STUDI KASUS ANAK LAMBAT BELAJAR

DISUSUN OLEH: SRIYANTO X7109108

4.. 3. Dengan segala kerendahan hati. Surakarta. Kedua orang tua penulis yang telah membantu dengan doa sehingga laporan ini selesai. Atas selesainya makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. 1. 2.PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah limpahkan rahmat serta hidayah-Nya. Teman ± teman semua yang telah membantu kelancaran pembuatan makalah ini. Laporan studi kasus ini penulis susun guna melengkapi tugas-tugas bagi mahasiswa program S-1 PGSD FKIP UNS tahun ajaran 2009/ 2010 mata kuliah Bimbingan dan Konseling. Sukarno M. KATA PENGANTAR«««««««««««««««««««« DAFTAR ISI«««««««««««««««««««««««.sehingga penulis dapat menyusun laporan studi kasus mengenai anak lambat belajar. Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangannya. 3. Akhirnya penulis berharap semoga karya sederhana ini bermanfaat bagi kita semua. penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan laporan ini. Drs. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan lancar.Pd selaku dosen pengajar mata kuliah Bimbingan dan Konseling. Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL««««««««««««««««««««.. 2. Dalam pengumpulan data penulis dibantu oleh berbagai pihak terkait termasuk sesama rekan mahasiswa lainnya. 1 2 3 April 2010 . 4.

Selanjutnya untuk lebih jelasnya di bawah ini dicantumkan data identitas siswa yang menjadi objek studi kasus : a) Identifikasi Diri Siswa * * Nama Siswa Nama Panggilan : Septiana Dwi Hastutik : Septi/Dwi . Nguter. Klien tersebut bersekolah di SDN Kedungwinong 01.BAB I IDENTITAS 1. Pada saat ini konselor mengamati klien yang mengalami lambat dalam belajar dan terlalu manja. Saran «««««««««««««««««««««««. identifikasi siswa yang berkasus (klien) merupakan tahap awal yang harus dilalui di dalam proses penyusunan studi kasus. Sukoharjo sebagai siswa kelas 4 pada tahun ajaran 2009/ 2010. Gambaran Masalah «««««««««««««««««« 2. 16 16 7 10 12 4 5 BAB I IDENTITAS A. Identitas Orang Tua Siswa «««««««««««««««. Diagnosis «««««««««««««««««««««« 3. Identitas Siswa «««««««««««««««««««« 2. Identitas Siswa/Klien º Dalam penyusunan studi kasus. Prognosis «««««««««««««««««««««« BAB III PENUTUP 1. BAB II ISI 1. Kesimpulan ««««««««««««««««««««« 2.

Sukoharjo : Olahraga : 1 (satu) : 2 (dua) b) Keadaan Kesehatan * * * * Penglihatan : Normal Pendengaran : Normal Pembicaraan : Agak Cedal Potensi jasmani: Normal c) Fasilitas Belajar dan Pendukung 1) Kelengkapan belajar (a) Buku paket (b) Buku catatan (c) Ruang belajar 2) Bimbingan (a) Dari ayah : pernah (b) Dari ibu : selalu : selalu : lengkap : lengkap : tidak punya (c) Dari saudara . Lahir : Sragen. 12 September 1999 Agama Jenis Kelamin Alamat Sekolah Hobby Jumlah saudara Anak ke : Islam : Perempuan : Krebet. RT 03/RW 04. Sukoharjo : SDN Kedungwinong 01. Nguter. Nguter.* * * * * * * * * Kelas : 4 (empat) Tempat/tgl.

RW 04 Nguter. 2) Siswa belajar jika disuruh orang tua. Hal ini mendukung perkembangan sosial klien untuk berinteraksi dengan lingkungan masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa berada. : Kurang baik/lambat. tapi masih merasa segan untuk bertanya. prestasi rendah. ibu dan kakaknya dalam lingkungan desa Krebet RT 03. Sukoharjo C. Perumahan º Klien tinggal bersama ayah. . Identifikasi Orang Tua a) Ayah * * * * * * * * * * * Nama lengkap Umur/TTL Pendidikan Pekerjaan : Sungkono : 39 tahun / Sukoharjo. Dalam lingkungan tempat tinggalnya tersebut hubungan bertetangga cukup bagus. RW 04 Nguter. B. RW 04 Nguter. 7 April 1969 : SD : Buruh Hubungan dengan anak: Anak kandung Alamat Nama lengkap Umur/TTL Pendidikan Pekerjaan Alamat : Krebet RT 03. e) Kelakuan dan prestasi Klien 1) Sikap pada teman 2) Sikap pada guru 3) Prestasi : Cukup baik. Sukoharjo : Sri Ningsih : 31 tahun / Sukoharjo. tidak membeda-bedakan teman. Sukoharjo. 28 Agustus 1977 : SD : Ibu rumah tangga : Krebet RT 03.d) Waktu belajar 1) Waktu belajar siswa kurang teratur. : Baik.

.Tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat di desa tempat tinggalnya tergolong menengah kebawah. Sebagian besar warga di daerah tempat tinggal siswa bekerja sebagai buruh serabutan dan petani.

Di bawah ini akan diuraikan dari masing-masing pengertian tersebut. atau gangguan psikologis lainnya. namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. (b) learning disfunction. gangguan alat dria. potensi dasarnya tidak dirugikan. meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental. tinju dan sejenisnya. c) Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate. dan (e) learning diasbilities. b) Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik. . Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley. (c) underachiever. yang mengalami kekacauan belajar. mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai. a) Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan.BAB II ISI A. (d) slow learner. sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Pada dasarnya. maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik. namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley. Gambaran Masalah v Kesulitan belajar siswa mencakup pengetian yang luas. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 ± 140). diantaranya : (a) learning disorder.

dan kosa kata juga kurang. º Gejala-gejala yang Bersifat Negatif y Gejala yang bersifat negatif adalah sikap atau perbuatan yang kurang baik yang dapat mengganggu proses belajar mengajar pada diri klien. Skor tes IQ mereka menunjukkan skor anatara 70 dan 90 (Cooter & Cooter Jr. kemampuan belajarnya lebih lambat dibandingkan dengan teman sebayanya. responnya lambat. sehingga saat diajak berbicara kurang jelas maksudnya atau sulit nyambung. mereka cenderung pendiam dan pemalu. Wiley. 2004. 2. v Slow learner (Lambat belajar) adalah adalah mereka yang memiliki prestasi belajar rendah (di bawah rata-rata anak pada umumnya) pada salah satu atau seluruh area akademik. 4.. 2007). e) Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar. sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. dianataranya kemampuan koordinasi (kesulitan menggunakan alat tulis. Kemampuan berpikir abstraknya lebih rendah dibandingkan dengan anak pada umumnya. Anak dengan SL memiliki ciri fisik normal. atau mengenakan pakaian). Tapi saat di sekolah mereka sulit menangkap materi. olahraga. Gejala-gejala tersebut diantaranya : Mematuhi peraturan sekolah Rajin mengikuti kegiatan sekolah Tidak suka membolos sekolah Menurut perintah guru 1.d) Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar. Dengan kondisi seperti demikian. tapi mereka ini bukan tergolong anak terbelakang mental. Anak-anak lambat belajar ini juga cenderung kurang percaya diri. Gejala tersebut diantaranya : 2. 3. Sulit memahami materi pelajaran . v Gejala-gejala yang Nampak Gejala-gejala yang nampak jelas pada diri klien diantaranya sebagai berikut: º Gejala yang Bersifat Positif y y Gejala yang bersifat positif adalah sikap atau perbuatan yang dapat membantu dan meningkatkan proses belajar mengajar pada diri klien. Tidak hanya kemampuan akademiknya yang terbatas tapi juga pada kemampuan-kemampuan lain. Dari sisi perilaku. 1. sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. dan mereka kesulitan untuk berteman. Mereka memiliki rentang perhatian yang pendek.

º Klien patuh dan hormat dengan guru-guru di sekolah. Dalam kesehariannya.3. 4. Bersifat pendiam dan pemalu Kurang memiliki keberanian dalam berpendapat Cepat putus asa dalam mengerjakan soal Bersikap manja Bertindak semaunya sendiri Tidak mau meneliti hasil jawabannya v PENGUMPULAN DATA Proses pengumpulan data mengenai siswa yang berkasus (klien) dilakukan dengan berbagai pendekatan. 6. datang ke sekolah atau mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. 5. Ia termasuk siswa yang disiplin baik dalam piketnya. Namun siswa tidak pernah memilih-milih teman. Dia selalu ingin semua keinginannya dituruti. 8. Ia tidak berani angkat tangan untuk bertanya. º Perkembangan Jasmani Perkembangan jasmani klien cukup baik. b) Berdasarkan Wawancara . Pada saat guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya klien cenderung untuk memilih diam saja. Klien memiliki fisik yang normal dan sama seperti teman-teman seusianya. bahkan termasuk anak yang cukup lincah dan energik. klien terlihat memilki rasa tidak percaya diri untuk mengutarakan isi hatinya ketika ada materi pelajaran yang belum ia pahami. Dalam studi kasus ini pendekatan atau cara yang digunakan oleh konselor dalam rangka pengumpulan data tentang siswa yang bermasalah ialah sebagai berikut: a) Berdasarkan Pengamatan di Sekolah º Kepribadian Pribadi klien baik walaupun cenderung mudah putus asa dan kurang teliti dalam mengerjakan sesuatu. 7. º Tingkah Laku Tingkah laku klien di rumah menunjukkan sikap yang cukup baik. Ia juga sangat patuh terhadap peraturan sekolah.

Kabupaten Sragen. diantaranya adalah sebagai berikut: a) Faktor yang Berasal dari Diri Sendiri a. Semua keinginanya harus dipenuhi b) Faktor dari Lingkungan Keluarga a. Rumahnya tergolong sedang dan sederhana. keluarga atau lingkungan. Terlalu dimanja dengan selalu menuruti keinginan klien c. B. Ibunya sebagai ibu rumah tangga. klien adalah anak kedua dari dua bersaudara. Anak tidak mau meneliti kembali hasil pekerjaannya. Kadang waktu luangnya sering dimanfaatkan atau digunakan untuk bermain voli daripada mempelajari kembali pelajaran yang sudah diterangkan di sekolah. Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan. Hal ini dapat dilihat dari presensi klien yang tidak pernah membolos dan selalu masuk sekolah. º Hobi Siswa Siswa memiliki hobi bermain voli di rumah maupun sekolah. b. d. Anak terlalu manja. c. Begitu pula yang dialami klien. Anak kurang mau bekerja keras agar bias dalam pelajaran.º Latar Belakang Keluarga Berdasarkan wawancara dengan orang tua klien. Di dalam lingkungan desa tersebut klien tidak mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan tempat tinggalnya. Ada banyak faktor yang menimbulkan masalah pada diri klien. Pelanggara-pelangaran klien kurang mendapat teguran dari orang tua. c) Faktor yang Bersumber dari Lingkungan . Faktor tersebut dapat berasal dari diri sendiri. DIAGNOSIS v Masalah yang dihadapi siswa SD sangatlah kompleks dan banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya masalah. e. Motivasi yang kurang b. sehingga hubungan bertetangganyapun cukup baik dan akrab. º Minat Minat klien terhadap kegiatan sekolah yang berhubungan dengan masalah pelajaran cukup baik walaupun secara intelektual klien tertinggal dengan teman yang lain-lainnya. Klien dan keluarganya tinggal di lingkungan desa Pucang. Kurang bimbingan orang tua saat belajar.

PROGNOSIS v Untuk mengatasi masalah klien dapat dilakukan beberapa hal. C. v Berdasarkan hal-hal yang dipaparkan di atas. Bimbingan dari orang tua kurang.º Sekolah Kurang terbuka kepada guru. º Hal-hal tersebut berpengaruh terhadap klien yang menyebabkan klien kurang tertarik pada pelajaran dan malas belajar atau berpikir untuk mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya. Sikap mudah putus asa dalam pelajaran º Luar sekolah atau masyarakat Kurang memanfaatkan waktu luang. Pengaruh kemajuan teknologi Anggota keluarga terlalu memanjakannya. dapat ditarik kesimpulan yang terjadi pada diri klien disebabkan oleh : a) b) c) d) Kurang minat belajar. yaitu: a) Terhadap Klien . v Dari rincian di atas dapat disimpulkan berbagai hal yang menyebabkan permasalahan pada klien. Permasalahan tersebut berasal dari diri klien sendiri. keadaan keluarga dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap sikap dan daya tangkap belajar siswa. waktu hanya digunakan untuk menonton televise dan bermain voli.

D. º Menasihati klien agar lebih rajin belajar. c) Terhadap Teman Klien º Menasehati teman-teman klien agar mau memebantu klien bila ada kesulitan dalam belajar.º Mengajak klien berbincang-bincang mengenai masalah yang dihadapinya sehingga memudahkan konselor untuk megetahui pribadi siswa dan masalah yang sedang dihadapinya serta mempermudah memberikan bantuan dan bimbingan. º Memeberikan penjelasan pada orang tua bahwa mereka harus selalu memeperhatikan dan membimbing anaknya untuk belajar lebih giat agar tidak tertinggal dengan teman-temannya. º Memberikan pengarahan dan penjelasan agar klien memeperhatikan penjelasan dari guru. º Memeberikan penjelasan pada orang tua agar menanamkan pada diri klien sikap menghormati dan menghargai orang lain. º Memberi bimbingan yang luas pada klien yang berhungan dengan pendidikan sehingga dapat menimbulkan minat dan motivasi untuk meningkatkan semangat belajar dari siswa/klien yang bermasalah tersebut. º Memeberikan penjalasan pada orang tua agar selalu memeperingatkan klien untuk belajar dan selalu menasihati dan memeberikan dorongan pada klien untuk lebih rajin belajar. º Menasehati teman-teman klien agar mau menegur klien bila melakukan penyelewenganpenyelewengan. TREATMENT . Serta tidak mudah menyerah bila mengalami kesulitan belajar. º Memberi pengarahan pada klien bahwa sikapnya yang semaunya sendiri menimbulkan kerugian pada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain di sekitarnya. b) Terhadap Orang Tua. º Memberikan pengarahan pada orang tua agar tidak terlalu memanjakannya karena hal itu dapat berakibat buruk pada klien. º Menasehati klien agar tidak telalu manja pada siapapun terutama kepada kedua orang tua siswa/klien yang bermasalah tersebut.

Gereja atau sekolah dapat menggunakannya untuk mendidik anak yang lamban belajar. Dalam hal pergaulan.F. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Pemeliharaan sejak dini y Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama mundurnya daya ingat dalam berpikir. Hasilnya. Latihan indra .v PENYELESAIAN MASALAH JUGA DAPAT DITEMPUH MELALUI 1. yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan. anak yang lamban belajar sebaiknya bergabung dalam lembaga pendidikan khusus atau lembaga pendidikan umum. mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya. Skinner mengatakan bahwa penggunaan mesin mengajar akan sangat bermanfaat bagi mereka. 1. 1. Hasil belajarnya pun tidak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bergabung di lembaga pendidikan umum. pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. tidak diperoleh suatu kepastian karena adanya perbedaan pendapat. mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. 1. tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal. tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat. Lembaga pendidikan khusus atau umum y Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah dalam upaya untuk menolong. 1. setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Pengembangan secara keseluruhan y Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Dewasa ini komputer telah menjadi alat pendidikan yang populer. dari segi nalar tidak ditemukan adanya peningkatan ketika anak berada di lembaga pendidikan khusus. Pengalaman dalam pelbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Bagi anak yang lamban belajar. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. B. Memberikan pelajaran tambahan y Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Kesimpulannya. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar. Dengan demikian. Dalam suatu penelitian. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan.

1. menari. meronce. 1. menyikat gigi. belajar berbaris. 1. Dengan demikian. Latihan tersebut kemudian disatukan dengan gerakan dalam kehidupan sehari-hari seperti: memakai atau menanggalkan sepatu. mewarnai. dan sebagainya. Misalnya. Misalnya. anak dapat dipacu semangatnya untuk belajar. Latihan koordinasi ü Hal-hal yang termasuk dalam latihan koordinasi ialah menggunting. nyanyian. Latihan konsentrasi ü Melalui latihan ini anak dilatih untuk memerhatikan rangsangan-rangsangan yang ada di luar. Semua latihan tersebut dapat mempertajam indra anak. atau perabaan. jangan sampai kurang tantangan dan terlalu banyak mengalami kegagalan. 1. Prinsip belajar y Semua usaha yang melatih anak untuk meningkatkan daya belajarnya. Latihan keseimbangan ü Rasa keseimbangan akan menenteramkan emosi anak dan menolong melatih gerak-gerik tubuh mereka. bermain kartu. penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka. a) Usahakan agar anak lebih banyak mengalami sukacita karena keberhasilannya. melakukan estafet. meniru gerakan guru. menaiki papan titian. 1. menuang air. mengikat. Dengan mata tertutup anak diajak untuk mengenal bentuk. Jadi. Kadang-kadang berilah hadiah kepada anak. c) Beri dukungan moril atas setiap perubahan sikap anak agar mereka puas. Latihan indra ü Dengan latihan ini anak dilatih untuk mengenal lingkungan melalui penglihatan. Hindarkan kegagalan yang berulang-ulang. . dan sebagainya. menyisir rambut. pendengaran. atau berkejar-kejaran untuk melatih konsentrasinya. d) Perhatikan taraf kemajuan belajar anak. b) Dorong anak untuk mencari tahu jawaban yang benar atau salah dengan usahanya sendiri. senam irama. mengenal benda melalui perbedaan bentuk atau suara. atau gerakan lainnya. sebaiknya memerhatikan prinsip dan keterampilan belajar. melalui permainan.y Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. kasar. atau halus suatu benda.

haruslah difikirkan dan direncanakan secara matang. g) h) Jangan merencanakan pelajaran yang terlampau banyak bagi murid. Saran Dalam menyelesaikan suatu masalah. Gunakan teknik bahasa yang melibatkan lebih banyak penggunaan indra. BAB III PENUTUP A. º Hendaknya orang tua memperhatikan kebutuhan social anak dan jangan terlalu memanjakan anak. sebaiknya belajar secara rutin setiap pulang sekolah dan malam harinya walau hanya sebentar.e) Lakukan latihan secara sistematis dan bertahap sehingga mencapai kemajuan belajar. Mengubah pola belajar. langkah-langkah yang ditempuh harus dilakukan dengan sabar. Kesimpulan Masalah yang dihadapi siswa dalam kasus ini adalah lambat belajar dan terlalu manja karena siswa kurang mendapatkan bimbingan belajar. siswa terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya. Misalnya menumbuhkan rasa percaya diri anak. º Hendaknya orang tua memberikan perhatian dengan porsi yang tepat tidak hanya kebutuhan fisik saja akan tetapi kebutuhan psikis. tetapi jangan diberikan dalam jangka pendek. b) Saran kepada Orang Tua º Sebaiknya orang tua memberikan perhatian yang lebih kepada klien. tekun dan berkesinambungan. terutama perkembangan belajar di rumah. B. . i) Lingkungan belajar yang sederhana akan mengurangi rangsangan yang tidak diinginkan. Aturlah tempat duduk sedemikian rupa agar mereka tidak merasa terganggu. Menanamkan dalam diri tentang pentingnya pendidikan bagi kehidupan. a) Saran kepada Klien º Jangan merasa rendah diri tetapi harus merasa yakin terhadap diri sendiri. f) Boleh memberikan pengalaman berulang yang cukup.

c) Saran kepada Guru º Sebaiknya guru memberikan perhatian yang lebih pada klien atas masalah yang dihadapi terutama sakit yang pernah diderita. º Guru harus lebih peka terhadap masalah belajar anak didiknya dan memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah. º Guru harus lebih sering bekerjasama dengan orang tua klien untuk mengetahui perkembangan belajar klien tersebut .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful