan dengan edukasi.1. Bendera merah membantu untuk mengenali situasi ini apakah gejala memburuk secara progresif. Elektromyografi dapat membantu untuk membedakan MP yang ringan dengan problem lainnya.

Joseph NJ.DAFTAR PUSTAKA 1. No.3 Sweis M . Hao W. Urumchi. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. Meralgia Paraesthetica.com Hanna AS et al. 2005 : 223 Bosvell MV. Meralgia Paresthetica Georgia 2009 www.emedicine. 11. Blackwell Publishing 2005 : 241 Xiang J.com. 15.1992 : 561 Ratliff JK.2. Meralgia Paraesthetica 2009 www. Meralgia Parestetica | 16 . in Principles of Neurology. Meralgia Paresthetica Following Iliac Crest Bone Graft for Anterior Cervical Disectomy : A Case Report and Review of the Literature Lousiana Kaye AH. 16. Simon RP Clinical Neurology Lange 6th Ed. Marone JP. Luzzio C. Cole BE .emedicine. Mc Graw-Hill Book Co : New York 2005 : 1170 www. . Victor M : Disease of Spinal Cord. .Kraft GH : Unusual Sensory Conduction Studies. Disorders of The Peripheral Nerves in De Jong s The Neurologic Examination 5th Ed. An AAEE Workshop. Minnesota. American Academy of Pain Management. Adam RD. 10. and Muscle. 7th Ed.medscape. Dian Rakyat Jakarta 2005 : 253-4 Philip CN. A Practical Guide for Clinicians. Crystal GJ. Pain Physician Journal 2009 . 9.JB Lipincot Comp. Nerve Entrapment Syndromes. Dynamic Chiropractic Vol. Spinal Stenosis with Meralgia Paraesthetica dalam The Journal of Bone and Joint Surgery Vol. Greenberg DA. Successful Treatment of Meralgia Paresthetica with Pulsed Radiofrequency of Lateral Femoral Cutaneous Nerve. 12 : 881-5 www. Kornbluth I. 7. Peripheral Nerve. Tiel RL . Wibourn AJ.com.Inc . Madison 2009 Haerer AF .medscape. Candido KD.Sekul E A. 6. Meralgia Paresthetica. Issue 06 Ma DM. The Johnson Co.com. 12. 4..emanualmedicine. CRC Press Taylor & Francis Group.70-B . Lange Medical Books / Mc Graw Hill Companies.medscape. wikipedia. 15. 8th ed. 3.com Meralgia paraesthetica Aminoff MJ. Dong X. 13. 1984 : 6-7 Sidharta P. Essesial Neurosurgery 3rd ed. 2006 : 469 www.emedicine. 1988 : 272 . 2. 2009 5. Jacques L. Weiner s Pain Management. 14. 8.

MI : 58 tahun : Laki-laki : Bangetayu Wetan RT 6 RW 5 Semarang : Wiraswasta : C297594 : 13 Juni 2011 DATA SUBYEKTIF Riwayat Penyakit Sekarang Keluhan Utama : Paha samping kanan tidak terasa Onset : s 10 hari yang lalu sebelum ke Poli Neurologi Kronologis : s 10 hari sebelum datang ke poli Neurologi RSDK. Riwayat Penyakit Dahulu : Baru pertama kali sakit seperti ini. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga sakit seperti ini. riwayat trauma (-).LAPORAN KASUS IDENTITAS Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan No. riwayat DM (-). Kesan : ekonomi cukup Meralgia Parestetica | 17 . Masalah Pasif Tanggal : Tn. CM Tgl pemeriksaan DAFTAR MASALAH No. Biaya pengobatan ditanggung oleh pribadi. Riwayat Sosial Ekonomi : Penderita bekerja sebagai wiraswasta. riwayat hipertensi (-). Riwayat sakit telinga (-). 1 2 3 Masalah Aktif Parestesi Paha Kanan Meralgia Paretetica Dextra Tanggal 13 Juni 2011 28 Juni 2011 No. saat panen jagung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->