P. 1
Contoh Studi Kasus Anak Yang Lambat

Contoh Studi Kasus Anak Yang Lambat

|Views: 3,421|Likes:
Published by Ayatul Husna

More info:

Published by: Ayatul Husna on Jan 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

STUDI KASUS ANAK LAMBAT BELAJAR

DISUSUN OLEH: SRIYANTO X7109108

Teman ± teman semua yang telah membantu kelancaran pembuatan makalah ini. 2. Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangannya. Dengan segala kerendahan hati.PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah limpahkan rahmat serta hidayah-Nya. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan lancar. Akhirnya penulis berharap semoga karya sederhana ini bermanfaat bagi kita semua. Surakarta. 3. 4. Atas selesainya makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. 4. KATA PENGANTAR«««««««««««««««««««« DAFTAR ISI«««««««««««««««««««««««. Laporan studi kasus ini penulis susun guna melengkapi tugas-tugas bagi mahasiswa program S-1 PGSD FKIP UNS tahun ajaran 2009/ 2010 mata kuliah Bimbingan dan Konseling. Dalam pengumpulan data penulis dibantu oleh berbagai pihak terkait termasuk sesama rekan mahasiswa lainnya. Kedua orang tua penulis yang telah membantu dengan doa sehingga laporan ini selesai. Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL««««««««««««««««««««. Drs. Sukarno M.Pd selaku dosen pengajar mata kuliah Bimbingan dan Konseling. penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan laporan ini.. 3. 1.sehingga penulis dapat menyusun laporan studi kasus mengenai anak lambat belajar. 1 2 3 April 2010 . 2..

Selanjutnya untuk lebih jelasnya di bawah ini dicantumkan data identitas siswa yang menjadi objek studi kasus : a) Identifikasi Diri Siswa * * Nama Siswa Nama Panggilan : Septiana Dwi Hastutik : Septi/Dwi . Identitas Siswa/Klien º Dalam penyusunan studi kasus. Prognosis «««««««««««««««««««««« BAB III PENUTUP 1. Klien tersebut bersekolah di SDN Kedungwinong 01. Diagnosis «««««««««««««««««««««« 3. Identitas Siswa «««««««««««««««««««« 2. BAB II ISI 1. Gambaran Masalah «««««««««««««««««« 2. Pada saat ini konselor mengamati klien yang mengalami lambat dalam belajar dan terlalu manja. Nguter. Saran «««««««««««««««««««««««. identifikasi siswa yang berkasus (klien) merupakan tahap awal yang harus dilalui di dalam proses penyusunan studi kasus. Sukoharjo sebagai siswa kelas 4 pada tahun ajaran 2009/ 2010. Identitas Orang Tua Siswa «««««««««««««««. 16 16 7 10 12 4 5 BAB I IDENTITAS A. Kesimpulan ««««««««««««««««««««« 2.BAB I IDENTITAS 1.

* * * * * * * * * Kelas : 4 (empat) Tempat/tgl. Nguter. Lahir : Sragen. Sukoharjo : SDN Kedungwinong 01. Nguter. RT 03/RW 04. 12 September 1999 Agama Jenis Kelamin Alamat Sekolah Hobby Jumlah saudara Anak ke : Islam : Perempuan : Krebet. Sukoharjo : Olahraga : 1 (satu) : 2 (dua) b) Keadaan Kesehatan * * * * Penglihatan : Normal Pendengaran : Normal Pembicaraan : Agak Cedal Potensi jasmani: Normal c) Fasilitas Belajar dan Pendukung 1) Kelengkapan belajar (a) Buku paket (b) Buku catatan (c) Ruang belajar 2) Bimbingan (a) Dari ayah : pernah (b) Dari ibu : selalu : selalu : lengkap : lengkap : tidak punya (c) Dari saudara .

Perumahan º Klien tinggal bersama ayah. e) Kelakuan dan prestasi Klien 1) Sikap pada teman 2) Sikap pada guru 3) Prestasi : Cukup baik. Dalam lingkungan tempat tinggalnya tersebut hubungan bertetangga cukup bagus.d) Waktu belajar 1) Waktu belajar siswa kurang teratur. : Kurang baik/lambat. RW 04 Nguter. Sukoharjo : Sri Ningsih : 31 tahun / Sukoharjo. ibu dan kakaknya dalam lingkungan desa Krebet RT 03. Hal ini mendukung perkembangan sosial klien untuk berinteraksi dengan lingkungan masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa berada. Sukoharjo. 28 Agustus 1977 : SD : Ibu rumah tangga : Krebet RT 03. Identifikasi Orang Tua a) Ayah * * * * * * * * * * * Nama lengkap Umur/TTL Pendidikan Pekerjaan : Sungkono : 39 tahun / Sukoharjo. 2) Siswa belajar jika disuruh orang tua. 7 April 1969 : SD : Buruh Hubungan dengan anak: Anak kandung Alamat Nama lengkap Umur/TTL Pendidikan Pekerjaan Alamat : Krebet RT 03. RW 04 Nguter. Sukoharjo C. tidak membeda-bedakan teman. : Baik. prestasi rendah. B. tapi masih merasa segan untuk bertanya. RW 04 Nguter. .

. Sebagian besar warga di daerah tempat tinggal siswa bekerja sebagai buruh serabutan dan petani.Tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat di desa tempat tinggalnya tergolong menengah kebawah.

meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental. sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. atau gangguan psikologis lainnya. tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. gangguan alat dria. diantaranya : (a) learning disorder. dan (e) learning diasbilities. namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley. (b) learning disfunction. maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik. b) Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik. yang mengalami kekacauan belajar. a) Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. c) Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal. Gambaran Masalah v Kesulitan belajar siswa mencakup pengetian yang luas. namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. Di bawah ini akan diuraikan dari masing-masing pengertian tersebut. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 ± 140).BAB II ISI A. . Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley. (c) underachiever. tinju dan sejenisnya. Pada dasarnya. mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai. potensi dasarnya tidak dirugikan. akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan. (d) slow learner.

atau mengenakan pakaian). 2007).d) Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar. sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. 2. kemampuan belajarnya lebih lambat dibandingkan dengan teman sebayanya. Anak-anak lambat belajar ini juga cenderung kurang percaya diri. mereka cenderung pendiam dan pemalu. Wiley. v Gejala-gejala yang Nampak Gejala-gejala yang nampak jelas pada diri klien diantaranya sebagai berikut: º Gejala yang Bersifat Positif y y Gejala yang bersifat positif adalah sikap atau perbuatan yang dapat membantu dan meningkatkan proses belajar mengajar pada diri klien. Mereka memiliki rentang perhatian yang pendek. responnya lambat. dan kosa kata juga kurang. v Slow learner (Lambat belajar) adalah adalah mereka yang memiliki prestasi belajar rendah (di bawah rata-rata anak pada umumnya) pada salah satu atau seluruh area akademik. Dari sisi perilaku. olahraga. tapi mereka ini bukan tergolong anak terbelakang mental. 3. Skor tes IQ mereka menunjukkan skor anatara 70 dan 90 (Cooter & Cooter Jr. Anak dengan SL memiliki ciri fisik normal. 2004. sehingga saat diajak berbicara kurang jelas maksudnya atau sulit nyambung. Gejala-gejala tersebut diantaranya : Mematuhi peraturan sekolah Rajin mengikuti kegiatan sekolah Tidak suka membolos sekolah Menurut perintah guru 1. sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. Kemampuan berpikir abstraknya lebih rendah dibandingkan dengan anak pada umumnya. Sulit memahami materi pelajaran .. Gejala tersebut diantaranya : 2. Tidak hanya kemampuan akademiknya yang terbatas tapi juga pada kemampuan-kemampuan lain. 1. e) Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar. º Gejala-gejala yang Bersifat Negatif y Gejala yang bersifat negatif adalah sikap atau perbuatan yang kurang baik yang dapat mengganggu proses belajar mengajar pada diri klien. dan mereka kesulitan untuk berteman. dianataranya kemampuan koordinasi (kesulitan menggunakan alat tulis. Tapi saat di sekolah mereka sulit menangkap materi. 4. Dengan kondisi seperti demikian.

Dalam studi kasus ini pendekatan atau cara yang digunakan oleh konselor dalam rangka pengumpulan data tentang siswa yang bermasalah ialah sebagai berikut: a) Berdasarkan Pengamatan di Sekolah º Kepribadian Pribadi klien baik walaupun cenderung mudah putus asa dan kurang teliti dalam mengerjakan sesuatu. Bersifat pendiam dan pemalu Kurang memiliki keberanian dalam berpendapat Cepat putus asa dalam mengerjakan soal Bersikap manja Bertindak semaunya sendiri Tidak mau meneliti hasil jawabannya v PENGUMPULAN DATA Proses pengumpulan data mengenai siswa yang berkasus (klien) dilakukan dengan berbagai pendekatan. 7. º Tingkah Laku Tingkah laku klien di rumah menunjukkan sikap yang cukup baik. Klien memiliki fisik yang normal dan sama seperti teman-teman seusianya. Ia juga sangat patuh terhadap peraturan sekolah. Ia tidak berani angkat tangan untuk bertanya. Pada saat guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya klien cenderung untuk memilih diam saja. 6. datang ke sekolah atau mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. 8. b) Berdasarkan Wawancara . º Perkembangan Jasmani Perkembangan jasmani klien cukup baik. bahkan termasuk anak yang cukup lincah dan energik. º Klien patuh dan hormat dengan guru-guru di sekolah. Dia selalu ingin semua keinginannya dituruti. klien terlihat memilki rasa tidak percaya diri untuk mengutarakan isi hatinya ketika ada materi pelajaran yang belum ia pahami.3. Dalam kesehariannya. Ia termasuk siswa yang disiplin baik dalam piketnya. Namun siswa tidak pernah memilih-milih teman. 4. 5.

º Minat Minat klien terhadap kegiatan sekolah yang berhubungan dengan masalah pelajaran cukup baik walaupun secara intelektual klien tertinggal dengan teman yang lain-lainnya. Terlalu dimanja dengan selalu menuruti keinginan klien c. Rumahnya tergolong sedang dan sederhana. Begitu pula yang dialami klien. d. c) Faktor yang Bersumber dari Lingkungan . klien adalah anak kedua dari dua bersaudara. Anak terlalu manja. Semua keinginanya harus dipenuhi b) Faktor dari Lingkungan Keluarga a. c. DIAGNOSIS v Masalah yang dihadapi siswa SD sangatlah kompleks dan banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya masalah. Hal ini dapat dilihat dari presensi klien yang tidak pernah membolos dan selalu masuk sekolah. diantaranya adalah sebagai berikut: a) Faktor yang Berasal dari Diri Sendiri a. Ibunya sebagai ibu rumah tangga. Motivasi yang kurang b. Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan. Anak tidak mau meneliti kembali hasil pekerjaannya. Pelanggara-pelangaran klien kurang mendapat teguran dari orang tua. e.º Latar Belakang Keluarga Berdasarkan wawancara dengan orang tua klien. Klien dan keluarganya tinggal di lingkungan desa Pucang. Kadang waktu luangnya sering dimanfaatkan atau digunakan untuk bermain voli daripada mempelajari kembali pelajaran yang sudah diterangkan di sekolah. Ada banyak faktor yang menimbulkan masalah pada diri klien. keluarga atau lingkungan. Anak kurang mau bekerja keras agar bias dalam pelajaran. Kurang bimbingan orang tua saat belajar. Kabupaten Sragen. sehingga hubungan bertetangganyapun cukup baik dan akrab. º Hobi Siswa Siswa memiliki hobi bermain voli di rumah maupun sekolah. Faktor tersebut dapat berasal dari diri sendiri. B. b. Di dalam lingkungan desa tersebut klien tidak mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Permasalahan tersebut berasal dari diri klien sendiri. C. yaitu: a) Terhadap Klien . º Hal-hal tersebut berpengaruh terhadap klien yang menyebabkan klien kurang tertarik pada pelajaran dan malas belajar atau berpikir untuk mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya.º Sekolah Kurang terbuka kepada guru. v Dari rincian di atas dapat disimpulkan berbagai hal yang menyebabkan permasalahan pada klien. v Berdasarkan hal-hal yang dipaparkan di atas. Bimbingan dari orang tua kurang. dapat ditarik kesimpulan yang terjadi pada diri klien disebabkan oleh : a) b) c) d) Kurang minat belajar. PROGNOSIS v Untuk mengatasi masalah klien dapat dilakukan beberapa hal. Sikap mudah putus asa dalam pelajaran º Luar sekolah atau masyarakat Kurang memanfaatkan waktu luang. Pengaruh kemajuan teknologi Anggota keluarga terlalu memanjakannya. waktu hanya digunakan untuk menonton televise dan bermain voli. keadaan keluarga dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap sikap dan daya tangkap belajar siswa.

º Memeberikan penjalasan pada orang tua agar selalu memeperingatkan klien untuk belajar dan selalu menasihati dan memeberikan dorongan pada klien untuk lebih rajin belajar. TREATMENT . º Menasihati klien agar lebih rajin belajar. º Memberi pengarahan pada klien bahwa sikapnya yang semaunya sendiri menimbulkan kerugian pada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain di sekitarnya.º Mengajak klien berbincang-bincang mengenai masalah yang dihadapinya sehingga memudahkan konselor untuk megetahui pribadi siswa dan masalah yang sedang dihadapinya serta mempermudah memberikan bantuan dan bimbingan. Serta tidak mudah menyerah bila mengalami kesulitan belajar. º Memeberikan penjelasan pada orang tua bahwa mereka harus selalu memeperhatikan dan membimbing anaknya untuk belajar lebih giat agar tidak tertinggal dengan teman-temannya. º Memberikan pengarahan pada orang tua agar tidak terlalu memanjakannya karena hal itu dapat berakibat buruk pada klien. º Memeberikan penjelasan pada orang tua agar menanamkan pada diri klien sikap menghormati dan menghargai orang lain. D. c) Terhadap Teman Klien º Menasehati teman-teman klien agar mau memebantu klien bila ada kesulitan dalam belajar. º Memberikan pengarahan dan penjelasan agar klien memeperhatikan penjelasan dari guru. b) Terhadap Orang Tua. º Memberi bimbingan yang luas pada klien yang berhungan dengan pendidikan sehingga dapat menimbulkan minat dan motivasi untuk meningkatkan semangat belajar dari siswa/klien yang bermasalah tersebut. º Menasehati teman-teman klien agar mau menegur klien bila melakukan penyelewenganpenyelewengan. º Menasehati klien agar tidak telalu manja pada siapapun terutama kepada kedua orang tua siswa/klien yang bermasalah tersebut.

Skinner mengatakan bahwa penggunaan mesin mengajar akan sangat bermanfaat bagi mereka. Kesimpulannya. mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. 1. Dalam suatu penelitian. Pemeliharaan sejak dini y Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama mundurnya daya ingat dalam berpikir. 1. B. mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya. pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Memberikan pelajaran tambahan y Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar. Gereja atau sekolah dapat menggunakannya untuk mendidik anak yang lamban belajar. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan. Latihan indra . Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer.F. Dengan demikian. tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Hasilnya. Dalam hal pergaulan. setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Pengembangan secara keseluruhan y Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Bagi anak yang lamban belajar. Pengalaman dalam pelbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya. dari segi nalar tidak ditemukan adanya peningkatan ketika anak berada di lembaga pendidikan khusus.v PENYELESAIAN MASALAH JUGA DAPAT DITEMPUH MELALUI 1. 1. 1. Lembaga pendidikan khusus atau umum y Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah dalam upaya untuk menolong. tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Dewasa ini komputer telah menjadi alat pendidikan yang populer. anak yang lamban belajar sebaiknya bergabung dalam lembaga pendidikan khusus atau lembaga pendidikan umum. dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat. tidak diperoleh suatu kepastian karena adanya perbedaan pendapat. Hasil belajarnya pun tidak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bergabung di lembaga pendidikan umum.

y Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. menari. . d) Perhatikan taraf kemajuan belajar anak. dan sebagainya. atau halus suatu benda. melakukan estafet. Latihan indra ü Dengan latihan ini anak dilatih untuk mengenal lingkungan melalui penglihatan. meniru gerakan guru. Latihan tersebut kemudian disatukan dengan gerakan dalam kehidupan sehari-hari seperti: memakai atau menanggalkan sepatu. mewarnai. Latihan konsentrasi ü Melalui latihan ini anak dilatih untuk memerhatikan rangsangan-rangsangan yang ada di luar. menyikat gigi. jangan sampai kurang tantangan dan terlalu banyak mengalami kegagalan. anak dapat dipacu semangatnya untuk belajar. menyisir rambut. dan sebagainya. Dengan mata tertutup anak diajak untuk mengenal bentuk. Jadi. Prinsip belajar y Semua usaha yang melatih anak untuk meningkatkan daya belajarnya. Misalnya. mengikat. melalui permainan. Latihan keseimbangan ü Rasa keseimbangan akan menenteramkan emosi anak dan menolong melatih gerak-gerik tubuh mereka. 1. c) Beri dukungan moril atas setiap perubahan sikap anak agar mereka puas. senam irama. sebaiknya memerhatikan prinsip dan keterampilan belajar. Dengan demikian. atau perabaan. b) Dorong anak untuk mencari tahu jawaban yang benar atau salah dengan usahanya sendiri. bermain kartu. menaiki papan titian. atau gerakan lainnya. Hindarkan kegagalan yang berulang-ulang. kasar. 1. 1. belajar berbaris. atau berkejar-kejaran untuk melatih konsentrasinya. a) Usahakan agar anak lebih banyak mengalami sukacita karena keberhasilannya. 1. mengenal benda melalui perbedaan bentuk atau suara. menuang air. penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka. Misalnya. Latihan koordinasi ü Hal-hal yang termasuk dalam latihan koordinasi ialah menggunting. nyanyian. Semua latihan tersebut dapat mempertajam indra anak. meronce. pendengaran. Kadang-kadang berilah hadiah kepada anak. 1.

Aturlah tempat duduk sedemikian rupa agar mereka tidak merasa terganggu. tekun dan berkesinambungan.e) Lakukan latihan secara sistematis dan bertahap sehingga mencapai kemajuan belajar. haruslah difikirkan dan direncanakan secara matang. terutama perkembangan belajar di rumah. B. Misalnya menumbuhkan rasa percaya diri anak. langkah-langkah yang ditempuh harus dilakukan dengan sabar. BAB III PENUTUP A. a) Saran kepada Klien º Jangan merasa rendah diri tetapi harus merasa yakin terhadap diri sendiri. º Hendaknya orang tua memberikan perhatian dengan porsi yang tepat tidak hanya kebutuhan fisik saja akan tetapi kebutuhan psikis. siswa terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya. Saran Dalam menyelesaikan suatu masalah. º Hendaknya orang tua memperhatikan kebutuhan social anak dan jangan terlalu memanjakan anak. Kesimpulan Masalah yang dihadapi siswa dalam kasus ini adalah lambat belajar dan terlalu manja karena siswa kurang mendapatkan bimbingan belajar. . i) Lingkungan belajar yang sederhana akan mengurangi rangsangan yang tidak diinginkan. f) Boleh memberikan pengalaman berulang yang cukup. g) h) Jangan merencanakan pelajaran yang terlampau banyak bagi murid. Mengubah pola belajar. tetapi jangan diberikan dalam jangka pendek. b) Saran kepada Orang Tua º Sebaiknya orang tua memberikan perhatian yang lebih kepada klien. Menanamkan dalam diri tentang pentingnya pendidikan bagi kehidupan. sebaiknya belajar secara rutin setiap pulang sekolah dan malam harinya walau hanya sebentar. Gunakan teknik bahasa yang melibatkan lebih banyak penggunaan indra.

c) Saran kepada Guru º Sebaiknya guru memberikan perhatian yang lebih pada klien atas masalah yang dihadapi terutama sakit yang pernah diderita. º Guru harus lebih sering bekerjasama dengan orang tua klien untuk mengetahui perkembangan belajar klien tersebut . º Guru harus lebih peka terhadap masalah belajar anak didiknya dan memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->